Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 2

TUMOR JINAK KULIT

DI SUSUN OLEH:

ROPIATUL HUJAJIAH

TINGKAT 3B

AKADEMI KEPERAWATAN ISLAMIC VILLAGE KARAWACI TANGERANG

Jl. Raya Dua Komplek Islamic Village Rt 001/04,

Karawaci, Tangerang, Telp. (021) 5462852

2018

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, wr. wb
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunia –Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Asuhan Keperawatan ini
sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Saya berterimakasih pada
Dosen pembimbing yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan.
Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa
yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat dipahami dan berguna bagi siapapun yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan.

Tangerang, 4 September 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i


DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang ........................................................................... 1


1.2Tujuan ........................................................................................ 2

BAB IITINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Penyakit


A. Pengertian ............................................................................ 3
B. Penyebab .............................................................................. 4
C. Patofisiologi ......................................................................... 5
D. Manifestasi klinis................................................................. 7
E. Penatalaksanaan Medis ........................................................ 8
F. Pencegahan .......................................................................... 8
2.2 AsuhanKeperawatan
A. Pengkajian .......................................................................... 9
B. DiagnosaKeperawatan ........................................................ 9
C. Perencanaan ........................................................................ 9

BABIII PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................... 12
3.2 Saran ................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kulit adalah organ terbesar dan organ yang paling kompleks dari tubuh. Meskipun
kulit pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung untuk berinteraksi dengan lingkungan.
Kulit juga melindungi terhadap agen paling berbahaya seperti bahan kimia (yang
impermeabilitis terhadap epidermis), radiasi matahari (dengan membentuk pigmentasi) ,
agen infeksi melalui immune surveillance dan deformitas fisik pertahanan dermis
Kemampuan untuk secara efisien mempertahahnkan atau menyebarkan panas
membuat organ-organ utama yang bertanggung jawab untuk termoregulasi kulit. Untuk
menjalankan semua fungsinya, kulit memiliki struktur saraf yang sangat khusus. Telapak
tangan dan telapak kaki sangat tebal untuk menopang berat badan. Jari-jari memiliki
densitas tertinggi tehadap persarapan sensori dan memungkinkan melakukan kerja yang
rumit. Bahkan garis-garis kulit, dijelaskan oleh langer, berorientasi tegak lurus dengan
sumbu panjang axis otot untuk memungkinkan terjadinya peregangan dan kontraksi tanpa
terjadi deformitas.
Penyakit tumor orang dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlah
terutama diamerika , Australia, inggris, berdasarkan beberapa penelitian, orang kulit putih
lebih banyak menderita kanker kulit. Hal tersebut diprediksikan sebagai akibat sering nya
terkena ( banyak terpajan ) cahaya matahari. Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang
sangat sedikit dibandingkan ke 3negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu
dipahami karena selain menyebabkan kecacatan juga pada stadium lanjut dapat berakibat
fatal.
Benjolan pada atau di dalam kulit sangat namun di temukan dan masalah yang
berkaitan dengan hal ini meningkat akibat semakin meningkatnya usia. Sebagai besar
tumor kulit adalah jinak (benigna), sering hanya merupakan gangguan kosmetik. Namun
demikian, penting untuk menentukan dengan cepat dan efektif apakah suatu tumor bukan
merupakan tumor ganas (maligna) atau mempunyai potensi untuk menjadi ganas, karena

4
keputusan tentang apa yang harus di lakukan terhadap suatu lesi hanya dapat di buat
sesudah diagnose tingkat awal di temukan . kulit merupakan system organ yang
kompleks, di mana tumor jinak maupun ganas bias timbul pada tiap bagian.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Menjelaskan pengertian dan asuhan keperawatan pada klien dengan tumor kulit
ganas
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui dan memahami definisi tumor jinak kulit
b. Mengetahui dan memahami penyebab tumor jinak kulit
c. Mengetahui dan memahami tanda dan gejala tumor jinak kulit
d. Mengetahui dan memahami patofisiologi tumor jinak kulit
e. Mengetahui dan memahami manifestasi klinis tumor jinak kulit
f. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan tumor jinak kulit
g. Mengetahui dan memahami pencegahan tumor jinak kulit
h. Menjelaskan asuhan keperawatan pasien dengan tumor jinak

5
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Tumor jinak adalah tumor yang berdiferensiasi normal ( matang ).
Pertumbuhannya lambat dan ekspansif serta kadang kadang berkapsul.Tumor jinak
umumnya tidak menimbulkan persoalan, akan tetapi perlu diketahui beberapa jenis yang
sering ditemukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam tata cara diagnosis, maupun
pentalaksanannya.
Nevus atau tahilalat adalah tumor yang sering timbul karena melanosit. Pigmen
melanin menimbulkan warna coklat, coklat tua, coklat muda, atau warna biru pada nevus
yang timbul atau yang datar pada kulit.
Sifat tumor jinak yaitu adalah peristiwa local semata.Ploriferasi sel-sel yang
merupakan neoplasma cenderung sangat kohesif, sehingga waktu massa sel neoplastik itu
tumbuh, terjadi perluasan massa secara sentry fugal dengan batas yang sangat nyata.
Karena sel-sel yang berpoliferasi tidak saling meninggalkan, maka tepi neoplasma kurang
lebih cenderung bergerak keluar dengan lancar sambil mendesak jaringan yang
berdekatan. Dengan demikian neoplasma jinak mempunyai kapsul jaringan penyambung
padat yang memisahkan neoplasma dari sekelilingnya. Laju pertumbuhan neoplasma
jinak agak lamban dan beberapa neoplasma tampaknya tidak berubah dan kurang lebih
tetap pada ukuran yang stabil selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Tumor jinak kulit merupakan benjolan pada kulit yang bersifat jinak, tidak
berhubungan dengan keganasan kulit yang berdiferensiasi normal, pertumbuhannya
lambat dan ekspansif dengan mendesak jaringan normal disekitarnya. Tumor kulit dapa
tberkembang dari struktur histologis yang menyusun kulit seperti epidermis,jaringan ikat,
kelenjar, otot, dan elemen-elemensaraf.
Tumor ini sering ditemukan, diantara tumor-tumor yang biasa di dapatkan pada
manusia.Oleh karena perkembangan tumor kulit dapat dilihat dandirabasejakpermulaan,
tumor jinak yang berkembang di kulit ini jarang menyebabkan gangguan fungsi, Karena
sebagian besar diangkat dengan alasan estetik dan menghindari terjadinya keganasan.

6
2. Penyebab
Pengetahuan etiologi penyakit neoplastik sangat penting terutama ditinjau dari
segi diagnosis dan pengobatan dini. Secara klinis maupun percobaan binatang, kini
ternyata bahwa, faktor-faktor yang memegang peranan pada penyakit neoplastik kulit
dapat diuraikan dalam dua hal yakni:
1. Faktor luar
Faktor luar meliputi bahan karsinogen (zat kimia), cahaya matahari, radiasi,
lingkungan pekerjaan.
Bahan karsinogen yang paling banyak di bicarakan ialah hidrokarbon yang
diisolasikan dari terbatu barapa da pekerja cerobong asap yang mengakibatkan
karsinoma sel skuamosa pada daerah skrotum. Demikian juga pada peminumarsen
inorganic baik yang di sengaja (untuk obat perangsang/kuat), muapun yang berasal
dari air alam (sumur dan lainnya). Bahan inorganic lain, misalnya: berilium,
cadmium, zinkum, plumbum, kromium, nikel.
 Sering terpapar sinar matahari
 Terpapar sinar X-ray dan radio nuklir dalam waktu lama
 Pemakaian bahan-bahan kimia seperti arsen, berilium, cadmium, merkuri,
plumbum, dan berbagai logam berat lainya
 Adanya jaringan parut yang luas dan lama. Misalnya jaringan parut akibat luka
bakar
2. Faktor dalam
Faktor dalam meliputi:.
 Imunitas rendah
 Genetik
 Hormonal
 Ras, banyak terjadi pada kulit putih

7
3. Patofisiologi
Sylivia (2006), menjelaskan bahwa tumor sering terjadi pada daerah terbuka yang
biasanya terpapar oleh sinar matahari seperti wajah, leher dan kepala. Spektrum sinar
matahari yang bersifat karsinogrnik adalah sinar yang panjang gelombangnya antara 280-
320 nm. Spektrum inilah yang membakar kulit dari sinar matahari. Orang-orang yang
berkulit peka sehingga mudah sekali menderita luka bakar karena sinar matahari. Riwayat
pengobatan radiologi sebelumnya untuk menyembuhkan penyakit kulit lain, kontak
dengan arsen, sinar UV A yang dipancarkan membuat kulit kecoklatan seperti terbakar
sinar matahari juga merusak epidermis. Tumor diatandai dengan nodul eritematosa,
halus, seperti mutiara. Bagian tengah tumor sering mengalami ulserasi dan perdarahan,
menginvasi dermis yang lebih dalam dan jaringan subkutan dan merusak jaringan normal.

8
9
4. Manifestasi klinis

Pada tahap awal perkembangan, neoplasma benigna dan malignant asimtomatik.


Massa sel secara sederhana tidak cukup besar untuk mempengaruhi fungsi tubuh
manapun.Sesuai dengan peningkatan ukuran tumor, terjadi perubahan pada fungsi.Saat
neoplasma malignant bermetastasis, neoplasma itu mempengaruhi fungsi tempat yang
jauh dan mengganggu keseimbangan biokimia dan nutrisi tubuh. Ada dua macam
manifestasi klinis pada tumor(neoplasma), yaitu :
 Manifestasi lokal ; sifat dan simptomatologi lokal bergantung pada lokasi neoplasma
dan ukuran serta kemampuannya memenuhi ruangan yang dikenainya.
 Manifestasi sistemik ; neoplasma mempunyai efek sistemik seperti juga lokal. Gejala
ini (sindrom paraneplastik) meliputi mual dan anoreksia, berat badan turun, letih
lesu, anemia dan infeksi.
Selain manifestasi tersebut di atas, ada juga beberapa manifestasi/gejala pada tumor
jinak yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut untuk mengetahui ada atau
tidaknya tumor bahkan kanker, yaitu :

 Saat buang air kecil / besar ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
 Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
 Suara serak / batuk yang tak sembuh-sembuh.
 Ada benjolan pada bagian tubuh tertentu.
 Tahi lalat yang berubah sifatnya menjadi semakin besar dan gatal.
 Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
 Adanya koreng / borok yang tak mau sembuh.

10
5. Penatalaksanaan
1. Eksisibedah, Tujuannya adalah mengangkat keseluruhan tumor.Cara yang baik untuk
mempertahankan penampilan kosmetika adalah dengan menempatakan garis insisi
disepanjang garis tegangan kulit yang normal dan garis anatomi stubuh yang
alami.Dengan cara ini jaringan parut yang terbentuk pada ukuran dan mudah terlihat.
Ukuran insisi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor.
2. Bedahelektro ,Bedah elektro merupakan tehnik penghancuran dan penghilangan
jaringan dengan menggunakan energy listrik.Arus listrik di konversikan menjadi panas
yang kemudian di hantarkan kejaringan elektroda dingin.Bedah elektro dapat di
dahului dengan kuretase yang dilaksanakan lewat eksisi tumor dengan mengerok
permukaan nyamemakai alat kuret.Kemudian dilakukan elektrod esikasi untuk
mencapai hemostatis dan menghancurkan setiap sel malignan yang viable pada dasar
luka atau sepanjang bagian tepinya.
3. Krioterapi, Merupakan bedah beku dengan menggunakan cryogen bias berupa
nitrogen cair atau karbondioksid padat.Mekanismenya adalah dengan membekukan
sel-sel kanker, pembuluh darah dan respon inflamasi lokal.Pada keratosis seboroik bila
pembekuan terlalu dingin maka dapat menimbulkan skar atau hiperpigmentasi, tetapi
apabila pembekuan dilakukan secara minal diteruskan dengan kuretasea kan
memberikan hasil yang baik secara kosmetik.
6. Pencegahan
1. Amoniumlactat lotion
Mengandung asam laktat dan asam alfahidroxi yang mempunyai daya keratolitik dan
memfasilitasi pelepasan sel-sel keratin.Sedian 15% dan 5% strenght; 12% strength
dapat menyebabkan iritasi muka karena menjadi kan sel-sel keratin tidak beradesi.
2. Trichloroacetic acid
Membakar kulit, keratin dan jaringan lainya.Dapat menyebabkan iritasi
lokal.Pengobatan keratosis seboroik dengan 100% trichloroacetic acid dapat
menghilangkan lesi, tepi penggunaanya harus ditangan profesional yang ahli.
3. Terapi topical dapat digunakan zarotenekrim 0,1% dioles 2 kali sehari dalam 16
minggu menunjukkan perbaikan keratosis seboroik pada 7 dari 15 pasien.

11
B. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TUMOR JINAK KULIT
1. PENGKAJIAN
Identitas diri (nama, alamat, jenis kelamin,agama, tempat tanggal lahir, suku bangsa,
dll)
Riwayat kesehatan sekarang : adanya benjolan atau massa pada salah satu daerah
sekitar tubuh.
Pemeriksaan fisik : ada benjolan pada salah satu bagian tubuh, terasa nyeri, terdapat
beberapa tahi lalat yang besar di beberapa bagian tubuh dan terasa gatal, suara serak
dan batuk yang lama sembuh, adanya luka atau koreng yang lama untuk sembuh,
frekuensi BAK / BAB yang tidak biasa.
Riwayat Sosial : pasien dengan tumor jinak merasa khawatir dengan keadaannya
karena takut keadaan penyakitnya tersebut akan lebih parah lagi, menjadi jarang
bersosialisasi dengan orang sekitar karena malu dengan keadaannya.
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh.
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens radioterapi.
3. Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan adanya massa.
4. Mobilitas fisik, hambatan berhubungan dengan penurunan rentang gerak,
kerusakan saraf/otot.

3. PERENCANAAN
1. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem pertahanan tubuh.
NOC NIC
Setelah dilakukan tindakan keperawatan Intervensi keperawatan
infeksi akan hilang di buktikan oleh: 1. Kaji tanda-tanda infeksi
1. Tanda-tanda infeksi hilang 2. Observasi TTV
2. tidak terjadi penyebaran infeksi 3. Kaji semua sistem untuk melihat tanda-
3. klien mampu mengindentifikasi dan tanda infeksi.
berpartifasi dalam tindakan pencegahan 4. Kolaborasi dengan dokter untuk terapi
infeksi antibiotik sesuai indikasi

12
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pemberian agens radioterapi.
NOC NIC
Setelah dilakukan tindakan keperawatan Intervensi keperawatan
integritas kulit teratasi 1. Kaji integritas kulit
1. Klien dapat mengidentifikasi intervensi 2. Anjurkan klien untuk tidak menggaruk
yang berhubungan dengan kondisi bagian yang gatal
spesifik 3. Kaji integritas kulit
2. Berpartisipasi dalam pencegahan
komplikasi dan percepatan penyembuhan
3. Tidak terjadi kerusakan kulit

3.Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan adanya massa.


NOC NIC
Setelah dilakukan tindakan keperawatan Intervensi mandiri:
nyeri dapat hilang/terkontrol 1. Kaji keluhan nyeri, lokasi, frekuensi,
Kriteria hasil : intensitas, skala nyeri
1. Klien mengatakan nyeri hilang atau 2. Atur posisi klien senyaman mungkin
berkurang 3. Ajarkan penggunaan tekhnik relaksasi
2. Ekspresi wajah klien tenang klien 4. Observasi TTV
tampak rileks 5. Kolaborasi dengan dokter untuk
3. Klien dapat tidur /istirhat dengan pemberian obat analgetik
tepat
4. TTV dalam batas normal

13
4. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan rentang gerak, kerusakan
saraf/otot.

NOC NIC
Tujuan : pasien akan menunjukkan tingkat Intervensi madiri
mobilitas optimal.
1. Kaji kebutuhan akan pelayanan
Kriteria hasil :
kesehatan dan kebutuhan peralatan
1. penampilan yang seimbang
2. Tentukan tingkat motivasi klien dalam
melakukan pergerakkan dan
melakukan aktivitas
perpindahan
3. Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan
ROM aktif dan pasif.
4. Kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau
okupasi.

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tumor merupakan hasil transformasi neoplastik dari semua sel bertinggi tunggal
dalam tubuh, walaupun beberapa jenis sel tubuh mudah tumbuh berbentuk tumor di
bandingkan dengan yang lain. Sel yang telah mengalami transformasi di sebur sel
neoplastik. Dengan transformasi yang meliputi satu seri pertumbuhan genetik (missal
mutasi), sel melepaskan diri secara permanen dari mekanisme pengatur pertumbuhan
normal. Sel neoplastik dalam tumor disebut maligna yang memiliki tambahan
kemampuan khas yang mematikan yang memungkinkan sel tersebut menembus dan
menyebar, atau metastasis ke jaringan yang lain.
Tumor jinak biasanya terlokalisir. Tumor jinak merupakan suatu kelainan dengan
pertumbuhan yang lambat, yang biasanya tidak menembus jaringan sekitar nya atau
menyebar kebagaian lain dalam tubuh. Walaupun tumor jinak sesuai dengan definisi,
letaknya terlokalisir dan berbatas tegas dengan jaringan asal, tumor jinak dapat
menyebabkan masalah klinis akibat desakan pada jaringan di sekitar nya.
B. Saran
Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat memberikan pengetahuan bagi
perawat, sehingga dalam memberikan perawatan kepada klien tumor kulit jinak dapat di
lakukan secara maksimal dengan intervensi yang tepat dan sesuai dengan hal yang di
butuhkan pasien.

15
DAFTAR PUSTAKA

Corwin,Elizabeth J. buku saku patofisiologo.2009. Jakarta. EGC

Prof. Dr.Marwali Harahap. Ilmu penyakit kulit.1995. Jakarta

Dr. Sapto Hartono.Keperawatan medikel bedah. 1992. Jakarta

16
Lampiran

17