Anda di halaman 1dari 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Ibadah Haji

Ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim, terutama bagi
mereka yang mampu, dengan cara mengunjungi Tanah Suci dan melakukan segala amalan-amalan
yang telah diatur dan ditetapkan tata caranya berdasarkan ajaran Rosulullah SAW. Ibadah haji
hanya bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 9 sampai 13 Dzulhijjah. Itu artinya, ibadah
haji hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun.

2.2 Alur Perjalanan Haji Jeddah-Madinah

Sebelum berangkat menuju ke tanah suci para jemaah haji gelombang 1 akan menginap
semalam di asrama haji untuk menerima gelang identitas, buku kesehatan, paspor dan uang Living
Cost dan akan diterbangkan menuju Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Azis-Madinah atau
Bandara King Abdul Azis-Jeddah pada esok harinya. Setiba di bandara King Abdul Azis (Gel. II),
jamaah haji berkumpul di ruang pemeriksaan barang dan paspor serta buku kesehatan. Petugas
TEMUS (tenaga musiman) siap membantu. Jemaah haji akan diperiksa satu persatu barang
bawaannya, difoto dan pemeriksaan sidik jari serta suhu badan. Hampir sama dengan Jamaah Haji
Gel. II, Gel. I yang mendarat di Bandara Madinah, Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Azis.

Persiapan Miqot dan Niat

Jemaah haji (Gel II) yang Miqot di King Abdul Azis segera mempersiapkan diri:

 Mandi atau wudhu (mandi bisa dilaksanakan diasrama haji sebelum berangkat)
 Berpakaian ihram
 Sholat sunah ihram 2 rakaat
 Niat (dilafazkan dengan talbiyah)

Setelah itu jemaah akan diberangkatkan ke mekkah.


Bagi jemaah haji gel.1, Miqot nya di Bir Ali. Calon jamaah haji gel. 1 ini akan tinggal
selama 8 hari untuk melaksanakan sholat Arbain dan ziarah-ziarah ke makam Rasulullah SAW
dan sekitar kota Madinah.

Kegiatan di Makkah

Jemaah haji gel.2 dari Makkah menuju pondokan atau hotel yang telah ditentukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan/dipersiapkan :

 periksa lah barang bawaan, jangan sampai tertinggal di bis

 persiapan melaksanakan umrah

 menuju masjidil haram untuk melaksanakan tawaf, sa’i dan tahalul

 selama dimakkah, perbanyak ibadah diMasjidil haram.

Pelaksanaan Ibadah Haji Tanggal 8 Dzulhijjah

1. Persiapan berangkat ke Arafah untuk Wukuf

 Membawa pakaian secukupnya, buku doa, sajadah, obat-obatan dan peralatan mandi.
 Pada 8 Dzulhijjah sebelum berangkat ke Arafah:
 Mandi wajib
 Berpakaian ihram
 Sholat Sunnah Ihram 2 rakaat
 Niat haji

 Menjelang siang hari jamaah haji diberangkatkan ke Arafah, Tiba di Arafah sampai malam
hari. Jemaah haji sebaiknya banyak istirahat untuk persiapan wukuf esok hari

 Waktu wukuf mulai tergelincir matahari sampai terbenam matahari.

 Sore hari setelah maghrib jemaah haji akan diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk
mabit disana
Di Muzdalifah

Selama mabit, jamah haji bisa mencari kerikil untuk melontar jumrah Aqobah sebanyak 7
– 10 butir. Jika melontar jumrah sampai 13 Dzulhijjah maka jumlah kerikil dikumpulkan sebanyak
70 butir kerikil. Lewat tengah malam jamaah haji akan diberangkatkan lagi menuju ke kemah di
mina untuk melaksanakan melontar jumrah. Selama mabit perbanyaklah dzikir dan berdoa jika
lelah bisa istirahat/ tidur jika memungkinkan.

Di Mina Tanggal 10 Dzulhijjah

Sesampai di Mina, Beristirahatlah secukupnya untuk persiapan melontar jumrah aqobah.


Laksanakan melontar jumrah secara berombomngan disertai pembimbing agar tidak tersesat Bila
ingin melontar jumrah lihatlah situasi dan kondisi yang ada jika terlalu padat dan berserakan
sebaiknya tunda dulu melontar jumrahnya. Carilah waktu-waktu yang longgar. Setelah melontar
jumrah aqobah carilah tempat yang sepi di penggir jamarot untuk melaksanakan tahalul awal
dengan mencukur rambut minimal 3 helai rambut. Setelah selesai melaksanakan melontar jumrah
baik mengambil nafar awal ataupun nafar tsani. Jamaah haji akan pulang kepondokan atau hotel
di makkah.

Kegiatan di Madinah

Bagi jemaah haji gel. 1 pesawat mendarat di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Azis.

 jemaah haji akan dikumpulkan dalam ruang penerimaan untuk pemeriksaan barang
bwaan paspor, buku kesehatan, photo, dan pengambilan sidik jari
 Madinah ini jamaah haji akan melaksanakan arbain yaitu sholat lima waktu selama
delapan hari atau dikenal dengan sholat empat puluh waktu
 melakukan ziarah-ziarah yang difasilitasi pihak Muasasah seperti ziarah ke Jabal Uhud,
masjid Quba’, Masjid Qiblatain dan perkebunan Qurma
 Bagi gel.1, pada hari ke-8 setelah Arba’in selesai, jamaah haji akan melakukan
persiapan untuk berangkat ke Makkah, untuk melaksanakan umrah, miqot di Bir Ali
(Dzulhulaifah).
 Bagi gel.2, persiapan pulang ke Tanah Air lewat Bandara Madinah.
2.3 Pelayanan Medis Petugas TKHI
1. Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Madinah
 Memantau kondisi kesehatan seluruh jemaah haji,
 Melapor ke wakadaker pelayanan kesehatan.
 Mengambil tas yang berisi paket obat dan alat kesehatan kloter.
 Menganjurkan jemaah haji cukup istirahat makan dan minum.
 Memberikan pelayanan pengobatan bagi jemaah haji yang memerlukan.

2. Selama perjalanan dari Jeddah ke Madinah/ Makkah


 Memantau kondisi kesehatan jemaah haji.
 Memberikan pelayanan pengobatan bagi jemaah haji yang memerlukan.
 Melakukan rujukan ke BPHI atau rumah sakit Arab Saudi (RSAS).

3. Selama berada di Madinah, Makkah & Armina


 Menempatkan jemaah haji risiko tinggi dekat petugas kesehatan.
 Melakukan visite secara berkala terutama bagi jemaah haji risti.
 Menganjurkan calon jemaah haji cukup istirahat, makan dan minum.
 Memberikan pelayanan kesehatan/pengobatan.
 Melakukan rujukan ke BPHI atau RSAS.

2.4 Pelayanan medis di BPHI oleh PPIH bidang kesehatan

Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah (saat kedatangan)

 Memberikan pelayanan pengobatan, rawat jalan, rawat sementara bagi jemaah haji
yang memerlukan.
 Melakukan rujukan ke RSAS atau ke BPHI Makkah dengan disertai laporan
rujukan (Lru).
 Menjawab konsultasi rujukan dari dokter kloter.
 Membuat Certificate of Death (COD) bagi jemaah haji yang wafat.
Di Madinatul Hujjaj - Jeddah (saat pemulangan)

 Memberikan pelayanan pengobatan, rawat jalan, rawat inap bagi jemaah haji ya
ng memerlukan.
 Melakukan rujukan ke RSAS dengan disertai laporan rujukan (Lru) dan laporan tanda
terima rujukan (Tru).
 Memberikan pelayanan pulang dini atau tidak bersama kloternya, perlu disertai
resume riwayat penyakit dan pengobatannya (Rpp).
 Membuat Certificate of Death (COD) bagi jemaah haji yang wafat

Di Madinah

1. Di Airport Madinah (saat kedatangan dan pemulangan)


 Melakukan rujukan ke BPHI Madinah atau ke RSAS dengan disertai laporan rujuk
an(Lru).
 Membuat Certificate of Death (COD) bagi jemaah haji yang wafat.

2. Di BPHI
 Memberikan pelayanan pengobatan, rawat jalan, rawat inap bagi jemaah haji yang
memerlukan.
 Melakukan rujukan ke RSAS dengan disertai laporan rujukan (Lru) dan laporan ta
nda terima rujukan (Tru).
 Memberikan pelayanan pulang dini atau tidak bersama kloternya, perlu disertai resume
riwayat penyakit dan pengobatannya (Rpp).
 Membuat Certificate of Death (COD) bagi jemaah haji yang wafat.

2.5 Makanan Jamaah Haji

Tips-tips untuk mengatasi masalah makanan jamaah haji

 Sebaiknya tiap jamaah menyediakan makanan kecil di tas tentengannya masing-


masing.
 Selama di Tanah suci jamaah bisa membeli makanan atau memasak sendiri.
 Bawa makanan tahan lama.
 Bagi yang memasak lakukan dalam kelompok.

2.6 Investigasi Wabah Haji

Tujuan investigasi Haji yaitu untuk mengetahui kondisi kesehatan terhadap jamaah haji,
melihat atau tidaknya jamaah haji yang membawa virus penyakit atau wabah bari dari Makkah,
penyakit baru dari tanah suci tersebut antara lain penyakit flu burung, virus flu babi atau penyakit
baru lainnya. Investigasi dilakukan melalui sistem kunjungan dari rumah ke rumah jamaah haji
atau sistem door to door untuk mengevaluasi dan melihat buku K3JH semua jamaah haji