Anda di halaman 1dari 14

TUGAS PEMASARAN JASA BOGA

SEGMENTASI PASAR

KELOMPOK 7B

1. PUPUT SEFTIANI HANAFIA PUTRI (13050394016)


2. TRIA ANDARI WAHYUNINGTYAS (13050394026)
3. KEIZA EKA PURWANINGTYAS (13050394030)

S1 PENDIDIKAN TATA BOGA 2013

JURUSAN PKK

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2015 / 2016
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setiap produsen selalu berusaha melalui produk yang dihasilkannya


dapatlah tujuan dan sasaran perusahaannya tercapai. Produk yang dihasilkannya
dapat dijual atau dibeli konsumen dengan tingkat harga yang memberikan
keuntugan perusahaan jangka panjang. Melalui produk yang dapat dijualnya,
perusahaan dapat menjamin kehidupannya atau nenjaga kestabilan usahanya dan
berkembang. Dalam rangka inilah setiap perodusen harus memikirkan kegiatan
produknya, jauh sebelum produkini dihasilan sampai poduk itu dikonsumsi
konsumen.
Untuk mencapai tujuannya, setiap perusahaan mengarahkan usahanya
untuk menghasilkan produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen,
sehingga dalam jangka panjang perusahaan mandapatan keuntungan yang
diharapkan. Melalui produk yang dihasilkannya, perusahaan menciptakan dan
membina langganan. Oleh karena itu, keberhasialn suatu perusahaan sangat
ditentukan keberhasilan usaha pemasaran dari produk yang dihasilkan.
Keberhasilan ini ditentukan ketepatan produk yang dihasilkan dalam memberikan
kepuasan dari sasaran konsumen yang ditentukannya.
Dengan kata lain, usaha-usaha pemasaran haruslah diarahkan pada
konsumen yang ingin dituju sebagai sasaran pasarnya.dalam hal ini, maka usaha
pemasaran yang menunjang keberhasilan perusahaan harus didasrkan pada konsep
pemasaran yang tepat untuk dapat menetukan strategi pasar dan strategi
pemasaran yang mengarah kepada sasarn yang dituju.
B. Manfaat dan Tujuan
Adapun tujuan dari makalah kami adalah untuk melengkapi tugas
Manajemen Pemasaran dan manfaat dari makalah ini untuk mengenal dan
memahami tentang segmentasi pasar sedemikian rupa sehingga produk yang di
jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut
dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap
membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat
produk tersebut tersedia.
BAB II
PEMBAHASAN

Pemasaran sasaran menghendaki tiga langkah utama. Pertama, sasaran


segmentasi pasar yaitu tindakan membagi pasar menjadi beberapa kelompok
pembeli yang mungkin memerlukan produk / bauran pemasaran berbeda. Kedua,
menetapkan pasar sasaran yaitu tindakan mengevaluasi dan menyeleksi satu atau
lebih segmen pasar yang hendak dimasuki. Ketiga, penempatan produk yaitu
tindakkan merumuskan penentuan posisi bersaing untuk produk dan bauran
pemasaran secara terperinci.

A. SEGMENTASI PASAR
Segmentasi Pasar yaitu, membagi pasar menjadi homogen hingga relative
mempunyai kebutuhan dan keinginan yang sama. Karena, hal ini akan menghemat
biaya, energi, dan waktu hingga strategi bauran pemasaran akan tepat mengenai
sasaran.
Maka segmentasi adalah, tindakan mengelompokkan tanggapan yang sama
dari konsumen terhadap program pemasaran perusahaan. Menurut Kotler,
segmentasi pasar merupakan tindakan membagai suatu pasar menjadi kelompok
pembeli yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran yang berbeda
pula.
Pada dasarnya, segmentasi pasar adalah proses membagi pasar
keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa
segmen, di mana masing-masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam
segala aspek. Pembagian segmen pasar:
Segmentasi pasar konsumen : Yaitu membentuk segmen pasar dengan
menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan
akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan
atau tanggapan produk yang berbeda.
a. Segmentasi pasar bisnis: Yaitu membentuk segmen pasar dengan
memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap
manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.
b. Segmentasi pasar yang efektif (Fandy Ciptono, 2001)
 Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
 Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani;
 Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
 Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan
memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;
 Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan
untuk menarik dan melayani segmen tersebut.

 Dasar-dasar Segmentasi Pasar


Dalam hal ini membahas mengenai variable-variabel utama untuk
mensegmentasikan pasar konsumen yaitu factor geografis, demografis,
psikografis, dan perilaku.
a. Segmentasi geografis, dilakukan dengan cara membagi pasar menjadi unit-unit
geografis misalnya Negara, provinsi, kabupaten, kota dsb. Perusahaan dapat
beroprasi di semua segmen tetapi ia perlu memperhatikan perbedaan kebutuhan
dan selera yang ada di masing-masing wilayah.
b. Segmentasi demografis, yaitu yang memisahkan pasar kedalam kelompok-
kelompok yang di dasarkan pada variabel demografis, seperti umur, jenis kelamin,
pendidikan, agama, pekerjaan. Dimana ini merupakan dasar yang paling sering
digunakan pada waktu mengelompokkan konsumen.
c. Segmentasi Psikografis, dimana para konsumen dibagi beberapa kelompok
yang berlainan menurut kelas social, gaya hidup atau berbagai ciri kepribadian.
d. Segmentasi Perilaku, merupakan variabel utama dalam segmentasi pasar
maka para konsumen di bagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat
pengetahuan, sikap, penggunaan, atau tanggapannya terhadap produk terhenti.
B. SEGMENTASI DAN KEUNGGULAN BERSAING
Karena kenyataan menunjukkan bahwa konsumen di pasar tidak sama, maka
analisis segmentasi pasar sangat diperlukan. Maka kita akan membahas tentang :
1. Praktek Penentuan Sasaran
2. Segmentasi dan Keunggulan Bersaing
a. Menyesuaikan Preferensi dangan kemampuan
b. Analisis Keunggulan Bersaing
3. Memilih Pasar yang akan di Segmentasikan

Karakteristik Manusia dan Organisasi


I. Pasar Konsumen
Karakteristik manusia terdiri dari 2 kategori utama yaitu :
Geografi dan Demografi
Psikografi ( gaya hidup dan kepribadian.
II. Pasar Organisasional
Variabel untuk mengsegmentasikan pasar organisasional meliputi :
 Ukuran Pasar
 Tingkat Perkembangan Industri
 Dan Tingkat Sistem Nilai Tambah( Seperti Produsen, Distributor,
Pengecer)
 Segmentasi Organisasinal dilengkapi dengan analisis tentang :
 Keadaan konsetrasi pasar
 Tingkat pembuatan produk atas dasar pesanan.

 Penentuan Sasaran, dan Penentuan posisi


Segmentasi pasar, strategi penentuan pasar sasaran, dan strategi penentuan
posisi saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Segmentasi pasar adalah
proses penempatan konsumen dalam subkelompok di pasar produk, sehingga para
pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi pemasaran dalam
penentuan posisi perusahan. Oleh karena itu segmentasi merupakan proses
identifikasi yang bertujuan untuk mendapatkan pembeli dalam keseluruhan pasar.
Penentuan pasar sasaran merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan
setiap segmen yang akan dilayani oleh setiap perusahan. Sedangkan strategi
penentuan posisi merupakan kombinasi kegiatan pemasaran yang dilakukan
manajemen untuk memenuhi kebutuhan dan keingina dari setiap pasar sasaran.
Strategi ini terdiri dari komponen Produk dan jasa pendukung, distribusi, harga,
dan promosi.

C. MENGIDENTIFIKASI SEGMEN PASAR.

Mengidentifikasi Segmen Pasar


Selagi pasar yang akan disegmen ditetapkan, satu atau lebih variabel
dipilih untuk mengidetifikasi segmen tersebut. Kemudian kita akan membahas
Tujuan Variabel segmentasi dan dilanjutkan dengan melihat pada variabel yang
akan digunakan untuk analisis segmentasi.
Tujuan Variabel Segmentasi
Variabel segmentasi memperlihatkan 2 fungsi penting yaitu :
a) Variabel dasar yang digunakan untuk membagi pasar kedalam segmen-segmen
b) Menggambarkan atau menguraikan segmen tersebut.
Pengukuran variabel kebutuhan dan preferensi pembeli meliputi sikap,
kesadaran akan merek, dan preferensi merek. Variabel perilaku pembelian
menggambarkan tentang merek yang digunakan dan yang dikomsumsi( seperti
jumlah pembelian dan frekuensi pembelian). Analisis yang mendalam dari
variabel yang ada seperti penggunaan, penampilan, dan pertimbangan lainnya,
penting untuk segmentasi pasar.

Faktor-faktor segmentasi ini semakin kabur karena pengaruh lingkungan maka


bila perlu dilakukan segmentasi dengan cara lain:
1. Pemasaran masal, dimana penjual memproduksi mendistribusikan dan
mempromosikan secara masal sebuah produk kepada semua pembeli.
2. Pemasaran bervariasi produk, yaitu penjual memproduksi dua atau lebih
produk yang memperlihatkan ciri, gaya, kualitas, ukuran yang berbeda dsb.
3. Pemasaran sasaran, dimana penjual membedakan segmen pasar, memilih satu
atau lebih segmen-segmen ini, dan mengembangkan barang produk dan
pemasaran yang di sesuaikan pada setiap segmen.

Faktor-faktor segmentasi ini semakin kabur karena pengaruh lingkungan


maka bila perlu dilakukan segmentasi dengan cara lain:
1. Pemasaran masal, dimana penjual memproduksi mendistribusikan dan
mempromosikan secara masal sebuah produk kepada semua pembeli.
2. Pemasaran bervariasi produk, yaitu penjual memproduksi dua atau lebih
produk yang memperlihatkan ciri, gaya, kualitas, ukuran yang berbeda dsb.
3. Pemasaran sasaran, dimana penjual membedakan segmen pasar, memilih satu
atau lebih segmen-segmen ini, dan mengembangkan barang produk dan
pemasaran yang di sesuaikan pada setiap segmen.adapun segmennya.

D. ANALISIS SEGMEN PASAR STRATEGIS

Memilih Segmentasi Pasar


Setelah mengevaluasi segmen-segmen yang berbeda, perusahaan
dapat mempertimbangkan lima pola pemilihan pasar sasaran yaitu :
a. Konsentrasi Segmen Tunggal
Perusahaan bisa memilih sebuah segmen tunggal. Melalui
pemasaran yang terkonsentrasi, perusahaan mendapatkan pengetahuan
yang kuat tentang kebutuhan segmen dan memilih posisi pasar yang kuat
di segmen tersebut. Lebih jauh, perusahaan menikmati operasi yang
ekonomis melalui spesialisasi produksi, distribusi dan promosinya. Jika ia
menjadi pemimpin di segmen tersebut, perusahaan dapat menghasilkan
tingkat pengembalian investasi yang tinggi. Ketika segolongan konsumen
mendadak berhenti membeli suatu jenis produk, maka penghasilan
perusahaan yang memproduksi produk tersebut menurun tajam. Atau
seorang pesaing mungkin menyerang segmen tersebut. Dengan alasan itu,
banyak perusahaan lebih suka beroperasi di lebih dari satu segmen.
b. Spesialisasi Selektif
Dalam hal ini, perusahaan memilih sejumlah segmen, secara
objektif masing-masing segmen menarik dan memadai. Mungkin terdapat
sedikit atau tidak ada sinergi diantara segmen-segmen tersebut, namun
masing-masing berpotensi sebagai penghasil uang. Strategi cakupan multi-
segmen itu memiliki keuntungan pendiversifikasian risiko perusahaan.

c. Spesialisasi Produk
Dalam hal ini, perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan
produk tertentu yang dijual kebeberapa segmen. Melalui strategi
spesialisasi produk, perusahaan membangun reputasi yang kuat di bidang
produk tertentu. Risiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa produk
tertentu tersebut mungkin digantikan oleh produk yang sejenis yang lebih
canggih.

d. Spesialisasi Pasar
Dalam hal ini, perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai
kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu. Perusahaan
mendapatkan reputasi yang kuat dengan mengkhususkan diri dalam
melayani kelompok pelanggan itu dan menjadi saluran pemasaran bagi
semua produk baru yang mungkin digunakan oleh kelompok pelanggan
ini. risiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa kelompok pelanggan
itu mungkin harus memotong anggaran mereka.

e. Cakupan Seluruh Pasar


Dalam hal ini perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok
pelanggan dengan menyediakan semua produk yang mungkin mereka
butuhkan. Hanya perusahaan yang sangat besar yang dapat melaksanakan
strategi cakupan seluruh pasar. Perusahaan besar dapat mencakup seluruh
pasar dengan dua cara umum, yaitu melalui pemasaran yang tidak
terdiferensiasi atau pemasaran yang terdiferensiasi.
Dalam pemasaran yang tidak terdiferensiasi, perusahaan
mengabaikan perbedaan segmen pasar dan meraih seluruh pasar dengan
satu tawaran pasar. Ia memusatkan perhatian kepada kebutuhan pembeli
yang bersifat dasar dan bukannya perbedaaan diantara pembeli. Ia
merancang suatu produk atau suatu program pemasaran yang akan
menarik jumlah pembeli terbesar. Ia menggantungkan diri kepada
distribusi dan pengiklanan masal. Ia berusaha memberikan citra produk
yang superior ke dalam benak orang-orang. Pemasaran yang
terdiferensiasi sering dipandang sebagai “rekan pemasaran bagi
standarisasi dan produksi masal di perusahaan manufaktur. Lini produk
yang sempit menurunkan biaya litbang, produksi, persediaan, transportasi,
riset pemasaran, periklanan dan manajemen produk. Program periklanan
yang tidak terdiferensiasi menurunkan biaya periklanan. Sepertinya,
perusahaan dapat mengubah biayanya yang lebih rendah menjadi harga
yang lebih rendah sehingga dapat menang di segmen pasar yang peka
terhadap harga. Dalam pemasaran yang terdiferensiasi, perusahaan
beroperasi dibeberapa segmen pasar yang merancang program yang
berbeda bagi masing-masing segmen.

E. SEGMENTASI LINGKUNGAN YANG BERUBAH

Pengaruh lingkungan terhadap organisasi dapat dianalisis melalui


dua dimensinya, yaitu melalui kompleksitas dan stabilitasnya. Kedua
dimensi ini menentukan besarnya tingkat ketidakpastian lingkungan yang
harus dihadapi oleh organisasi. Organisasi harus mampu menghadapi
ketidakpastian lingkungan ini agar dapat tetap bertahan dalam
lingkungannya.

Ketidakpastian lingkungan menunjukan kepada keadaan dimana


organisasi (atau pimpinannya) tidak mempunyai informasi yang cukup
mengenai keadaan lingku8ngannya, sehingga akan menyebabkan timbulnya
kesulitan dalam memperkirakan perubahan-perubahan lingkungan yang
akan terjadi, ketidakpastian ini menyebabkan tindakan-tindakan yang akan
diambil oleh organisasi mempunyao resiko kegagalan yang tinggi.

Kompleksitas (keragaman) lingkungan menunjukan geterogenitas


atau banyaknya elemen-elemen eksternal yang berpengaruh terhadap
berfungsinya suatu organisasi. Lingkungan terdiri dari jenis lingkungan
yang sangat kompleks hingga lingkungan yang sangat sederhana, dimana
hanya ada sedikit elemen yang berpengaruh terhadap organisasi. Suatu
lingkungan dinyatakan sebagai lingkungan yang sederhana, jika hanya
paling banyak 3 dan 4 elemen yangberpengaruh terhadap organisasi.

Stabilitas lingkungan menggambarkan kecepatan perubahan yang


terjadi pada elemen-elemen lingkungan. Lingkungan terdiri dari jenis
limngkungan yang sangat stabil hingga lingkungan yang sangat tidak stabil.
Lingkungan dinyatakan sebagai stabil apabila elemen-elemennya jarang
sekalai mengalami perubahan, sehingga keadaan lingkungan boleh dianggap
tetap selama bertahun-tahun. Lingkungan yang tidak stabil berubah secara
drastic tanpa diduga sebelumnya, sehingga akan mengejutkan bagi
organisasi.

Dimensi kompleksitas serta stabilitas itu bias digunakan untuk


merumuskan suatu kerangka yang dapat menggambarkan kondisi
ketidakpastian lingkungan, seperti yang ditunjukan pada gambar di halaman
berikut, dimana lingkungan dibagi nmenjadi empat segmen dengan tingkat
ketidakpastian yang berbeda. Pada lingkungan yang sederhana dan stabil
terdapat ketidakpastian yang rendah. Hanya ada sedikit elemen lingkungan
yang harus diperhatikan dan elemen-elemen ini tidak ataupun jarang sekali
mengalamai perubahan.

Lingkungan yang kompleks dan stabil mengakibatkan ketidakpastian


lingkungan yang agak leboh besar dari segmen sebelumnya. Terdapat lebih
banyak elemen lingkungan yang perlu diperhatikan dan dianalisis agar
organisasi berfungsi dengan baik. Tetapi ketidakpastian yang dihadapi
tidaklah luar biasa besarnya, karena walaupun jumlahnya banyak, elemen-
elemen lingkungan tersebhut tidak ataupun jarang sekalai mengalami
perubahan.

Lingkungan yang sederhana dan tidak stabil menunjukan tingkat


ketidakpastian yang leboh tinggi lagi. Elemen-elemen yang perlu
diperhatikan sebenarnya jumlahnya sedikit, tetapi selalu berubah. Perubahan
elemen-elemen lingkungan lebih berpengaruh terhadap besarnya
ketidakpastian jika dibandingkan dengan pengaruh dari jumlah elemen-
elemen lingkungan suatu organisasi. Karena itu, segmen ini dipandang
mempunyai ketidakpastian lebih tinggi dari segmen lingkungan
sebelumnya.

Lingkungan yang kompleks dan juga tidak stabil merupakan segmen


lingkungan dengan tingkat ketidakpastian yang paling tinggi. Terdapat
sejumlah besar elemen lingkungan yang selalu berubah secara tidak terduga
dan tanpa dapat dimengerti, sehingga menjadi sulit untuk dianalisis dan
menimbulkan ketidakpastian yang tinggi bagi organisasi. Untuk
mensegmentasikan pasar konsumen yaitu dengan factor geografis,
demografis, psikografis, dan perilaku.
BAB III

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Segmentasi Pasar yaitu membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa
yang bersifat heterogen ke dalam beberapa segmen menjadi homogen hingga
relative mempunyai kebutuhan dan keinginan yang sama. Segmentasi pasar,
strategi penentuan pasar sasaran, dan strategi penentuan posisi saling berhubungan
satu dengan yang lainnya. segmentasi merupakan proses identifikasi. Penentuan
pasar sasaran merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan setiap segmen.
Sedangkan strategi penentuan posisi merupakan kombinasi kegiatan pemasaran
yang dilakukan manajemen untuk memenuhi kebutuhan dan keingina dari setiap
pasar sasaran. Variabel segmentasi memperlihatkan 2 fungsi penting yaitu
Variabel dasar yang digunakan untuk membagi pasar kedalam segmen-segmen
dan menggambarkan atau menguraikan segmen tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.ciputra-uceo.net/blog/2015/7/14/segmentasi-pasar-beserta-
pengelompokan-dan-contoh
https://coecoesm.wordpress.com/2011/11/28/segmentasi-pasar/
https://deden08m.files.wordpress.com/2013/02/bab04_mjnpmsjasae2_rambat.pdf
http://ipteklitbang.blogspot.co.id/2009/01/segmentasi-pasar.html