Anda di halaman 1dari 5

Konfigurasi Integrasi Sistem Operasi Jaringan

Konfigurasi Integrasi

Selanjutnya pada Mapel SOJ materi ke empat adalah Konfigurasi Integrasi SOJ, udah pada baca
artikel sebelumnya kan??masih ingat?? yak ASSOJ Jangan lupa dipelajari ya :) ok langsung saja
menuju pokok bahasan yaitu seperti biasa yaitu Pengertian, Fungsi, Setting konfigurasi, dan
menguji hasil. yuk simak dibawah ini

a. Konfigurasi
Konfigurasi adalah pengaturan - atau proses pembuatan pengaturan - dari bagian-bagianyang
membentuk keseluruhan
Konfigurasi Jaringan menggambarkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan membangun
dan mempertahankan jaringan data. Konfigurasi Jaringan mencakup isu-isu yang berkaitan
denganmemungkinkan protokol dari perspektif perangkat lunak, dan isu-isu yang berkaitan
dengan router,switch, dan firewall dari perspektif hardware.

b. Integrasi
Integrasi merupakan penyatuan unsur-unsur dari sesuatu yang berbeda atau beraneka ragam
sehingga menjadi satu kesatuan dan pengendalian terhadap konflik atau penyimpangan dari
penyatuan unsur-unsur tersebut.
Integrasi data merupakan suatu proses menggabungkan atau menyatukan data yang berasal dari
sumber yang berbeda dalam rangka mendukung manajemen informasi dan mendukung pengguna
untuk melihat kesatuan data.

c. System Operasi Jaringan


Sistem operasi jaringan adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani
jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan
untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer),
DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya.
Kesimpulan :
Jadi, Konfigurasi integrasi system operasi jaringan adalah konfigurasi yang dilakukan agar
antar sub sistem saling keterkaitan sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas,
menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.

Fungsi integrasi sistem operasi dengan jaringan :

 Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan


 Mengelola sumber daya jaringan
 Menyediakan layanan
 Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
 Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
 Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
 Distribusi program dan update software ke client
 Menggunakan kemampuan server secara efisien
 Menyediakan tolerasi kesalahan

Konfigurasi intergrasi sistem operasi dengan jaringan (Internet)


Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan dalam membangun sistem terintegrasi, yaitu :

1. Vertical Integration merupakan proses mengintegrasikan sub-sub sistem berdasarkan


fungsionalitas dengan menghubungkan sub-sub sistem yang sudah ada tersebut supaya bisa
berinteraksi dengan sistem terpusat dengan tetap berpijak pada arsitektur sub sistem yang lama.
Metode ini memiliki keuntungan yaitu dapat dilakukan dengan cepat dan hanya melibatkan
beberapa entitas development yang terkait dalam proses pembuatan sistem lama. Kelemahannya,
metode ini tidak memungkinkan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi baru atau proses
bisnis baru ke dalam sub-sistem yang sudah ada – karena effortlebih tinggi ada di
proses“mempelajari” arsitektur sistem lama dan menjadikannya acuan untuk membuat sistem
terintegrasi. Untuk menghadirkan ekspansi fungsionalitas atau proses bisnis baru adalah harus
membuat sub-sistem baru.

2. Star Integration atau lebih dikenal sebagai spaghetti integration, adalah proses
mengintegrasikan sistem dengan cara menghubungkan satu sub sistem ke semua sub-sub sistem
lainnya. Sebuah fungsi bisnis yang diimplementasikan dalam sebuah sub sistem akan di-broadcast
ke semua sub-sub sistem lain yang dependen terhadap fungsi bisnis tersebut supaya dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk integrasi sistem dengan ruang lingkup kecil atau
menengah dan dengan pemisahan fungsi bisnis yang jelas dan spesifik, metode integrasi ini layak
untuk dipertimbangkan. Namun jika fungsi bisnis banyak terlibat di beberapa sub sistem secara
dependen, pada akhir proses integrasi sistem akan terlihat sedikit “kekacauan” dalam diagram –
proses interkoneksi antar sub sistem akan tampak seperti spaghetti. Efeknya, biaya perawatan dan
ekspansi sistem di masa yang akan datang akan memerlukan effort yang sangat berat untuk
mempelajari skema integrasi sistem berikut dependency-nya.

3. Horizontal Integration atau ada yang mengistilahkan dengan Enterprise Service Bus (ESB),
merupakan sebuah metode yang mengintegrasikan sistem dengan cara membuat suatu layer khusus
yang berfungsi sebagaiinterpreter, dimana semua sub-sub sistem yang sudah ada akan
berkomunikasi ke layer tersebut. Model ini lebih menawarkan fleksibilitas dan menghemat biaya
integrasi, karena yang perlu difokuskan dalam implementasi proses pengintegrasian hanya layer
interpreter tersebut. Untuk menangani ekspansi proses bisnis juga hanya perlu diimplementasikan
dilayer interpreter itu juga, dan sub sistem baru yang akan menanganiinterface dari proses bisnis
ekstensi tersebut akan berkomunikasi langsung ke layer dan layer akan menyediakan keperluan-
keperluan data/interface untuk sub sistem lain yang memerlukannya.

Menguji hasil integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)

Definisi Uji integrasi ;


- Menurut wikipedia, adalah aktivitas pengujian software dalam mana modul-modul software
dikombinasikan dan diuji sebagai satu kesatuan.
- Menurut Roger S. Pressman adalah teknik sistematis untuk membangun arsitektur software
sambil pada saat yang sama menjalankan pengujian untuk menemukan error terkait dengan
interfacing, komunikasi antar modul. Uji integrasi setelah uji unit sebelum uji sistem.

Tujuan Uji Integrasi

 pemeriksaan fungsional, kinerja dan kehandalan dari struktur program yang telah
dirancang. Kelompok-kelompok modul, data bersama, komunikasi antar proses diperiksa
melalui antarmukanya menggunakan uji black box. Sukses atau gagal disimulasikan
melalui uji parameter dan masukan data. Kasus-kasus pengujian dibangun untuk menguji
interaksi di antara seluruh komponen dalam kumpulan modul, melalui pemanggilan
prosedur atau aktivasi proses.
 Pendekatan Big bang Ada kecenderungan orang untuk melakukan uji integrasi ini dengan
cara tidak bertahap, pendekatan “big bang”. Seluruh komponen dikombinasikan bertahap.
Keseluruhan program diuji sebagai satu kesatuan. Dan biasanya dihasilkan chaos.
Sekumpulan error ditemukan. Koreksi sulit dilakukan karena sulitnya mengisolasi
penyebab kesalahan. Satu kesalahan dapat diatasi, kesalahan yang lain muncul dan proses
berlanjut seolah tanpa henti. Salah satu tipe pendekatan “big bang” adalah pengujian model
penggunaan, usage model testing. Pengujian dilakukan dengan mengambil kasus-kasus
beban kerja mirip pengguna dalam lingkungan kerja akhir yang terintegrasi. Lingkungan
diuji, komponen individu diuji secara tidak langsung melalui Uji Integrasi penggunaan
mereka. Beban kerja mirip pengguna perlu didefinisikan dengan hati-hati untuk membuat
skenario yang realistis dalam memeriksa lingkungan.
 Pendekatan Incremental Berlawanan dengan pendekatan “big bang”, program dibangun
dan diuji bertahap sedikit demi sedikit. Kesalahan akan mudah diisolasi dan diperbaiki,
antarmuka dapat diuji lengkap, dan pendekatan pengujian sistematis dapat diterapkan.
Pengujian dilakukan mungkin secara top down, bottom up, regression testing atau smoke
testing. Dalam metode ini, modul-modul diintegrasikan dengan perjalanan turun melalui
hirarki kendali, mulai dari modul utama kemudian ke modul-modul subordinat. Modul-
modul subordinat dapat digabungkan ke dalam struktur program dengan pola depth-first
atau breadth-first. Pola depth-first, modul diintegrasikan satu demi satu melalui struktur
kendali utama program. pola breadth-first, seluruh komponen subordinat langsung di setiap
level, menelusuri struktur secara horisontal.
 Integrasi Bottom up Dalam metode ini komponen level paling bawah diuji pertama kali.
Pengujian ini tidak memerlukan modul stub. Proses diulang sampai komponen puncak
hirarki diuji. Pendekatan ini sangat membantu ketika seluruh atau kebanyakan modul dari
level pengeembangan yang sama sudah siap. Metode ini juga membantu menentukan level
pengembangan software yang memudahkan pelaporan kemajuan pembuatan software
dalam bentuk persentase.

Tahap-tahap untuk melakukan integrasi bottom up adalah sebagai berikut :

1. Komponen-komponen level bawah dikombinasikan ke dalam cluster yang menjalankan


subfungsi software khusus.
2. Driver ditulis untuk mengkoordinasikan kasus pengujian masukan dan keluaran.
3. Cluster diuji.
4. Driver dihapus dan cluster dikombinasikan ke atas menelusuri struktur program.

Oleh karena integrasi dilakukan dalam arah ke atas, kebutuhan test driver yang berbeda muncul.
Dalam praktek, jika dua level puncak struktur program diintegrasikan top down, jumlah driver
dapat dikurangi, integrasi cluster dapat disederhanakan. Menggabungkan pengujian bottom up
dengan top down ini sebagian orang menyebutnya pengujian sandwich.

Pengujian Regressi adalah menjalankan kembali beberapa subset pengujian yang telah
dilakukan untuk meyakinkan bahwa perubahan tidak punya efek samping yang tidak diharapkan.
Perlu dilakukan mengingat setiap kali modul baru diintegrasikan, software berubah. Ada aliran
data yang baru, atau I/O baru, atau logika kendali yang baru. Perubahan ini boleh jadi punya efek
samping yang tidak diharapkan. Kesalahan harus diperbaiki. Ketika dikoreksi, data atau program
atau dokumentasi berubah. Dengan pengujian regressi diharapkan perubahan ini tidak
menimbulkan kesalahan lain. Menguji kembali setiap modul pada setiap kali modul baru
ditambahkan adalah tidak praktis dan tidak efisien. Seiring berlangsungnya uji integrasi, jumlah
uji regresi dapat meningkat dalam jumlah besar.
Sekumpulan uji yang perlu diulang perlu dirancang untuk menyertakan hanya modul berikut :
- sampel uji representatif yang memeriksa seluruh fungsi software.
- uji tambahan yang fokus pada fungsi-fungsi software yang kemungkinan besar dipengaruhi
perubahan.
- pengujian yang fokus pada komponen-komponen software yang telah berubah.

FUNGSI INTEGRASI SISTEM OPERASI DENGAN JARINGAN

Berikut ini adalah sejumlah fungsi dari integrasi sistem:

 · Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah


jaringan
 · Mengelola sumber daya jaringan
 · Menyediakan layanan
 · Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
 · Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya
 · Memonitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan
 · Distribusi program dan update software ke client
 · Menggunakan kemampuan server secara efisien
 · Menyediakan tolerasi kesalahan

http://thearcanafamiliga.blogspot.co.id/2015/12/fungsi-integrasi-sistem-operasi-dengan.html