Anda di halaman 1dari 2

Indonesia dalam Jiwa

Karya, Muhammad Yusuf

Pekik merdeka menggema dalam rongga rasa


Berkumandang menggelegar mengasah jiwa nasionalis patriotik sejati
Bukan serta merta arogansi hampa semata
Terlahir dari dalamnya hati nan suci
Oh......wahai engkau jiwa lepas bebas
Bentangkan kepakkan sayap emas garuda di dada
Terbanglah setinggi cakrawala
Pancangkan merah putih tanpa batas
Sampai penghujung dunia
Indonesia hari ini bukanlah negeri dalam dongeng
Indonesia hari ini harus lebih baik
Indonesia hari ini harus tetap kokoh berpijak
Indonesia hari ini harus dijejali oleh orang-orang bijak
Tetap berpaut dalam bingkai bhineka tunggal ika dari Timika hingga Sabang
Kita lupakan 2019 ganti presiden
Kita sing-singkan amarah dan kepentingan
Demi Indonesia Raya
Demi Indonesia Jaya
Demi Indonesia gemilang nirwana
Indonesia maju
Indonesia satu

Bima, 16 Agustus 2018


Kemerdekaan Konyol
Karya, Muhammad Yusuf

Resah mencekam sukma


Mengupas segala rasa
Menguliti semangat seolah tiada tersisa
Memporak poranda memaksa memperkosa hak hak asazi manusia
Dengan gaya seorang politikus kawakan meski baru belajar kemarin sore
Berkoar penuh semangat dalam pentas politik acak kadul
Hingga ngalur ngidulnya menembus pola pikir
Mereka-mereka yang gagal fokus tentang arti kebebasan
Karena bagi mereka kebebasan itu milik semua
Meski harus berbenturan dengan hak orang lain
Alangkah konyol sekonyol pola pikirnya yang jauh lebih konyol
Mengapa kita tidak bersuara untuk memprotes ?
Mengapa kita hanya diam memaku diri ?
Mengapa kita hanya menjadi onggokan raga tanpa jiwa ?
Mengapa kosa kata tiada mampu mewakili asa ?
Oh, mengapa ?
Kelumitan tanya yang terurai tiada sanggup terjawab
Semakin memperpanjang tanya semakin panjang resah yang tiada terjawab
Ketakutan telah mengafani pribadi tololnya
Mereka ingin bebas tapi tidak mengerti akan arti kemerdekaan
Baginya merdeka hanya sekedar terbebas dari Belanda, Jepang, atau Portugal
Bukan ekspresi apalagi jiwa lantang lepas

Bima, 17 Agustus 2018