Anda di halaman 1dari 26

BAB III

PEMBAHASAAN

3.1 Pelaksanaan
3.1.1 Manajemen Pelaksanaan
Pekerjaan konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali
dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut,
terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan berupa
bangunan. Agar proyek tersebut berjalan sesuai dengan yang ditargetkan maka diperlukan
suatu manajemen yang baik.
Manajemen yang baik dapat diperoleh dengan menggunakan suatu sistem organisasi
proyek sehingga efisiensi waktu, efektifitas tenaga kerja dan keekonomian biaya dapat tercapai.
Agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana maka kerjasama antar pihak-pihak yang
terlibat harus terjalin dengan baik dan masing-masing pihak harus mengetahui hak, kewajiban
serta tanggung jawab masing-masing. Unsur-unsur yang terdapat dalam suatu proyek adalah:
a. Pemberi tugas (Owner) = Dinas Bina Marga Provinsi Kalimantan Selatan
b. Konsultan pengawas = CV Prisma Jasa.
c. Kontraktor = PT. Adimanunggal Cipta Padunusa.

3.1.2 Time Schedule Proyek


Time schedule proyek dapat dilihat pada lampiran.
3.1.3 Laporan Kemajuan Pekerjaan
Laporan kemajuan pekerjaan dapat dilihat pada lampiran.
3.1.4 Penagihan Biaya Pelaksanaan
Penagihan biaya pelaksanaan pada Pembangunan Jalan Lingkar Utara – Lingkar Utara
Banjarbaru dilakukan dengan cara MC (Monthly Certificate) berdasarkan pada hasil
pengukuran yang di buat dalam berita acara atas volume pekerjaan sesungguhnya yang telah
dilaksanakan seperti pada tabel di bawah ini:

27
Tabel 3.1 Persentasi Realisasi
No. Tanggal Persentasi Realisasi

Kemajuan Kumulatif

1 24 Oktober 2017 0,46 0,46


– 31 Oktober
2017
2 31 Oktober 2017 1,55 2,01
– 07 November
2017
3 07 November 14,80 16,81
2017 – 14
November 2017
4 14 November 14,75 31,56
2017 – 21
November 2017
5 21 November 16,43 47,99
2017 – 28
November 2017
6 28 November 16,43 64,42
2017 – 05
Desember 2017
7 05 Desemer 7,00 71,42
2017 – 12
Desember 2017
8 12 Desember 28,12 99,54
2017 – 19
Desember 2017
9 19 Desember 0,46 100,00
2017 – 26
Desember 2017

Untuk perhitungan penagihan biaya pada minggu ke-8 pelaksanaan Pembangunan Jalan
Lingkar Utara – Lingkar Utara Banjarbaru dengan cara MC (monthly certificate) dapat dilihat
pada tebel di bawah ini:

28
Tabel 3.2 Perhitungan MC (monthly certificate) minggu ke-8

Contoh Perhitungan:
a. Pembayaran bulan November:
Pekerjaan Umum = Bobot Pada Blan November x Nilai Konrak
= 12% x Rp. 5.761.533.000,00
= Rp. 691.383.960,00
b. Potongan – Potongan :
Pemeliharaan = 5% x Rp. 691.383.960,00
= Rp. 34.569.198,00
Pengembalian uang muka = 20% x Rp. 691.383.960,00
= Rp. 138.276.792,00
Jumlah potongan = Pemeliharaan + Pengembalian uang muka
= Rp. 34.569.198,00 + Rp. 138.276.792,00
= Rp. 172.845.990,00

29
c. Pembayaran Bersih Bulan November :
= Pembayaran – Potongan-Potongan
= Rp. 691.383.960,00 – = Rp. 172.845.990,00
= Rp. 518.537.970,00

3.2 Khusus
3.2.1 Metode Pelaksanaan Konstruksi
Metode pelaksanaan konstruksi yang dibahas pada laporan kerja praktik ”
Pembangunan Jalan Lingkar Utara – Lingkar Utara Banjarbaru” adalah pekerjaan:

a. Pekerjaan Galian
Pekerjaan galian dilakukan pada pelebaran jalan di salah satu sisi jalan. Galian
dilakukan dengan alat berat yaitu excavator. Galian memiliki kedalaman 25 cm dari
aspal. Selanjutnya excavator menuangkan material hasil galian kedalam dump truck.
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan.

Alat – alat :
Pekerjaan Galian
Excavator

Dump Truck
Digali dengan kedalaman
Alat bantu : Sekop, keranjang
25 cm dari aspal

Excavator menuangkan
material hasil galian
kedalam dump truck

Dump truck membuang


material hasil galian
keluar lokasi jalan

Gambar 3.1 Metode Pelaksanaan Galian Tanah

30
Gambar 3.2 Galian Tanah

b. Pekerjaan Pasangan Batu


Pekerjaan pasangan batu, yaitu pekerjaan pembuatan dinding penahan tanah untuk bahu
jalan dengan menggunakan batu gunung pada sisi kiri dan kanan badan jalan yang telah
ditentukan pada saat pengukuran awal, pekerjaan ini dilakukan secara manual dan alat
bantu lainnya dengan material semen, pasir cor dan air. Sebelum disusun batu
dibersihkan dan dibasahi. Sambil disusun batu gunung tadi direkatkan dengan material
campuran adukan yang biasa disebut mortar yang dibuat dengan alat bantu.

Pekerjaan Pasangan Batu Alat – alat :

Concrete mixer
Water Tank Truck

Sebelum disusun batu Alat Bantu :


dibersihkan dan dibasahi Sekop
Sendok semen
Ember cor

Batu gunung disusun dan Gerobak dorong


direkatkan dengan mortar

Gambar 3.3 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu

31
Contoh gambar alat :

Gambar 3.4 Concrete mixer Gambar 3.5 Water Tanker

Gambar 3.6 Pekerjaan Pasangan batu

c. Timbunan Biasa
Pekerjaan dilanjutkan dengan menimbun lokasi yang akan dijadikan bahu jalan tadi
dengan batas sisi kiri dan kanan adalah siring dari batu gunung yang telah dibuat.
Timbunan ini menggunakan tanah biasa yang berasal dari sumber galian. Kemudian
timbunan ini dihampar menggunakan motor grader lalu disiram dengan air
menggunakan watertanker truk untuk selanjutnya dipadatkan dengan vibrator roller
hingga mencapai kepadatan yang ditentukan.

32
Alat – alat :
Pekerjaan Timbunan
Motor grader

Vibrator roller

Water tank truck


Menimbun lokasi yang akan
dijadikan bahu jalan Alat bantu : Sekop

Kemudian timbunan
dihampar

Lalu disiram dengan air

Dipadatkan hingga
mencapai kepadatan yang
ditentukan

Merapikan tepi hamparan


dan level permukaan

Gambar 3.7 Metode Pelaksanaan Penimbunan Bahu Jalan

Gambar 3.8 Penimbunan Bahu Jalan.

33
d. Pelebaran dan Perkerasan Bahu Jalan
1. Pelebaran Bahu Jalan
Pekerjaan pelebaran perkerasan mencakup penggalian dan pembuangan bahan yang
ada, pemangkasan tepi perkerasan lama sampai batas perkerasan yang baik, penyiapan
tanah dasar, serta penghamparan dan pemadatan bahan sesuai dengan elevasi dan
dimensi yang ditunjukkan dalam Gambar rencana. Seluruh lebar perkerasan akan diberi
lapis perata atau lapis tambah.

Pekerjaan Pelebaran Alat – alat:


Bahu Jalan Wheel loader
Dump truck
Motor grader

Penggalian dan Tandem roller


pembuangan bahan Water tanker
yang ada
Alat bantu :

Sekop

Penyiapan tanah dasar, Kereta dorong


serta penghamparan Garpu

Pemadatan bahan sesuai


dengan elevasi dan dimensi
yang ditunjukkan dalam
gambar rencana

Lebar perkerasan akan diberi


lapis perata atau lapis tambah.

Gambar 3.9 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pelebaran Bahu Jalan

34
Gambar 3.10 Galian dan Agregat kelas S

2.Perkerasan Bahu Jalan


Pekerjaan ini mencakup pemasokan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
bahan bahu jalan pada tanah dasar yang telah disiapkan atau permukaan lainnya yang
disetujui dan laburan aspal jika diperlukan, untuk pelaksanaan bahu jalan baru atau
peningkatan bahu jalan sesuai dengan elevasi, kelandaian dan dimensi yang ditunjukan
pada Gambar rencana. Pekerjaan bahu jalan pada spesifikasi ini tidak ditujukan untuk
bahu yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.

35
Pekerjaan Perkerasan Alat –alat :

Bahu Jalan Wheel loader


Dump truck
Motor grader
Pemasokan Tandem roller
agregat Water tanker
Alat bantu :

Sekop
Pengangkutan
agregat Kereta dorong

Garpu

Penghamparan
agregat

Pemadatan
agregat

Gambar 3.11 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Perkerasan Bahu Jalan

36
a. Perkerasan Berbutir
Pekerjaan ini meliputi pemasukan, pemprosesan, pengangkatan, penghamparan,
pembasahan dan pemadatan agregat pecah diatas permukaan yang telah disiapkan.
Lapis pondasi atas agregat kelas A untuk pelaksanaan lapisan perkerasan yang terletak
diantara lapisan bawah dengan lapisan permukaan. Lapis pondasi bawah agregat kelas
B untuk bagian konstruksi perkerasan yang terletak antara tanah dasar dan pondasi atas.
Pelaksanaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A:
 Wheel Loader memuat agregat klas A ke dalam dump truck kemudian dump truck
mengangkut agregat ke lokasi pekerjaan dan ditumpahkan material sepang bahu
jalan dengan jarak tertentu dengan dipandu oleh Checker di lokasi pekerjaan.
 material sepang bahu jalan dengan jarak tertentu dengan dipandu oleh Checker di
lokasi pekerjaan.
 Setelah tumpukan material siap untuk dilakukan penghamparan, maka lakukan
penghamparan menggunakan motor grader, dengan mengacu patok (stake out) yang
telah dipasang oleh surveyor
 Material yang sudah dihampar bila diperlukan dibasahi menggunakan Water Tank
dengan penyiraman yang merata.
 Selama penyiraman dan pemadatan menggunakan vibrator rollers dan tandem
rollers dengan beberapa lintasan agar mencapai tingkat kepadatan yang disyaratkan
di dalam dokumen lelang (100% padat). Selama pemadatan sekelompok pekerja
akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat
bantu.

37
Pekerjaan Alat – alat :
Perkerasan Berbutir Wheel loader
Dump truck

Mencampur dan Motor grader


memproses agregat Tandem roller
Water tanker
Alat bantu :
Pengangkutan
agregat ke lokasi Sekop
pekerjaan
Kereta dorong

Penghamparan
agregat

Hamparan agregat
dibasahi

Pemadatan agregat Merapikan tepi


diatas permukaan hamparan dan level
yang telah disiapkan permukaan

Gambar 3.12 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Perkerasan Berbutir

Gambar 3.13 Pekerjaan Perkerasan Berbutir

38
b. Perkerasan Aspal
1. Lapis Resap Pengikat
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal
berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan pondasi tanpa
bahan pengikat aspal atau semen (misalnya Lapis Pondasi Agregat). Pekerjaan ini
dilaksanakan dengan menggunakan bahan aspal SHELL Singapura penetrasi 60/70
dan diencerkan dengan perbandingan pemakaian minyak tanah 80 – 85 bagian
minyak per 100 bagian aspal.
Proses pelaksanaan pekerjaan:
 Aspal dan minyak flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran
aspal cair.
 Permukaan yang akan dilapisi dibersihkan dari debu dan kotoran dengan
menggunakan Air Compressor.
 Campuran aspal cair lalu disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas permukaan
yang akan dilapisi, dan Sprayer ditarik dengan menggunakan Truck Pick Up.
 Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapisi
dan tampak merata, tanpa adanya bagian-bagian yang beralur atau kelebihan aspal.

39
Pekerjaan Lapisan Resap Alat – alat :
Pengikat Ashpalt Distributor
Air Compressor

Aspal dan minyak flux


dicampur dan dipanaskan
menjadi campuran aspal cair.

Permukaan yang akan dilapisi


dibersihkan dari debu dan
kotoran

Campuran aspal cair


disemprotkan ke atas permukaan
yang akan dilapisi,

Gambar 3.14 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat

Gambar 3.15 Asphalt Distributor

a) Asphalt AC -Base
Laston lapis pondasi (AC- Base) adalah campuran aspal panas yang bernilai structural
dan terletak paling bawah.
a) Fungsi lapis pondasi (AC- Base), yaitu :
1. Memberikan fungsi dukungan terhadap lapisan permukaan.

40
2. Mengurangi rengagan dan tegangan.
3. Menyebabkan dan meneruskan beban konstruksi jalan di bawahnya (subgrade).
o Proses pengolahan aspal di unit AMP
Alat yang digunakan adalah:
- Wheel loader
- 1 unit AMP, dengan teknik pelaksanaannya:
 Agregat dari stock file di angkut dengan wheel Loader menuju coal Bin
 Dengan menggunakan Belt Conveyor diangkut ke dryer untuk dipanaskan
dengan semburan api dari suatu alat yang disebut Burner
 Selain itu bahan pengisi (filler) yaitu abu batu juga disiapkan dalam filler silo.
Demikian juga dengan aspal, sebelum dicampur aspal lebih dahulu dicampur
dengan pemanas (hot oil) dan panaskan dalam tangki pemanas.
 Dari sprayer agregat dimasukkan kedalam Hot Bin Vibrating Screen yang
berfungsi untuk menampung agregat yang sudah dipanaskan.
 Bahan kemudian masing-masing ditimbang sesuai dengan Bath WeightHopper
sedangkan aspal ditimbang dalam Filler Weight Hopper.
 Kemudian dimasukkan kedalam mixer untuk dilakukan pencampuran, setelah
pencampuran selesai aspal beton siap diangkut untuk dihampar.
o Proses pengangkutan campuran
Alat yang digunakan adalah:
- Dump Truck 10 ton
- Teknik pelaksanaannya adalah:
 Berdasarkan spesifikasi yang ditentukan campuran (hot mix) boleh
digunakan sebagai lapisan perkerasan selama suhu campuran berkisar
antara 120ºC-160ºC. karena pada suhu demikian campuran lebih mudah
dipadatkan dan pengikatnya lebih sempurna.
 Pengangkutan campuran dilakukan dengan dump truck, yang baknya
terbuat dari metal rapat, bersih dan telah diolesi berupa cairan untuk
mencegah melekatnya aspal dengan bak dump truck. Untuk melindungi
aspal campuran dari pengaruh cuaca dan untuk mencegah dari penurunan
panas yang terlalu cepat maka sebaiknya campuran ditutup dengan terpal.
 Suhu campuran yang keluar dari AMP berkisar 160ºC dan diperkirakan
kehilangan selama perjalanan sekitar ± 40º C sehingga suhu campuran saat

41
tiba dilokasi sekitar ± 120º C. kemudian kehilangan selama menunggu
giliran untuk dimasukkan kedalam asphalt finisher ± 110º C. selama
diadakan penghamparan dan pemadatan kehilangan suhu ditaksir sekitar
5ºC, sehingga suhu akhir ± 105ºC.
o Proses penghamparan
Alat yang digunakan adalah:
- Dump Truck 10 ton
- Asphalt Finisher 40 ton/jam, dengan teknik pelaksanaannya:
 Sebelum penghamparan AC-Base dimulai, lapisan resap pengikat harus
kering dan bebas debu dan kotoran, juga perlu dibantu dengan memasang
from untuk menghindari melebarnya penghamparan swaktu pemadatan.
 Terlebih dahulu alat penghantar harus dicetak sebelum penghamparan
dimulai apakah sudah berfungsi dengan baik.
 Untuk memadatkan ketebalan dan kemiringan menurut rencana, finisher
distel untuk tebal penghamparan sampai ketebalan sesuai dengan yang
direncanakan, untuk ketebalan padat AC-Base rencana yaitu 6,5 cm dan
sebelum dipadatkan 7,5 cm.
 Untuk menjamin kontinuitas penghamparan, dump truck dalam
menuangkan campuran hendaknya merata pada finisher, kemudian bergerak
dengan kecepatan yang sama. Pengaturan kecepatan finisher diatur
sedemikian rupa dengan memperhitungkan pemadatan pertama dilakukan.
 Campuran diahampar pada suhu 120ºC dengan spesifikasi minimum 80ºC -
120ºC. untuk mengetahui ketebalan hamparan apakah sesuai rencana,
dibelakang finisher dilakukan pemeriksaan dengan tongkat ukur.
Pemeriksaan dilakukan pada arah memenjang dan melintang jalan.
 Bila finisher bekerja dengan baik dan bahan campuran juga baik maka akan
menghasilkan hamparan yang baik pula. Untuk mengontrol permukaan
hamparan seperti kerataan, seluruh permukaan harus berwarna hitam, licin,
rata tidak berlubang-lubang.
 Pelaksanaan penghamparan hendaknya berlangsung kontinu, tetapi
bagaimana punjuga tidak dapat dihindari adany pekerjaan sambungan.
Sambungan ada dua macam yaitu telah ditetapkan berupa garis putih.

42
 Sambungan melintang dilakukan apabila suatu hamparan telah berakhir,
kemudian akan diteruskan lagi dengan cara memotong bagian ujung line
yang bentuknya meruncing akibat pemadatan sebelumnya, sehingga
bentuknya agak lurus rata, line jalan dipotong dengan menggunakan mesin
pemotong dari baja dan memotong secara melintang, setelah itu dioleskan
aspal perekat pada sisi tegak potongan tersebut.

o Proses pemadatan
Pemadatan adalah tahapan akhir dari serangkaian kegiatan pembuatan lapis
kontruksi jalan dimana alat yang digunakan adalah:
 Pemadatan pertama (Break Down Rolling), Tandem Roller 10 ton.
Pemadatan dilakukan pada suhu/temperature campuran 105ºC - 115ºC dengan
jumlah lintasan (passing) 6 pada kecepatan 2,5 km/jam. Temperatur sangat
menentukan mutu kepadatan, sebab hamparan yang dipadatkan pada suhu yang
terlalu panas akan mengakibatkan campuran mengalir secara berlebihan
dibawah roda pemadat, sedangkan campuran kalau terlalu dingin akan
mengakibatkan campuran akan menggumpal-gumpal yang menyebabkan
lapisan lapisan susah dipadatkan dan permukaan tidak rata setelah dipadatkan.
Untuk jalan lurus, pemadatan dimulai pada tepi perkerasan sejajar as jalan yang
paling rendah sejajar as jalan menuju kebagian yang paling tinggi. Untuk
bagian tanjakan dan turunan, pemadatan dimulai dari bagian yang rendah
sejajar as jalan menuju kebagian yang tinggi. Apabila pada sisi lain sudah ada
lapisan yang sudah dipadatkan (1/2 lebar jalan) maka pemadatan dilakukan
pada sambungan melintang dan memanjang terlebih dahulu, sesudah itu baru
pemadatan pindah pindah kebagian rendah menuju bagian yang tinggi. Untuk
menghindari campuran melekat dengan roda penggilas selama pemadatan,
maka roda penggilas harus dibasahi dengan air. Dalam pembasahan mesin gilas
roda ini perlu diperhatikan jangan sampai kelebihan atau kekurangan air,
campuran akan melekat pada roda mesin penggilas dan kalau kebanyakan air
akan merusak mutu pekerjaan. Apabila ada retak kecil pada permukaan, air
akan masuk dan terkurung didalamnya, inilah yang akan merusak as.

43
 Pemadatan antara (Intermidiate Rolling), Tire Roller
Pemadatan antara dilakukan dengan mesin gilas Tire Roller, setelah pemadatan
awal selesai, biasanya suhu campuran berkisar antara 120°C - 100°C. Tujuan
dari pemadatan antara adalah untuk mencapai kepadatan yang diinginkan ,
dengan jumlah lintasan 4 kali pada kecepatan 2,5 km/jam.
 Pemadatan akhir (Finishing Rolling), Tandem Roller 10 ton
Pemadatan akhir dilakukan dengan mesin gilas tandem roller, setelah
pemadatan antara selesai, biasanya suhu campuran berkisar antara 80ºC - 90ºC.
Tujuan dari pemadatan akhir adalah untuk menghilangkan bekas-bekas
penggilas sebelumnya, serta memperhalus bentuk permukaan dari lapisan yang
dipadatkan dengan jumlah lintasan 4 kali pada kecepatan 2,5 km/jam.

44
Pekerjaan Asphalt
AC -Base

Memuat agregat ke
dalam Cold Bin AMP

Agregat dan aspal


dicampur dan
dipanaskan

Hasil campuran agregat


dan aspal dimuat dalam
dump truck dan diangkut
ke lokasi pekejaan

Campuran panas AC
dihampar dan
dipadatkan

Selama pemadatan akan


merapikan tepi hamparan
dengan alat bantu

Gambar 3.16 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Aspal AC - Base

45
Gambar 3.17 Aktivitas Pekerjaan Pemadatan

o Hamparan aspal
Lebar existing jalan 8 m menjadi 10 m pada sta 0+000 sampai 0+050. Cara
pengaspalan mengaspal setengah jalan yaitu dengan lebar 5 m agar arus lalu lintas
tetap berjalan. Dalam satu buah dump truck mengangkut 1 rit/10 ton aspal. 1 rit/ 10
aspal dapat menghampar aspal sepanjang 28-30 m. Dalam satu hari dapat diangkut
sebanyak 250 ton aspal maka didapat hamparan aspal sepanjang 1745 m dengan
lebar 10 m.

3.3 Pengendalian Mutu

3.3.1 Tata Cara Pengujian/Pengendalian Mutu di Lapangan


1. Uji sandcone
 Tujuan
Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kepadatan di tempat dari lapisan
tanah atau perkerasan yang telah dipadatkan. Alat yang diuraikan di sini hanya terbatas
untuk tanah yang mengandung butir kasar tidak lebih dari 5 cm. Kepadatan lapangan
adalah berat kering per satuan isi.

46
 Peralatan
a. Botol transparant untuk tempat pasir dengan isi lebih kurang 4 liter.
b. Corong kalibrasi pasir diameter 16,51 cm
c. Pelat untuk corong pasir ukuran 30,48 x 30,48 cm dengan lubang bergaris tengah
16,51 cm.
d. Peralatan kecil, yaitu : palu, sendok, kuas, pahat dan peralatan untuk mencari kadar
air.
e. Satu buah timbangan dengan kapasitas 10 kg ketelitian sampai 1,0 gram.
f. Satu buah timbangan kapasitas 500 gram ketelitian sampai 0,1 gram.
g. Pasir : pasir bersih keras, kering dan bisa mengalir bebas tidak mengandung bahan
pengikat dan bergradasi lewat saringan no.10 (2 mm) dan tertahan pada saringan
no.200 (0,075 mm).
 Bahan untuk pengujian
Benda uji yang diambil adalah pasir dengan karakteristik : pasir bersih keras,
kering, dan bisa mengalir bebas, tidak mengandung bahan pengikat dan bergradasi lewat
saringan no. 10 (2 mm) dan tertahan pada saringan no. 200 (0,075 mm).
 Proses Pengujian
a. Menentukan isi botol pasir :
i. Timbanglah alat (botol + corong) = (W1 garam)
ii. Letakkan alat dengan botol di bawah, bukalah kran dan isi dengan air jernih sampai
penuh di atas kran. Tutuplah kran dan bersihkan kelebihan air.
iii. Timbanglah alat yang terisi air = (W2 gram). Berat air = isi botol pasir.
iv. Lakukan langkah ii dan iii tiga kali dan ambil harga rata-rata dari ketiga hasil.
Perbedaan masing-masing pengukuran tidak boleh lebih dari 3 cm2.
b. Menentukan berat isi pasir :
i. Letakkan alat dengan botol di bawah pada dasar yang rata, tutup kran dan isi corong
pelan-pelan dengan pasir.
ii. Bukalah kran, isi botol sampai penuh dan dijaga agar selama pengisian corong selalu
terisi paling sedikit setengahnya.
iii. Tutup kran, bersihkan kelebihan pasir diatas kran, dan timbanglah = (W3 gram).

47
c. Menentukan berat pasir dalam corong :
i. Isi botol pelan-pelan dengan pasir secukupnya dan timbang = (W4 gram).
ii. Letakkan alat dengan corong di bawah pada plat corong, pada dasar yang rata dan
bersih.
iii. Buka kran pelan-pelan sampai pasir berhenti mengalir.
iv. Tutup kran, dan timbanglah alat berisi sisa pasir = (W5 gram).
v. Hitunglah berat pasir dalam corong = (W4-W5) gram.
d. Menentukan berat isi tanah :
i. Isi botol dengan pasir secukupnya.
ii. Ratakan permukaan tanah yang akan diperiksa. Letakkan pelat corong pada
permukaan yang telah rata tersebut dan kokohkan dengan paku di keempat sisinya.
iii. Galilah lubang sedalam minimal 10 cm (tidak melampaui tebal satu hamparan
padat).
iv. Seluruh tanah hasil galian dimasukkan ke dalam kaleng yang tertutup yang telah
diketahui beratnya = (W9 gram) dan timbang kaleng dan tanah (W8 gram).
v. Timbang alat dengan pasir di dalamnya = (W6 gram).
vi. Letakkan alat pada tempat (b), corong ke bawah di atas pelat corong dan buka kran
pelan-pelan sehingga pasir masuk ke dalam lubang. Setelah pasir berhenti mengalir
tutup kran kembali dan timbang alat dengan sisa pasir (W7 gram).
vii. Ambil tanah sedikit dari kaleng untuk penentuan kadar air w %.

 Perhitungan
- Berat isi pasir = (W3 – W1) / (W2 – W1) gram
- Berat pasir dalam corong = (W4 – W5) gram
- Berat pasir dalam lubang = (W6 – W7) – (W4 – W5) = W10 gr
- Isi lubang = W10 / Ve cm3
- Berat tanah = (W8 – W9) gram
- Berat isi tanah = (W8 – W9) / Ve gram/cm3
- Berat isi kering tanah = (100 + W) * 100% gram/cm3
- Derajat kepadatan di lapangan = (d lap / d lab) * 100%

48
Gambar 3.18 Uji Sand Cone

2. Uji Core driil

 Maksud dan Tujuan


Untuk Memastikan/mengambil sample perkerasan di lapangan hingga dapat di
ketahui tidak tipis perkerasannya dan untuk tahu ciri-ciri karakteristik kombinasi
perkerasan dan kepadatannya.

 Peralatan
1. Mesin Core Drill
2. Alat untuk tutup lubang sisa pengeboran.
3. Timbangan

 Pelaksanaan
1. Alat ditempatkan pada susunan perkerasan beton/aspal yang bakal diuji dengan
posisi datar.
2. Kemudian kita siapkan air dengan alat yang ada system pompa.
3. Kemudian air dimasukkan ke alat core drill dengan selang kecil pada tempat
yang telah disiapkan pada alat itu, hingga alat tak alami rusaknya terlebih mata
bor yang berupa silinder sepanjang sistem pengujian.
4. Setelah semuanya siap lalu alat dihidupkan dengan memakai tali yang
dililitkan pada starter alat serta ditarik.
5. Setelah alat hidup mata bor di turunkan dengan cara perlahan pada titik yang
sudah kita tetapkan hingga kedalaman spesifik, setelah kedalaman spesifik alat
dimatikan serta mata bor dinaikkan.
6. Kemudian hasil dari pengeboran itu di ambil dengan memakai penjapit,
kemudian diukur tidak tipis serta dimensinya serta dilihat sampel itu apakah
perkerasan itu layak gunakan atau tidak.

49
Gambar 3.19 Uji Core Drill

3.Uji test pit


 Maksud
Percobaan ini adalah untuk mengetahui susunan lapis tanah dan juga jenis tanah
sampai kedalaman tertentu.

 Benda Uji
Pengujian dilakukan dilapangan.

 Alat
1. Cangkul
2. Sekop
3. Cetok
4. Linggis
5. Meteran (alat ukur)

 Pelaksanaan
1. Membersihkan lokasi yang digali.
2. Membuat lubang dengan ukuran panjang 1 m, lebar 1m dan kedalaman 1m.
3. Setelah selesai membuat lubang maka lapisan tanah diamati kemudian digambar
susunan dan tebal lapisan tanahnyadan juga jenis tanah tiap lapis.
4. Tanah hasil galian diangkut kesuatu tempat untuk dijadikan sebagai sample
pengujian laboratorium
5. Amati kondisi tanah pada lubang galian yaitu jenis tanah, warna serta tanah
lapisan tanah tersebut

50
Gambar 3.20 Uji Test Pit

3.4. Persentasi Kemajuan Fisik Pekerjaan Mingguan dan Bulanan


a. Persentasi Kemajuan Fisik Pekerjaan Mingguan

Persentasi kemajuan fisik pekerjaan mingguan untuk pekerjaan pada Pembangunan


Jalan Lingkar Utara – Lingkar Utara Banjarbaru dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.3 Kemajuan Fisik Pekerjaan dalam Periode Mingguan
Minggu Ke- Rencana Rencana Realisasi Realisasi
Perminggu Kumulatif Perminggu Kumulatif
(%) (%) (%) (%)
1 (24 Oktober 2017 – 31 Oktober 0,08 0,08 0,46 0,46
2017)
2 (31 Oktober 2017 – 07 November 0,08 0,15 1,55 2,01
2017)
3 (07 November 2017 – 14 0,41 0,57 14,80 16,81
November 2017)
4 (14 November 2017 – 21 2,35 2,92 14,75 31,56
November 2017)
5 (21 November 2017 – 28 2,32 5,24 16,43 47,99
November 2017)
6 (28 November 2017 – 05 2,34 7,58 16,43 64,42
November 2017)
7 (05 November 2017 – 12 4,60 12,18 7,00 71,42
Desember 2017)
8 (12 Desember 2017 – 19 Desember 4,58 16,76 28,12 99,54
2017)
9 (19 Desember 2017 – 26 Desember 4,55 18,86 28,00 100,00
2017)

51
b. Persentasi Kemajuan Fisik Pekerjaan Bulanan
Persentasi kemajuan fisik pekerjaan bulanan untuk pekerjaan pada Pembangunan Jalan
Lingkar Utara – Lingkar Utara Banjarbaru dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.4 Kemajuan Fisik Pekerjaan dalam Periode Bulanan


Bulan Ke- Realisasi Realisasi
Perbulan Kumulatif
(%) (%)
1 (20 Oktober 2017 – 31 Oktober 7,89 12,71
2017)
2 (01 November 2017 – 31 6,99 70,85
November 2017)
3 (01 November 2017 – 26 0,46 100,00
Desember 2017)
.

52