Anda di halaman 1dari 10

STATUS UJIAN

STASE KULIT DAN KELAMIN

Dosen Penguji:
dr. Dwi Retno Adi Winarni, Sp. KK (K)

Disusun Oleh:
Daniel Derian Chrisandi (42170135)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN KULIT KELAMIN


RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
YOGYAKARTA
2018
BAB 1
STATUS PASIEN KULIT
A. IDENTITAS
Identitas Pasien
Nama : An. CAE
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 5 tahun
Alamat : Sonopakis Lor
Pekerjaan : Pelajar
Tanggal Periksa di RS : 29 Agustus 2018, pukul 10.00 WIB

Identitas Orang tua


Nama : Bp. TA
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 32 tahun
Alamat : Sonopakis Lor
Pekerjaan : Karyawan Swasta
B. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis dengan orang tua pasien
1. Keluhan Utama
Bintil-bintil berair pada telapak tangan dan jari tangan kanan dan kiri yang
disertai gatal
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan pada telapak tangan dan jari tangan muncul sejak 6 bulan yang lalu. Gatal
diawali dengan bintil-bintil yang berisi air. Bintil-bintil tersebut kemudian pecah
karena tidak sengaja digaruk dan meninggalkan bekas kulit yang bersisik. Gatal yang
dirasakan pasien muncul secara terus menerus sepanjang hari. Sebelum periksa ke
dokter, orang tua pasien memberikan pengobatan berupa minyak tawon dan obat Cina.
Pasien tidak memperhatikan aktivitas apa yang dilakukan sebelum keluhan muncul.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluhan Serupa : (-)
Riwayat atopik : (-)
TBC pada anak : (-)
Asma : (-)
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluhan Serupa : (-) Riwayat atopik : (-)
TBC : (-) Penyakit Ginjal : (-)
Hipertensi : (-) Penyakit Jantung : (-)
Asma : (-) Diabetes Melitus : (-)
5. Riwayat Imunisasi : Lengkap sesuai buku KIA
6. Riwayat Operasi : (-)
7. Riwayat Alergi : (-)
8. Riwayat Pengobatan
Minyak tawon dan Obat Cina  gatal berkurang, kambuh lagi
9. Gaya Hidup
Aktivitas sehari-hari sebagai pelajar di Taman Kanak-kanak. Tinggal bersama
kedua orang tua dan seorang kakak di daerah perumahan, nyaman dan bersih. Pasien
jarang bermain di luar lingkungan rumah.
Riwayat higienitas diri : mandi sehari 2x, dengan sabun cair anti septik, berganti
pakaian setiap kali mandi, handuk digunakan secara pribadi, serta mengganti handuk 3
hari sekali.
Pola makan pasien teratur 3x sehari dengan menu seimbang sayur dan lauk.
Dalam sehari pasien minum 6-8 gelas air putih.

C. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum : Baik
b. Kesadaran : Compos mentis
c. Status Gizi : Baik
d. Tanda Vital : Tidak dilakukan pemeriksaan
e. Status Generalis
Kepala : Tidak ditemukan adanya UKK
Leher : Tidak ditemukan adanya UKK
Thorak : Tidak ditemukan adanya UKK
Punggung : Tidak ditemukan adanya UKK
Aksila : Tidak ditemukan adanya UKK
Abdomen : Tidak ditemukan adanya UKK
Ekstremitas atas : Ditemukan adanya UKK
Ekstremitas bawah : Tidak ditemukan adanya UKK
f. Status Dermatovenerologi :
Pada telapak tangan dan jari
tangan kanan dan kiri terdapat
berupa vesikel,multiple,milier,
tersebar diskret, dan sebagian
telah pecah meninggalkan erosi
dan skuama.

D. RESUME
An CAE datang dengan keluhan pada telapak tangan dan jari tangan muncul sejak 6
bulan yang lalu. Gatal diawali dengan bintil-bintil yang berisi air. Bintil-bintil
tersebut kemudian pecah karena tidak sengaja digaruk dan meninggalkan bekas kulit
yang bersisik. Gatal yang dirasakan pasien muncul secara terus menerus sepanjang
hari. Sebelum periksa ke dokter, orang tua pasien memberikan pengobatan berupa
minyak tawon dan obat Cina. Pasien tidak memperhatikan aktivitas apa yang
dilakukan sebelum keluhan muncul.
Aktivitas sehari-hari sebagai pelajar di Taman Kanak-kanak. Tinggal bersama kedua
orang tua dan seorang kakak di daerah perumahan, nyaman dan bersih. Pasien jarang
bermain di luar lingkungan rumah. Pasien mandi sehari 2x, dengan sabun cair anti
septik, berganti pakaian setiap kali mandi, handuk digunakan secara pribadi, serta
mengganti handuk 3 hari sekali. Pola makan pasien teratur 3x sehari dengan menu
seimbang sayur dan lauk. Dalam sehari pasien minum 6-8 gelas air putih.
E. DIAGNOSA BANDING
1. Ekzema Dyshidrosis (Pomfoliks)
2. Dermatitis kontak Alergi
3. Skabies
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang. Bila diperlukan dapat
dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis seperti:
 Patch test
 Kerokan kulit  Identifikasi tungau
G. DIAGNOSA KERJA

Ekzema dyshidrosis (Pomfoliks)

H. TATALAKSANA

R / Acid Salicyl 2%
Hidrocortison Cr 1% 5 gr
Vaselin Album ad 10 gr
Mfla cream da in pot I
S u e m et v (pd tangan setelah mandi)

R/ Cetirizine syr 5mg/5ml Lag I


S 1 dd Cth I pc hs
I. EDUKASI
 Menjaga kebersihan badan
 Menghindari pakaian yang tidak menyerap keringat.
 Menghindari pemakaian baju dan handuk secara bergantian.
 Menghindari garukan agar tidak terjadi infeksi.
 Menghindari kontak dengan bahan alergen atau iritan.
 Membersihkan tangan secara rutin untuk menghindari bahan iritan.
 Menggunakan obat secara teratur.

J. PROGNOSIS
Prognosis ad vitam : bonam
Prognosis ad functionam : bonam
Prognosis ad sanationam : bonam
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENDAHULUAN
Pomfoliks adalah suatu ekzema endogen yang ditandai dengan erupsi vesikula menonjol,
dimana lepuhan-lepuhan yang terasa gatal timbul di telapak tangan dan pinggiran jari-jari
tangan, juga bisa ditemukan di telapak kaki. Lepuhan ini seringkali bersisik, berwarna
merah dan berair. Pomfoliks kadang disebut dishidrosis. Karena lokalisasinya di tempat
yang banyak keringat (hiperhidrosis), diduga keringat sebagai penyebabnya (dishidrotik).
Secara histologik dijumpai vesikula yang penuh berisi cairan, di epidermis.1
B. ANALISA KASUS
o Subjektif : Bintil-bintil berair pada telapak tangan dan jari tangan kanan dan kiri
yang disertai gatal
o Obyektif : Terdapat lesi pada telapak tangan dan jari tangan kanan dan kiri berupa
vesikel,multiple,milier, tersebar diskret, dan sebagian telah pecah meninggalkan
erosi dan skuama
o Diagnosis pomfoliks dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik,
dan gejala klinis bahwa pomfoliks keluhan utamanya berupa gatal-gatal (pruritus)
disertai munculnya vesikel/bula secara mendadak ditelapak tangan dan kaki.
Biasanya rasa gatal terjadinya sebelum munculnya vesikel. Kadang-kadang bisa
terdapat pustula dan bula yang kemudian lebih sering mengering daripada
memecah, pada keadaan kronik lesi seringkali bersisik, simetris dan bersifat
rekuren.

I. Analisa Diagnosa Banding


Tabel 1. Perbedaan gambaran diagnosis banding
Pomfoliks Dematitis Kontak pada Skabies
tangan

Lesi: vesikel-vesikel Lesi: Patch Eritema Lesi: papula dan vesikel


bilateral simetris, kadang Numular sampai dengan milier sampai lentikuler.
terdapat pustula dan bula plakat, papula dan vesikel Lesi yang khas berupa
yang kemudian lebih berkelompok disertai erosi. kanalikulus (terowongan),
sering sembuh dengan panjang kira-kira 1 cm
mengering membentuk berwarna putih keabuan
skuama.

Predileksi:
Predileksi: Predileksi:
- Telapak tangan - Punggung tangan - Sela jari tangan
dan kaki - Ketiak
- Jari-jari - Pergelamngan
tangan
- Paha
- pantat

Berdasarkan tabel 1 pada kasus didapatkan beberapa temuan klinis sebagai berikut:

Tabel 2. Perbedaan gambaran diagnosis banding berdasarkan kasus


Pomfoliks Dermatitis Kontak Skabies

Lesi: Lesi: Lesi:


- Vesikel (+)  Vesikel (+)  vesikel (+)
- Skuama (+)  Papul (-)  papula (-)
Predileksi:  Erosi (+)  kanalikulus (-)
- Telapak tangan (+) Predileksi: Predileksi:
- Teklapak kaki (-) - Punggung tangan (-)
- Sela jari tangan (-)
- Jari-jari (+)
- Ketiak (-)
- Pergelangan tangan
(-)
- Paha (-)
- Pantat (-)
 Berdasarkan analinsa diagnosis banding kasus pada tabel 2 didapatkan beberapa hal
sebagai berikut:
o Pada kasus bentuk lesi adalah vesikel, multiple, milier, tersebar diskret, dan
sebagian telah pecah meninggalkan erosi dan skuama. Bersifat bilateral
o Pada kasus lesi yang timbul berada di telapak tangan, sedangkan Dermatitis
Kontak lesi yang terjadi lebih dominan di punggung tangan
o Pada kasus tidak ditemukan patch eritem yang mengarah ke Dermatitis
Kontak
o Pada kasus tidak ditemukan lesi khas kanalikulus (terowongan) yang
mengarah ke Skabies
o Pada kasus tidak ada penularan ke orang sekitar sehingga menyingkirkan
diagnosis Skabies
II. Pemeriksaan Penunjang
Pada pasien tidak dilakukan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Pomfoliks dapat
ditegakkan dengan gambaran klinis secara keseluruhan. Bila diperlukan dilakukan
pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti :

- Patch Test  Hasil positif dapat berupa eritema dengan urtika sampai vesikel
atau bula. Penting dibedakan, apakah reaksi karena alergi kontak atau karena
iritasi (reaksi positif palsu), sehubungan dengan konsentrasi bahan uji terlalu
tinggi. Bila oleh ka rena iritasi, reaksi akan menurun setelah 48 jam (reaksi
tipe decresendo), sedangkan reaksi alergi kontak makin meningkat (reaksi tipe
cresendo).
- Kerokan Kulit  Pada daerah yang berwarna kemerahan dan terasa gatal.
Kerokan yang dilakukan sebaiknya dilakukan agak dalam hingga kulit
mengeluarkan darah karena sarcoptes betina bermukim agak dalam di kulit
dengan membuat terowongan. Untuk melarutkan kerak digunakan larutan
KOH 10 % selanjutnya hasil kerokan tersebut diamati dengan mikroskop
dengan perbesaran 10-40 kali..
BAB III
KESIMPULAN

Pompholyx merupakan dermatitis yang sering dijumpai di tangan dan kaki. Pencetus
multifaktorial, baik faktor endogen maupun eksogen. Anamnesis dan gambaran khas lesi berupa
vesikel-vesikel “tapioca-like” ataupun bula muncul mendadak dengan predileksi di telapak
tangan, lateral jari, telapak kaki disertai rasa gatal. Pilihan terapi bervariasi dari topikal hingga
sistemik. Kelainan ini sering kambuh dan dapat berkomplikasi seperti infeksi sekunder dan
kelainan kulit serta kuku. Edukasi pasien penting untuk menghindari faktor pencetus.