Anda di halaman 1dari 4

SIKAP TOLERANSI PADA GENERASI MILENIAL

Oleh : Farida Ayu Kholifatin

182121029

Pancasila? Apa yang kalian pikirkan jika kita mendengar kata tersebut?
Apakah kita akan membayangkan saat kita upacara bendera lalu kita
mengucapkan isi pancasila yang dipimpin oleh pembina upacara? Lantas apa yang
terjadi pada generasi millenial? Dan bagaimanakah sikap toleransi yang ada pada
zaman globalisasi seperti ini? Bagaimana peran pancasila dalam membangun
sikap toleran pada generasi muda? Mari kita simak penjelasannya.

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia, sebuah ideologi ialah


landasan yang kokoh, dasar untuk membangun sebuah bangsa moderat yang terus
dipertahankan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.
Untuk mengetahui salah satu nilai pancasila yaitu toleransi kita perlu mengetahui
mengapa pancasila bisa dijadikan ideologi oleh kita.

Sejarah lahirnya pancasila tidak lepas dari peristiwa penjajahan Jepang


yang mengakibatkan banyak golongan muda dari bangsa kita mendesak untuk
memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sidang pertama BPUPKI yang
membahas tentang dasar negara kita terjadi pada tanggal 29 Mei-01 Juni 1945.
Masih ingatkah siapa saja yang merumuskan dasra negara kita tersebut? Yaitu,
yang pertama Moh. Yamin dengan gagasannya peri kebangsaan, peri
kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan dan kesejahteraan rakyat. Yang
kedua Mr. Soepomo dengan gagasannya antara lain persatuan, kekeluargaan,
keseimbangan lahir dan batin, musyawarah dan keadilan rakyat. Dan yang
terakhir adalah Ir. Soekarno dengan gagasannya yang dijadikan dasar negara
Indonesia nantinya antara lain, kebangsaan Indonesia atau nasionalisme, peri
kemanusiaan atau internasionalisme, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial
dan ketuhanan yang berkebudayaan.
Sedangkan pada tanggal 22 Juni panitia sembilan berhasil merumuskan
Rancangan Pembukaan Hukum Dasar Negara yang didalamnya memuat tentang
dasar negara yang dinamakan dengan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter, yang
berbunyi:
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya.
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
c. Persatuan Indonesia.
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/keadilan.
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus 1945, hasil sidangnya


antara lain mengesahkan pancasila sebagai dasar negara Indonesia, berikut bunyi
Pancasila yang dipakai ideologi sampai masa sekarang:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Mengapa sila pertama dalam Pancasila harus diganti? Sebagaimana kita


tahu bahwa masyarakat Indonesia beragam suku,ras, budaya bahkan agama. Nah,
maka dari itu, demi menjaga keutuhan bangsa ini, kita tidak boleh
mengedepankan salah satu agama saja. Kita harus saling menghormati dan juga
saling toleransi antar umat agama.

Bagaimana sikap toleransi yang ada pada era globalisasi sekarang ini?
Toleransi sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare yang artinya menahan
diri, bersabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati lapang terhadap
orang-orang yang memiliki pendapat lain. Sikap toleransi sudah mulai terkikis
karena kita sebagai orang timur yang di masuki budaya barat, sudah
terkontaminasi dengan pikiran dan gaya hidup yang ditiru dari bangsa barat.

Era globalisasi menimbulkan efek yang cukup besar apalagi bagi para
generasi bangsa, kita seharusnya lebih bisa selektif dalam memilih budaya yang
masuk dari bangsa barat, apalagi tentang mempertahankan budaya timur yang
telah mengakar pada bangsa ini.

Generasi millenial banyak yang sudah melupakan toleransi antar sesama,


apalagi generasi ini merupakan warisan bangsa yang seharusnya bisa lebih
berpikir kritis akan apa problematika yang terjadi pada umat kontemporer dan
bagaimana bisa kita meminimalisir dengan mentolerir segala apa yang terjadi.

Bukannya main hakim sendiri, yang mengakibatkan banyak umat yang


terpecah belah, kita harus saling bertoleransi baik dengan sesama dan hal yang
mendasari perbedaan.

Pancasila sendiri merupakan dasar yang fleksibel karena nilai-nilai yang


terkandung di dalamnya tidak bertentangan dengan semua kelompok dan agama
yang ada di Indonesia. Mudah diterapkan pada kehidupa sehari-hari karena
mecakup semua tatanan nilai berbangsa dan bernegara. Penegakan nilai toleransi
dalam pancasila juga harus didukung oleh pemerintah, untuk tidak membiarkan
kelompok manapun melakukan tindakan yang sewenang-wenang.

Jadi, toleransi itu penting bagi masyarakat berbangsa dan bernegara


apalagibagi generasi millenial, generasi pewaris masa depan bangsa ini, yang
nhidup di zaman millenium, dimana nteknologi semakin canggih, semua serba
teknologi. Jika toleransi diterapkan dalam kehiduoan sehari-hari, maka
problematika yang muncul bisa diminimalisir dan menciptakan kehidupan yang
aman dan nyaman.
FARIDA AYU KHOLIFATIN
182121029/1A HKI