Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Internal auditing adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan
yang terlatih mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi, dan kegunaan catatan-
catatan (akutansi) perusahaan, serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan.
Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan perusahaan (manajemen) dalam
melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran, dan
komentar mengenai kegiatan yang di audit. Untuk mencapai tujuan tersebut, internal
auditor melakukan kegiatan kegiatan berikut:
1. Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan sistem
pengendalian manajemen, struktur pengendalian intern, dan pengendalian
operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan
biaya yang tidak terlalu mahal,
2. Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur yang
telah ditetapkan oleh manajemen
3. Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan
dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan
dan penyalahgunaan.
4. Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi
dapat dipercaya.
5. Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang
diberikan oleh manajemen.
6. Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan
efisensi dan efektifitas.
Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukannya tersebut dapat disimpulkan Bahwa
internal auditor antara lain memiliki peranan dalam :
1. Pencegahan Kecurangan (Fraud Prevention),
2. Pendeteksian Kecurangan (Fraud Detection), dan
3. Penginvestigasian Kecurangan (Fraud Investigation).
Berdasarkan uraian diatas, penulis disini menulis makalah dengan judul
“DETECTION FRAUD (RECOGNIZING THE SYMPTOMS OF FRAUD)”

1
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dari penulisan makalah ini
sebagai berikut:
1. Apa saja yang menjadi gejala fraud ?
2. Apa yang dimaksud dengan Accounting Anomalies (Kejanggalan –
Kejanggalan Akuntansi) ?
3. Apa yang dimaksud dengan Internal Control Weaknesses (Lemahnya Internal
Kontrol) ?
4. Apa yang dimaksud dengan Analytical Fraud Symptoms (Keganjalan Analisis)
?
5. Apa yang dimaksud dengan Extravagant Lifestyles (Gaya Hidup
Berlebihan/Mewah) ?
6. Apa yang dimaksud dengan Unusual Behaviour (Perilaku Yang Tidak Biasa) ?
7. Apa yang dimaksud dengan Tips And Complaints (Nasehat Dan Keluhan) ?

C. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengenali gejala fraud.
2. Untuk mengetahui dan memahami Accounting Anomalies (Kejanggalan –
Kejanggalan Akuntansi).
3. Untuk mengetahui dan memahami Internal Control Weaknesses (Lemahnya
Internal Kontrol).
4. Untuk mengetahui dan memahami Analytical Fraud Symptoms (Keganjalan
Analisis).
5. Untuk mengetahui dan memahami Extravagant Lifestyles (Gaya Hidup
Berlebihan/Mewah).
6. Untuk mengetahui dan memahami Unusual Behaviour (Perilaku Yang Tidak
Biasa).
7. Untuk mengetahui dan memahami Tips And Complaints (Nasehat Dan
Keluhan).

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. SYMPTOMS OF FRAUD
Untuk mendeteksi dari sebuah fraud, manajer, auditor, karyawan dan pemeriksa
harus mengenali indikator atau gejala fraud (kadang dipanggil red flags) dan
menginvestigasi apakah gejala ini dihasilkan dari fraud sesungguhnya atau disebabkan
oleh faktor lainnya. Sayangnya, banyak gejala fraud tidak terdeteksi dan bahkan gejala
yang tidak diketahui seringkali tidak serius untuk ditelusuri. Banyak fraud bisa dideteksi
lebih awal jika gejala fraud tersebut sudah dideteksi.
Gejala dari fraud dapat dipisahkan kedalam beberapa kategori:
1. Accounting Anomalies (Kejanggalan – Kejanggalan Akuntansi).
2. Internal Control Weaknesses (Lemahnya Internal Kontrol).
3. Analytical Fraud Symptoms (Keganjalan Analisis).
4. Extravagant Lifestyles (Gaya Hidup Berlebihan/Mewah).
5. Unusual Behaviour (Perilaku Yang Tidak Biasa).
6. Tips And Complaints (Nasehat Dan Keluhan).

B. ACCOUNTING ANOMALIES (KEJANGGALAN – KEJANGGALAN


AKUNTANSI)
Dihasilkan dari proses dan prosedur yang tidak biasa pada sistem akuntansi.
Secara umum kejanggaalan dalam prosedur akuntansi melibatkan:
1. Ketidakberesan pada sumber dokumen

Gejala fraud umum berkaitan dengan sumber dokumen seperti cek, faktur penjualan,
pesanan pembelian, permintaan pembelian dan laporan penerimaan. Gejala fraud yang
berhubungan dengan sumber dokumen antara lain:

a. Hilangnya dokumen

b. Terjadinya duplikat pembayaran

c. Dokumen yang hanya foto kopi saja

d. Memo kredit yang terlalu banyak

e. Terdapat nama-nama atau alamat yang sama pada pelanggan

f. Pemalsuan atau manipulasi dokumen

g. Urutan dokumen yang tidak masuk akal

3
h. Terdapat tulisan tangan yang mencurigakan pada dokumen

i. Dokumen yang hanya foto kopi saja

j. Dan lain-lain.

Contoh, sebuah peringatan internal auditor mendeteksi sebuah kecuranagan sedang


menguji pembelian dari perlengkapan yang baru.

2. Jurnal entri yang salah

Akuntansi adalah sebuah bahasa, juga seperti bahasa indonesia dan bahasa inggris.
Contoh dari sebuah jurnal:

Legal expense............ 5.000

Cash................................. 5.000

Jika dimaksudksan dalam bahasa sehari-hari, jurnal ini berarti seorang pengacara
dibayar sebesar $5.000. dalam bahasa akuntansi dibaca “ debit biaya hukum, kredit
kas. Seseorang yang bisa memahami kedua bahasa diatas akan merealisasikan kedua
statemen tersebut merupakan hal yang sama. Masalah dengan bahasa akuntansi adalah
bisa dimanipulasi untuk sebuah kebohongan seperti bahasa lainnya. Dengan
menggunakan jurnal diatas, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa pengacara
tersebut dibayar memang sebesar $5.000? mungkin saja karyawab melakukan
penggelapan $5.000 pada kas dan mencoba untuk menyembunyikan kecurangan
tersebut dengan dicatat sebagai sebuah biaya hukum. Terkadang penggelapan secara
pintar menyembunyikan kegiatan secara baik dengan cara ini, kenyataan bahwa
kegiatan curang pada biaya hukul akan bisa menutupi laba ditahan pada akhir tahun
periode akuntansi dan membaut audit kesulitan untuk menelusuri. Jika kegiatan
curang karyawan dilakukan secara rutin membayar dengan jumlah besar dari biaya
hukum ini, kecurangan kecil ini dengan mudah tak akan diketahui. Untuk memahami
apakah jurnal entri menyajikan dengan benar atau hal fiktif, harus lebih memahami
untuk mengenali tanda-tanda fraud jurnal entri.

Pencatatan sebuah beban untuk menyembunyikan sebuah kecurangan melibatkan


pembuatan sebuah jurnal entri yang fiktif. Pemeriksaan fraud harus mampu untuk

4
mengenali tanda bahwa sebuah jurnal entri itu mungkin sudah dibuat untuk
menyembunyikan kecurangan.

Gejala umum kecurangan pada jurnal entri

a. Jurnal tanpa dokumen pendukung

b. Terdapat penyesuian yang tidak bisa dijelaskan terhadap pendapatan, beban,


piutang dan hutang

c. Jurnal entri yang tidak seimbang

d. Jurnal entri yang dibuat oleh individu yang tidak biasa melakukan kegiata
tersebut

e. Jurnal entri yang dibuat mendekati akhir periode akuntansi

3. Buku besar yang tidak akurat

Semua transaksi yang berhubungan di masukkan ke dalam akun yang spesifik


diringkas dalam buku besar. Keakuratan dari keseimbangan akun pada dalam buku
besar seringkali dibuktikan dengan memastikan total segala aset sama dengan total
hutang dan ekuitas. Dua tanda kecurangan utama berhubungan terhadap buku besar
seperti:

a. Sebuah buku besar yang tidak seimbang, ini berarti total dari segala saldo
debit tidak sama dengan total saldo kredit

Gejala ini mengidikasikan dalam sebuah kecurangan yang menyembunyikan


pencatatan akuntansi yang tidak komplet. Sebagai contoh seorang pelaku fraud
mungkin menggelapkan persediaan tetapi tidak merefleksikan penurunan
tersebut pada pencatatan akuntansi

b. Saldo akun buku besar pembantu yang tidak sama dengan jumlah dari masing-
masing saldo konsumen dan vendor (pada ledger)

Gejala kedua ini mengindikasikan manipulasi dari saldo pihak konsumen atau
vendor tanpa mengubah saldo buku besar pembantu piutang dan hutang buku
besar. Pada kasus ini, jumlah dari saldo dari konsumen dan vendor tidak sama
dengan saldo buku pembantu.
5
C. INTERNAL CONTROL WEAKNESSES (LEMAHNYA INTERNAL KONTROL)

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, fraud timbul ketika kombinasi
persepsi tekanan, persepsi peluang dan rasionalisasi. Banyak individu dan organisasi
mempunyai tekanan sehingga melakukan kecurangan. Setiap orang
merasionalisasikannya dan ketika internal control tidak ada atau dikesampingkan maka
resiko dari fraud akan lebih besar. Tanda kecurangan internal kontrol secara umum
seperti:

1. Kurangnya pemisahan tanggung jawab


2. Kurangnya pengamanan secara pisik
3. Kurangnya pengecekan secara independen
4. Kurangnya otorisasi yang memadai
5. Kurangnya pencatatan dan dokumen
6. Diabaikannya pengendalian yang sudah ada
7. Sistem akuntansi yang tidak terpercaya
Contoh : Lorraine adalah seorang nasabah dari Second National Bank (SNB). Dia sudah
membuka akun rekenig 16 bulan sebelumnya dan sudah sering melakukan penyetoran
dan penarikan di SNB. Dia dianggap menjadi seorang nasabah dari pendidikan dan
dermawan. Dia mengendarai porsche, berpakaian necis dan mampun mendapatkan
kepercayaan dari manajer bank. Suatu hari dia mendekati manajer dan berkata bahwa
membutuhkan dana tunai sebesar $525.000,- sang manajer yang mengetahui bahwa
lorraine hanya memiliki $13.000 pada rekening menolak permintaan tersebut. Kemudian
memutuskan bawa lorraine adalah nasabah yang bernilai dan dia juga berjanji untuk
membayar secepatnya akhirnya memberikan lorraine pinjaman tunai. Faktanya lorraine
telah melakukan penggelapan dana pekerjanya sebesar $5 juta. Dia diancam harus
membayar hak mereka dan hingga menyebabkan melakukan pencurian pada SNB.
D. ANALYTICAL FRAUD SYMPTOMS (KEGANJALAN ANALISIS)

Gejala fraud analisis adalah prosedur dan hubugan yang tidak biasa atau juga
tidak realistis untuk menjadi hal yang dipercaya. Ini termasuk transaksi atau kegiatan
yang terjadi pada waktu dan tempat yang ganjil yang dilakukan melalui melibatkan orang
yang tidak berpatisipasi secara normal, yang termasuk prosedur, aturan dan praktik yang
ganjil. Pada umumnya keganjila analisis menampilkan segala hal yang tidak biasa dan
tidak bisa diprediksi. Seperti misalnya
6
1. Kekurangan atau penyesuaian persediaan yang tidak bisa dijelaskan

2. Penyimpangan dari standar

3. Peningkatan produk rusak atau cacat

4. Peningkatan/penurunan yang signifikan dari saldo akun-akun, ratio-ratio atau


hubungan-hubungan

5. Fisik yang tidak normal

6. Kekurangan atau kelebihan kas

7. reimbursement yang tidak masuk akal

8. Tingkat pergantian eksekutif yang berlebihan

9. Hubungan hubungan dalam laporan keuangan yang aneh

E. EXTRAVAGANT LIFESTYLES (GAYA HIDUP BERLEBIHAN/MEWAH)

Banyak orang yang mencoba fraud sedang berada dibawah tekanan. Terkadang
tekanan sebenarnya tapi tidak jarang pula mereka melulu menghadirkan ketamakan.
Sekali ketika pelaku bertemu kebutuhan finansial mereka, mereka biasanya melanjutkan
untuk mencuri, mengunakan dana yang digelapkan untuk meningkatkan gaya hidup
mereka (membeli mobil etc, rmah baru, alat canggih, perhiasan). Sangat sedikit dari
mereka menyimpan apa mereka curi dan dengan segera membelanjakan semua yang
mereka curi. Mereka terus terbiasa dan lebih percaya diri dengan skema kecurangan
mereka (mencuri dan membelanjakan dalam jumlah yang besar kedepannya)

Pelaku penggelapan adalah orang yang mengambil jalan pintas untuk melihatkan
kesuksesan. Sangat sedikit dari bajingan ini pada akhirnya tertangkap dan menyimpan
unag hasil penggelapan mereka.

Perubahan gaya hidup seringkali mudah dari semua gejala untuk dideteteksi.
Mereka seringkali sangat berguna didalam mendeteksi kecurangan terhadap organisasi
oleh karyawan dan lainnya tapi tidak tidak berguna dalam mendeteksi kecurangan atas
kepentingan organisasi seperti kecuragan manajemen.

F. UNUSUAL BEHAVIOUR (PERILAKU YANG TIDAK BIASA)

7
Penelitian dalam bidang psikologi mengungkapkan ketika seseorang (terutama
pelaku fraud perdana) melakukan tindak kejahatan, mereka biasanya menjadi dihantui
oleh emosi rasa takut dan gelisah.

G. TIPS AND COMPLAINTS (NASEHAT DAN KELUHAN)

Tips dan complaint termasuk kategori gejala fraud daripada fakta fraud yang ada.
Hal ini disebabkan karena kebanyakan tips dan complaint sering kali berubah menjadi
sesuatu yang tidak tepat. Sesuatu yang sulit untuk menilai motivasi seseorang yang
melakukan complaint dan memberikan tips.

Adapun contohnya adalah:

1. Nasabah yang complaint karena mereka merasa dimanfaatkan.

2. Karyawan yang memberikan tips karena termotivasi atas kebencian, masalah pribadi
atau cemburu.

Mengapa Orang Ragu Untuk Mengungkapkan Fraud:

8
1. Mustahil untuk tahu pasti bahwa fraud sedang berlangsung

2. Takut menjadi whistle blower

3. Intimidasi oleh pelaku

4. Merasa bahwa bercerita pada orang yang salah

Sebuah kegiatan pencurian melibatkan pengambilan aktual dari kas,


persediaan, informasi atau aset lainya. Pencurian bisa terjadi secara manual melalui
komputer atau telepon. Penyembunyian melibatkan pengambilan langkah-langkah
melalui tingkag laku untuk menyembunyikan kegiatan fraud dari yang lain.
penyembunyian bisa mengubah catatan keuangan, salah perhitungan kas atau
persediaan atau penghancurian barang bukti. Conversion melibatkan kegiatan
penjualan aset curian atau merubah kedalam bentuk kas.

Fraud bisa dideteksi dengan tiga elemen diatas. Pertama kegiatan pencurian,
seseorang bisa menjadi saksi pelaku fraud mengambil kas dan aset lainnya. Kedua,
concealment, menghapus catatan atau sengaja salah menghitung dari kas dan
persediaan bisa dikenali. Ketiga, pada conversion, perubahan gaya hidup bahwa
pelaku fraud hampir pasti melakukannya ketika mereka mengubah dana kecurangan

Siapa yang mempunyai posisi lebih baik untuk mendeteksi fraud pada masing-
masing elemen?

1. Theft, itu bukanlah auditor. Auditor jarang hadir ketika dana dicuri atau fraud
dilakukan. Auditor suka menghabiskan proses audit selama berminnggu-
minggu dan kegiatan fraud biasanya tidak terjadi pada proses audit tersebut
9
2. Concealment, auditor mempunyai peluang untuk mendeteksi fraud. Jika pada
sampel audit ditemukan pengubahan dokumen, perbedaan perhitungan, atau
kegiatan penyembunyian fraud lainnya, auditor mungkin saja mendeteksi
fraud. Demikian pula mereka melihat internal kontrol yang lemah atau analisis
relationsip yang tidak biasa. Bagaimanapun, akuntan perusahaan dan bahkan
teman sekantor memungkin dalam posisi yang baik untuk mendeteksi
penyembunyian fraud

3. Konversi, auditor tidak berada dalam posisi yang baik untuk mendeteksi fraud.
Karena auditor tidak akan mengenali aktivitas keseharian para pelaku fraud
seperti gaya pakaian, tempat liburan atau membeli perhiasan dan barang
mewah. Jadi teman sekantor dan manager yang bisa mendeteksi kecurangan
pada elemen konversi.

10
BAB III
KESIMPULAN
Tanda-tanda awal (symptoms) biasanya muncul dalam kasus kecurangan, walau
demikian munculnya symptoms tersebut belum berarti telah terjadi kecurangan. Symptoms ini
dikenal dengan nama Red flag, yang biasanya dipahami dan digunakan oleh internal auditor
dalam melakukan analisis dan evaluasi lebih lanjut untuk mendeteksi adanya kecurangan
yang mungkin timbul sebelum dialakuakan investigasi.
Gejala dari fraud dapat dipisahkan kedalam beberapa kategori:
1. Accounting Anomalies (Kejanggalan – Kejanggalan Akuntansi).
2. Internal Control Weaknesses (Lemahnya Internal Kontrol).
3. Analytical Fraud Symptoms (Keganjalan Analisis).
4. Extravagant Lifestyles (Gaya Hidup Berlebihan/Mewah).
5. Unusual Behaviour (Perilaku Yang Tidak Biasa).
6. Tips And Complaints (Nasehat Dan Keluhan).

11