Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

1.1 Pendahuluan
Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit tertinggi ke enam

yang dikeluhkan masyarakat Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah

Tangga (SKRT, 2001) dan menempati peringkat ke empat penyakit

termahal dalam pengobatan. 9

Menurut data di poli gigi dan mulut di RSUD klungkung untuk

kasus gangren pulpa dan abses pada tahun 2018, pada bulan januari

sampai bulan april 2018 sebesar 87 kasus.

Gangren pada pulpa yang dapat mengakibatkan beberapa

komplikasi seperti, Abses Periapikal, osteomielitis, kista Radikuler hal ini

tidak dapat dipisahkan dari struktur gigi, jaringan pendukung gigi dan

virulensi dari bakteri yang menginfeksi gigi.3,4

Infeksi odontogen dapat menyebar secara perkontinuitatum,

hematogen dan limfogen, yang disebabkan antara lain oleh periodontitis

apikalis yang berasal dari gigi nekrosis, dan periodontitis marginalis.

Infeksi gigi dapat terjadi melalui berbagai jalan: lewat penghantaran yang

pathogen yang berasal dari luar mulut, melalui suatu keseimbangan flora

yang endogenus, melalui masuknya bakteri ke dalam pulpa gigi yang vital

dan steril secara normal. Sebelum membahas mengenai komplikasi dari

gangren pulpa sebelumnya akan dibahas patofisiologi dari gangren pulpa.4

1.2 Tujuan

1
1. Sebagai bahan acuan untuk mengetahui proses terjadinya abses

submukosa yang disebabkan oleh gangren pulpa.

2. Untuk mengetahui terapi dan penanganan abses submukosa yang

disebabkan oleh gangrene pulpa.

3. untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang abses

submukosa yang disebabkan oleh gangrene pulpa.