Anda di halaman 1dari 8

Pembahasan contoh soal biaya produksi, penerimaan dan laba rugi

Nomor 1

Yang termasuk biaya eksplisit, kecuali...

A. Bahan bakar

B. Bahan baku

C. Karyawan

D. Tenaga sendiri

E. Petugas keamanan

Pembahasan

Biaya eksplisit adalah biaya yang harus dikeluarkan uangnya, sedangkan biaya implisit adalah
biaya yang tidak harus dikeluarkan uangnya. Yang termasuk biaya implisit adalah tenaga sendiri
karena dengan menggunakan tenaga sendiri, anda tidak harus mengeluarkan uang untuk
membayarnya.

Jawaban: D

Nomor 2

Salah satu contoh biaya tetap adalah....

A. Biaya membeli gula

B. Biaya membeli telur

C. Biaya memberli mentega

D. Biaya sewa tempat

E. Biaya gaji karyawan baru


Pembahasan

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah ketika jumlah produk berubah. Salah
satu contoh biaya tetap adalah biaya sewa tempat karena ketika jumlah produksi bertambah
maka biaya tempat tidak akan berubah. Berbeda dengan biaya membeli gula, telur dan
mentega, ketika jumlah produksi bertambah maka kuantitas gula, telur dan mentega juga
bertambah, sehingga biayapun ikut bertambah.

Jawaban: D

Nomor 3

Q FC VC TC

0 25 0 25

1 25 30 55

2 25 55 80

3 25 72 97

Dari data diatas, besarnya biaya marginal saat barang yang diproduksi 2 unit adalah...

A. 80

B. 30

C. 25

D. 17

E. 0

Pembahasan

Dari data diatas diperoleh kesimpulan jika barang produksi dinaikkan 1 unit menjadi 2 unit
maka biaya total (TC) naik dari 55 menjadi 80. Jadi biaya marginalnya = 80 - 55 = 25.

Jawaban: C
Nomor 4

Berikut ini adalah sumber pendapatan:

Gaji

Bunga simpanan

Sewa hak milik

Retribusi

Yang termasuk pendapatan rumah tangga keluarga adalah...

A. 1 dan 3

B. 1, 2, dan 3

C. 2 dan 4

D. 4 saja

E. semua

Pembahasan

Pendapatan rumah tangga keluarga yaitu Gaji, bunga simpanan, dan sewa hak milik.
Pendapatan rumah tangga pemerintah yaitu sumber pajak, retribusi dan hasil usaha dari BUMN.

Jawaban: B

Nomor 5

Berikut ini data penjualan barang

Quantity Price Total revenue Marginal revenue

1 Rp500 Rp500

2 Rp450 Rp900

3 Rp400 Rp1200
Penerimaan marginal (MR) saat barang yang diproduksi 2 adalah...

A. 300

B. 400

C. 450

D. 900

E. 1.200

Pembahasan

MR saat barang yang diproduksi 1 unit menjadi 2 unit:

MR = Total Revenue 2 - Total Revenue 1 = Rp900 - Rp500 = Rp400

Jawaban: B

Nomor 6

Untuk memproduksi suatu barang, pengusaha mengeluarkan biaya tetap Rp 1.000.000,00 dan
biaya variabel rata-rata Rp 400.000,00. Apabila harga jual Rp 500.000,00 maka produksi
minimal untuk dapat mencapai titik ampas adalah..

A. 5

B. 10

C. 25

D. 50

E. 100

Pembahasan

Diketahui:

TFC = Rp 1.000.000,00
AVC = Rp. 400.000,00

p = Rp 500.000,00

Ditanya: QBEP = ...

Jawab:

QBEP = TFC / (p - AVC)

QBEP = Rp 1000.000 / (Rp 500.000 - Rp 400.000) = 10

Jawaban: B

Nomor 7

Diketahui:

Jumlah barang yang diproduksi = 100

Biaya tetap = Rp 100.000,00

Biaya variabel = Rp 10.000,00

Harga barang = Rp 25.000

Maka laba perusahaan adalah...

A. Rp 100.000

B. Rp 210.000

C. Rp 260.000

D. Rp 390.000

E. Rp 450.000

Pembahasan

Diketahui

Q = 100
FC = Rp 100.000,00

VC = Rp. 10.000,00

p = Rp 5.000,00

Ditanya: L

Jawab:

L = (p . Q) - (FC + VC)

L = (5.000 x 100) - (100.000 + 10.000) = 500.000 - 110.000 = 390.000

Contoh Soal:

Sebuah pabrik Sandal dengan Merk " Idaman" mempunyai biaya tetap (FC) = 1.000.000; biaya
untuk membuat sebuah sandal Rp 500; apabila sandal tersebut dijual dengan harga Rp 1.000,
maka:

Ditanya:

a. Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.

b. Pada saat kapan pabrik sandal mencapai BEP

c. Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 unit

Jawab:

a. FC = Rp 1.000.000

VC= Rp 500.

Fungsi biaya variabel VC = 500 Q ..........................................................................(1)

Fungsi biaya total C = FC + VC -----> C = 1.000.000 + 500 Q ..........................(2)

Fungsi penerimaan total TR = P.Q -----> TR = 1.000 Q ..........................................(3)


b. Break Even Point terjadi pada saat TR = TC

1.000 Q = Rp 1.000.000 + 500 Q

1.000 Q - 500 Q = 1.000.000

500 Q = 1.000.000

Q = 2.000 unit

Pabrik roti akan mengalami BEP pada saat Q = 2.000 unit

Pada biaya total C = 1.000.000 + 500 ( 2.000)

C = 2.000.000

c. Pada saat memproduksi Q = 9000 unit

TR = P.Q

= 1.000 X 9.000

= 9.000.000

C = 1.000.000 + 500 (Q)

= 1.000.000 + 500 ( 9.000)

= 1.000.000 + 4500.000

= 5.500.000

Bila TR > TC, maka keadaan laba / untung.

laba = TR - TC

= 9.000.00 - 5.500.000

= 3.500.000
Bila hanya memproduksi 1.500 unit maka akan mengalami kerugian sebesar :

Rugi = TR - TC

= 1.000 (1.500) - 1.000.000 + 500 ( 1.500)

= 1.500.000 - 1.750.000

= 250.000

Shares

RELATED POSTS