Anda di halaman 1dari 90

PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga

PANDUAN
ANGKUTAN MOBIL
TANGKI
VOLUME 1 – MANAJEMEN KENDARAAN
Kantor Pusat, Jl. Medan Merdeka Timur 1A, JAKARTA – 10110, INDONESIA
Tel: +62 (21) 3815111 – 3816111 Fax: +62 (21) 3843882 - 3846865
http://www.pertamina.com
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

KATA SAMBUTAN DIREKTUR PEMASARAN DAN NIAGA

Dalam era persaingan bisnis hilir migas di Indonesia yang semakin modern dan terbuka dewasa ini, PERTAMINA
harus mengantisipasi kehadiran perusahaan-perusahaan lokal dan asing terkemuka yang telah menjadi pesaing
dalam bisnis hilir migas, khususnya di bidang pengangkutan Bahan Bakar Minyak untuk mendukung terwujudnya
operational service excellence agar dapat berkompetisi.

Beberapa upaya perbaikan telah dilakukan antara lain dengan membuat Standard Mobil Tangki PERTAMINA dan
Sistem Manajemen Angkutannya, yang mengacu pada Best Practice dan Standar Internasional untuk angkutan jalan
dan operasi migas, seperti: API Recommended Practice, UN/ADR – Uni Eropa, DOT – Amerika, dan Peraturan
Perundangan di Indonesia. Sejak Agustus 2007, PERTAMINA telah mengujicoba penerapan Standar ini di beberapa
lokasi meliputi Depot Cikampek, Depot Plumpang dan Instalasi Surabaya.

PERTAMINA akan terus melakukan perbaikan manajemen operasi pengangkutan BBM dengan target peningkatan
kepuasan pelanggan sesuai motto : “TEPAT MUTU, TEPAT WAKTU, TEPAT JUMLAH dan TEPAT TUJUAN”.

Terbitnya buku PANDUAN ANGKUTAN MOBIL TANGKI ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saing
secara umum dengan prinsip 6C (Clean, Confident, Customer Focus, Competitive, Commercial dan Capable) dan
meningkatkan Service Excellence Angkutan Mobil Tangki PERTAMINA dalam pemenuhan standar pelayanan dan
kepuasan pelanggan. Buku Panduan ini menjadi rujukan untuk semua pihak yang terkait dalam proses penyaluran
dan pengangkutan BBM dengan mobil tangki.

Buku Panduan Angkutan Mobil Tangki ini terdiri atas lima volume, yaitu :
1. Volume 1 – Manajemen Kendaraan;
2. Volume 2 – Manajemen Operasi;
3. Volume 3 – Manajemen Pemeliharaan;
4. Volume 4 – Manajemen K3LL; dan 5. Volume 5 – Manajemen Administrasi.

Penyempurnaan Buku Panduan ini akan terus dilakukan agar Sistem dan Manajemen Pengangkutan BBM kepada
pelanggan semakin baik dan tetap terpelihara, serta meningkatkan kinerja angkutan PERTAMINA.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan dan penerbitan Buku
Pedoman ini, khususnya kepada Tim Standarisasi Mobil Tangki PERTAMINA. Semoga Buku Pedoman ini bermanfaat
bagi semua pihak terutama para Pekerja PERTAMINA beserta mitra kerjanya. SALAM TRANSFORMASI.

Jakarta, Februari 2008

Februari 2008 | i
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

A. Faisal Direktur Pemasaran dan Niaga,

KATA SAMBUTAN TIM STANDARISASI MOBIL TANGKI PERTAMINA

Puji syukur kita panjatkan, karena atas karunia dan ridha-Nya sehingga buku Panduan Angkutan Mobil Tangki,
Volume 1 – Manajemen Kendaraan telah dapat diselesaikan.

Buku Panduan ini ditujukan untuk menggantikan semua manual yang mengatur angkutan mobil tangki BBM yang
tersebar di berbagai fungsi di lingkungan Direktorat Pemasaran dan Niaga. Buku-buku manual angkutan mobil
tangki BBM yang ada saat ini dirasa kurang dapat menunjang kebutuhan kegiatan bisnis PERTAMINA untuk
angkutan BBM dengan mobil tangki.

Dengan telah diintegrasikannya semua manual, pedoman dan peraturan terkait dengan angkutan mobil tangki baik
dari aturan internal PERTAMINA, perundangan Pemerintah dan standar migas internasional, diharapkan manual ini
dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pelaksanaan angkutan mobil tangki yang benar dan seragam.

Buku Panduan Angkutan Mobil Tangki baru mencakup pengangkutan BBM, kedepan buku panduan ini dimaksudkan
juga untuk mencakup semua angkutan mobil tangki baik untuk pengangkutan produk LPG, Avtur/Jet-A1, Petrokimia
maupun pengangkutan produk hydrocarbon lainnya yang menggunakan moda mobil tangki.

Buku Panduan Angkutan Mobil Tangki ini terdiri atas lima volume, yaitu:
1. Volume 1 – Manajemen Kendaraan;
2. Volume 2 – Manajemen Operasi;
3. Volume 3 – Manajemen Pemeliharaan;
4. Volume 4 – Manajemen K3LL; dan 5. Volume 5 – Manajemen Administrasi.

Tim Standarisasi Mobil Tangki PERTAMINA mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
bantuan dan dukungannya sampai Volume 1 ini dapat diselesaikan dan menyadari bahwa edisi perdana Volume 1
ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Tim Standarisasi Mobil Tangki PERTAMINA sangat mengharapkan
masukan yang membangun dari berbagai pihak untuk penyempurnaan buku ini agar dapat mencakup semua
persyaratan operasi dan dilengkapi akan dilengkapi dengan ilustrasi pada edisi berikutnya.

Jakarta, Februari 2008

Februari 2008 | ii
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

Tim Standarisasi Mobil Tangki PERTAMINA


DAFTAR ISI

Halaman

Kata sambutan Senior Vice President Distribusi ..………………………………………………………………………………….. i

Kata sambutan Tim standarisasi mobil tangki Pertamina …….………………………………………………………………... ii

Volume 1 Manajemen kendaraan ……………………………………………………………………………………………….... 1

Bab 1.1 Standar dan persyaratan umum mobil tangki ………………………………..……. 2

1.1.1 Definisi ……………………………..…………………………………………………………………. . 2

1.1.2 Batas umur …………………………………………………………………………………...………. 5

1.1.3 Peremajaan ……………………..……………………………………………………………………. 6

1.1.4 Berat dan dimensi ………………………………….….………………………………………….. 6

1.1.5 Pengecatan dan penandaan ………………………………………………………………….. 7

Bab 1.2 Standar dan persyaratan tangki BBM …………………………………………..…….. . 11

1.2.1 Lingkup ………………………………………………………………………………………………… . 11

1.2.2 Persyaratan konstruksi tangki ……………………………………………………………….. 11

1.2.3 Bahan tangki …………………………………………………………………………………………. 13

1.2.4 Perhitungan ketebalan tangki ……………….………………………………..…………….. 14

1.2.5 Ketebalan minimal tangki ……………………......…………………………………………... 15

1.2.6 Penguat struktur, partisi kompartemen dan penahan guncangan ….……... 16

1.2.7 Pengelasan dan inspeksi las …………………………………………………………………. . 17

1.2.8 Persyaratan konstruksi lainnya ……….………………………………………………..…... 17

1.2.9 Fitting dan pemipaan …………………………………………………………………….………. 22

1.2.10 Ketentuan tera ……………………………………………………………………………………... 29

1.2.11 Penandaan hasil keur dan barang cair mudah terbakar …….……………..……. 30

1.2.12 PTO dan pompa produk ………………………………………………………………………... 30

Februari 2008 | iii


PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.13 Sistem meter ………………………………………………………………………………………... 31

1.2.14 Tangki semi-trailer ……………………………………………………………………………..…. 31


1.2.15 Angkutan Jet-A1 (dicadangkan) …….………………………………………………………. 34

1.2.16 Dokumentasi ………………………………………….…………………………………………..... 34

1.2.17 Persyaratan persetujuan-tipe tangki …………………………………………………..... 35

1.2.18 Inspeksi dan pengujian …………………………………………….……………………….…. . 35

1.2.19 Penandaan pabrik dan hasil uji ……………………………………………………………... 37

Bab 1.3 Standar dan persyaratan tangki LPG (dicadangkan) ……….…………..……….. 38

Bab 1.4 Standar dan persyaratan kendaraan ……………………………………………….…... 39

1.4.1 Lingkup ……………………………………………………………………………………………….... 39

1.4.2 Persetujuan kendaraan ……………………………………………………………………….... 39

1.4.3 Sertifikat persetujuan operasi kendaraan ….…………………….………………….... 40

1.4.4 Perlengkapan kelistrikan ………………………………………………….………..………….. 43

1.4.5 Perlengkapan pengereman …………………………………………………………………... 48

1.4.6 Pencegahan resiko kebakaran atau penyalaan sendiri …………………..……... 49

1.4.7 Ketentuan tambahan ………….…………………………………………………………………. 51

1.4.8 Grounding prime mover ……………………………………………………………………..... 55

1.4.9 Stabilitas mobil tangki …………………………………………………………………………... 55

1.4.10 Perlindungan tambahan ……………………………………………………….……………….. 55

1.4.11 Perlengkapan listrik untuk explosive atmosphere …………………………………. 56

1.4.12 Plakat, penandaan larangan dan peringatan ……………….………………………... 57

1.4.13 Alat pemadam api ringan, spill kit dan peralatan safety lain ………………… . 57

Lampiran 1.A Contoh spesifikasi tangki BBM ……………………………………………………………... 59

Lampiran 1.B Contoh spesifikasi kendaraan ………….…………………………………….…………..... 66

Lampiran 1.C Contoh spesifikasi tangki LPG (dicadangkan) ………….……………………….…... 69

Februari 2008 | iv
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

VOLUME 1

MANAJEMEN KENDARAAN

Volume 1 khusus membahas mengenai manajemen kendaraan terkait dengan standar pembuatan tangki dan
modifikasi pada kendaraan penariknya beserta semua perlengkapan yang digunakan, volume 1 ini sebagai standar
untuk mobil tangki – mobil tangki yang baru dibuat serta sebagai transisi untuk perbaikan dan peningkatan standar
untuk mobil tangki yang sudah ada.

Operasi pengangkutan yang aman dan handal bergantung pada berbagai aspek. Namun hal paling mendasar untuk
mencapai operasi yang aman adalah dengan memiliki kendaraan dan tangki yang dibuat dengan benar sesuai
standar industri minyak dan gas internasional. Perancangan dan perawatan kendaraan yang buruk dapat menjadi
faktor penyumbang terjadinya kecelakaan yang terkadang luput dari pengamatan.

Februari 2008 | 1
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

BAB 1.1

STANDAR DAN PERSYARATAN UMUM MOBIL TANGKI

1.1.1 Definisi
Untuk keperluan Volume ini berikut definisi yang digunakan:

“ABS” singkatan dari Anti-lock Braking System adalah sistem pengereman yang mencegah roda-roda
terkunci saat pengereman sehingga setir tetap terkendali dan kendaraan tidak tergelincir untuk
pengereman berat.

“APAR” singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan atau fire extinguisher.

“API” singkatan dari American Petroleum Institute.

“Axle” lihat Sumbu.

“Baffle” adalah pelat yang dicembungkan dengan beberapa lubang di bagian atas, bawah dan tengah
yang dipasang vertikal di dalam tangki atau dalam kompartemen sebagai penguat struktur sekaligus
untuk menahan guncangan cairan.

“BBM” singkatan dari Bahan Bakar Minyak meliputi produk-produk hidrokarbon cair baik white oil,
black oil maupun white oil dengan campuran komponen organik. Produk-produk berikut masuk
kategori BBM berupa Gasoline, High Octane Gasoline, Gas Oil, Kerosene, Aviation Turbine Fuel dan
Aviation Gasoline, Diesel Fuel, Fuel Oil, Bio-Fuel dan Bio-Diesel dengan nama komersial: Premium,
Solar, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX, Minyak Tanah, Avtur/Jet-A1, Avigas, Minyak Diesel,
Minyak Bakar, BioPertamax, BioPremium dan BioSolar.

“Black Oil” adalah minyak berat, produk yang termasuk kategori ini di antaranya Minyak Diesel, dan
Minyak Bakar (Industrial Fuel Oil/ Marine Fuel Oil).

Februari 2008 | 2
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

“Bulkhead” adalah pelat yang dicembungkan tanpa lubang yang dipasang vertikal terhadap dinding
tangki sebagai penutup sisi depan dan sisi belakang tangki atau sebagai pembatas kompartemen dalam
struktur tangki.

“Cleaning Ring” adalah mekanisme pada single partisi kompartemen untuk mencegah kontaminasi
karena kebocoran sambungan partisi dengan dinding tangki dan sebagai struktur penguat yang
berbentuk menyerupai cincin yang melingkupi seluruh sambungan partisi kompartemen pada dinding
tangki.

“EBS” singkatan dari Electronic Braking System adalah versi lebih canggih dari ABS yang dapat mengatur
pengereman tiap-tiap roda tersendiri agar sinkron.

“Elastomer” adalah gasket serupa karet yang memiliki sifat-sifat lebih baik dari karet alami.

“Fastener” adalah semua jenis pengencang seperti mur dan baut, paku rivet dan lain-lain.

“Fifth-wheel” adalah mekanisme berbentuk seperti tapal kuda pada belakang prime mover untuk
penyambungan antara prime mover dengan semi-trailer pada kingpin.

“Gas-free” adalah proses untuk menghilangkan gas yang masih terkandung dengan cara divakum atau
cara lainnya agar aman sebelum dapat dilakukan pekerjaan panas seperti pengelasan, penggunaan
listrik atau untuk keperluan masuk ke dalam tangki.

“Gasket” adalah segel mekanis yang mengisi ruang antar dua objek, umumnya untuk mencegah
kebocoran antara dua objek ketika diberi tekanan, misal karet dan elastomer.

Februari 2008 | 3
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

“Hazchem” singkatan dari Hazzard chemical.

“HP” singkatan dari Horse Power adalah satuan untuk energi dengan 1 HP setara 1,014 PS atau 0,746
kW.

“JBI” singkatan dari Jumlah Berat di Ijinkan atau GCM (Gross Combination Mass) yaitu berat total
kendaraan dengan muatannya, dalam hal ini tangki dengan muatan penuh, termasuk berat semitrailer.

“K3LL” singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan.

“Kingpin” adalah mekanisme berbentuk pin/batang dengan diameter umum 2” pada depan semitrailer
untuk penyambungan antara semi-trailer dengan prime mover pada fifth-wheel.

“kPa” singkatan dari kiloPascal adalah satuan untuk tekanan dengan 1 kPa setara 0,145 psi atau 0,010
kgf/cm² atau 0,01 bar.

L
“Landing leg” adalah kaki pada semi-trailer yang diturunkan untuk menahan semi-trailer saat
dilepaskan dari prime mover.

“LPG” singkatan dari Liquid Petroleum Gas adalah campuran gas hidrokarbon antara Propana dan
Butana yang akan berubah fasa menjadi cairan jika diberikan tekanan.

“Partisi kompartemen” adalah Bulkhead yang dipasang vertikal di dalam tangki yang digunakan sebagai
pembatas antar kompartemen, menahan guncangan cairan sekaligus sebagai penguat struktur tangki.

“Penahan guncangan” lihat Baffle.

Februari 2008 | 4
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

“Prime mover” adalah kendaraan penggerak untuk menarik tangki semi-trailer atau tangki trailer.

“Propeller shaft” atau Driveshaft atau Cardan shaft adalah alat mekanik untuk menyalurkan tenaga dari
transmisi ke roda kendaraan.

“PS” singkatan dari Pferdestaerke adalah satuan untuk energi dengan 1 PS setara 0,986 HP atau 0,736
kW.

“psi” singkatan dari pound-force per square inch adalah satuan untuk tekanan dengan 1 psi setara
6,895 kPa atau 0,070 kgf/cm² atau 0,069 bar.

“PTO” singkatan dari Power Take Off adalah penggerak tambahan yang dipasang pada kendaraan yang
mudah disambungkan atau dilepaskan, untuk mendapat tenaga dari mesin yang digunakan sebagai
penyedia tenaga pada peralatan lain seperti pompa.

“Rigid” adalah kendaraan penggerak untuk menarik tangki yang dipasang langsung pada chassis
kendaraan tersebut.

“Semi-trailer” adalah chassis tempelan dimana hanya bagian belakangnya saja yang mempunyai sumbu
roda sedangkan bagian depan akan menempel pada prime mover.

“Sumbu” adalah poros untuk pergerakan roda kendaraan. Sumbu dapat berupa sumbu kemudi, sumbu
penggerak atau sumbu malas/diam.

“Sumbu kemudi” adalah sumbu yang dihubungkan dengan sistem kemudi kendaraan dimana sumbu
dapat digerakan untuk arah kendaraan.

“Sumbu malas” adalah sumbu yang hanya diam dengan roda yang bergerak berotasi terhadap sumbu.

Februari 2008 | 5
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

“Sumbu penggerak” adalah sumbu yang dihubungkan dengan transmisi kendaraan melalui propeller
shaft untuk menggerakan roda kendaraan.

“Surge plate” lihat Baffle.

“Suspensi” adalah istilah untuk spring, shock absorber dan penghubung (linkage) yang
menyambungkan kendaraan dengan rodanya.

“Tangki semi-trailer” adalah tangki yang dipasang pada chassis semi-trailer.

“Viskositas” adalah ukuran tahanan internal cairan untuk mengalir, disebut mempunyai viskositas
tinggi atau kental jika sulit mengalir misal Minyak Diesel dan sebaliknya disebut mempunyai viskositas
rendah atau encer jika mudah mengalir misal Pertamax.

“White Oil” adalah minyak ringan, yang termasuk kategori ini di antaranya Premium (Gasoline),
Pertamax dan Pertamax Plus (High Octane Gasoline), Minyak Tanah (Kerosene), Solar (Gas Oil),
PertaminaDEX, BioSolar, Avigas (Aviation Gasoline) dan Avtur/Jet-A1 (Aviation Turbine Fuel).

1.1.2 Batas umur


Untuk mempertahankan tingkat keselamatan dengan menghindari kecelakaan akibat dari kelelahan
logam (metal fatique), umur pakai mobil tangki dibatasi sebagai berikut:
− Kendaraan prime mover dan rigid dibatasi umurnya sampai sepuluh (10) tahun;
− Tangki BBM/petrokimia dari bahan steel dibatasi umurnya sampai sepuluh (10) tahun; dan
− Tangki BBM/petrokimia dari bahan stainless steel dan aluminium alloy dibatasi umurnya sampai lima
belas (15) tahun.

1.1.2.1 Batas umur ini dihitung dari bulan dan tahun produksi pabrik. Jika pemakaian tidak dapat segera dilakukan,
maka hanya diberikan kompensasi tiga (3) bulan dihitung setelah bulan dan tahun produksi pabrik
sebagai batas umur.

Februari 2008 | 6
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.1.3 Peremajaan

1.1.3.1 Semua kontraktor pemilik mobil tangki harus memiliki program perencanaan peremajaan mobil tangki
sebelum batas umur mobil tangki tercapai. Setiap rencana peremajaan mobil tangki tersebut harus
dikoordinasikan terlebih dahulu dengan PERTAMINA untuk memastikan bahwa armada tersebut dapat
memenuhi kebutuhan operasi dan seluruh persyaratan mobil tangki PERTAMINA yang sedang atau
akan berlaku.

1.1.3.2 Kontraktor pemilik mobil tangki wajib memenuhi seluruh standar dan ketentuan tangki dan kendaraan yang
telah ditetapkan PERTAMINA dalam pemilihan dan pengadaan mobil tangki, dan memasukkannya ke
dalam spesifikasi mobil tangki.

1.1.3.3 Dalam program peremajaan dan pemilihan mobil tangki harus juga memperhatikan aspek berupa:
peruntukan mobil tangki, rute dan kondisi jalan yang akan dilalui serta persyaratan pelanggan.

1.1.3.4 Peremajaan atau penggantian mobil tangki harus selalu memperhitungkan kebutuhan kapasitas operasi
dengan ukuran paling besar yang masih cukup aman untuk dioperasikan karena penggunaan mobil
tangki dengan kapasitas besar akan membantu mempertahankan jumlah armada tetap kecil dan
meningkatkan efesiensi secara keseluruhan.

1.1.3.5 Untuk standarisasi hasil dan kualitas pembuatan tangki dan modifikasi kendaraan, pabrikan tangki dan
kendaraan harus disetujui oleh PERTAMINA Kantor Pusat, dengan persyaratan:
− Mempunyai perwakilan lokal;
− Jaminan purna jual yang dapat diterima;
− Modifikasi sumbu pada chassis kendaraan rigid harus dapat dijamin oleh pabrikan;
− Mempunyai kemampuan workshop yang memadai untuk servis dan perbaikan;
− Menyediakan suku cadang;
− Menerapkan standar Manajemen Mutu; dan
− Mengikuti standar dan praktek internasional pabrikasi tangki dan kendaraan untuk industri minyak
dan gas, dan peraturan pemerintah yang berlaku.

1.1.4 Berat dan dimensi

Februari 2008 | 7
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.1.4.1 Berat mobil tangki harus mengikuti ketentuan yang lalu lintas yang berlaku. Perhitungan berat mobil tangki,
dengan menghitung total berat kendaraan dan tangki bermuatan penuh, jika muatan dapat multi-
produk maka menggunakan massa jenis (density) produk terberat yang diangkut untuk seluruh
kompartemen.

1.1.4.2 Jumlah sumbu (axle) dan pembebanan per sumbu pada mobil tangki baik truk rigid maupun kendaraan trailer
harus mengikuti ketentuan kelas jalan yang berlaku sesuai rute yang akan ditempuh, termasuk aturan
batas beban maksimal per sumbu secara spesifik untuk jenis suspensi yang berbeda.

1.1.4.3 Kapasitas suspensi yang digunakan per sumbu harus di atas beban maksimal per sumbu saat bermuatan
penuh.

1.1.4.4 Dimensi mobil tangki harus mengikuti ketentuan lalu lintas yang berlaku. Panjang keseluruhan mobil tangki
sependek mungkin untuk memudahkan manuver.

1.1.5 Pengecatan dan penandaan

1.1.5.1 Pengecatan dan penandaan pada mobil tangki harus sesuai dengan ketentuan umum mengenai logo
dan warna PERTAMINA.

1.1.5.2 Semua logo dan tulisan pada mobil tangki harus menggunakan stiker.

1.1.5.2.1 Stiker yang digunakan harus dari jenis stiker yang tahan terhadap cuaca dengan derajat kepudaran
harus minimal bernilai enam (6) dalam skala blue wool dengan pengujian lightfastness test selama
200 jam.

1.1.5.2.2 Stiker yang dipersyaratkan reflektif harus mempunyai derajat mengkilap yang dapat diukur dengan dengan
alat Glossmeter.

1.1.5.2.3 Stiker harus cukup kuat Merkat dan tidak luntur atau pudar terhadap muatan yang diangkut oleh tangki.

1.1.5.3 Batasan selisih warna cat dan warna stiker terhadap warna referensi logo PERTAMINA yang
dipersyaratkan adalah ∆ E ≤ 2, yang dapat diukur dengan alat Microspectrometer.

1.1.5.4 Standar layout dan warna cat sesuai dengan tabel berikut :

Februari 2008 | 8
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

No. POSISI WARNA CAT KETERANGAN


1 -Kabin kendaraan Cat merah
-Bumper depan bawah kabin
-Wind deflector
-Fender ban depan
2 -Chassis kendaraan Cat hitam
-Tangki BBM own use
3 Dinding tangki Cat merah dan
Cat putih
4 -Chassis tangki semi-trailer atau Cat merah dan
rigid. Cat putih
-Fender ban pada tangki
5 -Walkway tangki Cat kuning
6 -Bumper belakang Cat putih
-Pelindung samping
7 -Rumah selang Cat putih
-Rumah APAR
-Rumah kerucut pengaman
-Pelat informasi hazchem
8 -Panel valve Cat putih Jika ada gagang untuk penarik pintu
-Panel interlok-udara kotak, maka gagang dicat hitam
-Kotak peralatan
-Kotak spill kit
9 Pelat Keur Cat Merah

No. LOGO & TULISAN WARNA KETERANGAN


STIKER
1 Logo Stiker -Stiker reflektif;
PERTAMINA merah, -warna stiker sesuai standar
pada kedua sisi Stiker biru, logo
badan tangki, dan PERTAMINA;
dan Stiker hijau -ukuran stiker sesuai standar
-belakang tangki logo
PERTAMINA;
Stiker hitam
dan tulisan
menyambung -Stiker Reflektif;
logo P pada -warna stiker sesuai standar
kedua logo

Februari 2008 | 9
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.1.5.5 sisi badan PERTAMINA;


Standar tangki -ukuran stiker sesuai standar
logo, tulisan logo
dan warna PERTAMINA;
stiker sesuai
dengan
tabel
berikut :

2 Tulisan “PERTAMINA” Stiker putih -Stiker reflektif


-pada kaca depan kabin bagian atas -Tulisan harus outline bukan
solid -Ukuran tinggi 150 mm
dan lebar menyesuaikan
3 Tulisan “DILARANG MENUMPANG” -pada Stiker putih -Stiker reflektif
kedua pintu kabin -ukuran tulisan menyesuaikan
4 Tulisan kapasitas nominal kompartemen Stiker putih -Stiker reflektif
seperti: “8.000 ℓ“ atau “7.000 ℓ“ -ukuran tulisan menyesuaikan
-pada kedua sisi luar coaming tinggi coaming
setiap tengah kompartemen

Tulisan kapasitas tangki seperti:


“32.000 ℓ”, “35.000 ℓ”, “40.000 ℓ”, Stiker putih -Stiker reflektif
“42.000 ℓ” -ukuran tulisan menyesuaikan
-pada tengah sisi belakang coaming tinggi coaming

5 Tulisan ketinggian Stiker putih -Stiker reflektif


-pada kedua sisi luar coaming -ketinggian tangki saat tidak
bagian depan, bermuatan (untuk semi-trailer
untuk rigid:“TINGGI MAKS 3,xxM” tersambung dengan prime mover) -
ukuran tulisan menyesuaikan tinggi
untuk semi-trailer: coaming
“TINGGI MAKS 3,xxM (TINGGI
FIFTH WHEEL 1,xxM)”

-di dalam kabin -stiker tidak perlu reflektif


-ukuran tulisan menyesuaikan

Februari 2008 | 10
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

6 Tulisan “DILARANG MEROKOK” - Stiker merah -Stiker reflektif


pada kedua sisi samping tangki agak -ukuran tulisan standar logo
ke belakang

-di dalam kabin Stiker putih -Stiker tidak perlu reflektif


-ukuran tulisan menyesuaikan
7 Tulisan “www.pertamina.com” - Stiker putih -Stiker reflektif
pada kedua sisi samping tangki agak -ukuran tulisan standar logo
ke depan
8 Tulisan “AWAS KENDARAAN Stiker hitam -Stiker reflektif
PANJANG & LEBAR” Stiker kuning -latar belakang kuning diberi tepian
-pada bumper belakang kendaraan Stiker merah warna merah

dibawahnya diikuti tulisan “AWAS Stiker merah -Stiker reflektif


MUDAH TERBAKAR” Stiker putih -latar belakang putih diberi tepian
-pada bumper belakang kendaraan warna merah
9 Tulisan “INTERLOK” Stiker merah -Stiker tidak perlu reflektif
-pada panel interlok-udara -ukuran tulisan menyesuaikan
ukuran kotak
Tulisan “KOTAK ALAT” Stiker merah
-pada kotak peralatan

Tulisan “SPILL KIT” Stiker merah


-pada kotak spill kit
10 Tulisan “GROUNDING ->” - Cat putih -Ditulis vertikal kebawah
Pada karet grounding chassis
rigid/semi-trailer.
-Pada karet grounding chassis
prime mover semi-trailer
11 Tulisan “PEMUTUS DARURAT” - Tulisan Cat
Pada setiap pelat tombol pemutus Putih, latar
darurat (emergency cut-off) Merah
12 -Tulisan “PREMIUM” Tulisan hitam, -pada pelat untuk label Indikator
latar kuning produk Bottom loading adaptor -
Ukuran tulisan menyesuaikan
-Tulisan “PERTAMAX” Tulisan Putih, panjang pelat label
latar biru

Februari 2008 | 11
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

-Tulisan “PERTAMAX PLUS” Tulisan Putih,


latar merah

-Tulisan “SOLAR” Tulisan putih,


latar abu-abu

-Tulisan “PERTAMINA DEX” Tulisan putih,


latar hijau

-Tulisan “BIOSOLAR” Tulisan putih,


latar hijau

-Tulisan “BIOPREMIUM” Tulisan hitam,


latar hijau
13 Lambang Grounding - Cat hitam -Pada batang bonding chassis dan rol
pada chassis kabel grounding
14 Penandaan pembatas Stiker strip -Stiker reflektif
-Pelindung samping merah-putih
-Bumper belakang
-Rumah selang
-Fender ban belakang tangki

1.1.5.6 Kode warna standar PERTAMINA untuk cat dan stiker sebagai berikut:
− PERTAMINA RED menggunakan Pantone 186 C;
− PERTAMINA BLUE menggunakan Pantone 2935 C; −
PERTAMINA GREEN menggunakan Pantone 383 C; dan
− PERTAMINA BLACK menggunakan Pantone Black 3 C.

1.1.5.7 Cat yang digunakan harus tahan cuaca dan minyak yang dapat menjamin perlindungan terhadap korosi
selama lima (5) tahun.

BAB 1.2

STANDAR DAN PERSYARATAN TANGKI BBM

Februari 2008 | 12
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.1 Lingkup

1.2.1.1 Standar dan persyaratan tangki BBM ini untuk digunakan pada kendaraan rigid dan semi-trailer. Jenis produk
yang dapat dimuat adalah semua produk BBM baik white oil maupun black oil dan solvent, namun tidak
termasuk untuk angkutan produk BBM yang mengandungan campuran etanol atau metanol lebih dari
10% volume.

1.2.1.2 Tangki dari bahan aluminium alloy hanya boleh untuk angkutan produk white oil atau solvent jenis tertentu,
tidak semua jenis solvent sesuai untuk diangkut menggunakan tangki aluminium.

1.2.1.3 Tangki untuk angkutan black oil dan yang membutuhkan pemanasan seperti aspal/bitumen harus
menggunakan tangki dari bahan steel.

1.2.1.4 Terkecuali atas pertimbangan lain dari PERTAMINA Kantor Pusat, berikut tabel untuk bahan sesuai dengan
volume tangki:

Volume Tangki (ℓ)


40.000 32.000 28.000 24.000 21.000
Bahan Aluminium Aluminium Aluminium Aluminium Aluminium
tangki alloy alloy alloy alloy / alloy /
Mild Steel Mild Steel
V olume Tangki (ℓ)
16.000 14.000 8.000 7.000 5.000
Bahan Mild steel Mild steel Mild steel Mild steel Mild steel
tangki

1.2.1.5 Tangki untuk angkutan solvent atau produk dengan kandungan campuran etanol atau metanol lebih dari
10% volume harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari PERTAMINA. Beberapa jenis solvent
dan etanol atau metanol kadar tinggi harus menggunakan tangki dan aksesoris yang sesuai dari bahan
Stainless steel.

1.2.2 Persyaratan konstruksi tangki

Februari 2008 | 13
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.2.1 Tangki harus dirancang dan dibuat sesuai dengan persyaratan teknis, dengan bahan logam pilihan dan
ketebalan tangki yang memperhitungkan rentang suhu terendah dan tertinggi saat operasi, dengan
persyaratan minimum harus terpenuhi.

1.2.2.2 Bentuk tangki yang diperbolehkan adalah tangki dengan penampang melintang berbentuk lingkaran, elips
atau semi-elips. Tangki dengan penampang melintang berbentuk kotak tidak boleh digunakan karena
alasan keselamatan.

1.2.2.3 Volume nominal yang diizinkan per kompartemen tangki adalah kelipatan 7.000 liter atau kelipatan 8.000
liter per kompartemennya, dengan maksimal volume nominal tangki adalah kemampuan kelas jalan
yang akan dilalui.

1.2.2.3.1 Bila kelas jalan tidak dapat dilalui oleh mobil tangki volume nominal tangki 7.000 liter, maka kapasitas
terkecil volume nominal tangki yang boleh digunakan adalah 5.000 liter. Untuk angkutan di bawah
kapasitas 5.000 liter harus mendapat izin tersendiri dari PERTAMINA Kantor Pusat.

1.2.2.3.2 Pemilihan kapasitas nominal tangki per kompartemennya harus memaksimalkan daya angkut mobil tangki
dengan memperhatikan:
− Ketentuan kelas jalan dari rute yang akan dilalui; −
Kemampuan terima konsumen.

1.2.2.4 Kapasitas total kompartemen tangki adalah kapasitas nominal kompartemen ditambah dengan ruang
kosong. Ruang kosong tangki dengan pengisian secara bottom loading adalah 3% dari kapasitas
nominal, minimal 227 liter.

1.2.2.5 Tangki harus dirancang untuk mampu menanggung beban sesuai kapasitas maksimal jenis produk yang akan
dimuat. Untuk tangki angkutan multi-produk, tangki harus dirancang untuk angkutan kapasitas volume
terbesar, dengan density terberat dari jenis produk yang akan diangkut.

Februari 2008 | 14
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.2.6 Tangki, perlengkapan bongkar/muat dan bagian struktur lainnya harus dirancang untuk tahan dari
kemungkinan terjadinya rembesan/bocor (selain gas muatan yang ke luar dari Pressure vent) yang
disebabkan oleh :
− Stres statis dan dinamis dalam kondisi pengangkutan normal seperti didefinisikan pada 1.2.2.6 dan
1.2.4.1.
− Stres minimum seperti didefinisikan pada 1.2.4.3.

1.2.2.7 Tangki dan semua pengencangnya (fastening) serta chassis tangki, pada kondisi bermuatan penuh harus
mampu menyerap semua beban yang timbul dari :
− Searah lintasan depan belakang sebesar dua kali total massa;
− Arah samping sebesar satu kali total massa;
− Arah vertikal ke atas sebesar total massa;
− Arah vertikal ke bawah sebesar dua kali total massa.

1.2.2.8 Lebar maksimal tangki tidak boleh melebihi lebar keseluruhan dinding terluar ban di sisi kiri dan kanan dan
tidak melebihi 2.500 mm1.

1.2.2.9 Tinggi kombinasi tangki dan kendaraan tidak boleh lebih dari 3,6 meter saat muatan kosong pada semua
titik termasuk tinggi kabin dan coaming (tidak termasuk ketinggian tangga akses). Tangki harus
dirancang agar permukaan atasnya sejajar dengan permukaan jalan saat diisi muatan, dengan toleransi
untuk suspensi 100 mm.

1.2.2.9.1 Harus dipasang stiker tanda ketinggian tangki saat kosong pada kedua sisi luar coaming bagian depan
pada tangki dan di dalam kabin untuk mengingatkan pengemudi, lihat 1.1.5.5.

1.2.2.10 Panjang keseluruhan mobil tangki (kombinasi tangki dan kendaraan) dirancang dan dibuat sependek
mungkin. Rancangan dasar untuk tangki semi-trailer harus mengoptimalkan pendistribusian beban
pada kendaraan penarik sehingga dapat dipastikan jarak antara kabin kendaraan dengan bagian depan
tangki tetap minimal.

1.2.2.11 Stabilitas tangki beserta kendaraan harus dipenuhi sebagaimana pada 1.4.9.

1
PP 44 tahun 2003 pasal 115 tentang Kendaraan dan Pengemudi

Februari 2008 | 15
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.2.12 Pembongkaran habis


Pembongkaran muatan harus dapat dilakukan sampai habis pada setiap kompartemen, walaupun
mobil tangki pada posisi miring sampai kemiringan 1 banding 20 pada semua arah.

1.2.2.12.1 Tangki yang dirancang dengan konstruksi bagian bawah dimiringkan (inclined slope) dari depan ke
belakang, harus memiliki kemiringan 3% dan dipasang internal valve pada bagian dasar di setiap
kompartemen.

1.2.2.12.2 Jika tangki dirancang dengan konstruksi leher bertingkat, pada dasar tangki dipasang siring (sump),
kemiringan siring seminimal mungkin.

1.2.2.12.3 Jumlah muatan tersisa dalam kompartemen, termasuk pada pipa bongkar/muat dan valve, pada tangki
aluminium adalah maksimal 0,02% volume dan pada tangki steel adalah maksimal 0,04% volume dari
kapasitas nominal kompartemen tersebut.

1.2.2.13 Pengelasan harus dilakukan oleh tenaga ahli dengan hasil yang benar-benar aman. Pelaksanaan dan
pemeriksaan pengelasan harus memenuhi ketentuan dari 1.2.7.1.

1.2.2.14 Harus dibuat perlindungan terhadap tangki dengan memperhitungkan resiko deformasi karena negative
internal pressure. Vacuum valve harus diset untuk pelepasan maksimal vacuum pressure yang
dirancang untuk tangki.

1.2.3 Bahan tangki

1.2.3.1 Tangki harus dibuat dari bahan logam yang tahan terhadap brittle fracture dan stress corrosion cracking
dengan batas suhu 0⁰C sampai dengan +70⁰C.

1.2.3.2 Bahan tangki yang boleh digunakan harus dengan kualitas material sesuai standar industri migas untuk
tangki mobil dan harus mendapat persetujuan dari PERTAMINA meliputi:
− Mild steel;
− Aluminium Alloy; dan −
Stainless steel.

Februari 2008 | 16
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.3.3 Bahan tangki atau lapisan pelindung dalam tangki yang kontak langsung dengan isi muatan tidak boleh dari
bahan yang dapat menimbulkan reaksi berbahaya dengan isi muatan, senyawa berbahaya, atau dapat
melemahkan bahan tangki.

1.2.3.4 Jika kontak antara isi muatan dengan bahan tangki menyebabkan penipisan bahan tangki, ketebalan bahan
tangki harus ditingkatkan. Tambahan ketebalan bahan tangki ini tidak masuk dalam perhitungan untuk
ketebalan tangki terhadap tekanan.

1.2.3.5 Rasio Re/Rm melebihi 0,85 tidak diperbolehkan untuk penggunaan steel pada konstruksi pengelasan
tangki.

Re = apparent yield strength untuk steel dengan yield point pasti atau dijamin 0,2% proof strength
untuk steel dengan yield point tidak pasti (1 % untuk austenitic steel) Rm = tensile strength.

Nilai yang ditunjukan dalam sertifikat inspeksi material harus digunakan sebagai dasar penentuan rasio
ini.

1.2.3.6 Untuk bahan steel, elongation fracture dalam % tidak boleh kurang dari:

Untuk fine-grained steel minimal 16% dan untuk steel lainnya minimal 20%. Untuk bahan Aluminium
alloy, elongation fracture harus minimal 24% dan tensile strength minimal 275 MPa.

1.2.4 Perhitungan ketebalan tangki

1.2.4.1 Nilai Pressure yang menjadi dasar menghitung ketebalan tangki tidak boleh lebih rendah dari
10.000

Februari 2008 | 17
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

calculation pressure, tapi stress yang didefinisikan pada 1.2.2.6 harus juga diperhitungkan, dan jika
perlu termasuk stres berikut:
− Dalam hal tangki dibuat dengan self-supporting member (langsung tanpa tambahan rangka bawah
sebagai chassis), badan tangki harus dirancang untuk tahan terhadap stress yang berasal dari
sumber lainnya.
− Titik pada tangki dan pengencangnya (fastening) yang paling besar menerima stress tidak boleh
melampai nilai σ yang didefinisikan pada 1.2.4.4.

1.2.4.2 Calculation pressure berikut berlaku untuk angkutan BBM:


(a) Tangki dengan gravity-discharge untuk angkutan produk BBM dengan vapour pressure tidak
melebihi 110 kPa pada suhu 50⁰C harus dirancang untuk calculation pressure atau dua kali static
pressure untuk produk tetapi tidak kurang dari dua kali static pressure untuk air.
(b) Pressure-filled atau pressure-discharge pada tangki untuk angkutan produk BBM dengan vapour
pressure tidak melebihi 110 kPa pada suhu 50⁰C dan harus dirancang untuk calculation pressure
setara 1,3 kali dari filling pressure dan discharge pressure.

1.2.4.3 Pada test pressure, stress σ pada titik yang paling besar menerima stress tidak boleh melebihi batasan tiap
bahan berikut di bawah ini. Penambahan harus dibuat untuk titik-titik yang dihitung akan mengalami
pelemahan karena pengelasan.

1.2.4.4 Untuk semua logam dan alloy, stress σ pada test pressure harus lebih rendah dari nilai terkecil dari formula
berikut:
σ ≤ 0,75 Re atau σ ≤ 0,5 Rm

dimana:
Re = apparent yield strength untuk steel dengan yield point pasti; atau dijamin 0,2% proof strength
untuk steel dengan yield point tidak pasti (1 % untuk austenitic steel) Rm = tensile strength

Nilai Re dan Rm yang akan digunakan harus menspesifikasikan nilai minimum sesuai dengan material
standar. Jika tidak ada material standar untuk logam dan alloy, nilai Re dan Rm yang digunakan harus
dengan persetujuan PERTAMINA.

1.2.5 Ketebalan minimal tangki

1.2.5.1 Ketebalan tangki tidak boleh kurang dari nilai terbesar yang ditentukan oleh formula berikut:

Februari 2008 | 18
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

dimana:
e = ketebalan minimum tangki dalam mm
Pt = test pressure dalam MPa
PC = calculation pressure dalam MPa sebagai mana dispesifikasikan 1.2.4.2
D = internal diameter dari tangki dalam mm
σ = stress yang diizinkan, sebagaimana didefinisikan 1.2.4.4, dalam N/mm2 λ
= koefisien < 1, dan berkaitan dengan metode inspeksi pada 1.2.7.1

1.2.5.2 Untuk perlindungan tangki terhadap kerusakan atas benturan lateral dan belokan tajam, ketebalan

dinding tangki tidak boleh kurang dari tabel berikut:


Maksimal radius kurva tangki ≤ 1,80 > 1,80
(m)
Kapasitas tangki atau dibawah 8,0 8,0 atau lebih
kompartemen (Kℓ)
Minimal Stailess steel (mm) 2,5 3,0
ketebalan Mild steel 3,0 4,0
dinding Aluminium alloy 4,0 5,0
tangki Aluminium murni 99,8% (mm) 6,0 8,0

Februari 2008 | 19
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.5.3 Untuk penguatan tangki pada penggunaan di medan berat, ketebalan minimum dinding tangki dapat
ditingkatkan 1,0 mm atau lebih pada bagian bawah/perut tangki, ujung dinding tangki, partisi
kompartemen dan bagian lainnya yang diperhitungkan dapat menjadi titik lemah.

1.2.5.4 Direkomendasikan untuk dinding tangki menggunakan material selebar mungkin sehingga dapat
meminimalkan jumlah pengelasan sambungan material untuk membentuk badan tangki yang dapat
menjadi sumber stres.

1.2.6 Penguat struktur, partisi kompartemen dan penahan guncangan

1.2.6.1 Untuk tangki dengan penampang lingkaran, elips atau semi-elips dengan maksimum radius kurva 2.0 meter,
tangki harus dilengkapi dengan penguat berupa partisi kompartemen/bulkhead dan/atau penahan
guncangan (baffle) untuk memberikan tambahan perlindungan terhadap kerusakan atas benturan
lateral dan belokan tajam.

1.2.6.2 Volume antara baffle dengan baffle atau partisi kompartmen adalah maksimal 7.500 liter dan jarak antara
kedua baffle tidak lebih dari 1,75 meter. Volume kompartemen yang dapat tidak dilengkapi baffle
adalah maksimal 7.500 liter.

1.2.6.3 Bulkhead, partisi kompartemen dan baffle harus jenis material yang sama dengan yang digunakan untuk
dinding tangki.

1.2.6.4 Ketebalan ujung/bulkhead tangki, partisi kompartemen atau baffle harus minimal sama dengan ketebalan
minimal dinding tangki.

1.2.6.5 Bulkhead, partisi kompartmen dan baffle terbuat dari pelat utuh tanpa sambungan.

1.2.6.6 Bulkhead, partisi kompartemen dan baffle harus dicembungkan, dengan dalam kecembungan minimal 100
mm dipasang menghadap ke depan, kecuali bulkhead belakang menghadap ke belakang,untuk
mengurangi dampak gesekan dari pengereman.

1.2.6.7 Partisi kompartemen harus dipasangi Cleaning ring sebagai perlindungan kemungkinan kontaminasi dengan
muatan kompartemen di sebelahnya dan sebagai alat deteksi kebocoran dengan dibuatkan lubang
kontrol 3/8” NPT di bagian bawah cleaning ring tangki dan lubang gas-free 3/8” NPT di bagian
atas tangki menembus walkway. Dengan lubang NPT bagian atas selalu tertutup kecuali untuk
keperluan gas-free.

Februari 2008 | 20
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.6.8 Baffle diberi lubang pada posisi atas dan bawah untuk pembongkaran, dan pada posisi tengah untuk lubang
masuk inspeksi (man way) dengan lubang tengah minimal mempunyai diameter 400 mm. Area baffle
yang tidak boleh dilubangi minimal 70% dari luas penampang tangki atau kompartemen.

1.2.7 Pengelasan dan inspeksi las

1.2.7.1 Kualifikasi pabrikan untuk melakukan pengelasan harus yang sudah diakui
pihak berwenang/bersertifikat. Pengelasan harus dilakukan oleh ahli dengan proses pengelasan
yang keefektifannya (termasuk heat treatment yang digunakan jika perlu) telah teruji. Pengujian
nondestructive dilakukan dengan radiografi atau ultrasound yang memastikan kualitas pengelasan
sudah sesuai untuk stress yang dipersyaratkan.

Pemeriksaan berikut harus dilakukan sesuai dengan nilai koefisien λ yang digunakan dalam
menentukan ketebalan tangki pada 1.2.5.1:
λ = 0,8 : hasil pengelasan (weld bead) harus diperiksa secara visual pada kedua sisi dan harus
dilakukan pemeriksaan tanpa merusak (non-destructive) pada titik-titik dengan perhatian
khusus pada sambungan;
λ = 0,9 : Semua pengelasan pada sepanjang tangki (longitudinal bead), semua sambungan, 25%
pengelasan melingkari tangki (circular bead) harus dilakukan pemeriksaan nondestructive.
Semua hasil pengelasan harus diperiksa secara visual pada kedua sisi;
λ=1 : Semua hasil pengelasan harus dilakukan pemeriksaan non-destructive dan diperiksa secara
visual pada kedua sisi.

1.2.7.2 Jika kualitas pengelasan diragukan maka dapat dilakukan pemeriksaan tambahan dan sertifikat integritas
pengelasan harus tersedia jika diminta, yang di dalamnya menunjukan metode pengelasan yang
digunakan.

1.2.7.3 Pengelasan aksesoris dan fitting pada tangki tidak boleh langsung ke badan tangki, namun harus dilakukan
melalui landasan bentuk pad atau bentuk angle untuk mengurangi dampak negatif terhadap gaya yang
mungkin timbul.

1.2.7.4 Semua bekas pengelasan tetap dibiarkan seperti kondisi asli, dibersihkan dan dibuang dari kerak las, tidak
boleh dengan digerinda untuk menghindari munculnya titik stres.

Februari 2008 | 21
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.8 Persyaratan konstruksi lainnya

1.2.8.1 Tiap kantung, bagian sambungan dari tangki, stuktur bawah tangki atau fitting yang dipasang di tangki harus
dapat dilakukan gas-free untuk keamanan proses pengelasan dengan dibuatkan lubang 3/8” pada titik
teratas dan terbawah atau dengan lubang NPT 3/8” jika dalam operasi normal lubang ini harus ditutup.
1.2.8.2 Tiap kotak seperti: kotak alat, kotak spill kit, kotak panel valve dan panel interlok harus diberi lubang untuk
ventilasi dan buangan air.

1.2.8.3 Bagian bergerak seperti tutup valve atau aksesoris yang menggantung lainnya yang mungkin dapat
menimbulkan gesekan saat bergerak, jika terbuat dari logam harus memiliki pelindung/isolator agar
tidak menimbulkan penyalaan.

1.2.8.4 Semua perkabelan baik listrik, kabel sensor overfill, selang interlok-udara, kabel sensor electronic seal
maupun saluran air untuk penyaluran dari bagian atas tangki menuju ke bawah harus menggunakan
salurannya tersendiri yang ukurannya mencukupi.

1.2.8.5 Tangki angkutan white oil yang terbuat dari bahan steel harus diberi lapisan pelindung/epicoat di bagian
dalamnya, lapisan pelindung yang digunakan tidak boleh menimbulkan bahaya penyalaan dari muatan
elektrostatis.

1.2.8.5.1 Lapisan pelindung bagain dalam tangki ini harus dengan sandblast treatment, dilapis cat dasar primer
kemudian ditambah lapisan epoxy.

1.2.8.5.2 Lapisan epoxy ini harus bersifat tidak dapat ditempeli/kalis terhadap isi muatan, serta tahan korosi
terhadap isi muatan.

1.2.8.5.3 Lapisan pelindung bagian dalam tangki ini harus dapat bertahan minimal lima (5) tahun.

1.2.8.6 Grounding tangki


Grounding tangki dilakukan untuk mencegah timbulnya listrik statis yang dapat berbahaya terhadap isi
muatan.

1.2.8.6.1 Tiap kompartemen tangki harus terhubung ke chassis kendaraan atau rangka bawah tangki semitrailer
menggunakan minimal satu (1) sambungan logam tahan karat dan tidak boleh menimbulkan korosi
elektrokimia. Sambungan grounding ini maksimal mempunyai tahanan 7 ohm.

Februari 2008 | 22
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.8.6.2 Disediakan grounding dari chassis tangki ke jalan menggunakan konduktor kawat tembaga dengan
selubung karet sebagai pemberat fleksibel yang dipasang pada chassis belakang dekat bumper. Panjang
konduktor mencukupi dan dapat diikat agar tidak terlampau menjuntai. Pelabelan grounding ditandai
jelas dengan tulisan vertikal “GROUNDING ->”, lihat 1.1.5.5

1.2.8.6.3 Disediakan satu (1) buah batang terminal dari tembaga/kuningan pada chassis tangki sisi-penumpang
dekat area bongkar/muat untuk bonding yang masih menggunakan penjepit grounding, yang ditandai
jelas dengan simbol grounding, lihat 1.1.5.5.

1.2.8.6.4 Disediakan satu (1) buah rol kabel braided stainless steel terisolasi, panjang kabel minimal 6 meter dengan
ujung jepit buaya dari tembaga/kuningan. Dipasang pada chassis sisi-penumpang untuk melakukan
grounding pada lokasi yang tidak tersedia/kurang memadai fasilitas groundingnya.

1.2.8.6.5 Disediakan juga pelat untuk bonding dibagian atas tangki yang dipasang pada coaming, lihat
1.2.8.7.7.

1.2.8.7 Coaming
Coaming sebagai mekanisme perlindungan bagian atas tangki berbentuk tanggul jika terguling.

1.2.8.7.1 Coaming dipasang dengan dilas kontinyu sepanjang kedua sisi atas tangki untuk pelindung fitting dan
aksesoris di bagian atas tangki terhadap kerusakan akibat terguling.

1.2.8.7.2 Coaming harus dari bahan aluminium closed extrusion (tidak ada sambungan) dengan ketebalan minimal
sama dengan dinding tangki.

1.2.8.7.3 Ketinggian coaming adalah minimal 25 mm dari atas titik fitting tertinggi pada manhole, dan jarak minimal
antar coaming adalah 900 mm.

1.2.8.7.4 Coaming pada sisi-pengemudi dibuatkan lubang gas-free 3/8” NPT di bagian atas ujung depan dan bagian
bawah ujung belakang coaming, dalam keadaan normal kedua lubang ini harus tertutup.

1.2.8.7.5 Coaming pada sisi-penumpang digunakan untuk sistem vapour recovery. Luasan penampang dalam
coaming pada sisi-penumpang minimal 90 cm² (14 in²), harus mencukupi untuk operasi pengisian
secara bersamaan untuk tiga (3) kompartemen tangki dengan laju 2.500 l.p.m (liter per menit).

Februari 2008 | 23
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.8.7.6 Tangki tidak boleh mengalami perubahan bentuk baik karena tekanan atau vakum karena keterbatasan
coaming untuk menyalurkan isi tangki yang dimasukan baik vapour, udara atau produk.

1.2.8.7.7 Coaming sisi-penumpang harus dipasangi pelat untuk bonding dengan ukuran minimal 50 x 50 x 5 mm
(digunakan untuk bonding top-loading), pelat bonding harus dari logam tahan karat, tidak
menyebabkan korosi elektrokimia dan tidak boleh dicat

1.2.8.8 Walkway dan saluran air

1.2.8.8.1 Pada bagian atas tengah tangki harus disediakan walkway untuk tempat berjalan dengan lebar minimal
900 mm, antara coaming di sisi kiri dan kanan.

1.2.8.8.2 Walkway terbuat dari kawat bordes atau dapat dilapisi dengan material anti-slip dicat kuning.

1.2.8.8.3 Walkway dilengkapi dengan pegangan tangan (handrail) yang dioperasikan secara pneumatic dari penutup
tangga akses dan terhubung dengan sistem interlok-udara agar kendaraan tidak berjalan sebelum
handrail diturunkan.
1.2.8.8.4 Walkway dilengkapi dengan fasilitas pembuangan air di bagian belakang tangki dengan dua (2) buah pipa
50 mm dari bahan anti karat di bagian kiri dan kanan yang dilengkapi saringan air di bagian atas.

1.2.8.8.5 Ujung lubang pembuangan air keluar harus berjarak minimal 1 meter dari bagian kendaraan yang
mengeluarkan panas dan tidak boleh mengenai komponen kendaraan lainnya.

1.2.8.8.6 Pipa pembuangan air dari walkway untuk tangki steel harus dipasang di bagian luar tangki, sedangkan
untuk tangki aluminium disembunyikan di dalam badan tangki.

1.2.8.9 Tangga akses tangki

1.2.8.9.1 Tangga akses untuk naik ke bagian atas tangki dipasang di bagian tengah depan tangki untuk semitrailer
atau di bagian tengah belakang tangki untuk kendaraan rigid.

1.2.8.9.2 Tangga terbuat dari pipa logam tahan karat yang sanggup menahan beban minimal 120 kg.

Februari 2008 | 24
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.8.9.3 Tangga harus didesain agar ergonomis untuk dinaiki dengan lebar dan spasi pijakan antara 250 mm sampai
300 mm, pijakan dibuat dari bahan pelat bordes atau dapat dilapisi bahan anti-slip.

1.2.8.9.4 Jarak bebas minimal antara tangga dengan tangki adalah 150 mm untuk jarak bebas jari kaki dan untuk
tangga yang dipasang di bagian tengah belakang tangki harus lebih dari bumper.

1.2.8.9.5 Bagian atas tangga dinaikan sampai 175 mm dari atas ketinggian coaming membentuk pegangan tangan
di kedua sisinya dari atas sampai 1 meter dari bawah tangga untuk memudahkan awak kendaraan saat
naik atau turun. Pegangan tangan tangga dibentuk grip agar pegangan tidak licin.

1.2.8.9.6 Pada tangga akses dipasang penutup lengkap dengan mekanisme pneumatic untuk pengoperasian
turun/naik handrail.

1.2.8.9.7 Tangga dipasang dengan mur-baut di kedua ujungnya dan sepenuhnya dapat dilepaskan.

1.2.8.10 Rumah selang

1.2.8.10.1 Rumah selang untuk penyimpanan selang terbuat dari bahan yang kuat dan tahan korosi, berbentuk
tabung silindris atau segi delapan dengan pintu yang dapat dikunci pada bagian ujung belakang.

1.2.8.10.2 Ukuran rumah selang ini untuk dapat menampung selang dengan ukuran 4” dan panjang selang 3 meter
dari flange ke flange.

1.2.8.10.3 Jumlah rumah selang untuk tangki dengan tiga (3) kompartemen atau kurang adalah dua (2) buah dengan
masing-masing dipasang di kedua sisi samping tangki arah belakang. Sedangkan jumlah
rumah selang untuk tangki dengan empat (4) kompartemen atau lebih adalah empat (4) buah dengan
masing-masing dua (2) buah dipasang bertingkat di kedua sisi samping tangki agak ke belakang.

1.2.8.10.4 Pada ujung dasar rumah selang dipasang saluran selang untuk menguras/membersihkan dari sisa air atau
muatan yang tertinggal. Ujung saluran selang diarahkan untuk tidak mengenai bagian chassis dan
dilengkapi butterfly valve, dibuka hanya saat akan dibersihkan.

1.2.8.10.5 Rumah selang ditempeli stiker pendar bergaris merah-putih pada bagian samping dan pintu belakangnya.

Februari 2008 | 25
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.8.11 Rumah APAR

1.2.8.11.1 Rumah APAR dibuat dari bahan yang kuat dan tahan korosi.

1.2.8.11.2 Diamater rumah APAR, lihat 1.4.13.1.(b), harus mencukupi untuk pengeluaran APAR dengan leluasa dan
dilengkapi dengan mekanisme kunci/pengencang untuk mengikat APAR .

1.2.8.11.3 Rumah APAR harus dirancang untuk menyediakan mekanisme agar cepat dan mudah mengeluarkan APAR
dari rumahnya, kurang dari 10 detik.

1.2.8.11.4 Jumlah rumah APAR adalah dua (2) buah dipasang pada bagian yang mudah dijangkau pada bagian
belakang tangki sisi-penumpang dan pada sisi-pengemudi bagian tengah tangki atau belakang kabin
dengan sudut pemasangan 45 derajat menghadap keluar, tidak lebih menonjol dari badan tangki
maksimal 150 mm dari dinding terluar tangki.

1.2.8.12 Kotak penyimpanan

1.2.8.12.1 Semua kotak tempat penyimpanan tambahan seperti: kotak peralatan, kotak spill kit dan panel interlok,
dibuat dari bahan yang kuat dan tahan korosi.

1.2.8.12.2 Semua kotak ini tidak boleh lebih menonjol dari dinding samping tangki dengan maksimal 150 mm dari
dinding terluar tangki.

1.2.8.12.3 Kotak peralatan dipasang pada sisi-penumpang yang dilengkapi dengan kunci pada pintu, dengan ukuran
mencukupi untuk menampung peralatan seperti: ganjal ban, engkol ban cadangan, gravity coupler dan
lain-lain.

1.2.8.12.4 Kotak spill kit, dipasang pada sisi-pengemudi yang dilengkapi dengan kunci pada pintu, untuk menampung
peralatan spill kit seperti pada 1.4.13.2.

1.2.8.12.5 Pintu Panel interlok dihubungkan dengan mekanisme interlok-udara untuk pengereman. Panel interlok
dipasang pada sisi-penumpang berdekatan dengan Panel valve untuk kemudahan operasi.

1.2.9 Fitting dan pemipaan

Februari 2008 | 26
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.1 Tangki untuk bottom-loading harus dilengkapi fitting yang sesuai untuk bongkar/muat secara bottom-
loading dan sistem vapour recovery. Semua fitting yang digunakan harus sesuai peruntukannya dengan
jenis muatan yang akan diangkut.

1.2.9.2 Bahan non-logam yang sesuai dapat digunakan untuk perlengkapan tambahan. Perlengkapan ini harus
dipasang agar terlindung dari resiko pecah atau rusak selama operasi pengangkutan atau
bongkar/muat. Perlengkapan ini juga harus mempunyai tingkat keselamatan (safety) yang sesuai dan
secara khusus:
− Sesuai dengan peruntukan isi muatan; −
Memenuhi persyaratan pada 1.2.2.6.

1.2.9.3 Memastikan leakproofness perlengkapan terpasang, termasuk manhole, bahkan jika tangki berbelok tajam
(daya sentrifugal) atau daya yang muncul akibat benturan (seperti percepatan kendaraan dan pressure
dinamis) hanya sejumlah kecil vapour yang keluar dari pressure valve akibat tekanan puncak karena
benturan atau pemanasan yang diperboleh.

1.2.9.4 Pemasangan fitting di kompartemen

1.2.9.4.1 Semua fitting pada kompartemen harus dipasang dengan flange dan meminimalkan jumlah lubang bukaan
langsung pada tangki yang digunakan dalam pemasangan fitting yang diperlukan.

1.2.9.4.2 Fitting yang dipasang ke tangki harus menggunakan gasket.

1.2.9.4.3 Gasket harus dari bahan elastomer atau non-logam yang cocok untuk muatan dengan kandungan aromatik
atau olefinik tinggi dan harus segera diganti jika keefektifannya sudah hilang, terutama harus
diperhatikan jika muatan mengandung campuran etanol atau metanol lebih dari 10% volume.

1.2.9.4.4 Gasket yang dipasang pada fitting bongkar/muat harus tahan terhadap kondisi normal dari operasi
bongkar/muat.

1.2.9.5 Sistem pengaman kebocoran bottom loader

1.2.9.5.1 Tiap bottom loader pada tangki untuk tiap kompartemen harus dilengkapi dengan tiga sistem pengaman
yang dipasang seri, meliputi:

Februari 2008 | 27
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

(a) Internal valve/emergency valve/Foot valve, yaitu stop-valve yang dipasang pada dasar tangki;
(b) bottom-loading adaptor/Discharge valve di tiap ujung pipa bongkar/muat; (c) Penutup heavy
duty yang anti bocor sebagai pengaman terakhir.

1.2.9.5.2 Terdapat tombol untuk pemutus aliran muatan melalui internal valve dan aliran vapour secara pneumatic
untuk antisipasi terjadi keadaan darurat (emergency cut-off).
(a) Dipasang tiga (3) buah Tombol pemutus darurat (emergency cut-off) pada kedua sisi tangki dan di
bagian belakang tangki dengan diberi pelat tulisan “PEMUTUS DARURAT”, lihat 1.1.5.5; (b) Tombol
pemutus darurat ini hanya dapat beroperasi saat kendaraan diam dan rem parkir aktif; (c) Tombol
pemutus darurat ini dioperasikan bersama sistem interlok-udara, lihat 1.2.9.17.

1.2.9.6 Internal valve

1.2.9.6.1 Internal valve/foot valve yang digunakan harus mampu menyalurkan muatan dengan laju pengisian
maksimal 2.500 l.p.m.

1.2.9.6.2 Internal valve dipasang untuk tiap kompartemen pada bagian ujung paling dasar, hal ini agar
pembongkaran muatan dapat habis, lihat 1.2.2.12 dan untuk mengurangi riak yang mungkin terjadi
yang dapat mengenai sensor overfill yang dapat menyebabkan kesalahan pembacaan.

1.2.9.6.3 Internal valve dan dudukannya harus dilindungi dari bahaya pecah akibat terkena tekanan atau benturan
dari luar.

1.2.9.6.4 Internal valve pada kompartemen paling depan untuk tangki semi-trailer harus dari tipe tipis (low profile)
untuk menghindari terbentur dengan fifth-wheel prime mover saat penyambungan tangki.

1.2.9.6.5 Internal valve dioperasikan secara pneumatic bersama sistem interlok-udara.

1.2.9.7 Pemipaan
Pemipaan harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya kebocoran yang dapat membahayakan saat
dilakukan pengisian dengan kelajuan tinggi sampai 2.500 l.p.m.

1.2.9.7.1 Pipa bongkar/muat dari bahan tahan karat, dengan diameter 4,5” minimal Schedule-10 untuk
menyambungkan Internal valve dengan Bottom-loading adaptor.

Februari 2008 | 28
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.7.2 Pipa bongkar/muat harus mampu menyalurkan muatan dengan laju pengisian 2.500 l.p.m dan dirancang
untuk working pressure 500 kPa dan tidak bocor pada 1,5 kali working pressure.

1.2.9.7.3 Pemasangan pipa bongkar/muat harus mempunyai cukup kemiringan untuk memungkinkan
pembongkaran muatan sampai habis pada semua kompartemen, pipa bongkar/muat dan valve, lihat
1.2.2.12.

1.2.9.7.4 Pipa vapour menggunakan diamater 4” untuk menyambungkan Coaming jalur vapour pada sisipenumpang
di atas tangki dengan Vapour adaptor.

1.2.9.7.5 Pipa vapour dipasang tersembunyi di belakang tangki.

1.2.9.7.6 Dipasang satu (1) buah pipa jumper pada samping tangki sisi-penumpang untuk mobil tangki yang
dilengkapi dengan pompa berpenggerak PTO dengan letak inlet pompa jauh Bottom loading adaptor
tangki seperti pada semi-trailer.

1.2.9.7.7 Pipa jumper harus menggunakan diameter pipa yang sesuai dengan kapasitas pompa, maksimal diameter
3“.

1.2.9.7.8 Pada kedua ujung pipa jumper diarahkan keluar agak ke bawah, dipasang Butterfly valve dan Adaptor
lengkap dengan tutupnya di kedua ujung pipa jumper.

1.2.9.7.9 Pada pipa jumper diberi tanda arah panah aliran muatan keluar dengan stiker reflektif warna kuning.

1.2.9.7.10 Panjang pipa bongkar/muat, vapour ataupun jumper diusahakan seminimal mungkin.

1.2.9.7.11 Semua pipa baik untuk bongkar/muat, jalur vapour maupun jumper ke pompa harus dilakukan uji
pressure terlebih dahulu sebelum dipasang.

1.2.9.7.12 Semua jalur pipa baik bongkar/muat, jalur vapour maupun jumper ke pompa tidak boleh ditopang oleh
fitting tetapi harus menggunakan penopang pipa secara heavy duty dan diberi peredam getaran dari
operasi bongkar/muat. Penopang pipa harus dirancang agar pipa dapat mudah dilepaskan (tidak
dengan dilas) dan penopang pipa ini tidak boleh dipasang pada landing leg semi-trailer atau pelindung
samping mobil tangki.

Februari 2008 | 29
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.8 Manhole
Tangki atau tiap kompartemenya harus dilengkapi dengan manhole agar dapat dilakukan inspeksi.

1.2.9.8.1 Manhole yang digunakan dari bahan aluminium tipe quick action lockable berukuran 16” atau 20” yang
sesuai untuk jenis operasi pengisiannya, direkomendasikan tipe manhole dengan pemasangan
menggunakan baut (tipe bolted).

1.2.9.8.2 Semua aksesoris manhole harus terpasang lengkap dan tidak boleh menyebabkan bocoran jika mobil
tangki terbalik, yaitu:
− Pressure dan Vacuum vent, lihat 1.2.9.9;
− Vapour collection vent, lihat 1.2.9.10; −
Sensor overfill tipe optik, lihat 1.2.9.11;
− Dip Gauge tipe stik, lihat 1.2.10.5.

1.2.9.8.3 Untuk alasan keamanan, pemasangan Manhole harus dilakukan penyegelan baik pada baut pengecang
clamp atau pada baut bolted.

1.2.9.8.4 Manhole ditempatkan menembus walkway mengarah ke sisi-penumpang sehingga menyediakan ruang
bebas semaksimal mungkin untuk ruang jalan pada sisi-pengemudi, dengan posisi tutup lubang isi
manhole sedekat mungkin ke garis tengah walkway.

1.2.9.8.5 Arah membuka penutup lubang isi manhole diposisikan mengarah ke depan tangki.

1.2.9.8.6 Dipasang batang pengunci untuk mengunci dan menyegel tutup lubang pengisian manhole. Batang ini
melintang di tengah manhole untuk menahan penutup lubang isi manhole, bukan pada latch dan
strongback manhole karena digunakan sebagai tempat sensor eSeal.

1.2.9.8.7 Pada latch dan strongback manhole dapat dipasang sensor eSeal yang tidak boleh menggangu
pengoperasian manhole.

1.2.9.9 Tangki harus dilengkapi Pressure/Vacuum vent untuk setiap kompartemen tangki yang dipasang pada
manholenya sebagai pernafasan dan untuk menghindari negative internal pressure saat
pembongkaran; nilai Pressure dipasang pada 15 kPa dan nilai Vacuum dipasang pada 2 kPa untuk
produk BBM.

Februari 2008 | 30
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.10 Vapour Collection vent


Tangki harus dilengkapi dengan Vapour collection vent atau air vent yang dipasang untuk setiap
kompartemen tangki pada manhole untuk penyaluran vapour ke coaming sisi-penumpang.

1.2.9.10.1 Vapour collection vent ini harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk mencegah kerusakan pada
tangki dari tekanan vapour pada laju pengisian maksimal 2.500 l.p.m saat vapour dilepaskan ke udara
pada tekanan atmosfer;

1.2.9.10.2 Vapour collection vent ini dioperasikan dengan pneumatic secara berurutan/sekuensial dengan sistem
interlok-udara, dan dapat mencegah terlaksananya operasi bongkar/muat jika salah satu dari vent ini
gagal membuka.

1.2.9.10.3 Pemasangan selang pneumatic untuk sistem interlok-udara pada vapour collection vent harus diarahkan
kebawah dan diikat agar tidak mudah terlepas dan terinjak-injak.

1.2.9.11 Sensor dan soket overfill


Tangki harus dilengkapi sensor overfill yang dipasang untuk setiap kompartemen tangki pada
manholenya untuk mendeteksi terjadinya kelebihan pengisian agar tidak luber saat pengisian. Sensor
overfill tidak boleh dioperasikan sebagai detektor batas pengisian (level detector).

1.2.9.11.1 Sensor overfill yang digunakan adalah dari tipe optik dengan sistem 5-kabel atau 2-kabel sesuai dengan
sistem pembaca sensor overfill di lokasi pemuatan.

1.2.9.11.2 Sensor overfill holder dipasang pada tiap manhole dengan sensor harus dipasang pada ruang kosong
tangki 1/2% di atas batas volume nominal. Jika dilakukan pengisian secara top-loading juga, sensor
overfill di dalam kompartemen harus diberi perlindungan tambahan untuk menghindarkan dari
kerusakan akibat terkena top-loading arm saat pengisian.
1.2.9.11.3 Untuk pendeteksian kelebihan isi serta toleransi atas riak yang mungkin timbul saat pengisian, penentuan
ketinggian pemasangan sensor overfill sangat penting untuk diperhatikan yang sangat bergantung pada
dimensi kompartemen.

1.2.9.11.4 Menggunakan hanya satu (1) buah soket sensor overfill untuk menghubungkan semua sensor overfill
terpasang dan dilengkapi dengan penutup soket warna biru (optik).

1.2.9.12 Bottom-loading adaptor/Discharge valve/API valve

Februari 2008 | 31
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.12.1 Botom loading adaptor yang digunakan berukuran 4” sesuai API RP-1004 dengan standar flange TTMA
untuk tiap kompartemen tangki.

1.2.9.12.2 Bottom-loading adaptor dipasang pada tangki sisi-penumpang, jarak spasi antar titik tengah valvevalve
harus lebih dari 254 mm, direkomendasikan 330 mm, dan lebar panel antara titik tengah valve paling
kiri dengan titik tengah valve paling kanan maksimal 1830 mm.

1.2.9.12.3 Untuk kemudahaan operasi pengisian, pada tangki semi-trailer ketinggian titik tengah outlet valve antara
750 mm sampai 850 mm dari atas permukaan jalan dan pada tangki rigid maksimal 1100 mm dari atas
jalan.

1.2.9.12.4 Indikator produk tipe putar untuk minimal empat (4) label nama produk harus dipasang untuk tiap
Bottom-loading adaptor sebagai informasi yang menunjukan peruntukan isi kompartemen.
− Penulisan nama dan warna dasar produk pada label untuk Indikator produk sesuai 1.1.5.5.
− Jika indikator produk dipasang pada pintu Panel Valve maka harus dibuatkan nomor valve untuk
mencegah kesalahan pengelihatan paralax.
− Pada Indikator produk ini harus disediakan lubang untuk segel/pin penahan, agar label nama produk
tidak mudah diganti-ganti tanpa sengaja.

1.2.9.12.5 Selain Indikator produk juga dipasang pelat informasi yang menunjukan nomor kompartemen dan
kapasitas kompartemen di atas bottom-loading adaptor.

1.2.9.12.6 Dipasang Sight glass tipe cincin untuk pemasangan antara bottom-loading adaptor dengan pipa
bongkar/muat sebagai alat cek visual untuk kesesuaian jenis muatan dan untuk melihat volume isi pipa
sebelum pembongkaran muatan di tempat konsumen dan setelah pembongkaran agar terlihat apakah
pembongkaran sampai isi pipa habis.

1.2.9.12.7 Bagian atas sight glass tidak boleh dihalangi oleh peralatan atau perkabelan lain.

1.2.9.12.8 Dilengkapi dengan tutup heavy duty anti bocor sebagai pengaman terakhir.

1.2.9.12.9 Bottom loading adaptor dapat dipasangi mekanisme bracket pelindung untuk sensor eSeal. Bracket ini
tidak boleh menggangu pengoperasian Bottom loading adaptor.
1.2.9.12.10 Pada tangki harus ditempel pelat informasi jumlah maksimal loading-arm yang dapat dipasang sekaligus
untuk laju pengisian 2.500 l.p.m, laju pengisian 2.000 l.p.m dan laju pengisian 1.500 l.p.m.

Februari 2008 | 32
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.13 Coaming vent


Coaming vent atau Dump vent untuk pelepasan vapour dari jalur vapour pada coaming ke udara bebas
jika tidak tersedia unit penampung vapour pada lokasi bongkar/muat.

1.2.9.13.1 Menggunakan satu (1) buah coaming vent dipasang pada bagian belakang di sisi samping sebelah dalam
Coaming sisi-penumpang, agar terlindung jika mobil tangki terguling.

1.2.9.13.2 Coaming vent ini harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk mencegah kerusakan pada tangki dari
tekanan vapour untuk jumlah maksimal loading-arm yang dapat terpasang pada laju pengisian
maksimal 2.500 l.p.m saat vapour dilepaskan ke udara pada tekanan atmosfer. Jumlah coaming vent
boleh ditambah jika kapasitas pelepasannya dirasa kurang memadai.

1.2.9.13.3 Coaming vent ini dioperasikan secara pneumatic bersama sistem interlok-udara. Coaming vent akan
membuka ke atmosfer saat dilakukan operasi bongkar/muat jika Vapour adaptor tidak terhubung ke
unit penampung vapour dan akan menutup jika Vapour terhubung ke unit penampung vapour.

1.2.9.13.4 Coaming vent harus selalu tertutup saat keadaan berjalan.

1.2.9.14 Vapour adaptor


Vapour adaptor digunakan untuk menyalurkan vapour dari mobil tangki ke lokasi pemuatan atau untuk
menerima vapour dari tangki timbun konsumen ke mobil tangki.

1.2.9.14.1 Menggunakan satu (1) buah Vapour adaptor, ditempatkan bersama dengan bottom-loading adaptor pada
Panel valve dengan posisi penempatan paling kanan dengan jarak dan ketinggian menyesuaikan
bottom-loading adaptor.

1.2.9.14.2 Vapour adaptor menggunakan tipe cam-and-groove, quick-coupling berukuran 4” dan dilengkapi dengan
tutup heavy duty sebagai pengaman.

1.2.9.14.3 Vapour adaptor ini dioperasikan secara pneumatic bersama sistem interlok-udara.

1.2.9.15 Panel valve


Panel valve berfungsi sebagai perlindungan tambahan pada area bongkar/muat terhadap kemungkinan
singgungan di sekitar area bongkar/muat serta mencegah akses yang tidak diijinkan.

Februari 2008 | 33
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.15.1 Semua oulet valve termasuk Bottom-loading adaptor, Vapour adaptor dan Soket sensor overfill harus
dilindungi di dalam Panel valve.

1.2.9.15.2 Panel valve dipasang pada sisi-penumpang secara horizontal membentuk sudut 0 derajat.
1.2.9.15.3 Panel valve dilengkapi dengan pintu bukaan ke atas dengan penahan pneumatic dan peredam karet.

1.2.9.15.4 Panel valve harus diberi lubang untuk ventilasi dan pembuangan air serta pegangan pembuka pintu dan
kunci untuk segel.

1.2.9.15.5 Pintu dihubungkan dengan mekanisme interlok-udara untuk pengereman.

1.2.9.15.6 Panel valve tidak boleh lebih menonjol dari dinding samping tangki, maksimal 150 mm dari dinding terluar
tangki.

1.2.9.16 Sistem interlok-udara


Sistem operasi bongkar/muat pada mobil tangki diatur dengan interlok-udara untuk meningkatkan
keamanan dan kemudahan operasi dengan pneumatic.

1.2.9.16.1 Tangki harus dilengkapi dengan Pengontrol interlok-udara untuk pengoperasian valve, vent dan adaptor
secara pneumatic. Pengontrol interlok-udara ini harus mengatur semua perangkatperangkat berikut:
− Internal valve;
− Vapour collection vent;
− Coaming vent;
− Vapor adaptor;
− Pintu panel valve;
− Pintu panel interlok; dan
− Tombol pemutus darurat; dengan sistem rem kendaraan dan koordinasi buka tutup valve dan
vent terkait secara berurutan.

1.2.9.16.2 Pengontrol interlok udara terdiri dari rangkaian tombol operasi utama dan tombol-tombol operasi untuk
buka/tutup setiap Internal valve kompartemen tangki masing-masing lengkap dengan informasi nomor
kompartemen dan indikator aktivasi tombol. Juga terdapat indikator status buka/tutup Vapour
collection vent dan Coaming vent.

Februari 2008 | 34
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.9.16.3 Pada Pengontrol interlok-udara juga tersedia saringan udara dan meteran penunjuk tekanan udara untuk
operasi pneumatic.

1.2.9.16.4 Pengontrol interlok-udara ini harus ditempatkan terlindung dalam kotak tersendiri sebagai Panel interlok,
lihat 1.2.8.12

1.2.9.17 Mekanisme kerja interlok-udara


(a) Untuk menjamin operasi bongkar/muat dengan aman. Valve-valve dan vent baru dapat
dioperasikan jika rem parkir sudah aktif dan pintu panel valve dibuka;
(b) Mencegah pergerakan kendaraan jika tangki masih terhubung dengan loading-arm/selang produk
dan vapour sampai pintu panel valve sudah ditutup;
(c) Pembukaan pintu panel valve untuk bongkar/muat tangki setelah rem parkir diaktifkan dari kabin
tetap akan mengaktifkan rem parkir sampai pintu panel valve ditutup kembali;
(d) Jika pengemudi melepaskan rem parkir dari kabin, rem parkir pada trailer harus tetap aktif sampai
pintu panel valve ditutup dan rem parkir di kabin diaktifkan dan dilepaskan kembali;
(e) Pembukaan pintu panel valve untuk bongkar/muat tangki, setelah rem parkir aktif, akan membuka
Vapour collection vent secara berurutan. Jika berhasil terbuka semua akan ditunjukan melalui
indikator dengan kondisi bukaan Coaming vent sesuai status Vapour adaptor;
(f) Coaming vent sama sekali harus menutup saat kendaraan berjalan;
(g) Penekanan salah satu Tombol pemutus darurat saat kendaraan diam terparkir dalam keadaan
bongkar/muat akan langsung mengaktifkan internal valve dan vapour vent untuk menutup yang
akan menghentikan aliran produk dan vapour;
(h) Kendaraan tidak dapat berjalan sebelum handrail di atas tangki diturunkan.

1.2.10 Ketentuan Tera

1.2.10.1 Tangki yang diberlakukan sebagai alat ukur harus ditera dan ditera ulang sesuai ketentuan dari dinas
metrologi dan dibubuhkan/dipasang tanda tera.

1.2.10.2 Perubahan bentuk pada kompartemen akibat dari perbaikan atau kecelakaan harus dilakukan tera ulang
kembali sebelum sah dioperasikan.

1.2.10.3 Pelat tera/lemping tera

Februari 2008 | 35
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.10.3.1 Pada setiap kompartemen tangki yang telah ditera harus dipasang pelat yang menunjukan volume
nominal kompartemen tangki dan pembubuhan tanda tera dari dinas metrologi legal.

1.2.10.3.2 Ukuran pelat tera sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk tera tangki ukur mobil.

1.2.10.3.3 Pelat tera dipasang menggunakan mur-baut (dapat disegel jika dipersyaratkan) pada coaming di
sisipengemudi yang tidak digunakan untuk jalur vapour.

1.2.10.4 Indeks penunjukan (ullage gauge)

1.2.10.4.1 Pada setiap kompartemen tangki yang telah ditera harus dilengkapi dengan Indeks penunjukan (ullage
gauge) volume nominal dengan dudukan indeks penunjuk terbuat dari logam kuat, dapat dilihat dengan
jelas dan tepat pada batas volume nominal serta tidak mudah diubah.

1.2.10.4.2 Ditempatkan di bawah manhole, di tengah panjang kompartemen, tidak lebih 50 mm dari tengah panjang
kompartemen.

1.2.10.4.3 Kedudukan indeks penunjuk tidak dapat diubah tanpa merusak tanda teranya dan disegel.

1.2.10.4.4 Indeks penunjuk berupa bidang.

1.2.10.4.5 Perbandingan antara perubahan tinggi indeks penunjuk dengan perubahan volume (kepekaan indeks
penunjuk) tidak boleh kurang dari 2 mm tiap perubahan volume 0,1% dari volume nominal.

1.2.10.5 Dip gauge


Setiap kompartemen tangki juga harus dilengkapi dengan dip gauge sebagai alat ukur ketinggian
permukaan cairan.

1.2.10.5.1 Dip gauge yang dipasang pada manhole dari jenis stik agar tidak terpengaruh dengan massa jenis (density)
muatan.

1.2.10.5.2 Dip gauge harus ditera dan dilengkapi dengan tabel volume tangki.

1.2.10.5.3 Dip gauge terbuat dari logam tahan karat dan tidak mudah menimbulkan percikan api.

Februari 2008 | 36
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.10.5.4 Angka pada stik harus dalam skala milimeter, panjang skala milimeter minimal 10 mm ke arah atas dari
angka perkiraan ketinggian volume nominal kompartemen tangki dan 250 mm ke arah bawah dari
angka perkiraan ketinggian volume nominal kompartemen.

1.2.10.5.5 Bentuk stik dan pemasangan stik pada dip tube harus sedemikian rupa sehingga tidak ada celah untuk
pemasukan selang atau melepaskan stik keluar dari dip tube untuk menghindari pencurian dan
tersimpan aman selama perjalan agar tidak terjadi gesekan yang dapat menimbulkan penyalaan.

1.2.10.5.6 Dip gauge dilengkapi dengan tutup kedap bocor.

1.2.11 Penandaan hasil keur dan barang cair mudah terbakar

1.2.11.1 Dipasang pelat pada kedua sisi tangki dekat dengan prime mover atau truk rigid dengan ukuran 800 x 600
mm. Pelat dicat dengan warna merah yang sama dengan warna merah tangki, lihat 1.1.5.6. Pelat ini
dapat untuk tempat sablon hasil keur kendaraan, dan kode muatan sesuai kode UN.

1.2.11.2 Dipasang plakat pada kedua sisi tangki untuk tanda hazchem barang cair mudah terbakar (flamable liquid)
dengan warna simbol/tulisan putih dan warna latar merah.

1.2.11.3 Dipasang plakat di atas bumper belakang kendaraan dengan ukuran 800 x 600 mm untuk tanda hazchem
barang cair mudah terbakar, kode muatan sesuai kode UN dan informasi nomor layanan darurat.

1.2.12 PTO dan pompa produk


Untuk pembongkaran muatan kepada konsumen yang tidak dapat dilakukan secara gravitasi, mobil
tangki dapat dilengkapi dengan peralatan pompa berpenggerak PTO.

1.2.12.1 PTO yang boleh digunakan adalah dengan sistem penggerak shaft atau penggerak hidrolik.

1.2.12.2 PTO harus beroperasi mendekati kecepatan mesin diam, dengan PTO yang sesuai untuk menggerakan
pompa pada kecepatan optimal.

1.2.12.3 PTO harus dipasang perlindungan tambahan untuk menjamin jika terjadi kegagalan pada kopling pompa
dan/atau shaft tidak menimbulkan korban atau kerusakan pada peralatan lainnya.

Februari 2008 | 37
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.12.4 Pompa produk harus dilengkapi dengan Pressure relief valve dengan ukuran yang sesuai dengan kapasitas
pompa dan dipasang sesuai dengan working pressure maksimal pompa, setinggi-tingginya tidak boleh
melebihi 500 kPa. Fasilitas pengaturan pressure harus disegel.

1.2.12.5 Pada outlet pompa dipasang tapped soket dan plug 3/8” NPT untuk tempat pemasangan pressure
gauge.

1.2.13 Sistem meter


Sistem meter dapat dipasang pada mobil tangki jika diperlukan, dengan ketentuan untuk mobil tangki
yang hanya melayani penjualan eceran dengan penyerahan muatan yang tidak penuh satu
kompartemen atau satu tangki.

1.2.13.1 Sistem meter yang dapat digunakan adalah meter ringkas untuk custody transfer dari jenis gravity, positive
displacement atau turbin.

1.2.13.2 Sistem meter jenis gravity hanya boleh digunakan untuk penyerahan muatan tanpa pompa, sedangkan
untuk mobil tangki yang dilengkapi dengan pompa harus menggunakan sistem meter dari jenis positive
displacement atau turbin disesuikan dengan kecepatan alir dan viskositas muatan.

1.2.13.3 Sistem meter harus diberi kotak pelindung.

1.2.14 Tangki semi-trailer


Berikut ketentuan tambahan yang berlaku khusus untuk tangki dengan chassis semi-trailer.

1.2.14.1 Penyambungan kelistrikan dan angin

1.2.14.1.1 Penyambungan sistem kelistrikan, lampu, sensor-sensor, sistem pengereman ABS/EBS (jika ada) pada
tangki semi-trailer yang akan berhubungan dengan peralatan pada prime mover harus dihubungkan
menggunakan konektor standar ISO 7 pin/24 volt dengan kabel spiral.

1.2.14.1.2 Penyambungan suplai angin untuk operasi pneumatic dan pengereman menggunakan konektor standar
untuk selang pneumatic fleksibel, dilengkapi dengan minimal satu (1) kopling pelepasan di bagian
belakang trailer.

Februari 2008 | 38
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.14.1.3 Tiga tipe konektor ISO yang digunakan adalah: ISO 1185 – 7 pin/24 volt, ISO 3731 – 7 pin/24 volt dan ISO
7638 – 7 pin/24 volt:
(a) Konektor normal kelistrikan sesuai ISO 1185 – 7 pin/24 volt;
Pin Fungsi Warna kabel
1 Common return/Earth Putih (White)
2 -Lampu penanda samping kiri tangki; Hitam (Black)
-lampu belakang tambahan tangki sebelah kiri;
-lampu pelat belakang*;
3 Lampu sein belok kiri samping tangki; Kuning (Yellow)
Lampu sein belok kiri belakang tangki;
4 Lampu rem/stop Merah (Red)
5 Lampu sein belok kanan samping tangki; Hijau (Green)
Lampu sein belok kanan belakang tangki;
6 -Lampu penanda samping kanan tangki; Cokelat (Brown)
-Lampu penanda belakang tangki sebelah kanan;
-Lampu pelat belakang*;
7 Lampu mundur Biru (Blue)
*Lampu pelat belakang hanya boleh disambungkan pada salah satu pin 2 atau ping 6 saja

(b) Konektor tambahan kelistrikan sesuai ISO 3731 – 7 pin/24 volt; dan
Pin Fungsi Warna kabel
1 Common return/Earth Putih (White)
2 Cadangan/eSeal Hitam (Black)
3 Cadangan/eSeal Kuning (Yellow)
4 Catu daya (konstan) Merah (Red)
5 Cadangan/eSeal Hijau (Green)
6 Catu daya dari sakelar kontak Cokelat (Brown)
7 Lampu operasi jika ada Biru (Blue)

(c) Konektor sistem pengereman ABS/EBS sesuai ISO 7638 – 7 pin/24 volt.
Pin Fungsi Warna kabel
1 Plus electrovalve Merah (Red)
2 Plus electronic Hitam (Black)
3 Minus electronic Kuning (Yellow)
4 Minus electrovalve Cokelat (Brown)
5 Warning device (dikendalikan oleh pin 5, selama operasi Putih (White)
normal rangkaian kontak ini terbuka)

Februari 2008 | 39
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

6 CANH (sesuai ISO 11992-1 dan 11992-2) Putih-Hijau


(WhiteGreen)
7 CANL (sesuai ISO 11992-1 dan 11992-2) Putih-Cokelat
(White-Brown)

1.2.14.1.4 Semua konektor kelistrikan ISO dan konektor selang suplai angin dan selang service dikumpulkan menjadi
satu pada panel di depan tangki sisi-pengemudi dengan ketinggian panel cukup aman dari gesekan
dengan fifth-wheel saat penyambungan/pelepasan prime mover.

1.2.14.1.5 Setiap ISO konektor kelistrikan harus diberi tulisan pelat label informasi sesuai peruntukannya dan
konektor selang suplai angin diberi tanda warna merah serta konektor selang service warna kuning.

1.2.14.2 Sistem kelistrikan tangki semi-trailer harus sesuai dengan kelistrikan prime mover menggunakan tegangan
24 volt , lihat 1.4.4.4 dan 1.4.4.5.

1.2.14.3 Rangka bawah (under structure) tangki semi-trailer harus dirancang untuk cukup kuat atau dapat diberi
struktur penguat tambahan pada tempat yang digunakan untuk pemasangan sumbu, dan pickup plate
dengan kingpin pada semi-trailer.

1.2.14.4 Landing leg

1.2.14.4.1 Landing leg yang dipasang harus dipastikan tidak mengganggu bagian belakang Prime mover dengan jarak
bebas dari jalan saat ditarik penuh adalah minimal 300 mm.

1.2.14.4.2 Landing leg yang digunakan dari tipe manual 2-step dengan kunci pengaman untuk tuas penurun landing
leg dan mampu menahan beban tangki saat bermuatan penuh.

1.2.14.4.3 Telapak landing leg dapat berupa datar, direkomendasikan menggunakan tipe setengah lingkaran (rocker)
untuk antisipasi permukaan jalan yang tidak rata.

1.2.14.4.4 Harus dipasang stiker instruksi pengoperasian landing leg di dekat tuas operasi landing leg untuk kondisi
yang memungkinkan naik/turun landing leg.

1.2.14.4.5 Pada landing leg dibuat garis batas minimal ketinggian untuk mengangkat landing leg setelah
penyambungan dengan fiffth-wheel menggunakan cat warna putih.

Februari 2008 | 40
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.14.5 Suspensi dan axle lift pada semi-trailer


Secara umum harus memenuhi ketentuan 1.1.4 dan secara khusus:

1.2.14.5.1 Untuk sementara, baru tangki aluminium semi-trailer yang harus menggunakan suspensi udara (air
suspension) namun direkomendasikan agar tangki aluminium dengan chassis truk rigid juga dapat
menggunakan air suspension yang dapat menjamin kestabilan kendaraan untuk tetap seimbang dan
rata dengan jalan, baik dalam keadaan kosong ataupun bermuatan penuh, saat melaju pada jalan yang
kurang rata, bergelobang ataupun berlubang sehingga lebih aman dan lebih tahan lama.

1.2.14.5.2 Air suspension yang digunakan harus sesuai untuk beban lihat 1.1.4. Kapasitas air suspension untuk drive
axle loading adalah 20 ton untuk axle tandem atau 10 ton untuk per axle belakang baik drive axle
maupun lazy axle.

1.2.14.5.3 Air suspension dapat dilengkapi pengangkat sumbu (axle lift) untuk kendaraan yang memungkinkan ini,
sehingga akan menghemat penggunaan BBM, ban dan rem saat muatan kosong.

1.2.14.5.4 Jumlah air suspension yang dilengkapi axle lift harus disesuaikan dengan jumlah minimal sumbu saat
muatan kosong dan diletakan pada posisi sumbu yang sesuai agar pendistribusian berat dapat
merata saat tangki kosong, misal: tangki kapasitas 40 KL dilengkapi satu (1) buah axle lift di posisi paling
depan dari tri-axle pada chassis semi-trailer.

1.2.14.5.5 Axle lift harus menggunakan pengatur otomatis untuk menaikan dan menurunkan axle tergantung beban
muatan.

1.2.14.5.6 Selain pengatur otomatis axle lift juga dipasang tombol manual dalam hal pengontrol otomatis ini gagal
berfungsi. Tombol ini dipasang pada sisi-penumpang dilengkapi kotak penutup dengan diberi label
“KENDALI AXLE-LIFT” warna hitam.

1.2.14.6 Rem trailer mengikuti ketentuan 1.4.5.

1.2.15 Angkutan Jet-A1 (dicadangkan)


(dicadangkan)

Februari 2008 | 41
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.16 Dokumentasi
Setiap tangki baru harus dilengkapi dengan dokumentasi berikut untuk diperiksa oleh PERTAMINA
sebelum tangki boleh dioperasikan.

1.2.16.1 As-built drawing yang menunjukan posisi bulkhead, garis tengah kompartemen, posisi kingpin, dan dimesi
lainnya.

1.2.16.2 Gambar detil untuk ketinggian pusat tangki dalam keadaan kosong dan bermuatan penuh pada setengah
panjang tangki, yang sudah lengkap dengan ban.

1.2.16.3 Sertifikat uji hidrostatis untuk tiap kompartemen dan tangki.

1.2.16.4 Sertifikat torsi (torque) untuk semua baut kingpin, mur roda, baut suspensi, baut U, baut pemasang tangki
dengan sub frame pada semi-trailer dan baut pemasang tangki dengan chassis truk rigid.

1.2.16.5 Sertifikat kalibrasi dan tabel tera untuk semua kompartemen.

1.2.16.6 Sertifikat kelurusan sumbu.

1.2.16.7 Sertifikat uji perlindungan overfill termasuk interlok vapour vent.

1.2.16.8 Sertifikat operasi lampu dan kelistrikan yang menunjukan total beban listrik saat semua lampu
dihidupkan.

1.2.16.9 Sertifikat interlok rem.

1.2.16.10 Sertifikat inspeksi dalam tangki untuk kebersihan kompartmen dan pemipaannya.

1.2.16.11 Pernyataan pabrikan untuk integritas tangki dan valve.

1.2.17 Persyaratan persetujuan-tipe tangki

1.2.17.1 PERTAMINA Kantor Pusat atau badan yang ditunjuk oleh PERTAMINA untuk mengeluarkan sertifikat
terhadap tangki baru yang menerangkan bahwa tipe tangki, termasuk fastening yang diinspeksi
memang sesuai peruntukannya dan memenuhi persyaratan konstruksi tangki 1.2.2 sampai 1.2.8,

Februari 2008 | 42
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

persyaratan fitting dan pemipaan tangki 1.2.9 dan kondisi khusus untuk jenis muatan yang dapat
dibawa.

Sertifikat tersebut menerangkan :


− Hasil pengujian;
− Nomor sertifikat persetujuan-tipe;
− Nomor model tangki;
− Tipe produk/kelompok produk yang diizinkan untuk diangkut. Penulisan tipe produk untuk nama
jenis produk dan nama standar teknis produk, beserta klasifikasinya; − Jumlah jenis produk yang dapat
diangkut sekaligus.

1.2.17.2 Salinan sertifikat persetujuan-tipe yang dilegalisir ini harus tersedia di mobil tangki

1.2.17.3 Jika tangki diproduksi banyak secara serial batch sekaligus tanpa modifikasi, persetujuan-tipe ini dapat
berlaku untuk tangki-tangki tersebut yang diproduksi serial batch atau sesuai prototipenya, sedikit
variasi diperbolehkan sepanjang bukan pada karakteristik vital seperti tekanan dan volume tangki.

1.2.18 Inspeksi dan pengujian

1.2.18.1 Tangki yang telah terpasang lengkap fitting dan aksesorisnya harus menjalani inspeksi awal sebelum
digunakan. Inspeksi ini termasuk:
− Pemeriksaan kesesuaian dengan sertifikat persetujuan-tipe;
− Pemeriksaan terhadap karakteristik desain;
− Pemeriksaan kondisi dalam dan luar tangki;
− Hydraulic pressure test berdasar test pressure yang ditunjukan pelat pada 1.2.18.1; dan −
Leakproofness test dan pemeriksaan kehandalan operasi perlengkapan tangki.

Test pressure untuk uji hydraulic pressure tergantung pada calculation pressure dan minimal harus
sama dengan tabel tekanan di bawah ini :

Calculation pressure Test Pressure


BBM Minimal sesuai dengan persyaratan
umum 1.2.4.2

Februari 2008 | 43
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

Uji hydraulic pressure harus dilakukan untuk tangki secara keseluruhan (sekaligus seluruh
kompartemen) dan juga pengujian terpisah untuk tiap-tiap kompartemen tangki dengan menggunakan
media air atau campuran air dan udara (air over water) minimal dengan tekanan 35 kPa. Test Pressure
diukur dari atas tangki. Sertifikat hasil tes pressure harus disertakan.

Khusus uji hydraulic pressure yang dilakukan untuk tiap kompartemen menggunakan pressure dengan
minimal sama dengan 1,3 kali maksimum tekanan operasi (working pressure).

Leakproofness test harus dilakukan terpisah untuk tiap kompartemen tangki untuk mendeteksi
kebocoran per kompartemen.

1.2.18.2 Tangki dan perlengkapannya harus menjalani inspeksi periodik. Pada inspeksi periodik tersebut harus
termasuk: pemeriksaan visual bagian luar dan dalam, dan hydraulic test pressure (untuk test pressure
pada tangki, jika diperlukan dapat dilakukan juga per kompartemen, lihat 1.2.18.1).

Jangka waktu maksimal untuk inspeksi ini adalah setiap enam (6) tahun sekali.

1.2.18.3 Tes kebocoran untuk tangki dan perlengkapannya dan pemeriksaan kehandalan operasi semua
perlengkapan tangki dilakukan paling tidak setiap tiga (3) tahun sekali.

Untuk tangki yang dilengkapi dengan Pressure/Vacuum vent, tes kebocoran harus menggunakan nilai
pressure test yang sama dengan static pressure dari jenis muatannya.

Untuk keperluan pengujian tangki tanpa Pressure/Vacuum vent valve:


− Jika media penguji yang digunakan adalah cairan, efektif internal pressure yang dipakai pada tangki
minimal sama dengan nilai tertinggi working pressure;
− Jika media penguji yang digunakan adalah gas, maka nilai pressure minimal sama dengan 25% dari
nilai tertinggi working pressure;
− Untuk semua jenis leakproofness test, pressure yang digunakan harus minimal 20 kPa (gauge
pressure).

Leakproofness test harus dilakukan terpisah untuk tiap kompartemen tangki untuk mendeteksi
kebocoran per kompartemen.

1.2.18.4 Ketika tingkat safety dari tangki atau perlengkapannya menurun akibat dari perbaikan, perubahan atau
kecelakaan, atau ditemukan kebocoran, harus dilakukan pemeriksaan khusus.

Februari 2008 | 44
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.2.18.5 Pengujian, inspeksi dan pemeriksaan sesuai dengan 1.2.18.1 sampai 1.2.18.4 harus dilakukan oleh ahli yang
sudah disetujui oleh PERTAMINA. Sertifikat yang dikeluarkan akan menunjukan hasil dari pelaksanaan
hal ini. Sertifikat ini harus mengacu pada daftar jenis produk yang diizinkan untuk diangkut oleh tangki
sesuai dengan 1.2.17.

1.2.18.6 Salinan sertifikat yang dilegalisir ini harus tersedia di mobil tangki

1.2.19 Penandaan pabrik dan hasil uji

1.2.19.1 Setiap tangki harus dipasang pelat logam tahan karat dengan cara dilas pada chassis sisi-penumpang di
tempat yang mudah dilihat saat inspeksi. Berikut informasi minimal yang harus dicetak dengan huruf
tenggelam pada pelat identitas tangki lengkap dengan unit satuannya untuk tiap nilai :
− Nama pabrikan;
− Nomor model;
− Nomor seri produksi;
− Bulan dan tahun produksi;
− Dimensi tangki dalam mm;
− Volume nominal tangki dan volume nominal tiap kompartemen dalam liter (ℓ);
− Nama bahan tangki dan ketebalannya untuk dinding dan partisi kompartemen/bulkhead dalam
mm;
− Temperatur desain jika didesain untuk tahan pada suhu di atas 50⁰C dalam derajat celcius (⁰C);
− Test pressure pada tangki secara menyeluruh dalam kilopascal (kPa) dan test pressure per
kompartemen jika pressure per kompartemen lebih rendah dari pressure tangki dalam kPa;
− Maksimal working pressure dalam kPa dan flow rate dalam liter per menit (l.p.m) saat bongkar dan
muat dengan pressure; dan
− Vacuum pressure external dalam kPa.

1.2.19.2 Informasi berikut harus juga tercetak pada kendaraan pada pelat pengujian yang disediakan khusus:
− Nama perusahaan pemilik kendaraan;
− Nama perusahaan pengelola kendaraan;
− Periode sewa dengan format “bulan/tahun sampai bulan/tahun”;

Februari 2008 | 45
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− Tipe pengujian terakhir dengan format penulisan “UJI AWAL” untuk pengujian awal atau penulisan
“UJI PERIODIK“ untuk pengujian periodik sesuai dengan 1.2.18.1 dan 1.2.18.2 atau penulisan “UJI
LEAKPROOF” untuk leakproofness test sesuai dengan 1.2.18.3 diikuti dengan tanggal pelaksanaan
dengan format : “bulan/tahun”.
CATATAN: jika pada pengujian periodik sudah termasuk leakproofness test, cukup dituliskan “UJI
PERIODIK” saja;
− Test pressure saat pengujian (gauge pressure) dalam kPa;
− Nomor sertifikat pengujian; dan − Identitas
pelaksana pengujian.

BAB 1.3

STANDAR DAN PERSYARATAN TANGKI LPG (dicadangkan)

(dicadangkan)
1.3.1 Lingkup
abc.

1.3.2 Ketentuann
Abc.

BAB 1.4

STANDAR DAN PERSYARATAN KENDARAAN

1.4.1 Lingkup
Persyaratan pada Bab ini hanya berlaku untuk kendaraan prime mover maupun truk rigid berikut:
− Prime Mover 6 x 4
− Prime Mover 6 x 2
− Prime Mover 4 x 2

Februari 2008 | 46
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− Rigid 8 x 4
− Rigid 8 x 2
− Rigid 6 x 4
− Rigid 6 x 2 −
Rigid 4 x 2

yang digunakan untuk mengangkut semua jenis BBM white oil maupun black oil terkait dengan
konstruksi, persetujuan penggunaan dan inspeksi teknis tahunan.

1.4.2 Persetujuan kendaraan


Tipe kendaraan yang dapat disetujui penggunaanya hanyalah kendaraan yang telah memenuhi
ketentuan berikut:
− Pabrikan kendaraan memiliki perwakilan lokal dan layanan purna jual yang baik;
− Tersedia bengkel untuk perbaikan dengan jaminan suplai suku cadang yang memadai sehingga tidak
menggangu kelangsungan operasi;
− Memenuhi semua persyaratan pada Bab ini; dan
− Lulus uji kendaraan melalui keur oleh dinas perhubungan.

1.4.2.1 Ketentuan umum


Sebelum dapat dioperasikan, setiap kendaraan prime mover atau truk rigid lengkap dengan tangkinya
harus diperiksa untuk pertama kalinya oleh PERTAMINA sesuai dengan persyaratan administratif dari
Bab ini untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan teknis dari 1.4.4 sampai 1.4.13 dan semua
persyaratan dan ketentuan pemerintah yang berlaku.

PERTAMINA dapat membebaskan dari inspeksi awal untuk prime mover sesuai dengan 1.4.2.2 yang
mana pabrikan atau agen resminya sudah mempunyai pernyataan kesesuaian terhadap persyaratan
teknis dari 1.4.4 sampai 1.4.13 dan semua persyaratan dan ketentuan pemerintah yang berlaku.

Pernyataan kesesuaian dari kendaraan prime mover ini harus disertifikasi dengan pengeluaran
sertifikat persetujuan-tipe sesuai dengan 1.4.3.

1.4.2.2 Persyaratan untuk persetujuan-tipe kendaraan


Atas permintaan pabrikan kendaraan atau agen tunggal pemegang Merk, kendaraan prime mover yang
akan digunakan untuk tangki semi-trailer, sesuai 1.4.2.1 dapat dimintakan sertifikasi untuk
persetujuan-tipe oleh PERTAMINA Kantor Pusat atau badan yang ditunjuk oleh PERTAMINA. Dengan

Februari 2008 | 47
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

sertifikat persetujuan-tipe yang dikeluarkan mengacu pada ketentuan 1.4.4 sampai 1.4.13 yang
bersesuai dan selama kendaraan yang diberi persetujuan-tipe tidak dilakukan modifikasi yang dapat
menghilangkan keabsahan sertifikasi.

Untuk kendaraan yang diproduksi banyak secara serial batch sekaligus tanpa modifikasi,
persetujuantipe ini dapat berlaku untuk kendaraan-kendaraan tersebut yang diproduksi serial batch
atau sesuai prototipenya, sedikit variasi diperbolehkan sepanjang bukan pada karakteristik vital seperti
sistem pengereman dan tenaga mesin.

1.4.2.3 Inspeksi teknis tahunan


Kendaraan untuk angkutan BBM harus diinspeksi teknis setiap tahunnya di lokasi operasi tempat Merka
terdaftar untuk memastikan kendaraan tersebut memenuhi syarat dan peraturan keselamatan yang
ditetapkan agar laik pakai.

Kendaraan yang dapat memenuhi inspeksi teknis tahunan ini akan disertifikasi baik dengan
perpanjangan jangka waktu masa berlaku sertifikat persetujuan yang sudah ada atau dengan
mengeluarkan sertifikat persetujuan baru sesuai dengan 1.4.3.

Inspeksi teknis tahunan ini juga termasuk memeriksa pelaksanaan uji berkala kendaraan sesuai
ketentuan Dinas Perhubungan.

1.4.3 Sertifikat persetujuan operasi kendaraan

1.4.3.1 Pemenuhan persyaratan untuk kendaraan angkutan BBM dengan persyaratan pada Bagian ini terikat
terhadap sertifikat persetujuan yang dikeluarkan oleh PERTAMINA untuk tiap kendaraan yang lulus
inspeksi dengan hasil baik atau sudah mempunyai sertifikat persetujuan sebelumnya sesuai dengan
ketentuan 1.4.2.1.

1.4.3.2 Sertifikat persetujuan yang sudah dikeluarkan oleh suatu lokasi operasi tempat kendaraan mobil tangki
tersebut terdaftar harus diterima oleh lokasi operasi lainnya sepanjang masa berlakunya belum habis,
sebagai contoh jika ada pengalihan suplai atau konsinyasi.

1.4.3.3 Sertifikat persetujuan harus mempunyai bentuk yang sama seperti pada 1.4.3.5 dengan ukuran kertas A4
berwarna putih, dengan kedua sisi depan dan belakang dapat digunakan.

Februari 2008 | 48
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.3.4 Masa berlaku sertifikat persetujuan ini tidak boleh lebih dari satu (1) tahun setelah tanggal inspeksi
kendaraan. Waktu pemeriksaan berikutnya dilakukan berdekatan saat tanggal terakhir masa berlaku
habis. Ketentuan masa berlaku sertifikat ini hanya untuk kendaraan, bukan untuk inspeksi tangki.

1.4.3.5 Model sertifikat persetujuan untuk penggunaan kendaraan.

SERTIFIKAT PERSETUJUAN OPERASI KENDARAAN


ANGKUTAN BAHAN BAKAR MINYAK PERTAMINA

Sertifikat ini menerangkan bahwa kendaraan di bawah ini telah memenuhi semua persyaratan sesuai dengan
Volume-1 Manajemen Kendaraan - Panduan Angkutan Mobil Tangki PERTAMINA.
1. No. Sertifikat: 2. Pabrik kendaraan: 3. No. blok mesin: 4. No. pelat kendaraan (jika ada):

5. Nama dan alamat perusahan pemilik atau operator:

6. Deskripsi kendaraan:

Tahun pembuatan:
Tenaga mesin:
Jumlah axle:
Axle air suspension dan posisi:
Axle lift dan posisi:
7. Peruntukan angkutan mobil tangki: (coret yang tidak perlu)

SPBU Industri (Franco) SPBE Lainnya……………………..


8.Sistem pengereman : (coret yang tidak perlu)

Full air Full Air over Hydrolic ABS …………………………….. EBS ………………………..….
9. Deskripsi untuk tangki rigid:

Pabrikan tangki:
Nomor persetujuan tangki:
Nomor seri tangki:
Bahan tangki:
Konfigurasi kompartemen:

Februari 2008 | 49
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

10. Angkutan produk BBM:


Kendaraan memenuhi persyaratan untuk pengangkutan produk sesuai dengan peruntukan pada No.7

Premium Kerosene Solar Jet-A1/Avtur Pertamax Pertamax Plus Lainnya ………..…

Hanya produk yang tidak menimbulkan reaksi berbahaya untuk bahan tangki, epicoat (jika ada), gasket dan perlengkapan yang boleh
diangkut.
11. Keterangan:

12. Berlaku sampai:

stempel

Tempat, Tanggal, Tanda tangan

13. Perpanjangan:

Februari 2008 | 50
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

Diperpanjang sampai Stempel, Tempat, Tanggal dan Tanda tangan

Februari 2008 | 51
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

CATATAN: Sertifikat ini harus dikembalikan ke lokasi PERTAMINA tempat sertifikat ini dikeluarkan apabila:
kendaraan sudah tidak dipergunakan lagi; kendaraan dipindah tangankan; berganti operator atau pemilik;
sebagaimana pada No. 5; habis masa berlakunya sertifikat ini; atau jika ada perubahan penting pada karakteristik
kendaraan.
1.4.4 Perlengkapan kelistrikan

1.4.4.1 Ketentuan umum


Semua peralatan listrik atau lampu tidak boleh dipasang dekat pada fitting tangki yang dapat
mengeluarkan vapour dengan jarak kurang dari 1 meter kecuali memenuhi ketentuan 1.4.11.

1.4.4.2 Perkabelan

1.4.4.2.1 Kabel harus menggunakan konduktor yang jenisnya sesuai untuk besaran arus listrik yang akan melewati
agar terhindar dari kelebihan panas. Konduktor harus terisolasi dengan baik.

1.4.4.2.2 Kabel harus dipasang kencang dengan posisi agar konduktor terlindung dari kerusakan akibat tekanan
mekanis ataupun panas serta diikat dengan rapi agar tidak menggantung.

1.4.4.2.3 Rangkaian berikut harus menggunakan relay untuk mencegah kelebihan beban pada kabel :
− Lampu utama (main beam);
− Lampu depan (driving lights);
− Lampu kabut;
− Lampu belok pada depan belakang dan samping kendaraan;
− Lampu belakang kendaraan dan tangki ; −
Lampu samping, termasuk pada trailer; −
Lampu bongkar/muat jika ada.

1.4.4.2.4 Semua rangkaian harus dilindungi dengan sekering atau circuit breaker tipe manual reset dengan kapasitas
yang sesuai, diletakan di dalam kabin atau kotak tahan api dan ditandai/diberi label dengan jelas,
kecuali berikut ini :
− dari baterai ke sistem start dan stop mesin;
− dari baterai ke alternator;
− dari alternator ke kotak sekering atau circuit breaker;
− dari baterai ke motor starter;

Februari 2008 | 52
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− dari baterai ke power kontrol dari EBS jika sistem ini menggunakan listrik atau elektromagnetik; −
dari baterai ke mekanisme kontrol pengangkat axle.

1.4.4.3 Sakelar master (Safety switch)

1.4.4.3.1 Kendaraan harus dipasangi Sakelar master untuk memutus aliran listrik utama dari baterai/aki yang
dipasang sedekat mungkin ke baterai. Jika tipe sakelar yang digunakan adalah tipe satu kutub, sakelar
ini harus dipasang pada jalur listrik hidup (live), bukan pada jalur massa/bumi.

1.4.4.3.2 Sakelar master ini untuk menghidup/matikan seluruh rangkaian listrik dari baterai, kecuali pada rangkaian
listrik yang terus hidup seperti 1.4.4.7.

1.4.4.3.3 Sakelar master dipasang pada dash board di dalam kabin. Sakelar ini harus dapat dengan mudah dicapai
saat terjadi kondisi gawat dan diberi tanda/label dengan jelas untuk pembedaan. Sakelar ini harus
terlindung dari pengoperasian yang tidak disengaja, baik dengan cara:
− menambahkan pelindung penutup; atau
− menggunakan sakelar dengan dua kali penggerakan; atau −
dengan cara lainnya.

1.4.4.3.4 Sakelar master ini harus mempunyai penutup dengan tingkat perlindungan IP-65.

1.4.4.3.5 Sambungan kabel pada sakelar master harus dengan tingkat perlindungan IP-54. Namun, hal ini tidak perlu
jika sambungan ini berada pada kotak pelindung. Kondisi ini sudah cukup melindungi sambungan dari
hubungan singkat, misal dengan menggunakan tutup karet.

1.4.4.4 Baterai

1.4.4.4.1 Baterai (aki dan baterai kering lainnya) menggunakan sistem kelistrikan 24 volt atau kombinasi serial 12
volt x 2 dengan massa (pembondingan) pada chassis. Jika ada peralatan yang bekerja pada 12 volt,
maka dapat diganti atau disediakan peralatan penurun tegangan.

1.4.4.4.2 Terminal baterai harus diisolasi dengan penutup terminal baterai tipe heavy duty dan tahan cuaca.

Februari 2008 | 53
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.4.4.3 Baterai dapat diletakkan di bawah kap mesin untuk kendaraan (model kabin di belakang mesin). Jika
baterai tidak diletakan di bawah kap mesin, baterai dapat diletakan dalam kotak berventilasi di
belakang kabin pada sisi-pengemudi.

1.4.4.4.4 Jika tutup kotak terbuat dari logam, tutup harus cukup kuat untuk menahan beban tubuh minimal 120 kg
sehingga jika terinjak tidak akan melengkung yang mungkin dapat mengakibatkan menyentuh terminal
baterai.

1.4.4.5 Lampu
Lampu yang digunakan pada mobil tangki menggunakan tegangan 24 volt.

1.4.4.5.1 Semua bola lampu yang terletak di belakang/setelah kabin dan bola lampu yang dipasang di tangki tidak
boleh menggunakan bola lampu dengan soket tipe ulir.

1.4.4.5.2 Kendaraan harus dilengkapi dengan lampu kabut yang dipasang pada sisi kiri dan sisi kanan bagian depan
kendaraan.

1.4.4.5.3 Lampu belok, lampu belakang kendaraan dan lampu mundur dipasang pada sisi kiri dan kanan bumper
belakang kendaraan.

1.4.4.5.4 Untuk alasan keselamatan dipasang lampu belakang tambahan seperti pada 1.4.4.5.3 secara paralel pada
sisi kiri-atas dan kanan-atas bagian belakang tangki dengan penempatan pada kiri dan kanan
sejauh mungkin menunjukan lebar tangki. Pada bawah setiap lampu tambahan ini juga dipasang stiker
pendar bergaris diagonal merah-putih sebagai fitur keselamatan tambahan seukuran lampu.

1.4.4.5.5 Lampu samping dipasang pada kedua sisi tangki dengan ketinggian kira-kira 1,5 meter dari atas jalan dan
spasi jarak maksimal tiga (3) meter, jika panjang tangki kurang dari tiga meter, minimal dipasang satu
(1) buah lampu samping pada tengah-tengah kedua sisi tangki.

1.4.4.5.6 Lampu samping dari tipe lampu ganda, kedua-duanya warna oranye, lampu atas digunakan sebagai lampu
samping saat malam dan lampu bawah difungsikan sebagai lampu belok tambahan. Juga dapat tetap
menggunakan tipe lampu tunggal dengan mekanisme lampu samping digunakan saat malam namun
akan menjadi berkedip jika membelok dengan menggunakan relay tambahan.

1.4.4.5.7 Susunan dan warna lampu kendaraan disesuaikan dengan peraturan lalu lintas yang berlaku yaitu:

Februari 2008 | 54
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− Lampu mundur – warna putih;


− Lampu rem – warna merah; −
Lampu belok – warna oranye; dan
− Lampu belakang – warna merah.

1.4.4.5.8 Kendaraan harus dilengkapi dengan lampu rotator tanda bahaya berwarna kuning yang ditempatkan di
atas kabin.

1.4.4.5.9 Jika diperlukan, kendaraan dapat dilengkapi dengan lampu bongkar/muat untuk operasi malam yang
dipasang pada sisi kiri-atas Panel valve untuk penerangan Bottom-loading adaptor. Lampu
bongkar/muat dan sakelarnya harus dari jenis flame-proof.

1.4.4.5.10 Lampu belakang pada kendaraan serta lampu belakang pada tangki di bagian atas dan bawah harus
dipasang teralis dengan mur-baut untuk perlindungan dari benturan dan pengerusakan, teralis untuk
dicat warna putih.

1.4.4.6 Perlengkapan listrik lainnya

1.4.4.6.1 Alternator kendaraan yang digunakan harus dari tipe brushless. Pada kendaraan yang dipasangi PTO
pastikan bahwa ukuran alternator dapat mencukupi untuk operasi tambahan pada kecepatan diam
tanpa mempengaruhi kinerja baterai.

1.4.4.6.2 Kendaraan harus dilengkapi dengan buzzer sebagai bunyi peringatan saat pergerakan mundur dan
dihubungkan dengan lampu mundur di bagian belakang yang aktif saat gigi mundur dipasang.

1.4.4.6.3 Kendaraan harus dilengkapi dengan sensor terguling (roll-over sensor) yang dipasang pada chassis sebagai
sakelar master tambahan yang menginterface baterai, lihat 1.4.4.3. Dalam hal kendaraan terguling,
sensor ini otomatis memutuskan aliran listrik utama dari baterai dan mematikan mesin.

1.4.4.7 Rangkaian listrik yang terus hidup


(a) Semua bagian dari instalasi listrik termasuk jalur utama (lead) yang terus hidup ketika sakelar
master dimatikan, harus sesuai untuk area berbahaya (hazardous area). Perlengkapan untuk ini
harus memenuhi ketentuan umum dari IEC 60079 “electrical apparatus for explosive gas

Februari 2008 | 55
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

atmosphere” bagian 0 dan 142 dan persyaratan tambahan dari IEC 60079 bagian 1, 2, 5, 6, 7, 11,
15 atau 183;
(b) Untuk penerapan IEC 60079 bagian 14 4, dilakukan klasifikasi berikut:
Peralatan listrik yang hidup permanen termasuk jalur (lead) tidak termasuk 1.4.4.3 dan 1.4.4.4
harus memenuhi persyaratan untuk Zone 1 untuk peralatan listrik secara umum atau memenuhi
persyaratan untuk Zona 2 untuk peralatan listrik yang diletakan di kabin pengemudi. Persyaratan
ini untuk explosion group IIC, temperature class T6 (maksimal batas suhu 85°C) harus terpenuhi,
lihat 1.4.11.

Namun, untuk perlengkapan listrik yang hidup permanen yang dipasang pada lingkungan dimana
panas yang dihasilkan melebihi temperature class T6 (maksimal batas suhu 85°C), klasifikasi
temperatur dari peralatan listrik ini harus memenuhi paling tidak temperature class T4 (maksimal
batas suhu 135°C);
(c) Jalur suplai untuk peralatan listrik yang hidup permanen harus memenuhi ketentuan IEC 60079,
bagian 7 “Increased safety” dan dilindungi dengan sekering atau automatic circuit breaker yang
diletakan sedekat mungkin dengan catu daya, atau dalam hal “perlengkapan yang intrinsically
safe” harus dilindungi dengan safety barrier diletakan sedekat mungkin dengan catu daya.

1.4.4.8 Instalasi kelistrikan di belakang kabin


Seluruh instalasi kelistrikan baik kabel, sambungan dan lampu yang berada di belakang/setelah kabin
termasuk pada tangki, harus dirancang, dibuat dan dilindungi agar tidak menimbulkan penyalaan
(ignition) atau hubungan singkat dalam kondisi pengoperasian kendaraan secara normal.

Resiko ini juga dapat diminimalkan dalam hal terjadi benturan atau perubahan bentuk (deformation),
yang secara khusus :

1.4.4.8.1 Perkabelan yang diletakan dibelakang kabin pengemudi harus dilindungi terhadap benturan, abrasi dan
gesekan selama pengoperasian kendaraan secara normal misal dengan selubung PVC.

Contoh perlindungan yang sesuai ada pada gambar 1, 2, 3 dan 4 di bawah ini, namun kabel sensor anti-
lock braking system tidak membutuhkan perlindungan tambahan.

2
persyaratan bagian 14 IEC 60079 tidak mendahului dari persyarat-persyaratan pada Bagian ini atau NFPA 70 article 500
3
Sebagai alternatif, persyaratan umum dari EN 50014 dan persyaratan tambahan dari EN 50015, 50016, 50017, 50018,
50019, 50020, 50021 atau 50028 dapat digunakan. Atau NFPA 70 article 500
4
persyaratan bagian 14 IEC 60079 tidak lebih mutlak dari persyarat-persyaratan pada Bagian ini

Februari 2008 | 56
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Februari 2008 | 57
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.4.8.2 Sambungan listrik antara kendaraan dan tangki harus mempunyai tingkat perlindungan minimal IP-54
dan dirancang untuk mencegah terlepas secara tidak sengaja.

1.4.4.8.3 Sambungan listrik antara kendaraan dan tangki semi-trailer harus menggunakan konektor ISO seperti pada
1.2.14.1 dan ditempatkan lebih ke samping mengarah ke sisi-pengemudi untuk lebih memberikan ruang
gerak bagi operator jika naik ke belakang kabin.

1.4.5 Perlengkapan pengereman

1.4.5.1 Ketentuan umum

1.4.5.1.1 Kendaraan rigid dan prime mover harus dilengkapi dengan alat pengereman yang handal, meliputi:
(a) Rem operasi; (b)
Rem parkir; dan
(c) Rem tambahan.

1.4.5.1.2 Sistem pengereman kendaraan yang digunakan direkomendasikan full air system.

1.4.5.1.3 Setiap kendaraan harus dipasang buzzer peringatan atau indikator untuk tekanan udara rendah, yang
dipasang untuk beroperasi pada 50% tekanan maksimal udara.

1.4.5.1.4 Pada posisi mesin rendah/diam, sistem harus mempunyai cukup kapasitas udara untuk dapat melakukan
tujuh (7) kali pengereman dengan jarak lima detik, tanpa buzzer tekanan udara rendah terpicu.

1.4.5.2 Sistem pengereman ABS dan EBS

Februari 2008 | 58
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.5.2.1 Jika peraturan perundangan sudah mewajibkan penggunaan sistem pengereman ABS maka sistem
pengereman ABS wajib dipasang baik pada kendaraan maupun semi-trailer.

1.4.5.2.2 Pada trailer, sistem pengeremean ABS yang dipasang adalah untuk minimal empat (4) roda trailer.

1.4.5.2.3 Sistem pengereman EBS yang lebih baik boleh digunakan untuk menggantikan ABS.

1.4.5.3 Ketentuan rem pada kendaraan rigid

1.4.5.3.1 Uji efesiensi pengereman kendaraan rigid dengan muatan penuh menggunakan brake deceleration meter
yang dicatat hasilnya. Hasil pengujian harus menunjukan kelurusan jarak pengereman yang masih dapat
diterima tanpa koreksi setir yang berlebihan.

1.4.5.3.2 Jika brake retardation meter tidak tersedia, uji efesiensi rem kendaraan dilakukan di jalan yang kering. Rem
pada kendaraan dengan muatan penuh harus mempunyai kemampuan berhenti dari 35 km/jam dalam
jarak 16,5 meter dari titik pengereman.

1.4.5.3.3 Uji operasi rem parkir kendaraan rigid dengan muatan penuh dengan memparkir kendaraan pada jalan
tanjakan dan turunan 14%, kendaraan harus tetap diam pada gigi netral.

1.4.5.4 Ketentuan rem pada kombinasi prime mover dan tangki semi-trailer

1.4.5.4.1 Tangki semi-trailer dilengkapi dengan rem udara (tipe S cam brake atau Z cam brake) dipasang dengan
spring brake minimal untuk satu sumbu pada sumbu tandem, dan dipasang minimal untuk dua sumbu
pada sumbu tri-axle.

1.4.5.4.2 Untuk sistem pengereman full air, timer pembangkit tekanan harus dipasang di bagian paling belakang
trailer brake booster, dengan kendali start dipasang pada rem pedal prime mover.

1.4.5.4.3 Waktu pengereman harus diuji untuk memastikan rem pada trailer aktif sesaat sebelum rem setir dan rem
sumbu penggerak pada prime mover aktif.

1.4.5.4.4 Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tekanan 414 kPa (60 psi) dicatat sampai 2 desimal dibelakang
koma, yang diulangi untuk rem setir dan rem sumbu penggerak. Beda waktu maksimal antara rem

Februari 2008 | 59
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

trailer mencapai 414 kPa (60 psi) dan rem setir mencapai 414 kPa (60 psi) tidak lebih dari 0,02 detik,
dan rem penggerak tidak lebih dari 0,01 detik setelah rem setir.

1.4.5.4.5 Uji efesiensi rem kendaraan dengan muatan penuh menggunakan brake retardation meter dan dicatat
hasilnya. Hasil pengujian harus menunjukan kelurusan jarak pengereman yang masih dapat diterima
tanpa koreksi setir yang berlebihan

1.4.5.4.6 Jika brake retardation meter tidak tersedia, uji efesiensi rem kendaraan dilakukan di jalan yang kering. Rem
pada kendaraan dengan muatan penuh harus mempunyai kemampuan berhenti dari 35 km/jam dalam
jarak 16,5 meter dari titik pengereman.

1.4.5.4.7 Uji operasi rem parkir kendaraan dengan muatan penuh dengan memparkir kendaraan pada jalan tanjakan
dan turunan 14% kendaraan harus tetap diam pada gigi netral.

1.4.6 Pencegahan resiko kebakaran atau penyalaan sendiri


Setiap komponen mesin, knalpot atau bagian dan peralatan lainnya yang mengeluarkan panas,
termasuk bagian bawah chassis kendaraan ataupun trailer harus dilindungi dari kemungkinan percikan
atau tetesan muatan untuk menjamin tidak terjadi kontak dengan bagian panas yang dapat mencapai
suhu yang cukup untuk menyebabkan penyalaan sendiri dari muatan yang dibawa.

1.4.6.1 Pencegahan terhadap resiko kebakaran atau penyalaan pada kabin kendaraan

1.4.6.1.1 Kabin kendaraan terbuat dari logam atau bahan yang tidak mudah terbakar.

1.4.6.1.2 Untuk kabin sesuai 1.4.6.1.1 namun terdapat bagian seperti jendela kaca di belakang kabin, maka jendela
kaca ini harus dari jenis safety glass tahan api dengan frame yang juga tahan api. Jika tidak, maka
jendela ini harus ditutup dengan pelindung logam.

1.4.6.1.3 Jika keseluruhan badan kabin tidak memenuhi 1.4.6.1.1 maka harus ditambahkan perisai terbuat dari
logam atau bahan tahan api lainnya selebar penampang depan tangki yang diletakan di belakang kabin
antara kabin dan dinding tangki sebagai pelindung kabin.

1.4.6.1.4 Harus ada jarak/ruang kosong minimal 150 mm antara titik terluar dinding kepala/bulkhead depan tangki
dengan kabin atau pelindung kabin.

Februari 2008 | 60
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.6.1.5 Semua komponen/aksesoris mesin pada belakang kabin harus diberi penutup pelindung/platform untuk
melindungi dari kemungkinan terinjak saat operator naik turun, dipasang dengan mur-baut.

1.4.6.1.6 Pemantik api dalam kabin kendaraan harus dilepaskan dan ditutup.

1.4.6.1.7 Di dalam kabin dipasang stiker peringatan “DILARANG MEROKOK” seperti pada 1.1.5.5.

1.4.6.2 Pencegahan terhadap resiko kebakaran atau penyalaan pada mesin

1.4.6.2.1 Mesin penggerak kendaraan harus diletakan sedemikian rupa dan diberi pelindung untuk menghindari
bahaya penyalaan (ignition) terhadap muatan melalui panas yang ditimbulkan mesin.

1.4.6.2.2 Bagian blok mesin yang panas dan komponen penting lainnya harus diberi pelindung agar terhindar dari
kemungkinan terinjak operator atau terkena muatan sehingga dapat menimbulkan kerusakan atau
penyalaan.

1.4.6.3 Pencegahan terhadap resiko kebakaran atau penyalaan pada sistem pembuangan gas bakar

1.4.6.3.1 Sistem pembuangan gas bakar (termasuk pipa knalpot) harus diarahkan berlawanan dengan sisi
bongkar/muat produk (diarahkan ke sisi-pengemudi) dan pembuangan gas bakar tidak boleh melalui
bagian bawah tangki produk untuk melindungi dan menghindari bahaya terhadap muatan melalui
panas atau penyalaan.

1.4.6.3.2 Bagian-bagian dari sistem pembuangan gas bakar tidak boleh berada langsung di bawah tangki bahan
bakar own-use. Jika ada bagian sistem pembuangan karena batasan konstruksi harus terletak didekat
samping tangki bahan bakar own-use, maka jarak aman minimalnya adalah 100 mm dan harus
dipasangi pelindung panas untuk mencegah percikan/tetesan muatan menyentuh bagian panas.

1.4.6.3.3 Semua bagian dari sistem pembungan gas bakar yang berada di belakang kabin harus dipasangi pelindung
untuk mencegah percikan/tetesan muatan menyentuh bagian panas.

1.4.6.3.4 Jika kendaraan beroperasi di area dengan explosive atmosphere seperti di depot PERTAMINA atau SPBU,
sistem gas buang kendaraan harus dilengkapi dengan flame trap.

Februari 2008 | 61
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.6.4 Pencegahan terhadap resiko kebakaran atau penyalaan pada ABS/EBS


Kendaraan yang dilengkapi dengan sistem pengereman ABS/EBS yang menghasilkan suhu tinggi yang
jika dipasang dibalik dinding belakang kabin pengemudi harus dilengkapi dengan perisai panas,
diletakan antara sistem dengan tangki untuk menghindari semua sumber panas, bahkan sumber panas
lokal dari ABS/EBS terhadap dinding tangki.

Sebagai tambahan, perisai panas tersebut juga harus melindungi sistem pengereman terhadap
kemungkinan bocoran baik dari air maupun muatan.

1.4.7 Ketentuan tambahan


Sebagai tambahan untuk kelaikan kendaraan yang mengatur mengenai penempatan tangki,
perlengkapan dan aksesoris pada kendaraan.

1.4.7.1 Kinerja mesin

1.4.7.1.1 Mesin kendaraan harus mempunyai cukup tenaga dalam PS tidak boleh kurang dari:

Rasio minimal 7,5 HP per ton JBI 5 untuk density muatan tertinggi yang boleh dimuati. Tenaga mesin
harus ditambah untuk rute yang melalui medan berat sehingga mampu berjalan dengan lancar.

Direkomendasikan menggunakan rasio 8 HP per ton JBI, untuk operasi angkutan jarak pendek dengan
jalan cukup rata dan rasio 10 HP per ton JBI, untuk operasi angkutan jarak jauh, kondisi jalan yang
kurang baik dan/atau banyak tanjakan.

1.4.7.1.2 Tenaga mesin harus cukup untuk mencapai minimal kecepatan tertinggi 85 km/jam ketika dimuati penuh
pada jalan lurus yang rata.

1.4.7.1.3 Mesin kendaraan digunakan adalah mesin penyalaan dengan kompresi (diesel). Mesin kendaraan yang
digunakan harus memenuhi ketentuan ambang batas emisi gas buang minimal euro-2 dan wajib
dilakukan pengujian emisi berkala sesuai dengan peraturan Lingkungan Hidup 6.

5
SK Perhubungan Darat no.402/4/5/DRJD/2002
6
Kepmen Menteri Negara Lingkungan Hidup no.141 tahun 2003

Februari 2008 | 62
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.7.1.4 Kapasitas tangki BBM own use adalah minimal 150 liter.

1.4.7.2 Kelengkapan lainnya

1.4.7.2.1 Steering kendaraan dengan hydraulic power steering.

1.4.7.2.2 Kendaraan harus dilengkapi dengan kompresor untuk suplai udara dengan kapasitas minimal 425 cm³ (15
ft³) per menit.

1.4.7.2.3 Saringan udara kendaraan harus dilengkapi dengan indikator kondisi saringan udara.

1.4.7.2.4 Jika ketinggian tangki saat kosong lebih dari 300 mm dihitung dari atap kabin, maka kendaraan dilengkapi
wind deflector. Wind deflector dibuat dari fiber dengan rangka besi, dicat warna merah PERTAMINA,
lihat 1.1.5.6;

1.4.7.2.5 Dipasang bumper depan bawah kabin. Bumper depan dibuat dari fiber dengan rangka besi, dicat warna
merah PERTAMINA, lihat 1.1.5.6;

1.4.7.2.6 Kursi awak kendaraan harus dilengkapi dengan sabuk pengaman. Jika ada kursi pada tengah kabin, kursi
tengah ini harus dilepas untuk tidak memberikan kesempatan menumpang.

1.4.7.2.7 Untuk akses ke area belakang kabin kendaraan, dibuatkan tangga pijakan dan pegangan tangan untuk naik
dari sisi-penumpang. Pegangan ini harus dipasang pada belakang kabin, tidak boleh pada tangki. Tangga
pijakan yang dipasang sekaligus sebagai pelindung samping kendaraan sisipenumpang yang
menyesuaikan ketentuan 1.2.8.9.2, 1.2.8.9.3, 1.2.8.9.4 dan 1.4.10.2.

1.4.7.2.8 Semua kaca depan dan kaca jendela kabin harus dari kaca safety.

1.4.7.2.9 Jika kendaraan dilengkapi PTO, pada dash board dalam kabin harus terdapat alat kontrol PTO dan lampu
indikator PTO aktif.

1.4.7.3 GPS-GSM dan electronic seal (eSeal)

1.4.7.3.1 Untuk monitoring pengawasan posisi mobil tangki dapat dipasang peralatan GPS-GSM di dalam kabin.
Keharusan pemasangan alat ini mengikuti peraturan PERTAMINA di lokasi operasi setempat.

Februari 2008 | 63
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.7.3.2 Untuk sistem penyegelan digunakan electronic seal (eSeal), yang dipasang melindungi Bottomloading
adapter dan manhole, eSeal dikategorikan sebagai peralatan untuk explosive atmosphere dan sebagai
peralatan yang terus hidup, lihat 1.4.11.

1.4.7.3.3 Persyaratan pemasangan peralatan GPS-GSM dan eSeal harus sesuai dengan ketentuan 1.4.4 dan
1.4.11 serta tambahan ketentuan 1.2.14.1 untuk kendaraan semi-trailer.

1.4.7.4 Alat pembatas kecepatan


Kendaraan harus dilengkapi dengan alat pembatas kecepatan pada mesin. Alat ini harus dipasang
sehingga kecepatan kendaraan tidak dapat melebihi 80 km/jam. Atau dilengkapi dengan alat pencatat
perjalanan.

Catatan: Kecepatan operasi normal kendaraan di jalan adalah maksimal 70 km/jam dan pada jalan tol
80 km/jam, jika ditentukan oleh pihak berwenang aturan batasan kecepatan maka harus mengikuti
aturan tersebut.

1.4.7.5 Velg dan Ban

1.4.7.5.1 Velg/rim untuk mobil tangki menggunakan ukuran velg yang sesuai dengan jenis ban yang dipakai.

1.4.7.5.2 Ban yang digunakan adalah dari tipe Tubeless Radial regroveable (ban dari tipe yang dedesain dapat
divulkanisir) untuk semua posisi ban kendaraan termasuk untuk trailer.

1.4.7.5.3 Ban dari tipe yang dapat melepas muatan listrik statis yang timbul.

1.4.7.5.4 Pemilihan ukuran ban harus sesuai untuk beban dan posisi ban dengan ukuran minimal 11.00 dengan
jumlah ply rating minimal adalah 16-PR.

1.4.7.5.5 Pemilihan pola telapak ban harus sesuai dengan peruntukan rute operasi kendaraan, meliputi:
− Jalan aspal mulus, menggunakan pola telapak tipe rib;
− Jalan tanah lunak, menggunakan pola telapak tipe lug;
− Jalan berbatu, menggunakan pola telapak tipe lug-rib;

Februari 2008 | 64
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− Jalan aspal, aspal tidak rata dan tanah menggunakan pola telapak tipe lug-rib; dan −
Segala medan menggunakan pola telapak tipe block.

1.4.7.5.6 Pada ban harus tampak keterangan dari pabrik mengenai jumlah lapisan ban, beban maksimum ban
(satuan kg atau lbs) pada tekanan udara maksimal ban saat dingin (satuan kPa atau psi) untuk kombinasi
satu ban atau ban ganda. Ban yang digunakan dari pabrikan yang mempunyai reputasi terpercaya.

1.4.7.5.7 Semua ban yang digunakan pada sumbu yang sama harus mempunyai pola telapak yang sama atau sangat
mirip. Mempunyai ukuran, tipe, ketinggian dan ply-rating dan tekanan angin yang sama untuk
memastikan pembagian beban yang sama.

1.4.7.5.8 Ban pada sumbu kemudi (steer axle) harus menggunakan ban baru bukan dari vulkanisir dengan ukuran
minimal 11.00 x 20. Setelah pemasangan harus harus dilakukan penyeimbangan (balancing).

1.4.7.5.9 Ban yang digunakan pada sumbu ganda atau sumbu tri-axle tidak boleh saling bersentuhan dengan ban
lain didepan atau dibelakangnya.

1.4.7.5.10 Umur pakai ban adalah sampai kedalaman profil telapak (thread) tinggal dua (2) mm, kecuali untuk ban
pada sumbu kemudi adalah sampai kedalamn profil telapak tinggal tiga (3) mm.

1.4.7.5.11 Ban tipe regroveable maksimal boleh dua (2) kali divulkanisir. Ban hasil vulkanisir ini hanya boleh
digunakan sebagai kombinasi ganda (sumbu dengan ban tandem) dan tidak boleh digunakan untuk
sumbu kemudi.

1.4.7.5.12 Semua pentil ban harus diberi penutup dari logam, dianjurkan tutup pentil bentuk hexagon.

1.4.7.5.13 Pada tiap fender ban dipasang stiker atau pelat informasi mengenai tekanan angin ban (dalam satuan kPa
dan psi) yang direkomendasikan pabrik.

1.4.7.5.14 Kendaraan juga harus membawa minimal satu (1) buah ban cadangan untuk truk rigid dan minimal dua
(2) buah ban cadangan untuk kendaraan trailer. Tekanan angin untuk ban cadangan sedikit di atas
standar.

Februari 2008 | 65
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.7.5.15 Pada mobil tangki harus disediakan tempat menyimpan ban cadangan ini dengan letak yang tidak
mengganggu operasi maupun keselamatan pada kendaraan, mudah untuk dikeluarkan serta terpasang
aman.

1.4.7.5.16 Dipasang juga tempat menyimpan kerucut pengaman lengkap dengan kunci penutup, minimal untuk
dapat menampung empat (4) kerucut pengaman, lihat 1.4.13.3.

1.4.7.6 Penggandengan dan pemasangan tangki

1.4.7.6.1 Penggandengan untuk tangki semi-trailer dengan prime mover menggunakan mekanisme kingpin dan fifth-
wheel, kingpin yang digunakan 2” minimal kelas D.

1.4.7.6.2 Pemasangan tangki ke chassis kendaraan rigid disesuaikan dengan manual kendaraan dari pabrikan dan
dirancang harus mampu menahan tegangan/stres statis dan dinamis dalam kondisi normal saat operasi,
dan stress minimum sebagaimana didefinisikan pada 1.2.2.6.

1.4.7.6.3 Titik-titik pemasangan harus pada bagian bawah pembatas kompartemen dan/atau baffle tangki untuk
penyerapan stres benturan.

1.4.7.6.4 Titik pemasangan tangki depan pada chassis harus dirancang untuk dapat menahan pergerakan tangki
kearah depan akibat tabrakan dari arah depan.

1.4.7.6.5 Titik pemasangan tangki depan pada chassis dipasang dengan baut kaku (bolted rigid), sedangkan titik-titik
pemasangan lainnya dengan baut dan per kompresi heavy duty, dan baut dikencangkan dengan
maksimum per kompresi 10 mm.

1.4.7.7 Pengencang (fastener)

1.4.7.7.1 Semua pengencang seperti mur dan baut harus dirancang untuk mampu menahan stres statis dan dinamis
dalam kondisi normal saat operasi, dan stress minimum sebagaimana didefinisikan pada
1.2.2.6.

1.4.7.7.2 Mur dan baut yang digunakan harus terbuat dari tipe baja high-tensile stainless steel. Mur dari tipe self-
locking.

Februari 2008 | 66
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.8 Grounding prime mover


Untuk prime mover semi-trailer harus dipasang grounding dari chassis prime mover ke jalan sebagai
tambahan selain grounding pada chassis semi-trailer. Grounding yang dipasang mengikuti ketentuan
1.2.8.6.2.

1.4.9 Stabilitas mobil tangki

1.4.9.1 Ketinggian titik pusat gravitasi (centre of gravity) pada setengah panjang tangki dari jalan, tidak boleh
melebihi 95% terhadap jarak lebar antara titik-titik terluar dari ban di sisi kiri dengan ban di sisi kanan
yang menyentuh tanah pada sumbu yang sama.

1.4.9.2 Distribusi berat dari total massa pada sumbu semi-trailer tidak boleh melebihi 60% dari nominal total massa
kendaraan dengan muatan penuh dan disesuaikan dengan ketentuan lalu lintas angkutan barang untuk
distribusi berat pada sumbu semi-trailer.

1.4.10 Perlindungan tambahan

1.4.10.1 Bumper belakang


Bumper belakang sebagai pelindung tambahan terhadap kemungkinan benturan langsung di bagian
belakang tangki.

1.4.10.1.1 Pada bagian belakang kendaraan harus dipasang bumper yang menutupi seluruh lebar bagian belakang
tangki (tidak lebih luar dari ban) untuk melindungi bagian bawah tangki dan pipa serta cukup kuat untuk
menahan benturan langsung dari belakang.

1.4.10.1.2 Jarak bebas bagian bawah bumper dengan jalan adalah maksimal 250 mm. Jarak aman antara dinding
belakang tangki dengan bumper, diukur dari titik bulkhead belakang tangki atau dari aksesoris yang
paling belakang menonjol keluar yang terhubung pada tangki, minimal 150 mm.

1.4.10.1.3 Bumper dipasang ke chassis dengan mur-baut, tidak dengan dilas.

1.4.10.1.4 Pada tengah bumper belakang dipasang stiker pendar bergaris diagonal merah-putih dan ditempel stiker
pendar peringatan “AWAS KENDARAAN PANJANG & LEBAR” dengan warna tulisan hitam dan latar
kuning (untuk semi-trailer), serta di bawahnya dengan stiker pendar peringatan “AWAS MUDAH
TERBAKAR” dengan warna tulisan merah dan latar putih, lihat 1.1.5.5.

Februari 2008 | 67
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.10.2 Pelindung samping


Pelindung samping sebagai pelindung tambahan terhadap kemungkinan singgungan di bagian samping
kendaraan.

1.4.10.2.1 Pada kedua sisi mobil tangki harus dipasang pelindung samping, dengan tetap menyediakan akses untuk
Panel valve dan ban cadangan, untuk melindungi bagian bawah tangki dan pipa serta untuk menolak
singgungan di bagian samping.

1.4.10.2.2 Pelindung samping dibuat dari logam tahan karat dengan permukaan luar halus dan dipasang stiker
pendar bergaris merah-putih, lihat 1.1.5.5.

1.4.10.2.3 Jarak bebas antara bagian paling bawah pelindung samping dengan jalan adalah maksimal 400 mm. Tinggi
bagian atas pelindung samping dari jalan adalah 1000 mm dengan jarak maksimal antar batang
horizontal adalah 300 mm.

1.4.10.2.4 Jarak antara titik terluar pelindung samping dengan dinding terluar tangki adalah maksimal 150 mm, tidak
lebih luar dari dinding samping tangki.

1.4.10.2.5 Pelindung samping dipasang ke chassis dengan mur-baut, tidak dengan dilas.

1.4.10.2.6 Pelindung samping sisi-penumpang pada prime mover/kendaraan juga dimanfaatkan sebagai pijakan
akses ke belakang kabin;

1.4.10.3 Pelindung propeller shaft

1.4.10.3.1 Propeller shaft pada kendaraan dilengkapi dengan pelindung yang sesuai untuk mencegah propeller shaft
jatuh mengenai jalan atau bagian bawah tangki dan pipa jika propeller shaft terlepas. Jika chassis
standar sudah menyediakan mekanisme perlindungan ini, perlindungan tambahan tidak diperlukan
lagi.

1.4.10.3.2 Alat pelindung berupa pelat U yang dipasang ke chassis secara mur-baut, penggunaan rantai sebagai
mekanisme pengaman tidak diperbolehkan.

Februari 2008 | 68
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.10.3.3 Alat pelindung harus dirancang sedekat mungkin ke propeller shaft untuk menghindari resiko kerusakan
pada komponen chassis lainnya jika propeller shaft terlepas.

1.4.10.3.4 Alat pelindung yang dipasang minimal dua (2) buah yaitu dipasang di dekat kedua ujung sambungan
propeller shaft.

1.4.11 Perlengkapan listrik untuk explosive atmosphere

1.4.11.1 Perlengkapan listrik yang digunakan pada kendaraan dimana area explosive atmosphere dapat muncul,
harus sesuai untuk area berbahaya (hazardous area). Perlengkapan ini harus memenuhi
persyaratan umum IEC 60079 bagian 0 dan 14 dan persyaratan tambahan dari IEC 60079 bagian 1, 2,
5, 6, 7, 11 atau 187 . Persyaratan ini harus terpenuhi untuk group peralatan listrik dan kelas temperatur
yang sesuai dengan jenis muatan yang diangkut.

Untuk aplikasi IEC 60079 bagian 14 8 , klasifikasi explosive atmosphere berikut yang digunakan: ZONA
0
Di dalam kompartemen tangki, jalur pipa bongkar/muat dan vapour serta manhole dan tangki bahan
bakar own-use saat terbuka.

ZONA 1
Di dalam tempat untuk menyimpan perlengkapan yang digunakan untuk pengisian dan pembongkaran
dan area dalam jarak 0,5 meter dari Pressure/Vacuum valve, Coaming vent, Bottomloading adaptor
dan Vapour adaptor.

1.4.11.2 Peralatan listrik yang terus hidup, termasuk jalur utama, yang terletak diluar Zona 0 dan 1 harus memenuhi
ketentuan untuk Zona 1 untuk peralatan listrik secara umum atau memenuhi persyaratan untuk Zona
2 sesuai dengan IEC 60079 bagian 14 untuk peralatan listrik yang diletakan di kabin kendaraan.
Persyaratan ini harus terpenuhi untuk group peralatan listrik yang sesuai dengan jenis muatan yang
diangkut.

1.4.12 Plakat, penandaan larangan dan peringatan

7
Sebagai alternatif, persyaratan umum EN 50014 dan persyaratan tambahan dari EN 50015, 50015, 50016, 50017, 50018,
50019, 50020 atau 50028 dapat digunakan.
8
Sebagai alternatif, persyaratan umum EN 50014 dan persyaratan tambahan dari EN 50015, 50015, 50016, 50017, 50018,
50019, 50020 atau 50028 dapat digunakan.

Februari 2008 | 69
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.12.1 Dipasang plakat di depan kabin kendaraan untuk tanda hazchem sesuai kelas muatan barang
berbahaya9.

1.4.12.2 Tanda larangan di dalam kabin, lihat 1.1.5.5, berupa:


− Stiker “DILARANG MENUMPANG” dipasang pada kedua sisi pintu kabin;
− Stiker “DILARANG MEROKOK” dipasang di dalam kabin pada tempat yang mudah terlihat; dan −
Stiker ketinggian tangki saat kosong, dipasang di dalam kabin pada tempat yang mudah terlihat.

1.4.13 Alat pemadam api ringan, spill kit dan peralatan safety lain

1.4.13.1 Ketentuan mengenai alat pemadam api ringan (APAR) pada mobil tangki:
(a) Di dalam kabin harus dilengkapi minimal satu (1) buah APAR portable untuk kebakaran listrik
dengan kapasitas minimum 2 kg tipe DCP (Dry Chemical Powder) yang cocok untuk pemadaman
di mesin atau kabin mobil tangki, dipasang pada lokasi yang mudah terlihat dan terjangkau;
(b) Di bagian luar kabin harus dilengkapi dua (2) buah APAR untuk kebakaran kelas ABC dengan
kapasitas masing-masing 9 kg tipe DCP (Dry Chemical Powder) yang diletakan di dalam rumah
APAR mobil tangki, lihat 1.2.8.11. Jumlah APAR 9 kg tidak tergantung kapasitas atau jumlah
kompartemen tangki.
(c) APAR harus dipasangi segel yang menandakan bahwa alat pemadam ini belum pernah dipakai.
(d) APAR harus mendapat persetujuan penggunaan oleh fungsi safety di lokasi operasi PERTAMINA
dengan tanda persetujuan tersebut dipasang pada APAR lengkap dengan keterangan tanggal
inspeksi berikutnya atau batas waktu maksimum penggunaan.

1.4.13.2 Semua mobil tangki harus dilengkapi dengan perlengkapan spill kit yang dipersyaratkan PERTAMINA, yang
disimpan pada kotak spill kit, terdiri atas:
− Satu (1) buah sekop lipat dari material yang tidak mudah menimbulkan percikan;
− Dua (2) buah lap penyerap (absorbent pad);
− Satu (1) lembar plastik tahan minyak ukuran 4 x 4 meter;
− Satu (1) pasang sarung tangan PVC tahan minyak; dan −
Satu (1) buah safety glass.

9
SKDirjen Hubdat no.725/AJ.302/DRJD/2004 tgl. 30 april 2004 tentang Pengangkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di
Jalan

Februari 2008 | 70
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1.4.13.3 Semua mobil tangki harus dilengkapi dengan peralatan keselamatan kendaraan terdiri atas:
− Minimal satu (1) pasang ganjal ban, untuk membantu rem parkir saat parkir dengan elevasi, yang
sesuai dengan lebar ban dan bobot kendaraan, terbuat dari bahan yang tidak mudah menimbulkan
percikan api dan tersedia tongkat/kabel penarik; dan
− Minimal empat (4) buah tanda peringatan berupa kerucut pengaman warna oranye dengan tanda
pendar/reflektif.

1.4.13.4 Alat pelindung diri dan perlengkapan pertolongan berikut harus selalu tersedia, terdiri atas:
− Kotak P3K dalam kabin yang di dalamnya tersedia antiseptik, perban, plester luka, salep luka
terbakar, obat pencuci mata, dan obat lainnya yang diperlukan yang belum kadaluarsa;
− Helm pelindung, untuk tiap awak kendaraan yang digunakan jika akan naik ke atas tangki;
− Sarung tangan PVC tahan minyak, untuk digunakan saat melakukan operasi bongkar/muat;
− Rompi pendar untuk tiap awak kendaraan yang disimpan di kabin kendaraan untuk digunakan pada
saat darurat seperti saat penggantian ban.

Catatan: ketentuan penggunaan sepatu safety dan standar pakaian kerja serta kelengkapan kerja
lainnya selama mengoperasikan mobil tangki mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

LAMPIRAN 1.A

CONTOH SPESIFIKASI TANGKI BBM

Tipe : Aluminium Tanker Semi-Trailer kapasitas 32 KL


Muatan : Multi produk BBM SPBU (High-octane gasoline, gasoline, gas oil dan kerosene)
Density : 0,70 – 0,85 gr/cm3
No. ITEM SPESIFIKASI KETERANGAN

A TANGKI

Februari 2008 | 71
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

1 Desain − Semi-trailer tangker; Panduan Angkutan


− Bottom loading lengkap dengan vapour recovery; Mobil Tangki
− Umur pakai untuk 15 tahun; PERTAMINA. Vol -1
Manajemen Kendaraan.
2 Geometri tangki − Silindris atau Semi-elips dengan memaksimalkan − 1.2.2;
kapasitas; − 1. 4.9;
Tinggi pusat gravitasi muatan tidak boleh lebih − 1.2.2.12;
− dari 95% dari lebar keseluruhan permukaan sisi
terluar ban yang menyentuh tanah;
− Distribusi berat dari total massa pada sumbu
semi-trailer tidak melebihi 60% dari nominal total
massa;
Harus dapat bongkar habis muatan;


3 Bagian dalam tangki − Mill finish; − Dibersihkan;
4 Kapasitas dan − Total kapasitas: 32.000 ℓ; − 1.2.2;
Kompartemen − Empat (4) Kompartemen: depan 8.000 ℓ/8.000
− ℓ/8.000 ℓ/8.000 ℓ belakang;
Tambahan ruang kosong 3% atau minimal 227
liter;
5 Material − Aluminium Alloy, Xtral-728; − 1.2.3;
5.1 Atas − Ketebalan sisi atas, samping dan bawah minimal − 1.2.4;
5.2 Samping 5.0 mm nominal; − 1.2.5;
5.3 Bawah − (jika untuk off-road ketebalan sisi bawah
ditambah 1.0 mm menjadi 6.0 mm nominal);
5.4 Bulkhead, Partisi − Ketebalan sisi atas, samping dan bawah minimal − 1.2.4;
kompartemen dan 7.0 mm nominal; − 1.2.5;
− Pelat partisi kompartemen & baffle terbuat dari − 1.2.6;
Baffle
− pelat utuh tanpa sambungan;
− Baffle diberi lubang pada posisi atas, tengah dan
− bawah;
Minimum diameter lubang tengah baffle 400 mm,
maksimal luas seluruh lubang 30% luasan;
(jika untuk off-road ketebalan bulkhead ditambah
1.0 mm menjadi 8.0 mm nominal);
5.5 Cleaning ring − Untuk mendeteksi kontaminasi muatan dengan − 1.2.6.7
kompartemen kompartemen sebelah;
− Struktur penguat tambahan;
− Ada lubang kontrol dan gas-free 3/8” NPT;

Februari 2008 | 72
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

6 Support tangki − Main beam sepanjang tangki dengan konstruksi − 1.2.2.6;


heavy duty extrusions (tidak ada sambungan); − 1.2.2.7;
− Mampu menyerap semua daya dalam keadaan − 1. 2.7;
bermuatan penuh yang timbul; − 1.4.7.6;
Dilas kontinyu sepanjang tangki;
− ketebalan Outriggers dan Cross member minimal
− 8 mm;
7 Coaming − Sebagai pelindung aksesoris dibagian atas tangki − 1.2.8.7;
dan jalur vapour pada sisi-penumpang;
− Bahan aluminium closed extrusion;
− Dipasang pada kedua sisi kiri dan kanan atas
− tangki;
Tinggi minimal 25 mm dari atas fitting tertinggi;
B FITTING & PEMIPAAN

1 Manhole − Manhole 20” tipe bolted untuk tiap kompartemen − 1. 2.9;


lengkap dengan overfill sensor, vapour collection − 1.2.9.8;
vent dan dip gauge; − Merk rekomendasi:
− Dipasang batang pengunci untuk segel; Civacon, Liquip atau
Emco Wheaton;
2 Vapor collection − Dipasang pada setiap manhole; − 1.2.8.7.5
vent dan Hood hose − Dioperasikan secara pneumatic; − 1.2.9.8.2;
− Flow rate pengisian muatan sampai 2.500 l.p.m − 1.2.9.10;
− (liter per menit); − 1.2.9.16;
Terhubung dengan sistem interlok; − Merk rekomendasi:
Civacon, Liquip atau
Emco Wheaton;
− Seal viton;
3 Coaming vent − Satu (1) unit Coaming vent pada belakang − 1.2.8.7.5;
coaming sisi-penumpang arah dalam; − 1.2.9.13;
− Dioperasikan secara pneumatic; − 1.2.9.16;
− Flow rate pengisian muatan sampai 2.500 l.p.m; − Merk rekomendasi:
− Terhubung dengan sistem interlok; Civacon, Liquip atau
Emco Wheaton;
4 Vapour adaptor − Satu (1) unit Vapour adaptor; − 1.2.9.14;
− Dioperasikan secara pneumatic; − 1.2.9.16;
− Flow rate pengisian muatan sampai 2.500 l.p.m; − Merk rekomendasi:
− Terhubung dengan sistem interlok; Civacon, Liquip atau
Emco Wheaton;

Februari 2008 | 73
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− Seal viton;
5 Pipa vapour − Material dari Aluminium; − 1.2.9.7;
− Dipasang tersembunyi di belakang tangki; Pipa
− harus mampu menerima flow vapour dari
operasi pengisian flowrate maksimal 2.500 l.p.m
dengan semua loading-arm terpasang sekaligus;
6 Internal − Dipasang pada tiap dasar kompartemen; − 1. 2.9;
valve/emergency − Dioperasikan secara pneumatic; − 1.2.9.5;
valve/Foot valve − Internal valve pada posisi depan yang berdekatan − 1.2.9.6;
dengan coupling kingpin - fifth wheel harus dari − 1.2.9.16;
tipe low profile; − Merk rekomendasi:
− Terhubung dengan sistem interlok;
Civacon, Liquip atau
Emco Wheaton;
− Seal viton;
7 Pipa bongkar/muat − Material dari Aluminium diamater 4,5” minimal − 1.2.9.7;
Schedule-10; − 1.2.2.12;
− Untuk bottom-loading adaptor 4”;
− Harus dapat bongkar habis muatan;
8 Bottom-loading − Bottom-loading adaptor 4” sesuai API-RP1004 − 1.2.9.5;
adaptor TTMA Flange untuk tiap kompartemen; − 1.2.9.12;
− Dipasang arah sisi-penumpang; − Merk rekomendasi:
− Lengkap dengan penutup adaptor, nomor Civacon, Liquip atau
− kompartemen dan indikator produk; Emco Wheaton;
− Dipasang sight glass tipe cincin antara bottom − Seal viton;
loading adaptor dengan pipa bongkar/muat;
Lengkap dengan guard bracket yang dirancang
sesuai dengan eSeal yang digunakan;
9 Dip gauge − Dip gauge tipe stik harus dipasang di setiap − 1.2.9.8.2;
− Manhole; − 1.2.10.5;
Dip gauge harus ditera;
10 Operator − Dioperasikan secara pneumatic; − 1.2.9.5.2;
system/Sistem − Diletakan dalam kotak interlok lengkap dengan − 1.2.9.16;
interlok saringan udara dan indikator; − 1.2.9.17;
− Terhubung dengan sistem rem, Internal valve,
Vapour recovery dan tombol Pemutus Darurat
serta Panel valve dan Kotak Interlok; Dipasang
tiga (3) Tombol pemutus darurat;

Februari 2008 | 74
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

11 Overfill Prevention − Overfill sensor tipe optik (5-kabel sesuai lokasi − 1.2.9.11;
System − pengisi);
− Overfill sensor dipasang pada manhole tiap
kompartemen 1/2% di atas batas volume nominal;
Menggunakan hanya satu (1) buah soket sensor
overfill per mobil tangki;
12 Grounding tangki − Grounding pada tangki/kompartemen; − 1.2.8.6;
− Grounding chassis tangki ke jalan;
− Terminal bonding pada chasis dan pelat bonding
− pada coaming; Kabel rol grounding;

C AKSESORIS

1 Panel valve − Material Aluminium; − 1. 2.8;


− Dipasang sebagai pelindung area bongkar/muat; − 1.2.9.15;
− Terhubung dengan mekanisme interlok-udara; − 1.2.9.17;
− Tidak boleh lebih menonjol dari dinding tangki;
2 Walkway dan − Walkway tidak licin dan dilengkapi handrail − 1.2.8.8;
Saluran air − pengaman dioperasikan secara pneumatic;
− Pipa saluran air dari bahan anti karat dipasang
tersembunyi lengkap dengan saringannya;
Ujung keluar saluran air tidak mengenai
komponen kendaraan;
3 Tangga akses − Bahan logam tahan karat; − 1.2.8.9;
− Dipasang di bagian depan tangki;
− Dipasang penutup lengkap dengan mekanisme
pneumatic untuk turun/naik handrail.
4 Rumah selang − Bahan logam anti karat; − 1.2.8.10;
− Berbentuk tabung segi delapan dengan penutup
belakang untuk menampung empat (4) buah
selang 4” panjang selang 3 meter;
− Dipasang masing-masing dua (2) di kiri dan kanan;
− Ditempel stiker pendar merah-putih;
5 Rumah APAR − Bahan logam anti karat; − 1.2.8.11;
− Untuk dua (2) buah APAR 9 kg;
− Rumah APAR terdapat pengunci dan mekanisme
pengeluaran APAR yang cepat dan mudah;

Februari 2008 | 75
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

6 Kotak alat, Kotak − Bahan logam anti karat; − 1. 2.8;


spill kit dan Panel − Dilengkapi dengan kunci; − 1.2.8.12;
interlok − Kotak alat dan Panel interlok dipasang pada
− sisipenumpang, kotak spill kit pada sisi-
pengemudi; Tidak boleh lebih menonjol dari
dinding tangki;
7 Tempat ban − Untuk menampung dua (2) buah ban cadangan; − 1.4.7.5;
cadangan dan − Untuk menampung minimal empat (4) kerucut
tempat kerucut − pengaman;
pengaman Dipasang pada sisi-pengemudi;
8 Pelat sablon hasil − Pelat sablon keur dipasang pada sisi penumpang − 1.2.11;
keur dan Hazchem − arah depan dengan warna dasar merah;
Bracket − Tiga (3) unit hazchem bracket pada sisi kiri, kanan
dan belakang;
Warna pelat tanda hazchem untuk muatan cair
mudah terbakar (Flammable liquids) dengan latar
merah serta tulisan dan simbol putih;
9 Lampu tangki − Jenis lampu LED 24 volt untuk : − 1.4.4.5;
− Lampu belakang tangki;
− Lampu belakang tambahan di atas tangki, juga
− dipasang stiker pendar diagonal merah-putih;
Lampu samping dipasang lampu tandem untuk
penanda samping dan penanda belok (lampu atas
untuk penanda samping dan lampu bawah untuk
penanda belok), spasi maksimal 3 meter;
10 Konektor kelistrikan − Disatukan pada panel depan tangki sisi- − 1.2.14.1;
dan ABS tangki pengemudi, ketinggian panel agar tidak menyetuh − 1.4.4.2;
semi-trailer, fifth wheel saat penyambungan; − 1.4.4.8;
perkabelan dan − Menggunakan ISO 1185 –7 pin/24 volt; ISO
selang angin − 3731– 7 pin/24 volt; dan ISO 7638–7 pin/24 volt;
Semua perkabelan yang terbuka harus diberi
pelindung misal flexible PVC corrigated;
11 Bumper belakang − Menutupi seluruh lebar bagaian belakang tangki; − 1.4.10.1;
− Jarak bebas maksimal dari jalan 250 mm, jarak
bebas minimal dari belakang tangki/aksesoris
paling belakang tangki minimal 150 mm;
− Dipasang ke chassis dengan mur-baut;
− Dipasang stiker pendar untuk peringatan;

Februari 2008 | 76
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

12 Pelindung Samping − Dari logam tahan karat menutupi kedua sisi − 1.4.10.2;
samping tangki;
− Jarak bebas maksimal dari jalan 400 mm, tidak
lebih luar dari dinding samping tangki;
Dipasang ke chassis dengan mur-baut;
− Dipasang stiker pendar;

13 Pompa Produk, TIDAK DIGUNAKAN. − 1.2.12;
Sistem Meter dan − 1. 2.13;
Pipa jumper − 1.2.9.7;
− Merk rekomendasi:
Ebsray atau
Blackmer;
14 Electronic Seal − Dipasang Electronic seal harus explosion proof; − 1.2.9.8.6;
− 1.2.9.12.8;
− 1.2.14.1.3;
− 1.4.7.3;
− 1.4.11;
− Merk rekomendasi:
UNISTO, Civacon,
Liquip atau Emco
Wheaton
D CHASSIS (trailer)

1 Pickup Plate dan − Pelat fifthwheel pada tangki dari high-tensile steel − 1.2.14.3;
Kingpin 10 mm memenuhi standar BS4360 Grade 50B
(atau setara) bolted SAE standard 2” kingpin;
2 Landing Legs − Manual 2-step dengan kunci pengaman tuas; − 1.2.14.4;
− Telapak tipe rocker; − Merk rekomendasi:
Holland, Jost atau
York;
3 Suspension Frame − High-tensile steel RHS (Rectangular Hollow
Section) memenuhi standar ASTM A500 Grade A
atau yang setara, flat bar memenuhi standar JIS
G3101 SS41 (atau setara);
4 Axles dan Suspensi − Air suspension untuk tandem axle; − 1.1.4;
− 1.2.14.4;

Februari 2008 | 77
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

− Merk rekomendasi:
BPW, Hendrickson,
Holland atau York;
5 Sistem pengereman − Full air drum-brake tanpa ABS (Anti-lock Braking − 1.4.5;
System) − Merk rekomendasi:
BPW atau WABCO,
6 Velg/rim − Ukuran Velg untuk ban tubeless radial; − 1.4.7.5;
− Bahan velg dari aluminium alloy untuk tangki − Merk rekomendasi:
aluminium; ALCOA atau
Tunaverken;
7 Ban − Tubeless radial regroveable (ban dari tipe yang − 1.4.7.5;
dapat divulkanisir), anti statis; − Merk rekomendasi:
− Tipe telapak sesuai untuk rute jalan; Pirelli, Michellin,
− Ukuran ban sesuai untuk posisi dan beban, Dunlop, Goodyear,
295/80R22.5 16-PR; Bridgestone,
Yokohama, atau
Sumitomo;
E LAIN-LAIN

1 Pengecatan dan − Semua cat dan stiker menggunakan kualitas tinggi − 1.1.5;
Penandaan stiker − yang tahan cuaca dan iklim tropis; − Merk rekomendasi:
Sesuai standar warna dan logo PERTAMINA; stiker 3M;
2 Kelengkapan lain − Gravity coupler untuk penyambungan selang 4” − 1.4.13.1;
sebanyak dua (2) buah; − 1.4.13.3;
− Selang pembongkaran 4” dengan panjang 3 meter − 1.4.7.5.14;
sebanyak dua (2) buah;
− Satu (1) pasang ganjal ban yang tidak
menimbulkan percikan api;
Engkol penurun ban cadangan;
− APAR kapasitas 9 kg standar PERTAMINA
− sebanyak dua (2) buah;
Empat (4) buah kerucut pengaman reflektif;
− Ban cadangan Tubeless Radial sebanyak dua (2)
− buah;
4 Uji tangki dan tera − Uji hidrostatis untuk fitting dan pipa tiap − 1.2.9.7;
tangki − kompartemen tangki; − 1.2.18;
Tiap kompartemen tangki harus ditera;

Februari 2008 | 78
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

5 Dokumentasi − As-built drawing; − 1.2.16;


− Basic data sheet;
− Manual tangki untuk: pneumatic, daftar komponen
dan parts serta skema pemipaan;
− Sertifikat uji untuk tiap kompartemen;
− Pernyataan integritas tangki dan pipa;
− Sertifikat tera dari dinas metrologi;
6 Garansi − Satu (1) tahun;
F KETIDAK SESUAIAN (c atatan spesifikasi yang tidak dapat dipenuhi dengan solus i alternatifnya)

Spesifikasi Komentar Solusi alternatif


1
2
3
4
5
Lampiran ini hanya sebagai contoh saja, spesifikasi sebenarnya dapat berubah sesuai dengan kebutuhan operasi.

Keterangan: Contoh spesifikasi dengan garis bawah, dapat disesuaikan/diganti untuk jenis mobil tangki lainnya,
misal dari mobil tangki Aluminium 32 KL untuk template mobil tangki Steel 16 KL.

Februari 2008 | 79
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

LAMPIRAN 1.B

CONTOH SPESIFIKASI KENDARAAN

Model : Nissan Diesel 290PS


Angkutan : Produk BBM
A HEAD TRUCK/PRIME MOVER

1 Desain − Prime Mover 6 x 4; Panduan Angkutan


− Menarik Tangki Aluminium semi-trailer kapasitas Mobil Tangki
− 32 KL, muatan BBM density 0,85 gr/cm3; PERTAMINA. Vol -1
Umur pakai 10 tahun; Manajemen Kendaraan.
2 Mesin − Mesin diesel; − 1.4.6.2; 1.4.6.2;
− Minimal emisi euro-2; − 1.4.7.1;
− Bagian mesin atau komponen lainnya yang terbuka −
harus diberi perlindungan untuk menghindari
kemungkinan terinjak atau terkena muatan;
Tenaga mesin 8 HP per ton JBI untuk jalan rata dan
− 10 HP per ton JBI untuk jalan jauh/banyak, jalan
kurang baik dan/atau banyak tanjakan;
2 Steering − Hydraulic power steering; − 1.4.7.2.1;
3 Perkabelan dan − Menggunakan konduktor yang sesuai dengan − 1.4.4.2;
sekering − beban arus listrik; − 1. 4.47;
− Semua rangkaian harus dilindungi sekering atau − 1.4.4.8;
circuit breaker;

Semua persambungan kabel harus diberi
perlindungan minimal IP-54;
Semua perkabel di belakang kabin harus diberi
perlindungan flexible corrigated untuk melindungi
dari benturan dan gesekan;
4 Konektor kelistrikan − Disatukan pada panel depan tangki sisipengemudi; − 1.2.14.1;
dan ABS tangki semi- − Menggunakan ISO 1185 –7 pin/24 volt; ISO 3731– − 1.4.4.2;
trailer, perkabelan − 7 pin/24 volt; dan ISO 7638–7 pin/24 volt; Semua − 1.4.4.8;
dan selang angin perkabelan yang terbuka harus diberi pelindung
misal flexible PVC corrigated;

Februari 2008 | 80
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

5 Perlengkapan listrik − Dipasang Roll-over switch pada chassis untuk − 1.4.4.6;


lainnya pemutus arus dari baterai saat kendaraan − 1.4.7.4;
terguling; − Merk Rekomendasi:
− Dilengkapi buzzer untuk gerakan mundur; Liquip untuk Rollover
− Alat pembatas kecepatan; switch;
6 Sakelar Master − Sakelar Pemutus arus dari baterai saat mobil tangki − 1.4.4.3;
melakukan operasi bongkar/muat;
− Jika tipe satu kutub dipasang pada jalur listrik/live;
− Sakelar dipasang pada dashboard di kabin;
7 Lampu − Tidak boleh dari soket tipe ulir; − 1.4.4.5;
− Dipasang lampu yellow rotator dipasang di atas
− kabin;
Lampu belakang diberi teralis pelindung;
8 Baterai − Terminal baterai diisolasi heavy duty; − 1.4.4.4;
− Ditempatkan dalam kotak berventilasi;
9 Kabin − Jendela kaca pada kabin harus ditutup dengan − 1.4.4.6; 1.4.6.1;
logam; − 1.1.5.5;
− Jarak terluar minimal kabin dengan dinding depan − 1.4.7.2.5;
tangki adalah 150 mm; − 1.4.7.2.6;
− Semua komponen/aksesoris mesin di belakang −
kabin harus diberi penutup pelindung;
Pemantik api harus dilepaskan dan ditutup;
− Dipasang stiker peringatan “DILARANG
− MEROKOK”, ketinggian tangki dan “DILARANG
MENUMPANG”;
Kursi tengah tambahan pada kabin harus
− dilepaskan;
− Untuk akses ke belakang kabin, dibuatkan tangga
naik dan pegangan tangan untuk naik pada
sisipenumpang;
9 Pembuangan gas − Semua bagian knalpot ataupun perpipaannya yang − 1. 4.6;
bakar (termasuk pipa terbuka harus diberi perlindungan untuk − 1.4.6.3;
knalpot) menghindari kemungkinan terkena percikan atau
tetesan muatan yang diangkut;
− Sistem pembuangan gas bakar (termasuk pipa
knalpot) harus diarahkan berlawanan dengan sisi
samping bongkar/muat produk dan pembuangan
gas bakar tidak melalui bagian bawah tangki

Februari 2008 | 81
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

produk untuk melindungi dari bahaya terhadap


muatan melalui panas atau penyalaan;

10 Pelindung Propeller − Propeller shaft harus diberi alat pelindung agar jika − 1.4.10.3;
Shaft − terlepas tidak jatuh;
− Alat pelindung berbentuk pelat U yang dipasang ke
chassis secara mur-baut;
Jumlah alat pelindung minimal dua (2) yang
dipasang di dekat kedua ujung sambungan;
11 Grounding kendaraan − Disediakan grounding antara chassis prime mover − 1.4.8;
− dengan tanah; − 1.2.8.6.2;
Alat grounding dengan menggunakan kabel
tembaga serabut dengan selubung karet sebagai
pemberat yang flexible;
12 Rem − Full Air Brake; − 1.4.5;
13 Velg/rim − Velg untuk ban tubeless radial; − 1.4.7.5;
14 Ban −Tubeless Radial regroveable (ban dari tipe yang − 1.4.7.5;
dapat divulkanisir), anti statis;
− Tipe telapak sesuai untuk rute jalan;
− Ukuran ban sesuai untuk posisi dan beban;
15 Bumper belakang dan − Bumper belakang tidak perlu untuk kendaraan − 1.4.10.2;
pelindung samping prime mover, sudah ada bumper belakang pada
prime mover chassis tangki semi-trailer;
− − Dari logam tahan karat menutupi kedua sisi
samping tangki;
Jarak bebas maksimal dari jalan 400 mm, tidak
− lebih luar dari dinding samping tangki;
− Dipasang ke chassis dengan mur-baut;

Dipasang stiker pendar;
Pelindung samping sisi-penumpang pada prime
mover juga dimanfaatkan sebagai pijakan akses ke
belakang kabin;

Februari 2008 | 82
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

B AKSESORIS

1 Wind deflector −
Dilengkapi wind deflector pada atas atap kabin − 1.4.7.2.4;
jika ketinggian tangki saat kosong melebihi 300
mm dari atap kabin;
− − Wind deflector dari bahan fiber dengan rangka
besi;
Wind deflector dicat dengan warna merah
PERTAMINA;
2 Bumper depan bawah − Dilengkapi bumper pada depan bawah kabin; − 1.4.7.2.5;
kabin − Bumper dari bahan fiber dengan rangka besi;
− Bumper dicat warna merah PERTAMINA;
3 PTO − TIDAK DIGUNAKAN. − 1.2.12;
− 1.4.4.6.1;
− 1.4.7.2.9;
C LAIN-LAIN

1 Pengecatan dan − Semua cat dan stiker menggunakan kualitas tinggi − 1.1.5;
Penandaan stiker yang tahan cuaca dan iklim tropis; − Merk rekomendasi:
− Sesuai standar warna dan logo PERTAMINA; stiker 3M;
− Kabin dicat warna merah standar PERTAMINA;
2 Dokumentasi teknis − Manual operasi kendaraan;
− Manual perawatan kendaraan;
− Sertifikat uji kendaraan/keur dari dinas
perhubungan;
3 Garansi − Satu (1) tahun;
D KETIDAK SESUAIAN (c atata n spesifikasi yang tidak dapat dipenuhi dengan solus i alternatifnya)

Spesifikasi Komentar Solusi alternatif


1
2
3
4
5
Lampiran ini hanya sebagai contoh saja, spesifikasi sebenarnya dapat berubah sesuai dengan kebutuhan operasi.
LAMPIRAN 1.C

CONTOH SPESIFIKASI TANGKI LPG (dicadangkan)

Februari 2008 | 83
PT PERTAMINA (persero) Direktorat Pemasaran dan Niaga
Volume 1 – Manajemen Kendaraan

(dicadangkan)

Februari 2008 | 84