Anda di halaman 1dari 1

Studi kasus 1:

Pada 1 sd 14 Pebruari 2018 tim audit internal puskesmas Adimerto melakukan


audit program promosi kesehatan. Kriteria yang digunakan untuk audit adalah
perencanaan dan pelaksanaan promosi kesehatan untuk menunjang kesehatan ibu
dan anak. Dari hasil audit diperoleh bahwa dari kegiatan promosi kesehatan yang
direncanakan pada tiga bulan terakhir tidak memenuhi target yang ditentukan. Tiap
bulan diagendakan 6 kali kegiatan penyuluhan, tetapi hanya tercapai bulan Oktober
2017 3 kali, November 2017 4 kali, Desember 2017 4 kali. Analisis kebutuhan akan
penyuluhan tidak pernah dilakukan, jadual disusun tidak berdasarkan analisis
kebutuhan hanya merupakan kebiasaan. Dari kegiatan penyuluhan tersebut yang
dilaksanakan pada siang hari antara jam 10.00 sd 12.00 rata-rata hanya dihadiri
oleh 10 sampai dengan 15 kepala keluarga saja ditambah dengan 3 – 4 orang
perangkat desa. Ketika diwawancara apakah dilakukan kesepakatan dengan
masyarakat/tokoh masyarakat/ kader tentang waktu penyuluhan, ternyata tidak
dilakukan.

Susun laporan audit.

Studi kasus 2:

Pada tanggal 1 s/d 14 pebruari 2017 tim audit internal melakukan audit pelayanan
laboratorium. Kriteria yang digunakan adalah standar akreditasi Bab 8.1. Dari
wawancara dan observasi di laboratorium, ditemukan hasil sebagai berikut: jenis-
jenis pelayanan lab yang disediakan belum ditetapkan, pemeriksaan lab dilakukan
oleh tenaga analis yang berjumlah 3 orang. Prosedur pemeriksaan lab tidak tersedia
di laboratorium, petugas melakukan pemeriksaan sesuai dengan yang mereka
ketahui. Dijumpai reagen yang kadaluwarsa yaitu reagen yang digunakan untuk
pemeriksaan BTA. Reagen diletakkan di lantai ruang laboratorium. Rentang nilai
hasil laboratorium belum ditetapkan, ukuran kinerja pelayanan laboratorium belum
ditetapkan. Tidak dapat ditemukan bukti pelaksanaan kalibrasi maupun validasi
instrument. Spesimen yang diambil dari pasien tidak diberi identitas yang jelas.

Susun laporan audit