Anda di halaman 1dari 66

1

ANALISIS PENGARUH FAKTOR EKONOMI MAKRO TERHADAP

RETURN SAHAM

(Studi Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Sub Sektor Batubara Yang

Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012 – 2017)

PROPOSAL

Irfan Naufal Zuhri

43115010292

Program Studi Manajemen

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MEERCU BUANA

JAKARTA

2018
i

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Irfan Naufal Zuhri

NIM : 43115010292

Program Studi : S1 Manajemen

Menyatakan bahwa proposal ini adalah murni hasil karya sendiri. Apabila saya

mengutip dari karya orang lain, maka saya mencantumkan sumbernya sesuai ketentuan

yang berlaku. Saya bersedia dikenai pembatalan proposal ini apabila terbukti

melakukan tindakan plagiat.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Jakarta, 28 Mei 2018

(Irfan Naufal Zuhri)


NIM : 43115010292
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmat

dan karunia yang diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal yang

berjudul “ANALISIS PENGARUH FAKTOR EKONOMI MAKRO TERHADAP

RETURN SAHAM (Studi Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Sub Sektor

Batubara Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Peride Tahun 2012 – 2017)”.

Penulisan proposal penelitian ini disusun untuk melengkapi tugas akhir dalam rangka

memenuhi syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta.

Dalam penulisan proposal ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak

dalam menyelesaikan penulisan ini, dengan segala kerendahan hati penulis ingin

mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, bimbingan dan dukungan yang telah di

berikan sehingga proposal ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, penulis ingin

mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Dr. Ir. Cecep

Winata, M,Si. selaku dosen pembimbing yang telah sabar membimbing, mengarahkan,

memberikan semangat-semangat yang tiada hentinya dan saran-saran beserta motivasi

kepada penulis sehingga skripsi ini dapat tersusun dan semua pihak yang telah

membantu dalam menyelesaikan skripsi ini terutama kepada :

1. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM, selaku Rektor Universitas Mercu Buana.

2. Dr. Harnovinsah, Ak.,Si., CA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

ii
iii

3. Jajaran Program studi manajemen S1, Bapak Dudi Permana, MM., Ph.D selaku

kepala program studi manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Bapak

Mochamad Soelton, S.Psi., dan Ibu Ryani Diyan Parashakti, SE., MM selaku

sekretaris I dan II program studi Manajemen S1.

4. Terima kasih kepada kedua Orang Tua saya tercinta dengan kasih sayang yang tak

terhingga dan support yang tiada henti dalam memberikan do’a dan motivasi yang

telah diberikan selama ini.

5. Seluruh Teman-teman Manejemen S1 FEB Universitas Mercu Buana angkatan

2015 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga kita bisa mewujudkan

semua impian kita dan tetap bisa berjumpa lagi dilain waktu. AAMIIIN

Penulis Menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna

dikarenkan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh

karena itu, penulis mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik

yang membangun dari berbagai pihak. Semoga propsoal ini bermanfaat dan dapat

menambah pengetahuan. Akhir kata dengan segala ketulusan dan kerendahan diri,

penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dan kelemahan dalam skripsi ini.

Jakarta, 28 Mei 2018

(Irfan Naufal Zuhri)

NIM : 4311501029
DAFTAR ISI

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ............................................................ i


KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... iv
BAB I PENDDAHULUAN ......................................................................................... 1
A. Latar belakang penelitian ................................................................................... 1
B. Rumusan masalah penelitian .............................................................................. 8
C. Tujuan dan kontribusi penelitian........................................................................ 9
1. Tujuan penelitian ............................................................................................ 9
2. Kontribusi Penelitian ...................................................................................... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS .. 11
A. Kajian Pustaka.................................................................................................. 11
1. Pasar Modal .................................................................................................. 11
2. Investasi ........................................................................................................ 14
3. Saham ........................................................................................................... 15
4. Return Saham ............................................................................................... 17
5. Ekonomi Makro ............................................................................................ 18
6. Inflasi ............................................................................................................ 19
7. Suku Bunga .................................................................................................. 25
8. Kurs / Nilai Tukar ......................................................................................... 29
B. Penelitian Terdahulu ........................................................................................ 33
C. Rerangka pemikiran ......................................................................................... 36
BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................... 37
A. Waktu dan tempat penelitian ............................................................................ 37
B. Desain penelitian .............................................................................................. 37
C. Definisi dan opersionalisasi variabel ............................................................... 39
D. Populasi dan Sample Penelitian ....................................................................... 42
1. Populasi ........................................................................................................ 42

iv
v

2. Sampel .......................................................................................................... 42
E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... 45
F. Metode Analisis ............................................................................................... 46
1. Analisis statistik Deskriptif .......................................................................... 47
2. Analisis Regresi Data Panel ......................................................................... 48
3. Uji Pemilihan Model .................................................................................... 51
4. Koefisien Determinasi (R2) .......................................................................... 53
5. Uji Statistika t (Uji Parsial) .......................................................................... 53
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 55
BAB I

PENDDAHULUAN

A. Latar belakang penelitian

Perekonomian pada masa sekarang ini mengalami perkembangan pesat.

Orang mulai melakukan transaksi ekonomi melalui berbagai cara, salah satunya

yaitu dengan menginvestasikan harta atau uangnya melalui pasar modal.

Menurut (Tandelilin, 2010), pasar modal dapat didefinisikan sebagai: “pasar

untuk memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari

satu tahun, seperti saham dan obligasi”. Tujuan utama investasi di pasar modal

adalah untuk menerima capital gain atau keuntungan. Yang dimana hasil

akhirnya haruslah lebih besar atau paling tidak sama dengan return yang

dikehendaki stockholder.

Peranan pasar modal menjadi semakin penting, mengingat fungsi pasar

modal sebagai tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana dan pihak

yang ingin menanamkan modalnya. Pasar modal merupakan salah satu

kekuatan bagi perusahaan untuk memobilisasi dana masyarakat dan juga

menjadi alternatif bagi perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan. Bagi

investor pasar modal merupakan sarana untuk menanamkan modalnya pada

surat berharga, akan tetapi dalam dunia bisnis hampir semua investasi

mengandung resiko. Dalam kaitanya dengan penanaman modal pada surat


2

berharga, investor dihadapkan pada resiko sehubungan dengan tingkat

keuntungan yang diharapkan menginginkan return yang tinggi tetapi selalu

menghindari resiko. Teori menyebutkan bahwa investasi yang mempunyai

return tinggi pasti akan mempunyai resiko yang tinggi juga, (Tandelilin,2010).

Dalam menentukan berinvestasi, investor harus mampu menganalisis saham

pada perusahaan – perusahaan dalam suatu sektor. Melihat saham mana yang

menawarkan return dan resiko yang sesuai investor inginkan. Investor bisa

menilai saham dengan melihat kinerja perusahaannya. Kinerja yang semakin

bagus, maka perusahaan itu akan memberikan return yang semakin besar.

Investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan

ke aktiva produktif selama periode waktu yang tertentu. Dengan adanya aktiva

yang produktif, penundaan konsumsi sekarang untuk diinvestasikan ke aktiva

yang produktif tersebut akan meningkatkan utiliti total Jogiyanto (2012).

Menurut (Legiman, 2015) return saham merupakan hasil yang diperoleh dari

investasi. Harapan untuk memperoleh return juga terjadi dalam asset financial.

Suatu asset financial menunjukkan kesediaan investor menyediakan sejumlah

dana pada saat ini untuk memperoleh sebuah aliran dana pada masa yang akan

datang sebagai kompensasi atas faktor waktu selama dana ditanamkan dan

risiko yang ditanggung. Dengan demikian para investor sedang

mempertaruhkan suatu nilai sekarang untuk sebuah nilai yang diharapkan pada

2
3

masa mendatang. Dalam konteks manajemen investasi, return atau tingkat

keuntungan merupakan imbalan yang diperoleh dari investasi.

Berbagai upaya akan dilakukan investor untuk memperoleh keyakinan

bahwa investasi yang akan dilaksanakannya mendapatkan return yang sesuai

dengan yang diharapkan. Tujuan utama investor melakukan investasi adalah

untuk memperoleh return yang tinggi. Bagi para investor, return merupakan

salah satu parameter untuk menilai seberapa besar keuntungan suatu saham.

Investor yang akan berinvestasi di pasar modal terlebih dahulu melihat saham

perusahaan mana yang paling menguntungkan, dengan menilai kinerja

perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan yang memiliki kinerja cukup baik

akan lebih diminati oleh para investor. Investor akan membeli saham sesuai

kinerja perusahaan saat ini dan prospeknya di masa yang akan datang.

Dalam menentukan alternatif investasi, banyak pertimbangan yang

harus dikaji terlebih dahulu, salah satunya dari faktor eksternal, atau yang

lebih dikenal dengan faktor ekonomi makro. Faktor ekonomi makro

merupakan faktor yang tidak bisa diubah atau dikendalikan. Untuk faktor

ekonomi makro, para investor atau calon investor hanya mampu

menyesuaikan keadaan, sehingga faktor ini harus selalu dimonitor atau

dipantau dan dipresiksi pergerakannya. Adanya kesalahan dalam memprediksi

atau mengantisipasi faktor – faktor makro ekonomi akan berakibat kerugian

(Laksmiwati, 2012).
4

Oleh karena itu, dengan faktor ekonomi makro akan berpengaruh pada

meningkatnya harga saham dan diharapkan return saham yang dapat diterima

investor meningkat. Perhatian dalam persoalan investasi mencerminkan

perhatian terhadap informasi dalam menginterpretasikan informasi untuk

pengambilan keputusan.

Sebagai salah satu prospek yang dapat menjadi trend di waktu yang

akan datang adalah investasi di sektor tambang berupa Batubara. Karena,

industri Batubara saat ini menjadi salah satu sektor yang ikut berperan dalam

pembangunan ekonomi daerah dan Negara, dampak positif dari kegiatan

industri ini adalah memberikan kontribusi dalam pembukaan lapangan kerja,

pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan peningkatan nilai ekspor

negara, dan berbagai kontribusi lainnya dengan tingkat 7,2% disamping

industi, perdagangan besar, pertaniann & konstruksi (Extractive Industries

Transparency Initiatives EITI, 2016). Dan, sebagai negara dengan posisi

penghasil & pemakai Batubara terbanyak pertama yaitu China, pada sistem

pemerintahannya mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi produksi di

sektor pertambangan dengan mengurangi jumlah tambang sebanyak 7.000

titik dari sebelumnya 10.800 lokasi. Hal ini di tujukan untuk memangkas

produksi Batubara hingga 800 juta ton sampai tahun 2020 (Data National

Development and Reform Commission NDRC 2016). Yang seiring dengan

meningkatnya tingkat polusi di China.

4
5

Hal ini menjadi peluang bagi perusahaan – perusahaan pertambangan

Batubara di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar di China.

Gambar 1.1 : Grafik Reealisasi Produksi Batubara

Sumber : Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI)

Pada gambar 1.1 tersebut menunjukkan bahwa ekspor batubara pada

tahun 2013 hingga tahun 2015 terus mengalami penurunan hingga mencapai

angka 295 juta ton dan dari tahun 2015 sampai 2017 mengalami kenaikan yang

mencapai angka 364 juta ton. Kenaikan di dua tahun akhir tersebut di

akibatkan oleh kebijakan yang di terapkan pada negara China. Namun, hal

tersebut tidak sebanding dengan tingkat return yang dihasilkan perusahaan

terhadap investornya pada saat ini. Berikut pergerakan rata – rata return saham

perusahaan Batubara periode 2012 – 2017.


6

Grafik 1.2 : Grafik Pergerakan Return Perusahaan Batubara.

Rata - Rata Return Saham Perusahaan Batubara


periode 2012 - 2017
160%
135%
140%

120%

100%

80%

60%

40%

20% 8% 11%

0%
-20% -20%
-20% -34%

-40%

-60%
2012 2013 2014 2015 2016 2017
Series1 8% -20% -20% -34% 135% 11%

Sumber : Yahoo Finance

Pada grafik 1.2 dapat dilihat pergerakan retun saham perusahaan

Batubara yang mengalami fluktuasi dari tahun 2012 sampai 2017. Pergerakan

return saham cenderung mengalami penurunan, sehingga membuat investor

mengalami capital los yaitu investor mengalami kerugian karena harga saham

turun dibawah harga beli. Tujuan investor dalam berinvestasi adalah

memaksimalkan return.

6
7

Sumber-sumber return investasi memeliki beberapa komponen utama

seperti dari faktor eksternal, misalnya pengaruh kebijakan moneter dan fiskal,

perkembangan sektor industrinya, faktor ekonomi seperti terjadinya inflasi,

menurunnya nilai tukar mata uang domestik (dalam negeri) terhadap mata uang

asing, tingkat suku bunga dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, pada penelitian ini, penulis akan menganalisis faktor –

faktor yang dapat memengaruhi return saham dengan menggunakan faktor

ekonomi makro dengan menggunakan variabel Inflasi, Suku bunga, dan Kurs

/ Nilai tukar. Pada penelitian yang dilakukan oleh, (Kudryavtsev, 2014),

(Adusei, 2014) menyatakan bahwa inflasi berpengaruh negatif terhadap return

saham. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan hasil penelitian yang

dilakukan oleh (Oshaibat, 2016) dan (Kuwornu, 2011) yang menyatakan

bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh (Purnomo dan Widyawati, 2013),

(Mahilo dan Parengkuan, 2015) dan (Komariah et al, 2012) mendapatkan hasil

bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Menurut

(Sadikin, 2010) Suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap return

saham, berbeda dengan (Alfiatul et all, 2016) Suku bunga berpengaruh Positif

signifikan terhdap return saham. (Wilda, 2017) mendapatkan hasil dalam

peneiltiannya bahwa Suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap

tingkat saham (return). Sedangkan Kurs terhadap return saham menurut


8

(Wilda, 2017) nilai tukar rupiah (kurs) berpengaruh secara signifikan terhadap

return saham. Berbeda dengan (Alfiatul et al, 2016) dalam menelitiannya

menunjukan bahwa Kurs berpengaruh negatif tidak signifikan terhdap return

saham.

Berdasarkan fenomena tersebut serta penelitian – penelitian terdahulu

yang menunjukkan ketidak konsistenan antara pengaruh faktor ekonomi

makro terhadap return saham, maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian lebih lanjut pada perusahaan Batubara dengan judul, “ANALISIS

PENGARUH FAKTOR EKONOMI MAKRO TERHADAM RETURN

SAHAM” (Studi Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Sub Sektor Batubara

Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Peride Tahun 2012-2017).

B. Rumusan masalah penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan batasan

masalah diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah Inflasi berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan

Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 – 2017 ?

2. Apakah Suku bunga berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan

Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 – 2017 ?

8
9

3. Apakah Kurs / Nilai tukar berpengaruh terhadap return saham pada

perusahaan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012

– 2017 ?

C. Tujuan dan kontribusi penelitian

1. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1) Untuk mengetahui pengaruh Inflasi terhadap return saham pada

perusahaan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode

2012 – 2017.

2) Untuk mengetahui pengaruh Suku bunga SBI terhadap return saham

pada perusahaan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

periode 2012 – 2017.

3) Untuk mengetahui pengaruh Kurs / Nilai tukar terhadap return

saham pada perusahaan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia periode 2012 – 2017.

2. Kontribusi Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi

manajemen perusahaan dan bagi penyusun maupun pembaca.

1) Bagi Investor dan Calon Investor


10

Hasil penelitian ini dapat memberikan acuan pengambilan

keputusan dan investasi terkait dengan return saham yang sering

fluktuatif.

2) Bagi Manajemen Perusahaan

Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam penentuan harga

saham oleh manajer keuangan sehingga dapat dijadikan acuan

dalam pengambilan keputusan untuk menentukan harga saham yang

wajar agar investor tetap tertarik dengan saham perusahaan yang

bersangkutan.

3) Bagi Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan

ilmu manajemen maupun keuangan mengenai kajian return saham.

10
BAB II

KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka

1. Pasar Modal

a. Pengertian Pasar Modal

Pasar Modal merupakan situasi yang mana memberikan

ruang dan peluang penjual dan pembeli bertemu dan bernegosiasi

dalam pertukaran komuditas dan kelompok komuditas modal.

Modal disini, baik modal yang berbentuk hutang (obligasi) maupun

modal ekuitas (equity). Tempat untuk pertukaran modal inilah yang

selanjutnya disebut Pasar Modal (Bursa Efek) (Nor Hadi, 2015).

Menurut (Joel G. siegel dan Jae K.shim, 1999) pasar modal adalah

pusat perdagangan utang jangka panjang dan saham perusahaan.

Dapat disimpukan bahwa pasar modal merupakan pasar

yang diperjual belikannya instrumen keuangan jangka panjang

antara penjual dan pembeli baik itu individu, korporasi maupun

pemerintah. Pasar modal memiliki peran besar dalam pertumbuhan


12

perekonomian nasional. Selain sebagai sarana berinvestasi, pasar

modal juga merupakan sumber dana bagi perusahaan.

b. Manfaat Pasar Modal

Menurut Nor Hadi (2013) sebagai wadah yang terorganisir

berdasarkan Undang-undang untuk mempertemukan antara investor

sebagai pihak yang surplus dana untuk berinvestasi dalam instrumen

keuangan jangka panjang, pasar modal meimiliki manfaat antara

lain :

1. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia

usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara

optimal.

2. Alternative investasi yang memberikan potensi keuntungan

dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan,

likuiditas, dan diversifikasi investasi.

3. Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan

mempunyai prospek, keterbukaan dan profesionalisme,

menciptakan iklim berusaha yang sehat.

4. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.

5. Memberikan akses control social.

6. Menyediakan leading indikator bagi trend ekonomi Negara

12
13

c. Fungsi Pasar Modal

Menurut Nor Hadi (2013) Pasar modal memberikan fungsi besar

bagi pihak-pihak yang ingin memperoleh keuntungan dalam

investasi. Fungsi pasar modal tersebut antara lain:

1. Bagi perusahaan

Pasar modal memberikan ruang dan peluang

bagi perusahaan untuk memperoleh sumber dana yang relatif

memiliki resiko investasi (cost of capital) rendah dibandingkan

sumber dana jangka pendek dari pasar uang.

2. Bagi investor

Alternative investasi bagi pemodal, terutama pada instrumen

yang memberikan likuiditas tinggi. Pasar modal memberikan

ruang investor dan profesi lain memanfaatkan untuk

memperoleh return yang cukup tinggi.

3. Bagi Perekonomian Nasional

Dalam daya dukung perekonomian nasional, pasar modal

memiliki peran penting dalam rangka meningkatkan dan

mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Hal tersebut

ditunjukan dengan fungsi pasar modal yang memberikan sarana

bertemunya antara lender dengan borrower.


14

2. Investasi

a. Pengertian Investasi

Menurut Jogiyanto (2012), investasi adalah penundaan

konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama

periode waktu yang tertentu. Dengan adanya aktiva yang produktif,

penundaan konsumsi sekarang untuk diinvestasikan ke aktiva yang

produktif tersebut akan meningkatkan utiliti total. Definisi menurut

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi diartikan sebagai

penanaman uang di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan

memperoleh keuntungan.

Sedangkan menurut Tandelilin (2010) Investasi merupakan

komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan

pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa

datang. Seorang investor membeli sejumlah saham saat ini dengan

harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun

sejumlah deviden di masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu

dari risiko yang terkait dengan investasi tersebut.

b. Tujuan Investasi

Menurut Tandelilin (2010)Untuk mencapai suatu efektivitas dan

efisiensi dalam keputusan investasi terdapat beberapa tujuan dalam

melakukan investasi, yaitu:

14
15

a. Mendapat kesejahteraan atau kehidupan yang lebih baik dimasa

yang akan datang. Seseorang akan berfikir bagaimana untuk dapat

meningkatkan taraf hidupnya untuk memperoleh kehidupan yang

lebih layak di masa depan.

b. Membantu mengurangi tekanan inflasi.

c. Terciptanya keuntungan dalam investasi yang berkesinambungan

(continuity) .

d. Penghematan pajak.

3. Saham

a. Pengertian Saham

Saham adalah salah satu surat berharga yang diperdagangkan di

pasar modal. Menurut (Tjiptono Darmadji dan Fakhruddin, 2012)

saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan

dalam suatu perusahaan atau perseorangan terbatas. Saham berwujud

selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut

adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.”

Sedangkan menurut (Martalena dan Malinda, 2011) Saham dapat

didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak

(badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan

menyertakan modal tersebut maka pihak tersebut memiliki klaim atas


16

pendapat perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir

dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

b. Jenis – Jenis Saham

Menurut Tjiptono Darmadji dan Fakhruddin (2012) terdapat dua

jenis saham, antara lain:

1) Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa merupakan saham yang mendapatkan

pemiliknya paling junior terhadap pembagian dividen, dan

hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan

tersebut dilikuidasi.

2) Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen merupakan saham yang memiliki

karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa.

Karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga

obligasi), tetapi juga bisa mendatangkan hasil seperti yang

dikehendaki investor.

16
17

4. Return Saham

a. Pengertian Return Saham

Menurut Jogiyanto (2010) return merupakan hasil yang

diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah

terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang

diharapakan akan terjadi dimasa mendatang. Return realisasi (realizad

return) dihitung menggunakan data historis. Return realisasi sangat

penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari

perusahaan dan dasar penentuan return ekpektasi. Return ekspetasi

(expected return) adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor

dimasa mendatang.

b. Jenis – Jenis Return

Menurut Jogiyanto (2010), jenis return ada dua yaitu return

realisasi dan return ekspektasi.

1. Return Realisasi

Return realisasi merupakan return saham yang telah terjadi.

Return realisasi dihitung berdasarkan data historis.

Pentingnya return saham ini karena digunakan indikator

kinerja atau keberhasilan perusahaan. Return realisasi

(realized return ) merupakan return saham yang telah terjadi.

Return realisasi dihitung berdasarkan data historis. Return

historis juga berguna sebagai dasar penentuan return


18

ekspektasi (expected return) dan risiko di masa mendatang.

Ekspektasi biasanya digunakan sebagai dasar analisa

teknikal yaitu menggunakan pola pergerakan harga saham

masa lalu untuk memprediksi harga saham di masa

mendatang.

2. Return Ekspektasi

Return ekspektasi adalah return saham yang diharapkan

akan diperoleh oleh investor di masa mendatang dan return

ekspektasi siftnya belum terjadi. Return saham ini dapat

dihitung dengan mengalikan masing – masing hasil masa

depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan

menjumlah semua produk oerkalian tersebut.

5. Ekonomi Makro

a. Teori Ekonomi Makro

Menurut Sukirno, (2000) teori makro ekonomi adalah ilmu

membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari

sudut pandangan yang berbeda dari teori mikro ekonomi. Analisis

makro ekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan

perekonomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memperhatikan

kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam

perekonomian.

18
19

Menurut Keynes (1936) Ekonomi makro atau makroekonomi

adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi

menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak

masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan

untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target – target

kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga

kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

6. Inflasi

a. Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan kenaikan harga barang – barang secara umum

yang disebabkan oleh turunnya nilai mata uang pada suatu periode

tertentu. Nopirin (2009) mendefinisikan inflasi sebagai proses kenaikan

harga-harga umum barang – barang secara terus – menerus. Menurut

(Nopirin, 2009) terdapat berbagai jenis Inflasi, antara lain:

1) Jenis inflasi menurut sifatnya

a) Creeping inflation adalah inflasi yang ditandai dengan

kenaikan harga yang lambat, dengan persentase yang

kecil serta dalam jangka yang relatif lama. Laju inflasi

rendah (kurang dari 10% pertahun)

b) Galloping inflation adalah inflasi yang ditandai dengan


20

kenaikan harga yang cukup besar (biasanya double digit

atau bahkan triple digit) dan kadang kala berjalan dalam

waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat

akselerasi. Artinya harga-harga minggu/bulan ini lebih

tinggi dari minggu/bulan lalu dan seterusnya.

c) Hyper inflation merupakan inflasi yang paling parah

akibatnya. Harga-harga naik sampai 5 atau 6 kali.

Masyarakat tidak lagi berkeinginan untuk menyimpan

uang. Nilai uang merosot dengan tajam, perputaran uang

makin cepat, harga naik secara akselerasi. Biasanya

keadaan ini timbul apabila pemerintah mengalami defisit

anggaran belanja (misalnya ditimbulkan oleh adanya

perang) yang dibelanjai/ditutup dengan mencetak uang.

2) Jenis inflasi menurut sebabnya

a) Demand full inflation adalah inflasi yang bermula dari

adanya kenaikan permintaan total (agregat demand),

sedangkan produksi telah berada pada keadaan

kesempatan kerja penuh atau hampir mendekati

kesempatan kerja penuh.

b) Cost – pushi inflation adalah inflasi yang ditandai

dengan kenaikan harga serta turunnya produksi.

20
21

b. Efek Inflasi

Inflasi dapat mempengaruhi distribusi pendapatan alokasi

faktor-faktor serta produksi nasional (Nopirin, 2009). Efek terhadap

produksi pendapatan disebut Equity Effect, sedangkan efek terhadap

faktor produksi dan produksi nasional masing-masing disebut dengan

Efficiency dan Output Effect.

1) Efek terhadap Pendapatan (Equity Effect)

Sifatnya tidak merata ada yang dirugikan tetapi ada pula

yang merasa diuntungkan dengan adanya inflasi. Pihak-pihak

yang mendapat keuntungan dari inflasi adalah pihakpihak yang

memperoleh kenaikan pendapatan dengan prosentase yang lebih

besar dari laju inflasi tersebut. Seorang yang berpenghasilan tetap

akan dirugikan dengan adanya inflasi. Dengan demikian inflasi

dapat menyebabkan terjadinya perubahan besar dalam pola

pembagian pendapatan dan kekayaan masyarakat umum. Inflasi

ini seolah-olah merupakan pajak bagi beberapa pihak dan

merupakan subsidi bagi orang lain.

2) Efek Terhadap Efisiensi (Efficiency Effect)

Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi faktor-faktor

produksi. Perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan

permintaan akan berbagai macam barang tertentu yang


22

mengalami kenaikan lebih besar daripada barang lain, yang

kemudian dapat mendorong kenaikan produksi barang tersebut.

Kenaikan barang ini pada gilirannya akan mengubah pola alokasi

faktor produksi yang telah ada. Tidak ada pendapat yang

menjamin bahwa alokasi faktor produksi tersebut lebih efisien

pada keadaan tidak terdapat inflasi. Nmaun kebanyakan pendapat

tersebut menyebutkan bahwa inflasi dapat menyebabkan alokasi

factor produksi dapat berubah menjadi tidak efisien.

3) Efek Terhadap Output (Output Effect)

Dalam analisa kedua efek tersebut di atas terdapat suatu

anggapan bahwa output dalam keadaan tetap. Inflasi mengkin

dapat mengakibatkan kenaikan produksi. Karena dalam keadaan

adanya inflasi, biasanya kenaikan barang mendahului kenaikan

upah sehingga pengusaha mendapatkan keuntungan yang

bertambah. Kenaikan keuntungan ini akan mendorong kenaikan

produksi. Namun apabila laju inflasi tersebut cukup tinggi (hyper

inflation) akan mempunyai akibat yang sebaliknya yaitu

penurunan output. Intensitas efek inflasi ini berbeda-beda,

tergantung kepada apakah inflasi tersebut dibarengi dengan

kenaikan produksi dan employment atau tidak. Apabila produksi

barang ikut naik, maka kenaikan produksi sedikit banyak dapat

22
23

memperlambat laju inflasi. Tetapi apabila ekonomi mendekati

kesempatan kerja penuh (full employment) sering disebut inflasi

umum (pure inflation).

c. Cara Mencegah Inflasi


Cara-cara mencegah inflasi menurut Nopirin (2009) dapat

menggunakan beberapa kebijakan, diantaranya:

1) Kebijakan moneter

Sasaran kebijakan moneter dicapai melalui pengaturan

jumlah uang beredar. Salah satu komponen uang beredar adalah

uang giral (demand deposit). Bank sentral dapat mengatur uang

giral melalui penetapan cadangan minimum. Untuk menekan laju

inflasi cadangan minimum ini dinaikkan sehingga jumlah uang

menjadi lebih kecil. Disamping cara ini bank sentral juga dapat

menggunakan tingkat diskonto (discount rate). Discount rate

adalah tingkat diskonto untuk pinjaman yang diberikan oleh bank

sentral pada bank umum.

Apabila tingkat diskonto ini dinaikkan (oleh bank

sentral), maka gairah bank umum untuk meminjam makin kecil

sehingga cadangan yang ada pada bank sentral juga mengecil.

Akibatnya kemampuan bank umum memberikan pinjaman pada

masyarakat makin kecil sehingga jumlah uang beredar turun dan


24

inflasi dapat dicegah.

Politik pasar terbuka juga dapat mencegah terjadi inflasi.

Politik pasar terbuka adalah suatu kebijaksanaan dari Bank

Sentral untuk menjual surat-surat berharga seperti obligasi

Negara terhadap masyarakat. Maka ini berakibat berkurangnya

uang beredar dari tangan masyarakat, dan menyebabkan

permintaan terhadap barang berkurang serta barang-barang dapat

dijual seluruhnya apabila harga diturunkan. Dengan demikian

inflasi dapat dikurangi tekanannya.

2) Kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal menyangkut peraturan tentang

pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung

dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan

mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan

pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat

mengurangi permintaan total, sehingga inflasi dapat dicegah.

3) Kebijakan yang berkaitan dengan output

Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi.

Kenaikan jumlah output dini dapat dicapai misalnya dengan

kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang

cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam

negeri cenderung menurunkan harga.

24
25

4) Kebijakan penentuan harga dan indexing

Kebijakan ini dilakukan dengan penentuan ceiling harga

serta mendasarkan pada indek harga tertentu untuk gaji ataupun

upah (dengan demikian gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks

harga naik, maka gaji/upah juga dinaikkan Sumber-Sumber

Inflasi Tingkat inflasi domestik akan selalu berubah

menyesuaikan diri dengan tingkat inflasi dunia. Tetapi hal itu

tidak berarti bahwa perubahan stok uang domestik tidak

berpengaruh pada harga-harga domestik. Ekspansi uang dan

kredit yang berlebihan tetap akan mengakibatkan inflasi

domestik yang untuk sementara waktu melebihi tingkat inflasi

dunia.

Di negara berkembang dengan sistem kurs tetap,

kebijakan yang harus diadopsi untuk menghindari tingkat inflasi

karena pengaruh inflasi dunia adalah lebijakan fiskal bukan

kebijakan moneter. Jika defisit anggaran tidak terjaga instrumen

kebijakan moneter yang paling tepat sekalipun akan sulit untuk

menjaga inflasi, devaluasi atau keduanya.

7. Suku Bunga

a. Pengertian Suku Bunga

Suku Bunga adalah biaya pinjaman atau harga yang dibayarkan


26

untuk dana pinjaman tersebut biasanya dinyatakan dalam presentase

(Mishkin, 2008). Oleh karena itu, bunga juga dapat diartikan sebagai

uang yang diperoleh atas pinjaman yang diberikan. Suku bunga pada

dasarnya mempunyai dua pengertian sesuai dengan peninjauannya yaitu

bagi bank dan bagi pengusaha. Bagi bank, bunga adalah suatu

pendapatan atau suatu keuntungan atas peminjaman uang oleh

pengusaha atau nasabah. Dan bagi pengusaha bunga dianggap sebagai

ongkos produksi ataupun biaya modal. Suku bunga yang tinggi akan

mendorong investor untuk menanamkan dananya di bank daripada

menginvestasikannya pada sektor produksi atau industri yang memiliki

tingkat risiko lebih besar. Sehingga dengan demikian, tingkat inflasi

dapat dikendalikan melalui kebijakan tingkat suku bunga (Khalwaty,

2010).

b. Macam-Macam Suku Bunga

Suku bunga bank menurut Kasmir, (2009) Dalam kegiatan

perbankan sehari-hari ada 2 macam bunga yang diberikan kepada

nasabahnya yaitu :

1) Bunga simpanan adalah bunga yang diberikan sebagai

rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan

uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus

dibayar bank kepada nasabahnya. Sebagai contoh jasa giro,

bunga tabungan dan bunga deposito.

26
27

2) Bunga pinjaman yaitu bunga yang diberikan kepada para

peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam

kepada bank. Setiap masyarakat yang melakukan interaksi

dengan bank, baik itu interaksi dalam bentuk simpanan, maupun

pinjaman (kredit), akan selalu terkait, dan dikenakan dengan

yang namanya bunga.

Bagi masyarakat yang menanamkan dananya kepada bank, baik

itu simpanan tabungan, deposito, dan giro akan dikenai suku bunga

simpanan (dalam bentuk %). Suku bunga ini merupakan rangsangan

dari bank agar masyarakat mau menanamkan dananya pada bank.

Semakin tinggi suku bunga simpanan, maka masyarakat akan

semakin giat untuk menanamkan dananya pada bank, dikarenakan

harapan mereka untuk memperoleh keuntungan. Dan begitu

sebaliknya, semakin rendah suku bunga simpanan, maka minat

masyarakat dalam menabung akan berkurang sebab masyarakat

berpandangan tingkat keuntungan yang akan mereka peroleh di masa

yang akan datang dari bunga adalah kecil.

Berbeda halnya dengan suku bunga simpanan. Suku bunga

pinjaman dikenakan pada masyarakat yang ingin meminjam dana

pada bank. Suku bunga kredit ini sangat bergantung dari jenis kredit

yang diinginkan. Semakin tinggi bank mengenakan suku bunga


28

kredit, minat masyarakat untuk meminjam kredit semakin berkurang,

sebab mereka dihadapkan dengan jumlah pembayaran kredit

ditambah bunga yang tinggi. Dan ini memberatkan masyarakat yang

bersangkutan dalam meminjam kredit, dan melunasi kreditnya di

masa yang akan datang. Namun sebaliknya, apabila bank

mengenakan suku bunga kredit (pinjaman) yang rendah maka minat

masyarakat dalam meminjam kredit bertambah besar, khususnya

kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan semakin

rendahnya suku bunga kredit, khususnya kredit untuk UMKM, maka

akan memicu pertumbuhan, dan perkembangan jumlah UMKM,

yang berarti dapat mengurangi jumlah pengangguran. Sebab

bagaimanapun juga UMKM selama ini dikenal sebagai penopang

jumlah tenaga kerja di Indonesia yang semakin melimpah, dan agar

tidak menganggur.

Untuk menentukan tingkat bunga, kreditur memperhitungkan

dana yang harus dikeluarkan berupa bunga tabungan atau deposito

serta faktor kemungkinan bahwa debitur tidak membayar kembali

kreditnya tepat waktu sesuai perjanjian atau bahkan tidak membayar

sama sekali. Selain itu, kreditur juga mempertimbangkan biaya-biaya

yang harus diperhitungkan berupa kerugian akibat penurunan nilai

yang terjadi selama uang dipinjamkan. Dengan demikian, tingkat

28
29

bunga yang berlaku adalah tingkat bunga yang disepakati oleh

debitur dan kreditur yang merupakan penjumlahan dari unsur tingkat

bunga dana, premi risiko dan penurunan nilai uang.

8. Kurs / Nilai Tukar

a. Pengertian Nilai Tukar

Nilai tukar merupakan harga di dalam pertukaran dan dalam

pertukaran antara 2 macam mata uang yang berbeda, akan terdapat

perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut.

Perbandingan nilai inilah yang disebut kurs/exchange rate (Nopirin,

2009). Nilai tukar riil adalah nilai tukar nominal yang sudah dikoreksi

dengan harga relatif yaitu harga-harga didalam negeri dibandingkan

dengan harga-harga diluar negeri. Perbedaan tingkat kurs ini timbul

karena beberapa hal, diantaranya:

1) Perbedaan antara kurs beli dan kurs jual oleh para pedagang

valuta asing. Kurs beli adalah kurs yang dipakai apabila para

pedagang valas atau bank membeli valuta asing, sedangkan kurs

jual adalah apabila mereka menjual maka selisih kurs tersebut

merupakan keuntungan bagi para pedagang.

2) Perbedaan kurs yang diakibatkan oleh perbedaan dalam waktu

pembayaran. Di dalam pembayaran valas yang lebih cepat akan

mempunyai kurs yang lebih tinggi.


30

3) Perbedaan kurs karena tingkat keamanan dalam penerimaan hak

pembayaran.

Pasar valuta asing mempunyai fungsi pokok dalam membantu

kelancaran lalu lintas pembayaran internasional antara lain:

1) Mempermudah penukaran valas serta pemindahan dan dari suatu

Negara ke Negara lain.

2) Memberikan kemudahan untuk dilaksanakan perjanjian/kontrak

jual beli dengan kredit.

3) Mempermudah dilakukannya “hedging” yaitu membantu

pedagang yang melakukan transaksi jual dan beli valas dipasar

yang berbeda, yang bertujuan untuk menghilangkan/mengurangi

resiko akibat kerugian kurs. (Nopirin, 2009)

b. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Nilai Tukar

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kurs menurut Sukirno

(2012) adalah sebagai berikut :

1) Perubahan dalam cita rasa masyarakat

Cita rasa masyarakat mempengaruhi corak konsumsinya.

Perubahan citarasa masyarakat akan mengubah corak

konsumsinya atas barang-barang yang diproduksi di dalam

maupun di luar negeri. Perbaikan kualitas barang-barang dalam

negeri menyebabkan keinginan mengimpor berkurang dan juga

30
31

dapat menaikkan ekspor. Sedangkan perbaikan kualitas barang-

barang impor menyebabkan keinginan masyarakat untuk

mengimpor bertambah besar. Perubahan-perubahan ini

menyebabkan permintaan dan penawaran valuta asing.

2) Perubahan harga barang ekspor dan impor

Harga suatu barang merupakan salah satu faktor penting yang

menentukan apakah suatu barang akan diimpor atau diekspor.

Barang-barang dalam negeri yang dapat dijual dengan harga

yang relatif murah akan menaikkan ekspor dan apabila harganya

naik maka ekspornya akan berkurang. Pengurangan harga barag

impor akan menambah jumlah impor dan kenaikan harga barang

impor akan mengurangai impor. Dengan demikian perubahan

harga barang ekspor dan impor akan menyebabkan perubahan

dalam permintaan dan penawaran valuta asing.

3) Kenaikan harga umum (inflasi)

Inflasi sangat besar pengaruhnya terhadap kurs pertukaran valuta

asing. Inflasi yang terjadi pada umumnya cenderung menurunkan

nilai valuta asing.

4) Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi

Suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang rendah

cenderung akan menyebabkan modal dalam negeri mengalir ke


32

luar negeri Sedangkan suku bunga dan tingkat pengembalian

investasi yang tinggi akan menyebabkan modal luar negeri

masuk ke dalam negeri. Nilai mata uang suatu negara akan

merosot apabila lebih banyak modal negara dialirkan ke luar

negeri karena suku bunga dan tingkat pengembalian investasi

yang lebih tinggi di negara-negara lain.

5) Pertumbuhan ekonomi

Efek yang akan diakibatkan oleh suatu kemajuan ekonomi

kepada nilai mata uangnya tergantung pada pertumbuhan

ekonomi yang terjadi. Apabila kemajuan ekonomi diakibatkan

oleh perkembangan ekspor, maka permintaan atas mata uang

akan bertambah lebih cepat dari penawarannya sehingga nilai

mata uang tersebut akan naik. Akan tetapi, jika kemajuan

ekonomi menyebabkan impor berkembang lebih cepat dari

ekspor maka penawaran atas mata uang akan bertambah lebih

cepat dari permintaannya sehingga nilai mata uang tersebut akan

merosot.

32
33

B. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Yang Relevan


No. Peneliti Judul Penelitian Variabel Variable Hasil
dan Tahun Independen Dependen Penelitian
1. John K. M. Effect of Inflation rate, Stock Hasil
Kuwornu Macroeconomic crude Oil price, Return penelitian
(2011) Variables on Exchange rate, menunjukan
the Ghanaian & Interest rate Tingkat inflasi
Stock Market berhubungan
Returns: A Co- positif dan
integration signifikan
Analysis dengan return
saham, Harga
minyak
mentah
berhubungan
negatif dengan
return saham,
Nilai tukar
memiliki
hubungan
positif
terhadap
return saham,
dan Suku
bunga
berpengaruh
positif tetapi
tidak
signifikan
2. Gul dan An Application Jumlah uang Return Hasil
Khan of Arbitrage beredar, Suku Saham penelitian
(2013) Pricing Theory bunga, Produksi menunjukkan
on KSE-100 industri, dan variabel yang
Index ; A study Kurs. digunakan
from Pakistan dalam modal
(2002-2005) APT kurang
mampu dalam
34

memprediksi
return saham
Pakistan.
3. Livia Pengaruh BI rate, Inflasi, Return Hasil
Halim Makro Jumlah Uang Saham penelitian
(2013) Ekonomi Beredar, Nilai menunjukkan
terhadap Return Tukar, bahwa BI rate
Saham dan inflasi
Kapitalisasi berpengaruh
Besar di Bursa negatif
Efek Indonesia terhadap
return
saham,
sedangkan
jumlah
uang beredar
dan nilai tukar
mempunyai
pengaruh yang
positif
terhadap
return
saham.
4. R. Deden Analisis Suku bunga dan Return Hasil
Mulyadin Pengaruh Suku IHSG Saham penelitian
(2013) Bunga dan menunjukkan
IHSG bahwa suku
terhadap Return bunga dan
Saham pada IHSG
Sektor mempunyai
Pertambangan pengaruh
Periode 2008- positif
2012. terhadap
return saham
pada
perusahaan
sektor
pertambangan.
5. Ishfaq Do Interest Interest Rate, Return Pada hasil
Ahmad Rate, Exchange Exchange Rate Saham penelitian
(2010) Rate effect menemukan
Stock bahwa

34
35

Returns?A variabel suku


Pakistani bunga secara
Perspective. signifikan
International memengaruhi
Research return saham.
Journal of
Finance
and Economics
7. Serkan Macroeconomic Exchange rate, Stock Pada
Yilmaz Variables, Firm interest rate, Return penelitian ini
Kandir Characteristics world market, menemukan
(2008) and Stock inflation rate, hasil bahwa
Returns: industrial Nilai tukar,
Evidence from production, suku bunga,
Turkey money supply dan inflasi
and oil prices berpengaruh
signifikan
terhadap
return saham.
Sedangkan
tingkat
produksi
industry,
suplai uaang,
dah harga
minyak tidak
signifikan
terhadap
return saham.
8. Kirui et al. Macroeconomic Macroeconomic Stock Penelitian ini
(2014) Variables, Variable Return menunjukkan
Volatility and Volatility and bahwa inflasi
Stock Market Stock Market dan suku
Returns: A Returns bunga tidak
Case of Nairobi berpengaruh
Securities terhadap
Exchange return saham.
Kenya
36

C. Rerangka pemikiran

Menurut Sugiyono (2014) mengemukakan bahwa kerangka berpikir


merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan
berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Berdasarkan beberapa uraian di atas maka pengaruh dari masing – masing
variabel independent terhadap variabel dependent dapat digambarkan dalam
model paradigma seperti gambar 2.1 dibawah ini :

Gambar 2.1 Rerangka Pemikiran

INFLASI
(X1) (H1)

SUKU BUNGA (H2) RETURN SAHAM


(X2) (Y)
(H3)
KURS / NILAI TUKAR
(X3)

Keterangan :
X1 : Inflasi
X2 : Suku Bunga
X3 : Kurs / Nilai Tukar
H1 : Pengaruh Inflasi terhadap return saham
H2 : Pengaruh Suku Bunga terhadap return saham
H3 : Pengaruh Kurs / Nilai Tukar terhadap return saham

36
37

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juli tahun 2018 di

Jakarta, penulis mengadakan penelitan dan pengambilan data ini dilakukan

dengan mengambil data laporan keuangan perusahaan yang terdaftar dalam sub

sektor perusahaan pertambangan batu bara yang terdaftar pada Bursa Efek

Indonesia periode 2012-2017. Penelitian mengambil data sekunder dari Bursa

Efek Indonesia yang diterbitkan melewati situs resmi BEI www.idx.co.id.

B. Desain penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif dengan hubungan

kausal dimana terdapat variabel bebas dan terikat. Dilihat dari data yang

diperoleh, penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif karena

didalamnya mengacu pada perhitungan data penelitian yang berupa angka –

angka. Menurut Sugiyono (2009), pengertian variabel penelitian adalah segala

sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari,

sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik

kesimpulannya. Variabel penelitian ini meliputi variabel dependen dan

indepeden.
38

1) Variabel Dependent (Y) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang

menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2009). Dalam

penelitian ini variabel Dependen adalah return Saham pada saat penutupan

akhir tahun.

2) Variabel Independen (X) atau variabel bebas merupakan variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi penyebab terjadinya perubahan atau

timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2009). Dalam penelitian ini variabel

independen/variabel bebas adalah :

a. Inflasi (X1)

Inflasi merupakan suatu tingkat inflasi yang terjadi pada penutupan

tahun. Data Inflasi merupakan data dari BPS atau dari Bank Indonesia

(BI).

b. Suku Bunga (X2)

Suku Bunga merupakan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia Yang

terjadi pada penutupan tahun. Data ini diperoleh dari Bank Indonesia

(BI).

c. Kurs / Nilai Tukar (X3)

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS merupakan Nilai Tukar Rupiah

yang terjadi pada penutupan tahun. Data ini diperoleh dari Bank

Indonesia (BI).

38
39

C. Definisi dan opersionalisasi variabel

Variabel Penelitian : Dependent dan Independent.

1. Variabel Dependent (Y) adalah tipe variabel terikat yang dijelaskan atau

dipengaruhi variabel independen. Dalam penelitian ini variabel Dependen

adalah return Saham pada saat penutupan akhir tahun. Return realisasi

merupakan return yang telah terjadi. Actual Return digunakan dalam dalam

menganalisis data adalah hasil yang diperoleh dari investasi dengan cara

menghitung selisih harga saham individual periode berjalan dengan periode

sebelumnya dengan mengabaikan deviden, dapat ditulis dengan rumus

(Jogiyanto.2010) :

𝑃𝑖, 𝑡 − (𝑃𝑖, 𝑡 − 1)
Ri, t =
𝑃𝑖, 𝑡 − 1

Keterangan:

Ri,t = Return Saham

Pi,t = Harga Saham penutupan sekarang

Pit-1 = Harga Saham penutupan periode sebelumnya

2. Variabel Independen (X) atau variabel bebas merupakan variabel yang

mempengaruhi atau yang menjadi penyebab terjadinya perubahan atau

timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2009). Dalam penelitian ini Variabel

Independen/ Variabel Bebas adalah :

a. Inflasi (X1)
40

Inflasi merupakan suatu tingkat Inflasi yang terjadi pada penutupan

tahun. Data Inflasi merupakan data dari BPS atau dari Bank Indonesia

(BI). Inflasi (X1) adalah proses kenaikan harga-harga umum barang –

barang secara terus – menerus (Nopirin, 2009). Data Inflasi yang

dipergunakan dalam penelitian ini adalah data per tahun.

b. Suku Bunga (X2)

Tingkat Suku Bunga merupakan Suku Bunga kebijakan yang

mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan

oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik sebagai pengakuan

utang berjangka waktu pendek. Tingkat Suku Bunga yang digunakan

dalam penelitian ini merupakan tingkat Suku Bunga SBI. Pengukuran

yang digunakan adalah satuan persentase dan data yang diambil adalah

tingkat Suku Bunga SBI per tahun mulai tahun 20012 – Desember 2017.

c. Kurs / Nilai Tukar Rupiah (X3)

Nilai tukar Rupiah/US$ menunjukkan nilai dari mata uang Dolar AS

yang ditranslasikan dengan mata uang Rupiah. Sebagai contoh, US$ 1

= Rp. 14.135,00- artinya apabila 1 dollar AS dihitung dengan

menggunakan rupiah maka nilainya adalah sebesar Rp. 14.135,00-.

Data yang diambil adalah nlai tukar Rupiah/US$ per bulan mulai tahun

2012 – 2017.

40
41

Berdasarkan uraian tentang variabel penelitian di atas, maka operasionalisasi

variabel penelitian ini ditunjukkan pada tabel 3.1 berikut ini.

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala


Inflasi Kenaikan harga Perubahan Indeks Persen Rasio
(X1) barang dan jasa harga konsumen
yang berlangsung (tingkat inflasi)
secara umum dan
kotinyu dalam
perekonomian.
Suku Jumlah yang Tingkat suku bunga Persen Rasio
Bunga Kreditur bebankan Sertifikat Bank
(X2) ketika mereka Indonesia untuk
meminjamkan uang janga waktu 1 tahun
kepada debitur.
Kurs / Jumlah unit mata Nilai tukar rupiah Rp/$ USD Rasio
Nilai uang suatu negara terhadap dollar
tukar yang sama dengan Amerika Serikat
(X3) satu unit mata uang atas dasar kurs jual
negara lain. rupiah.
Return Persentase arus kas Pit − Pit − 1 Persen Rasio
𝑅𝑡 =
Saham yang di terima oleh Pit − 1
seorang investor
terhadap harga aset
pada waktu tertentu
42

D. Populasi dan Sample Penelitian

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2013) populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasi yang diambil

adalah perusahaan pertambangan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia. Sektor pertambangan Batubara dipilih karena sektor ini

memiliki peran strategis terhadap pembangunan perekonomian

Indonesia. Populasi penelitian ini berjumlah 22 perusahaan.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013). Bila populasi besar dan

peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada di populasi maka

peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Penentuan sampel dapat dilakukan dengan teknik sampling. Teknik

sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan

sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik

sampling yang digunakan (Sugiyono, 2013).

42
43

Pada penentuan sampel dan populasi pada penelitian ini adalah

perusahaan Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan

kriteria tertentu. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah

nonprobability sampling dengan menggunakan metode purposive

sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengumpulan sampel

dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono 2013). Alasan pemilihan

sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling adalah karena

tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan yang telah

penulis tentukan. Adapun kriteria dalam pengambilan sampel sebagai

berikut:

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

No. Kualifikasi Sample Jumlah Perusahaan

1. Perusahaan Batubara yang terdaftar di 22


Bursa Efek Indonesia.
2. Perusahaan Batubara yang tidak (1)
melakukan Ipo sejak tahun 2012
3. Perusahaan yang tidak memiliki (3)
kelengkapan data mulai dari Ipo pada
tahun 2012
4. Perusahaan Batubara yang memiliki 18
data lengkap berkaitan dengan
pengukuran variabel yang digunakan
pada tahun 2012 – 2017.
Sumber : Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan pada hasil seleksi kriteria tersebut, maka jumlah

perusahaan yang memenuhi persyaratan sebagai sampel dalam


44

penelitian ini adalah sebanyak 18 perusahaan yang terinci dalam daftar

pada tabel berikut :

Tabel 3.3 Daftar Sampel

No. Kode Nama Perusahaan


Perusahaan
1. ADRO Adaro Energy Tbk.
2. ARII Atlas Recources Tbk.
3. BSSR Baramulti Sukessarana Tbk.
4. BUMI Bumi Recources Tbk.
5. BYAN Bayan Recources Tbk.
6. DEWA Darma Henwa Tbk.
7. DOID Delta Dunia Makmur Tbk.
8. GTBO Garda Tujh Buana Tbk.
9. HRUM Harum Energy Tbk.
10. ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk.
11. KKGI Recouces Alam Indonesia Tbk.
12. MBAP Mitrabara Adiperdana Tbk.
13. MYOH Samindo Reciurces Tbk.
14. PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk.
15. PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (persero)
Tbk
16. PTRO Petrosea Tbk.
17. SMMT Golden Eagle Energy Tbk.
18. TOBA Toba Bara Sejahtera Tbk.
Sumber : Bursa Efek Indonesia.

44
45

Data penelitian ini merupakan penelitian data sekunder, yang

diambil dari www.finance.yahoo.com, data yang dipublikasikan oleh

BEI pada situs resminya yaitu www.idx.co.id serta dari sumber-sumber

lain yang yang dipandang relevan dengan penelitian tersebut. Penelitian

dengan menggunakan data tahunan runtut waktu, untuk semua variabel

yang digunakan dalam model penelitian.

E. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder,

Cross section, dan Time series yang berarti bahwa data yang ada

tidak didapatkan dengan melakukan observarsi atau penelitian

langsung kepada objek yang menjadi penelitian.

2. Sumber Data

Sumber data yang digunalan untuk penelitian ini diperoleh dari situs

resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id, Biro Pusat

Statistik (BPS) www.bps.go.id, Situs resmi Bank Indonesia yaitu

www.bi.go.id, dan Yahoo Finance www.finance.yahoo.com.


46

3. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh

melalui 2 cara yaitu :

a. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Pada tahap ini, penelitian kepustakaan dilakukan untuk

memperoleh data sekunder yang akan dijadikan landasan teori

terhadap masalah yang sedang diteliti. Penulis memperoleh

berbagai informasi untuk dijadikan sebagai dasar teori dan

acuan untuk mengolah data dengan cara membaca, mempelajari,

menelaah, dan mengkaji literatur-literatur berupa buku-buku,

jurnal, penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan

masalah yang diteliti.

b. Studi Internet (Internet Research)

Pada tahap ini, penulis melakukan pengumpulan data dari situs-

situs yang terkait untuk memperoleh tambahan literatur, jurnal,

dan data lainnya yang diperlukan dalam penelitian ini.

F. Metode Analisis

Metode analisis data adalah cara mengola data yang telah terkumpul

untuk kemudian dapat memberikan interprestasi. Hasil pengolahan data

kemudian digunakan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan.

46
47

Kegiatan dalam menganalisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan

variabel, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan

perhitungan untuk menjawab rumusan permasalahan, dan melakukan

perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2013).

Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah metode

analisis data panel regresi linear berganda dengan bantuan Software Eviews 9,

yaitu untuk mengukur pengaruh antara variabel independen dengan variabel

dependen dan menguji hipotesis yang diajukan, maka digunakan uji stasistik

sebagai berikut.

1. Analisis statistik Deskriptif

Menurut Sugiyono (2014) statistik deskriptif adalah statistik yang

digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau

menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa

bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau

generalisasi.

Pada statistik deskriptif ini, akan dikemukakan cara-cara penyajian

data, dengan tabel biasa maupun distribusi frekuensi; grafik garis maupun

batang, diagram lingkaran, pictogram, penjelasan kelompok melalui

modus, median, mean, dan variasi kelompok melalui rentang dan

simpangan (Sugiyono, 2014).


48

2. Analisis Regresi Data Panel

Data panel merupakan data gabungan antara data berkala (time

series) dengan data individual (cross section). Data times series adalah data

yang dikumpulkan dari waktu ke waktu terhadap suatu individu. Sedangkan

data cross section merupakan data yang dikumpulkan dalam satu waktu

terhadap banyak individu.

Analisis regresi data panel memiliki tiga jenis pendekatan, yaitu:

Common Effect, Fixed Effect dan Random Effect. Dari tiga macam

pendekatan tersebut harus dipilih pendekatan yang paling baik yang akan

digunakan untuk memprediksi model regresi penelitian yang dilakukan.

Adapun model regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Yit = β0 + β1Xit1 + β2Xit2 + β3Xit3 + εit

Di mana:

Yit = Return Saham

β0 = Konstaanta

β1-5 = Koefisien Regresi

Xit1 = Variabel Inflasi pada unit ke I pada waktu t.

Xit2 = Variabel Suku bunga SBI pada unit ke I pada waktu t.

Xit3 = Variabel Kurs valuta asing pada unit ke I pada waktu t.

εit = Error

i = Perusahaan

t = Tahun

48
49

a) Common Effect

Common Effect adalah metode yang hanya menggabungkan data

tanpa melihat perbedaan waktu dan individu. Teknik model

Common Effect merupakan teknik yang digunakan untuk

mengestimasi data panel paling sederhana. Berikut adalah model

Common Effect :

𝑌 = 𝛼 + 𝛽1𝑖𝑡 + 𝛽2𝑖𝑡 + 𝛽3𝑖𝑡 + 𝜀

Dimana:

Y = Return Saham

α = Konstanta

β1 = Inflasi

β2 = Suku bunga SBI

β3 = Kurs / Nilai Tengah

i = Perusahaan

t = Tahun

ɛ = Error

b) Fixed Effect

Fixed Effect adalah metode yang mengestimasi data panel dengan

menggunakan variabel dummy untuk menangkap adanya perbedaan

intersep. Fixed Effect adalah model dengan intercept berbeda-beda


50

untuk setiap subjek (cross section), tetapi slope setiap subjek tidak

berubah seiring waktu (Gujarati, 2012). Berikut adalah permodelan

Fixed Effect :

𝑌𝑖𝑡 = 𝑎1 + 𝑎2 𝐷2𝑖 + 𝑎3 𝐷3𝑖 + 𝑎4 + ⋯ + 𝑎6 𝐷6𝑖 + 𝛽1𝑖𝑡 + 𝛽2𝑖𝑡 + 𝛽3𝑖𝑡 + 𝛽4𝑖𝑡 + 𝑢𝑖𝑡

Keterangan:

Yit = Return Saham untuk setiap unit cross section

a = Intercept pada persamaan fixed

Di = Dummy pada unit cross section

𝛽1 = Inflasi

𝛽2 = Suku bunga SBI

𝛽3 = Kurs / Nilai Tukar

Di mana 𝐷2𝑖 = 1 dummy untuk perusahaan 2, 0 jika bukan; 𝐷3𝑖 = 1 dummy

untuk perusahaan 3, 0 jika bukan; dan seterusnya. Karena penelitian ini

menggunakan 30 perusahaan maka pada penelitian ini menggunakan 30

perusahaan guna menghindari perangkap variabel dummy (dummy variabel

trap), yaitu situasi dimana terjadi kolinearitas sempurna.

c) Random Effect

Menurut Widarjono (2009) model Random Effect digunakan untuk

mengatasi kelemahan model Fixed Effect yang menggunakan

variabel dummy. Random Effect adalah metode yang akan

50
51

mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling

berhubungan antar waktu dan antar individu. Berikut adalah

permodelan Random Effect :

Yit = α + β1it + β2it + β3it + ωit

Dimana: 𝑢𝑖 + 𝑣𝑡 + 𝑤𝑖𝑡

Keterangan:

ui = komponen error cross section

vt = komponen error time series

wit = komponen error gabungan

3. Uji Pemilihan Model

a. Uji Chow

Uji Chow digunakan untuk menentukan apakah model data panel

regresi dengan metode Common Effect atau dengan metode Fixed

Effect, apabila dari hasil uji tersebut ditentukan bahwa model

Common Effect yang digunakan, maka tidak perlu diuji kembali

dengan Uji Hausmann. Pengujian yang dilakukan dengan Uji Chow

dengan hipotesis sebagai berikut:

Ho: Model Common Effect

Ha: Model Fixed Effect


52

Kriteria yang akan digunakan dalam pengambilan

kesimpulan pada Uji Chow adalah sebagai berikut:

a) Jika nilai probabilitas F ≥ 0,05 artinya Ho diterima, maka

model yang digunakan adalah Common Effect.

b) Jika nilai probabilitas F < 0,05 artinya Ho ditolak maka

model Fixed Effect dan dilanjutkan dengan Uji Hausmann

untuk memilih apakah menggunakan model Fixed Effect

atau Random Effect.

b. Uji Hausmann

Uji Hausmann dapat didefinisikan sebagai pengujian

statistik untuk memilih apakah model Fixed Effect atau Random

Effect yang paling tepat digunakan. Pengujian uji hausmann

dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut:

Ho: Model Random Effect

Ha: Model Fixed Effect

Statistik uji Hausmann mengikuti distribusi statistik Chi-

Square dengan degree of freedom sebanyak k, dimana k adalah

jumlah variabel independen. Jika nilai probabilitas Hausmann

kurang dari alfa maka Ho ditolak dan model yang tepat adalah

model Fixed Effect. Sebaliknya jika nilai probabilitas Hausmann

52
53

lebih besar dari alfa maka hipotesis nol gagal ditolak sehingga

model yang tepat adalah model Random Effect.

Model Random Effect mengestimasi data panel dimana

variabel gangguan mungkin saling berhubungan antar waktu dan

antar individu. Pada model Random Effect perbedaan intersep

diakomodasi oleh error terms masing-masing perusahaan.

Sedangkan model Fixed Effect mengasumsikan bahwa perbedaan

antar individu dapat diakomodasi dari perbedaan intersepnya.

4. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui

besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai

koefisien determinasi yang kecil menggambarkan kemampuan variabel-

variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas.

Sebaliknya, nilai koefisien determinasi yang besar menggambarkan

kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel

dependen sangat kuat.

5. Uji Statistika t (Uji Parsial)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel

independen secara parsial mempunyai pengaruh secara signifikansi


54

terhadap variabel dependen. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah

adakah parameter (bi) sama dengan nol, atau:

H0 : bi = 0

Artinya, apakah suatu variabel independen bukan merupakan

penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis

alternatifnya (Ha) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau:

Ha : bi ≠ 0

Artinya, variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan

terhadap variabel dependen. Dengan hipotesis sebagai berikut:

Ho: tidak berpengaruh

Ha: berpengaruh

Kriteria dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:

a) Jika nilai prob > 0,05 atau bila signifikansi lebih dari nilai alpha 0,05

maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti variabel independen secara

individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

b) Jika nilai prob < 0,05 atau bila signifikansi kurang dari nilai alpha

0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel independen

secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen.

54
55

DAFTAR PUSTAKA

Adusei Michael. (2014). The Inflation-Stock Market Returns Nexus: Evidence From
The. Ghana Stock Exchange.
Agus Widarjono. 2009. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Edisi Ketiga.
EKONISIA. Yogyakarta.
Ahmad, Muhammad Ishfaq et al . (2010). Do Interest Rate, Exchange Rate effect Stock
Returns? A Pakistani Perspective. International Research Journal of Finance
and Economics ISSN 1450-2887 Issue 50.
Alfiatul Maulida, Elok Sri Utami dan Sumani. (2016). Pengaruh Kurs Dan Suku.
Bunga SBI Serta Inflasi Melalui Return on Asset Terhadap Return Saham.
Cohen, G., Kudryavtsev, A. and Hon-Snir, S., (2014). 'Stock Market Analysis in
Practice: Is it technical or fundamental?' Journal of Applied Finance and
Banking, 1:125-138.
Darmadji, Tjiptono, dan Fakhruddin. 2012. Pasar Modal Di Indonesia. Edisi Ketiga.
Jakarta : Salemba Empat.
Fakhruddin, Hendy M. 2008. Istilah Pasar Modal A-Z. Jakarta : Gramedia.
Gujarati, D.N. 2012. Dasar-dasar Ekonometrika, Terjemahan Mangunsong,
R.C., Salemba Empat, buku 2, Edisi 5, Jakarta
Gul dan Khan (2013). An Application of Arbitrage Pricing Theory on KSE-100
Index; A Study From Pakistan (2000-2005) . IOSR Journal of Business and
Management (IOSR-JBM) e-ISSN: 2278-487X. Vol. 7, Issue 6 (Jan.- Feb.
2013), PP 78-84.
Halim, Livia. 2013. Pengaruh Makro Ekonomi terhadap Return Saham Kapitalisasi
Besar di Bursa Efek Indonesia. FINESTA Vol. 1, No. 2: 108-113.
Hartono, Jogiyanto. 2009. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Keenam.
Cetakan Pertama.Yogyakarta: BPFE.
56

Hartono, Jogiyanto. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta :


BPFE.
Hartono, Jogiyanto. 2012. Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi Ketujuh.
Yogyakarta : BPFE.
Joel G. Siegel, dan Jae K. Shim. 1999. Kamus Istilah Akuntansi. Jakarta: Elex Media
Komputindo. (terjemahan).
Kandir, Serkan Yilmaz. (2008) ”Macroeconomic Variables, Firm Characteristics and
Stock Returns: Evidence from Turkey”. International Research Journal of
Finance and Economics Issue 16.
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Keynes, John M. 1936. The General Theory of Employment. Interest and Money.
London: Macmillan.
Khalwaty, T. 2010. Inflasi dan Solusinya. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Kirui, Evans, Nelson H. W. Wawire & Perez O. Onono, (2014), Macroeconomic
Varia bles, Volatility and Stock Market Returns: A Case of Nairobi
Securities Exchange, Kenya, International Journal of Econo mics and
Finance; Vol. 6, No. 8
Komariah, et all. 2012. The Infulence of Agency Cost, Investment Risk And
Profitability to Investment Decision. Yogyakarta: Forum manajemen
indonesia ke-4.
Kusumah iswanto, wilda (2017), Analisis Pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank
Indonesia, Tingkat Inflasi, dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Tingkat
Pengembalian Reksa Dana Saham Di Indonesia.
Kuwornu, J. K. M., (2011), Effect of Macroeconomic Variables on The Ghanaian
StockMarket Returns: A Co-integration Analysis, Agris on-line Papers in
Economics and Informatics, Vol. IV, No. 2, pp. 15-26.
Legiman, Fachreza Muhammad, et al. 2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi

56
57

Return saham pada perusahaan agroindustry yang terdaftar di Bursa Efek


Indonesia periode 2009-2012. Jurnal EMBA vol.3 No.3.
Mahilo, Michael B, dan Parengkuan, Tommy. 2015. Dampak Risiko Suku Bunga,
Inflasi, dan Kurs terhadap Return Saham Perusahaan Makanan danMinuman
yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA. Vol. 3 (No. 3): 1-10.
Manado: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi.
Martalena, dan Malinda. 2011. Pengantar Pasar Modal. Edisi Pertama.Yogyakarta:
Andi.
Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan.Edisi 8.
Salemba Empat: Jakarta.
Mulyadin, R. Deden. 2013. Analisis Pengaruh Suku Bunga dan IHSG terhadap
Return Saham pada Sektor Pertambangan Periode 2008-2012. Skripsi.
Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama. Bandung.
Nor Hadi. 2013. Pasar Modal: Acuan Teoretis Dan Praktis Investasi Di Instrument
Keuangan Pasar Modal. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hadi, Nor. (2015). Pasar Modal (Edisi 2). Yogyakarat: Graha Ilmu.
Nopirin. 2009. Ekonomi Moneter, Buku II, Edisi ke-1. Yogyakarta: BPFE.
Oshaibat, Suleiman Al; Ahmad Majali. (2016). The Relation Between Stock Returns
and Each of Inflation, Interest Rates, Share Liquidity and Remiittances
ofWorkers in The Amman Stock Exchange. Journal of Internet Banking and
Commerce. Volume. 21. Nomor. 2.
Priyanto, Sugeng dan Laksmiwati, Mia. 2012. “Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI,
Kurs, Inflasi, Indeks KLSE, Indeks PSEI dan Indeks STI terhadap Indeks
Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi. Universitas
Budi Luhur : Jakarta.
Purnomo, Tri, Hendra dan Nurul Widyawati, 2013. “Pengaruh Nilai Tukar, Suku
Bunga, dan Inflasi terhadap Return Saham pada Perusahaan Properti di
58

Bursa Efek Indonesia ”Jurnal Ilmu & Riset Manajemen, Volume 2 Nomor 10.
Sadikin, Ali. 2010. Pengaruh Variabel-Variabel Risiko Suku Bunga, Risiko Kurs,
Dan Risiko Finansial Terhadap Return Saham (Studi Kasus
PerusahaanFarmasi Yang Terdaftar di BEI Periode 2004 s.d 2008). Jurnal
Manajemen dan Akuntansi. Volume 11. No. 1. April 2010.
Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT Raja Drafindo Persada.
Sukirno, Sadono, 2012. Makro Ekonomi Modern, PT. Raja Grafindo Perkasa: Jakarta.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Edisi
pertama. Yogyakarta: Kanisius
www.en.ndrc.gov.cn
www.eiti.ekon.go.id
www.finance.yahoo.com

58