Anda di halaman 1dari 4

Nama : Dimas Syailendra Sumarsono

Kelas : XI MIA 1
Karakteristik ( Ciri-ciri ) Gelombang Secara Umum
 Dapat Dipantulkan atau DicerminkanUntuk peristiwa pemantulan gelombang ini telah
anda kenal pada saat mempelajari optic geometri. Dikelas x, pada peristiwa ini berlaku
Hukum pemantulan menurut Snellius.
 Dapat Dibiaskan ( Refraksi )Pembiasan dapat terjadi ketika gelombang melewati dua
medium yang berbeda.
 Dapat Dilenturkan ( Difraksi )Difraksi ( lenturan ) terjadi ketika gelombang melewati
sebuah celah sempit.
 Dapat Digabungkan atau Dipadukan ( Interferensi )Interferensi gelombang terjadi
ketika ada dua buah gelombang yang bersatu ( berpadu ) sehingga menghasilkan pola
interferensi maksimum dan minimum.
 Dapat Dikutubkan ( Polarisasi )Polarisasi merupakan peristiwa terserapnya sebagian
atau seluruh arah getar gelombang. Peristiwa polarisasi ini hanya terjadi pada
gelombang transversal.
 Dapat Diuraikan ( Dispersi )Kenapa langit berwarna biru ?? hal ini karena cahaya
matahari mengalami gejala dispersi. Cahaya matahari yang anda lihat berwarna putih,
tapi sebenarnya terdiri atas sinar-sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
Hal ini terjadi langit tampak berwarna biru saat anda melihat whiteboard berwarna putih
artinya seluruh pigmen warna dipantulkan ke mata kita.

Sifat-Sifat Gelombang
Sifat-Sifat Dari Gelombang Bunyi
 Gelombang Bunyi Memerlukan medium dalam perambatannya karena gelombang
bunyi merupakan gelombang mekanik, maka dalam perambatannya bunyi memerlukan
medium. Hal ini dapat dibuktikan saat dua orang astronout berada jauh dari bumi dan
keadaan dalam pesawat dibuat hampa udara, astronout tersebut tidak dapat bercakap-
cakap langsung tetapi menggunakan alat komunikasi seperti telepon. Meskipun dua
orang astronout tersebut berada dalam satu pesawat. Kemampuan medium untuk
menggetarkan partikel berbeda-beda bahkan ada medium yang dapat meredam bunyi
misalnya air.
 Gelombang Bunyi mengalami pemantulan ( refleksi ) salah satu sifat gelombang ialah
dipantulkan sehingga gelombang bunyi juga dapat mengelami hal ini hukum
pemantulan gelombang : sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada gelombang
bunyi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pemantulan bunyi dalam ruang tertutup dapat
menimbulkan gaung. Yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli
sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Untuk menghindari terjadinya gaung maka
dalam bisokop, studio, radio, televise dan gedung konser music, dinding dilapisi zat
perendam suara yang biasanya terbuat dari kain wol, kapas, gelas, karet atau besi.
 Gelombang Bunyi mengalami pembiasan ( refraksi ) salah satu sifat dari gelombang
ialah mengalami pembiasan. Peristiwa pembiasan dalam kehidupan sehari-hari
misalnya pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras dari pada siang hari. Hal
ini disebabkan karena pada siang hari udara lapisan atas lebih dingin dari pada di
lapisan bawah. Karena cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil daripada suhu
panas maka kecepatan bunyi di lapisan udara atas lebih kecil daripada di lapisan bawah,
yang berakibat medium lapisan atas lebih rapat dari medium lapisan bawah. Hal yang
sebaliknya terjadi pada malam hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari
lapisan udara atas ka lapisan udara bawah.Jika bunyi datangnya merambat vertical ke
bawah, pada malam hari, arah rambat bunyi dibiaskan mendekati garis normal.
Sebaiknya pada siang hari arah rambat bunyi dibiaskan menjauhi garis normal. Sesuai
dengan hukum pembiasan gelombang bahwa gelombang datang dari medium kurang
rapat ke medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal atau sebaliknya.
 Gelombang Bunyi mengalami pelenturan ( Difraksi ) gelombang bunyi sangat mudah
mengalami difraksi karena gelombang bunyi di udara memiliki panjang gelombang
dalam rentang sentimeter sampai beberapa meter. Difraksi ialah peristiwa pelenturan
gelombang ketika melewati celah, yang ukuran celahnya se-orde dengan panjang
gelombangnya.Seperti yang kita ketahui, bahwa gelombang yang lebih panjang akan
lebih mudah di difraksikan. Peristiwa difraksi terjadi misalnya saat kita dapat
mendengar suara mesin mobil di tikungan jalan walaupun kita belum melihat mobil
tersebut karena terhalang oleh bangunan tinggi di pinggir tikungan.
 Gelombang Bunyi mengalami perpaduan ( Interferensi ) gelombang bunyi mengalami
gejala perpaduan gelombang atau interferensi yang dibedakan menjadi dua yaitu
interferensi konstruksi atau penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan
bunyi. Misalnya waktu kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan ferekuensi
dan amplitude yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi yang
keras dan lemah secara bergantian.
 Gelombang bunyi mengalami pelayangan bunyi interfensi yang ditimbulkan dari dua
gelombang bunyi dapat menyebabkan peristiwa pelayangan bunyi, yaitu penguatan dan
pelemahan bunyi. Hal tersebut terjadi akibat superposisi dua gelombang yang memilki
frekuensi yang sedikit berbeda dan merambat dalam arah yang sama. Jika kedua
gelombang bunyi tersebut merambat bersamaan akan menghasilkan bunyi paling kuat
saat fase keduanya sama. Jika kedua getaran berlawanan fase, akan menghasilkan bunyi
paling lemah.
Sifat-Sifat Dari Gelombang Cahaya
 Gelombang cahaya mengalami interferensi gelombang cahaya seperti halnya
gelombang bunyi yaitu dapat berinteferensi. Untuk mendapatkan inteferensi cahaya
pun diperlukan sumber cahaya yang koheren yaitu sumber cahaya yang memiliki
frekuensi sama dan beda fase tetap. Sumber cahaya yang koheren dapat diamati dari
percobaan yang dilakukan oleh Young dan Fresnell. Interferensi cahaya dapat
menghasilkan pola gelap terang. Pola gelap dihasilkan dari interferensi destruktif (
saling melemahkan ) akibat penggabungan dua gelombang yang memiliki fase
berlawanan. Pola terang dihasilkan dari interferensi konstruksi ( saling menguatkan )
akibat penggabungan dua gelombang yang memiliki fase yang sama.
 Gelombang cahaya mengalami difraksi difraksi gelombang ialah proses pembelokan
gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah atau sudut
penghalang yang menghalangi sebagian muka gelombang. Difraksi cahaya juga terjadi
pada celah sempit yang terpisah sejajar satu sama lain pada jarak yang sama.Celah
sempit itu disebut kisi difraksi, semakin banyak celah pada sebuah kisi. Semakin tajam
pola difraksi yang dihasilkan pada layar. Difaraksi maksimum terkadi jika pada layar
tampak garis-garis terang. Pola difraksi yang dibentuk juga oleh sebuah celah bulat
terdiri atas bentuk terang pusat yang dikelilingi cincin terang dan gelap.
 Gelombang cahaya mengalami polarisasi polarisasi ialah proses penyaringan arah getar
suatu gelombang. Alat untuk menyaring arah getar ini disebut Polaroid. Salah satu
contohnya ialah Kristal. Polarisasi juga terdapat pada pemantulan dan pembiasan dan
pada pembiasan ganda. Penyerapan dan pemantulan kembali cahaya oleh partiket
disebut hamburan. Jika cahaya tidak terpolarisasi datang pada suatu medium ( gas )
cahaya yang dihamburkan dapat terpolarisasi sebagian atau seluruhnya. Arah polarisasi
sedemikian rupa sehingga tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk oleh garis sinar
datang dan garis penglihatan.
Sifat-Sifat Dari Gelombang Elektromagnetik
 Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi pada saat yang bersamaan.
 Arah medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.
 Kuat medan listrik dan magnet besarnya berbanding lurus satu dengan yang lain yaitu
menurut hubungan E = c. B.
 Arah perambatan gelombang elektromagnetik selalu tegak lurus arah medan listrik dan
medan magnet.
 Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa.
 Gelombang elektomagnetik merambat dengan laju yang hanya bergantung pada sifat-
sifat listrik dan magnet medium.
 Laju rambat gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa merupakan tetapan umum
dan nilainya = 3 x 108 m/s.
 Gelombang elektromagnetik ialah berupa gelombang transversal.
 Gelombang elektromagnetik dapat mengalami proses pemantulan, pembiasan,
polarisasi, interferensi dan difraksi ( lenturan ).