Anda di halaman 1dari 14

BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

BAB IV PEMBENGKOKAN PLAT

4.1 Tujuan
pada praktikum ini dilakukan pengbenkokan plat yang bertujuan untuk
 Mengetahui tata cara membengkokan plat
 Mengetahui cara mengatasi spring back
4.2 Teori Dasar
Proses Bending adalah proses pembengkokan atau penekukan.
Proses bending Plat adalah proses penekukan plat dengan alat bending
baik manual maupun dengan menggunakan Mesin Bending. Material plat
bisa dibending dengan menggunakan pisau bending dan dies.

Jenis Bendingan :

1. Bendingan Lurus

Bendingan Lurus adalah Bendingan yang hasil bendingnya berbentuk


garis atau lurus.

2. Bendingan Radius

Bendingan Radius adalah Bendingan yang hasil bendingnya berbentuk


Radius.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum proses bending :

1. Material yang dibending harus mampu bending

2. Tebal Material yang dibending masih dalam kapasitas alat bending.

3. Pemilihan V dies yang digunakan harus tepat

4. Profil bendingan bisa diproses dengan peralatan yang ada atau tidak

Pada bagian ini bending dalam industri dijelaskan Bending adalah


proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan
hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan luas permukaan
dengan bantuan tekanan piston pembentuk dan cetakan (die) Sepotong besi

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 24


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

dapat menjadi bengkok akibat tekanan mesin sederhana dengan


menggunakan pres yang disebut bending. Biasanya pekerjaan bending
menggunakan sepotong besi panjang, lembaran logam ataupun piring.
Bending biasanya memakai die berbentuk V, U, W atau yang lainnya.
Bending menyebabkan logam pada sisi luar sumbu netral mengalami
tarikan, sedangkan pada sisi lainnya mengalami tekanan.

Adapun proses bending dapat dibagi menjadi 8 bagian :

1. ANGLE BENDING

2. PRESS BRAKE BENDING

3. DRAW BENDING

4.ROLL BENDING

5.ROLL FORMING

6.SEAMING

7.STRAIGHTENING

8.FLANGING

1. ANGLE BENDING

Angle bending adalah pembentukan plat atau besi dengan menekuk


bagian tertentu plat untuk mendapatkan hasil tekukan yang diinginkan.
Selain menekuk, dengan pekerjaan ini dapat memotong plat yang
disisipkan dan juga dapat membuat lengkungan dengan sudut sampai +-
150o pada lembaran logam.

Contoh hasil pekerjaan.

a. Potongan plat (benda kerja las karbit)

b. Plat bentuk L,V, dan U

c. dll

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 25


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

2. PRESS BRAKE BENDING

Press brake bending adalah suatu pekerjaan bending yang


menggunakan penekan dan sebuah cetakan (die). Proses ini membentuk
plat yang diletakkan diatas die lalu ditekan oleh penekan dari atas sehingga
mendapatkan hasil tekukan yang serupa dengan bentuk die. Umumnya die
berbentuk U, W, dan ada juga yang mempunyai bentuk tertentu.

3. DRAW BENDING

Draw bending yaitu pekerjaan mencetak plat dengan menggunakan


roll penekan dan cetakan. Roll yang berputar menekan plat dan terdorong
kearah cetakan. Pembentukan dengan draw bending ini sangat cepat dan
menghasilkan hasil banyak, tetapi kelemahannya adalah pada benda yang
terjadi springback yang terlalu besar sehingga hasil menjadi kurang
maksimal.

4. ROLL BENDING

Roll bending yaitu bending yang biasanya digunakan untuk


membentuk silinder, atau bentuk-bentuk lengkung lingkaran dari pelat
logam yang disisipkan pada suatu roll yang berputar. Roll tersebut
mendorong dan membentuk plat yang berputar secara terus menerus
hingga terbentuklah silinder

5. ROLL FORMING.

Dalam roll pembentukan, bahan memiliki panjang dan masing-


masing bagian dibengkokkan secara individual oleh roll. Untuk menekuk
bahan yang panjang, menggunakan sepasang roll yang berjalan.

Dalam proses ini juga dikenal sebagai forming dengan membentuk


kontur kontur melalui pekerjaan dingin (cold working) dalam membentuk
logam. Logam dibengkokkan secara bertahap dengan melewatkan melalui

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 26


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

serangkaian roll. Bahan roll umumnya terbuat dari besi baja karbon atau
abu-abu dan dilapisi krom untuk ketahanan aus.

Proses ini digunakan untuk membuat bentuk-bentuk kompleks


dengan bahan dasar lembaran logam . Tebal bahan sebelum maupun
sesudah proses pembentukan tidak mengalami perubahan.

Produk yang dihasilkan dari pengerjaan ini adalah saluran pipa, besi pipa,
dll

6. SEAMING

Seaming adalah operasi bending yang digunakan untuk


menyambung ujung lembaran logam sehingga membentuk benda kerja,
sambungan dibentuk dengan rol-rol kecil yang disusun secara berurutan.

Contoh hasil pengerjaan seaming seperti kaleng, drum, ember, dsb.

7. STRAIGHTENING

STRAIGHTENING merupakan proses yang berlawanan dengan


bending , digunakan untuk meluruskan lembaran logam .

Pada umumnya straightening dilaksanakan sebelum benda kerja


dibending. Proses ini menggunakan rol-rol yang dipasang sejajar dengan
ketinggian sumbu rol yang berbeda.

8. FLANGING

Proses Flanging sama dengan seaming hanya saja ditunjukkan untuk


melipat dan membentuk suatu permukaan yang lebih besar.

Contoh hasil pekerjaan flanging yaitu cover cpu pada komputer, seng
berpengait, dll

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 27


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

Kegagalan Proses Pembendingan

Dalam proses pekerjaan bending, ada beberapa kemungkinan gagal


pembentukan benda yang terjadi, diantaranya yaitu:

1. Springback
2. Sobek
3.Patah benda

SPRINGBACK

Springback terjadi karena semua benda - benda memiliki modulus


tertentu dari elastisitas, perubahan logam diikuti dengan pemulihan
lenting pada pulihan beban. Dalam pembentukan, pemulihan ini dikenal
sebagai springback., sudut lengkung akhir setelah diberi kekuatan
tekanan/pembentukan lebih kecil dan radius lengkung akhir lebih besar
dari yang sebelumnya.

Sudut lengkung yang dihasilkan menjadi lebih besar setelah


pembentukan dilakukan. Kegagalan springback negatif dapat berupa
kembalinya bentuk benda menuju ke bentuk semula.

Sobek

Kegagalan ini disebabkan karena keelastisan benda yang kurang atau


pada saat pembentukan terjadi tumbukan yang terlalu besar sehingga
benda yang dibentuk menerima tekanan lebih yang menyebabkan sobek.
Umumnya sobek terjadi pada pengerjaan yang menggunakan benda plat
atau piringan.

Patah

Salah satu kegagalan dalam proses pembendingan yaitu patah.


Penyebab patah antara lain terlalu kerasnya benda yang dibentuk. Benda
yang didorong atau ditekan dalam cetakan tidak memiliki elastisitas yang
cukup, sehingga tekanan yang dilakukan bukan membentuk tapi
mematahkan. Sebab lain yaitu berulang kalinya penekukan yang dilakukan

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 28


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

pada benda di titik tekukan yang sama. Tekukan berulang kali yang
diberikan tidak dapat diterima oleh logam yang dibentuk, sehingga
terjadilah patahan, bahkan untuk logam yang termasuk elastis, gagal patah
bisa terjadi .

Bending adalah salah satu operasi yang paling umum Metalworking.


Bagian yang dibuat dengan menekuk lembar saham dan lentur juga
merupakan komponen dari lembaran logam yang lebih kompleks
membentuk operatins. Membungkuk adalah deformasi plastik logam
sekitar sumbu linier disebut sumbu lentur dengan sedikit perubahan atau
tidak ada dalam luas permukaan. Ketika bends beberapa dibuat secara
simultan menggunakan mati, proses ini kadang-kadang disebut
membentuk. Apa yang membedakan lentur adalah bahwa sumbu tikungan
adalah linear dan independen. Kemerdekaan berarti bahwa sekitar satu
sumbu lentur tidak berpengaruh pada lentur pada sumbu lainnya. Sebagai
contoh, sebuah kosong dengan empat tag terpisah di sepanjang tepi bagian
persegi panjang bisa ditekuk ke dalam kotak dengan menekuk setiap tab
terpisah. Sebaliknya, membentuk sebuah kotak persegi panjang atau panci
dari lembaran empat persegi panjang dengan menggunakan punch dan
mati adalah disebut operasi menggambar. Sudut panci terbentuk secara
bersamaan dan deformasi sekitar sudut ditentukan oleh kedua tepi dan
bagaimana mereka berinteraksi di pojok jalan. Jika sumbu deformasi yang
tidak linear atau tidak independen, proses menjadi gambar dan / atau
peregangan, tidak membungkuk.

Proses bending tidak hanya digunakan untuk membentuk bagian


seperti bagian sudut, flensa, jahitan, dan corrugations, tetapi juga untuk
memberikan kekakuan ke bagian tersebut dengan meningkatkan momen
inersia. Seringkali perubahan bentuk penampang dapat menyebabkan
kekakuan bagian meningkatkan tanpa penambahan bahan.

Kekhawatiran utama dalam membungkuk springback, panjang


minimum dari benda kerja yang diperlukan untuk membentuk bentuk yang
kompleks, minimum radius tikungan mungkin kekuatan yang diperlukan.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 29


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

Mesin Press Brake digunakan untuk menekuk atau membending plat


logam dengan sudut tertentu (biasanya 90 derajat).

Mesin ini banyak digunakan di industri karoseri (body, chassis, bak truk
dll.), pembuatan box (panel listrik, rumah lampu, safety box, lift, silent
box dll.), pembuatan kitchen set, dll.

Mesin Press Brake dari Tenaga yang digunakan umumnya terbagi menjadi
3 bagian :

Mesin Tekuk Plat Manual : Mesin ini menggunakan tenaga manusia


yang dibantu dengan bandul pemberat. Mesin ini tidak menggunakan
sumber daya listrik sedikitpun murni menggunakan tenaga manusia.

Kelebihan : mesin ini adalah murah dan hemat biaya operasionalnya,

Kekurangan : hanya cocok untuk plat berbahan dasar mild steel tipis
(tebal plat kurang dari 1-2 mm) atau alumunium.

Mesin Tekuk Plat Mekanikal: Mesin ini menggunakan tenaga motor


listrik yang dibantu dengan semacam roda gila yang berfungsi sebagai
pengumpul tenaga.

Kelebihan : mesin ini adalah berkecepatan tinggi dan tenaganya besar,

Kekurangan: konsumsi listriknya besar dan suaranya sangat berisik


serta tingkat kepresisiannya rendah.

Mesin Tekuk Plat Hidrolik : Mesin ini menggunakan sistem hidrolik


sebagai sumber tenaga penekuknya. Mesin ini membutuhkan daya listrik
yang lebih efisien (dibandingkan tipe mekanikal) untuk menggerakkan
pompa hidroliknya, mesin ini menggunakan fluida dalam sistem
hidroliknya berupa oli hidrolik yang secara berkala harus diganti (2000
jam).

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 30


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

Kelebihan : mampu menekuk atau bending plat2 yang tebal


(tergantung kapasitas mesin) seperti mild steel, stainless steel dan
alumunium, akurasinya terkontrol.

Kekurangan : relatif lambat kerjanya, walaupun konsumsi listrik lebih


efisien dibandingkan tipe mekanikal (tetapi ada tambahan biaya rutin
untuk penggantian oli)

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih mesin bending plat ini
adalah sebagai berikut :

Tebal Plat yang akan dibending atau ditekuk, satuannya mm

. Panjang kerja bending atau tekukannya, satuannya mm

Lebar V opening yang dipakai, satuannya mm

. Tensile Strength dari material yang dipakai, satuannya kg/mm2

Dari hal2 yang tersebut diatas akan bisa ditentukan besarnya


kebutuhan tonase dari mesin bending plat. Untuk keamanan baiknya
ditambahkan safety factor sebesar 0,1 dari total kebutuhan tonase.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 31


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

4.3 Metodologi Penelitian


4.3.1. Skema proses
Siapkan alat dan Bahan

ukur dimensi plat

lakukan pembengkokan

ukur dimensi setelah pembengkokan

Analisa dan kesimpulan

4.3.2. Penjelasan skema proses


1. alat dan bahan disiapkan
2. dimensi plat sebelum pembengkokan diukur
3. lakukan pembengkokan dengan sudut yang berbeda
4. dimensi setelah dibengkokan diukur
5. buat analisa dan beri kesimpulan

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 32


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

4.3.3. Gambar proses

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 33


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

4.4 Alat Dan Bahan


4.4.1. Alat
1. alat bending plat 1 buah
2.alat ukur 1 buah
3. alat tulis 1 buah

4.4.2. Bahan
1. plat specimen 3 buah

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 34


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

4.5 Pengumpulan Data


Jenis material : ST-37
Tebal Plat 2 mm
Sudut Bending 45o Sudut akhir 59 Spring Back 14o
Sudut Bending 90o Sudut Akhir 106 Spring Back 16o
Tebal Plat 1mm
Sudut Bending 45o Sudut akhir 56 Spring Back 11o
Sudut Bending 90o Sudut Akhir 10. Spring Back 13o
e (tebal plat)

1. Diketahui :
T = 1 mm

Sudut bending = 45°

Sudut akhir = 56°

Ditanya :

e dan springback?

Jawab :
1 1
e = (2 R / T) + 1 = (2 . = 0,00885
56 mm / 1 mm) + 1

Springback = Sudut akhir - Sudut bending = 56° - 45° = 11°

2. Diketahui :
T = 1 mm

Sudut bending = 90°

Sudut akhir = 103°

Ditanya :

e dan springback?

Jawab :
1 1
e = (2 R / T) + 1 = (2 . = 0,00483
103 mm / 1 mm) + 1

Springback = Sudut akhir - Sudut bending = 103° - 90° = 13°

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 35


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

3. Diketahui :
T = 2 mm

Sudut bending = 45°

Sudut akhir = 59°

Ditanya :

e dan springback?

Jawab :
1 1
e = (2 R / T) + 1 = (2 .59 = 0,01667
mm / 2 mm) + 1

Springback = Sudut akhir - Sudut bending = 59° - 45° = 14°

4. Diketahui:
T = 2 mm

Sudut bending = 90°

Sudut akhir = 103°

Ditanya :

e dan springback?

Jawab :
1 1
e = (2 R / T) + 1 = (2 . 106 mm / 2 mm) + 1
= 0,00935

Springback = Sudut akhir - Sudut bending = 103° - 90° = 13°

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 36


BAB IV PEMBENGKOKAN PELAT

4.6 Analisa dan Pembahasan


pada specimen ini dilakukan pembengkokan plat pada 2 bahan
dengan sudut yang berbeda ini dilakukan untuk mengetahu springback
yang terjadi pada bahan plat specimen
setiap pembengkokan akan terjadi springback yang bias diatasi
dengan menambah sudut pembengkokan, springback terjadi karena
specimen masih berada di daerah elastis. springback dipengaruhi oleh
ketebalan benda semakin tebal benda maka spingback akan semakin besar

4.7 Kesimpulan dan saran


2.7.1. Kesimpulan
1. sifat elastis mempengaruhi springback
2. semakin tinggi sudut maka semakin tinggi springback
3. ketebalan mempengaruhi springback

2.7.1. saran
1.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM TA 2017/2018 Page 37