Anda di halaman 1dari 2

Penyebab Keracunan Merkuri

1. Mengonsumsi ikan yang tercemar merkuri.


2. Menghirup asap gunung meletus atau kebakaran hutan.
3. Menghirup udara yang tercemar akibat proses industri, seperti asap pembakaran
batubara, pembakaran bahan bakar minyak, dan pembakaran kayu
4. Tambalan gigi yang mengandung amalgam dapat melepas merkuri, sehingga dapat
terhirup atau tertelan.
5. Terhirup uap merkuri saat lampu neon pecah.
6. Terhirup uap merkuri saat termometer raksa pecah atau tertelan air raksa ketika
tidak sengaja termometer pecah di dalam mulut.
7. Terhirup uap merkuri saat pemanasan bijih emas di pertambangan emas.
8. Menggunakan krim pencerah kulit yang mengandung merkuri.
Gejala Keracunan Merkuri

1. Sistem saraf. Sistem saraf dapat dipengaruhi oleh merkuri, sehingga menimbulkan
gejala, antara lain:
A. Sakit kepala.
B. Tremor
C. Kesemutan, terutama di sekitar tangan dan kaki, serta mulut.
D. Gangguan penglihatan.
E. Gangguan bicara dan mendengar.
F. Kelemahan otot.
G. Sulit berjalan.
H. Hilang ingatan.
2. Ginjal. Keracunan merkuri dapat menyebabkan gagal ginjal.
3. Jantung. Keracunan merkuri dapat mengakibatkan nyeri dada, serta penumpukan
merkuri di jantung akan menimbulkan kardiomiopati, yaitu kelainan pada otot
jantung.
4. Saluran pernapasan. Menghirup uap merkuri dapat menyebabkan radang
tenggorokan sampai mengakibatkan gagal napas, bila terpapar dalam jumlah besar.
5. Kulit. Merkuri yang terpapar pada kulit dapat menimbulkan ruam dan peradangan.
https://googleweblight.com/i?u=https://www.alodokter.com/keracunan-merkuri&hl=id-ID

ANTIDOTE

2,3-dimercaptropropanol (BAL) dan D-penicillamine sebagai terapi pilihan pada keracunan merkuri
karena alasan keamanannya. Namun telah ada chelators (memiliki afinitas yabg tinggi terhadap
merkuri) yang lebih efektif seperti meso-2,3-dimercaptosuccinic acid (DMSA) dan 2,3-dimercapto-1-
propanesulfonic acid (DMPS). Pada beberapa laporan kasus dan penelitian pada hewan telah
dikonfirmasi keamanan dan keefektifan chelators tersebut, hanya DMSA yang dapat diberikan secara
oral dan telah disetujui oleh FDA, khususnya pada MP (mercury poisoning)
source:
https://www.researchgate.net/publication/23656523_Kawasaki's_Disease_Acrodynia_and_Mercury