Anda di halaman 1dari 4

OCEANARIUM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK

Nama : Yaasin Ali Akbar


NIM : 1507113921
METODE PENELITIAN

BAB I
1.1 Latar Belakang

Pekanbaru berada di tengah daratan Provinsi Riau yang dibagi oleh Sungai Siak.
Kurangnya destinasi wisata di Kota Pekanbaru menyebabkan masyarakat Kota Pekanbaru lebih
cenderung menyempatkan waktunya untuk berlibur menuju destinasi wisata sepeti gunung, laut
dan sebagainya. Wisata perairan laut menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat diminati yang
terdapat pantai, wisata bawah air, dan sebagainya.
Pekanbaru memiliki perbandingan antara luas daratan dan luas perairan yaitu
…..(datamasih dicari) menyebabkan masyarakat Kota Pekanbaru kurang berinteraksi dengan
suasana laut, sehingga kurangnya pengetahuan tentang dunia laut hanya didapat melalui via
internet, acara televisi dan sebagainya. Pusat Penelitian Oceanografi LIPI menyatakan bahwa
Indonesia merupakan pusat biodiversitas kelautan dengan keanekaragaman spesies biota laut yang
sangat tinggi. Maka dibutuhkan suatu wadah infomasi agar masyarakat bisa langsung melihat
langsung hewan yang berada di laut.
Menurut Sutrisno (1997) Kecenderungan masyarakat gemar memelihara binatang laut
dalam wadah akuarium atau kolam, merupakan salah satu bukti adanya usaha manusia
mendekatkan diri terhadap alam, dengan memelihara dan memperlajari kehidupan lain di luar
dirinya, sebagai akibat munculnya kebutuhan rekreasi dari kegiatan rutinitas sehari-hari. Untuk
dapat mengungkapkan rahasia kehidupan laut, perlu adanya suatu usaha menampilkan dalam
media atau wadah yang tepat agar dapat diamati secara jelas dengan tidak meninggalkan unsur-
unsur habitat aslinya. Oleh karena itu dengan adanya media atau wadah tersebut, diharapkan
mampu menjadi jembatan pengetahuan masyarakat akan rahasia kehidupan laut.
Kehadiran Oceanarium sebagai tempat untuk melihat flora dan fauna yang berada dilaut
secara langsung dan akan menjadi yang kedua di Indonesia setelah SeaWorld Ancol yang berlokasi
di Jakarta, buka pada tahun 1994. Berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (2015)
pengunjung Seaworld berjumlah 2000 orang/hari pada hari-hari biasa. Sedangkan pada hari libur,
pengunjung dapat mencapai 3500-4000 orang/ hari. Destinasi menuju Jakarta untuk SeaWorld
Ancol memerlukan biaya transportasi, kesempatan ini membuat Oceanarium akan menarik para
wisatawan untuk area Sumatera dan sekitarnya.
Oceanarium sebagai wadah sarana memberikan informasi bernuansa alam serta
meningkatkan rasa peduli terhadap satwa laut atas kekayaan alam tanah air, menjadi sarana
rekreasi dan sebagai destinasi wisata dikarenakan salah satu fungsi yaitu Pantai Buatan di tengah
dataran Kota Pekanbaru untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing. Dengan adanya Oceanarium
dengan fasilitasi Oceanarium ,fasilitas Pantai Buatan dan fasilitas penunjang lainnya dapat
membantu Kota Pekanbaru dalam krisis destinasi wisata.
Keindahan ragam uniknya flora dan fauna dari laut akan menjadikan suatu iconic tersendiri
bila keadaanya berada di darat. Dikarenakan faktor ini membuat suatu konsep dasar perancangan
melalui metofara dari hewan yang berada di laut. Salah satu fauna laut untuk menjadi konsep ialah
ikan Pari.
Dalam perancangannya Oceanarium ini memerlukan inovasi dari teknologi, stuktur,
material dan perihal lain yang dapat membantu pengembangannya gagasan ini maka pendekatan
yang diambil ialah Arsitektur Futuristic.

1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang itu, permasalahan yang akan dijawab dari perencanaan
Oceanarium dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana desain Oceanarium di Pekanbaru sebagai fasilitas rekreasi di kota
Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik?
2. Bagaimana penerapan konsep “Metafora Ikan Pari” ke dalam pengolahan tapak dan
bangunan Oceanarium di Pekanbaru?

1.3 Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang telah ditentukan, maka tujuan dari penulisan skripsi ini
adalah:
1. Menentukan strategi desain Oceanarium di Pekanbaru sebagai fasilitas rekreasi
melalui pendekatan Arsitektur Futuristic.
2. Menerapkan konsep Metafora Pari ke dalam pengolahan tapak dan bangunan
Oceanarium di Pekanbaru.

1.4 Lingkup dan Batasan


Berdasarkan tujuan yang telah ditentukan, maka lingkup dan batasan yang menjadi dasar
dalam proses perencanaan dan perancangan Oceanarium di Pekanbaru adalah sebagai berikut:

1.4.1. Lingkup
Dari segi fungsional kajian ini membahas tentang perancangan Ocenanarium di Pekanbaru
sebagai wadah untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Rekreasi. Selain itu kajian ini juga
membahas bagaimana penerapan konsep ”Metafora Pari” dalam kaitannya dengan perancangan
arsitektural.

1.4.2. Batasan
Dalam perancangan Oceanarium di Pekanbaru ini terdapat batasan pada perancangan
sebagai berikut:
a. Kegiatan di Oceanarium dibatasi pada pengenalan flora dan fauna laut, pertunjukkan
akrobatik dari beberapa fauna laut, terdapat beach indoor, serta retail perbelanjaan.
Jadi, Oceanarium ini mewadahi kegiatan di bidang edukasi dan rekreasi.
b. Perancangan Oceanarium dibatasi oleh unsur-unsur dari Ikan Pari yang akan diterapkan
kedalam bangunan, pola lansekap, dan tatanan massa sehingga dapat mewadahi
kegiatan Oceanarium.
c. Lingkup layanan Oceanarium ini berada di kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

1.5 Metode Perancangan


Metode pada perancangan Oceanarium di Pekanbaru ini, didasarkan pada prinsip-prinsip
Arsitektur Futuristic, serta penerapan konsep “Metafora Ikan Pari” juga digunakan sebagai acuan
dalam perancangan Oceanarium.

1.6 Sistematika Penulisan


Pada laporan Tugas Akhir dengan judul Oceanarium di Pekanbaru dengan Pendekatan
Arsitektur Futuristik ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi mengenai pokok-pokok pikiran yang melatar belakangi pemilihan judul,
permasalahan, tujuan, lingkup dan batasan, metode perancangan serta sistematika
penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi kajian tentang tinjauan dan penjelasan kepustakaan mengenai Oceanarium, Tema,
dan hal-hal lain yang terkait.
BAB III METODE PERANCANGAN
Berisi uraian mengenai paradigma perancangan, langkah-langkah perancangan, strategi
perancangan, dan bagan alur dalam perancangan Oceanarium di Pekanbaru.
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi mengenai analisa hasil dan pembahasan yang meliputi lokasi
perancangan, analisa kebutuhan ruang, penerapan konsep, penzoningan, tatanan massa,
tatanan ruang luar, bentukan massa, struktur bangunan, tatanan ruang dalam, utilitas,
interior, dan peletakan vegetasi pada perancangan Oceanarium di Pekanbaru.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran dalam perancangan Oceanarium di Pekanbaru.