Anda di halaman 1dari 4

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

GOLONGAN III KEMENKUMHAM

RESUME PENGELOLAAN
JABATAN PIMPINAN TINGGI

Oleh:

SYOFWATUN NGULYA, S.Kep.,Ners


NIP.199205182017122002

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Perawat Pertama


Angkatan 1 (Satu)
NDH: 03 (tiga)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


BEKERJASAMA DENGAN PEMERINTAH
PROVINSI SUMATERA SELATAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN I
TAHUN 2018
RESUME PENGELOLAAN JABATAN PIMPINAN TINGGI

1. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi

Pengisian jabatan pimpinan tinggi terbagi menjadi:

a. Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama


1) Dilakukan tingkat nasional
2) Dapat berasal dari kalangan Non-PNS dengan persetujuan Presiden
3) Dapat diisi oleh Prajurit Tentara Nasional Indonesia dan anggota
Kepolisian Republik Indonesia setelah mengundurkan diri
4) Dilakukan secara terbuka dan kompetitif

b. Pengisian jabatan pimpinan tinggi madya


1) Dilakukan tingkat nasional
2) Dapat berasal dari kalangan Non-PNS dengan persetujuan Presiden
3) Dapat diisi oleh Prajurit Tentara Nasional Indonesia dan anggota
Kepolisian Republik Indonesia setelah mengundurkan diri
4) Dilakukan secara terbuka dan kompetitif

c. Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama


1) Dilakukan pada tingkat nasional atau antar kabupaten/kota dalam 1
(satu) provinsi
2) Dilakukan dikalangan PNS dengan syarat kompetensi, kualifikasi,
kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan, dan
integritas
3) Dapat diisi oleh Prajurit Tentara Nasional Indonesia dan anggota
Kepolisian Republik Indonesia sesuai kompetensi
4) Dilakukan secara terbuka dan kompetitif

2. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Pusat


a. Jabatan pimpinan tinggi utama dan madya
1) Dilakukan seleksi tingkat nasional
2) Pejabat Esselon I A dan I B

Proses:
1) Panitia seleksi mengajukan 3 (tiga) nama calon untuk setiap 1 (satu)
lowongan jabatan
2) Panitia seleksi melaporkan kepada PPK (Pejabat Pembina
Kepegawaian)
3) PPK mengajukan kepada Presiden
4) Presiden memilih dan memutuskan 1 (satu) nama sebagai pejabat
pimpinan tinggi utama dan/atau madya

b. Jabatan pimpinan tinggi pratama


1) Dilakukan seleksi tingkat Kabupaten/ Kota/ Provinsi
2) Pejabat Esselon I

Proses
1) Panitia seleksi mengajukan 3 (tiga) nama calon untuk setiap 1 (satu)
lowongan jabatan
2) Dilapokan kepada PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian)
3) PPK memilih dan memutuskan 1 (satu) nama sebagai pejabat
pimpinan tinggi pratama

3. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Daerah


a. Jabatan pimpinan tinggi utama dan madya
1) Dilakukan seleksi tingkat daerah
2) Pejabat Esselon II

Proses:
1) Panitia seleksi mengajukan 3 (tiga) nama calon untuk setiap 1 (satu)
lowongan jabatan
2) Dilaporkan/ disampaikan kepada PPK (Pejabat Pembina
Kepegawaian)
3) PPK mengusulkan 3 (tiga) nama kepada Presiden melalui menteri
4) Presiden memilih dan memutuskan 1 (satu) nama sebagai pejabat
pimpinan tinggi utama dan/atau madya

b. Jabatan pimpinan tinggi pratama


1) Dilakukan seleksi daerah
2) Pejabat Esselon II

Proses
1) Panitia seleksi mengajukan 3 (tiga) nama calon untuk setiap 1 (satu)
lowongan jabatan
2) Dilapokan kepada PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) melalui
pejabat yang berwenang
3) PPK memilih dan memutuskan 1 (satu) nama sebagai pejabat
pimpinan tinggi pratama

4. Penggantian Pejabat Pimpinan Tinggi


a. Jabatan pimpinan tinggi utama dan madya
1) Pejabat Esselon I A dan I B
2) Menduduki jabatan tidak lebih dari 5 (lima) tahun
3) Boleh diganti kurang dari 2 (dua) tahun apabila mendapat
persetujuan presiden
4) Pejabat pimpinan tinggi dalam 1 (satu) tahun tidak memenuhi
kinerja, maka diberi kesempatan memperbaiki selama 6 (enam)
bulan
5) Jika tetap tidak mampu memperbaiki kinerja, harus mengikuti seleksi
ulang uji kompetensi

b. Jabatan pimpinan tinggi pratama


1) Pejabat Esselon II
2) Menduduki jabatan tidak lebih dari 5 (lima) tahun
3) Tidak boleh diganti kurang dari 2 (dua) tahun, kecuali jika
melakukan pelanggaran dan tidak lagi memenuhi syarat jabatan
4) Pejabat pimpinan tinggi dalam 1 (satu) tahun tidak memenuhi
kinerja, maka diberi kesempatan memperbaiki selama 6 (enam) bulan
5) Jika tetap tidak mampu memperbaiki kinerja, harus mengikuti seleksi
ulang uji kompetensi

5. Pengawasan dalam Proses Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi


b. Jabatan pimpinan tinggi utama dan madya
1. Adanya jabatan kosong dan direkomendasikan kepada KASN
(Komisi Aparatur Sipil Negara)
2. KASN merekomendasikan kepada pejabat kepegawaian dalam hal :
a. Pembentukan panitia seleksi
b. Pengumuman jabatan yang lowong
c. Pelaksanaan seleksi
d. Pengusulan nama calon

c. Jabatan pimpinan tinggi pratama


1. Adanya jabatan kosong dan direkomendasikan kepada KASN
(Komisi Aparatur Sipil Negara
2. KASN merekomendasikan kepada pejabat kepegawaian dalam hal :
a. Pembentukan panitia seleksi
b. Pengumuman jabatan yang lowong
c. Pelaksanaan seleksi
d. Pengusulan nama calon
e. Penetapan calon
f. Pelantikan