Anda di halaman 1dari 9

Pola Pengaliran dalam Buku “ Drainage” Arthur David

Howard

1. Pola Pengaliran Dasar


a. Dendritik

 Bentuk menyerupai batang pohon


 Mencerminkan resistensi batuan yang tidak keras
 Relief rendah
 Lapisan horisontal
 Kontrol sesar tidak berkembang
b. Paralel
 Bentuk aliran bercabang sejajar
 Mencerminkan kelerengan yang curam dan hampir seragam
 Resistensi batuan tinggi
c. Trellis

 Bentuk aliran sungai bercabang tegak lurus


 Terdapat pada daerah aktif struktur
 Litologi resisten sampai sedang
d. Rectanguler

 Sungai tegak lurus terhadap sungai induk


 Aliran memotong secara tidak menerus
 Mencerminkan daerah sesar aktif
 Litologi resisten sampai sedang
e. Radial

 Aliran berada pada daerah gunung dan cekungan


 Aliran memencar dari satu titik pusat (sentrifugal)
 Aliran berkumpul dalam suatu cekungan (sentripetal)
 Litologi resisten
 Tidak terlalu dipengaruhi struktur
f. Annular
 Cabang sungai melingkar tegaklurus terhadap sungai utama yang
melingkar
 Dipengaruhi oleh struktur
 Litologi resisten
 Ditemui pada daerah kubah dan cekungan

g. Multibasinal

 Terdapat pada daerah karst, endapan bukit,daerah vulkanik yang


tererosi
 Litologi yang mudah larut atau tererosi
 Dicirikan oleh aliran sungai yang tiba-tiba menghilang
 Dapat dipengaruhi oleh struktur
h. Contorted

 Aliran cabang tegaklurus terhadap sungai induk yang melengkung


 Dikontrol oleh struktur
 Litologi resisten
 Terdapat padadaerah yang berkontur
Pola Pengaliran Ubahan
a. Subdebdritik

 Modivikasi dari pola dendritik


 Dipengaruhi oleh perubahan topografi
 Dipengaruhi oleh struktur
 Topografi miring
 Litologi resisten sampai edang
b. Pinnate

 Tekstur rapat
 Terdapat pada daerah erosi
 Litologi rendah(halus)
 Struktur kurang berkembang
c. Anastomatik

 Terdapat pada daerah datran banjir,delta,rawa,pasangsurut


 Relies rendah
 Topografi landai litologi halus
 Struktur kurang berkembang
d. Distributary
 Terdapat pada daerah kipas alluvial dan delta
 Adanya perubahan lereng (gawir)
 Litologi halus
 Adanya kontrol struktur

e. Subparelel

 Dikontrol oleh kemiringa lereng


 Litologi resisten dan seragam
 Adanya struktur aktif
f. Coliniar

 Aliran sungai yang tiba-tiba menghilang


 Terdapat pada daerah gurun pasir
 Litologi halus
 Struktur kurang berkembang
g. Directional trellis
 Anak sungai lebih panjang dari sungai utama
 Dijumpai pada daerah homoklin dengan kemiringan landai
 Litologi resisten
 Adanya kontrol struktur
h. Recurved trellis

 Dijupai pada daerah lipatan


 Litologi resisten
 Dikontrol struktur

Pola Pengaliran pada buku “Pengantar Geologi”


Djauhari Noor
1. Pola Aliran Dendritik
Pola aliran dendritik adalah pola aliran yang cabang-cabang sungainya menyerupai
struktur pohon.Pada umumnya pola aliran sungai dendritik dikontrol oleh litologi batuan
yang homogen. Pola alirandendritik dapat memiliki tekstur/kerapatan sungai yang
dikontrol oleh jenis batuannya. Sebagaicontoh sungai yang mengalir diatas batuan yang
tidak/kurang resisten terhadap erosi akanmembentuk tekstur sungai yang halus (rapat)
sedangkan pada batuan yang resisten (seperti granit)akan membentuk tekstur kasar
(renggang).
2. Pola Aliran Radial
Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial
dari suatutitik ketinggian tertentu, seperti puncak gunungapi atau bukir intrusi. Pola
aliran radial juga dijumpaipada bentuk-bentuk bentangalam kubah (domes) dan
laccolith. Pada bentangalam ini pola aliransungainya kemungkinan akan merupakan
kombinasi dari pola radial dan annular.

3. Pola Aliran Rectangular


Pola rectangular umumnya berkembang pada batuan yang resistensi terhadap erosinya
mendekatiseragam, namun dikontrol oleh kekar yang mempunyai dua arah dengan
sudut saling tegak lurus.Kekar pada umumnya kurang resisten terhadap erosi sehingga
memungkinkan air mengalir danberkembang melalui kekar-kekar membentuk suatu
pola pengaliran dengan saluran salurannyalurus-lurus mengikuti sistem kekar.
4. Pola Aliran Trellis
Geometri dari pola aliran trellis adalah pola aliran yang menyerupai bentuk pagar yang
umumdijumpai di perkebunan anggur. Pola aliran trellis dicirikan oleh sungai yang
mengalir lurusdisepanjang lembah dengan cabang-cabangnya berasal dari lereng yang
curam dari kedua sisinya.Sungai utama dengan cabang-cabangnya membentuk sudut
tegak lurus sehingga menyerupaibentuk pagar. Pola aliran trellis adalah pola aliran
sungai yang berbentuk pagar (trellis) dandikontrol oleh struktur geologi berupa
perlipatan sinklin dan antilin. Sungai trellis dicirikan olehsaluran-saluran air yang berpola
sejajar, mengalir searah kemiringan lereng dan tegak lurus dengansaluran utamanya.
Saluran utama berarah se arah dengan sumbu lipatan.
5. Pola Aliran Centripetal
Pola aliran centripetal merupakan ola aliran yang berlawanan dengan pola radial,
dimana aliransungainya mengalir kesatu tempat yang berupa cekungan (depresi). Pola
aliran centripetalmerupakan pola aliran yang umum dijumpai di bagian barat dan
baratlaut Amerika, mengingatsungai-sungai yang ada mengalir ke suatu cekungan,
dimana pada musim basah cekungan menjadidanau dan mengering ketika musin kering.
Dataran garam terbentuk ketika air danau mengering.
6. Pola Aliran Annular
Pola aliran annular adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial
dari suatutitik ketinggian tertentu dan ke arah downstream aliran kembali bersatu. Pola
aliran annularbiasanya dijumpai pada morfologi kubah atau intrusi loccolith.
7. Pola Aliran Paralel (Pola Aliran Sejajar)
Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang
curam/terjal.Dikarenakan morfologi lereng yang terjal maka bentuk aliran-aliran
sungainya akan berbentuk lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang-cabang
ssungainya sangat sedikit. Pola aliran paralelkadangkala mengindikasikan adanya suatu
patahan besar yang memotong daerah yang batuan dasrnya terlipat da kemiringan yang
curam.

Perbedaan pola pengaliran pada buku Howard dan


Djauhari Noor
1. Pada buku Howard menjelaskan pola pengaliran dasar dan ubahan secara jelas dan lengkap
disertai gambar dan interpretasinya, sedangkan pada buku Djauhari Noor hanya
menjelaskan pola penggaliran dasar dengan tanpa pola pengaliran contorted dan tidak
menjelaskan pola pengaliran ubahan
2. Pada buku Howard dijelaskan sketsa secara lengkap, sedangkan Djauhari hanya
menampilkan sketsa pola pengaliran sedikit tetapi secara tiga dimensi
Daftar Pustaka
Howard, AD.1967.Drainage.American Assosiation of Petroleum Geologist.Standford

Noor,Djauhari.2009.Pengantar Geologi.Graha Ilmu.Bogor