Anda di halaman 1dari 8

Nama Mahasiswa : Rini Ramdiani Muchtar

NIK : 17/421944/PEK/23521
Angkatan : Reguler 43
Mata Kuliah : Strategic Management
Dosen : Herris B. Simandjuntak, M.M., Dr.

Chapter 2
Charting a Company’s Direction Its Vision, Mission, Objectives, and Strategy

Memetakan Arah Perusahaan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi


Merancang dan mengeksekusi strategi adalah fungsi inti mengelola bisnis perusahaan. Bab
ini menyajikan gambaran seluk beluk menyusun dan melaksanakan strategi perusahaan.
Berfokus pada tanggung jawab arah manajemen — memetakan strategis, menetapkan target
kinerja, dan memilih strategi yang mampu menghasilkan hasil yang diinginkan dengan tujuan
pembelajaran untuk memahami hal-hal berikut :
 Pentingnya bagi manajer perusahaan untuk memiliki visi strategis yang jelas tentang
di mana perusahaan perlu menuju.
 Pentingnya menetapkan tujuan strategis dan keuangan.
 Mengapa inisiatif strategis yang diambil di berbagai tingkat organisasi harus
dikoordinasikan dengan ketat untuk mencapai target kinerja perusahaan.
 Apa yang harus dilakukan perusahaan untuk mencapai keunggulan operasi dan
melaksanakan strateginya dengan mahir.
 Peran dan tanggung jawab dewan direksi perusahaan dalam mengawasi proses
manajemen strategis.

Proses crafting dan executing strategi perusahaan adalah sebuah proses berkelanjutan
yang terdiri dari lima tahapan yang berkaitan:
1. Developing a strategic vision - Mengembangkan visi strategis yang memetakan arah
jangka panjang perusahaan, mission statement yang menggambarkan tujuan
perusahaan, dan serangkaian core values untuk memandu pengejaran visi dan misi.
2. Setting objectives - Menetapkan tujuan untuk mengukur kinerja perusahaan dan
melacak kemajuannya dalam bergerak ke arah jangka panjang yang dimaksud.
3. Crafting a strategy - Membuat strategi untuk memajukan perusahaan sesuai arah
manajemen yang telah memetakan dalam mencapai tujuan kinerjanya.
4. Executing the chosen strategy - Menjalankan strategi yang dipilih secara efisien dan
efektif.
5. Monitoring developments, evaluating performance, and initiating corrective
adjustments - Memantau perkembangan, mengevaluasi kinerja, dan melakukan
penyesuaian dalam visi dan misi perusahaan, tujuan, strategi, atau pendekatan untuk
pelaksanaan strategi dalam pengalaman nyata, mengubah kondisi, ide-ide baru, dan
peluang baru.

The Strategy-Making, Strategy-Executing Process

Monitoring
developments,
Executing the evaluating
Developing a Setting Crafting a
chosen performance,
strategic vision objectives strategy
strategy and initiating
corrective
adjustments

Merevisi sesuai kebutuhan sesuai dengan kinerja


aktual perusahaan, mengubah kondisi, peluang
baru, dan ide-ide baru

Tiga tahap pertama dari proses manajemen strategis melibatkan pembuatan rencata strategis.
Rencana strategis memetakan ke mana arah perusahaan, menetapkan target strategis dan
keuangan, dan menguraikan langkah-langkah kompetitif dan pendekatan yang akan
digunakan dalam mencapai hasil bisnis yang diinginkan.

Tahap 1 – Developing A Strategy Vision, Mision Statement & Set Of Core Values
(Mengembangkan visi strategis, pernyataan misi, dan core value)
Mengembangkan Visi Strategis
Top Manajemen memiliki pandangan jangka panjang. Bagaimana produk-pasar-
pelanggan dalam kesatuan bisnis akan menghasilkan nilai yang optimal untuk memetakan
arah kedepan yang merupakan visi strategis bagi perusahaan. Visi strategis menggambarkan
aspirasi manajemen untuk masa depan perusahaan dan kewajiban serta arah yang dipetakan
untuk mencapainya. Visi strategis mengarahkan organisasi ke arah tertentu, memetakan jalur
strategis yang harus diikuti, membangun komitmen terhadap tindakan di masa depan, dan
membentuk identitas organisasi.
Mengkomunikasikan visi strategis
Mengkomunikasikan visi secara efektif kepada para pemangku kepentingan
(pelanggan, karyawan, pemegang saham, pemasok, dll.) adalah alat manajemen membentuk
komitmen untuk menggerakkan energi personil perusahaan ke arah jangka panjang yang
diinginkan. Secara efektif manajemen dapat menggunakan slogan untuk mengkomunikasikan
visi agar mudah diingat. Beberapa organisasi menggunakan slogan untuk menyampaikan
visinya, contohnya seperti Ben & Jerry’s “Making the best possible ice cream, in the nicest
possible way,”; Disney visi untuk keseluruhan lima kelompok bisnisnya — taman hiburan,
studio film, saluran televisi, produk-produk konsumen, dan hiburan media interaktif “create
happiness by providing the finest in entertainment for people of all ages, everywhere.”.
Membuat slogan singkat sebagai pengingat terhadap akan arah organisasi dan untuk
mempertahankan fokus dan rintangan yang akan dihadapi perusahaan.
Sebuah visi strategis yang dipikirkan dengan baik dan dikomunikasikan dengan kuat
menghasilkan beberapa hal:
(1) Mengkristalisasikan pandangan eksekutif senior tentang arah jangka panjang
perusahaan;
(2) Mengurangi risiko pengambilan keputusan tanpa arah;
(3) Alat memenangkan dukungan anggota organisasi untuk membantu membuat
visi menjadi kenyataan;
(4) Sebagai pengingat bagi lower-level-managers dalam menetapkan tujuan
departemen dan menyusun strategi departemen yang selaras dengan strategi
keseluruhan perusahaan;
(5) Membantu organisasi mempersiapkan masa depan. Ketika top executive mampu
menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mencapai lima manfaat ini,
langkah pertama dalam pengaturan arah organisasi telah berhasil diselesaikan.
Mengembangkan Misi Perusahaan
Perbedaan antara visi strategis dan pernyataan misi cukup jelas: Visi strategis
menggambarkan aspirasi perusahaan untuk masa depannya ("ke mana kita pergi"), sedangkan
misi perusahaan menggambarkan ruang lingkup dan tujuan bisnisnya saat ini (" siapa kami,
apa yang kami lakukan, dan mengapa kami ada di sini ”). Idealnya, pernyataan misi
perusahaan:
(1) mengidentifikasi produk dan / atau layanan perusahaan,
(2) Spesifikasi kebutuhan customer bahwa perusahaan berusaha untuk memuaskan
sekelompok customer atau pasar yang dilayaninya,
(3) Memberi perusahaan identitasnya sendiri.
Misi perusahaan adalah hal yang deskriptif. Pernyataan misi yang baik harus menggunakan
bahasa yang cukup spesifik untuk membedakan business makeup dan tujuan bisnisnya dari
perusahaan lain serta memberikan identitas bagi perusahaan.
Menghubungkan Visi dan Misi dengan Value Perusahaan.
Value perusahaan adalah suatu keyakinan, sifat, dan norma perilaku personil
perusahaan yang diharapkan dilakukan dalam menjalankan bisnis serta mencapai visi dan
misi strategis perusahaan.

Tahap 2 – Setting Objectives (Menetapkan Tujuan)


Manajerial menetapkan tujuan perusahaan adalah untuk menerjemahkan visi dan misi
merubahnya menjadi target kinerja spesifik yang ingin dicapai oleh manajemen. Pengalaman
perusahaan yang tak terhitung jumlahnya mengajarkan bahwa salah satu cara terbaik untuk
meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan menetapkan target kinerja yang tinggi untuk
memaksimalkan kinerja dan potensi organisasi sehingga dapat memberikan hasil sebaik
mungkin dengan kekuatan penuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Dua jenis target kinerja yang berbeda diperlukan: yang berkaitan dengan financial
performance dan strategic performance. Financial objectives berhubungan dengan target
financial performance manajemen yang harus dicapai organisasi. Strategic objectives
berhubungan dengan hasil yang menunjukkan sebuah perusahaan dapat memperkuat
pasarnya, posisinya dan prospek bisnis di masa depan. Posisi pasar yang lebih kuat dan
vitalitas kompetitif yang lebih besar disertai dengan competitive advantage yang dimiliki
memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangannya. Balanced Scorecard
adalah metode yang banyak digunakan adalah metode yang digunakan untuk menggabungkan
tujuan strategis maupun finansial, melacak keberhasilannya dan memberikan manajemen
pandangan yang seimbang dan lengkap mengenai seberapa baik kinerja suatu organisasi.
Penetapan tujuan tidak berhenti pada target kinerja yang ditetapkan oleh level top
manajemen saja. Tujuan perusahaan perlu diturunkan menjadi target-target di setiap sektor
bisnis perusahaan, line produk, departermen fungsional dan unit kerja masing-masing.
Karyawan dalam berbagai unit bidang fungsional dan operasi dipandu lebih baik dipandu
lebih jauh dengan tujuan spesifik yang berkaitan langsung dengan kegiatan masing-masing
departermen. Penetapan tujuan strategis adalah proses top-down yang harus di turunkan ke
tingkat organisasi paling rendah. Hal ini berarti bahwa setiap unit organisasi harus berhati-
hati dalam menetapkan target kinerjanya yang mendukung tujuan strategis dan financial
perusahaan.

Tahap 3- Crafting A Strategy (Menyusun sebuah strategi)


Semakin cepat perubahan lingkungan bisnis suatu perusahaan, hal yang penting
dilakukan manajernya untuk mendiagnosis arah dan kekuatan perubahan yang sedang
berjalan dan bereaksi pada waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaian strategi. Harus
memperhatikan peringatan sejak awal akan adanya perubahan dan berani bereksperimen
dengan cara yang berbeda untuk menetapkan posisi pasar di masa depan. Ketika hambatan
muncul secara tidak terduga dalam perjalanannya, ini bergantung pada manajemen untuk
dapat beradaptasi dengan cepat dan inovatif. Strategi yang hebat datang dari melakukan hal-
hal secara berbeda dari pesaing yang telah diperhitungkan dengan baik, melakukan inovasi,
menjadi lebih efisien, lebih imajinatif, beradaptasi lebih cepat dari lainnya.
Di sebagian besar perusahaan, menyusun strategi dan eksekusi adalah upaya
kerjasama tim di mana setiap manajer memiliki peran untuk area yang pimpinnya; Semakin
besar dan beragamnya kegiatan suatu perusahaan, semakin banyak titik inisiatif strategis yang
dimilikinya dan semakin banyak tingkat manajemen memiliki peran dalam pembuatan
strategi yang signifikan.
A Company’s Strategy-Making Hierarchy

Disusun oleh CEO dan eksekutif senior Corporate


Dalam perusahaan single
Strategy bisnis, dua level hirarki
pembuatan strategi ini
Two way influence
menyatu menjadi satu tingkat
— Strategi Bisnis — yang
Disusun oleh eksekutif senior dari setiap lini
bisnis, dan saran dari dept head fungsional dalam
Business diatur oleh CEO perusahaan
bisnis dan key person lainnya. Strategy dan eksekutif puncak lainnya.

Two way influence

Disusun oleh dept head fungsional utama dalam Functional


bisnis tertentu, dan pihak lain yang terkait.
Area Strategies
Two way influence

Disusun oleh brand manager,plan manager, dan


kepala kegiatan strategis lainnya, seperti Operating
distribusi, purchasing, dan operasi situs web, dan
pihak yang terkait lainnya.
Strategies

Corporate Strategi Bisnis Strategi Fungsional Strategi Strategi unit operasi

Strategi perusahaan strategi di tingkat Cara mengelola Bagaimana mengelola


dalam menetapkan singlebusiness, aktivitas tertentu kegiatan strategis
rencana permainan meningkatkan kinerja dalam sebuah bisnis secara
keseluruhan untuk atau mendapatkan dan dengan cara signifikan dalam setiap
mengelola serangkaian mempertahankan mendukung bisnis area fungsional secara
bisnis di perusahaan competitive advantage strategi detail dan lengkap
multibisnis yang
dalam lini bisnis
terdiversifikasi.

Corporate strategy diatur oleh CEO dan eksekutif senior lainnya dalam menetapkan strategi
keseluruhan untuk mengelola serangkaian bisnis di perusahaan multibisnis yang
terdiversifikasi. Strategi korporasi menyangkut bagaimana meningkatkan kinerja gabungan
dari serangkaian bisnis yang telah didiversifikasi dengan menangkap sinergi lintas-bisnis dan
mengubahnya menjadi competitive advantage.
Business Strategy berkaitan dengan penguatan posisi pasar perusahaan dengan membangun
competitive advantage dalam singlebisnis atau dalam unit bisnis tunggal dari perusahaan
multibisnis yang terdiversifikasi. Bagaimana meningkatkan kinerja atau mendapatkan
keunggulan kompetitif dalam lini bisnis tertentu.
Functional Area Strategies berkaitan dengan cara pendekatan yang digunakan dalam
mengelola fungsi tertentu pada suatu bisnis — seperti bagian penelitian dan pengembangan
(R & D), produksi, pengadaan input, sales dan marketing, distribusi, customer service, dan
finance. Contohnya strategi pemasaran perusahaan, misalnya mewakili rencana manajerial
dalam menjalankan kegiatan pemasarannya Strategi fungsional merupakan rincian detail
mengenai strategi bisnis perusahaan.
Operating strategies adalah strateg pengelolaan unit operasi utama contohnya : pabrik, pusat
distribusi, pusat pembelian serta kegiatan operasi yang spesifik seperti quality control,
purchasing, brand management, penjualan Internet.
Strategi perusahaan menjadi kuat ketika seluruh bagian menjadi satu kesatuan.
Rencana strategis perusahaan menjabarkan arah masa depannya, model bisnis, target kinerja,
dan strategi berkompetisi.

Tahap 4 – Executing the strategy (Pelaksanaan strategi)


Melaksanakan strategi yang dipilih dan mengubah rencana strategis menjadi tindakan.
Agenda manajemen untuk melaksanakan strategi yang dipilih muncul dari menilai apa yang
harus dilakukan perusahaan untuk mencapai kinerja keuangan dan strategis yang ditargetkan.
Penanganan manajemen terhadap proses implementasi strategi dapat dianggap berhasil jika
semuanya berjalan dengan lancar sehingga perusahaan memenuhi atau melebihi target kinerja
strategis dan keuangannya serta menunjukkan kemajuan yang baik dalam mencapai visi
strategis manajemen.

Tahap 5 – Evaluating performance & initiating corrective adjusment


(Evalusi kinerja & melakukan penyesuaian)
Tahap proses manajemen strategi ini adalah titik untuk memutuskan apakah akan
melanjutkan atau mengubah visi dan misi perusahaan, tujuan, strategi, dan / atau metode
pelaksanaan strategi. Visi, misi, perusahaan tujuan, strategi, dan pendekatan strategi untuk
pelaksanaan strategi tidak pernah final. Dalam perjalanan proses pelaksanaan untuk mencapai
tujuan yang diinginkan evaluasi akan terus dilakukan, apakah perlu melakukan revisi dan
kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Tata kelola perusahaan: Peran direksi dalam perencanaan dan proses pelaksanaan
strategi perusahaan
Serangkaian visi strategis, misi, tujuan, dan strategi perusahaan merupakan rencana
strategis untuk mengatasi kondisi industri, berkompetisi dengan pesaing, mencapai tujuan,
dan membuat kemajuan menuju cita-cita aspirasional. Dewan direksi memiliki kewajiban
kepada pemegang saham untuk memainkan peran hati-hati dalam mengawasi manajemen
yang menangani proses pembuatan strategi dan eksekusi strategi perusahaan. Hal ini
mencakup empat kewajiban penting:
(1) Pastikan bahwa perusahaan mengeluarkan laporan keuangan yang akurat dan
memiliki kontrol keuangan yang memadai;
(2) Secara kritis menilai arah, strategi, dan pelaksanaan strategi perusahaan;
(3) Mengevaluasi keterampilan kepemimpinan strategis eksekutif senior; dan
(4) Membuat rencana kompensasi untuk top eksekutif sebagai imbalan atas hasil dan
tindakan melayani kepentingan para stakeholders terutama pemegang saham.