Anda di halaman 1dari 7

Pengantar Bisnis

BAB I
PENDAHULUAN
BISNIS Adalah :
‘suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang/jasa guna
mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat’

Makna dari Bisnis :


 Menyediakan barang / jasa
 mencari keuntungan
 Bersaing
Pelaku-pelaku bisnis
 Pemilik
 Manajer
 Pekerja
 Konsumen
FUNGSI DASAR BISNIS
 ACQUIRING RAW MATERIAL
 MANUFACTURING RAW MATERIAL INTO PRODUCT
 DISTRIBUTING PRODUCT TO CONSUMERS
 SISTEM BISNIS
AKTIVITAS BISNIS :
 Menciptakan barang dan jasa
 Memasarkan barang atau jasa kepada konsumen
 Menghitung transaksi keuangan
 Merekrut, melatih, dan menilai karyawan
 Memproses informasi
Fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh bisnis adalah :
 Merencanakan apa yang ingin dicapai
 Mengorganisasi sumber daya
 Menyediakan tenaga kerja untuk mengoperasikan bisnis
 Mengarahkan orang untuk menjalankan bisnis
 Memonitor kemajuan-kemajuan yang dicapai.
BEBERAPA BENTUK SISTEM PEREKONOMIAN
KAPITALISME ( Private Enterprise System)
“merupakan system perekonomian yang bercirikan dimana seseorang bebas untuk memiliki kekayaan, memiliki
perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, seseorang yang bebas memilih dan membuat barang/jasa yang
diinginkan”

CIRI SISTEM KAPITALISME

 Hak milik atas barang modal ada di tangan orang perseorangan


 Harga barang/jasa ditentukan oleh permintaan dan penawaran (ekonomi pasar)
 Adanya persaingan bebas, kebebasan untuk berdagang dan mempunyai pekerjaan, kebebasan untuk
mengadakan kontrak serta kebebasan untuk hak milik dan kebebasan untuk mendapatkan keuntungan.
SISTEM KOMUNISME
Adalah system ekonomi yang penggunaan factor produksi dikendalikan oleh pemerintah.

CIRI SISTEM KOMUNISME

 Tenaga kerja, modal dimiliki oleh pemerintah dan kewirausahaan disediakan oleh pemerintah pula.
 Semua keputusan-keputusan ekonomis diambil oleh pemerintah, misalnya hal-hal mengenai produksi,
distribusi, konsumsi dan kepemilikan. Dalam Sistem perekonomian Komunisme,
 Peranan pasar untuk menentukan arah produksi hamper tidak ada. Perekonomian komunisme sering
juga disebut ekonomi pemerintah yang bersifat totaliter atas keputusan ekonomi yang dibuat.
 Dalam system ekonomi komunisme, hak milik seseorang dihapuskan, semua masyarakat adalah
karyawan Negara.
 Kebebasan politik diawasi secara ketat,
SISTEM SOSIALISME
adalah system ekonomi yang kepemilikan sebagian besar bisnis ada ditangan perseorangan (swasta), tetapi
pemerintah mengendalikan pengoperasian dan pengaturan industry-industri tertentu

Jadi dalam system sosialis seseorang secara relative bebas untuk memilih usaha atau pekerjaan yang diinginkan,
tetapi pemerintah turut campur tangan dengan berusaha menyesuaikan kebutuhan individu dengan kebutuhan
masyarakat.

SISTEM DEMOKRASI EKONOMI


 Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
 Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
oleh Negara.
 Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
 Sumber-sumber kekayaan Negara dipergunakan dengan permufakatan Lembaga-lembaga Perwakilan
Rakyat serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada Lembaga Perwakilan Rakyat pula.
 Warga Negara memiliki kebebasan di dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai
hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
 Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan
masyarakat.
 Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga Negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-btasa
yang tidak merugikan kepentingan umum
 Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.
Kalau melihat cirri-ciri diatas, maka terlihat bahwa perekonomian di Indonesia memelihara keseimbangan
antara sosialis murni dan kapitalisme murni. Sistem perekonomian Indonesia berupaya menghindari :

 Adanya eksploitasi manusia seperti yang terdapat dalam system kapitalisme


 Adanya system etatisme, inisiatif dan daya kreasi masyarakat dimatikan oleh Negara
 Adanya system monopoli, yakni adanya pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok tertentu.
BAB II
Selecting a Form of Business Ownership
Sasaran Pembelajaran
 Menjelaskan bagaimana pemilik bisnis memilih bentuk kepemilikan usaha.
 Menjelaskan metode-metode kepemilikan usaha.
 Menjelaskan bagaimana pemilik bisnis dapat mengukur performan bisnisnya.
Tiga Bentuk Kepemilikan Perusahaan
 Perseorangan (Sole Proprietorship)
 Persekutuan (Partnership)
 Perseroan (Corporation)
Kepemilikan Perseorangan (Sole Proprietorship)
Perusahaan yang dimiliki seorang pemilik.
4 Sifat :
 Pemilik tunggal.
 Menanggung seluruh tanggung jawab.
 70% dari firma di USA
 Menghasilkan kurang 10 % dari seluruh penghasilan usaha.
Kepemilikan Perseorangan (Sole Proprietorship)
Keuntungan :
 Mendapatkan semua profit.
 Kemudahan formasi.
 Kontrol penuh.
 Pajak lebih rendah.
Kerugian :

 Menanggung semua kerugian


 Kewajiban tidak terbatas.
 Keterbatasan keuangan.
 Keterbatasan skill.
Kepemilikan persekutuan (Partnerships)
Keuntungan :
 Pendanaan
 Kerugian dibagi.
 Spesialisasi
Kerugian :

 Kontrol dibagi.
 Hutang tidak terbatas.
 Keuntungan dibagi.
Jenis-jenis Persekutuan
 Sekutu Umum (General Partnership)
– Sekutu kerja menjalankan bisnis sehari-hari.

– Sekutu kerja mempunyai tanggungjawab tanpa batas.

 Sekutu komanditer (Limited Partnership)


– Sekutu komanditer hanya menanam modal dalam bisnis.

– Sekutu komanditer adalah hanya dapat dikenakan kewajiban sampai kepada jumlah yang mereka
menginvestasikan.

Kharateristik sebuah Perseroan


 Piagam Perseroan.(Corporate charter.)
 Penetapan anggaran rumah tangga (Establishment of bylaws).
 Pemegang saham (Stockholders).
 Dewan direktur (Board of directors).
Perseroan swasta vs Publik
Dipegang swasta
 Korporasi yang secara pribadi dipegang kepemilikan terbatas ke kelompok kecil investor.
 Saham tidaklah diperdagangkan didepan umum.
Dipegang Publik
 Korporasi lebih besar.
 Saham diperdagangkan didepan umum.
 Tindakan pada awalnya mengeluarkan saham: menawarkan saham pada Publik
Perseroan (Corporations)
Keuntungan :
 Keterbatasan kewajiban.
 Akses dana.
 Transfer kepemilikan.
Kerugian :

 Pembiayaan lebih mahal.


 Pengungkapan keuangan.
 Kompleksitas problem.
 Pajak lebih banyak.
Keberadaan Kepemilikan bisnis
Metode:
 Mengumpamakan kepemilikan suatu bisnis keluarga
 Pembelian suatu bisnis yang ada
 Waralaba (Franchising)
Tiga Jenis franchise
1. Distributorship Dealer menjual produk yang dihasilkan oleh Pabrik. Example: Car dealers.
2. Chain-Style Business Firma menggunakan nama dagang perusahaan dan mengikuti segala ketentuan.
Example: McDonalds.
3. Manufacturing Arrangement Perusahaan Pabrik sebuah produk dengan menggunkan formula dari
perusahaan lain. Example: Microsoft.
Franchising
Keuntungan :
 Gaya Manajemen yang teruji/terbukti
 Pengakuan Nama.
 Dukungan keuangan.
Kerugian :

 Keuntungan dibagi.
 Menurunnya Kontrol.
Pengukuran capaian perusahaan
Pengukuran:
 Return on Investment (ROI).
 Risk of Investment.
Pengukuran capaian perusahaan
Return on Investment:
 Nilai uang sebuah keuntungan setelah pajak sebuah perusahaan.
 Metoda yang lebih disukai untuk mengukur profitabilitas
Return on Equity= Earnings after tax Equity
Pengukuran capaian perusahaan & Risiko
Risiko: Derajat ketidakpastian tentang keuntungan masa depan sebuah firma.
Resiko dapat meliputi :
 Ketidak pastian penghasilan masa depan.
 Ketidak pastian biaya masa depan.
BAB III
Business Ethics and Social Responsibility
Sasaran Pembelajaran

 Menjelaskan tanggungjawab firma kepada :


 Pelanggan (customers)
 Pekerja (employees)
 Pemegang saham dan Kreditur (stockholders and creditors)
 Lingkungan (environment)
 Komunitas (communities)
 Menjelaskan biaya-biaya yang perusahaan keluarkan dalam pencapaian tanggung jawab sosialnya.
Alasan atas Kode Etik

 Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis.


 Berkurangnya potensi regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktivitas kontrol.
 Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman.
 Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak ber-etika.
Pertimbangan Tanggung Jawab Sosial

 Pelanggan
 Pekerja
 Pemegang saham
 Kreditor
 Komunitas
Tanggung Jawab Sosial Kepada Pelanggan

Bagaimana Memastikan Tanggung jawab perusahaan:


 Tetapkan kode etika.
 Monitor keluhan pelanggan.
 Memperoleh umpan balik pelanggan
Tanggungjawab Sosial Kepada Pelanggan

Bagaimana memastikan tanggungjawab Pemerintah :


 Peraturan Keamanan Produk.
 Peraturan Periklanan.
 Peraturan Persaingan Industri.
Tanggung Jawab Sosial kepada Pekerja

Jaminan Kerja (Employee Safety)


 Memastikan Tempat kerja yang aman bagi pekerja.
Perlindungan terhadap pelecehan seksual
Persiapkan perlakuan yang sama
 Memastikan tidak ada diskriminasi.
Kesempatan yang sama
Kesamaan Kesempatan/Hak sipil
Tanggung Jawab Sosial kepada Pekerja

Bagaimana memastikan tanggung jawab Bisnis


 Keluhan Prosedur.
 Kode etik.
 UU Ketenaga kerjaan
Tanggung jawab Sosial kepada Kreditor

Perusahaan Harus :
 Kewajiban Keuangan.
 Informasikan kreditor jika mempunyai permasalahan keuangan
Tanggung jawab Sosial kepada lingkungan

 Pencegahan polusi udara:


– Peninjauan kembali proses produksi.

– Petunjuk Penyelenggaraan pemerintah

 Pencegahan polusi daratan:


– Peninjauan kembali proses peoduksi dan pengemasan.

– Menyimpan dan mengirim barang sisa beracun ke lokasi pembuangan

Tanggung jawab Sosial kepada komunitas

 Sponsori acara masyarakat lokal.


 Sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu.
 Sumbangkan untuk tujuan bidang pendidikan.
Biaya-biaya atas Tanggung jawab Sosial

 Pelanggan
 Program receive/resolve keluhan.
 Survei untuk menilai kepuasan.
 Penuntutan perkara dengan pelanggan ( kewajiban produk).
 Pekerja
 Program Menerima/memcahkan keluhan pekerja.
 Survei untuk menilai kepuasan karyawan.
 Penuntutan perkara oleh karyawan (diskriminasi).
 Pemegang saham
 Penyingkapan informasi keuangan.
 Penuntutan perkara oleh pemegang saham.
 Lingkungan
 Mentaati peraturan lingkungan.
 Mentaati petunjuk lingkungan.
 Komunitas
 Sponsor aktivitas masyarakat.
BAB IV
Business Environment
Sasaran Pembelajaran
 Identifikasi faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi kinerja bisnis.
 Menjelaskan Bagaimana harga pasar ditentukan.
 Menjelaskan bagaimana pemerintah mempengaruhi kondisi ekonomi.
Ekonomi
 Kondisi Makrorkonomi (Macroeconomic Conditions):
– Merefleksikan seluruh ekonomi.

 Kondisi Mikrorkonomi (Microeconomic Conditions):


– Fokus pada bisnis atau perhatian pada industri.

Faktor makroekonomi mempengaruhi kinerja bisnis


 Pertumbuhan ekonomi.
 Inflasi
 Tingkat bunga.
Tiga Ukuran Pertumbuhan Ekonomi
 Tingkat total produksi dari produk dan jasa :
 GDP adalah total nilai seluruh produk dan jasa yang dihasilkan domestik.
 Pengeluaran Total:
 Total jumlah pengeluaran dalam ekonomi.
 Alternatif indikator ekonomi :
 Tingkat Pengangguran.
Empat Jenis Pengangguran
 Pengangguran Friksi (Frictional unemployment)
 Orang-Orang diantara pekerjaan
 Juga dikenal sebagai pengangguran alami.
 Pengangguran musiman (Seasonal unemployment)
 Orang-Orang yang tidaklah diperlukan selama beberapa musim.
 Pengangguran siklus (Cyclical unemployment)
 Menganggur dalam kaitan dengan kondisi-kondisi ekonomi lemah/miskin.
 Mungkin merupakan indikator yang terbaik dari kondisi-kondisi ekonomi.
 Pengangguran Struktural (Structural unemployment)
 Menganggur dalam kaitan dengan tidak cukupnya ketrampilan kerja.
Faktor Ekonomi Makro : Inflasi
Inflasi : Kenaikan tingkat harga umum atas produk dan jasa pada periode waktu tertentu.
Perusahaan dipengaruhi oleh :
 Tingginya Biaya operasi.
 Tingginya Upah yang dibayar kepada pekerja.
 Tingginya penghasilan.
Dua Bentuk Inflasi
 Cost-push inflation
 Tingginya harga disebabkan oleh tingginya biaya.
 Demand-pull inflation
 Tingginya harga disebabkan oleh kuatnya permintaan pelanggan atas produk.
Tingkat Bunga : biaya pinjaman uang
Perusahaan dipengaruhi oleh :
 Biaya bunga tinggi.
 ROI rendah.
 Derajat ekaspansi rendah.
Penentuan Harga Pasar
 Skedul permintaan
 Indikasi kuantitas produk yang diminta pada harga tertentu.
 Skedul penawaran
 Indikasi kuantitas produk yang ditawarkan pada harga tertentu.
 Interaktsi penawaran dan permintaan
 Equilibrium price: Harga pada kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang
diminta.
Skedul permintaan
 Kuantitas permintaan meningkat atau menurun
 Ekualibirium harga meningkat atau menurun
Contoh : Komputer menjadi sangat populer, karena permintaan meningkat.

Skedul Penawaran
 Kuantitas ditawarkan meningkat atau menurun.
 Ekualibirium Harga meningkat atau menurun.
Contoh : Teknologi memberikan kontribusi kepada perusahaan untuk menghasilkan komputer dengan biaya
yang lebih rendah, maka perusahaan adalah rela untuk menyediakan pada harga yang lebih rendah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga pasar


 Pendapatan pelanggan (Consumer Income).
 Kesukaan Pelanggan (Consumer Preferences).
 Biaya Produksi (Production Expenses).
Dua Kebijakan Pemerintah yang mempengaruhi ekonomi
 Kebijakan Moneter :
 Mengendalikan uang beredar.
 Menetapkan Cadangan Pemerintah
 Menaikkan atau menurunkan tingkat bunga
 Kebijakan Fiskal:
 Mengendalikan Pajak dan pembelanjaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Suku Bunga
 Kebijakan Moneter (Monetary Policy).
 Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth).
 Kemungkinan Inflasi (Expected Inflation).
Revisi keputusan kebijakan fiscal
 Tarif pajak pribadi (Personal tax rates)
 Pajak perseroan (Corporate taxes).
 Bea cukai (Excise taxes).
 Anggaran Defisit (Budget deficit).