Anda di halaman 1dari 11

STATUS UJIAN STASE KULIT DAN KELAMIN

ERITRODERMA

Disusun Oleh:
Gihon Anandianto (42170124)

Dosen Penguji:
dr. Dwi Retno Adi Winarni, Sp. KK (K)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN KULIT KELAMIN


PERIODE 25 JUNI – 21 JULI 2018
RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
YOGYAKARTA
2018
STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. FH
No. RM : 02-06-44-xx
Usia : 61 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pensiunan
Alamat : Godean, Sleman, DIY
Kunjungan ke klinik : 25 Juli 2018

II. ANAMNESA
A. Keluhan Utama
Bercak kemerahan, bersisik, dan juga gatal di seluruh tubuh kecuali daerah kepala
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengatakan bercak kemerahan dan gatal sudah dirasakan sejak 1 tahun yang
lalu. Awalnya bercak muncul sebagai bintik-bintik merah di punggung tangan
kanan dan kiri. Pasien sempat memeriksakan ke PKU Muhamadiyah dan diberi
obat salep dan obat minum tapi keluhan tidak membaik. Lama-kelamaan bercak
merah makin meluas dan menyebar disertai dengan bintil-bintil berair. Karena
dirasa sangat gatal hingga mengganggu tidur, pasien menggaruk daerah yang gatal,
dan kemerahan semakin meluas. Pada akhir bulan Juni 2018, keluhan pasien makin
bertambah hingga sempat dirawat inap di RS Bethesda. Pasien mengatakan selama
dirawat inap, keluhan bercak berkurang dengan ditandai kulit yang mengelupas
setelah diberi obat melalui intravena, pasien meminta untuk pulang dari RS
Bethesda, karena keluhan dirasa sudah membaik dan ada kabar duka dari keluarga.
Setelah pulang dari mondok, pasien mengatakan keluhan muncul lagi meskipun
sudah diberi obat oles dan obat minum ketika kontrol pasca rawat inap. Pada
tanggal 25 Juli 2018, pasien kembali ke Poli Kulit dan Kelamin RS Bethesda untuk
kontrol dengan keluhan bercak merah gatal dan panas yang tidak membaik disertai
demam dan mual.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi : (-)
Asma : (-)
DM : (-)
Penyakit jantung : (-)
Penyakit ginjal : (-)
Asam Urat : (-)
Rheumatoid Artritis : (-)
Keluhan serupa : (-)

D. Riwayat Operasi
Pasien pernah menjalani operasi histerektomi
E. Riwayat Alergi
Pasien menyangkal adanya riwayat alergi.
F. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengaku tidak ada keluarga yang mengalami gejala yang sama dengan
pasien.
G. Riwayat Pengobatan
Pasien mengaku bahwa sudah pernah memeriksakan diri pada Spesialis Kulit
Kelamin sebanyak dua kali dan sempat dirawat inap, namun tidak ada perubahan.
Obat-obatan yang sudah dikonsumsi pasien antara lain :
Cetirizine tab 10 mg, eritromicin tab 250 mg, medixon tab 16 mg, interdoxin caps
100 mg, rantin tab 150 mg, dan beberapa obat racikan untuk pelembab kulit.
H. Gaya Hidup
Pasien adalah seorang pensiunan pegawai di perusahaan tambang yang sekarang
aktivitas sehari-harinya hanya di rumah saja. Pasien mengaku tidak pernah
merokok atau konsumsi alkohol. Pasien juga mengatakan tidak ada obat-obatan
rutin yang dikonsumsi, selain obat yang diberikan oleh dokter kulit.
Riwayat higienitas diri : mandi sehari 2x, menggunakan air panas dan sabun
racikan dari tetangga yang pasien tidak mengetahui isi dari sabun racikan tersebut,
berganti pakaian setiap kali mandi, handuk digunakan secara pribadi, serta
mengganti handuk 2 hari sekali. Pasien mengaku rajin membersihkan rumah
beserta perabot rumah tangga.
Pola makan pasien teratur 3x sehari dengan menu seimbang sayur dan lauk. Dalam
sehari pasien minum 6-8 gelas air putih.
III. PEMERIKSAAN FISIK:
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Vital sign
Nadi : 88x / menit
Frekuensi napas : 18 kali / menit
Tekanan darah : 130/70 mmHg
Kepala : Tidak ditemukan UKK
Leher : Ditemukan UKK
Thorak : Ditemukan UKK
Abdomen : Ditemukan UKK
Punggung : Ditemukan UKK
Ektremitas : Ditemukan UKK
Status Dermato-Venereologi
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan inspeksi ujud kelainan kulit pada pasien.

Pada seluruh regio tubuh kecuali daerah kepala


didapatkan plak eritem dengan pustule, papul,
dan krusta di beberapa bagian, multiple,
tersebar, berbatas tegas, tepi irreguler, disertai
skuama kasar
IV. RESUME
Pasien berinisial Ny. FH datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Bethesda
pada 25 Juli 2018 dengan keluhan bercak merah dan gatal. Keluhan dirasakan
pasien sejak 1 tahun yang lalu awalnya berupa bintik-bintik merah di kedua
punggung tangan. Karena dirasa sangat gatal, pasien menggaruk daerah lesi yang
makin lama makin meluas dan menyebar. Keluhan bercak merah dan gatal sempat
dirasakan membaik ketika pasien dirawat inap pada akhir bulan Juni 2018, namun
setelah pulang keluhan muncul lagi dan tidak kunjung membaik meskipun sudah
diber obat oles dan minum.
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit kulit sebelumnya, riwayat
penyakit metabolik disangkal, riwayat penyakit keluarga dengan keluhan serupa
disangkal, riwayat alergi juga disangkal. Aktivitas pasien sehari-hari di rumah
bersama dua orang cucu. Higienitas pasien terjaga dengan baik. Pasien memiliki
kebiasaan mandi air hangat.

V. DIAGNOSIS BANDING
1. Eritroderma
2. Psoriasis vulgaris
3. Pemfigus vulgaris

VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG


Dapat disarankan untuk :
1. Pemeriksaan laboratorium : darah lengkap, serum elektrolit, albumin,
2. Pemeriksaan biopsi histopatologi

VII. DIAGNOSIS KERJA


Eritroderma

VIII. TATALAKSANA
R/ Prednison tab 5 mg No. XLII
s.3.d.d tab 2 p.c

Jika menunjukkan perbaikan, dosis dapat diturunkan perlahan-lahan :


3x10 mg, 2x10 mg, 1x10 mg, 1x5 mg
R/ Cetirizine tab 10mg No. VII
S.1.d.d. Tab I PC (jika gatal)

Antihistamin diberikan untuk mengurangi gatal yang dikeluhkan pasien.

Selain itu, pasien akan dirujuk kepada Sp. KK untuk tatalaksana selanjutnya

IX. EDUKASI
1. Edukasi pasien untuk menghindari faktor-faktor pencetus seperti : diet pantang
ikan laut, hindari sinar matahari, mandi tanpa sabun/mandi dengan sabun pH
netral
2. Disarankan untuk tidak menggaruk lesi karena dapat menimbulkan infeksi
sekunder
3. Disarankan untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Edukasi ke pasien dan keluarga pasien bahwa ini merupakan penyakit kronis
yang penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama

X. PROGNOSIS
Pada eritroderma karena obat : prognosis baik
Pada eritroderma karena sindrom sezary : prognosis buruk

XI. PEMBAHASAN (PENEGAKAN DIAGNOSIS)


Eritroderma atau dermatitis eksfoliativa generalisata merupakan
peradangan pada kulit yang mengenai 90% atau lebih permukaan kulit, biasanya
disertai dengan skuama, tetapi pada beberapa kasus tidak disertai skuama misalnya
pada eritroderma yang disebabkan oleh obat secara sistemik (Earlia et al, 2009).
Pada eritroderma yang kronik tampak tidak begitu jelas karena bercampur dengan
hiperpigmentasi.
Eritrodermi banyak terjadi pada remaja (52%) yang diikuti karena efek dari
hipersensitivitas terhadap obat-obatan (15%), cutaneous T-cell carcinoma, sezary
syndrome, dan penyakit kulit sebelumnya idiopatik (20%) (Fittzpattrick et al,
2012). Obat-obatan yang dapat menyebabkan eritroderma seperti obat anti
hipertensi, anti epilepsi, antibiotik, dan calcium channel blocker. Selain itu dapat
disebabkan juga oleh penyakit kulit sebelumnya seperti psoriasis vulgaris,
dermatitis atopik (Maharani et al, 2017).
Pada pasien ini:
o Penemuan subyektif : Bercak kemerahan, bersisik, dan juga gatal pada hampir
90% luas tubuh, kecuali daerah kepala.
o Penemuan obyektif : Pada seluruh regio tubuh kecuali kepala didapatkan plak
eritem dengan pustule, papul, dan krusta di beberapa bagian, multiple, tersebar,
berbatas tegas, tepi irreguler, disertai skuama kasar

Pasien didiagnosis eritroderma dengan pendukung diagnosis:


1. Gambaran klinis pada ujud kelainan kulit, yaitu adanya eritema luas,
skuama, dan pruritus disertai peradangan yang luas, terjadi pada 90% luas
tubuh, pada pasien ini terjadi pada seluruh tubuh kecuali daerah kepala.
2. Didapatkan riwayat pasien dengan pemfigus vulgaris dengan pengobatan
metilprednisolone jangka lama, dan tidak ada riwayat pengobatan selain
yang diberikan dokter kulit.
Analisa Diagnosa Banding
a. Gambaran Klinis
Psoriasis Vulgaris Eritroderma Pemfigus vulgaris

Lesi: Lesi papul (pada Lesi: eritema luas, skuama, Lesi: erosi lapisan
Acute Guttate Type dan pruritus dari lesi mukosa dan bula di kulir
Psoriasis) atau Lesi plak primernya yang biasanya dan mukosa dengan dasar
(pada Chronic Stable sulit ditentukan, disertai berupa kulit normal atau
Type) makula eritematus peradangan yang luas eritema. Bulla berdinding
dengan batas jelas, tertutup (Fittzpattrick et al, 2012) tipis dan mudah pecah,
skuama tebal dan awalnya dapat berisi
transparan yang lepas pada Predileksi: 90% luas cairan jernih, jika
bagian tepi dan lekat pada tubuh betambah berat akan
bagian tengah. Skuama ini berisi cairan
menggambarkan penebalan mukopurulen dan darah.
yang konstan dan Bulla yang erosi akan
perlekatan yang kendor, terjadi krusta, yang sulit
disertai tanda tetesan lilin sembuh, jika sembuh
(Karsvlek), dan Auspitz akan terbentuk lesi
hiperpimentasi tanpa scar
Selain itu, pada psoriasis Lesi tidak gatal tetapi
vulgaris akan didapatkan nyeri
manifestasi klinis seperti
fenomena koebner, Predileksi: lesi muncul
pitting nails awalnya di mulut, sisanya
(onikodistrofi), muncul di kulit kepala,
geographic tongue, dan wajah, leher, ketiak, atau
Artritis Psoriatika. genital.

Predileksi: Banyak pada


daerah yang terkena
tekanan, seperti
ekstensor, lumbosacral,
scalp, lutut.
b. Epidemiologi (Umur dan Jenis Kelamin) dan Histopatologi
Psoriasis Vulgaris Eritroderma Pemfigus vulgaris

Histopatologi Parakeratosis, rete ridges Tergantung dari bulla suprabasiler


yang mengalami elongasi, etiologi penyebab dari dengan akantolisis.
penipisan suprapapilari eritrodermi.
Multiple Lapisan antara
epidermis dan hilangnya skin punch, nonspesifik stratum basale
lapisan granuler. Pada hiperkeratosis,
epidermis dan bagian
dermis, elongasi dan parakeratosis,
dermis yang lebih
oedema dari papilanya akantosis, kronik
superfisial akan
terlihat dengan dilatasi dan inflamatory infiltrate.
tampak lepas dan
infiltrat inflamasi. (Fittzpattrick et al, 2012)
membentuk bulla.
Kadang tampak
lapisan keratinosit
yang lepas kedalam
bulla. Bagian
superfisial dermis
tampak intak
(William et al, 2016)

Jenis Kelamin Laki Laki = Perempuan Sering terjadi pada laki- Wanita lebih banyak
laki daripada daripada laki-laki
perempuan disemua (4:1) (William et al,
kelompok umur 2016) (Fittzpattrick et
(Fittzpattrick et al, 2012). al, 2012).

Umur Dapat terjadi pada berbagai Usia rata-rata 41-60 Biasanya timbul pada
usia, namun jarang tahun. Tetapi lebih usia rata-rata 40-70

ditemukan pada usia di buruk pada usia sangat tahun. Pada anak-
bawah 10 tahun tua dan sangat muda anak jarang terjadi
(Earlia et al, 2009).
(William et al, 2016)
(Fittzpattrick et al,
2012).
DAFTAR PUSTAKA

Earlia, N., Nurharini, F., Jatmiko, AC., Ervianti, E., (2009). Penderita Eritroderma di Instalasi
Rawat Inap Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2005-2007.
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 21(2).pp93-101. Available at:
http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-art%201.pdf

Fitzpatrick, T and Goldsmith, L., (2012). Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. New
York, N.Y.: McGraw-Hill Medical

Maharani, S., Setyaningrum, T., (2017). Profil Pasien Eritroderma. Berkala Ilmu Kesehatan
Kulit dan Kelamin, 29(1). Pp44-5. Available at: https://e-
journal.unair.ac.id/BIKK/article/viewFile/4151/2799

William, V., (2017). Pemfigus Vulgaris: Diagnosis dan Tatalaksana. CDK-247. 43(12). Pp
905-907. Available at: http://www.kalbemed.com/Portals/6/09_247Pemfigus%20Vulgaris-
Diagnosis%20dan%20Tatalaksana.pdf