Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem rujukan upaya keselamatan adalah suatu sistem jaringan fasilitas


pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab
secara timbal balik atas masalah yang timbul baik secara vertikal (komunikasi
antara unit yang sederajat) maupun horizontal (komunikasi inti yang lebih tinggi
ke unit yang lebih rendah) ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau,
rasional dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi.

Tujuan umum sistem rujukan adalah untuk meningkatkan mutu, cakupan


dan efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu. Tujuan khusus sistem rujukan
adalah :

1. Setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya.


2. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium
dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya.
3. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge
and skill) melalui pendidikan dan pelatihan antara pusat dan daerah.

1
1. 2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sistem rujukan kasus ginekologi ?
2. Apa indikasi, tujuan, dan keuntungan dari sistem rujukan ?
3. Apa saja yang meliputi sistem rujukan kasus ginekologi ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain :
1. Indikator pencapaian/ kemampuan akhir mahasiswa sesuaikan dengan
pokok bahasan masing-masing.
2. Mahasiswa dapat memahami pengertian Sistem Rujukan Kasus
Ginekologi.
3. Mahasiswa dapat mengetahui Indikasi, Tujuan, dan Keuntungan dari
Sistem Rujukan.
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti apa saja yang termasuk
dalam Sistem Rujukan Kasus Ginekologi.
5. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ginekologi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Rujukan Kasus Ginekologi

Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus
atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal (dan satu unit ke unit
yang lebih lengkap/rumah sakit) untuk horisontal (dari satu bagian lain dalam satu
unit). (Muchtar, 1997)

Sistem rujukan upaya keselamatan adalah suatu sistem jaringan fasilitas


pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab
secara timbal balik atas masalah yang timbul baik secara vertikal (komunikasi
antara unit yang sederajat) maupun horizontal (komunikasi inti yang lebih tinggi
ke unit yang lebih rendah) ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau,
rasional dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. (Kebidanan Komunitas : hal
207)

Rujukan Pelayanan Kebidanan adalah pelayanan yang dilakukan oleh


bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya
yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun
yang menolong persalinan, juga layanan yang dilakukan oleh bidan ke tempat atau
fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas kesehatan lain secara horizontal
maupun vertikal.

3
Terdapat dua jenis istilah rujukan, yaitu rujukan medik dan rujukan
kesehatan.

1. Rujukan medic, yaitu pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik atas satu
kasus yang timbul secara vertikal maupun horizontal kepada yang lebih
berwenang dan mampu menanganinya secara rasional. Jenis rujukan medic :
a. Transfer of Patient. Konsultasi penderita untuk keperluan diagnostik,
pengobatan, tindakan operatif dll.
b. Transfer of Specimen. Pengiriman bahan (specimen) untuk pemeriksaan
laboratorium yang lebih lengkap.
c. Transfer of Knowledge / Personal. Pengiriman tenaga yang lebih kompeten
atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan pengobatan setempat.

2. Rujukan kesehatan, yaitu hubungan dalam pengiriman, pemeriksaan bahan atau


specimen ke fasilitas yang lebih mampu dan lengkap. Ini adalah rujukan yang
menyangkut masalah kesehatan yang sifatnya preventif dan promotif.
Kegiatan :
a. Rujukan dan pelayanan kebidanan.
b. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan kurang lengkap ke unit yang
lebih lengkap.
c. Rujukan khusus patologis pada kehamilan, persalinan, dan nifas.
d. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya, seperti kasus
ginekologi atau kontrasepsi, yang memerlukan penanganan spesialis.
e. Pengiriman bahan laboratorium.
f. Jika penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai, kembalikan
dan kirimkan ke unit semula, jika perlu disertai dengan keterangan yang
lengkap (surat balasan).

4
 Tata laksana rujukan :
1. Internal antar - petugas di satu rumah.
2. Antara puskesmas pembantu dan puskesmas.
3. Antara masyarakat dan puskesmas.
4. Antara satu puskesmas dan puskesmas lainnya.
5. Antara puskesmas dan rumah sakit, laboratorium atau fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya.
6. Internal antar – bagian/unit pelayanan di dalam satu rumah sakit.
7. Antar rumah sakit, laboratorium atau fasilitas pelayanan lain dari rumah
sakit.

2.2 Indikasi, Tujuan, dan Keuntungan Sistem Rujukan


A. Indikasi Perujukan Ibu
Indikasi perujukan ibu antara lain :
1. Riwayat seksio sesaria.
2. Perdarahan pervaginam.
3. Persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu).
4. Ketuban pecah dengan mekonium yang kental.
5. Ketuban pecah lama (kurang lebih 24jam).
6. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan.
7. Ikterus.
8. Anemia berat.
9. Tanda/gejala infeksi.
10. Preeklamsia/hipertensi dalam kehamilan.
11. Tinggi fundus 40cm atau lebih.
12. Gawat janin.

5
13. Primipara dalam fase aktuf persalinan dengan palpasi kepala janin
masih 5/5.
14. Presentasi bukan belakang kepala.
15. Kehamilan gemeli.
16. Presentasi majemuk.
17. Tali pusat menumbung.
18. Syok.

B. Tujuan Sistem Rujukan


Tujuan umum sistem rujukan adalah untuk meningkatkan mutu,
cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu. Tujuan
khusus sistem rujukan adalah :
1. Setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-
baiknya.
2. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan
laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih
lengkap fasilitasnya.
3. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of
knowledge and skill) melalui pendidikan dan pelatihan antara pusat
dan daerah.

C. Keuntungan Sistem Rujukan


Keuntungan dari sistem rujukan antara lain :
1. Pelayanan yang diberikan sedekat mungkin ke tempat pasien,
berarti bahwa pertolongan dapat diberikan lebih cepat, murah, dan
secara psikologis memberi rasa aman pada pasien dan keluarganya.

6
2. Dengan adanya penataran yang teratur diharapkan pengetahuan dan
keterampilan petugas daerah makin meningkat sehingga semakin
banyak kasus yang dapat dikelola di daerah masing-masing.
3. Masyarakat desa dapat menikmati pelayanan dari tenaga ahli
sebaik-baiknya/ pelayanan yang memadai.

2.3 Sistem Rujukan Kasus Ginekologi


Sistem rujukan kasus ginekologi meliputi :
1. Stabilisasi Klien
Merupakan hal yang harus diperhatikan dalam memberikan
pelayanan kasus ginekologi yang akan dirujuk, misalnya : pemberian
oksigen, pemberian cairan infus atau transfusi darah, dan pemberian
obat obatan (antibiotik, analgetik, dll).

2. Persiapan Administrasi
Memberikan surat ke tempat rujukan. Surat ini harus berisi
identifikasi mengenai klien. Cantumkan alasan rujukan dan uraikan
hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang diterima klien
tersebut. Sertakan juga kartu klien atau status yang dipakai untuk
membuat keputusan klinik.

3. Melibatkan Keluarga
Beritahui keluarga kondisi terakhir klien dan jelaskan pada mereka
alasan atau tujuan merujuk klien dirujuk ke fasilitas rujukan tersebut.
Anggota keluarga harus menemani klien ke tempat rujukan.

7
4. Persiapan Keuangan
Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang
cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan
kesehatan lain yang diperlukan selama klien tersebut tinggal di fasilitas
rujukan.

5. Organisasi Antara Pengiriman dan Penerimaan Rujukan


Organisasi dalam hal ini merupakan hubungan kerjasama antara
petugas yang merujuk dan petugas di tempat rujukan. Petugas yang
merujuk perlu menghubungi petugas di tempat rujukan untuk
menyampaikan informasi mengenai kondisi klien. Dengan adanya
informasi tersebut, petugas di tempat rujukan mempunyai cukup waktu
untuk menyiapkan segala kebutuhan, sehingga kasus rujukan langsung
dapat ditangani. Setiap tempat rujukan harus selalu siaga 24 jam untuk
menerima kasus rujukan.
Umpan balik rujukan dan tindak lanjut kasus pasca rujukan.
Tempat rujukan mengirim umpan balik mengenai keadaan klien
beserta anjuran tindak lanjut pasca rujukan terhadap klien ke petugas
yang merujuk (puskesmas/ polindes).

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus
atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal (dan satu unit ke unit
yang lebih lengkap/rumah sakit) untuk horisontal (dari satu bagian lain dalam
satu unit), (Muchtar, 1997). Tujuan umum sistem rujukan adalah untuk
meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu.
Tujuan khusus sistem rujukan adalah : setiap penderita mendapat perawatan dan
pertolongan yang sebaik-baiknya, menjalin kerjasama dengan cara pengiriman
penderita atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang
lebih lengkap fasilitasnya, menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan
(transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan dan pelatihan antara pusat
dan daerah.

Keuntungan sistem rujukan, antara lain : pelayanan yang diberikan sedekat


mungkin ke tempat pasien, berarti bahwa pertolongan dapat diberikan lebih
cepat, murah, dan secara psikologis memberi rasa aman pada pasien dan
keluarganya, dengan adanya penataran yang teratur diharapkan pengetahuan dan
keterampilan petugas daerah makin meningkat sehingga semakin banyak kasus
yang dapat dikelola di daerah masing-masing, masyarakat desa dapat menikmati
pelayanan tenaga ahli secara memadai.

3.2 Saran

Bagi mahasiswa diharapkan agar lebih giat membaca atau mencari


wawasan yang luas tentang ilmu kebidanan terutama tentang sistem rujukan
dalam kasus-kasus ginekologi serta selalu berlatih baik secara mandiri maupun
dengan bimbingan dosen serta bidan khususnya dalam sistem rujukan, sehingga
mahasiswa dapat lebih baik dalam menolong persalinan dan sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://plus.google.com/106863366234451392386/posts/czRzS64UBCc

https://wennyindahfedri.wordpress.com/2015/01/29/sistem-rujukan-kasus-
ginekologi/

http://documents.tips/documents/sistem-rujukan-kasus-ginekologi.html

10