Anda di halaman 1dari 5

CASE REVIEW

Airbnb in 2016: A Business Model for the Sharing Economy

Mata Kuliah Strategic Management


Program Studi Magister Manajemen

Oleh:
Arum Pusparani 407038
Eno Casmi 421732
Kurnia Putri Erdian 421765
Yusuf Prabowo 421833

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
A. Deskripsi
Latar Belakang Perusahaan
Airbnb didirikan pada tahun 2008 ketika Chesky dan seorang teman
memutuskan untuk menyewa apartemen mereka untuk para tamu untuk konvensi
lokal. Untuk mengakomodasi para tamu, mereka menggunakan kasur udara dan
menyebutnya sebagai “Air bed & breakfast”. Meskipun belum menjadi perusahaan
publik pada tahun 2016, Airbnb telah mengalami pertumbuhan dan kesuksesan luar
biasa dalam delapan tahun keberadaannya. Perusahaan ​room sharing telah
berkembang ke lebih dari 190 negara dengan lebih dari 2 juta properti terdaftar, dan
memiliki perkiraan valuasi sebesar $30 miliar. Airbnb tampaknya siap untuk
merevolusi hotel dan industri pariwisata melalui model bisnisnya. Airbnb
menawarkan kamar cadangan atau seluruh rumah kepada calon tamu, di ​digital
marketplace.​ Airbnb mengalami beberapa masalah, yaitu ​Airbnb dihadapkan pada
penolakan, karena pemilik dan operator hotel, motel, dan penginapan lainnya merasa
tersaingi oleh kehadiran Airbnb. Selain itu juga tuan rumah Airbnb mengalami
masalah hukum karena tata kota dan negara bagian yang mengatur hotel dan sewa
apartemen. Airbnb juga mengalami kendala dalam perizinan dan pembayaran pajak di
setiap kota yang memiliki kebijakan yang berbeda-beda.
Airbnb dan perusahaan sejenis lainnya, beroperasi melalui penawaran
platform teknologi, di mana individu dengan kapasitas cadangan dapat menawarkan
layanan mereka. ​Airbnb memanfaatkan penggunaan ​smartphone​, ​pemilik rumah dengan
kamar cadangan bisa menawarkannya untuk disewakan. Pemilik mobil dengan waktu
luang dapat menawarkan layanan beberapa malam seminggu sebagai layanan taksi.
Individu tersebut hanya mendaftar melalui ​platform dan mulai menawarkan layanan
atau sumber daya. Perusahaan kemudian membebankan biaya transaksi kecil sebagai
layanan antara kedua pengguna yang difasilitasi. ​Airbnb adalah milik perusahaan
teknologi, model bisnis Airbnb pada tahun 2016, oleh karena itu didasarkan pada
struktur marjin biaya pendapatan dari pasar ​online​, dari pada ​establishment
penginapan, dengan perkiraan biaya 11 persen per kamar tinggal. Model bisnis
perusahaan yang menghasilkan biaya dari pemesanan kamar telah memungkinkan
pendapatannya meningkat dari sekitar $6 juta pada tahun 2010 menjadi proyeksi $1,2
miliar pada 2017.
Airbnb tidak hanya memanfaatkan teknologi. ​Daya tarik Airbnb yang
menggunakan teknologi membuat perusahaan memiliki preposisi nilai yang baik
untuk pelanggannya. Sehingga Airbnb memiliki banyak konsumen yang dapat
meningkatkan modal untuk mendukung pertumbuhannya, termasuk biaya tambahan
seharga $ 850 juta di 2016 yang menaikkan perkiraan valuasinya menjadi $30 miliar.
Airbnb dalam mengatur komunitas pemilik rumah dan tamu Airbnb telah
melembagakan sistem ​rating​. Sistem tersebut dipopulerkan oleh perusahaan seperti
amazon, ebay, dan Yelp ​peer to peer ratings membantu kualitas kebijakan. Baik tamu
dan pemilik rumah dapat memberi penilaian pada Airbnb.
Terdapat kasus Airbnb yaitu dimana pemilik rumah mengusir tamu yang
menginap melebihi batas waktu dan lingkungan daerah tersebut menganggap tamu
sebagai orang yang menggunakan jasa dan tanggung jawab dari Airbnb. Kasus
lainnya yaitu terdapat kamar dan rumah yang rusak karena digunakan untuk pesta
besar oleh tamu Airbnb. Pemilik rumah dikenakan sanksi jika tamu mengalami cedera
atau bahkan kematian tamu.

B. Analisis Strategi Airbnb


Bisnis Model baru yang diterapkan oleh Airbnb ini membuat beberapa terobosan dan
masalah dalam lingkungan industri mereka. Kami menganalisa ​competitive advantage
yang dimiliki oleh Airbnb dengan menggunakan analisis VRIN :
Tangible Resources :
1. Teknologi : ​platform​ teknologi
Valuable : ​platform teknologi yang digunakan Airbnb dapat mempermudah
dalam menghubungkan konsumen dan pihak yang menyewakan rumah (​peer to
peer)​ .
Rare ​: belum ada perusahaan lain yang fokus pelayanan untuk penyewaan rumah
dan kendaraan untuk para ​traveler ​seperti Airbnb.
Inimitable ​: sulitnya perusahaan lain untuk meniru teknologi yang digunakan
oleh Airbnb.
Nonsubstituable : teknologi yang digunakan belum terdapat penggantinya,
misalnya banyak penyedia jasa penginapan seperti hotel yang memasarkan
bisnisnya melalui web. Namun pelanggan Airbnb tidak terpengaruh oleh jasa
lainnya karena bedanya penawaran yang ditawarkan.
2. Organisasi : model bisnis ​sharing economy
Valuable : Airbnb merupakan pihak ketiga yang menghubungkan antara pemilik
rumah dan konsumen. Airbnb menyediakan fasilitas untuk memudahkan
komunikasi antara pemilik rumah dan konsumen dalam melakukan transaksi.
Rare : model bisnis yang digunakan Airbnb belum digunakan oleh perusahaan
lain
Inimitable : sistem yang digunakan Airbnb yang dapat mempermudah dalam
negosiasi terkait harga, fasilitas atau lainnya belum dapat diterapkan oleh
perusahaan lainnya.
Nonsubstituable : Airbnb menyediakan banyak pilihan yang dapat menyesuaikan
dengan keinginan konsumennya terkait biaya, fasilitas dan lainnya yang
dipertanggungjawabkan oleh konsumen tersebut.

Intangible resources :
1. Company image
Valuable : image Airbnb yang baik dimata konsumen karena mudah diakses
dalam penggunaannya.
Rare ​: ​image A
​ irbnb yang menggunakan teknologi dengan aplikasi yang dimana
sekarang banyak konsumen yang menggunakan ​gadget untuk memenuhi
kebutuhannya.
Inimitable : ​image Airbnb sulit untuk ditiru dengan perusahaan lainnya yang
sejenis.
Nonsubstituable : perusahaan lain tidak dapat menggantikan ​image perusahaan
Airbnb yang menyediakan jasa penginapan di berbagai daerah dan mudah untuk
melakukan transaksi maupun mendapatkan informasi.
2. Relationship : partnership dengan pemilik rumah dan kendaraan yang akan
disewakan (host)
Valuable ​: untuk menjaga hubungan dengan partnernya maka sangat penting bagi
Airbnb untuk saling percaya dengan partnernya sehingga bisnisnya dapat lebih
efektif.
Rare : dibidang jasa penginapan atau perhotelan belum banyak perusahaan yang
menerapkan sistem ​partnership​.
Inimitable​ : sistem partnership mudah dijangkau bahkan ditiru oleh pesaing.
Nonsubstituable : sistem ​relationship yang diterapkan oleh Airbnb sulit untuk
diterapkan oleh perusahaan lain yang telah beroperasi dengan sistem tradisional.
Adapun beberapa analisis kami mengenai Airbnb dengan analisis SWOT adalah
sebagai berikut :
Strenght
- Low Cost
- Fasilitas lebih banyak
- Akses mudah karena menggunakan aplikasi berbasis ​platform
- Hosting tersebar di segala penjuru
Weakness
- Only Credit Card
- Tidak ada standarisasi produk dan jasa
- Pembayaran dilakukan di depan secara ​full payment
- Tidak ada ​Due Diligent​ tempat yang disewakan
Opportunity
- Biaya operasional rendah karena berbasis aplikasi
- Orang yang ingin menjadi ​partner​ banyak
- Market​ luas
Threat
- Tingkat ketidaksempurnaan informasi tinggi
- Tidak ada kejelasan pertangungjawaban kerusakan fasilitas

C. Kesimpulan

Airbnb menimbulkan berbagai polemik di dalam industri yang mereka masuki, baik
dari sisi kompetitor, pemerintah maupun konsumen. Airbnb seharusnya dapat memperbaiki
SOP perusahaan agar tidak adanya tindakan-tindakan yang diinginkan. Standarisasi produk
dan jasa yang harus diberikan sebelum konsumen melakukan pembayaran dengan menyetujui
syarat dan ketentuan yang telah ditentukan airbnb baik untuk penyedia maupun untuk
konsumen. Dari bidang Administrasi Airbnb harus fokus pada pembenahan data hosting
dengan detail dan rapi, hal ini akan meminimalisir adanya asimetri informasi yang
ditimbulkan dalam ​platform y​ ang digunakan oleh Airbnb. Untuk memperluas dan
memperluas konsumen dalam melakukan transaksi pembayaran, sebaiknya Airbnb
melakukan kerjasama dengan beberapa ​m-banking,​ toko ​retail modern yang menyediakan
transaksi pembayaran tunai.