Anda di halaman 1dari 1

PHENOL KOEFISIEN

Annisa A. (052), Zayyana A.A (059), Risti C. (068), Bintang R.S (077), Riyanto (083)
Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Semarang
2018

Pendahuluan
Antibakteri diartikan sebagai bahan yang mengganggu pertumbuhan dan metabolisme bakteri, sehingga
bahan tersebut dapat menghambat pertumbuhan atau bahkan membunuh bakteri (Pelczar dan Chan, 2005), diantaranya
adalah dengan menggunakan antiseptic dan desinfektan. (Isadiartuti dan Retno, 2005)
Koefisien fenol adalah ukuran kemampuan suatu zat antimicrobial salah satunya desinfektan dalam
membunuh bakteri dibandingkan dengan fenol sebagai standar. Tujuan dilakukannya penentuan koefisien fenol terhadap
suatu desinfektan adalah untuk mengevaluasi daya antimikroba dengan memperkirakan keefektifitasannya berdasarkan
lamanya waktu kontak dan konsentrasi desinfektan terhadap mikroorganisme tertentu.
Nilai koefien fenol merupakan hasil perbandingan antara desinfektan uji dengan fenol standar diartikan
kedalam dua bagian, yaitu apabila nilai koefisien fenol kurang atau samadengan 1 maka hal tersebut menunjukkan bahwa
efektivitas desinfektan yang diuji sama dengan atau lebih kecil dari fenol. Sedangankan jika nilai koefisien fenol yang
didapat hasilnya lebih dari 1 berarti bahwa desinfektan yang diuji lebih efektif dalam membunuh bakteri uji dibanding fenol.
Metode densicheck didapatkan hasil yang tidak wajar. Sehingga
a. Pembuatan sampel : mengambil koloni bakteri hasil phenol tidak dapat dibandingkan dengan
Staphylococcus aureus → masukkan ke Na-fis 0.9% → desinfektan.
buat suspensi 106 atau 0.01 McF
b. Persiapan sampel :membuat pengenceran desinfektan Kesimpulan
(1⁄40, 1⁄80, 1⁄160, 1⁄320) → memasukkan 0.5 ml
suspensi bakteri pada masing-masing pengenceran → Berdasarkan hasil praktikum koefsien phenol yang
mengaktifkan stopwatch telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa phenol
c. Pengujian sampel : mengalami kontaminan sehingga tidak dapat digunakan
 memasukkan 2-3 ose sampel kedalam NB sebagai pembanding dengan desinfektan.
setelah 5 menit → memasukkan 2-3 ose sampel
kedalam NB setelah 10 menit → memasukkan Daftar Pustaka
2-3 ose sampel kedalam NB setelah 15 menit →
menginkubasi sampel
Isadiartuti, D. dan S. Retno. 2005. Uji Efektifitas
 menggores sampel pada media NA setelah 5 Sediaan Gel Antiseptik Tanganyang Mengandung
menit → menggores sampel pada media NA etanol dan Triklosan. Majalah Farmasi Airlangga
setelah 10 menit → menggores sampel pada Jakarta
media NA setelah 15 menit → menginkubasi
sampel
Hasil Pelczar, M.J., dan Chan, E.C.S. 2005. Dasar-Dasar
Mikrobiologi. UI. Press. Jakarta
Media Pengenceran Kekeruan
Nutrien 5menit 10 menit 15 menit
Broth Rahma Eka. 2015. Penentuan Koefisien Fenol
1⁄ + + + Pembersih Pembersih Lantai yang Mengandung
40
1⁄ + + + Pine Oil 2,5% Terhadap Bakteri Pseudomonas
80 aeruginosa. UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta
1⁄ + + +
160
1⁄ + - + Ucapan Terimakasih
320

Pembahasan Kami ucapkan terimakasih pada Bapak Widodo,


Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil SST., M.Si, Ibu Elly Karlina, SKM, dan Ibu Umi
bahwa ternyata phenol yang diuji mengalami Rosidah, S.Tr.,A.K. selaku dosen pengampu mata
kontaminan, hal ini dapat diketahui setelah dilakukan kuliah Bakteriologi Lingkungan. Dan tidak lupa kami
inkubasi selama 24 jam pada media NB hampir seluruh ucapkan terimakasih kepada teman teman tingkat II
tabung terdapat kekeruhan pada bagian permukaannya, regular B yang telah membantu menyelesaikan tugas
dan setelah divortex dan dilakukan pengukuran dengan ini.