Anda di halaman 1dari 2

Faktor Risiko Jatuh Pada Lansia

a. Sistem sensorik
Sistem sensorik yang berperan adalah sistem penglihatan (visus) dan pendengaran,
perubahan pada mata akan menimbulkan gangguan pendengaran dan pada telinga akan
menimbulkan gangguan pendengaran.
b. Sistem saraf pusat
Penyakit pada susunan saraf pusat (SSP), seperti stroke dan parkinson, sering diderita
oleh lanjut usia dan menyebabkan gangguan fungsi SSP sehingga akan mengganggu
sistem sensorik juga.
c. Kognitif
Penurunan fungsi kognitif seperti demensia diasosiasikan dengan risiko jatuh pada lansia.
d. Muskuloskeletal
Faktor ini sangat berperan terhadap kejadian jatuh pada lansia. Gangguan
muskuloskeletal menyebabkan gangguan gaya berjalan dan ini berhubungan dengan
proses menua yang fisiologis, misalnya: kekakuan jaringan penghubung, berkurangnya
massa otot, perlambatan konduksi saraf dan lapang pandang dapat menyebabkan
penurunan kualitas sendi, ektremitas dan goyangan badan.

Faktor Penyebab Jatuh


a. Faktor Intrinsik
Faktor yang berasal dari dalam tubuh lansia sendiri,yaitu gangguan jantung dan sirkulasi
darah, gangguan sistem anggota gerak, misalnya kelemahan otot ekstremitas bawah dan
kekuatan sendi, gangguan sistem susunan saraf misalnya neuropati perifer, gangguan
pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan psikologis, infeksi telinga, gangguan
adaptasi gelap, pengaruh obat-obatan yang dipakai (diazepam, antidepresi, dan
antihipertensi), vertigo, atritis lutut, sinkop dan pusing, serta penyakit sistemik lainnya.
b. Faktor Ekstrinsik
Faktor ekstrisik adalah faktor yang berasal dari luar atau lingkungan, faktor ekstrisik ini
antara lain adalah cahaya ruangan yang kurang terang, lantai yang licin, benda-benda
dilantai, alas kaki yang kurang pas, tali sepatu, kursi roda tidak terkunci, dan naik turun
tangga. Penyebab luar lain yang menyebakan jatuh pada lansia yaitu gangguan gaya
berjalan, gangguan keseimbangan, obat-obatan, penyakit tertentuseperti depresi,
demensia, diabetes melitus, hipertensi, dan lingkungan yang tidak aman.

Akibat Jatuh
Jatuh dapat mengakibatkan berbagai jenis cedera, kerusakan fisik dan psikologis.Kerusakan fisik
yang paling ditakuti dari kejadian jatuhadalah patah tulang panggul. Jenis fraktur lain yang
sering terjadi akibat jatuh adalah fraktur pergelangan tangan, lengan atas dan pelvis serta
kerusakan jaringan lunak. Dampak psikologis adalah walaupun cederafisik tidak terjadi, syok
setelah jatuh dan rasa takut akan jatuh lagi dapat memiliki banyak konsekuensi termasuk
ansietas, hilangnya rasa percaya diri, pembatasan dalam aktivitas sehari-hari, falafobia atau fobia
jatuh
Tatalaksana
Penatalaksanaan bersifat individual, artinya berbeda untuk tiap kasus
karena perbedaan faktor-faktor yang bekerjasama mengakibatkan jatuh. Bila penyebab
merupakan penyakit akut penangananya menjadi lebih mudah, lebih sederhana, dan langsung
bisa menghilangkan penyebab jatuh secara efektif. Tetapi lebih banyak pasien jatuh karena
kondisi kronik, multifaktorial sehingga diperlukan terapi gabungan antara obat, rehabilitasi,
perbaikan lingkungan, dan perbaikan kebiasaan lanjut usia itu. Pada kasus lain intervensi
diperlukan untuk mencegah terjadinya jatuh ulangan, misalnya pembatasan bepergian/aktivitas
fisik, penggunaan alat bantu gerak. Untuk penderita dengan kelemahan otot ekstremitas bawah
dan penurunan fungsional terapi difokuskan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot
sehingga memperbaiki fungsionalnya. Sering terjadi kesalahan, terapi rehabilitasi hanya
diberikan sesaat sewaktu penderita mengalami jatuh, padahal terapi ini diperlukan secara terus-
menerus sampai terjadi peningkatan kekuatan otot dan status fungsional.