Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN EVALUASI & TINDAK LANJUT

PROGRAM PENGELOLAAN PERALATAN RADIOLOGI


RUMAH SAKIT RACHMI DEWI TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN
Radiologi merupakan sarana penunjang medis yang berkembang pesat saat ini
seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam
bidang tehnologi informasi. Peralatan imaging radiologi seolah berlomba untuk menjadi
yang terdepan dalam hal pencitraan tubuh baik itu kualitas imaging maupun pengurangan
faktor radiasi, yang tentunya dinilai dari faktor ekonomi dari penggunaan peralatan
tersebut. Tehnologi informasi yang berkembang pesat juga sangat mempengaruhi dalam
penciptaan dan pengembangan peralatan imaging. Semua alat imaging terbaru saat ini
sudah menggunakan sofware khusus untuk imaging yang sekarang dikenal dengan sistem
DICOM. Dengan sistem ini sangat dimungkinkan hasil pencitraan diolah sedemikian rupa
untuk dapat ditampilkan dalam berbagai macam bentuk potongan tubuh atau data tersebut
dapat dikirim ke tempat lain yang letaknya berjauhan yang sekarang juga dikenal dengan
teleradiologi. Penawaran bermacam-macam merk alat dari peralatan canggih akan
menimbulkan masalah dalam memilih mana yang baik sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan suatu rumah sakit.
Tuntutan akan mutu hasil pemeriksaan radologi yang baik datang tidak saja dari
dokter klinisi tetapi juga langsung dari masyarakat. Masyarakat dengan mudah
mengakses lewat media sehingga dengan mudah untuk menanyakan kepada rumah sakit
apa yang rumah sakit punya dan pada akhirnya masyarakat dapat membandingkan
modalitas dengan rumah sakit lain. Tuntutan ini merupakan tantangan yang cukup berat
bagi suatu instalasi radiologi karena dengan nilai investasi yang besar juga dituntut untuk
lebih memberdayakan peralatan tersebut seoptimal mungkin. Upaya yang nyata untuk
menjawab tantangan ini adalah dengan memilih peralatan yang harus memenuhi beberapa
persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pihak Rumah sakit.

II. LATAR BELAKANG


Program pengelolahan peralatan radiologi merupakan suatu sistem untuk
mengetahui faktor-faktor yang akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan alat yang
akan dipakai.
Hasil pencitraan yang ideal harus dapat menghasilkan citra (gambar) yang tepat, sensitif,

1
spesifik, cepat dan tidak mahal. Hal ini ditunjang dengan adanya peralatan yang baik dan
sudah teruji reputasinya oleh badan yang berwenang.
Berdasarkan hal tersebut di atas, agar Program pengelolahan peralatan radiologi
dapat tercapai seperti yang diharapkan maka dirasa perlu untuk membuat dan
melaksanakan program ini diharapkan dapat sebagai acuan bagi semua pihak yang terlibat
di radiologi dalam melaksanakan upaya hasil radiologi imaging yang bermutu.

III. TUJUAN
Tujuan Umum :
Sebagai konsep dasar dan prinsip serta langkah-langkah dalam upaya meningkatkan mutu
hasil radiologi yang cepat, tepat dan akurat guna mendukung visi dan misi Rumah Sakit
Rachmi Dewi.
Tujuan Khusus:
Sebagai dasar pemilihan alat dengan pertimbangan beberapa faktor antara lain :
1. Kebutuhan
Dalam memilih alat harus mempunyai spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan
yang meliputi jenis dan jumlah pemeriksaan. Volume penggunaan alat sejenis juga
dapat diperhitungkan dalam hal pengadaan suatu alat imaging, karena dengan
volume yang tinggi maka sudah seharusnya beban kerja alat harus dibagi.
2. Fasilitas yang tersedia
Alat yang dipakai harus mempunyai spesifikasi yang sesuai dengan fasilitas yang
tersedia seperti luasnya ruangan, fasilitas listrik dan air yang ada, serta tingkat
kelembaban dan suhu ruangan
3. Tenaga yang ada
Perlu pertimbangan tersedianya tenaga dengan kualifikasi tertentu yang dapat
mengoperasikan alat yang akan diinvestasikan.
4. Bahan habis pakai yang dibutuhkan
Perlu pertimbangan tersedianya bahan habis pakai (film) dipasaran dan kontiunitas
distribusi dari pemasok serta harga bahan yang akan digunakan
5. Sistem alat
Perlu pertimbangan dalam pemilihan alat antara lain cara pengopersiannya,
perawatannya dan kalibrasinya
6. Pemasok/vendor
Pemasok harus mempunyai syarat sbb :

2
a. Mempunyai reputasi yang baik
b. Memberikasn fasilitas uji fungsi
c. Menyediakan petunjuk operasional alat, working sheet dan trouble shooting
d. Menyediakan fasilitas pelatihan dalam mengoperasian alat, pemeliharan dan
perbaikan sederhana
e. Memberikan pelayanan purna jual yang terjamin, antara lain mempunyai
teknisi yang handal, suku cadang mudah diperoleh.
7. Nilai ekonomis
Dalam pemilihan alat perlu dipertimbangkan analysis cost-benefit, yaitu seberapa
besar keuntungan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan, termasuk biaya
operasional alat

IV. HASIL PENGAMATAN


N
Kegiatan Realisasi Target
o
1 Perencanaan pengembangan Direncanakan pengembangan peralatan 100 %
atau pembaruan alat baru dengan menambah general x ray
tanpa flouroscopy
2 Mengajukan anggaran Dilakukan pengajuan peralatan pada 100 %
RKAP 2013
3 Membuat proposal Membuat proposal peralatan baru dan 100 %
kalibrasi / QC terhadap peralatan yang lan.
4 Pelaksanaan seleksi & Dilaksanakan seleksi dan pemilihan 100 %
pengadaan alat peralatan oleh tim tender RSU RD
5 Pelaksanaan Inventaris alat Dilakukan inventaris peralatan radiologi 100 %

6 Pelaksanaan inspeksi & Dilakukan inspeksi dan pengetesan 100 %


pengetesan alat peralatan radiologi baru setelah alat
terinstalasi.
7 Pelaksanaan evaluasi dan Dilakukan evaluasi terhadap peralatan 100 %
pelaporan oleh pihak berwenang (BPFK)
8 Pelaksanaan kalibrasi evaluasi Dilakukan kalibrasi peralatan pada bulan 100 %
dan tindak lanjut November 2013

9 Pemeliharaan Alat Belum dilakukan pemeliharaan peralatan 50 %


karena menunggu hasil dari kalibrasi
BPFK dan akan mengajukan pemeliharaan
pada tahun 2014.
Pemeliharaan peralatan dilakukan oleh

3
intern dari bagian IPS RS Rachmi Dewi

V. EVALUASI
1. Telah dilakukan pengembangan peralatan radiologi dengan melakukan proses investasi
peralatan baru berupa general x ray tanpa flouroscopy yang telah terinstalasi di ruang
rontgen 2. Proses pengetesan peralatan dilakukan oleh vendor alat dan BPFK sebagai
pihak yang berwenang.
2. Telah dilakukan kalibrasi setiap satu tahun sekali oleh BPFK surabaya pada bulan
November 2013.
3. Bagian IPS RS Rachmi Dewi juga telah melakukan perawatan secara berkala terhadap
peralatan radiologi.

VI. TINDAK LANJUT


1. Melakukan tindak lanjut terhadap temuan dari BPFK Surabaya dengan berkoordinasi
dengan bagian IPS RS Rachmi Dewi
2. Instalasi Radiologi akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dan
melakukan koordinasi lagi dengan unit-unit terkait.

Gresik, 15 September 2017


Instalasi Radiologi
Kepala,

dr. …………………., Sp.Rad