Anda di halaman 1dari 17

MODUL PERKULIAHAN

SALURAN TRANSMISI

PARAMETER SALURAN
TRANSMISI

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh


Teknik Teknik Elektro W141700033 Imelda Simanjuntak ,S.T.,M.T.

01

Abstrak Kompetensi
Materi ini akan membahas tentang Setelah membaca modul ini diharapkan :
Parameter saluran transmisi. 1. Mahasiswa dapat memahami apa saja parameter
saluran transmisi.
2. Mahasiswa dapat memahami mengenai distribusi
parameter saluran transmisi.
PARAMETER SALURAN TRANSMISI
1.1 Pendahuluan

Penyampaian informasi dari sumber informasi (komunikator) ke penerima informasi


(komunikan )hanya dapat terlaksana bila ada semacam sistem alat penghubung (media). Diantara
keduanya. Sistem tersebut disebut dengan sistem transmisi. Bila jarak antara komunikator dan
komunikan saling berdekatan, maka sistem transmisi cukup dengan penggetaran udara disekitarnya.
Tetapi bila jaraknya cukup jauh, maka dibutuhkan sistem transmisi yang lebih kompleks.
Suatu sistem transmisi terdiri dari lebih dari satu media transmisi, yang secara umum
dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:
 Media fisik : adalah kabel (wired), yang lebih umum disebut dengan saluran transmisi
(transmision line)
 Media non-fisik : merupakan udara (yang lebih dikenal dengan wireless)
Saluran transmisi adalah setiap bentuk hubungan secara listrik, baik berupa kawat penghantar,
kabel dan lain-lain yang menghubungkan suatu sumber sinyal ke beban. Jika sepasang kawat
penghantar itu dianggap terlalu panjang, maka dapat mengekivalenkan penghantar tersebut sebagai
sekumpulan induktor dan kapasitor.
1.1.1 Definisi Saluran Transmisi
Saluran transmisi adalah setiap bentuk hubungan secara listrik, baik berupa kawat
penghantar, kabel dan lain-lain yang menghubungkan suatu sumber sinyal ke beban. Dalam
mempelajari saluran transmisi, yang menjadi permasalahan dari jawaban diatas adalah perhitungan
yang demikian kompleks, karena teori saluran transmisi tidak semudah teori-teori pada rangkaian
listrik lainnya; meskipun bentuk saluran itu hanya berupa sepasang kawat penghantar yang pendek.
Jika sepasang kawat penghantar itu dianggap terlalu panjang, maka dapat mengekivalenkan
penghantar tersebut sebagai sekumpulan induktor dan kapasitor.
1.1.2 Konsep Dasar Saluran Transmisi
Pada prinsipnya, konsep dasar saluran transmisi dapat digambarkan sebagai berikut. Apabila
antara sumber sinyal dan beban dihubungkan oleh suatu saluran transmisi, maka :
(1) Arus akan mengalir di sepanjang saluran dan akan membangkitkan medan magnet yang
menyelimuti penghantar itu sendiri dan adakalanya medan magnet ini akan saling berimpit
dengan medan magnet lain yang berasal dari kawat penghantar lain yang berasal dari
kawat penghantar lain disekitarnya. Medan magnet yang dibangkitkan oleh kawat
penghantar berarus listrik ini merupakan suatu timbunan energi yang tersimpan dalam
kawat penghatar tersebut. Gejala tersebut menyebabkan saluran bersifat induktif.

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
2 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
(2) Akan terjadi beda tegangan antara ke dua kawat penghantar sehingga membangkitkan
medan listrik. Medan ini juga merupakan timbunan energi yang mungkin juga akan terjadi
tumpang tindih dengan medan listrik lain disekitarnya. Gejala tersebut menyebabkan
saluran bersifat kapasitip.
(3) Gejala-gejala tersebut di atas akan menyebabkan terjadinya aliran energi gelombang
elektromagnetik dalam saluran transmisi.
Ketiga hal tersebut merupakan suatu alasan, bahwa saluran transmisi tidak dapat ditangani
secara mudah seperti pada rangkaian-rangkaian listrik lainnya.

1.2 Medan Elektromagnetik


Dalam saluran transmisi, adakalanya medan listrik dan medan magnet akan selalu saling
tegak lurus satu sama lain, dan gabungan anatara kedua medan tersebut dinamakan medan
elektromagnetik.
Tegangan, arus dan medan elektromagnetik saling memiliki pengaruh secara timbal balik
satu sama lain, sehingga bila pada medan elektromagnetik mengalir mengikuti suatu kawat
penghantar, serta bila karena sesuatu hal tegangan berubah, maka medan elektromagnetik akan
mengikuti perubahan itu. Atau sebaliknya, apabila ada sesuatu hal yang menyebabkan medan
elektromagnetik itu berubah, maka tegangan dan arus akan mengikutinya.
Konsentrasi medan elektromagnetik yang paling adalah pada bagian diantara dua
penghantar tersebut. Untuk maksud tertentu, daerah ini biasanya diisi oleh suatu bahan isolator
(bahan dielektrik). Parameter penting dari bahan isolator ini adalah konstanta dielektrik (k). Harga
konstanta dielektrik dari bahan isolator ini merupakan harga relatif terhadap harga konstanta
dielektrik dari ruang hampa. Sebagai contoh harga konstanta dielektrik suatu bahan isolator pada
kabel adalah k=4, ini berarti bahwa kekuatan medan listrik pada bahan isolator itu akan menjadi
seperempat dibanding bila bahan isolator itu diganti dengan udara (ruang hampa).
1.2.1 Cepat Rambat
Cepat rambat medan elektromagnetik di udara mendekati cepat rambat di ruang hampa,
yaitu 299.792.462 meter/detik (sekitar 3 x 108 meter/detik). Bila gelombang tersebut merambat
dalam bahan dielektrik, maka cepat rambatnya akan lebih kecil dari harga di atas. Semakin besar
harga k suatu bahan dielektrik, maka cepat rambat akan semakin kecil. Hubungan antara kecepatan
dan harga k dapat dituliskan sebagai :

3x108
Cepat rambat (meter/detik) = (1.1)
k

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
3 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
Di mana k adalah konstanta dielektrik bahan isolator. Harga k ini adalah harga relatif
dibandingkan dengan konstanta dielektrik udara (ruang hampa), sehingga harga k disini adalah tanpa
satuan. Tabel 1.1 menyajikan harga konstanta dielektrik dari beberapa material atau bahan isolator.

Bila diketahui distribusi induktansi L dan kapasitansi C, maka cepat rambat gelombang dalam
suatu saluran transmisi tanpa rugi-rugi (lossless) dapat dinyatakan dengan persamaan (1.2)

1
Cepat rambat (meter/detik) = (1.2)
LC

Di mana l = panjang potongan saluran (meter)

L = induktansi total dari saluran sepanjang l (henry)

C = kapasitansi antar saluran sepanjang l (farad)

1.2.2 Frekuensi

Frekuensi menyatakan banyaknya gelombang dalam satu detik, dan dinyatakan dengan
‘herzt’ (disingkat Hz). Dalam perambatan gelombang dalam saluran transmisi, cepat rambat dan
panjang gelombang boleh jadi akan berubah jika memasuki medium (bahan dielektrik) yang
berbeda, tetapi frekuensi gelombang akan selalu tetap tanpa pengaruh medium yang dilewatinya.

Jika periode gelombang dinyatakan dengan T (detik), maka frekuensi gelombang tersebut
merupakan kebalikan dari T, dan dinyatakan :

1
Frekuensi  (herzt ) (1.3)
T

Tabel 1.1. Konstanta Dielektrik Dan Kecepatan


Rambat Gelombang Elektromagnetik Pada Bahan Isolator
KONSTANTA KECEPATAN
MATERIAL
DIELKTRIK (k) (METER/DETIK)

Ruang hampa 1,000 300 x 106

Udara 1,0006 299,2 x 106

Teflon 2,100 207 x 106

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
4 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
Polyethylene 2,270 199 x 106
PVC
3,300 165 x 106
Nylon
4,900 136 x 106
Polystyrene
2,500 190 x 106

1.2.3 Panjang Gelombang


Panjang gelombang dari suatu gelombang elektromagnetik berbanding lurus dengan harga
cepat rambat. Bila suatu sinyal frekuensi tinggi merambat pada suatu saluran transmisi dengan
bahan dielektrik k, maka panjang gelombangnya akan tergantung juga pada harga k dari bahan
dielektrik saluran menurut hubungan

300 x10 6
Panjang gelombang (meter) = (1.4)
kxfrekuensi( Hz )

1.2.4 Impedansi Karakteristik

Parameter penting yang merupakan karakterisitik dasar suatu saluran transmisi adalah
impedansi karakteristik (dinyatakan dengan Zo).

Impedansi karakteristik saluran tanpa rugi-rugi diberikan dengan persamaan berikut :

L
Zo  (1.5)
C

Dimana L = induktansi per satuan panjang (H/m)

C = kapasitansi per satuan panjang (F/m)

Berdasarkan pengukuran, impedansi karakteristik dinyatakan sebagai impedansi yang diukur


di ujung suatu saluran transmisi dengan menganggap panjang saluran itu tak berhingga. Untuk
kondisi ini, maka pemasangan beban sebesar Zo di ujung lain dari saluran dengan panjang berhingga
tidak akan menimbulkan efek. Pada kondisi ini, impedansi karakteristik saluran transmisi dapat

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
5 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
diperoleh dari perbandingan tegangan maju dan arus maju yang menuju ke beban pada ujung tak
berhingga.

TeganganMaju
Impedansi karakteristik (Zo) =
ArusMaju

Contoh 1. :

Hitunglah impedansi karakteristik saluran kawat sejajar bila induktansi setiap kawat adalah
0,25 H per meter dan kapasitansi antar kawat sebesar 30 pF per meter.

Jawab :

Induktansi yang telah diketahui sebesar 0,25 H per meter itu adakah untuk satu kawat. Untuk
induktansi total per meter dari saluran dua kawat, maka harga di atas harus dikalikan dua sehingga L
= 0,5 H dan C = 30pF.

L
Zo =
C

0,5 x10 6
=
30 x10 12

= 129 

1.3 Syarat Batas Medan Elektromagnetik


Syarat batas medan elektromagnetik merupakan salah satu prasyarat dalam mempelajari
suatu waveguide. Persamaan-persamaan dasar menggambarkan sebuah fenomena, bahwa
gelombang elektromagnetik diturunkan dari persamaan Maxwell dan dua persamaan kontinyuitas.
Apabila persamaan-persamaan itu dalam bentuk persamaan diferensial, maka syarat batas harus
digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang khusus.
1.3.1 Syarat Batas Dielektrik ( = 0 )

Dua buah aturan dasar digunakan pada permukaan antara dua material yang berbeda.

(1) Komponen tangensial dari intensitas medan listrik dan intensitas medan magnet, E dan H
harus kontinyu pada batas antara dua material.
Et1 = Et2 (1.6a)

Ht1 = Ht2 (1.6b)

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
6 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
(2) Komponen normal dari kerapatan fluks listrik dan fluks magnet (D dan B) kontinyu pada
batas anatara dua material. untuk  = 0.
Dn2 = Dn1 (1.7a)

Bn1 = Bn2 (1.7b)

Pernyataan di atas dibenarkan oleh pemakaian hukum Faraday, hukum Gauss dan hukum Ampere.

1.3.2 Permukaan Konduktor ( = )

Apabila diasumsikan bahwa permukaannya adalah konduktor sempurna, maka akan terlihat
bahwa Et2 adalah nol sepanjang batas antara dua material.

Et1 = Et2 =0 (1.8)

Tetapi komponen normal dari intensitas medan listrik tetap ada, seperti diperlihatkan pada
gambar 1.1(a).

Apabila tidak terdapat muatan magnetik pada permukaan, maka Bn2 adalah nol.

Oleh karena itu garis-garis gaya magnetik digambarkan suatu rangkaian tertutup, seperti
diperlihatkan pada gambar 1.1(b).

medan listrik medan magnet

konduktor konduktor

(a) (b)

Gambar 1.1. Syarat Batas Permukaan konduktor

1.4 Mode Gelombang

Mempelajari tentang persoalan transmisi energi dari suatu titik ke titik yang lain dengan
menggunakan sepasang konduktor merupakan persoalan mendasar yang harus diketahui. Banyak
jenis media transmisi yang digunakan dalam perambatan suatu energi gelombang elektromagnetik,

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
7 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
dimana dengan adanya kondisi syarat batas akan menentukan mode gelombang yang dirambatkan.
Selanjutnya pada bagian ini adalah akan membahas beberapa cara (mode) dari transmisi energi.
Untuk memahami yang lebih mendalam tentang bentuk dari transmisi energi, akan lebih
mudah bila melalui pemahaman tentang saluran transmisi. Oleh karena itu, kita harus mengenal
konsep-konsep dasar dari saluran transmisi.

Sebagai langkah awal untuk memulainya, marilah kita lihat persoalan klasik suatu medan
dari saluran transmisi, dengan sudut pandang yang agak lebih dari sekedar sebuah rangkaian. Dari
dasar teori medan, telah kita ketahui bersama bahwa akan terdapat hubungan anatara medan listrik
dan medan magnit, dengan tegangan dan arus seperti ditunjukkan pada gambar 1.2(a).

Gambar 1.2. Gelombang Berjalan pada Saluran Transmisi dari kawat terbuka

Dari sudut pandang ini, kita melihat bahwa medan listrik dan medan magnit tampak berjalan
bersama pada kecepatan yang sama dalam medium. Sehingga kawat hanya akan membimbing
gelombang dalam arah tertentu. Gambar dari medan listrik dan medan magnit jika dilihat secara
melintang dari ujung-ujung kawat ditunjukkan dalam ganbar 1.2(b). Gelombang seperti itu,
mempunyai ciri tidak ada medan listrik dan medan magnit dalam arah rambatan gelombang. Mode
seperti ini disebut mode TEM (transverse electric and magnetic), yaitu medan listrik dan medan
magnit yang melintang dari arah rambatan. Apabila medan listrik saja yang melintang dari arah
rambatan, maka mode seperti ini disebut mode TE (transverse electric). Dan apabila medan
magnitnya saja yang melintang dari arah rambatan, maka mode ini disebut mode TM (transverse
magnetic). Mode TE dan TM akan dapat terjadi didalam suatu pipa berongga pemandu gelombang
(waveguide), seperti pada gambar 1.3.

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
8 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 1.3. Bentuk Gelombang Terbimbing

1.5 Terminasi dan Refleksi

Jika suatu sumber (generator) mengirimkan gelombang ke beban melalui suatu saluran
transmisi, maka akan terjadi dua kemungkinan pada saat gelombang tersebut sampai pada beban,
yaitu diterminasi di beban atau direfleksi (dipantulkan) lagi oleh beban ke sumber.

Bila impedansi beban tepat sama dengan impedansi karakteristik saluran, maka seluruh
gelombang yang datang ke beban itu akan diserap seluruhnya oleh beban. Tetapi bila impedansi
beban tidak sama dengan impedansi karakteristik saluran, maka sebagian atau seluruh gelombang
tersebut yang datang ke beban itu akan dipantulkan menuju sumbernya semula. Besarnya sinyal
yang kembali menuju sumber ini tergantung pada bagaimana ketidaksamaan antara impedansi
karakteristik saluran terhadap impedansi beban. Perbandingan level tegangan yang datang menuju
beban dan yang kembali ke sumbernya lazim disebut koefisien refleksi dan dinyatakan dengan
simbol  . Harga koefisien refleksi ini dapat bervariasi antara 0 (tanpa pantulan) sampai 1, yang
berarti sinyal yang datang ke beban seluruhnya dipantulkan kembali ke sumbernya.

V refleksi
 = (tanpa satuan) (1.9)
V maju

Hubungan antara koefisien refleksi, impedansi karakteristik dan impedansi beban dapat ditulis

ZL  Zo
= (1.10)
ZL  Zo

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
9 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
Dimana : Zo = impedansi karakterisitk saluran ()

ZL = impedansi beban ()

Contoh 2. :

Suatu saluran transmisi mempunyai Zo = 200  , ZL = RL = 300 , tegangan maju (tegangan


yang merambat menuju beban) V+ = 100 mV. Berapakah koefisien refleksi, tegangan yang
direfleksikan serta tegangan pada beban ?

Jawab :

Dari persamaan (1.7) :

Z L  Z o 300  200
=   0,2
Z L  Z o 300  200

Sehingga tegangan refleksi dapat dicari dengan persamaan (1.6) seperti berikut ini:

V- =  V+

= 0,2 x 100 mV
= 20 mV

Tegangan di beban dapat dihitung :

VL = V+ + V - = 100 mV + 20 mV = 120 mV

Daya input (daya datang atau daya yang dikirimkan ke arah beban) dapat dihitung sebagai berikut :

(V  ) 2
P+ = V+ . I+ =
Zo

(0,1) 2
=
200

= 0,05 mW

Daya yang dipantulkan kembali ke arah sumber dapat pula dihitung sebagai :

P- =  2 . P+

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
10 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
= (0,2)2 x 0,05 mW

= 0,002 mW

Sehingga daya yang diserap oleh beban adalah :

PL = P+ - P -

= 0,05 mW – 0,002 mW

= 0,048 mW.

1.6 Parameter Saluran Transmisi

Saluran transmisi digunakan secara luas dalam menyalurkan energi berfrekuensi tinggi dari
suatu titik ke titik lainnya dengan jarak (biasanya) cukup jauh. Energi dapat disalurkan melalui udara,
kabel tembaga, kabel non tembaga, kabel serat optic dan lainnya. Salah satu contoh dari fungsi ini
adalah penerimaan energi broadcast dari transmitter ( pemancar ) ke antenna pemancar.
Secara ideal energi yang disalurkan harus tidak mengalami pelemahan, cacat (berubah bentuk)
dan bebas noise. Dalam kenyataannya kondisi ideal tersebut belum dapat direalisasikan walaupun
saat ini ada bahan superkonduktor tetapi belum dapat dioperasikan dalam temperature realistis (
mendekati suhu ruang).
Persamaan panjang gelombang yang dimaksud adalah:
λ = c/f
Contoh media saluran transmisi disekitar kita antara lain:
a. Kabel telepon 600 ohm.
b. Kabel antena TV untuk B&W 300 ohm.
c. Kabel koaksial 75 ohm, 50 ohm dsb.
d. Dua plat sejajar.
e.Mikrostrip.
f. Tri-plate line.
g.Waveguide (segi empat) dan bulat
h. Serat optic

Dari analisa matematis sederhana, didapatkan suatu hubungan yang erat antara Z dan Y
terhadap parameter dasar saluran, yaitu:
Z=R+jwL (1.11)
Y=G+jwC (1.12)

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
11 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
y=α+jβ (1.13)
Keterangan :
w=2πf
y = koefisien rambat
α = konstanta atenuasi (redaman)
β = konstanta pergeseran fasa

Saluran transmisi adalah media untuk menghantarkan sebuah informasi dalam bentuk sinyal
listrik. Saluran transmisi biasanya bekerja dalam range kHz – GHz. Saluran ini juga digunakan secara
luas dalam menyalurkan energi berfrekuensi tinggi dari suatu titik ke titik lainnya dengan jarak
(biasanya) cukup jauh. Energi dapat disalurkan melalui udara, kabel tembaga, kabel non tembaga,
kabel serat optic dan lainnya. Salah satu contoh dari fungsi ini adalah penerimaan energi broadcast
dari transmitter ( pemancar ) ke antena pemancar. Secara ideal energi yang disalurkan harus tidak
mengalami pelemahan, cacat (berubah bentuk) dan bebas noise.
A. PARAMETER DASAR SALURAN TRANSMISI
 Saluran transmisi mempunyai 4 parameter dasar (primer), antara lain:
1. Resistansi (R)
Dengan satuan W per sat. panjang( km). resistansi seri selalu muncul (pada suhu ruangan/25°C )
dalam konduktor karena konduktor sempurna dalam praktek belum ada (pada temperatur ruangan).
2. Induktansi (L)
Dengan satuan H per sat. panjang (km). Ketika suatu sumber tegangan dihubungkan ke dua
konduktor, suatu aliran arus muncul karena aliran muatan dalam saluran. Akibatnya medan
magnetic muncul (mengikuti aturan arah sebuah skrup/aturan tangan kanan), yang berbanding lurus
terhadap arus tersebut, menglilingi konduktor. Lingkaran flux yang menyertai per satuan arus I
disebut induktansi, L. Maka ada induktansi per satuan panjang saluran ketika arus mengalir.
3. Kapasitansi (C) dan Konduktansi (G)
Suatu muatan pada konduktor berbanding lurus terhadap perbedaan potensial (tegangan).
Akibatnya saluran mempunyai kapasitansi paralel, C. Jika dielektrik antara kedua konduktor tidak
sempurna, elemen konduktif harus dianggap ada diantara saluran transmisi. Ini adalah konduktansi
per satuan panjang saluran (km) , yang disimbolkan dengan G.
 Saluran transmisi mempunyai 4 parameter sekunder antara lain:
1. Impedansi Karakteristik ( Zo )
Parameter penting yang merupakan karakterisitik dasar suatu saluran transmisi adalah
impedansi karakteristik (dinyatakan dengan Zo).

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
12 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
Impedansi karakteristik saluran tanpa rugi-rugi diberikan dengan persamaan berikut :

L
Zo  (1.14)
C

Dimana L = induktansi per satuan panjang (H/m)


C = kapasitansi per satuan panjang (F/m)

Berdasarkan pengukuran, impedansi karakteristik dinyatakan sebagai impedansi yang diukur


di ujung suatu saluran transmisi dengan menganggap panjang saluran itu tak berhingga. Untuk
kondisi ini, maka pemasangan beban sebesar Zo di ujung lain dari saluran dengan panjang berhingga
tidak akan menimbulkan efek. Pada kondisi ini, impedansi karakteristik saluran transmisi dapat
diperoleh dari perbandingan tegangan maju dan arus maju yang menuju ke beban pada ujung tak
berhingga.

TeganganMaju
Impedansi karakteristik (Zo) =
ArusMaju

Gambar 1.1 Rumus Impedansi Gelombang untuk Kasus Khusus


2. Konstanta Perambatan (ϒ)
Konstanta Perambatan (ϒ) adalah sebuah besaran bernilai komplek, yang memiliki besaran nilai riil
dan imajiner. Hal ini dikarenakan y dihasilkan dari akar hasil perkalian dua bilangan kompleks.

(1.15)
3. Konstanta peredaman (α)
α ditentukan oleh sifat karakteristik dari tipe dan ukuran dari saluran transmisi yang dipergunakan
dan frekuensi dari sinyal yang ditransmisikan melaluinya.

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
13 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
(1.16)

4. Konstanta phasa (β)


β ditentukan oleh sifat karakteristik dari tipe dan ukuran dari saluran transmisi yang dipergunakan
dan frekuensi dari sinyal yang ditransmisikan melaluinya.

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
14 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
(1.17)

Gambar 1.2 Defenisi parameter primer dan sekunder saluran transmisi

Gambar 1.3 Rumus matematika parameter primer dan sekunder saluran transmisi
B. RUGI-RUGI SALURAN TRANSMISI
 Ada tiga tipe utama rugi transmisi adalah
1. Rugi tembaga
Pada frekuensi tinggi, rugi tembaga ini berbeda dari perhitungan untuk rugi daya pada frekuensi
rendah karena pada frekuensi tinggi muncul efek kulit ( aliran charge /muatan electron cenderung

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
15 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
terkonsentrasi di permukaan kawat konduktor). Dengan adanya efek kulit , kawat tembaga seperti
sebuah pipa akibatnya luas penampang menjadi lebih kecil dan menghasilkan resistansi efektif lebih
besar.
2. Rugi dielektrik
Dielektrik adalah bahan yang memisahkan kedua konduktor pada saluran transmisi. Rugi dielektrik
akan bertambah besar dengan naiknya frekuensi. Rugi ini dapat dikurangi dengan pemilihan bahan
yang digunakan dalam saluran. Jika dielektriknya udara maka rugi dayanya akan minimal.
3. Rugi radiasi
Rugi ini muncul karena panjang saluran merupakan bagian signifikan dari panjang gelombang/
terdapat banyak panjang gelombang.Kejadiannya hampir sama dengan radiasi sebuah antena
bedanya kalau di antena radiasi ini diinginkan sedang pada saluran dihindari atau diminimalkan.
C. HUBUNGAN R, L, C, dan G dengan IMPEDANSI(Z) dan ADMITANSI (Y) SALURAN
Maka, didapatkan hub. antara Z dan Y terhadap parameter dasar saluran, yaitu:
Z=R+jwL (1.18)
Y=G+jwC (1.19)
y=α+jβ (1.20)
Keterangan :
w=2πf
y = koefisien rambat
α = konstanta atenuasi (redaman)
β = konstanta pergeseran fasa

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
16 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka

 Joseph A. Edminister, Electromagnetics, 2nd ed., McGraw Hill Inc., 1995

 Gerd Keiser, Optical Fiber Communications, 2nd ed., McGraw Hill Inc., 1993

 Alaydrus,M.(2009). Saluran Transmisi Telekomunikasi. Jakarta.Graha Ilmu.

 Sinha, U.(2010).Transmission Lines & Networks.Satya Prakashan.English.,

 Pozar, D.(2005). M. Microwave Engineering, 3rd Edition. John Wiley & Sons.

2018 Nama Mata Kuliah dari Modul Pusat Bahan Ajar dan eLearning
17 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak http://www.mercubuana.ac.id