Anda di halaman 1dari 18

A.

PENGERTIAN TUMBUH KEMBANG

Pertumbuhan (growth) adalah merupakan peningkatan jumlah dan besar


sel di seluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan mensintesis
protein-protein baru, menghasilkan penambahan jumlah dan berat secara
keseluruhan atau sebagian. Dalam pertumbuhan manusia juga terjadi perubahan
ukuran, berat badan, tinggi badan, ukuran tulang dan gigi, serta perubahan secara
kuantitatif dan perubahan fisik pada diri manusia itu. Dalam pertumbuhan
manusia terdapat peristiwa percepatan dan perlambatan. Peristiwa ini merupakan
kejadian yang ada dalam setiap organ tubuh.
Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada individu,yaitu
secara bertahap,berat dan tinggi anak semakin bertambah dan secara simultan
mengalami peningkatan untuk berfungsi baik secara kognitif, psikososial maupun
spiritual ( Supartini, 2000).

Perkembangan (development) adalah perubahan secara berangsur-angsur


dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkatkan dan meluasnya
kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan atau kedewasaan
(maturation), dan pembelajaran (learning). Perkembangan manusia berjalan secara
progresif, sistematis dan berkesinambungan dengan perkembangan di waktu yang
lalu. Perkembangan terjadi perubahan dalam bentuk dan fungsi kematangan organ
mulai dari aspek fisik, intelektual, dan emosional. Perkembangan secara fisik yang
terjadi adalah dengan bertambahnya sempurna fungsi organ. Perkembangan
intelektual ditunjukan dengan kemampuan secara simbol maupun abstrak seperti
berbicara, bermain, berhitung. Perkembangan emosional dapat dilihat dari
perilaku sosial lingkungan anak.

B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG

Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap


tumbuh kembang (Soetjiningsih, 1995 )
1. Faktor Genetik

1
Merupakan hal yang paling dasar dalam mencapai hasil akhir proses
tumbuh kembang anak. Faktor genetic yang terdapat dalam sel telur yang telah
dibuahi dapat menentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Yang termasuk
faktor geneti antara lain : faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis
kelamin, suku bangsa. Gangguan pertumbuhan di Negara maju lebih sering
diakibatkan oleh faktor genetic. Sedangkan pada Negara yang berkembang
selain diakibatkan oleh faktor genetic jga faktor lingkungan yang kurang
memadai untuk tumbuh kembang anak yang optimal, bahkan kedua faktor ini
dapat menyebabkan kematian anak sebelum mencapai usia balita.
2. Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai tidaknya
potensi tumbuh kembang yang baik.
a. Pranatal
Faktor lingkungan prenatal berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin
mulai dari pebuahan sampai lahir, antara lain adalah :
1) Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu pada saat sebelum hamil maupun saat hamil menentukan
berat badan bayi saat lahir. Jika gizi ibu jelek maka bayi yang
dilahirkan sering BBLR ( Berat Badan Lahir Rendah ) atau mati dan
abortus. Gizi ibu jelek juga mempengaruhi pertumbuhan otak janin,
anemia pada bayi baru lahir danbayi mudah terkena infeksi.

2) Mekanisme
Proses kelahiran, posisi janin dalam uterus, trauma dan jumlah
cairan ketuban juga ikut menentukan hasil tumbuh kembang.
3) Zat kimia / toksin
Pada saat ibu hamil harus diperhatikan betul apa saja yang dimakan
/ diminum ibu, mengingat masa organogenesis adalah masa yang
sangat peka terhadap obat-obatan yang dapat menyebabkan kelainan
bawaan, obat-obatan tersebut adalah : thalidomide dan obat-obatan anti
kanker. Demikian juga ibu hamil yang merokok, minum alcohol /

2
kronis dan keracunan logam berat sering melahirkan bayi berat badan
lahir rendah, lahir mati, cacat atau retardasi mental.
4) Endokrin
Hormon-hormon yang berperan pada pertumbuhan janin adalah
somatoropin, plasenta, tiroid dan insulin. Cacat bawaan sering terjadi
pada ibu diabetis yang hamil sedangkan pertumbuhan susunan saraf
pusat dapat menyebabkan retardasi mental.
5) Radiasi
Radiasi pada umur kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, microsefali dan cacat bawaan.
6) Infeksi
Infeksi intra uterin sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH
(Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalo virus, Herpes simplek ).
7) Stress
Stress yang dialami ibu saat hamil dapat mempengaruhi tumbuh
kembang janin antara lain faktor kejiwaan.
8) Imunitas
Ketidak cocokan rhesus dan golongan darah ibu dan janin yang
dikandungnya sering menyebabkan abortus, kern ikterus.
9) Anoksia embrio
Bila terjadi gangguan pada plasenta atau tali pusat dapat menurunkan
oksigenasi pada janin menyebabkan janin lahir dengan BBLR.
b. Postnatal
1) Faktor Biologis
a) Ras/ suku bangsa
Pertumbuhan somatic dipengaruhi oleh ras / suku bangsa. Ras kulit
putih pertumbuhan somatic lebih tinngi dari pada bangsa asia.
b) Jenis Kelamin
Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak
perempuan. Sebabnya secara pasti belum diketahui.
c) Umur

3
Masa balita adalah rawan, mudah sakit dan mudah kurang gizi.
d) Gizi
Tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh makanan untuk
menentukan standar gizinya. Kebutuhan anak berbeda dengan
orang dewasa, karena makanan bagi anak dibutuhkan untuk
tumbuh.
e) Perawatan Kesehatan
Perawatan Kesehatan yang teratur sangat penting untuk menunjang
tumbuh kembang anak terutama pemeriksaan kesehatan dan
menimbang anak.
f) Kepekaan terhadap infeksi
Imunisasi untuk bayi atau anak sangat penting agar anak terhindar
dari penyakit-penyakit tertentu yang sering menyebabkan cacat
atau kematian. Dianjurkan sebelum umur 1 tahun sudah
mendapatkan BCG, DPT 3 kali, Polio 3 kali, Hepatitis 3 kali dan
campak.
g) Penyakit kronis
Anak yang menderita penyakit kronis akan terganggu tumbuh
kembangnya.
h) Fungsi metabolisme
Proses metabolisme setiap anak berbeda tergantung dari umur dan
kebutuhan.
i) Hormon : Growth hormon, tiroid hormon, glukokortiroid,
hormone seks.
2) Faktor fisik
Yang termasuk factor fisik disini antara lain :
a) Cuaca, geografis musim kemarau, bencana alam, gagal panen
sehinga banyak anak kurang gizi yang berdampak pada tumbuh
kembang anak.
b) Sanitasi, sanitasi lingkungan yaitu kebersihan perorangan maupun
kebersihan lingkungan memegang peranan penting dalam

4
timbulnya penyakit. Jika kebersihan kurang, anak sering sakit
sehingga mempengaruhi tumbuh kembang anak.
c) Keadaan rumah, struktur bangunan, ventilasi, cahaya dan
kepadatan hunian. Keadaan perumahan yang layak dengan
kontruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya serta
tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya.
d) Radiasi, tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya
radiasi yang tinggi.
3) Faktor psikososial
a) Stimulasi
Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang
anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan
lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang /
tidak mendapat stimulasi.
b) Motivasi belajar
Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini dengan memberikan
lingkungan yang kondusif untuk belajar, misalnya sekolah yang
tidak terlalu jauh, buku-buku, suasana yang tenang serta sarana
lainnya.
c) Ganjaran atau hukuman yang wajar
Kalau anak berbuat benar maka wajib kita memberi ganjaran.
Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak
untuk mengulangi tingkah lakunya. Sedangkan menghukum
dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah, masih
dibenarkan, yang penting hukuman harus diberikan secara objektif,
disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut, bukan
hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap
anak, sehingga anak tahu mana yang baik dan tidak,akibatnya akan
menimbulkan rasa percaya diri pada anak.
d) Kelompok sebaya

5
Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan
teman sebaya, tetapi perhatian dari orang tua tetap dibutuhkan
untuk memantau dengan siapa anak itu bergaul.
e) Stress
Stress juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak, misalnya
anak akan menarik diri, rendah diri, terlambat bicara, dan nafsu
makan menurun.
f) Sekolah
Anak yang mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik
diharapkan dapat meningkatkan tarap hidup anak-anak tersebut.
g) Cinta dan kasih sayang
Salah satu hak anak adalah untuk dicintai dan dilindungi. Anak
memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orang tua,
agar nanti menjadi anak yang tidak sombong dan bisa memberikan
kasih sayangnya kepada orang lain.
h) Kualitas interaksi anak-orang tua
Interaksi timbal balik antara anak dan orang tua akan menimbulkan
keakraban dalam keluarga. Anak akan terbuka kepada orang tuanya
sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat
dipecahkan. Interaksi tidak ditentukan oleh berapa lama kita
bersama anak, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi
tersebut yaitu pemahaman kebutuhan masing-masing dan upaya
optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh
rasa saling menyayangi.
4) Faktor keluarga dan adat istiadat
Keluarga dan adat istiadat juga ikut berpengaruh dalam tumbuh
kembang anak, misalnya :
a) Pendapat keluarga yang memadai akan menunjang tumbuh kembang
anak, karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak.
b) Pendidikan orang tua

6
Pendidikan orang tua yang baik, maka orang tua dapat menerima
segala informasi dari luar terutama cara mengasuh anak yang baik,
bagaimana menjaga ksehatan anaknya dan pendidikannya.
c) Jumlah saudara
Jumlah anak yang banyak, juga keluarga yang keadaan social
ekonominya cukup, akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan
kasih saying yang diterima anak, apalagi kalau jarak anak terlalu
dekat, sedangkan pada keluarga dengan social ekonomi yang kurang
akan mengakibatkan selalu kurangnya kasih sayang dan perhatian
juga kebutuhan primer seperti makanan, sandang dan perumahanpun
tidak terpenuhi.
d) Jenis kelamin dalam keluarga
Pada masyarakat tradisional, wanita maupun status yang lebih rendah
dibandingkan laki-laki, demikian pula dengan pendidikan, masih
banyak ditemukan wanita yang buta huruf.
e) Stabilitas rumah tangga
Stabilitas dan keharmonisan rumah tangga mempengaruhi tumbuh
kembang anak. Tumbuh kembang anak akan berbeda pada keluarga
yang harmonis dibandingkan dengan mereka yang kurang harmonis.
f) Kepribadian ayah / ibu
Kepribadian ayah / ibu yang terbuka pengaruhnya berbeda terhadap
tumbuh kembang anak, bila dibanding dengan mereka yang
kepribadiannya tertutup.
dat istiadat, norma-norma, tabu-tabu
g) Adat istiadat yang berbeda di setiap daerah akan berpengaruh
terhadap tumbuh kembang anak.
h) Agama
Pengajaran agama harus lebih diutamakan pada anak-anak sedini
mungkin, karena dengan memahami agama akan menentukan
umatnya untuk berbuat kebaikan.
i) Urbanisasi

7
Salah satu dari dampak urbanisasi adalah kemiskinan dengan segala
permasalahnya.
j) Kehidupan politik
Kehidupan politik dalam masyarakat yang mempengaruhi prioritas
kepentingan anak, anggaran dan lain-lain.

C. PENGERTIAN REMAJA
Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 mengenai Kesejahteraan Anak,
remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah.
Menurut WHO, remaja adalah suatu masa :
1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda
seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
2. Individu mengalami perkembangan psikologik dan pola identifikasi dari kanak-
kanak menjadi dewasa.
3. Terjadi perubahan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada
keadaan yang relatif lebih mandiri (Sarwono, 2002).
4. Puberty (Inggris) atau Puberteit (Belanda) berasal dari bahasa latin : Pubertas.
Kata latin Pubescere berarti mendapat pubes atau rambut kemaluan yaitu suatu
tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual. Istilah
puber dimaksudkan remaja sekitar masa pematangan seksual. Pada umumnya
masa pubertas terjadi antara 12-16 tahun pada anak laki-laki dan 11-15 tahun
pada anak wanita (Monks 1984:219).

D. TAHAP PERKEMBANGAN REMAJA

Menurut Soetjiningsih, 2007. Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa,


berdasarkan kematangan psikososial dan seksual, semua remaja akan melewati
tahapan berikut:
1. Masa remaja awal/dini (early adolescence), Umur 11-13 tahun.
2. Masa remaja pertengahan (middle adolescence), Umur 14-16 tahun.
3. Masa remaja lanjut (late adolescence), Umur 17-20 tahun.

8
Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan
remaja sebagai berikut:
1. Remaja awal (early adolescence)
Seorang remaja pada tahap ini akan terheran-heran akan perubahan-
perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang
menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran
baru, cepat tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis.
Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali
terhadap “ego” menyebabkan para remaja awal ini sulit mengerti dan
dimengerti orang dewasa.

2. Remaja madya (middle adolescence)


Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. Ia senang kalau
banyak teman yang menyukainya. Ada kecenderungan “narcistic”, yaitu
mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman yang punya sifat-sifat
yang sama dengan dirinya. Selain itu ia berada dalam kondisi kebingungan
karena ia tidak tahu harus memilih yang mana: peka atau tidak peduli, ramai-
ramai atau sendiri, optimis atau pesimis, idealis atau materialis dan sebagainya.

3. Remaja akhir (late adolescence)


Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai
dengan pencapaian 5 hal, yaitu:

a. Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek.


b. Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain dalam
pengalaman-pengalaman baru.
c. Terbentuknya identitas seksual yang tidak akan berubah lagi.
d. Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti
dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain.
e. Tumbuh “dinding” yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan
masyarakat umum (the public) (Sarwono Sarlito, 2002).

9
E. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN PADA MASA REMAJA
1. Perubahan Fisik dan Maturasi Seksual
Ciri-ciri yang nampak dalam perubahan fisik dan maturasi seksual dapat
diuaraikan sebagai berikut :

a. Antara usia 10 dan 15 tahun tubuh anak-anak mulai berubah menjadi


tubuh seorang dewasa bukan hanya perubahan psikologis tetapi
perubahan fisik, bahkan perubahan-perubahan fisik yang terjadi itulah
yang merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja, sedangkan
perubahan-perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akhibat
dari perubahan-perubahan fisik itu.

b. Diantara perubahan-perubahan fisik itu yang terbesar pengaruhnya


pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan
menjadi makin panjang dan tinggi), mulai berfungsinya alat-alat
reproduksi (ditandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada
laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh.

c. Tanda-tanda seksual sekunder pada perempuan, misalnya:


pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota
badan menjadi panjang, pertumbuhan payudara kadang disertai rasa
nyeri atau tidak sama besar tumbuhnya, tumbuh bulu halus dan lurus
berwarna gelap di kemaluan, mencapai pertumbuhan ketinggian badan
yang maksimal setiap tahunnya, bulu kemaluan menjadi keriting,
menstruasi pada setiap bulan, tumbuh bulu pada ketiak dan panggul
mulai melebar). Sedangkan pada laki-laki pertumbuhan tulang-tulang,
testis (buah pelir) membesar, tumbuh bulu kemaluan yang halus,
lurus`dan berwarna gelap, terjadi perubahan suara, ejakulasi (keluarnya
air mani), bulu kemaluan menjadi keriting, pertumbuhan tinggi badan
mencapai tingkat maksimal setiap tahunnya, tumbuh rambut-rambut
halus di wajah (kumis, jenggot), tumbuh bulu ketiak dan bulu dada.

d. Perubahan-perubahan fisik itu, menyebabkan kecanggungan bagi


remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-

10
perubahan yang terjadi pada dirinya itu. Pertumbuhan badan yang
mencolok misalnya atau pembesaran payudara yang cepat membuat
remaja merasa tersisih dari teman-temanya. Demikian dalam
menghadapai haid dan ejakulasi yang pertama anak-anak remaja itu
mengadakan penyesuaian-penyusuaian tingkah laku yang tidak selalu
bisa dilakukan dengan mulus, terutama jika tidak ada dukungan dari
orang tua.

e. Beberapa proses faal (fisiologis) yang mempengaruhi pertumbuhan


tubuh remaja, khususnya pertumbuhan seksual yaitu hormon-hormon
seksual, dari kelenjar bawah otak (pituitary) hormon-hormon yang
dikeluarkan meliputi (1) hormon pertumbuhan yang mempengaruhi
pertumbuhan badan, (2) hormon perangsang pada pria, yaitu hormon
yang mempengaruhi testis, (3) hormon pengendali pada wanita yang
mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk memproduksi sel-sel telur
(ovum) dan hormon estrogen dan progesteron, serta (4) hormon air
susu yang mempengaruhi kelenjar wanita (Sarwono, 2002).

2. Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti


belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget mengemukakan
bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari
struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin
luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak.
Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi
formal.
Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah
mampu berpikir secara abstrak. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada
hal-hal yang aktual, serta pengalaman yang benar-benar terjadi. Dengan
mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan
kompleks. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau
penjelasan tentang suatu hal. Berbeda dengan seorang anak yang baru

11
mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu
penjelasan untuk suatu hal. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara
hipotetis. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih
berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock, 2001). Remaja dapat
memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki
efek pada masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang remaja
mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya
kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya.
3. Perkembangan Kepribadian dan Sosial

Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan


cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara
unik; sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam
berhubungan dengan orang lain. Perkembangan kepribadian yang penting
pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Yang dimaksud dengan
pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan
peran yang penting dalam hidup
Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok
teman sebaya dibanding orang tua. Dibanding pada masa kanak-kanak,
remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan
sekolah, ekstra kurikuler dan bermain dengan teman. Dengan demikian,
pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar.
Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku
diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan
kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun
penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan
dari kelompok teman sebaya .

Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan


dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya. Conger dan Papalia &
Olds mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber
referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan

12
dengan gaya hidup. Bagi remaja, teman-teman menjadi sumber informasi
misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik, musik atau
film apa yang bagus, dan sebagainya.
4. Perkembangan Emosi
Masa remaja merupakan puncak emosionalitas, yaitu perlembangan
emosi yang tinggi. Pertumbuhan fisik, terutama organ-organ seksual
mempengaruhi perkembangan emosi atau perasaan-perasaan dan
dorongan-dorongan baru yang dialami sebelumnya seperti perasaan cinta,
rindu dan keinginan berkenalan lebih intim dengan lawan jenis. Pada usia
remaja awal, perkembangan emosinya menunjukan sifat yang sensitive
dan rekatif yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa atau situasi
social, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung)
sedangkan remaja akhir sudah mampu mengendalikan emosinya.
Remaja yang dalam proses perkembangannya berada pada iklim yang
kondusif, cenderung akan memperoleh perkembangan emosinya secara
matang (terutama pada masa remaja akhir). Kematangan emosi ini ditandai
oleh (1) adekuasi emosi : cinta kasih, simpati, altruis (senang menolong
orang), respek (sikap homat terhadap orang lain) dan ramah ; (2)
mengendalikan emosi : tidak tersinggung, tidak agresif dan tidak pesimis
(putus asa) dan dapat menghadapi situasi frutasi secara wajar.
5. Perkembangan Moral
Pada masa ini muncul dorongan untuk melakukan perbuatan yang
dapat dinilai baik oleh seseorang. Remaja berperilaku bukan hanya untuk
memenuhi kepuasan fisiknya tetapi juga psikologis (rasa puas dengan
adanya penerimaan dan penilaian positif dari orang lain).
Menurut Adam dan Gullota (183: 172-173) terdapat beberapa hasil
penelitian yang menunjukkan bahwa orang tua mempengaruhi moral
remaja sebagai berikut
a. Terdapat hubungan yang signifikan anatara tingkat moral remaja
dengan tingkat moral orang tua (Haan, Langer & Kohlberg,1976)

13
b. Ibu-ibu remaja yang tidak nakal mempunyai skor yang lebih tinggi
dalam tahapan nalar moralnya dari pada ibu-ibu yang anaknya
remaja nakal. Dan remaja yang tidak nakal mempunyai skor yang
lebih tinggi dalam kemampuan nalarnya dari pada remaja yang
nakal (Hudgins & Prentice, 1973)
c. Terdapat dua factor yang terdapat meningkatkan perkembangan
moral anak remaja (a) orang tua yang mendorong anak untuk
berdiskusi secara demokratik dan terbuka mengenai berbagai isu.
(b) orang tua yang menerapkan disiplin terhadap anak dengan
teknik berfikir induktif. (Parikh, 1980).
F. TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

Robert Y. Havighurst dalam bukunya Human Development and Education


menyebutkan adanya sepuluh tugas perkembangan remaja yaitu :

1. Mencapai hubungan social yang matang dengan teman-teman sebayanya,


baik dengan teman-teman sejenis maupun dengan jenis kelamin lain.
2. Dapat menjalankan peranan-peranan social menurut jenis kelamin masing-
masing, artinya mempelajari dan menerima peranan masing-masing sesuai
dengan ketentuan-ketentuan/ norma-norma masyarakat.
3. Menerima kenyataan (realitas) jasmaniah serta menggunakannya seefektif-
efektifnya dengan perasaan puas.
4. Mencapai kebebasan emosional dari orang tua atau orang dewasa lainnya.
Ia tidak kekanak-kanakan lagi, yang selalu terikat pada orang tuanya. Ia
membebaskan dirinya dari ketergantungan terhadap orang tua atau orang
lain.
5. Mencapai kebebasan ekonomi. Ia merasa sanggup untuk hidup
berdasarkan usaha sendiri.
6. Memilih dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan atau jabatan artinya
belajar memilih satu jenis pekerjaan sesuai dengan bakat dan
mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.

14
7. Mempersiapkan diri untuk melakukan perkawinan dan hidup berumah
tangga. Mengembangkan sikap positif terhadap kehidupan keluarga dan
memiliki anak.
8. Mengembangkan kecakapan intelektual serta konsep-konsep yang
diperlukan untuk kepentingan hidup bermasyarakat.
9. Memperlihatkan tingkah laku yang secara social dapat
dipertanggungjawabkan.
10. Memperoleh sejumlah norma-norma sebagai pedoman dalam tindakan-
tindakannya dan sebagai pandangan hidup.

15
DAFTAR PUSTAKA

Aris, Ainun. 2012. Konsep Tumbuh Kembang Manusia.


http://ainunfadilahdianhusada.blogspot.com/p/blog-page_5781.html.
Diakses tanggal 4 September 2014.

Farid, M.. 2013. Tumbuh Kembang Pada Tahap Usia Remaja.


Http://faridalimaeden.blogspot.com/2013/06/tumbuh-kembang-pada-
tahap-usia-remaja.html Diakses tanggal 4 September 2014.

Panuju, P. & Umami, I.. 2005. Psikologi Remaja. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC

Yusuf LN., Dyamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:
Remaja Rosdakarya.

16
KONSEP TUMBUH KEMBANG REMAJA

NAMA KELOMPOK :

1. NI WAYAN INTAN AFSARI (P07120213016)


2. IDA AYU MAS SWANDEWI (P07120213022)
3. PUTU DIAN INDRAYANI (P07120213024)
4. NI PUTU TISNA DAMAYANTI (P07120213025)
5. AYU RESITA PRADNYADEWI (P07120213036)
6. NI KADEK ANITA RISMAWATI (P07120213037)

JURUSAN DIV KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR

2014

17
18