Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perawatan kesehatan keluarga merupakan salah satu komponen kesehatan
masyarakat yang sekaligus merupakan bagian dari Sistem Kesehatan Nasional.
Menurut UU No. 16 Tahun 1992 Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri dari suami-istri atau suami-istri dan anaknya, ayah dan anaknya atau
ibu dan anaknya.
Masalah dalam keluarga akan timbul bila status kesehatan salah satu
anggota keluarga terganggu. Pengetahuan keluarga tentang informasi mengenal
suatu penyakit yang diderita oleh pihak keluarga sangatlah penting diketahui demi
tindakan pertama yang akan diambil oleh pihak keluarga yaitu orang tua. Dalam
mengambil keputusan yang tepat menangani suatu penyakit tersebut. Oleh karena
itu status kesehatan keluarga sangat penting dijaga oleh setiap anggota keluarga,
untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat pada umumnya, dan keluarga
pada khususnya.
Salah satu penyakit yang sering diderita oleh keluarga ekonomi menengah
kebawah adalah Gastritis, menunjukan kurangnya pengetahuan pihak keluarga
mengenai pengaturan kesehatan dalam hal ini pola makan yang tidak teratur dan
ketidakmampuan pihak keluarga dalam menyediakan makanan yang bergizi, oleh
karena status ekonomi keluarga yang tidak mampu menjangkau harga – harga
bahan pokok makanan. (available on : http://deardhysc.blogspot.com/)
Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan mukosa lambung yang
dapat bersifat akut,kronik difus dan lokal dan ada dua jenis gastristis yang terjadi
yaitu gastristis akut dan kronik (Suddarth, 2002). Gastritis merupakan suatu
keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut,
kronis, difus, atau lokal. Dua jenis gastritis yang paling sering terjadi adalah
gastritis akut dan kronik (Sylvia, 2005).
Gastritis tidak dapat kita anggap remeh, karena gastritis yang tidak diobati
dapat mengakibatkan tukak lambung, pendarahan lambung, bahkan kanker
lambung, seperti dituturkan oleh Prof.Majumdar, (2011). Dan wanita hendaknya
lebih waspada, karena 60% dari penderita maag adalah wanita. Penyebabnya
antara lain wanita lebih tertutup dan mudah mengalami stress, memiliki kebiasaan
makan tidak teratur, dan sering melakukan diet. (Syam 2011)
Penanganan secara tepat penyakit gastritis harus di waspadai lebih dini
dengan hidup sehat dengan cara : Makan secara benar, Hindari alkohol, Jangan
merokok, Lakukan olahraga secara teratur, Kendalikan stress, Ganti obat
penghilang nyeri, Ikuti rekomendasi dokter. Bila langkah - langkah diatas telah
dilakukan penyakit gastritis “maag”akan jauh dari anggota keluarga anda.
Data tahun 2005 WHO (World Health Organization) menunjukkan data
bahwa di seluruh dunia sekitar 1,8–2,1 juta penduduk dunia menderita gastritis.
Sementara di Indonesia angka kejadian gastritis sebanyak 218.500 kasus (Wijoyo,
2009). Penyakit gastritis yang cukup besar di masyarakat dapat menyebabkan
gangguan pada kehidupan mulai dari perorangan hingga masyarakat luas,
sehingga diperlukan fungsi perawatan keluarga dan perawat dalam meningkatkan
status kesehatan di dalam keluarga. Fungsi perawatan keluarga yaitu mengenal
masalah gastritis dalam keluarga, mengambil keputusan dalam keluarga untuk
mengatasi atau mencegah terjadinya komplikasi akibat gastritis, merawat anggota
keluarga dengan gastritis, memodifikasi lingkungan yang ada dan memanfaatkan
fasilitas kesehatan yang ada (Ayu, 2010).
Data Tahun 2014 di Puskesmas Basarang menunjukkan angka kejadian
Gastritis di Desa Tambun Raya sebanyak 1115 kasus, sedangkan sejak bulan
Januari sampai dengan bulan Juni angka kejadian gastritis di Desa Tambun Raya
tercatat sebanyak 486 kasus. (SP2TP Puskesmas Basarang, 2014-2015)
Diharapkan dengan dibuatnya Asuhan Keperawatan Keluarga
meningkatnya angka Gastritis ini dapat mengurangi angka kesakitan dalam
masyarakat khususnya dalam keluarga.
Dari hasil wawancara dan pemeriksaan fisik yang dilakukan pada 2 (dua)
keluarga, maka diangkat salah satu keluarga binaan yaitu keluarga Tn. S
dikarenakan dalam keluarga ditemukan masalah kesehatan yang perlu diketahui
dan bagaimana upaya mengatasinya oleh keluarga.

B. Tujuan
1. Umum
Untuk mendapatkan pemahaman dan pengalaman yang realistik dalam
pemberian Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S dengan Gastritis.
2. Khusus
a. Dapat melakukan pengkajian keperawatan keluarga Tn. S dengan masalah
perawatan Gastritis.
b. Dapat menegakkan diagnosa keperawatan keluarga Tn. S dengan masalah
Gastritis.
c. Dapat menyusun intervensi keperawatan keluarga pada Tn. S dengan
masalah Gastritis.
d. Dapat melakukan implementasi keperawatan keluarga pada Tn. S dengan
masalah Gastritis.
e. Dapat melakukan evaluasi keperawatan keluarga pada Tn. S dengan
masalah Gastritis.
f. Dapat mendokumentasikan asuhan keperawatan keluarga Tn. S dengan
Gastritis.

C. Sistematika penulisan
Sistematika Penulisan dibagi atas beberapa BAB yaitu :
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Sitematika Penulisan
BAB II. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran