Anda di halaman 1dari 2

Kontusio

Lesi otak pada kontusio berupa area pendarahan pada bagian sentral bercampur dengan area nekrosis
non hemoragik dan sebagian daerah otak yang mengalami edema. Seiring waktu, area pendarahan
sentral ini bercampur dengan daerah nekrosis non hemoragik dan daerah otak yang mengalami edema,
sehinga daerah sentral pendarahan dikelilingi oleh edema perikontusional. Tidak terdapat vaskularisasi
jaringan otak pada area sentral kontusio, dan vaskularisasi berkurang pada daerah perikontusional
edema, (mekanisme autoregulasinya terganggu / terjadi vasoparalisis). Oleh karena itu daerah otak yang
rusak pada tepi kontusio sangat rentan terhadap reduksi perfusi oleh sebab apapun.

Laserasi serebri

Kerusakan pembuluh darah yang terjadi pada kontusio adalah kerusakan pembuluh darah kapiler.
Apabila melibatkan kerusakan pembuluh darah yang lebih besar, piaarakhnoid dan lapisan korteks
dapat mengakibatkan laserasi, hingga perforasi jaringan otak. Laserasi pada daerah frontal dan temporal
yang berhubungan dengan lesi lainnya seperti pendarahan intraserebral dan hematoma subdural akut
disebut burst frontal/temporal dan hematoma subduralnya disebut complicated SDH.

Cedera difus

Cedera aksonal difus

Cedera aksonal difus adalah keadaan dimana serabut saraf subkortikal (serabut proyesi, asosiasi, dan
komisural) mengalami kerusakan akibat gaya akselerasi deselerasi. Cedera aksonal dibagi 3
berdasarkan beratnya kerusakannya yang timbul, yaitu :

Grade 1 : kerusakan akson pada substansia alba dapat dilihat secara mikroskopik tanpa adanya lesi
fokal.

Grade 2 : kerusakan akson disertai fokus pendarahan pada korpus kalosum

Grade 3 : kerusakan akson difus disertai pendarahan korpus kalosum dan batang otak.

Cedera akson difus merusak interkoneksi antara korteks serebri dan formasi retikularis sehingga sering
menyebabkan gangguan kesadaran penderita

Cedera aksonal dibagi 4 berdasarkan gambaran CT Scan nya, yaitu :

Kategori Lesi intrakranial Sisterna Midline shift


Tipe 1 (-) Terbuka (-)
Tipe 2 Tidak ada hiper atau hipodens >25 ml Terbuka <5 mm
Tipe 3 Tidak ada lesi hiper atau hipodens Terkompresi/ hilang < 5 mm
>25 ml
Tipe 4 Tidak ada lesi hiper atau hipodens Terkompresi/ hilang >5mm
>25 ml

Cedera vaskular difus

Pembuluh darah lebih tahan terhadap cedera regangan dibandingkan akson. Pendarahan akibat robekan