Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Nn.

E
DENGAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI
DI RUANG MELATI RS JIWA PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT

Tgl MRS : 2 Desember 2013


Tgl Pengkajian : 10 Desember 2013
Ruang : Melati

A. Pengkajian
1. Identitas Klien
Nama Lengkap : Nn. E
Usia : 42 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Mataram Lombok

2. Alasan Masuk
Klien dibawa kerumah sakit jiwa karena melukai keluarganya terutama neneknya

3. Faktor Predisposisi
Kien tidak diperhatikan keluarga sehingga lebih senang tinggal dengan neneknya
Klien malu punya kaki yang berbulu panjang
4. Faktor Presipitasi
Klien mengatakan di tekan oleh keluarganya untuk segera menikah
Masalah Keperawatan :
1. Koping keluarga in efektif
2. Harga diri rendah
3. Risiko perilaku kekerasan

5. Fisik
6. Psikososial
Genogram :

50 42

Konsep diri
1. Gambaran diri
Klien merasa tidak ada yang ia sukai lagi dari dirinya.
2. Identitas
Klien belum menikah karena belum ada pria yang patut di taksir
3. Peran Diri
Klien adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara yang tinggal dengan kakek/neneknya.
4. Ideal Diri
Klien menyatakan bahwa kalau nanti sudah pulang / sembuh klien bingung harus
bekerja dan menikah
5. Harga diri
Klien jarang berinteraksi dengan orang lain krn malu kakinya berbulu spt pria.

Hubungan Sosial
Menurut klien orang yang paling dekat dengannya adalah ny. M teman sekamar yg
satu agama. Klien adalah orang yang kurang perduli dengan lingkungannya, kien
sering diam, menyendiri, sering berjalan mondar mandir,jarang berkomunikasi.

Spiritual

Masalah Keperawatan :
1. Gangguan Konsep Diri : harga diri rendah
2. Isolasi sosial

6. Status Mental
Penampilan :
Tidak rapi, mandi dan berpakaian harus disuruh, rambut tidak pernah tersisir rapi dan
sedikit bau.

Pembicaraan :
Klien hanya mau bicara bila ditanya oleh perawat, jawaban yang diberikan pendek,
lambat dengan suara yang pelan, tanpa kontak mata dengan lawan bicara kadang
tajam, terkadang terjadi blocking.

Aktivitas Motorik
Klien hanya mau melakukan aktivitas jalan-jalan, mondar – mandir sesuka hatinya,
lalu kembali tidur.
Interaksi selama wawancara
Kontak mata kurang , klien jarang memandang lawan bicara saat berkomunikasi.
Memori
Klien kesulitan terhadap ingatan jangka panjang.
Masalah Keperawatan :
1. Isolasi Sosial
2. Harga diri rendah
3. Kerusakan komunikasi verbal
4. defisit perawatan diri
5. Koping individu inefektif

7. Kebutuhan Persiapan Pulang.


8. Mekanisme Koping
Mal adaptif : reaksi lambat, malas beerinteraksi karena bikin repot,klien tidak mau
melakukan aktifitas.

9. Daftar Masalah Keperawatan


1. resiko perilaku kekerasan
2. Isolasi sosial
3. harga diri rendah
4. koping individu in efektif
5. koping keluarga in efektif
6. Kerusakan komunikasi verbal
7. defisit perawatan diri

10. Pohon masalah


Resiko perilaku kekerasan
Kerusakan komunikasi verbal

Defisit perawatan diri Isolasi sosial : Menarik diri

Harga diri rendah

Koping individu inefektif Koping keluarga tak efektif

Analisa data
NO DATA MASALAH
1. DS: Isolasi sosial
 klien mengatakan malas untuk
berinteraksi dengan orang lain
 klien lebih suka jalan jalan
sendiri

DO:
 Klien jarang berinteraksi
dengan orang lain
 Menyendiri
 Klien mondar mandir tanpa
tujuan
2. DS: Harga diri rendah
 klien mengatakan tidak punya
kelebihan apapun
 Klien mengatakan belum
menikah
 Klien mengatakan kaki berbulu
dan malu
DO:
 Tampak malas
 Tidak mau berinetraksi
3. DS : Resiko Perilaku
 Klien mengatakan pernah kekerasan
“ngamuk”dengan keluarganya
 Klien menganggap
keluarganya tidak peduli n
jahat pada dirinya
DO :
 Pembicaraan kadang keras
 Sesekali tatapan mata tajam

CATATAN PERAWATAN DAN PERKEMBANGAN


NO TGL/JAM DIAGNOSA KEP TINDAKAN EVALUASI
1. 10/4/2010 ISOLASI SOSIAL Sp 1 Pasien S:
PK.10.00 1. Membina hubungan saling Klien mengatakan
WIB percaya dengan klien sudah mencoba
2. Mengidentifikasi belajar berkenalan
penyebab isolasi sosial namun masih
3. Berdiskusi dengan enggan untuk
pasien tentang keuntungan dilakukan
berinteraksi dengan orang
lain O:
4. Berdiskusi dengan Klien aktif dan
pasien tentang kerugian memperhatikan
tidak berinteraksi dengan selama latihan
orang lain berkenalan
5. Mengajarkan pasien dengan perawat
cara berkenalan dengan satu A:
orang Klien sudah tahu
6. Menganjurkan cara berkenalan
pasien memasukkan dengan
kegiatan latihan berbincang- menyebutkan
bincang dengan orang lain nama,asal,hobi
dalam kegiatan harian P:
Lanjutkan
berkenalan
dengan orang lain
Masukkan
kegiatan
berkenalan
dengan orang lain
ke dalam daftar
jadwal harian

Sp 1 Keluarga
1. Mendiskusikan
masalah yang
dirasakan keluarga
dalam merawat
pasien
2. Menjelaskan
pengertian, tanda dan
gejala isolasi sosial
yang dialami pasien
beserta proses
terjadinya
3. Menjelaskan cara-
cara merawat pasien
isolasi sosial
SP II p
1. Mengevaluasi jadwal
kegiatan harian
pasien
2. Memberikan
kesempatan kepada
pasien
mempraktekkan cara
berkenalan dengan
satu orang
3. Membantu pasien
memasukkan
kegiatan berbincang-
bincang dengan
orang lain sebagai
salah satu kegiatan
harian

SP II k
1. Melatih keluarga
mempraktekkan cara
merawat pasien
dengan isolasi sosial
2. Melatih keluarga
melakukan cara
merawat langsung
kepada pasien isolasi
sosial

SP III p
1. Mengevaluasi jadwal
kegiatan harian
pasien
2. Memberikan
kesempatan kepada
berkenalan dengan
dua orang atau lebih
3. Menganjurkan pasien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan
harian
SP III
1. Membantu keluarga
membuat jadual
aktivitas di rumah
termasuk minum obat
(discharge planning)
2. Menjelaskan follow
up pasien setelah
pulang