Anda di halaman 1dari 108

NO SOAL PILIHAN JAWABAN PEMBHASAN

1. Seorang pasien, laki-laki, usia 30 tahun, a. Menghentikan Atapulgit adalah magnesium aluminium phyllosilicate
datang ke apotek membeli tablet penggunaan attapulgite dengan formula (Mg, Al) 2Si4O10 (OH) 4- 4 (H2O). Untuk
Attapulgit tab 600 mg untuk mengatasi terlebih dahulu digunakan sebagai obat diare, Attapulgit dan tetrasiklin
diare yang dialaminya. Pada saat diakses b. Memberikan jeda terdapat interaksi farmakokinetik terjadi absorpsi tetrasiklin
oleh apoteker, pasien saat ini juga waktu 2 jam untuk berkurang bila diberikan bersamaan dengan logam berat
mengkomsumsi tetrasiklin yang pemakaian 2 obat seperti kalsium, besi, magnesium atau aluminium , karena
diresepkan dokter untuknya. Apoteker tersebut terjadi ikatan langsung antara molekul tetrasiklin danl ogam-
menyadari bahwa ada masalah interaksi c. Menghentikan logam tersebut sehingga tidak dapat diabsorpsi.
obat jika kedua obat tersebut diminum penggunaan tetrasiklin
secara bersamaan. Apakah informasi terlebih dahulu
yang tepat disampaikan kepada pasien d. Mengubah bentuk sediaan
untuk mengatasi masalah tersebut? dari attapulgite
e. Mengganti tetrasiklin
dengan amoksisillin
2. Seorang pasien, laki-laki, berusia 60 a. Alprenolol Alprenolol adalah beta-blocker non-selektif yang digunakan
tahun, datang ke apotek untuk menebus b. Losartan dalam pengobatan hipertensi, edema,ventrikular
resep sebagai berikut: c. Albuterol tachycardias, dan fibrilasiartial. Non-selektif artinya
R/ Alprenolol 100 mg (2x1) d. Futikason mempunyai afinitas yang sama terhadap kedua reseptor beta
R/ Losartan 50 mg (1x1) e. Simvastatin 1 dan beta 2
R/ Albuterol inhalasi (1x1) Efek Samping: Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing,
R/ Fultikason (2x1) kebingungan, gangguantidur); Efek CV (gagal jantung,
R/ Simvastatin 5 mg (1x1) sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki);
Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan
Pasien adalah penderita hipertensi, asma & obat-obatan dengan beta 1 harus digunakan secara selektif
dan hiperkolesterol. Pasien juga pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek
mengatakan bahwa frekuensi asmanya metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia,
meningkat sejak beberapa hari terakhir. perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid.
Apoteker berhasil mengidentifikasi Instruksi Khusus: Gunakan dengan hati-hati pada pasien
adanya DRP’s dalam resep tersebut dan bronchopasma, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan.
segera menelpon dokter. Apakah obat Obat-obat Beta Blocker, juga dikenal sebagai beta-
yang direkomendasikan untuk diganti? adrenergic blocking agents, adalah obat-obat yang
menghambat norepinephrine dan epinephrine (adrenaline)
agar tidak berikatan dengan reseptor-reseptor beta. Ada tiga
tipe reseptor beta dan masing-masing mengontrol beberapa
fungsi berdasarkan pada lokasi mereka dalam tubuh.
1. Beta-1 receptors ditemukan di jantung, otak, mata, neuron
adrenergik perifer, dan ginjal. Reseptor β1 merupakan
reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi
produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi
renin. Dengan berkurangnya produksi renin, maka cardiac
output akan berkurang yang disertai dengan turunnya
tekanan darah.
2. Beta-2 receptors ditemukan dalam paru, saluran
pencernaan, hati, rahim (uterus), pembuluh darah, dan otot
rangka.
3. Beta-3 receptors dapat ditemukan pada sel-sel lemak.

Tipe Beta Blocker


1. Non-selective beta blockers, contohnya, propranolol
(Inderal),Alprenolol menghalangi Beta-1 dan Beta-2
receptors dan, oleh karenanya, mempengaruhi jantung,
pembuluh-pembuluh darah, dan jalan-jalan udara.
2. Selective beta blockers, contohnya, metoprolol
(Lopressor, Toprol XL) terutama menghalangi Beta-1
receptors dan, oleh karenanya, kebanyakan memengaruhi
jantung dan tidak mempengaruhi jalan-jalan udara.
3. Beberapa beta blocker, contohnya, pindodol (Visken)
mempunyai intrinsic sympathomimetic activity (ISA), yang berarti
mereka meniru efek-efek dari epinephrine dan norepinephrine dan
dapat menyebabkan peningkatan dalam tekanan darah dan denyut
jantung. Beta blockers dengan ISA mempunyai efek-efek yang
lebih kecil pada denyut jantung daripada agen-agen yang tidak
mempunyai ISA. (Dewi,F.Rosyida, Makalaβ-Bloker)
Losartan
In: Hipertensi
Interaksi: Rifampisin dan flukonazol: menurunkan level
metabolit aktif. Diuretik hemat kalium, suplemen kalium,
atau zat yang mengandung kalium: hiperkalemia. AINS:
menurunkan efek anti hipertensi, penurunan fungsi ginjal
hingga gangguan ginjal akut pada pasien gangguan ginjal. ARB,
penghambat ACE, aliskiren: meningkatkan risiko hipotensi,
pingsan, hiperkalemia, dan perubahan fungsi ginjal.
Kontraindikasi: Hipersensitivitas, penggunaan bersamaa
liskiren pada diabetes.
Simvastatin :Hiperkolesteromia

Kontraindikasi: pasien dengan penyakit hati yang aktif dan


pada kehamilan (karena itu diperlukan kontrasepsi yang
memadai selama pengobatan dan selama 1 bulan setelahnya)
dan menyusui (lihat lampiran 4 dan 5).
Efek Samping: Miositis yang bersifat sementara merupakan
efek samping yang jarang tapi bermakna (lihat juga efek
pada otot). Statin juga menyebabkan sakit kepala, perubahan
fungsi ginjal dan efek saluran cerna (nyeri lambung, mual
dan muntah). Statin juga menyebabkan sakit kepala,
perubahan uji fungsi hati (hepatitis namun jarang terjadi),
parestesia, dan efek pada saluran cerna meliputi nyeri
abdomen, flatulens, konstipasi, diare, mual dan muntah.
Ruam kulit dan reaksi hipersensitivitas (meliputi
angioedema dan anafilaksis) telah dilaporkan namun jarang
terjadi.
Albuterol, dipasarkan sebagai Ventolin adalahobat yang
digunakan membuka saluran nafas di paru-paru.
Futikason, untuk pengobatan asma, pengobatan
pemeliharaan bronkokonstriksi. (IONI)

3. Seorang apoteker yang bekerja pada a. Etanol Sedangkan Food and Drug Administration (FDA-USA)
bagian RnD disuatu industri obat membuat klsifikasi obat menurut tingkat bahayanya terhadap
b. CMC-Na
tradisional akan melakukan uji janin, yakni :
teratogenik ekstrak tanaman yang akan c. Amoksisilin a). Kategori A
dikembangkan sebagai produk herbal Studi terkontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya
d. Trimetropim HCL
terstandar untuk pengobatan hipertensi. resiko bagi janin pada trimester pertama kehamilan dan tidak
Parameter yang dilihat adalah e. Parasetamol ada bukti mengenai resiko pada trimester kedua dan ketiga.
abnormalitas pada fetus hewan uji. Kemungkinan adanya bahaya terhadap janin rendah.
Penelitian tersebut menggunakan 5 Contohnya asam folat (Lacy et al, 2008).
kelompok, yaitu kelompok kontrol b). Kategori B
negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok Studi tentang reproduksi binatang percobaan yang tidak
dosis ekstrak tanaman. Apakah obat yang memperlihatkan adanya resiko pada janin tetapi belum ada
tepat digunakan untuk hewan uji studi terkontrol pada ibu hamil atau sistem reproduksi
kelompok kontrol positif? binatang percobaan yang menunjukkan efek samping,
dimana tidak ada penegasan dengan studi kontrol pada
wanita saat trimester pertama dan tidak ada bukti resiko
janin pada trimester berikutnya. Contohnya beberapa
antibiotika seperti amoksisilin dan eritromisin (Lacy et al,
2008).
c). Kategori C
Studi pada binatang percobaan menunjukkan adanya efek
samping pada janin (teratogenik) dan tidak ada studi
terkontrol pada wanita dan binatang yang tersedia. Obat
dalam kategori ini hanya boleh diberikan kepada ibu hamil
jika manfaatnya yang diperoleh lebih besar dari resiko yang
mungkin terjadi janin. Contohnya asam mefenamat dan
aspirin (Lacy et al, 2008).
d). Kategori D
Terdapat bukti adanya resiko terhadap janin manusia, tapi
keuntungan penggunaannya bagi wanita hamil boleh
dipertimbangkan (terjadi situasi yang dapat mengancam ibu
hamil, dimana obat lain tidak dapat digunakan atau tidak
efektif). Contohnya karbamazepin dan phenitoin serta
beberapa anti kanker atau kemoterapi (Lacy et al, 2008).
e). Kategori X
Studi pada binatang percobaan atau manusia telah
memperlihatkan adanya kelainan janin (abnormalitas) atau
terbukti beresiko terhadap janin. Resiko penggunaan obat
pada wanita hamil jelas lebih besar dari manfaat yang
diperoleh. Obat kategori X merupakan kontraindikasi bagi
wanita hamil. Contohnya isotretinoin, simvastatin (Lacy et
al, 2008).
a. Etanol
b. CMC-Na
c. Amoksisilin ( kategori B)
d. Trimetropim HCL ( kategori D)
e. Parasetamol ( kategori B)
4. Seorang apoteker di instalasi Farmasi Suatu a. 13.500 tablet
Rumah Sakit sedang membuat evaluasi b. 16.200 tablet Dik: jumlah penggunaan obat cotrimoxazol = 81.000 tablet
perencanaan pengadaan Cotrimoxazol 400/80 c. 20.250 tablet Lama penggunaan obat cotrimoxazol = 6 bulan
mg tablet. Selama periode 6 bulan yang lalu. d. 27.000 tablet Kekosongan 1 bulan
Penggunaan obat ini adalah 81.000 tablet dan e. 81.000 tablet Ditanya: rata-rata penggunaan per bulan untuk obat cotrimoxazol?
terdapat kekosongan obat selama 1 bulan.
Apoteker melakukan perhitungan 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎 𝑜𝑏𝑎𝑡
Rata-rata penggunaan =
𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑎𝑡
perencanaan menggunakan metode
konsumsi. Berapakah rata-rata penggunaan 81.000 𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒𝑡
per bulan untuk obat tersebut? =
5 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 16.200 tablet
5. Seorang apoteker di sebuah puskesmas akan a. Metode konsumsi Bogadenta (2012), dalam menentukan perencanaan akan
melakukan perencanaan OAT-FDC untuk b. Metode epidemiologi kebutuhan suatu apotek dalam pemilihan sediaan farmasi yang di
memenuhi kebutuhan satu tahun kedepan. c. Metode kombinasi inginkan maka ada tiga metode perencanaan yang bisa digunakan
Pembuatan perencanaan obat tersebut d. Metode just in time yaitu:
dilakukan berdasarkan prevalensi penyakit e. Metode konsinyasi 1. Metode Epidemioilogi
TB di puskesmas. Apakah metode Perencanaan perbekalan farmasi dengan metode
perencanaan obat yang digunakan oleh epidemioilogi ialah berdasarkan penyakit yang ada yang mana
apoteker tersebut? obat yang disediakan ialah obat yang paling sering diminta
untuk suatu jenis penyakit yang sering muncul pada suatu
lingkungan masyarakat, maka suatu apotek akan memenuhi
permintaan atau kebutuhan masyarakat dari suatu sediaan
farmasi dari epidemiologi yang paling sering muncul.
2. Metode Konsumsi
Metode perencaan obat ini didasarkan pada kebutuhan
obat pada perioe sebelumnya, yaitu dengan melihat pola
konsumsi yang umumnya digunakan pada tahun-tahun
sebelumnya, metode ini paling mudah dilakukan namun
membutuhkan waktu yang lebih banyak. Metode konsumsi ini
umumnya digunakan di apotek ataupun dirumah sakit karena
tidak memerlukan data penyakit dan standar pengobatan.
3. Metode Kombinasi
Metode ini saling mengisi kelengkapan diantara kedua
metode tadi dan meminimalisir kekurangannya
4. Metode Just in time
5. Metode kosinyasi

6. Seorang apoteker pada bagian kontrol a. 0,70% 1,988 – 1,972 x 100% = 0,80%
kualitas suatu industri farmasi sedang 1,988
b. 0.80%
melakukan uji kerapuhan tablet ramipril
10mg. Hasil penimbangan awal dari 20 c. 0,90%
tablet yang digunakan adalah sebesar
d. 1,00%
1,988 g dan bobot tablet setelah e. 1,10%
pengujian adalah seberat 1,972 g.
Berapakah tingkat kerapuhan tablet
tersebut?
7. Seorang apoteker yang bekerja pada QC a. Uji kerapuhan, uji disolusi, Menurut FI edisi III kapsul harus memenuhi persyaratan:
industri farmasi akan melakukan kontrol uji keseragaman zat aktif, 1. Keseragaman bobot
kualitas sediaan kapsul omeprazol 20mg uji waktu hancur
2. Waktu hancur (tidak lebih dari 15 menit)
sesaat setelah diproduksi. Apakah jenis b. Uji keseragaman bobot,
pengujian yang tepat dilakukan untuk uji disolusi, uji 3. Keseragaman kandungan zat aktif
evaluasi sediaan tersebut? keseragaman kadar zat
4. Uji disolusi
aktif, uji waktu hancur
c. Uji keseragaman bobot, uji
kerapuhan, uji keseragaman
zat aktif, uji waktu hancur
d. Uji keseragaman bobot, uji
disolusi, uji kerapuhan, uji
waktu hancur
e. Uji keseragaman bobot, uji
disolusi, uji keseragaman
kadar zat aktif, uji
kerapuhan
8. Sebuah industri obat tradisional a. Spray dryer Pengeringan kemangi dengan vakum microwave
melakukan pengembangan produk yang b. Fluidized bed driyer menghasilkan sekitar 2,5 kali linalool dan 1,5 kali
berisi ekstrak daun kemangi, karakteristik c. Vacuum dryer methylchavicol dari sampel yang dikeringkan dengan udara.
ekstrak yang dimiliki cukup encer, serta d. Flash dryer Sampel kemangi yang dikeringkan dengan udara memiliki
zat aktif yang dimiliki mudah menguap e. Conduction dryer warna hijau yang lebih gelap dan lebih sedikit daripada yang
karena panas. Oleh karena itu, apoteker dikeringkan dengan vakum microwave
memutuskan akan menggunakan alat
yang dapat memepercepat proses
pengeringan, namun tidak merusak
senyawa aktif yang diinginkan. Apakah
alat pengering yang tepat digunakan
untuk tujuan tersebut?
9. Seorang Apoteker di apotek mendapatkan a. diminum 30 menit Metoklopramide,
resep yang berisi tablet metoklopramida sebelum makan Administration :
10 mg sebanyak 10 tablet untuk seorang b. diminum 30 menit sesudah Should be taken on an empty stomach. Take ½ hour
pasien (laki-laki usia 46 tahun, penderita makan before meals(Sumber : MIMS INDONESIA)
mual-muntah). Dokter tidak menuliskan c. diminum 2 jam sebelum
waktu pakai obat pada resep yang makan
ditulisnya. Apakah informasi yang tepat d. diminum 2 jam sesudah
disampaikan terkait waktu pakai obat makan
kepada pasien? e. diminum saat sebelum
makan
10. Seorang pasien laki-laki usia 50 tahun a. Meningkatkan berat badan SUMBER: buku saku “Pharmaceutical Care Untuk Penyakit
didiagnosa mengalami hipertensi oleh pasien Hipertensi
dokter untuk pertama kali. Selain b. Menurunkan aktivitas fisik
mendapatkan terapi antihipertensi, pasien c. Mengurangi konsumsi
juga dianjurkan melakukan terapi non makanan berserat
farmakologi yaitu dengan modifikasi d. Meningkatkan konsumsi
gaya hidup. Apakah perubahan gaya makanan tinggi lemak
hidup yang tepat dilakukan oleh pasien e. Mengurangi konsumsi
tersebut? makanan tinggi sodium

11. Seorang apoteker di suatu rumah sakit a. IL-8 Pemantauan pasien dalam terapi antiretroviral yaitu pemantaun
melakukan monitoring keberhasilan terapi b. IgM klinik dilakukan pada minggu ke 2,4,8,12 dan 24 minnggu sejak
obat pada seorang pasien (laki-laki, usia 28 c. CD4 memulai terapi ARV dan setiap 6 bulan bila pasien mencapai
tahun penderita HIV-AIDS). Pasien telah keadaan stabil. Selanjutnya adalah pemantauan laboratories salah
menggunakan antiretroviral rutin berupa d. LED satunya adalah CD4. Pemantauan ini dapat di lakukan setiap 6
kombinasi lamivudine, zidovudine dan e. INR bulan atau lebih sering. Data jumlah CD4 saat mulai terapi ARV
nevirapine selama 3 bulan. Apa parameter dan perkembangan CD4 yang dievaluasi sangat diperlukan untuk
laboratorium yang tepat dimonitor untuk menentukan adanya gagal terapi secara imunologis.CD4
menilai keberhasilan terapi pasien tersebut? merupakan parameter yang perlu di evaluasi secara ketat pada
pasien HIV untuk menilai terapi profilaksis dan dimulainya terapi
ARV. Fungsi CD4 berperan untuk merangsang system imun agar
dapat ekerja dengan baik.

Sumber: Kemenkes RI.direktorat jendral pengendalian penyakit


dan penyehatan lingkungan.2011.pedoman nasional tatalaksana
klinis infeksi HIV dan terapi antiretroviral pada orang dewasa.

12. Seorang pasien, perempuan usia 28 tahun, a. Tidak lebih dari 2 hari
Oksimetazolin HCl memiliki efek sebagai dekongestan yang baik
penderita rhinitis alergi, datang ke apotek b. jika dibandingkan kortikosteroid intranasal pada penelitian yang
Tidak lebih dari 3 hari
untuk menebus resep dokter, salah satu obat c. dilakukan selama 28 hari, tetapi dekongestan topical tidak
Tidak lebih dari 5 hari
yang terdapat dalam resep adalah direkomendasikan pada pemakaian lama karena akan
d. Tidak lebih dari 6 hari
oksimetazolin HCl nasal spray (S.2.dd tiap mengakibatkan rhinitis medikamtosa, biasanya akan muncul pada
nostril 2 gtt. Prn.) Apoteker tidak e. Tidak lebih dari 7 hari
pemakaian hari ke 3 sampai minggu ke 6 pada pemakaian terus
menganjurkan pasien untuk menggunakan menerus. Pasein yang menggunakan oksimetazolin sebagai obat
obat tersebut dalam jangka panjang karena tunggal tidak boleh digunakan lebih dari 3 hari secara berturut
berpotensi menimbulkan efek rebond. turut.
Berapakah batasan waktu durasi penggunaan Sumber : Retno sulistyo dkk. Penggunaan terkini
obat yang tepat disampaikan kepada pasien? oksimetazolinpada praktik klinik sehari – hari dan rekomendasi
kelompok studi rinologi Indonesia.ORLI Vol 46 no 2 tahun 2016.
Suatu sediaan yang mengadung bahan aktif Oxynetazoline HCl
terdapat peringatan
WARNING!
Do not exceed the recommended dosage. Do not use for > 3
consecutive days. If symptoms persist consult a physician. The
use of dispenser by >1 person may spread infection
Sumber: MIMS INDONESIA
13. Seorang pasien laki – laki 50 tahun, datang a. Melayanipembelianobatse Natrium diklofenak 50 mg adalah salah satu obat keras. Dan
ke apotek dekat bandara. Pasien suaipermintaanpasien bukan termasuk DOWA. Natrium dklofenak merupakan golongan
mengeluhkan nyeri pada punggungnya dan b. Melayani pembelian NSAID dapat meningkatkan resiko kejadian efek samping
akan membeli 10 tablet natrium diklofenak obat hanya selama gastrointestinal serius seperti pendarahan lambung, ulserasi, dan
50 mg. pasien mengaku akan naik pesawat 2 penerbangan perforasi usus dan lambung, yang dapat fatal. Kejadian ini tidak
jam lagi. Apakah tindakan yang tepat c. Melayani pembelian obat dapat diduga sebelumnya dan tidak pasti kapan terjadinya. Pasien
dilakukan oleh apoteker tersebut? sebanyak 5 tablet usia lanjut mempunyai risiko lebih besar untuk efek samping
d. Menolak melayani gastrointestinal jika menggunakan obat ini dalam jangka waktu
pembelian obat dengan yang sering dan lama. Sehingga dalam pemberiannya hanya
baik diberikan saat diperlukan untuk meringankan rasa nyeri pasien.
e. Menyarankan pergi ke
dokter terlebih dulu Sumber: Pusat informasi obat naisonal BPOM. Di akses tanggal
23 maret 2018.

14. Instalasi Farmasi Kabuapaten di Dinas a. Melakukan pembelian Dalam hal obat yang dibutuhkan tidak terdapat dalam Katalog
Kesehatan Kabupaten mengalami langsung di PBF Elektronik (E-Catalogue) obat, proses pengadaan dapat mengikuti
kekosongan obat-obatan, salah satu nya b. Melakukan permintaan ke metode lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden
adalah Natrium Diklofenak 50 mg. Obat Dinas Kesehatan Provinsi Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
tersebut tergolong dalam fast moving. c. Melakukan permintaan ke Pemerintah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan
Kekosongan obat di e-katalog merupakan Dinas Kesehatan Kabupaten Presiden Nomor 70 Tahun 2012.
penyebab utama terjadinya hal ini. Apakah lain
tindakan yang tepat dilakukan oleh apoteker d. Melakukan pembelian
di Dinas Kesehatan langsung ke apotek terdekat
e. Mengganti dengan Kalium
Diklofenak 50 mg
15. Seorang apoteker di suatu puskesmas akan a. Metode konsumsi Bogadenta (2012), dalam menentukan perencanaan akan
membuat perencanaan pengadaan beberapa b. Metode epidemiologi kebutuhan suatu apotek dalam pemilihan sediaan farmasi
obat antidiare, namun data pemakaian obat c. Metode kombinasi yang di inginkan maka ada tiga metode perencanaan yang
pada periode sebelumnya sangat fluktuatif. d. Metode just in time bisa digunakan yaitu:
Oleh karena itu, apoteker juga melihat data e. Metode konsinyasi 6. Metode Epidemioilogi
prevalensi penderita diare. Apa metode
perencanaan yang digunakan apoteker?
Perencanaan perbekalan farmasi dengan metode
epidemioilogi ialah berdasarkan penyakit yang ada yang
mana obat yang disediakan ialah obat yang paling sering
diminta untuk suatu jenis penyakit yang sering muncul
pada suatu lingkungan masyarakat, maka suatu apotek
akan memenuhi permintaan atau kebutuhan masyarakat
dari suatu sediaan farmasi dari epidemiologi yang paling
sering muncul.
7. Metode Konsumsi
Metode perencaan obat ini didasarkan pada
kebutuhan obat pada perioe sebelumnya, yaitu dengan
melihat pola konsumsi yang umumnya digunakan pada
tahun-tahun sebelumnya, metode ini paling mudah
dilakukan namun membutuhkan waktu yang lebih
banyak. Metode konsumsi ini umumnya digunakan di
apotek ataupun dirumah sakit karena tidak memerlukan
data penyakit dan standar pengobatan.
8. Metode Kombinasi
Metode ini saling mengisi kelengkapan diantara
kedua metode tadi dan meminimalisir kekurangannya
9. Metode Just in time
10. Metode kosinyasi
16. Apoteker yang bekerja pada bagian R&D a. Larutan minyak ikan dan Emulsi adalah sistem dua fase dimana salah satu cairannya
suatu industri farmasi sedang filtrasi akhir terdispersi dalam cairan yang lain dalam bentuk tetesan-
mengembangkan sediaan farmasi berupa b. Larutan minyak ikan dan tetesan kecil (FI Ed IV)
nutrisi parenteral dengan bahan aktif minyak teknik aseptis Tipe-tipe Emulsi
ikan. Sediaan akan diberikan pada vena c. Emulsi air dalam minyak ikan 1. M/A (minyak/air)
sentral. Apakah bentuk sediaan dan metode dan filtrasi akhir
Suatu emulsi dimana minyak terdispersi sebagai
sterilisasi yang tepat untuk zat aktif tersebut? d. Emulsi minyak ikan dalam air
dan teknik aseptis tetesan-tetesan dalam fase air dan diistilahkan emulsi
e. Emulsi minyak ikan dalam air minyak dalam air.
dan filtrasi akhir 2. A/M (air/minyak)
Jika air adalah fase terdispersi dan minyak adalah
medium pendispersi, maka emulsi disebut emulsi air dalam
minyak.
3. Emulsi Ganda
Dikembangkan berdasarkan pencegahan pelepasan
bahanaktif. Dalam tipe emulsi ini dihadirkan 3 fase yang
disebut bentuk emulsi A/M/A atau M/A/M atau disebut
“emulsi dalam emulsi”.
(RPS 18th : 298)
Teknik aseptis adalah suatu metode atau teknik didalam
memindahkan atau menstranfer kultur bakteria dari satu
tempat ke tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi
kontaminasi oleh mikroba lain ke dalam kultur. Teknik
transfer aseptis ini sangat esensial dan kunci keberhasilan
prosedur microbial yang harus diketahui oleh seorang yang
hendak melakukan analisis mikrobiologi (Pelzcar, M.J.
Chan, 2007). Teknik ini sangat esensial dan kunci
keberhasilan prosedur microbial yang diketahui oleh
seseorang yang hendak melakukan analisis mikrobiologi.
Pengambilan sampel harus dilakukan secara acak (random
sampling). Selain itu digunakan teknik aseptic selama
pengambilan sampel agar tidak terjadi pencemaran. Alat-alat
yang digunakan harus steril. Bahan makanan cair diambil
dengan pipet steril, makanan padat menggunakan pisau,
garpu, sendok atau penjepit yang steril (Rachdie, 2006).
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara
yaitu secar mekanik, fisik dan kimuawi:
1. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu
saringan yang berpori sangat kecil (0,22 mikron atau 0,45
mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut.
Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas,
misalnya larutan enzim dan antibiotic.
2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan
dengan pemanasan dan penyinaran.
3. Sterilisasi secara kimiawi biasanya menggunakan
senyawa desinfektan antara lain alcohol
17. Apoteker diruangan R & D suatu industri a. 40 bulan 1 mg/bulan, jadi
farmasi sedang menghitungkan waktu b. 80 bulan 80 mg untuk 80 bulan, waktu paruh artinya setengahnya dari
paruh degradasi tablet asetosal 80 mg. c. 4 bulan 80 mg
Kinetika degradasi asetosal berdasarkan d. 0,4 bulan
reaksi hidrolisis mengikut mengikut orde e. 0,8 bulan ½ dari 80 bulan= 40 bulan
nol, dengan kecepatan degradasi 1
mg/bulan. Berapakah waktu paruh tablet
asetosal 80 mg tersebut?
18. Apoteker yang bekerja pada R & D suatu a. Dilatan Dilatan: Terjadi pada suspensi yg memiliki persentase zat
industri farmasi sedang mengikuti sifat b. Niotan padat terdispersi dengan konsentrasi tinggi. Terjadi
alir formula sediaan suspensi sulfur c. Plastis peningkatan rate of share. Jika shearing stres dihilangkan,
sebagai obat jerawat, formula tersebut d. Pseudoplastis suatu sistem dilatan akan kembali ke keadaan fluiditas
mengandung padatan, lebih dari 60%. e. Thistroskopik aslinya.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Pseudoplastis: suatu model pendekatan fluida non
visikositas formula meningkat ketika neutonian dimana fisikositasnya cendrung menurun tetapi
kecepatan mikser ditingkatkan. Apakah shear strees dari fluida ini akan meningkat.
sifat alir formula suspensi sulfur tersebut?
19. Seorang Apoteker menyerahkan obat a. Diminum setelah Alendronat (Gol.Bifosfanat): Absorpsi bifospat sangat
berupa tablet alendronat 10 mg atas resep makan dengan posisi buruk, sebap hanya 5% yg diserap oleh tubuh dan sangat
dokter untuk seorang pasien (laki-laki duduk. dipengaruhi oleh zat lain seperti Kalsium,Kation,Bipalen dan
usia 65 Th, penderita Osteoporosis). b. Diminum setelah berbagai minuman kecuali air putih, maka dari itu biposfat
Apoteker menyampaikan informasi obat makan dengan posisi harus diminum dengan air pd posisi tegak (tidak boleh
untuk meminimalkan efek samping obat tubh terbaring berbaring), lebih baik diminum pd pagi hari saat perut
tersebut. Apakah informasi yg tepat c. Diminum sebelum kosong setelah itu tidak diperkenankan makan apapun
untuk disampaikan ? makan dengan tubuh sebelum 30 menit, kecuali dapat diberikan 2 jam a.c atau 2
berdiri. jam p.c karena absopsinya tidak dipengaruhi oleh makanan.
d. Diminum sebelum tidur
dengan tubuh berdiri
e. Diminum bersama
dengan makan dengan
posisi duduk.
20. Seorang pasien, laki-laki, usia 55 tahun, a. Diminum setelah makan P.r.n ( pro re nata) = Sesuai kebutuhan
masuk rumah sakit dan terdiagnosis sindrom b. Diminum 30 menit sebelum
koroner akut. Setelah kondisi stabil, pasien makan
diperbolehkan pulang dan mendapatkan resep c. Diminum saat terjadi
dokter yang berisi obat bisoprolol 1x 10 mg, serangan
aspirin 1x 80 mg, dan ISDN sublingual prn. d. Diminum 30 menit setelah
Apakah informasi yang tepat disampaikan serangan
untuk pemakaian ISDN? e. Diminum dengan air putih
yang banyak
21. Seorang pasien dengan diagnosa NSTEMI a. Asam mefenamat Penggunaan AINS bersama dengan aspirin justru meningkatkan
mendapatkan resep dokter yang berisi dua b. Asam traneksamat resiko efek samping yang serius pada saluran cerna termasuk
antiplatelet yaitu aspirin dan clopidogrel. c. Antasida inflamasi, perdarahan, ulserasi dan perforasi lambung dan usus
Pasien memiliki riwayat gastritis. Dokter d. Lansoprazol yang berakibat fatal. Pionas.co.id (IONI)
ingin memberikan terapi tambahan dan e. Vitamin K
berkonsultasi dengan apoteker untuk
meminimalisir resiko efek samping
antiplatelet. Apakah obat yang tepat
disarankan?
22. Seorang pasien didiagnosa dislipidemia a. Menambahkan suplemen Drug of choice yaitu golongan statin bisa juga menggunakan
dengan peningkatan kolesterol total dan minyak ikan dalam rencana kombinasi niasin atau BARs ( bile acid resin ) contoh BARs itu
LDL. Terapi yang digunakan pasien adalah terapi pasien seperti Gemfibrozil dan Fenofibrate. (dipiro)
simvastatin 20 mg yang diminum 1 kali b. Mengganti terapi simvastatin
sehari. Setelah 3 bulan, pasien belum menjadi asam nikotinat
mencapai profil lipid yang optimal, meskipun c. Mengganti terapi
sudah mematuhi aturan pengobatan dan simvastatin dengan
melakukan intervensi gaya hidup. Apa gemfibrozil
rekomendasi terapi lanjutan yang tepat d. Mengkombinasikan terapi
direkomendasikan untuk mengoptimalkan simvastatin dengan ezetimibe
pengobatan pasien? e. Mengubah frekuensi
penggunaan simvastatin
menjadi 3 kali sehari dosis 20
mg
23. Seorang pasien perempuan, usia 31 tahun a. Ciproflosasin Tata laksana awal yang paling sering digunakan yaitu triple
didiagnosa dokter mengalami infeksi b. Metronidazol therapy yang terdiri dari PPI, amoksisilin dan klaritromisin
helycobacter phylorisetelah mengeluhkan c. Tetrasiklin yang diberikan 2 kali sehari selama 7-14 hari. Metronidazol
nyeri lambung yang tidak kunjung d. Cefadroksil dapat digunakan untuk menggantikan amoksisilin pada
sembuh. Pasien ingin menebus resep e. Kloramfenikol pasien yang alergi terhadap penisillin.
yang berisi omeprazole, klaritromisin,
dan amoksisilin diinstalasi farmasi rumah Sumber :
sakit. Ketika diakses oleh apoteker pasien Dragon Kho, 2010, Diagnosa dan tata laksana terkini infeksi
mengatakan bahwa dia alergi amoksisilin. H. Pylory, Majalah Kedokteran Indonesia, Volume 60 No 8.
Apakah antibiotik yang tepat untuk
mengganti amoksisilin ?
24. Seorang apoteker dipuskesmas sedang a. freezer Freezer : untuk menyimpan vaksin polio pasa suhu yang
melakukan pengelolaan penyimpanan b. chiller ditentukan antara -150C s/d -250C atau membuat kotak es
obat-obatan, diantaranya sediaan vaksin c. pintu beku (cold pack).
polio. Sediaan vaksin memerlukan d. rak tengah (Sumber : Permenkes RI No. 42 Tahun 2013 Tentang
kondisi penyimpanan tertentu untuk e. rak bawah Penyelenggaraan Imunisasi)
mempertahankan stabilitasnya.
Dipuskesmas tersedia lemari pendingin Chiller: merupakan salah satu alat didalam Chilled Water
dua pintu untuk penyimpanan sediaan System.Chilled Water System digunakan untuk tata udara dan
farmasi dengan suhu tertentu. Dibagian untuk pendingin (penukar panas) pada Evaporator dan
manakah tempat yang tepat untuk Insenerator.
penyimpanan sediaan tersebut ? (Purwantara, “Pengoperasian Chiller Untuk Penunjang
Managemen Tata Udara IPLR”, Hasil Pnelitian dan Kegiatan
PTLR 2001, PTLR 2001, PTLR-Batan, Serpong, 2001).

25. Seorang apoteker yang menjabat sebagai a. Sentralisasi Sistim distribusi dipelayanan dapat dilakukan dengan cara:
IFRS THT tipe C akan menetapkan b. Desentralisasi Sentralisasi : Penyimpanan dan pendistribusian perbekalan
sistem distribusi obat untuk rumah sakit c. UDD (unit dose farmasi dipusatkan pada satu tempat di instalasi farmasi( unit
tersebut. Jumlah tempat tidur pasien 150 dispensing) /bagian distribusi perbekalan farmasi)
dan BOR 60%. jumlah kunjungan pasien d. Floor stock
rawat jalan 100 orang per hari akan e. Kombinasi UUD dan Desentrilisasi : Pelayanan farmasi mempunyai cabang
tetapi, rumah sakit tersebut hanya individual prescribing didekat unit pelayanan /ruang rawat yang disebut
memiliki dua orang apoteker dan lima depo/satelit farmasi.
orang TTK. Apakah sistem distribusi
yang tepat untuk rumah sakit tersebut? UDDS (Unit Dose Dispensing System)
Pendistribusian sediaan farmasi, alkes, BMHP
berdasarkan resep perorangan yang disiapkan dalam unit
dosis tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali
dosis/pasien.

Sistim persediaan lengkap diruangan (floor stook):


Pendistribusian sediaan farmasi, alkes, BMHP, untuk
persediaan diruang rawat dalam jenis dan jumlah yang
dibutuhkan

Individual presciption (IP):


Pendistribusian sediaan farmasi, alkes, BMHP
berdasarkan resep perorangan/ pasien rawat
jalan dan rawat inap melalui instalasi farmasi

Pendistribusian sediaan farmasi, alkes, BMHP bagi pasien


rawat inap dengan menggunakan kombinasi UDDS dan IP

PMK 58 tahun 2014)tentang standar pelayanan


kefarmasian di rumah sakit)

26. Seorang apoteker di bagian R&D industri a. Pemanasan kering Sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan cara
obat tradisional sedang melakukan isolasi dengan oven
jamu rendofit dari ranting mindi b. Pemanasan kering 1. Pemanasan kering
(Azadrictaindica), sebagai langkah awal dengan pemijaran a. Udara panas dengan oven.
untuk mencari sumber antibiotika baru. c. Pemanasan basah Yang termasuk dalam bahan ini adalah
Elisator yang digunakan dalam penelitian dengan perebusan minyak, lemak, paraffin petrolatum cair,
tersebut adalah serbuk kering ranting d. Pemasahan basah gliserin, serbuk steril seperti talk, kaolin, Zno
mindi dan harus di sterilkan sebelum dengan pasteurisasi dan bebrapa obat yang lain
digunakan. Apakah metode sterillisasi e. Pemanasan basah b. Minyak dengan penangas lain
fisik yang tepat digunakan untuk dengan autoklaf Bahan kimia dapat disterilkan dengan
menstrilkan elisator tersebut?
mencelup dengan penagas yang berisi minyak
mineral pada suhu 162 °C
c. Pemijaran langsung
Dapat digunakan untuk mensterilkan spatula
logam, batang, gelas, filter logam bekerfield
dan filter bakterilainya

Sterilisasi panas kering cocok untuk cairan bukan air atau


serbuk kering . proses ini hendaklah dilakukan dengan
menyerkulasikan udara dalam kamar sterilisasi dan menjaga
tekanan positif untuk mencegah masuknya udara tidak steril.
Proses ini juga digunakan untuk menghilangkan pirogen, uji
tentang menggunakan endotoksin, hendaklah dilakukan
sebagai bagian dari validasi
( sterilisasi kimia 2009 dan Cara Pembuatan Obat yang
Baik 2006)
27. Seorang apoteker sedang menetapkan kadar a. 1,1 mg/ml Diketahui
paracetamol mengunakan KCKT dengan data b. 2,2 mg/ml *prngenceran 200 kali
sbb: luas area larutan uji parcetamol adalah c. 3,3 mg/ml *konsentasi 10 µ
26.400. konsentrasi paracetamol ,sedangkan d. 4.4 mg/ml Jawab
luas area paracetamol standar adalah 24.000. e. 5,5 mg/ml 200 x 10 µ = 2000µ/ml
konstrasi paracetamol standaar yang 2000µ/ml x1000 mg = 2mg
digunakan adalah 10µ/ml dengan Luas area PCT (1) = 26.400
pengenceran 200 kali. Berapa paracetamol Luas area PCT (2) = 24.000
dalam larutan uji? Jadi : 26.400 x 2
24000
=2,2 mg/ml
28. Seorang apoteker dibagian R&D suatu a. Virus yang dinaktivasi Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa
industri farmasi sedang mengembangkan oral b. Virus yang mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang
polio vaccine (OPV) type attenuated dan dilemahkan dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin
membutuhkan bahan aktif untuk c. Nukleotida virus mikroorgnisme yang telah diolah menjadi toksoid atau
produksinya. Apakah bahan aktif yang tepat d. Protein virus protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainya,
digunakan untuk vaksin tersebut?
e. Toksoid virus yang diberikan pada seseorang menimbulkan kekebalan
spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu (Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
2017 tentang Penyelengaraan Imunisasi)
29. Seorang dokter berdiskusi dengan a. 2 minggu Menurut dipiro halaman 254 disebutkan bahwa untuk
seorang apoteker mengenai tatalaksana b. 4 minggu pengobatan peptic ulcer omeprazol diberikan minimal 7 hari,
terapi tukak peptic untuk pasiennya (laki- c. 6 minggu 1-14 hari dianjurkan untuk pengobatan. Jika parah
laki, usia 35tahun). Kondisi tukak peptic d. 8 minggu omeprazol diberikan 20-40 daily
pasien sudah parah salah satu obat yang e. 10 minggu
akan diresepkan dokter adalah omeprazol
kapsul 20 mg/hari. Dokter meminta
rekomendasi apoteker mengenai durasi
pengobatan yang akan diberikan kepada
pasien. Apakah rekomendasi yang tepat
disampaikan kepada dokter tersebut?
30. Seorang dokter disuatu Rumah Sakit akan a. 1 bulan Menurut jurnal defisiensi asam folat, menurut sari pediatric
meresepkan tablet asam folat 1000 𝜇𝑔 b. 2 bulan tahun 2002 disebutkan bahwa untuk penderita hamil dan
untuk pasiennya (Perempuan, usia 48 c. 3 bulan anemia karena difesiensi asam folat maka lama pemberian
tahun, penderita anemia karena difesiensi d. 4 bulan asam folat selama 1 bulan.
folat) dan meminta informasi dari e. 5 bulan
apoteker mengenai durasi terapi obat ini
dalam pengobatan anemia. Apakah
informasi yang tepat disampaikan kepada
dokter tersebut?
31. Seorang laki-laki, 29 tahun, a. Amoksisilin 500mg 3 Menurut Dipiro halaman 437 disebutkan bahwa gonore yang
memeriksakan diri ke dokter dengan kali sehari dan disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae tanpa komplikasi
keluhan utama pembengkakan skrotum. metromidazole 500 mg dan terjadi di daerah skrotum rekomendasi pengobatannya
Dari hasil anamnesa dokter mencurigai 2 kali sehari yaitu ceftriaxon 250 mg secara IM atau sefiksim 400 mg
pembengkakan skrotum tersebut karena b. sefiksim 400 mg 1 kali secara peroral dan levofloksasin/azitromicin 500 mg
infeksi gonore dan dokter berdiskusi sehari dan azitromycin peroral 1 kali sehari selama 7 hari.
dengan apoteker untuk pemilihan 500 mg 1 kali sehari
kombinasi antibiotik dan regimen terapi c. Amoksisilin 500 mg 3
yang tepat direkomendasikan untuk kali sehari dan
pengobatan tersebut? doksisiklin 100 mg 2
kali sehari
d. Sefiksim 400 mg 1 kali
sehari dan
levofloksasin 500 mg 1
kali sehari
e. Amoksisilin 500 mg 3
kali sehari dan
levofloksasin 500 mg 1
kali sehari
32. Seorang laki-laki berusia 19 tahun menjalani a. 20 tetes/menit Jumlah kebutuhan cairan ( ml ) = 500 ml
perawatan di rumah sakit karena menderita b. 23 tetes/menit Faktor tetes = 60 tetes/ml
infeksi saluran kemih dengan komplikasi. c. 26 tetes/menit Waktu ( Jam ) = 1hari = 24 jam
Dokter meresepkan levofloksasin infus i.v d. 30 tetes/menit Kecepatan infus yang diberikan = ?
250 mg/hari. Sediaan yang ada adalah e. 33 tetes/menit
levofloksasin vial 500 mg/100 ml. Sediaan Kecepatan infus = Jumlah kebutuhan cairan ( ml ) x Faktor tetes
levofloksasin vial 500 mg/100 ml diencerkan
dengan dekstrosa 5% b/v sebanyak 500 ml Waktu ( jam ) x 60 menit
dan diberikan melalui infuse set mikrodrip ( = 500 ml x 60 tetes/ml
60 tetes/ml ). Berapa kecepatan infus yang 24 jam x 60 menit
tepat disampaikan kepada perawat yang
menangani pasien? = 500 ml x 60 tetes/ml
1440 menit

= 20,83 tetes/menit
33. Seorang pasien, laki-laki, usia 58 tahun, BB a. 0,36 ml Dosis BB = 60 kg
60 kg, penderita deep vein thrombosis ( DVT b. 0,48 ml Dosis yang disarankan apoteker = 80 IU/kg BB
), dirawat di suatu rumah sakit, dokter akan c. 0,56 ml Dosis yang tersedia = 10.000 IU/ml dalam kemasan vial 5,0 ml
meresepkan unfractional heparin berdiskusi d. 3,60 ml Jumlah injeksi unfractional heparin yang tepat disiapkan?
dengan apoteker mengenai regimen dosisnya. e. 4,80 ml
Dosis yang disarankan apoteker adalah 80 Dosis BB = 60 kg x 80 IU/kg = 4800 IU
IU/kg BB bolus sediaan yang tersedia adalah Dosis injeksi yang tersedia = 10.000 IU/ml x 5 ml = 50.000 IU
injeksi 10.000 IU/ml kemasan vial 5,0 ml. Sediaan kemasan = 5 ml
Berapakah jumlah injeksi unfractional
heparin yang tepat disiapkan untuk injeksi Jumlah yang disiapkan = 4800 IU x 5 ml = 0,48 ml
secara bolus pada pasien? 50.000 IU
34. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu a. Indikasi Informasi lain yang harus dituliskan pada kemasan botol baru
rumah sakit menerima pesanan tablet CTM b. Jumlah tablet tablet CTM adalah jumlah tablet karena apoteker meletakkan 100
dalam kemasan botol 1.000 tablet. Apoteker c. Dosis tablet CTM ke dalam kemasan botol lain yang lebih kecil untuk
melakukan meletakkan 100 tablet CTM ke d. Nomor distributor memudahkan dispensing sehingga ada peralihan dari kemasan
dalam kemasan botol lain yang lebih kecil e. Nomor batch botol 1.000 tablet ke botol lain yang lebih kecil yang muat 100
untuk memudahkan dispensing. Kemasan tablet jadi penulisan jumlah tablet dalam kemasan botol baru
botol baru tablet CTM tersebut diberi label tersebut diperlukan
nama obat. Apakah informasi lain yang harus
dituliskan pada kemasan botol baru tablet
CTM tersebut?
35 Apoteker di depo rawat inap bangsal a. Individual prescribing Unit Dose Dispensing, yaitu obat-obat yang diminta,
penderita kanker suatu rumah sakit b. Ward Floor Stock disiapkan, diberikan atau digunakan dan dibayar dalam unit
sedang menyiapkan resep tiap paien c. Automatic dispensing dosis tunggal atau ganda, yakni berisi obat dalam jumlah
dalam unit dosis tunggal atau ganda d. Unit Dose Dispensing obat yang telah ditetapkan atau jumlah yang cukup untuk
untuk penggunaan satu kali dosis. Hal ini e. Once daily dose dispensing penggunaan satu kali dosis biasa.
bertujuan untuk mencegah terjadinya
medication error. Apakah metode
distribusi yang dilakukan oleh apoteker
tersebut?

36. Seorang apoteker di industri farmasi akan a. 0,5 g 2/100 X 250 mg = 5 g


membuat sediaan tablet hisap untuk b. 1,0 g
penurun panas dengan formula asetosal c. 5,0 g
80 mg, PVP 2%, talcum 2%, aerosol 2%, d. 25,0 g
aspartame 2% dan laktosa. Bobot teoritis e. 50,0 g
tablet tersebut adalah 250mg dan satu
bets produksi menghasilkan 1.000 tablet.
Berapakah jumlah aspartame yang harus
ditimbang 1 kali siklus produksi?
37. Seorang apoteker di bagian QC suatu a. 1 ml V1 x N1 =
industry farmasi akan melakukan b. 2 ml V1 x 1.000 ppm = 100 ml x 20 ppm
penetapan kadar parasetamol dalam tablet c. 3 ml V1 = (100 ml x 20 ppm)/(1.000
untuk proses IPC selama proses produksi. d. 4 ml ppm)
Paracetamol dibuat dalam bentuk larutan e. 5 ml = 2 ml
induk standar 1.000 ppm yang
selanjutnya akan dibuat dalam seri
konsentrasi (5, 10, 15, 20 dan 25) ppm
menggunakan labu takar 100,0 ml.
Berapakah jumlah larutan induk yang
harus diambil untuk membuat larutan
parasetamol 20 ppm?
38. Seorang apoteker bagian QC suatu a. Mencari waktu tercepat Penentuan Operating Time (OT)
industri farmasi akan melakukan dalam pengukuran TUJUAN : untuk mengetahui waktu pengukuran yang stabil
pengukuran kadar kloramfenikol dalam b. Menentukan waktu reaksi yaitu saat sampel bereaksi sempurna dengan reagen warna .
sediaan tablet dengan menggunakan yang stabil Waktu kerja ditentukan dengan mengukur hubungan antara
metode spektrofotometri visibel. Sebelum c. Mencari waktu terjadinya waktu pengukuran dengan absorbansi larutan
dilakukan pengukuran kadar dalam warna pertama kali (https://aaknasional.wordpress.com/2012/06/08/spektrofoto
sampel, apoteker tersebut melakukan d. Menentukan waktu awal meter-uv-vis/)
proses penetapan operating time. Apakah terjadinya reaksi
tujuan dari proses tersebut? e. Mencari waktu terbentuknya
warna
39. Seorang pasien, perempuan, usia 55 a. Obat diminum sblm makan
tahun, datang ke apotek untuk menebus b. Obat diminum ssdh makan
resep sbb: c. Obat diminum saat perut
R/ Amlodipine tab X kosong
S 1 dd tab 1 d. Obat diminum bersama
Apakah informasi yang tepat diberikan makanan
agar obat berefek maksimal? e. Obat diminum satu jam
setelah makan https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amlodipine/?typ
e=brief&mtype=generic
40. Seorang pasien perempuan, usia 30 a. Apakah sedang FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat)
tahun, penderita diare infeksi, menggunakan pil KB? mengkategorikan cotrimoxazole kedalam kategori Cdengan
mendapatkan resep sbb: b. Apakah sedang hamil penjelasan sebagai berikut :
R/ Cotrimoxazole tab I No X c. Apakah sedang menyusui Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan
S 2 dd tab I d. Apakah sedang efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang
R/ Oralit X menggunakan obat memadai dan terkendali dengan baik pada manusia,
Suc hormonal? namun jika potensi keuntungan dapat dijamin,
Apoteker menanyakan beberapa e. Apakah ada riwayat alergi
penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan
informasi kepada pasien untuk terhadap obat golongan
menghindari DRP’s pasien. Apakah penisilin? meskipun potensi resiko sangat besar.
informasi yang relevan ditanyakan Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran
keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena
kepada pasien untuk mencegah DRP’s
penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum
pasien tersebut?
dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung
cotrimoxazole untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan
dokter.(https://www.farmasiana.com/cotrimoxazole/cotrimoxaz
ole)
41. Seorang apoteker di IFRS menerima dan a. Pilihan AB tdk tepat Triple therapy untuk pengobatan tukak lambung adalah
melakukan skrining atas resep dokter b. Dosis omeprazole kurang PPI,clarythromycin 500 mg 2 kali sehari dan amoxicillin 1
untuk pasien (perempuan, usia 24 tahun, c. Durasi pengobatan kurang gram 2 kali sehari atau metronidazole 500 mg 2 kali
penderita gastric ulcer karena infeksi H. d. Dosis amoxicillin kurang sehari.pengobatan dilakukan selama 14 hari.Bagi pasien
Pylory). Obat yang terdapat dalam resep e. Double AB yang tdk penicillin bisa menggunakan amoxicillin,tapi bagi
adlah sbb : pasien yang alergi penicillin bisa menggunakan
R/ Omeprazole caps 20 mg No XIV metronidazole.
S b dd 1 caps ac (Koda Kimble-Applied Therapeutics The Clinical Usev of
Klarithromycin tab 500 mg No XIV Drugs 10th ed 2013 halaman 674)
S b dd 1 caps pc
Amoxicillin caps 500 mg No XIV
S b dd 1 caps pc
Apoteker menenmukan permasalahan
klinis dalam resep. Apakah permasalahan
yang terdapat dalam resep tersebut?

42. Seorang dokter dan apoteker di a. Levofloxacin 500mg 1x Gonnorea : 1st: cefixim, levofloxacin (obatukai.com)
puskesmas berdiskusi untuk menetapkan sehari Cefixime termasuk kategori B
antibiotic yang akan diberikan kepada b. Doksisiklin 100mg 2xsehari Levofloxacin termasuk kategori C jadi pilihan yang tepat
seorang ibu baru melahirkan. Mata bayi c. Ciprofloksacin 500mg 2x Cefixim
yang dilahirkannya lengket serta terlihat sehari
pembengkakan pada kelopaknya dan d. Cefiksim 400mg 1x sehari
dokter mengatakan bahwa bayi tersebut e. Azithromisin 500mg 1x
mengalami konjungtivitis neonatorum sehari Jawaban
akibat penyakit menular seksual sehingga
ibunya harus mendapat terapi antibiotik.
Apakah antibiotic dan regimen terapi
yang tepat direkomendasikan pada dokter
tersebut?

43. Seorang dokter dan apoteker disuatu a. Azythromycin 500 mg Terapi Antibiotika untuk Diare berdasarkan The Treatment of
Diarrhoea: A Manual
rumah sakit berdiskusi untuk menetapkan b. Tetracycline 500 mg For Phycisians And Other Senior Health Workers (Michael, 2003)
antibiotic untuk pengobatan pasien (laki- c. Erythromycin 250 mg Penyebab Cholera
laki, usia 53 tahun, penderita diare d. Ceftriakson 1 gr
Antibiotik pilihan
infeksi),Hasil uji kultur menyimpulkan e. Amoxicillin-clavulanat Doxycycline
Dewasa: 300 mg sekali
bahwa bakteri penyebab infeksi adalah V. 500 mg atau
cholera. Setelah diberikan terapi dengan Tetracycline
Anak-anak: 12.5 mg/kg 4 kali sehari x 3 hari
doxyxyclin 300 mg, hasil pemeriksaan Dewasa: 500 mg 4 kali sehari x 3 hari
leukosit pasien masih tinggi serta gejala atau
Trimethoprim (TMP)
diare belum membaik. Apakah antibiotic Sulfamethoxaxole (SMX)
yang dapat direkomendasikan sebagai Anak-anak: TMP 5 mg/kg dan SMX 25
pengobatan lanjutan untuk pasien mg/kg
2 kali sehari x 3 hari
tersebut? Dewasa: TMP 160 mg dan SMX 800 mg
2 kali sehari x 3 hari

Alternatif
Furazolidone
Anak-anak: 1.25 mg/kg
4 kali sehari x 3 hari
Dewasa: 100 mg
4 kali sehari x 3 hari
atau
Erythromycin
Anak-anak: 12.5 mg/kg
4 kali sehari x 3 hari
Dewasa: 250 mg
4 kali sehari x 3 hari

44. Seorang apoteker di apotik sedang a. 805.500.000,00 HPP= (Persediaan awal +pembelian) – Persediaan akhir
membuat laporan keuangan penjualan b. 851.000.000,00 HPP= (50.500.000+800.500.000) – (45.500.000) =
obat-obatan kardiovaskuler. Hasil stok c. 704.500.000,00 805.500.000
opname produk obat tersebut pada akhir d. 99.000.000,00
tahun 2016 adalah sebesar Rp e. 805.000.000,00
50.500.000,00. Sepanjang tahun 2017,
apotik melakukan pembelian obat-obatan
kardiovaskuler sebesar Rp
800.500.000,00 dan pada akhir tahun
2017, hasil stock opname adalah sebesar
Rp 45.500.000,00. Berapakah Harga
Pokok Penjualan (HPP) produk
kardiovaskuler selama tahun 2017?
45. Seorang Apoteker di apotek sedang a. 14,67 x TOR = Penjualan / ((Persediaan Awal + Persediaan Akhir) /
membuat laporan keuangan penjualan b. 18,67 x 2))
produk estetika danpenyakit kulit. Hasil c. 8,33 x TOR = Rp. 800.500.000 / ((Rp. 500.500.000 + Rp.
stock opname pada akhir tahun 2016 d. 17,60 x 45.500.000)/2))
sebesar Rp. 50.500.000,00. Sepanjang e. 16,78 x TOR = 16,677 x
tahun 2017 apotek ini melakukan
pembelian produk-produk tersebut
sebesar Rp. 800.500.000,00 dan pada
akhirtahun 2017, hasil stock opname
yang dilakukan sebesarRp.
45.500.000,00. Berapa nilai Turn Over
Ratio (TOR) produk estetika dan
penyakitkulit tersebut?
46. Seorang Apoteker di industri farmasi a. 10 menit Alat suntik, jarum dan alat kaca dibebas pirogenkan dengan
sedang mempersiapkan standar prosedur b. 20 menit pemanasan pada suhu 250o C selamatidak kurang dari 30
operasi (SPO) untuk proses depirogenasi c. 40 menit menit (FI edisi IV 1995)
alat-alat gelas untuk produksi infus NaCl d. 60 menit
0,9%. Metode yang ditetapkan adalah e. 120 menit
metode pemanasan menggunakan oven
dengan pengaturan suhu sebesar 250˚C.
Berapakah lama proses dipirogenasi
yangtepat untuk ditetapkan dalam SPO
proses depirogenasi tersebut?
47. Seorangapoteker dibagian R&D suatu a. Pemisahan metabolit aktif Levocetirizine adalah bentuk isomer aktif dari cetirizine,
industri farmasi sedangmelakukan b. Pemisahan anantiomer didapat dari hasil pemisahan enantiometer cetirizine (MIMS)
optimasi sintesis senyawa obat aktif
levocetirizine dari cetirizine. Bahan aktif c. Peninkatan rigiditas
tersebut terbukti lebih aman dan lebih d. Penambahan rantai
poten dibanding cetirizine. Kedua bahan penghubung dua cincin
aktif tersebut memiliki target reseptor e. Penambahan gugus
yang sama. Apakah titik kritis yang harus samping yang polar
dilakukan pada sintesis bahan aktif
tersebut?
48. Seorang apoteker di bagian QC suatu industri a. HETP Waktu retensi adalah waktu yang diperlukan oleh analit dari awal
farmasi melakukan optimasi komposisi dan b. Waktu Retensi kolom sampai ke detektor
kecepatan alir fase gerak campuran dapar c. Jumlah lempeng teoritis
fosfat Ph 4,6 : metanol dengan beberapa d. Faktor Asimetri
perbandingan untuk analisis cefadroksil dan e. Resolusi
cefotaksim. Apoteker mengukur waktu
retensi, resolusi, faktor asimetri, jumlah
lempeng teoritis, dan HETP. Apakah
parameter yang menunjukkan waktu yang
dibutuhkan oleh analit untuk keluar dari
kolom?
49. Seorang pasien, perempuan, usia 28 tahun, a. Pagi hari Satu ovula untuk satu kali pemakaian, cukup digunakan satu kali
menikah, didiagnosa dokter mengalami b. Siang hari sehari dan sebaiknya di malam hari sebelum tidur, tujuannya agar
keputihan dan mendapatkan resep dokter c. Sore hari obat yang dimasukkan kedalam liang miss V bisa terserap habis
dengan obat berbentuk sediaan ovula yang d. Malam hari tanpa ada yang jatuh ke luar. (mediskus.com)
berisi metronidazole 500mg dan nystatin e. Sewaktu-waktu
100.000 IU. Apoteker menyerahkan obat dan
memberikan informasi kepada pasien terkait
dengan waktu penggunaan obat yang tepat
untuk mengoptimalkan efek terapinya.
Kapankah waktu yang tepat untuk
menggunakan obat tersebut?
50. Seorang dokter berdiskusi dengan apoteker a. Piroksikam dan allopurinol Diberikan terapi piroksikam terlebih dahulu untuk
mengenai penggunaan piroksikam 20mg dan diberikan secara bersamaan pembengkakannya setelah itu dilanjutkan dengan allopurinol
allopurinol 300mg sebelum menuliskan resep b. Piroksikam diberikan
untuk pasiennya (laki-laki, usia 42 tahun, telebih dahulu sampai habis
penderita asam urat dengan pembengkakan dan dilanjutkan dengan
pada kedua ibu jari kaki). Kadar asam urat allopurinol
pasien saat ini adalah 10mg/ dl. c. Allopurinol diberikan terlebih
Bagaimanakah prinsip pemberian kedua obat dahulu sampai habis dan
tersebut yang tepat disampaikan kepada dilanjutkan dengan
dokter? piroksikam
d. Pasien hanya diberikan
piroksikam dan tidak perlu
mendapat allopurinol
e. Pasien hanya diberikan
allopurinol dan tidak perlu
mendapatkan piroksikam
untuk asam urat nya. (MIMS)

51. Seorang pasien perempuan usia 40 tahun, A. Dosis Atorvastatin untuk sekali Menurut MIMS frekuensi pemberian Glimepirid satu kali sehari
mendapatkan resep dari dokter sebagai minum terlalu besar dengan dosis maksimal 6 mg/hari.
berikut :  Atorvastatin dosis awal 10 mg atau 20 mg perhari. Dosis
R/ Atorvastatin tab 40 mg B. Frekuensi penggunaan pemeliharaan 40 mg sekali sehari dapat menurunkan nilai
S 1 d d tab 1 Atorvastatin seharusnya dua kali LDL kolestrol >45%. Dosis maksimal 80 mg/hari.
R/ Glimepirid tab 4 mg sehari
S 2 d d tab 1  Dosis Cetirizin 10 mg/hari atau 5 mg dua kali sehari.
R/ Cetirizin tab 5 mg C. Dosis Glimepirid untuk sekali
S 1 d d tab 1
minum terlalu besar
Apoteker melakukan skrining pada resep
pasien dan pasien tersebut menemukan
D. Frekuensi penggunaan
permasalahan. Apakah permasalahan yang
harus dikomunikasikan dengan dokter Glimepirid seharusnya satu kali
penulis resep? sehari
E. Cetirizin dapat menyebabkan
mengantuk dan gangguan
konsentrasi

52. Seorang pasien anak usia 7 tahun baru saja A. Clindamicin Lini pertama untuk pengobatan rhinosinusitis yaitu Amoksiklav.
didiagnosa oleh dokter mengalami (MIMS)
rhinosinusitis akut. Dokter dan Apoteker B. Amoksiklav
berdiskusi untuk memilih antibiotik empiris
yang akan diresepkan untuk pasien tersebut. C. Levofloksasin
Apakah antibiotik lini pertama yang tepat
direkomendasikan? D. Ceftriaxon

E. Doksisiklin

53. Seorang perempuan usia 25 tahun datang ke A. Ibuprofen tab 400 mg Menurut MIMS lini pertama untuk dismenorrhea yaitu golongan
apotek membeli obat untuk mengatasi NSAID ( Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) yaitu
keluhan nyeri bagian perut karena sedang B. Ketoprofen tab 100 mg Ibuprofen tab 400 mg.
haid. Apakah obat yang tepat diberikan pada
pasien tersebut? C. Kalium Diklofenak tab 50 mg

D. Piroksikam tab 10 mg

E. Tramadol HCl tab 50 mg

54. Seorang apoteker di farmasi puskesmas a. khusus yang jelas Glibenklamid dan glipizid merupakan obat LASA sehingga
baru saja menerima droping obat dari Disimpan pada tempat penyimpanannya harus diletakkan tidak berdekatan dan
gudang farmasi kebupaten. Beberapa obat yang mudah diakses diselingi obat lain.
yang diterima adalah glibenklamid dan LASA tidak ditempatkan berdekatan dan harus diberi
oleh setiap orang
glipizid. Bagaimanakah prinsip penandaan khusus untuk mencegah terjadinya kesalahan
penyimpanan yang tepat untuk kedua b. Disimpan pada rak pengambilan obat.
obat tersebut? paling atas dan urut (Permenkes 72, 2016)
abjad
c. Disimpan pada lemari
terpisah dan diberi
tanda yang jelas
d. Diletakkan tidak
berdekatan dan
diselingi obat lain
e. Diletakkan berdekatan
dan diberi penandaan

55. Di rumah sakit dilakukan penelitian a. Rp 20.000.000,- Nilai ACER Azithromycin


terkait biaya dan efektivitas terapi dari /efektivitas
Azithromycin dibandingkan dengan b. Rp 18.000.000,- 6.000.000= 2.000.000
3
Sefotaksim dalam pengobatan CAP /efektivitas
(Community Acquired Pneumonia). Data c. Rp 10.000.000,-
menunjukkan bahwa rata-rata biaya /efektivitas
(presentasi-workshop-perhitungan-CEA-Agustus-2016)
medis langsung terapi dengan d. Rp 2.000.000,-
Azithromycin sebesar Rp 6.000.000,- dan /efektivitas
rata-rata lama rawat inap selama 3 hari. e. Rp 1.000.000,-
Rata-rata biaya medis langsung terapi /efektivitas
dengan Sefotaksim sebesar Rp
4.000.000,- dengan rata-rata lama rawat
inap 5 hari. Berapa nilai ACER (Average
Cost Effectiveness Ratio) Azithromycin?
56. Seorang perempuan datang ke apotek a. 5 Perhitungan serbuk bagi
menebus resep untuk anaknya yang b. 10
berumur 3 tahun dengan resep sebagai c. 15 Sediaan yang dibutuhkan dalam R/ x jumlah puyer yang
berikut: d. 20 akan dibuat : sediaan yang tersedia
R/ Kotrimoksazol 60mg e. 25
CTM ½ tab Kotromoksazol terdiri dari trimetropim dan sulfametoksazol
m.f.da.pulv.dtd no. XX sehingga perhitungannya
S.3.dd. 1 pulv  60mg x 20 (jumlah puyer yang akan dibuat) =
Jika tablet Kotrimoksazol yang tersedia 1200mg
di apotek adalah kotrimoksazol yang  Yang tersedia di apotek 120mg (trimetropim 20mg +
mengandung trimetropim 20 mg dan sulfametoksazol 100mg)
sulfametoksazol 100 mg. Berapa jumlah
tablet kotrimoksazol yang diambil? 1200 𝑚𝑔
 = 10 tab
120 𝑚𝑔

57. Seorang apoteker di bagian R&D suatu a. 4,33


industri farmasi sedang melakukan uji klinik b. 0,231
fase 1 suatu kandidat antibiotik yang sedang c. 3,0 kVd = Cl
dikembangkan dengan tujuan menetapkan d. 4,0
parameter farmakokinetik. Hasil pengujian e. 1,71 T 1/2 = 0,693/ k
mendapatkan data bahwa eliminasi antibiotik
tersebut mengikuti model satu kompartemen k = Cl/Vd
terbuka dengan orde eliminasi pertama.
Volume distribusi antibiotik tersebut adalah = 115,5/500
500 L dengan klirens 115,5 L/jam. = 0,231/jam
Berapakah waktu paruh eliminasi (t 1/2 e) T1/2 = 0,693 / k
antibiotik tersebut? = 0,693 / 0,231
=3

Shargel, L., 2005, Biofarmasetika dan Farmakokinetika Terapan,


Airlangga University Press, Surabaya
Halaman 25 dan 17
58. Seorang dokter meresepkan meropenem a. Dextrose, disimpan Depkes RI, 2009, Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan
injeksi untuk pasien yang menderita maksimal selama 2 jam Penanganan Sediaan Sitostatika, halaman 12
neutropenia febril. Perawat tersebut meminta dalam suhu ruang
informasi kepada apoteker terkait pelarut b. SWFI, disimpan maksimal
yang akan digunakan untuk obat tersebut dan selama 2 jam dalam suhu
cara penyimpanan obat yang tepat. Apa ruang
informasi yang tepat diberikan? c. SWFI, disimpan maksimal
selama 10 jam dalam suhu
dingin
d. Normal saline, disimpan
maksimal selama 4 jam
dalam suhu ruang
e. Normal saline, disimpan
maksimal selama 24 jam
dalam suhu dingin

59. Seorang apoteker di apotek mendapatkan a. Diminum sebelum makan Natrium diklofenak dapat mengiritasi lambung, sehingga
resep yang berisi tablet natrium diklofenak b. Diminum sesudah makan diminum sesudah makan untuk mengurangi efek samping
50 mg sebanyak 20 tablet atas resep dokter c. Diminum saat makan obat tersebut.
untuk pengobatan pasien (perempuan, usia 55 d. Diminum saat perut
tahun, penderita rheumatoid arthritis).
kosong
apoteker tidak menemukan waktu pakai obat
e. Diminum sebelum tidur
yang terdapat dalam resep. Apakah informasi
yang tepat disampaikan terkait waktu pakai
obat kepada pasien?

60. Seorang pasien, laki-laki usia 60 tahun, a. 3,15 mg 63 mg => target pemberian
BB 70 kg, dilarikan ke rumah sakit b. 6,30 mg 100 mg => tersedia
karena mengalami stroke iskemik akut, c. 7,0 mg
dokter akan memberikan alteplase 63 mg d. 56,7 mg 100 𝑚𝑔 63 𝑚𝑔
yang akan diberikan secara injeksi bolus =
e. 63,0 mg 100 𝑚𝑙 𝑥
dan infus intra vena. Apoteker di depo
UGD menghitung kebutuhan dosis obat x = 63 ml ~ 63 mg (e)
tersebut untuk pasien. Alteplase yang
tersedia adalah serbuk alteplase 100 mg
yang direkonstitusi dalam 100 ml SWFI.
Berapakah dosis alteplase yang tepat
diberikan secara injeksi bolus?
61. Seorang pasien, laki-laki usia 56 tahun, a. Atorvastatin Golongan statin : kontraindikasi penyakit liver aktif dan
penderita hyperlipidemia dengan data b. Gemfibrozil
laboratorium kadar kolesterol 260 mg/dl, c. Fenofibrate kronis (Obat UKAI, 2018).
trigliserida 220 mg/dl dan HDL 40 mg/dl d. Kombinasi simvastatin
mengalami efek samping simvastatin dan ezetimibe Golongan asam fibrat : kontraindikasi gangguan ginjal dan
berupa penurunan fungsi hati dan e. Ezetimibe
myalgia. Dokter berencana akan hati parah (Obat UKAI, 2018).
mengganti obat pasien dan meminta
apoteker untuk memilihkan obat yang Ezetimibe : Gangguan hati penyesuaian dosis tidak
tepat dan aman bagi pasien. Apakah obat
yang tepat disarankan kepada dokter diperlukan dalam disfungsi hati ringan (Drug
tersebut?
Information Handbook 17th edition, 2008-2009)

62. Seorang perempuan (45 tahun) datang ke a. Tidak memberikan obat Memberikan obat tidur yang lain, misalnya LELAP karena
apotek dengan keluhan susah tidur dan b. Menyarankan pasien ke obat lelap termasuk obat herbal terstandar dan boleh
sering pusing selama 2 minggu terakhir. dokter diberikan tanpa resep dokter.
Pasien ke apotek ingin membeli obat c. Memberikan obat tidur
CTM. Apakah tindakan yang tepat yang lain
dilakukan oleh apoteker tersebut? d. Menyarankan pasien
banyak istirahat
e. Memberikan obat
sesuai keinginan pasien
63. Seorang pasien laiki-laki berusia 45tahun a. Nalokson Saat ini, pengatasan overdosis paracetamol yang cukup terbukti
dibawa ke IGD Rumah Sakit karena diduga ampuh adalah dengan penggunaan N-acetylcystein, baik oral
mengalami keracunan obat paracetamol. b. N-asetilsistein maupun secara intravena. Antidot (antiracun) ini mencegah
Keluarga pasien menyatakan bahwa pasien kerusakan hepar akibat keracunan paracetamol dengan cara
tersebut telah meminum tablet paracetamol c. Dimerkaprol menggantikan glutation.
sebanyak 20 butir sekitar 8 jam sebelum d. Natrium tiosulfat (https://www.scribe.com/doc/213836218/farmakologi-
dibawa ke RS. Apoteker di depo UGD mekanisme-toksikologi-paracetamol)
berdiskusi dengan dokter untuk menetapkan e. Atrofin sulfat Menurut FDA untuk pengobatan konsumsi acetaminophen akut,
antidote untuk pasien tersebut. Apakah Acetylcystein oral dengan loding dose sebesar 140 mg/kg BB,
antidot yang tepat direkomendasikan dosis pemeliharaan 70 mg/kg BB setiap 4 jam untuk 17 kali dosis
dengan total durasi terapi adalah 72 jam, loding dose intravena
adalah 150 mg/kg BB selama 15 sampai 60 menit, diikuti infus
12,5 mg/ kg BB/ jam selama 4 jam, dan 6,25 mg/kg BB/jam
selama periode 16 jam. Dosis tidak memerlukan penyesuaian
unruk gangguan ginjal atau hati atau untuk dialisis.
(KJ Heard - New England Journal Of Medicine, 2008)
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2637612/)
64. Sebuah apotek membeli swinghaler dengan a. 10% 10%(1,1); 15%(1.15); 20%(1.2); 25%(1.25); 30%(1.3).
harga Rp.110.000 (belum termasuk PPN) HNA= Harga Netto Apotek
swinghaler tersebut dijual dengan harga Rp. b. 15% Mark up = % keuntungan yang ditetapkan
145.200 kepada pasien. Berapa margin yang PPN(10%) = Pajak Pertambahan Nilai
ditetapkan oleh aptek tersbut c. 20% HJA = Harga Jual Apotek
d. 25%
HJA = HNA x PPN x Mark up
e. 30% HJA = 110000 x1,1(10%) x1,2(20%)
HJA = 145.200
65. Seorang prempuan, usia 18 tahun, datang ke a. 1 minggu
apotek unuk menebus resep yang berisi
sebagai berikut: b. 2 minggu
R/ asam salisilat 2
Sulfur 4 c. 4 minggu
Vaselin 94 d. 3 bulan
S.u.e
-da 20 gram- e. 6 bulan
Apoteker menyerahkan obat kepada pasien
dan memberikan iformasi batas waktu
maksimal penggunaan obat tersebut (BUD)
brapakah BUD sediaan obat tersebut dari
waktu peracikan ?

(http://m-rifqi-rokhman.staff.ugm.ac.id/2016/12/10/beyond-use-
date-bud-obat-racikan/)
66. Seorang apoteker dibagian R & D industri a. Cetak langsung -Cetak atau kempa langsung dilakukan apabila :
farmasi melakukan optimasi formula sediaan b. Granulasi kering 1.Jumlah zat berkhasiat pertablet cukup untuk dicetak
tablet dengan formula yang berisi c. Granulasi basah 2. zat berkhasiatnya dapat mengalir bebas dengan baik
paracetamol, kafein, avicel pH 101, kolidon d. Fast melt granulation 3. zat berkhasiat berbentuk kristal yang dapat mengalir bebas,
CL, kolidon 30, dan PEG 6000. Bahan-bahan e. Foam granulation misalnya tablet heksamin, tablet NaCl, tablet KMnO4
tersebut dicampur dan dicetak dengan
kekuatan kompressi yang tinggi. Apakah - Granulasi kering dilakukan dengan mencampurkan zat
metode pembuatan tablet yang digunakan berkhasiat, pengisi, dan pengahancur, dan ditambahkan zat
oleh apoteker tersebut? pengikat dan pelican bilaperlu agar menjadi massa serbuk yang
homogen. Setelah itu masa serbuk dikempa pada tekanan tinggi
menjadi tablet besar yang belum memiliki bentuk yang baik,
kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul kemudian
dikempa kembali dan dicetak sesuai ukuran tablet yang
diinginkan, kelebihannya yaitu tidak diperlukannya panas dan
kelembaban dalam proses granulasi kering.

- Granulasi basah dilakukan dengan mencampurkan zat


berkhasiat, pengisi, dan pengahancur dicampur dengan baik dan
homogen, lalu dibasahi dengan larutan bahan pengikat dan
ditambah bahan pewarna bila perlu. Setelah itu campuran diayak
menjadi granul dan dikeringkan dalam lemari pengering pada
suhu 40-50 C ͦ , setelah kering campuran diayak lagi kemudian
ditambahkan bahan pelican dan dicetak menjadi tablet dengan
mesin tablet.

(Syamsuni, 2005, farmasetika dasar dan hitungan farmasi,


halaman 83-84).
67. Seorang apoteker yang bekerja pada bagian a. Diluent Persyaratan waktu hancur untuk tablet tidak bersalut adalah
quality control suatu industri farmasi b. Glidant kurang dari 15 menit, sedangkan untuk tablet bersalut gula atau
melakukan in process control pada saat c. Antiadherent bersalut selaput tidak lebih dari 60 menit.
proses produksi tablet paracetamol 500 mg. d. Lubricant
Hasil pengujian tersebut menyimpulkan e. Disintegrant (Syamsuni, 2005,farmasetika dasar dan hitungan farmasi, halaman
bahwa waktu hancur tablet sebesar 20 menit. 87).
Apakah bahan tambahan dalam formulasi
tersebut yang perlu dievaluasi?
68. Seorang apoteker di industri farmasi sedang a. Tablet salutgula -Tablet salut gula disalut dengan guladari suspense dalam air
melakukan formulasi tablet omeprazol. Sifat b. Tablet salutenterik mengandung serbuk yang tidak larut seperti pati, talk, kalsium
dari bahan aktif omeprazol yaitu tidak tahan c. Tablet salut film karbonat atau titanium dioksida yang disuspensikan dengan
terhadap lingkungan asam dan memiliki pKa d. Tablet salutselaput gomakasia atau gelatin, kelemhannya yaitu lamanya waktu
4. Apa jenis sediaan tablet yang tepat untuk e. Tablet salutkempa penyalutan, dan perlu penyalit yang tahan air sehingga
formulasi tablet omeprazol tersebut? memperlambat disolusi dan memperbesar bobot tablet.
-Tablet salut enterik adalah tablet lepas-tunda jika obat dapat
rusak atau inaktif karena cairan lambung atau dapat mengiritasi
mukosa lambung, diperlukan penyalut enterik yang bertujuan
untuk menunda pelepasan obat sampai tablet melewati lambung.
-Tablet salut film
-Tablet salut selaput disalut dengan hidroksi propil metil selulosa,
metil selulosa, hidrosi propil selulosa, Na-CMC dan campuran
selulosa asetat ftalat dengan PEG yang tidak mengandung air atau
mengandung air.
-Tablet salut kempa adalah tablet yang disalut secara kempa cetak
dengan massa granulat yang terdiri dari laktosa, kalsium fosfat
dan zat lain yang cocok. Tablet ini sering digunakan untuk
pengobatan repeat action.

(Syamsuni, 2005, farmasetika dasar dan hitungan farmasi,


halaman 80-82).
69. Seorang pasien di depo rawat jalan RS Sehat a. Kotak Obat Insulin yang sudah digunakan (pen, cartridge atau botol) disimpan
datang membawa resep yang mengandung b. Lemari Pendingin pada suhu kamar (15 - 30°C) maksimal 1 bulan setelah pemakaian
insulin kerja pendek. Pasien diketahui baru c. Suhu Ruangan pertama, dan belum kadaluwarsa. Sedangkan insulin yang belum
pertama kali menggunakan insulin tersebut. d. Tempat Lembap dibuka disimpan di dalamkulkas/ lemari pendingin pada suhu 2 –
Apakah informasi cara penyimpanan yang e. Freezer 8°C tetapi jangan disimpan di dalam freezer.
sangat penting disampaikan kepada pasien? ( Sumber: PERKENI )
70. Seorang perempuan, usia 37 tahun, datang ke a. 2x sehari 1 tablet 1 hari Penggunaan Primolut N untuk penundaan menstruasi yaitu
apotek menebus resep dokter untuk menunda sebelum menstruasi diminum dengan dosis 5 mg 3x sehari 1 tablet 3 hari sebelum
haid karena akan berangkat melakukan b. 2x sehari 1 tablet 2 hari menstruasi.
ibadah Haji. sebelum menstruasi ( Sumber: MIMS)
R/ Primolut N LX c. 2x sehari 1 tablet 7 hari Sedangkan sumber lain menyebutkan bahwa dengan memimum
S prn sebelum menstruasi pil yang mengandung noretisteron ( Primolut N) 2x sehari 1
Kapankah dan berapa kalikah pasien tersebut d. 3x sehari 1 tablet 1 hari tablet sekitar 7-10 hari sebelum menstruasiyang diperkirakan
harus minum obat agar selama 3 minggu sebelum menstruasi datang, akan mampu menunda datangnya menstruasi dan bila
kedepan tidak menstruasi? e. 3x sehari 1 tablet 7 hari dihentikan pemakaiannya maka tiga hari kemudian menstruasi
sebelum menstruasi yang dikehendaki biasanya akan datang.
( Sumber: http://academia.edu/6762245/
Penggunaan_Noretisteron_untuk_Pengaturan
_Haid_saat_Haji_dan_Umrah?auto=download)
71. Seorang pasien, ibu hamil usia 33 minggu, a. Diazepam Pemilihan terapi antikejang pada ibu hamil yang mengalami pre
didiagnosa dokter mengalami pre eklamsia b. Fenobarbital eklamsia yang tepat adalah magnesium sulfat.
berat. Hasil pemeriksaan laboratorium c. Fenitoin Dapat dilihat dari tingkat keamanan obat tersebut jika diberikan
diketahui pasien mengalami trombositopenia, d. Carbamazepin untuk ibu hamil, yaitu:
peningkatan enzim hepatik, dan penurunan e. Magnesium Sulfat 1. Untuk Diazepam, Fenobarbital, Fenitoin, Carbamazepin
angka platelet. Dokter menyatakan pasien termasuk dalam obat grade D, artinya ada bukti positif
memiliki resiko tinggi mengalami kejang dan tentang risiko janin manusia, namun manfaat dari
meminta pendapat apoteker untuk pilihan penggunaan pada wanita hamil dapat diterima walaupun
terapi antikejang yang tepat. Apakah obat berisiko ( misalnya jika obat tersebut dibutuhkan dalam
yang tepat direkomendaikan? situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius
dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau
tidak efektif).
2. Untuk Magnesium Sulfat termasuk dalam obat grade C,
artinya studi pada hewan telah mengungkapkanbefek
buruk pada janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada
wanita. Obat harus diberikan hanya jika manfaat lebih
potensial daripada potensi risiko pada janin.
( Sumber: MIMS)
72. Seorang pasien sedang menjalani pengobatan a. Rifampisin Efek samping ethambutol yang muncul antara lain gangguan
TB dan mendapat obat rifampisin, Isoniazid, b. Isoniazid penglihatan dengan penurunan visual, buta warna dan
Pirazinamid, Etambutol, dan streptomisin. c. Pirazinamid penyempitan lapangan pandang. Gangguan awal penglihatan
Pasien tersebut datang ke rumah sakit dengan d. Etambutol bersifat subjektif; bila hal ini terjadi maka etambutol harus segera
keluhan mengalami pandangan kabur. e. Streptomisin dihentikan. Bila segera dihentikan, biasanya fungsi penglihatan
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, akan pulih. Reaksi adversus berupa sakit kepala, disorientasi,
dokter dan apoteker menyimpulkan bahwa mual, muntah dan sakit perut. (Depkes RI, 2005,
pasien mengalami efek samping obat TB. PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT
Apakah obat TB menyebabkan efek samping TUBERKULOSIS)
tersebut? Efek samping Ethambutol yang tersering adalah toksisitas yang
terjadi pada mata dan pencegahan terhadap munculnya efek
samping ini masih merupakan kontroversi. Penelitian pada hewan
ditemukan bahwa ethambutol memiliki efek toksik pada serabut
saraf di ganglion retina.
Ethambutol : Gangguan penglihatan
Streptomisin : Gangguan pendengaran & keseimbangan
Pirazinamid : Peningkatan asam urat
Isoniazid : Neuritis perifer (Kesemutan / kebas )
Rifampisin : Sekresi cairan tubuh berwarna merah

73. Seorang ibu datang ke apotek untuk membeli a. 0,50 mL Diketahui dosis = 10mg/KgBB/hari
ibuprofen drop 50mg/1,25ml untuk b. 0,67 mL Dosis sehari = 10 mg/kg BB x 9 kg = 90 mg
mengobati gejala demam anaknya (laki-laki, c. 0,75 mL Dosis sekali minum = 90mg : 3 = 30mg
usia 1 tahun, BB 9kg). Dosis obat tersebut d. 1,0 mL Dosis ibuprofen anak sekali = 30mg : 50mg x 1,25 mL = 0,75 mL
untuk anak-anak adalah 10mg/KgBB/hari. e. 1,25 mL
Apoteker menyampaikan aturan pakai obat
yaitu 3 x 1 hari bila demam. Berapakah
volume ibuprofen drop yang dapat
disampaikan kepada ibu tersebut untuk satu
kali pemakaian?

74. Seorang apoteker di gudang Farmasi a. -150C – (-25) 0C (IPV) = Inactivated Poliovirus Vaccine IPV
kabupaten baru saja menerima vaksin IPV b. 0 0C – 2 0C dalam pengiriman dan penyimpanan harus dalam suhu 2 – 8 0C
dan menyimpannya sesuai dengan tingkat c. 2 0C – 8 0C
stabilitas sediaan. Berapa suhu penyimpanan d. 8 0C – 15 0C
yang tepat untuk vaksin tersebut? e. 15 0C – 25 0C

Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi, Depkes RI, 1992,


75. Seorang apoteker di Puskesmas melakukan a. 1 vial Metode yang digunakan adalah metodejus in time yaitu barang
perencanaan injeksi serum anti bisa ular. b. 2 vial yang dibutuhkan ada saat dibutuhkan dan tidak ada saat tidak
Tahun lalu penggunaan obat ini hanya1 vial c. 5 vial dibutuhkan. Metode ini digunakan untukobat-obat yang jarang
dengan sisa stock 10 vial yang telah d. 10 vial dipakai serta memiliki waktu kadaluarsa yang pendek. Tetapi pada
kadaluarsa. Diketahui lead time obat adalah 1 e. 12 vial kasus sudah terdapat data penggunaan obat tahun lalu yaitu 1 vial.
bulan. Berapakah jumlah injeksi serum anti Sehingga pemesanan tahun berikutnya adalah 1 vial.
bisa ular yang tepat diadakan tahun depan? (di ambil dari jurnal ancelmatini Nurwulandari yang berjudul
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE
PARETO ABC DAN OPTIMASI KUALITATIF)
76. Seorang apoteker dibagian QC suatu industry a. Analis 1 Syarat Parameter Validasi :
farmasi memimpin validasime b. Analis 2 1. Nilai RSD = <2%
todespektrofotometri untuk analisis c. Analis 3 2. Nilai Recovery = ±2% (98%-102%)
ketoprofen yang dikerjakan oleh 5 orang d. Analis 4 3. NilaiKoefisienKorelasi = 0,9950
analis, dan diperoleh data sebagai berikut. e. Analis 5 (PPOP_CPOB jilid I, bacamulaidarihalaman 498)
Paramet
Analis Analis Analis
er Analis 1 Analis 5
2 3 4
Validasi A. Analis 1, RSD memenuhi persyaratan, recovery tidak
Presisi,
KV/RSD 1,10 2,10 0,89 1,01 5,01 memenuhi persyaratan, dan koefisien korelasi tidak
(%)
Recovery
memenuhi syarat
96,82 99,66 79,23 99,50 75,24
(%) B. Analis 2, RSD tidak memenuhi persyaratan, recovery
Koefisien
Korelasi 0,8985 0,9985 0,9989 0,9991 0,9992 memenuhi persyaratan, dan koefisien korelasi memenuhi
/r persyatan
Manakah hasil validasi yang memenuhi C. Analis 3, RSD memenuhi persyaratan, Recovery tidak
parameter yang baik? memenuhi persyaratan, dan Koefisien korelasinya
memenuhi persyaratan
D. Analis 4, RSD memenuhi persyaratan, recovery memenuhi
persyaratan, dan koefisien relasi memenuhi persyaratan
E. Analis 5, nilai RSD tidak memenuhi persyaratan, nilai
recovery tidak memenuhi persyaratan, dan nilai koefisien
korelasi memenuhi persyaratan.

77. Seorang apoteker di bagian produksi suatu a. Mengganti filter udara Non Operasional Operasi
kl Jumlahmaksimumpartikel yang
industri farmasi akan melakukan produksi b. Memperbaiki kompresor diperbolehkan
s
tablet CTM. Setelah dilakukan pengecekan c. Memperbaiki damper ≥0,5 µm ≥5µm ≥0,5 µm ≥5 µm
ruangan, partikel yg ≥ 5µm lebih banyak dari d. Mengganti blower A 3.520 20 3.520 20
B 3.520 20 352.000 2.900
29.000 per meter kubik. Apakah tindakan e. Memperbaiki selang air C 352.000 29.000 3.520.000 29.000
yang tepat dilakukan untuk memperbaiki D 3.520.000 29.000 - -
keadaan tersebut? E 3.520.000 29.000
- -
Jumlah maksimum partikulat udara yang di perbolehkan ruang
untuk pembuatan obat. Jika lebih dari 29.000 maka dilakukan
penggantian filter udarah. Karena filter udara merupakan bagian
dari AHU yang berfungsi untuk mengontrol jumlah partikel udara
78. Seorang apoteker di bagian R&D suatu a. Natrium fosfat tribasa dan Larutan buffer :
industri farmasi akan melakukan uji disolusi asam klorida Asam lemah dengan garamnya (basa konjugasi dari asamnya) atau
terbanding dalam rangka pengembangan b. Asam fosfat dan asam klorida Asam lemah (jumlah lebih banyak) dengan basa kuat
produk baru. Salah satu medium disolusi c. Asam fosfat dan trietilamin Basa lemah dengan garamnya (asam konjugasi dari basanya) atau
yang digunakan adalah larutan buffer fosfat d. Natrium fosfat monobasa dan Basa lemah (jumlah lebih banyak) dengan Asam kuat
pH 6,8. Apakah bahan-bahan yang tepat natrium hidroksida (James Joyce, at all hal 49)
digunakan untuk membuat larutan tersebut ? e. Kalium fosfat monobasa dan
asam sulfat
79. Seorang perempuan, usia 59 tahun a. 10 mg satu kali sehari Alendronat : 5 mg PO once daily or 35 mg PO once weekly
didiagnosis osteoporosis. Pasien diresepkan b. 10 mg dua kali sehari Sehingga apabila 10 mg digunakan dua kali sehari
tablet alendronat. Dokter meminta saran c. 10 mg tiga kali sehari (Medscape)
apoteker berkaitan dengan dosis terapi d. 10 mg satu kali seminggu
alendronat untuk pasien tersebut. Berapa e. 10 mg dua kali seminggu
dosis yang tepat untuk pasien tersebut ?

80. Seorang pasien laki-laki, usia 52 tahun, a. Merekomendasikan pasien Komplikasi terapi insulin yang paling pentig adalah hipoglikemia.
menderita DM sejak 5 tahun, memiliki kada meminta penggantian insulin Sehingga pasien perlu diedukasi.
gula darah 350mg/dl, sehingga dokter kepada dokter (Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus, hal
meresepkan insulin untuk pertama kalinya b. Meminta pasien melakukan 33)
bagi pasien. Pasien datang menemui apoteker self-moitoring blood glucose
instalasi farmasi setelah menggunakan secara berkala Pada soal, Pasien tidak mau makan karena khawatir dapat
insulin dengan keluhan sering gemetar, c. Menjelaskan lokasi meningkatkan kadar gula darahnya sehingga pasien mengalami
pusing dan berkeringat dingin. Pasien tidak penyuntikan insulin secara hipoglikemia sehingga perlu menginformasikan penggunaan
mau makan karena khawatir dapat rotasi insulin setelah makan agar tidak terjadi hipoglikemia.
meningkatkan kadar gula darahnya. Apakah d. Menginformasikan
saran yang tepat terkait dengan permasalahan penggunaan insulin setelah
tersebut ? makan
e. Merespon pasien untuk segera
ke IGD RS
81. Seorang laki-laki, usia 40 th, a. sodium laureth sulfate  sodium laureth sulfate :Sodium lauryl sulfate (SLS), SLS
direkomendasikan oleh apoteker di apotik b. dimethicone adalah jenis surfaktan yang sangat kuat dan umum
menggunakan shampo yang mengandung c. citrid acid, digunakan dalam produk-produk pembersih noda minyak
selenium sulfida, sodium laureth sulfate, d. selenium sulfide dan kotoran.
sodium klorida, dimethicone, h.methyl e. sodium citrate  Dimethicone : untuk perawatan Rambut agen pendingin,
selulose, citrid acid, sodium citrate, dan Agen pendingin kulit, Sementara melindungi dan
bentonikel untuk menghilangkan menghilangkan kulit pecah-pecah atau retak dan kondisi
ketombe. Apakah komponen dalam lainnya.
shampoo tersebut yang berhasiat  citrid acid : bahan pengawet yang baik dan alami, selain
menghilangkan ketombe? digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan
dan minuman ringan.
 selenium sulfida : Bekerja dengan cara menekan
pembentukan dan pengelupasan kulit kepala
sodium citrate : pengatur keasaman, atau zat pemantau pH,
merupakan aditif makanan yang ditambahkan untuk
mengubah atau mem-pertahankan pH (keasaman atau
kebasaan).
82. Seorang pasien perempuan Usia 50 th, a. Menolak permintaan pasien DAFTAR OWA NO.3
datang ke apotik untuk membeli tablet secara sopan Sistem muskuloskeletal
allupurinol 100 mg tanpa resep dokter b. Meminta pasien untuk 1. Alopurinol (Antigout) Maksimal 10 table 100 mg
untuk mengatasi keluhan nyeri pada periksa kedokter (Pemberian obat hanya atas dasar pengobatan ulangan
kakinya, berdasarkan informasi yang c. Memberikan tablet dari dokter)
disampaikan pasien, pasien memiliki allupurinol sebanyak 3 tablet 2. Diklofenak natrium (Antiinflamasi dan antirematik)
riwayat penyakit asam urat dan pernah d. Memberikan tablet Maksimal 10 tablet 25 mg (Pemberian obat hanya atas
menggunakan obat tersebut atas resep allupurinol sebanyak 10 dasar pengobatan ulangan dari dokter)
dokter. Apakah tindakan yang tepat tablet 3. Piroksikam (Antiinflamasi dan Antirematik Maksimal)
dilakukan? e. Memberikan tablet 10 tablet 10 mg
allupurinol sebanyak 20 (Pemberian obat hanya atas dasar pengobatan ulangan
tablet
dari dokter)

(Daftar Obat Wajib Apotik No.3)


83. Seorang apoteker di suatu klinik a. Memicu pelepasan insulin Glibenclamide (Sulfonil urea)
pengobatan menyerahkan tablet oleh sel beta pankreas Sulfonylureas exert hypoglycemic action by stimulating
glibenclamide 5 mg sebanyak 30 tablet b. Menghambat penyerapan
pancreaticsecretion ofinsulin.
atas resep dokter kepada seorang pasien karbohidrat
(laki-laki, usia 49 th, penderita DM tipe c. Menghambat aktivitas
2) bagaimanakah prinsip kerja obat yang enzim glucosidase Aksi hipoglikemi dari sulfonylurea yaitudengan cara
diterima oleh pasien tersebut? d. Mengurangi proses
meningkatkan sekresi insulin di pangkreas.
glukoneogenesis
e. Meningkatkan sintesis (pharmachotheraphy hanbook, chapter 19, hal 165)
reseptor insulin
84. Seorang apoteker di apotek malakukan a. Rp. 37.375/tube Harga dalamfaktur + PPN = Rp.250.000 x (10 % x 250.000)
penetapan harga betametason cream 5 gr. b. Rp. 36.750/tube = Rp.275.000
Harga yang tertera dalam faktur adalah c. Rp. 35.375/tube Untuk 10 tube = Rp.275.000 : 10 = Rp. 27.500
Rp. 250.000,- (belum dikenai PPN 10%) d. Rp. 34.375/tube Margin 25 % = (25% x Rp.27.500) + Rp.27.500
untuk 10 tube. Apotek menetapkan e. Rp. 33.750/tube = Rp.34.375
margin sebesar 25% untuk obat tersebut.
Berapakah harga jual yang tepat untuk
obat tersebut?
85. Seorang apoteker disuatu rumah sakit a. Nilotinib menghasilkan Overall survival merupakan lamanya waktu baik dari tanggal
melakukan analisis farmakoekonomi outcone sama besar, namun diagnosis atau dimulainya pengobatan untuk suatu penyakit,
penggunaan Nilotinib tablet biaya lebih besar bahwa pasien yang didiagnosis suatu penyakit ini masih
dibandingkan dengan imatinib tabet b. Nilotinib menghasilkan hidup. Dalam uji klinik, mengukur overall survival
dengan data sebagai berikut: Biaya terapi outcome lebih kecil, namun (kelangsungan hidup secara keseluruhan) adalah salah satu
dengan nilotinib Rp 20.000.000,- per biayanya lebih kecil cara untuk melihat seberapa baik treatment yang bekerja.
tahun dengan overall survival 500 hari. c. Nilotinib menghasilkan Jadi jawabannya adalah Nilotinib menghasilkan outcome
Sementara itu, biaya terapi dengan outcome lebih kecil, namun lebih besar, namun biaya lebih besar (E).
imatinib Rp 10.000.000,- per tahun biayanya lebih besar
dengan overall survival 450 hari. Jika d. Nilotinib menghasilkan
dibandingkan dengan imatinib, outcome lebih besar,
bagaimanakah hasil analisis biaya dan namun biaya lebih kecil
outcome nilotinib? e. Nilotinib menghasilkan
outcome lebih besar,
namun biaya lebih besar
86. Seorang apoteker di industry farmasi a. 4,900 mg Pernyataan lebih kurang untuk bobot atau volume zat yang
akan melakukan penetapan kadar b. 4,990 mg digunakan untuk pengujian atau penetapan kadar,
amlodipin dan dalam tablet menggunakan c. 5,005 mg mempunyai makna dalam batas-batas 10% dari bobot atau
instrument Kromatografi Kinerja Tinggi. d. 5,050 mg volume yang ditetapkan, dan perhitungan hasilnya
Langkah yang pertama yang dilakukan e. 5,500 mg didasarkan atas bobot atau volume yang benar-benar
adalah dengan menimbang secara digunakan (Farmakope Indonesia Edisi V hal xlviii).
seksama 5 mg baku amlodipine. Berapa Jadi bobot maksimal yang ditimbang = (10% x 5 mg) + 5 mg
berat maksimal amlodipin yang masih = 5,5 mg
dapat diterima untuk penimbangan
tersebut?
87. Suatu industri farmasi ingin a. Fluconazole Tween 80 merupakan surfaktan nonionik yang dikenal
mengembangkan sediaan topikal b. Minyak kayu putih secara luas penggunaannyauntuk sediaan tropikal dan
mikroemulsi dengan bahan fluconazo, c. Etanol dikenal sebagai turunan polioksilen yang tidak toksis dn
minyak kayu putih, etanol, tween 80, air d. Tween 80 tidak mengiritasi kulit.
suling. Apakah bahan tambahan yanng e. Air suling Untuk membentuk sistem mikroemulsi minyak dalam air
merupakan surfaktan dari formula dibutuhkan surfaktan yangmemiliki rentang HLB 9-20, dan
tersebut? tween 80 cocok digunakan karena memiliki HLB 15 ( Rowe,
2003)Handbook of Pharmaceutical Excipients

88. Seorang apoteker diindustri farmasi akan a. 0,1 mg Ppm = µg/ml


melakukan penetapan kadar pada tablet b. 1 mg 1000 µg/ml = x µg/100 mL
ibuprofen. apoteker melakukan pembuatan c. 10 mg 1000 µg/ml. 100 mL = x µg
larutan induk ibuprofen dengan konsentrasi d. 100 mg X µg = 100.000 µg = 100 mg
1.000 ppm sebanyak 100,0 mL. Berapakah e. 1.000 mg Jadi berat konsentrasi untuk membuat larutan induk tersebut
berat ibuprofen dengan konsentrasi untuk adalah 100 mg
membuat larutan induk tersebut ?

89. Seorang dokter berdiskusi dengan a. Minimal selama 5 hari Gout akut ditandai dengan menjadi spontan dan self-
apoteker mengenal penggunaan b. Minimal selama 4 hari limiting, dan pengobatan harus diarahkan untuk mengurangi
piroxicam 20 mg dan allopurinol 300 mg c. Minimal selama 3 hari rasa sakit dengan cepat dan memulihkan mobilitas sendi.,
untuk pengobatan pasiennya (laki-laki, d. Minimal selama 2 hari NSAID dianggap sebagai pengobatan pilihan untuk serangan
usia 42 tahun, penderita asam urat dengan e. Minimal selama 1 hari gout akut. NSAID sangat efektif dan umumnya memberikan
pembengkakan pada kedua ibu jari kaki). perbaikan yang cukup besar dalam gejala dalam 24 jam.
Kadar asam urat pasien saat ini adalah 10 Kebanyakan pasien lebih baik dari serangan nyeri dalam 5
mg/dL. Dokter meminta informasi sampai 8 hari setelah terapi dimulai.
mengenal durasi penggunaan piroxicam
kepada apoteker untuk pengobatan Piroxicam adalah salah satu golongan NSAID(Textbook Of
penyakit pasien. Apakah informasi yang Therapeutics HERFINDALE CHM)
tepat disampaikan terkait dengan
pertanyaan dokter?

90. Seorang pasien wanita, usia 30 tahun, a. 1 kali sehari, maksimal Menurut MIMS penggunaan metoclorpramide setelah
dirawat dirumah sakit karena mengalami selama 3 hari menjalani radioaktif adalah 3 kali sehari, maksimal selama 5
mual muntah setelah menjalani b. 2 kali sehari, maksimal hari
radioterapi untuk penyakit kanker selama 3 hari
payudara. Dokter akan meresepkan c. 3 kali sehari, maksimal
metoclorpramide HCL 10mg tablet untuk selama 3 hari
mengobati mual muntah tersebut dan d. 2 kali sehari, maksimal
berdiskusi dengan apoteker mengenai selama 5 hari
regimen terapinya.bagaimana fregimen e. 3 kali sehari, maksimal
terapi obat yang tepat direkomendasikan selama 5 hari
kepada dokteruntuk pasien tersebut?
91. Seorang pasien, anak laki-laki usia 3 a. Asam Valproat Asam valproat digunakan sebagai terapi tunggal atau terapi
tahun, baru saja didiagnosa dokter b. Fenitoin tambahan pada pengobatan epilepsi parsial. Dosis asam
mengalami epilepsi parsial berdasarkan c. Carbamezepin valproat untuk anak-anak adalah dosis inisial 10-
pemeriksaan EEG. Dokter berdiskusi d. Diazepam 15mg/kgBB/hari, dinaikan secara bertahap 5-
dengan apoteker untuk menerapkan e. Oxcarbazepin 10mg/kgBB/minggu. Dosis maksimal 60mg/kgBB/hari
tterapi untuk pasien tersebut. Apakah
antiepilepsi lini pertama yang
direkomendasikan untuk pasien tersebut?
92. Seorang pasien, laki-laki usia 40th baru a. fenobarbital Gejala khas adalah myoklonik seperti terkejut pada saat
saja didiagnosa dokter mengalami b. Klonazepin bangun tidur yang diikuti kejang general tonik. Epilepsi ini
juvenile myoclonic epilepsy. Dokter c. Asam Valproat dipicu oleh kelelahan, gangguan tiduratau pengaruh alkohol.
berdiskusi dengan apoteker mengenai d. Levatiracetam Manajemen terapi jenis yang paling efektif adalah denga
obat untuk mencegah serangan yang e. Etoksusimida asam valproat. lini kedua adalah lamotrigine tetapi biasanya
dialami pasien. Apakah obat yang tepat dikombinasi dengan asam valproat karena sam valproat
direkomendasikan pada dokter tersebut? sangat efektif untuk juvenile myoclonic epilepsi
93. Seorang pasien, laki-laki, usia 60 tahun a. Dekstros 40% secara i.v
dirujuk ke rumah sakit dengan keluhan b. Glucagon 1 mg secarai.m
badan terasa lemas, mual dan muncul c. Thiamine 100 mg secara i.v
keringat dingin. Berdasarkan d. Glukosa 30 g secara po
pemeriksaan dokter, pasien dalam kondisi e. Dekstrosa 10% secara iv
sadar dan diketahui nilai kadar gula
pasien 75 mg/dl. Apakah terapi yang
tepat dapat diberikan pada pasien dengan
kondisi sadar tersebut ?
Sumberhttp://ners.unair.ac.id/materikuliah/MP-
HPOHIPERGLIKEMIA.pdf

94. Sebuah rumah sakit akan melakukan a. Insulin Berdasarkan hukum Pareto yang dikutip dari Zaluchu,F.,
pengobatan perbekalan kefarmasian. b. Infus KCL 2008, analisis ABC adalah sebagai berikut :
Diketahui bahwa anggaran yang c. Rifampisin 1. Kelompok A adalah kelompok 70% terbanyak nilai
dialokasikan dalam pengadaan sebesar d. Zatbesi investasinya dan merupakan kelompok barang persediaan
Rp. 20 milyar, ketika daftar pengadaan e. Suplemen anak yang membutuhkan dana investasi yang tinggi.
perbekalan kefarmasian disusun, 2. Kelompok B adalah kelompok yang berada diantara
diketahui bahwa nilai pengadaan yang kedua kelompok (20%) dan merupakan kelompok barang
dibutuhkan oleh rumah sakit adalah persediaan yang membutuhkan dana investasi yang
sebesar Rp. 25 milyar. Berikut adalah sedang.
daftar kategori obat PUT (Prioritas, 3. Kelompok C adalah kelompok 10% atau terendah nilai
Utama dan Tambahan) : investasinya dan merupakan kelompok barang persediaan
yang membutuhkan dana investasi yang rendah.
KATEGORI KATEGORI NAMA
PUT ABC OBAT Metode gabungan ini digunakan untuk melakukan
PRIORITAS A Insulin
pengurangan obat. Mekanismenya adalah sebagai berikut:
PRIORITAS B Albumin
PRIORITAS C Infus KCL (Zaluchu, Fotarisman., 2008)
UTAMA A Rifampisin 1. Obat yang masuk kategori NC menjadi prioritas pertama
UTAMA B Isoniazid untuk dikurangi atau dihilangkan dari rencana kebutuhan
UTAMA C Fenitoin bila dana masih kurang maka obat kategori NB menjadi
TAMBAHAN A ZatBesi prioritas selanjutnya dan obat yang masuk kategori NA
TAMBAHAN B SuplemenJa menjadi prioritas berikutnya. Jika setelah dilakukan
ntung
dengan pendekatan ini dana yang tersedia masih juga
TAMBAHAN C SuplemenA
nak kurang lakukan langkah selanjutnya.
Apakah obat yang dapat ditunda dahulu 2. Pendekatan sama dengan pada saat pengurangan obat
dalam pengadaannya berdasarkan analisis pada kriteria NC, NB, NA dimulai dengan pengurangan
PUT tersebut? obat kategori EC, EB dan EA.
3. Analisis P (prioritas), U (utama), T (tambahan) sebagai
berikut:
a. Prioritas :Harus diadakan tanpa memperdulikan
sumber anggaran. Pada analisis ABC dan VEN
termasuk dalam kelompok AV, BV dan CV
b. Utama :Dialokasikan pengadaannya dari sumber
dana tertentu. Pada analisis ABC dan VEN termasuk
dalam kelompok AE, BE, CE.
c. Tambahan :Dialokasikan pengadaannya setelah obat
prioritas dan utama terpenuhi. Pada analisis ABC-
VEN dalam kelompok AN, BN dan CN.
95. Seorang apoteker di instalasi farmasi a. 75.000 tablet SS = rata-rata pengunaan 1 bulan X lead time
suatu rumah sakit sedang menghitung b. 150.000 tablet = 25.000 X 3 bulan
safety stock tablet metoklopramid. Data c. 300.000 tablet = 75.000
saat ini menunjuk kan bahwa sisa d. 400.000 tablet
persediaan metoclopramide tablet adalah e. 600.000 tablet
sebanyak 10.000 tablet, rata-rata
penggunaan tiap bulan adalah 25.000
tablet, waktu tunggu pengadaan adalah
selama 3 bulan, dan periode pegadaan
adalah tiap 6 bulan sekali. Berapakah
safety stock tablet metoklopramid
tersebut?

96. Apoteker yang bekerjasebagai supervisor a. Sifat fisika kimia bahan Keseragaman bobot tablet dapat ditunjang dengan kecepatan
produksi sedang melakukan pengamatan aktif alir granul sehingga distribusi granul dapat terpenuhi yang
terhadap permasalahan tablet b. Kekerasan tablet dikontrol pada saat pencetakan (Siregar, 1992). Granul yang
Glibenklamid yang memiliki bobot yang c. Ketebalan tablet
tidak stabil saat proses pencetakan tablet. memiliki kecepatan alir baik maka pada saat proses
d. Ukuranpartikelgranul
Keseragaman bobot tablet yang
e. Sifat fisika kimia bahan pembuatan, pengisian ruang cetakan menjadi seragam yang
dihasilkan ternyata tidak memenuhi
syarat. Apakah parameter yang tepat tambahan kemudian mempengaruhi keseragaman bobot tablet dan
untuk dievaluasi untuk memecahkan
keseragaman zat aktif (Sulaiman, 2007). Granul yang
masalah tersebut?
terbentuk sebisa mungkin ukurannya seragam, karena
besarnya perbedaan ukuran granul akan berpengaruh pada
fluiditas granul sehingga dapat mempengaruhi keseragaman
bobot dan keseragaman kandungan tablet yang dihasilkan
(Ardiani, 2012).
97. Apoteker dibagian QA sedang melakukan a. Ukuran granul, lama Dalam pembuatan sediaan tablet harus melewati berbagai
validasi proses pengeringan granul untuk pengeringan, kadar air proses yang harus dilakukan, salah satunya adalah proses
tablet obat maag dengan berat 900 mg. b. Suhu pengeringan, pengeringan granul. Hal yang perlu diperhatika ndalam
Apakah parameter yang harus
kadar air granul, lama proses pengeringan granul diantaranya suhu yang digunakan
diperhatikan pada proses validasi
tersebut? pengeringan untuk pengeringan. Proses pengeringan dapat menyebabkan
c. Suhu pengeringan, ukuran hilangnya sejumlah air dalam granul sehingga dapat
granul, kadar air granul mempengaruhi kadar air granul yang akhirnya akan
d. Suhu pengeringan, mempengaruhi sifat fisik tablet yang dihasilkan (Ardiani,
homogenitas bahan aktif, 2012).
ukuran granul Faktor yang mempengaruhi pengeringan adalah
e. Lama pengeringan, ukuran kecepatan migrasi air dari dalam permukaan, kelembaban
granul, kadar air granul relatif ruangan, tekanan udara, lama waktu pengeringan,
suhu pengeringan, dan kemampuan membawa uap dari
udara. Suhu pengeringan granul pada umumnya adalah
600C. Perbedaan penggunaan suhu pada proses pengeringan
granul menyebabkan kandungan air dalam granul berbeda
pula yang selanjutnya dapat mempengaruhi sifat fisik tablet
(Rankell, 1986).
98. Seorang apoteker dibagian kontrol a. Kurkumin Kandungan kimia utama yang terdapat di dalam
kualitas suatu industri farmasi akan b. Zingiberin rimpang jahe adalah (6,8, dan 10)- gingerol, (6,8 dan 10)-
memeriksa kebenaran bahan rimpang c. Gingerol shogaol, paradol, metilgingerol, gingerdiol,
jahe (Zingi berofficinale) dengan d. Kaemferol dehidrogingerdion, gingerdion. Senyawa ini termasuk
menetapkan keberadaan senyawa e. Xanthorizol kelompok senyawa fenol. Shogaol terbentuk dari gingerol
identitasnya. Rimpang jahe tersebut akan yang telah mengalami perubahan akibat suhu. Rimpang jahe
digunakan sebagai bahan baku untuk juga mengandung air, karbohidrat, protein, lemak, mineral,
produksi obat herbal terstandar. Apakah danserat (Ali, et al., 2008; Badan POM RI, 2010; Ghosh, et
senyawa identitas yang tepat ditetapkan al., 2011; Kumar, et al., 2011; Ovesen, 2012; Parthasarathy,
oleh apoteker tersebut ? et al., 2008).
Salah satu khasiat utama rimpang jahe adalah sebagai
analgetik dan antiinflamasi. Senyawa kimia yang memiliki
efek antiinflamasi pada rimpang jahe adalah gingerol (6,8,
dan 10)-gingerol dan (6)-shogaol. Mekanisme kerjanya
adalah menghambat sintesis prostaglandin melalui
penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2).
Prostaglandin merupakan mediator yang berperan dalam
proses terjadinya inflamasi (Dugasani, et al., 2010; Nile &
Park, 2015; Young, et al., 2005; Thomson, et al., 2002; Raji,
et al., 2002; Li, et al., 2013).
99. Seorang pasien, laki-laki usia 37 tahun, a. Antiinflamasi Urea 20% berfungsi sebagai emolien, pembersih kulit dan
penderita psoriasis vulgaris, mendapatkan b. Antihistamin pelindung kulit
beberapa pengobatan psoriasis general atas c. Keratolitik INDIKASI: kondisi kulit kering, Iktiosis, psoriasis, dermatitis
resep dokter untuk terapi penyakitnya. Salah d. Antibiotik atopik
satu obat yang ada dalam resep adalah e. Pelembab Aturan pakai: 2x/hari setelah mandi
sediaan krim yang mengandung urea 20%.
Apoteker menyerahkan obat tersebut kepada (MIMS)
pasien dan memberikan informasi kegunaan
obat tersebut. Apakah kegunaan obat yang
tepat disampaikan kepada pasien?
100 Seorang pasien, laki-laki, usia 48 tahun, a. Mengurangi kekeringan pada Kotri biasanya diminum waktu makan, tetapi tablet 400/80mg
penderita bronkitis kronis, datang ke apotek mulut sebagai ESO dapat dipakai dengan atau tanpa makanan.
untuk menebus resep dokter yang berisi 20 kotrimoksazol Efek samping utama dari kotri adalah mual, muntah, hilang nafsu
kaplet kotrimoksazol 960 mg (S.2. dd. dc). b. Meningkatkan bioavailabilitas makan, dan reaksi alergi pada kulit (ruam). Ruam agak umum.
Apoteker menyerahkan obat kepada pasien kotrimoksazol dalam tubuh Walau sangat jarang. kotri juga dapat menyebabkan sindrom
dan memberikan konseling cara pakai obat c. Mencegah gejala sakit perut StevensJohnson, sejenis ruam yang gawat
kepada pasien. Apoteker mengatakan bahwa akibat efek samping (diminum bersama makan untung mengindari ES utama dari
pasien harus meminum obat tersebut pada kotrimoksazol kotrimoksazol)
saat makan. Apakah tujuan dari konseling d. Mencegah konstipasi akibat
tersebut? efek samping kotrimoksazol (PIONAS)
e. Meningkatkan efek
bakterisidal dari
kotrimoksazol
101. Seorang dokter umumdi puskesmas meminta a. 1 kali sehari 1 kapsul 40 mg x 25 kg =1000 mg
informasi kepada apoteker mengenai aturan b. 2 kali sehari 1 kapsul 1000mg = 2 kapsul
pakai amoksisilin 500 mg untuk pengobatan c. 3 kali sehari 1 kapsul 500 mg
otitis media yang dialami pasien anak (laki- d. 1 kali sehari 2 kapsul
laki usia 9 tahun, BB 25 kg). Apoteker e. 2 kali sehari 2 kapsul
menemukan aturan pakai obat tersebut dari
sebuah literatur, yaitu 40 mg/Kg BW/day
divided twice daily. Sediaan yang ada di
puskesmas adalah amoksisilin kapsul 500
mg. Bagaimana aturan pakai yang tepat
disampaikan kepada dokter tersebut?
102. Seorang pasien wanita, usia 17 tahun, A.Hambatan bersaing
dilarikan ke UGD suatu rumah sakit B. Kompleksasi
karena keracunan merkuri akibat C. Penggantian bersaing
tambalan amalgam giginya pecah dengan D. Reaksi Khelasi
gejala gangguan sensorik yang cukup E. Antagonisme
parah, gangguan sensasi dan Sumber :
berkurangnya koordinasi. Dokter Haqqu. R.N., Nurlitasari. R.T., 2013, Makalah
meresepkan antidote dimercaprol dan Antidotum.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Patria
apoteker di UGD menyiapkan antidote Husada,Blitar.http://rahayutrinuritasari.blogspot.co.id/2013/
tersebut untuk pasien. Bagaimana 10/v-behaviorurldefaultvmlo_5760.html. Diakses tanggal
mekanisme antidote tersebut ? 23-03-2018.

103. Seorang pasien, laki-laki usia 40 tahun, A. Propanolol Indikasi


penderita hipertensi Akan tetapi B. Acebutolol Propanolol : hipertensi; feokromositoma; angina; aritmia,
frekwensi detak jantung pasien justru C. Bisoprolol kardiomiopati obstruktif hipertrofik, takikardi ansietas, dan
berada dibawah normal (brakikardi). D. Nadolol tirotoksikosis (tambahan); profilaksis setelah infark miokard;
Dokter berdiskusi dengan apoteker untuk E. Atenolol profilaksis migren dan tremor esensial.
pemilihan obat yang dapat meningkatkan Acebutolol : hipertensi; angina; aritmia.
frekwensi detak jantung pasien. Apakah Bisoprolol : hipertensi dan angina, gagal jantung kronik.
obat yang tepat direkomendasikan ? Nadolol : hipertensi, angina, aritmia, profilaksis
migrain, tirotoksikosis.
Atenolol : hipertensi; angina; aritmia.
Sumber : Pusat Informasi Obat Nasional, BadanPOM
RI.http://pionas.pom.go.id/
monografi/atenolol. Diakses tanggal 23-03-2018.

104. Seorang apoteker diapotek akan A. PBF A PBF A


megadakan vitamin tulang sebanyak 1 B. PBF B Karena dapat mengirim barang dihari yang sama saat order
box. Terdapat 5 PBF yang C. PBF C sehingga barang lebih cepat ada di apotek, dengan tambahan
mendistribusikan vitamin tersebut dengan D. PBF D diskon 3% dan kemudahan dalam proses order
kondisi pemesanan sebagai berikut : E. PBF E
p PENG HAR PROSES
bf IRIM GA ORDER
AN
A Sore Rp. Via telpon,
hari 159.0 SP diambil
dihari 00,- saat
yang (Belu pengiriman
sama m
saat PPN)
order disko
n 3%
B Satu Rp. Via telpon,
hari 159.0 SP diambil
setelah 00,- saat
order (Belu pengiriman
m
PPN)
C Satu Rp. No telpon
hari 159.0 sales dan
setelah 00,- ksantor PBF
order (Belu sulit
m dihubungi
PPN)
D Sore Rp. Via telpon,
hari 159.0 SP diambil
dihari 00,- saat
yang (Belu pengiriman
sama m
saat PPN)
order
E Sore Rp. Via telpon,
hari 159.0 SP diambil
dihari 00,- saat
yang (Belu pengiriman
sama m
saat PPN)
order
PBF mana yang tepat dipilih untuk
pengadaan vitamin tulang tersebut ?
105. Seorang apoteker pengelola di apotek A. Surat Pesanan Biasa
akan menulis surat pesanan untuk B. Surat Pesanan Narkotika
pengadaan produk obat flu- batuk. Salah C. Surat Pesanan Psikotropika
satu komponen aktif dari produk tersebut D. Surat Pesanan Prekursor
adalah pseudoefedrin. Apakah jenis surat- E. Surat Pesanan Obat Keras
pesanan yang tepat digunakan? Tertentu

106. Seorang apoteker di industri farmasi A. Naproxen  Naproxen sebagai zat aktif
melakukan optimasi formula sediaan tablet B. Avicel pH 101  Kollidon®CL yang merupakan superdisintegrant. Kollidon®CL
Naproxen 450mg . formula tablet yang C. Kollidon Cl memiliki kemampuan menyerap air dan mengembang dengan
dioptimasi untuk 1000 tablet adalah D. Kollidon 30 cepat ketika kontak dengan air sehingga akan mempercepat
Naproxen: 457,5 g; Kolidon CL: 10g; E. Magnesium Stearat proses pecahnya tablet.
kolidon 30: 25g; purified water: 90ml dan  Avicel PH 101 sebagai pengisi tablet
magnesium stearat 2,5 g. Berdasarkan
formula tersebut, apakah bahan tambahan  Kollidon 25, 30 dan 90 akan menghasilkan granul yang keras
yang berfungsi sebagai bahan pengikat? dan bebas mengalir, di dalam tablet granul tersebut mempunyai
ikatan yang baik.
 Magnesium stearat sebagai lubrikan
107. Seorang apoteker di industri farmasi sedang A. Bulan Ke-1 Uji stabilitas jangka pendek dilakukan selama 6 bulan dengan
melakukan uji stabilitas yang dipercepat B. Bulan Ke-2 kondisi ekstrim (suhu 40ᵒC ± 20ᵒC, RH 75% ± 5%) interval
(accelerated time) untuk produk tablet C. Bulan Ke-3 pengujian dilakukan pada bulan ke-3 dan ke-6
allupurinol. Tablet tersebut disimpan pada D. Bulan Ke-4
kondisi yang ekstrim (suhu 40ᵒC ± 20ᵒC, RH E. Bulan Ke-5
75% ± 5%) dan pengujian akan dilakukan
selama 6 bulan. Parameter yang diukur
adalah kadar zat dalam tablet. Kapankah
waktu yang tepat untuk melakukan
pengukuran kadar zat aktif untuk pertama
kalinya?
108. Seorang apoteker di industri farmasi sedang a. 10 menit
mempersiapkan standar prosedur (SPO) b. 20 menit
untuk proses depirogenisasialat-alat gelas c. 40 menit
untuk produksi infus NaCl 0,9 %. Metode d. 60 menit
yang ditetapkan adalah metode pemanasa e. 120 menit
nmenggunakan oven dengan pengaturan suhu
sebesar 250oC. Berapakah lama proses
depirogenisasi yang tepat untuk ditetapkan
dalam SPO proses depirogenisasi tersebut?

Jawaban : 60 menit
Sumber :Sandle, T., 2011, A Practical Approach to
Depyrogenation Studies Using Bacterial Endotoxin,
ResearchGate, Vol.15 No.1, 92.
109. Seorang perempuan berumur 18 tahun dating a. 0,4 g Total salepdalamresep 100 g. Karenaada “da 20 gram”,
keapotek. Ia membawa resep berisi obat b. 0,8 g jadiperhitungannya :
Salep 24 yaitu : c. 1,2 g
R/ AsamSalisilat 2 d. 1,6 g 20/100 x 4 g = 0,8 g
Sulfur 4 e. 4,0 g
Vaselin 94
S.u.e
-- da 20 gram –
Berapa jumlah sulfur yang ditimbang untuk
membuat resep tersebut?
110. Seorang apoteker di sebuah instalasi farmasi a. 6
akan melakukan pemesanan berbagai jenis b. 5
obat sebagai berikut: c. 4
- Codein tablet 20 mg d. 3
- Codein tablet 10 mg e. 2
- Diazepam tab 2 mg
- Diazepam 5 mg Sumber :Permenkes RI No 3 Tahun 2015 TentangPeredaran,
- Tramadol tablet Penyimpanan, Pemusnahan, danPelaporanNarkotika,
- Cefiksim kapsul 100 mg Psikotropika, danPrekursorFarmasi.
Berapakah Surat Pesanan (SP) yang harus
dibuat?
111. Seorang wanita menebus resep ke apotek a. Griseovulvin mempercepat
yang berisi obat griseofulvin dan pil KB yang metabolisme progesteron
mengandung progesteron. Pada saat skrining b. Griseovulvin memperlama
resep, apoteker menemukan adanya interaksi metabolisme progesterone
obat antara griseovulvin dengan hormon c. Griseovulvin meningkatkan
progesteron dalam pil Kb tersebut. absorbsi progesterone
Bagaimanakah mekanisme interaksi obat d. Griseovulvin menurunkan
yang terjadi pada kedua obat tersebut? absorbsi progesterone
e. Griseovulvin dan progesteron
terikat protein plasma

112. Seorang pasien, laki2 usia 52 tahun, BB 80 a. 15,6 mL/menit Diketahui :


kg, didiagnosis dokter menderita urosepsis b. 20,4 mL/menit Jenis kelamin = Laki-Laki
dan harus menjalani perawatan di RS. c. 24,6 mL/menit Usia = 52 Tahun
Diketahui nilai kreatinin serum pasien 2,4 d. 30,2 mL/menit BB = 80Kg
mg/dL. Dokter meresepkan gentamisin sulfat e. 38,2 mL/menit Scr = 2,4 mg/dl
80mg injeksi iv tiap 8 jam. apoteker
menyampaikan perlu dilakukan penyesuaian
dosis berdasarkan perhitungan nilai klirens (140 − 𝑢𝑚𝑢𝑟(𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛) × 𝑏𝑏(𝑘𝑔))
kreatinin. Berapakah nilai kliren kreatinin 𝐶𝑙𝑐𝑟 =
72 × 𝑆𝑐𝑟 (𝑚𝑔/𝑑𝑙)
pada pasien tersebut ?
(140 − 52𝑡ℎ × 80𝑘𝑔)
𝐶𝑙𝑐𝑟 =
72 × 2,4(𝑚𝑔/𝑑𝑙)

Clcr = 40,7
Jawaban belum di temukan
113. Seorang pasien laki2 usia 22 th, BB 50kg a. 3 hari https://pafisumut.or.id/wp-
didiagnosa dokter di suatu rs mengalami b. 5 hari content/uploads/2017/08/Phatmaceutical-Care-Penyakit-
acute pharyngitis dengan gejala nyeri saat c. 7 hari Pernafasan.pdf
menelan, pusing, demam (40˚C) dan muntah d. 10 hari Khusus untuk faringitis oleh streptococcus gejala yang menyertai
sebanyak 2 kali. Dokter meresepkan e. 14 hari biasanya berupa demam tiba-tiba yang disertai nyeri tenggorokan,
cefadroxil capsul 500mg (2x1) karena pasien tonsillitis eksudatif, adenopati servikal anterior, sakit kepala, nyeri
memiliki riwayat alergi antibiotik golongan abdomen, muntah, malaise, anoreksia, dan rash atau urtikaria.
penisilin. Dokter meminta informasi dari Cefadroxil antibiotika sefalosporin generasi satu
apoteker mengenai durasi pengobatan untuk
antibiotik tersebut. Apakah informasi yang
tepat disampaikan kepada dokter?
114. Seorang apoteker di gudang farmasi a. Disimpan dalam Freezer Menurut PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
kabupaten baru saja menerima dropping b. Disimpan dalam chiller INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG
vaksin BCG. Vaksin tersebut harus di simpan c. Disimpan dterlindung dari PENYELENGGARAAN IMUNISASI bahwa untuk penyimpanan
pada tempat yang tepat agar tidak rusak dan cahaya vaksin BCG pada suhu 2oC s/d 8oC yaitu pada lemari pendingin
menimbulkan kerugian. Dimanakah tempat d. Disimpan dalam wadah (chiller).
yang tepat untuk menyimpan vaksin tertutup
tersebut? e. Disimpan dipisahkan dari obat
lain

(Halaman 40)
115. Seorang apoteker kepala instalasi farmasi a. 4 Orang Menurut PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
rumah sakit sedang melakukan analisis b. 6 Orang INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR
kebutuhan apoteker di bangsal rawat inap. c. 8 Orang PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT bahwa
Rumah sakit tersebut memiliki 300 bed untuk d. 10 Orang kebutuhan apoteker di rawat inap, idealnya untuk 30 pasien
pasien rawat inap. Nilai BOR (Bed e. 12 Orang dilayani oleh 1 apoteker. Jadi apabila terdapat 300 bed untuk
Occupancy Rate) sebesar 80%. Jumlah pasien rawat inap maka dibutuhkan 10 apoteker. Sehingga jumlah
apoteker yang bertugas di rawat inap apoteker yang akan direkrut lagi oleh RS untuk bangsal rawat inap
sebanyak 4 orang, sehingga pelayanan adalah 6 Orang.
kefarmasin dibangsal pasien kanker yang
meliputi pencampuran obat kanker masih
dilayani oleh perawat. Berapakah jumlah
apoteker yang seharusnya di rekrut lagi oleh
rumah sakit untuk bangsal rawat inap ? (Halaman 43)
116. Seorang apoteker yang bekerja di bagian a. 0,90 gram Diketahui
R&D suatu industri farmasi sedang b. 1,35 gram - Penurunan titik beku morfin HCl (∆Tf) 10 mg/ml adalah
melakukan optimasi formula sediaan injeksi c. 4,50 gram 0,00150
Morfin HCl 10 mg/ml. Formula dibuat d. 8,75 gram - Penurunan titik beku NaCl ( ∆Tf ) 0,9% adalah 0,520
sebanyak 1 L dan apoteker menggunakan e. 9,00 gram
NaCl sebagai senyawa pengisotonis. Dari
penelitian yang dilakukan, diperoleh data Konsentrasi morfin HCl Morfin HCl 10 mg/ml
penurunan titik beku Morfin HCl 10mg/ml 10 𝑚𝑔 1000 mg 1g
= = = =1%
adalah 0,00150, sedangkan penurunan titik 𝑚𝑙 100 𝑚𝑙 100 𝑚𝑙
beku NaCl 0,9% adalah 0,520. Berapa jumlah
NaCl yang harus ditambahkan ke dalam penurunan titik beku ( ∆Tf ) Morfin HCl
= C x ∆Tf
formula tersebut ?
= 1 % x 0,0015
= 0,0015

Agar isotonis, maka ∆Tf menjadi


= 0,52 – 0,0015 = 0,5185

0,5185
Setara dengan NaCl = x 0,9%
0,52
= 0,90%
= 0,90 g/100 ml
Jadi, NaCl yang harus ditambahkan dalam 1 L adalah 0,900 g/100
ml X 1000 ml = 9,00 g

menurut formatif 3 tahun 2018 hal. 24


117. Apoteker yang bekerja pada bagian R&D f. Surfaktan Bahan pembasah (weeting agent)/ humektan, fungsinya
suatu industri farmasi akan membentuk g. Weeting agent adalah untuk menurunkan tegangan permukaan bahan
formulasi sediaan antasida yang berisi h. Tickener agent dengan air ( sudut kontak ) dan meningkatkan dispersi bahan
Aluminium hidroksida. Magnesium i. Buffer yang tidak larut. Misalnya gliserin, propilenglikol,
hidroksida dan simetikon dalam bentuk j. Anti oksidan polietilenglikol, dan lain-lain (sumber : Syamsuri. 2007.
suspensi.stabilitas fisik sediaan menjadi Ilmu Resep. Jakarta : EGC)
salah satu pertimbangan yang penting
dalam formulasi sediaan tersebut. Apakah
bahan yang harus ditambahkan untuk
meningkatkan stabilitas fisik sediaan?
118. Apoteker yang bekera pada bagian R&D  Tablet salut gula Tablet salut gula merupakan salah satu bentuk sediaan
suatu industri farmasi akan  Tablet salut film yang dapat menutupi rasa pahit, selain itu tablet salut
mengembangkan sediaan tablet dengan  Tablet salut enterik gula juga dapat melindungi zat aktif dari reaksi yang
zat aktif dimenhidrinat. Salah satu  Tablet buccal tidak diinginkan. Tablet salut gula juga memiliki
permasalahan aceptabilitas dimenhidrinat  Tablet efervescent keunggulan dibandingkan dengan bentuk sediaan lain,
adalah rasanya yang terlalu pahit. Apakah yaitu praktis dalam penggunaan, mudah dibawa, mudah
jenis sediaan tablet yang tepat disimpan, dan lebih stabil secara fisik serta melindugi
dikembangkan apoteker tersebut ? dari pengaruh lingkungan seperti udara, cahaya, dan
kelembapan.(sumber : Ansel, howard.C.1989. pengantar
Bentuk Sediaan Farmasi Edisi ke-4. Universitas
Indonesia Press : Jakarta)
119. Seseorang dokter di puskesmas akan  DEC 100 mg 1 kali sehari Dosis DEC untuk Filariasis berdasarkan Umur :
meresepkan obat untuk seorang pasien +Albendazol 400 mg 1  Umur: 2-6 tahun DEC (100mg) 1 tablet +
(laki-laki), usia 34 tahun, BB 50 kg) yang kali sehari, selama 12hari Albendazol(400mg) 1 tablet
mengalami filariasis (positif mikrofilaria  DEC 100 mg 2 kali sehari  Umur : 7-12 tahun DEC (100mg) 2tablet +
pada apusan darah tepi). Dokter akan +Albendazol 400 mg 1 Albendazol (400mg) 1 tablet
meresepkan DEC 100 mg tablet dan kali sehari, selama 12hari  Umur : >13 tahun DEC(100mg)3 tablet + Albendazol
albendazol 400mg tablet, dan meminta  DEC 100 mg 3 kali (400mg) 1 tablet
informasi dari apoteker mengenai sehari +Albendazol 400
regiment terapi pengobatan yang akan di mg 1 kali sehari, selama
berikan kepada pasien, bagaimanakah 12hari
rekomendasi pengobatan yang  DEC 100 mg 2 kali sehari
tepatdisampaikan kepada dokter? +Albendazol 400 mg 2
kali sehari, selama 12hari
 DEC 100 mg 3 kali sehari
+Albendazol 400 mg 2
kali sehari, selama 12hari

120. Seorang pasien, laki-laki, usia 45 tahun, a. 2hari Penggunaan ketorolac tidak lebih dari 5 tablet.
mendapatkan injeksi ketorolac i.m 10mg b. 3 hari (Medscape)
(3. dd) selama 2 hari untuk c. 4 hari
menghilangkan rasa nyeri setelah d. 4 hari
menjalani operasi usus buntu. Saat ini, e. 5 hari
pasien diperbolehkan pulang. Dokter
akan meresepkan ketorolac tablet 10mg
(s.3.dd) dan meminta rekomendasi
apoteker mengenai batasan maksimal
durasi pengobatan obat tersebut. Berapa
lamakah durasi penggunaan obat tersebut
yang tepatdirekomendasikan?
121. Seorang perempuan datang ke apotek a. Det orig + XXV  Resep 1 dibuat sebanyak 15 bungkus
menebus resep untuk anaknya b. Det iter 1x + X  Ditebus sebanyak 40 bungkus
(perempuan, usia 5 tahun) sebagai c. Det iter 1x + XV Sehingga..
berikut: d. Det iter 2x  Padaresep original diambil 15 bungkus
R/ Isoniazid mg 100 e. Det iter 2x + X  Padaiter 1x diambil 15 bungkus
Piridoxin mg 5 Jika dijumlahkan obat yang diambil sebanyak 30
Rifampicin mg 300 bungkus dan ditambah 10 bungkus jadi 40 bungkus
m.f.pulv.dtd no. XV
R/ Paracetamolsyr 200mg/5ml fi.I Pada copy resep dituliskan det iter 1x + X
S.pm.Cth I
Perempuan tersebut ingin menebus 40
bungkus pada resep 1. Apakah tanda
yang tepat dituliskan pada copy resep
disamping resep 1?
122. Seorang perempuan datang ke apotek a. Jumlah obat Alasannya frekuensi pemberian cefadroxil 10 hari dengan
membawa resep untuk anaknya (laki-laki, b. Bentuk sediaan pemberian 2x seharjadi jumlah obat yg diberikan seharusnya
usia 12 tahun) sebagai berikut: c. Efek samping pada 2x10=20 bungkus.
R/ Cefadroxil tab 250 mg pasien
m.f.pulv.dtd No. XV d. Frekuensi pemakaian (Medscape)
S.t.dd.1 e. Rute pemberian obat
Apoteker melakukan skrining dan
menemukan permasalahan dalam resep
tersebut. Apakah permasalahan yang ada
dalam resep tersebut?
123. Seorang apoteker di apotek baru saja a. Rp. 28.500 25/100 x 25435 = 6358,75 + 25435
menerima pesanan obat sirup antibiotik dari b. Rp. 29.250 = 31793,75
sebuah PBF. Harga obat pada faktur adalah c. Rp. 29.800
Rp. 25.435/botol (sudah termasuk PPN). d. Rp. 30.200 5/100 x 31793,75 = 1589,68
Apotek menetapkan margin sebesar 25% dan e. Rp. 30.500
memberikan diskon sebesar 5% kepada 31793,75 – 1589,68 = 30200
pasien. Berapakah harga jual yang tepat
ditetapkan untuk obat tersebut ? Jadi harga jual obat Rp. 30.200

124. Apoteker di Puskesmas sedang melakukan a. Vaksin masih dapat VVM adalah pemantau vaksin berupa label bergambar yang
stock opname sediaan vaksin. Salah satu digunakan karena belum dilekatkan pada botol vaksin untuk mencatat paparan panas
indikator untuk memantau kondisi vaksi kadaluwarsa kumulatif yang berlebihan.
nmenggunakan indikator vaccine vial b. Gunakan vaksin tersebut Setiap perubahan :
monitor (VVM). Dalam kegiatan tersebut, lebih dahulu daripada vaksin 1. Segiempat dalam lingkaran berwarna lebih muda (putih)
ditemukan satu buah vaksin dengan VVM lainnya dari pada warna lingkaran. Berarti vaksin masih baik,
warna segiempat berubah lebih gelap tetapi c. Kualitas vaksin tersebut vaksin masih bisa digunakan
masih lebih terang dari lingkaran di luarnya. masih sama dengan yang 2. Segiempat dalam lingkaran berubah warna, tetapi masih
Apakah makna dari perubahan warna lain lebih muda dari warna lingkaran. Bila vaksin belum
indikator tersebut ? d. Gunakan vaksin tersebut kadaluarsa, vaksin masih bias digunakan
dalam waktu satu bulan 3. Warna segiempat berubah menjadi sama dengan warna
e. Vaksin tersebut tidak dasar lingkaran. Vaksin tidak boleh digunakan
boleh digunakan lagi 4. Warna segiempat berubah menjadi lebih tua dari warna
lingkaran. Vaksin tidak boleh digunakan

(Vaccine and Immunization News (1996) Vaccine Vial Monitors


take guess work out of immunization. (1); June;7-8

125. Seorang apoteker pada bagian R&D suatu a. Pengkelat Rumus molekul : NaCl
industri farmasi akan mengembangkan b. Pengatur PH Farmakologi : berfungsi untuk mengatur distribusi air, cairan dan
sediaan injeksi ondansetron. Formula sediaan c. Pengaturtonisitas keseimbangan elektrolit dan tekanan osmotic cairan tubuh
tersebut terdiri dari ondansetron, asam sitrat d. Peningkatkelarutan (FI IV hal.584)
monohidrat, natrium sitrat, natrium klorida e. Pengaturkekentalan
dan aqua pro injeksi. Apakah fungsi natrium
klorida dalam formula tersebut ?
126. Seorang apoteker di suatu industri a. Prospective validation Prospective Validation
farmasi akan mengembangkann akan b. Concurrent validation - Untuk Produk- produk baru yang belum pernah
melalukan validasi proses produksi c. Retrospektif validation diproduksi
sediaan salep betametason. Produk tsb d. Installation validation - Dilakukan pada Tiga batch pertama
merupakan produk yang sudah lama e. Operational validation - Bisa digunakan untuk dijual (commercial batch)
diproduksi, namun belum pernah - Bukan termasuk trial batch (skala lab)
dilakukan validasi. Data validasi tsb Concurrent Validation
diperlukan untuk keperluan registrasi  Untuk Produk yang sudah berjalan (sudah
ulang. Apakah jenis validasi yang tepat diproduksi) tetapi oleh karena satu dan lain hal,
dilakukan? belum dilakukan validasi prospective.
 Terjadi perubahan pada parameter kritis, seperti
peralatan yang digunakan, prosedur (cara)
pembuatan, spesifikasi bahan baku, cara pengujian,
dll yang dapat mempengaruhi mutu dan spesifikasi
produk.
 Validasi dilakukan pada batch produksi yang sedang
berjalan, sebanyak min. 3 batch berturut-turut.
Retrospective Validation
 Untuk Produk-produk yang sudah lama diproduksi
yang belum di-validasi, namun memerlukan data
validasi (mis. Untuk keperluan registrasi ulang, dsb)
 Penelusuran dari data produksi yang sedang berjalan
 Data berasal dari batch record (minimum 10 – 20
batch)
 Penelusuran sejarah (riwayat) produk yang
bersangkutan
repository.unika.ac.id
127. Seorang apoteker penanggung jawab QC a. Area reject
suatu industri obat tradisional menerima b. Area karantina
kiriman bahan baku rimpang Jahe c. Area release
(Zingiber officinale) sebanyak 10 zak. d. Area sampling
Setelah dilakukan sampling, diketahui 1 e. Area pemusnahan
zak tercampur rimpang jenis lain.
Apoteker menginstruksikan petugas
gudang agar meletakkan produk tersebut?
128. Seorang pasien laki laki usia 56 tahun baru A. 1 bulan MTX diberikan selama 3 bulan pertama (dipiro, 7th)
terdiagnosa mengalami Rheumatoid Arthritis. B. 1,5 bulan
Dokter akan meresepkan metrotrexat untuk C. 2 bulan
pasien tersebut dan meminta informasi D. 2,5 bulan
kepada apoteker mengenai durasi minimal E. 3 bulan
penggunaan obat tersebut untuk
mengoptimalkan efek terapi dan efek
samping obat. Berapa lamakah durasi
pengobatan yang tepat disarankan?
129. Seorang dokter di puskesmas meminta a. 1 kali sehari 1 kapsul 40mg/Kg BW/day divided twice daily = 40mg/kgBB/hari dalam
informasi kepada apoteker mengenai aturan b. 2 kali sehari 1 kapsul dosis terbagi 2x sehari
pakai amoksisilin 500mg untuk pengobatan c. 3 kali sehari 1 kapsul
otitis media yang dialami pasien anak (laki d. 1 kali sehari 2 kapsul 40mg x 25kg = 1000mg
laki usia 9tahun BB 25kg). Apoteker e. 2 kali sehari 2 kapsul tersedia amox 500mg kapsul
menemukan aturan pakai di literatur yaitu jadi aturan pakainya 2 kali sehari 1 kapsul
40mg/Kg BW/day divided twice daily.
Sediaan yang ada di puskemas adalah
amoksisilin kapsul 500mg. Bagaimanakah
aturan pakai yang tepat disampaikan kepada
dokter tersebut?
130. Seorang apoteker di apotek menyerahkan a. Antagonis kompetetif a) Antagonis Kompetetif mengikat reseptor di tempat
cetrizin atas resep dokter kepada seorang b. Antagonis non-kompetitif ikatan agonis (receptor site atau active site) secara reversibel
pasien (laki-laki usia 30 tahun, penderita c. Antagonis kimiawi sehingga dapat digeser aloh agonis kadar tinggi. Hambatan
rhinitis alergi) obat tersebut berinteraksi d. Antagonis fungsional kadar agonis dapat diatasi dengan meningkatkan kadar
dengan reseptor histamine yang dapat e. Antagonis fisiologi agonis sampai akhir dicapai efek maksimal yang sama.
mengurangi gejala alergi yang di alami Contohnya
pasien. Berdasarkan teori reseptor -Antihistamin dan histamin
bagaimana mekanisme obat tersebut ? -Kolinergik dan antikolinergik

b) Antagonisme non kompetitif adalah suatu keadaan


ketika obat antagonis memblokade suatu tempat tertentu dari
rangkaian kejadianyang diperlukan untuk menghasilkan
respon suatu agonis.
Contoh verapamil dan nifedipin akan memblokade
kanalkalsium sehingga akan menghambat kontraksi otot
polos yang disebabkan obat-obat lain.

c) Antagonisme kimiawi terjadi ketika dua obat


bergabung sehingga efek obat yang aktif yang hilang.
contoh nya inaktifasi logam-logam berat atau untuk
penanganan keracunan logam berat dengan cara pemberian
suatu senyawa komplek.

d) Antagonisme fungsional adalah apabila dua senyawa


yang mempunyai efek “berlawanan” bekerja pada satu sel
atau sistem yang sama, tetapi pada tempat yang berbeda.

e) Antagonisme Fisiologik
Terjadi pada organ yang sama, tetapi pada sistem reseptor
yang berlainan.
Misal : efek bronkokonstriksi histamin dapat dilawan dengan
adrenalin yang bekerja pada adrenoreseptor beta.
Sumber : Wanamaker, P. Massey, Locked. 1996. Applied
Pharmacology for the Veterinary Technician. WB Saunders:
Columbia.
131. Seorang pasien laki-laki usia 65 tahun a. Alergi obat a) Alergi obat adalah reaksi berlebihan dari sistem
penderita depresi, berkonsultasi dengan b. Efek toksik obat kekebalan tubuh terhadap suatu obat yang digunakan. Reaksi
apoteker di ruang konseling suatu rumah c. Efek samping obat ini muncul karena sistem kekebalan tubuh menganggap zat
sakit mengenai gejala yang dialaminya d. Gejala penyakit yang tidak tertentu dalam obat tersebut sebagai substansi yang bisa
setelah seminggu menggunakan berkurang membahayakan tubuh.
amitryptilin 25 mg. Pasien mengeluhkan e. Komplikasi dari penyakit b) Berefek toksik artinya obat bisa menyebabkan
dia mengalami susah buang air besar, yang dialami keracunan. Dalam dunia farmasi dan kedokteran, beda antara
mulut kering, mual dan kebingungan . obat dan racun ada pada dosis. Jika obat digunakan pada
Apakah problem terapi yang dialami dosis yang melebihi dosis terapinya, obat tersebut akan
pasien tersebut ? berefek sebagai racun. Obat bisa menyebabkan keracunan
pada berbagai anggota tubuh terutama anggota tubuh yang
banyak dilewati oleh aliran darah.
c) Efek samping obat adalah suatu reaksi yang tidak
diharapkan dan berbahaya yang diakibatkan oleh suatu
pengobatan. Efek samping obat, seperti halnya efek
obatyang diharapkan, merupakan suatu kinerja dari dosis
atau kadar obat pada organ sasaran. Interaksi obat juga
merupakan salah satu penyebab efek samping Sama seperti
obat-obat lain, amitriptyline juga berpotensi menyebabkan
efek samping. Terdapat beberapa efek samping yang bisa
terjadi setelah mengonsumsi obat antidepresan
ini.Mengantuk,Pusing saat bangun tidur, Mual, Nyeri perut,
Konstipasi, Diare, Mulut terasa kering.
d) Gejala penyakit yang tidak berkurang.
e) Komplikasi dari penyakit yang dialami

Sumber : Olson J. Belajar mudah farmakologi. Jakarta:


EGC.2004.

132. Seorang pasien, perempuan, usia 45 tahun, a. Captopril 12,5 mg


telah menggunakan valsartan 80 mg selama 3 b. Spinorolakton 25 mg
tahun. Hasil pemeriksaan kali ini diketahui c. Bisoprolol 5 mg
pasien terjadi kardiomegali. Untuk d. Klonidin 50mg
membantu kontrol tekanan darah dan e. Furosemid 20 mg
menurunkan cardiac output, dokter akan
menambahkan an tihipertensi lain dan
meminta pertimbangan apoteker. Apakah
rekomendasi terapi yang tepat diberikan
kepada dokter tersebut?
133. Apoteker penanggungjawab PBF a. Menyetujui pemesanan Pembahasan: Mengecek terlebih dahulu riwayat pemesanan
mendapatkan surat Pesanan (SP) dari suatu dan memproses apotek untuk menentukan berapa banyak alprazolam yang
apotek yang berisi tablet alprazolam generik pengiriman dipesan.
1 mg sebanyak 1 mg sebanyak 50 box. b. Menolak karena info
Menurut info dari sales PBF, apotek tersebut dari sales
tidak terlalu ramai dikunjungi pasien. Apakah
c. Mengecek terlebih
tindakan yang tepat dilakukan oleh apoteker
tersebut? dahulu riwayat
pemesanan apotek
d. Melaporkan ke pihak
berwenang
(dinkes/BBPOM)
e. Menyerahkan
keputusan kepada
kepala PBF
134. Seorang apoteker yang bertugas dalam tim a. Mengurangi jumlah
perencanaan menganalisis kebutuhan obat di injeksi epineprin 0,1%
RSUD dalam rangka pembuatan perencanaan b. Mengurangi jumlah
obat tahun depan. Kebutuhan obat ternyata injeksi asam askorbat 1
lebih besar dari anggaran yang ditetapkan. mg dengan obat lain
Obat yang dipertimbangkan untuk dikurangi c. Mengganti injeksi asam
adalah injeksi epineprin 0,1% atau asam askorbat 1mg dengan obat
askorbat 250mcg. Keduanya termasuk dalam lain
golongan A dari analisis pareto. Apakah d. Mengganti injeksi
tindakan yang tepat dilakukan oleh apoteker epineprin 0,1% dengan
tersebut? obat lain

Asam askorbat: termasuk obat non esensial


Epineprin: termasuk obat Vital
Sumber: Hartono Joko. 2007.Analisis proses perencanaan
kebutuhan obat publik untuk pelayanan kesehatan
dasar(PKD) dipuskesmas Se wilayah kerja dinas kesehatan
kota tasikmalaya. Universitas Diponegoro Semarang
135. Suatu industri farmasi menggunakan a. Oksidasi Kloramphenikol palmitate atau stearate dihidrolisis menjadi
bahan aktif bentuk ester dari b. Hidrolisis kloramphenikol oleh enzim lipase pancreas dalam duodenum
kloramphenikol, yaitu kloramphenikol c. Reduksi
palmitate dalam bentuk sediaan suspense, d. Kondensasi
e. Alkilasi
dengan tujuan untuk menutupi rasa pahit
pada kloramphenikol. Klorampphenikol
palmitate merupakan prodrug dan akan
dilepaskan sebagai kloramphenikol di
dalam saluran cerna sehingga dapat
memberikan efek antibakteri. Apakah
reaksi yang dialami obat tersebut dalam
saluran pencernaan?
136. Suatu industry farmasi akan a. 175.000 g 500 mg x 175.000 tablet = 87.500.000 mg = 87.500 g/batch
memproduksi tablet paracetamol b. 105.000 g
sebanyak 175.000 tablet/batch dengan c. 87.500 g (87.500 g/batch) / 2 = 43.750 g/Lots
bobot ± 600 mg/tablet dan kandungan zat d. 52.500 g
aktif 500 mg/tablet. Industri farmasi e. 43.750 g
tersebut akan membuat formula tablet
PCT dalam 1 hari sebanyak 1 batch yang
terdiridari 2 lots. Berapa PCT yang harus
ditimbang dalam tiap lots?
137. Pada saat audit, apotekerbagian QA suatu a. Standard Operating Standard Operating Procedure adalah dokumen yang
industri farmasi menemukan bahan baku Procedure berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis
serbuk INH yang bersifat higroskopis di b. Working Instruction untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk
gudang penyimpanan bahan baku. c. Record and Form memperolehhasil kerja yang pelingefektif.
Sebagai Apoteker yang mengetahui d. Quality Manual Quality
resiko tersebut berinisiatif menyusun e. Site Master File Police
dokumen untuk penanganan bahan baku Quality
tersebut agar petugas yang mengerjakan Manual
dapat lebih waspada dan mengetahui cara Procedure /
penanganan bahan baku tersebut. Apakah SOP
dokumen yang harus dibuat oleh apoteker
Work Instruction / WI
tersebut?
Form Record / Checklist

SOP :menjelaskan kegiatan, memuatalat, bahandan aktivitas


WI :detail pelaksanaan SOP, memuat aktivitas mesin, urutan
mulai menghidupkan sampai mematikan mesin
Form record :laporan memuat aktivitas yang telah dilakukan
untuk memudahkan monitoring
138. Seorang apoteker di depo rawat inap a. PTT ALTEPLASE
suatu rumah sakit melakukan MESO b. INR Agen trombolitik(trombolitik adalah penggunaan obat-
pada seorang pasien (perempuan, usia 63 c. AST obatan untuk menghancurkan atau melarutkan gumpalan
darah, yang merupakan penyebab utama serangan jantung
tahun, penderita jantung koroner) obat d. LED
dan stroke), biosintesis (asal DNA rekombinan) bentuk
yang telah digunakan adalah alteplase e. RBC manusia jaringan-jenis plasminogen activator (t-PA)
dan dilanjutkan dengan enoxaparin. International Normalised Ratio merupakan suatu uji
Apakah parameter laboratorium yang laboratorium untuk menentukan seberapa lama waktu
tepat dimonitor oleh apoteker tersebut? yang diperlukan darah untuk membentuk bekuan. Hal
ini dilakukan untuk menentukan efek antikoagulan oral pada
sistem pembekuan., INR menyediakan metode standar untuk
pelaporan efek antikoagulan oral seperti warfarin pada
pembekuan darah.

139. seorang paien laki-laki, usia 52 tahun, a. Merekomendasikan pasien merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas,
menderita DM sejak 5 tahun, memiliki meminta pengganti insulin gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan
kadar gula darah 350mg/dl, sehingga kepada dokter menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung
dokter meresepkan insulin untuk pertama b. Meminta pasien melakukan meningkat, segera hubungi dokter.
kalinya bagi pasien. Pasien datang self-monitoring blood
kembali ke rumah sakit setelah2 hari glucosa secara berkala
menggunakan insulin karena c. Menjelaskan lokasi Sumber: ISO Farmakoterapi (buku 1), PIO (application for
mengeluhkan sering gemetar, pusing, penyuntikan insulin secara PC)
dan berkeringat dingin. Diketahui rotaasi
pasien tidak mau makan karena khawatir d. Menginformasikan
dapat meningkatkan kadar gula darahnya. penggunaan insulin setelah
Apakah saran apoteker mengenai kasus makan
tersebut? e. Merespon pasien untuk
segera ke IGD rumah sakit
140. Seorang pasien, laki-laki, usia 64 tahun, a. 1hari sebelum operasi Simpulannya, antibiotik sebaiknya diberikan dalam waktu
akan menjalani operasi akibat b. 12 jam sebelum operasi kurang dari 60 menit menjelang incisi. Dosis antibiotik
pembesaran prostat. Dokter akan c. 6 jam sebelum operasi diberikan sesuai dengan panduan. Jenis antibiotik profilaksis
memberikan antibiotik profilaksispada d. 3 jam sebelum operasi disesuaikan dengan jenis tindakan bedah.
operasi tersebut untuk mencegah resiko e. 1 jam sebelum operasi
infeksi luka operasi dan berdiskusi SUMBER: Update Panduan Antibiotik Profi laksis Bedah dari
dengan apoteker untuk pemberian obat IDSA 2013, CDK-213/ vol. 41 no. 2, th. 2014
tersebut. Kapankah waktu yang tepat
untuk pemberian antibiotik tersebut?
141. Seorang dokter di suatu rumah sakit a. Sefadroksil
Tabel 1. Tatalaksana Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan.
berdiskusi dengan apoteker untuk b. Eritromisin
menetapkan terapi yang akan diberikan c. Siprofloksasin Antibiotik oral Amoksisilin 3x500 mg
kepada pasien (perempuan, usia 27 tahun, d. Sefiksim Sefadroksil 2x 500 mg
hamil trimester pertama, penderita ISK). e. kotrimoksazol
Pasien memiliki riwayat alergi terhadap Sefaleksin
Tata Laksana dan Pencegahan Infeksi 3xKemih
Saluran 250 mg
pada Kehamilan (2012)
antibiotik golongan penicillin. Apakah Fosfomisin 3 g dosis tunggal
antibiotik yang tepat direkomendasikan
untuk pengobatan pasien tersebut?
142. Seorang pasien anak (usia 7 tahun) a. Insulin glusine Insulin golongan rapid acting
dilarikan ke IGD rumah sakit b. Insulin lantus Aspart
dikarenakan tiba-tiba tidak sadarkan diri. c. Insulin levemir Lispro
Hasil pemeriksaan laboratorium d. Insulin glargine Glulisine
menunjukkan kadar glukosa darah pasien e. Insulin regular
sebesar 457 mg/dl dan HbA1c 6%. Pasien (Pharmacotherapy handbook seventh edition hal 214 )
selanjutnya dokter mendiagnosis pasien
mengalami DM tipe 1 dan dokter
meminta apoteker menetapkan jens
insulin yang akan diberikan kepada
pasien. Apakah jenis insulin yang tepat
diberikan pada pasien tersebut?
143. Seorang apoteker di instalasi farmasi a. Apoteker, Permenkes RI Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran, Penyimpanan,
RSUD menemukan 2 box tablet kodein Dinas kesehatan Pemusnahan, Dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor
20 mg yang telah kadaluarsa. Apoteker kabupaten/kota, BPOM Farmasi
akan memusnahkan obat tersebut dengan b. Apoteker, Direktur RS, Pasal 40 b
disaksikan beberapa pihak. Siapa saja Dinas kesehatan kabupaten Kementerian Kesehatan, badan pengawas obat dan makanan,
yang terlibat dalam kegiatan tersebut? / kota dinas kesehatan provinsi, balai besar/balai pengawas obat
c. Apoteker, Direktur RS, dan makanan setempat dan dinas kesehatan kabupaten/kota
BPOM
menetapkan petugas dilingkungannya menjadi saksi
d. Petugas farmasi, Apoteker,
Dinas kesehatan pemusnahan sesuai dengan surat permohonan sebagai saksi.
kabupaten/kota
e. Petugas farmasi, Apoteker,
BPOM
144 Seorang apoteker di suatu RSJ sedang a. 6.000 tablet  Jumlah penggunaan Chlorpromazin 1 tahun= 12 bulan x 3000
melakukan perhitungan perencanaan b. 12.000 tablet tablet= 36.000 tablet
kebutuhan obat Chlorpromazin. Penggunaan c. 18.000 tablet 36000
 Jumlah stok Chlorpromazin pada tahun depan= 3 =
rata-rata perbulan obat ini pada tahun 2017 d. 24.000 tablet
adalah 3.000 tablet. Periode pemesanan obat e. 36.000 tablet 12000 𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒𝑡
dilakukan tiap tiga bulan sekali. Berapakah
jumlah stok kerja obat tersebut pada tahun
depan?
145 Seorang Apoteker penanggung jawab a. Derivatisasi kimia Selektivitas atau spesifisitas suatu metode adalah kemampuannya
pengujian di Laboratorium BA/BE akan b. Pemisahan khiral yang hanya mengukur zat tertentu saja secara cermat dan saksama
melakukan studi farmakokinetik terhadap c. Kepekaan deteksi dengan adanya komponen lain yang mungkin ada dalam matriks
sampel plasma dan obat Levo-cetiricine. d. Pemisahan kolom sampel. Sensitivitas meliputi Batas Deteksi (LOQ) dan Batas
Apoteker melakukan pengkajian metode e. Kecepatan elusi Kuantifikasi (LOQ). Batas deteksi merupakan parameter uji batas.
analisis untuk mendapatkan metode dengan Sedangkan batas kuantitasi merupakan parameter pada analisis
spesifisitas dan selektivitas yang baik. renik dan diartikan sebagai kuantitas terkecil analit dalam sampel
Apakah titik kritis dari kehandalan metode yang masih dapat memenuhi kriteria cermat dan saksama
analisis yang terpilih? (Harmita, 2004)
𝑚
146. Seorang apoteker di bagian QC suatu a. 6,8 g M= n x V dan n =
𝑀𝑟
industry farmasi sedang meniapkan larutan b. 13,6 g 𝑀 𝑥 𝑀𝑟 0,1 𝑀 𝑥 136
kalium dihidrogen fosfat (𝐾𝐻2 𝑃𝑂4 ) untuk c. 27,2 g Maka bobot 𝐾𝐻2 𝑃𝑂4 = 𝑉
= 1𝐿
= 13,6 g
analisis metformin HCl dalam sediaan tablet. d. 136,0 g
Bobot molekul 𝐾𝐻2 𝑃𝑂4 adalah 136 dan e. 272,0 g
apoteker akan membuat larutan 𝐾𝐻2 𝑃𝑂4 0,1
M sebanyak 1 liter. Berapakan bobot
𝐾𝐻2 𝑃𝑂4 yang harus ditimbang?
147. Industri farmasi melakukan pembelian a. Kepala Bagian Kepala bagian Pengawasan Mutu hendaklah diberi
bahan aktif metoprolol, bahan tambahan, Produksi kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam
dan bahan pengemas primer untuk b. Kepala Bagian pengawasan mutu, termasuk:
sediaan tablet. Sebelum diterima, Pengawasan Mutu menyetujui atau menolak bahan awal, bahan pengemas,
apoteker bagian QC melakukan sampling c. Kepala Bagian produk antara, produk ruahan dan produk jadi (Pedoman
dan pemeriksaan untuk memastikan Pemastian Mutu CPOB, 2012).
bahan yang diterima telah sesuai dengan d. Kepala Gudang
spesifikasi yang ditentukan. Siapakah e. Anggota Pengawasan
yang menyetujui atau menolak bahan Mutu
awal dan bahan pengemas tersebut?

148. Seorang pasien datang ke apotek a. Satu jam sebelum makan Efek griseofulvin dapat meningkat. Interaksi yang terjadi
membawa resep berisi Griseofulvin tablet b. Dua jam setelah makan adalah interaksi yang menguntungkan dan griseofulvin
500 mg. Sebelum penyerahan obat, c. Diminum dengan segelas sebaiknya dimakan pada saat makan makanan berlemak
apoteker ingin memberikan edukasi susu (Harkness, 1989).
terkait penggunaan obat tersebut. Apakah d. Sebelum tidur malam https://www.slideshare.net/Easterrkey/farmakologi-interaksi-
informasi yang tepat disampaikan untuk e. Pagi hari perut kosong obat-dengan-makanan
meningkatkan absorbsi obat tersebut?
Griseofulvin boleh diminum bersama susu atau es krim oleh
karena absorbsinya dipercepat dengan makanan berlemak.
Sumber: Weston WL, Lane AT, Morelli JG. Color Textbook
of Pediatric Dermatology. 3rd ed. St. louis : Mosby, 2002
149. Seorang pasien datang ke apotek a. 1 bulan Turbuhaler adalah salah satu jenis inhaler berbentuk tabung
membawa resep turbuhaler berisi b. 2 bulan yang didalamnya terdapat obat dalam bentuk bubuk kering.
budesonid dan formoterol. Apoteker c. 3 bulan Perangkat ini digunakan dengan cara menghisap obat
ingin memberikan KIE terkait obat d. 6 bulan melalui mulut, kemudian diteruskan ke paru-paru.
tersebut. Berapa bulan BUD untuk obat e. 9 bulan http://rsud.banjarkota.go.id/artikel-kesehatan/cara-
setelah dibuka alumunium foilnya dan penggunaan-turbuhaler-symbicort/
mulai digunakan?

Turbuhaler berbentuk serbuk kering, sehingga BUDnya


selama 6 bulan setelah dibuka alumunium foilnya dan mulai
digunakan.

150. Seorang perempuan, usia 29 tahun, telag a. Pil KB yang mengandung


rutin menggunakan pil KB yang etinilestradiol saja
mengandung kombinasi hormon b. Pil KB yang mengandung
desogestrol dan etilentradiol sebagai lynesterol saja
metode kontrasepsi semenjak 1 bulan c. Pil KB yang mengandung
yang lalu. saat ini, perempuan tersebut klomifen sitrat saja
mengeluhkan terjadi desminore ketika d. Pil KB yang mengandung
akan menstruasin sejak menggunakan pil danazol saja
konstrasepsi tersebut. Dokter meminta e. Pil KB yang mengandung
pertimbangan opoteker terkait oral kombinasi lynesterol dan
kontrasepsi lain yang dapat etinilestradiol
direkomendasikan. Apakah pil KB yang
tepat direkomendasikan?
151. seorang pasien, laki-laki usia 54 tahun, a. amitriptilin
datang ke klinik dengan keluhan nyeri b. natrium diklofenak
pada telapak kakinya. Nyeri sudah c. deksametason
berlangsung 1 bulan dan diterapi d. aspirin
parasetamol. Namun tidak ada perbaikan. e. celexocib
Dokter mendiagnosa pasien mengalami
nyeri neuropati dan berdiskusi dengan
apoteker mengenai pemilihan obatnya.
Apakah obat yang tepat untuk
direkomendasikan?

Guideline National Institute of Clinical Excellence


merekomendasikan amitryptiline dan pregabalin sebagai
pilihan lini pertama untuk kasus nyeri neuropatik.Hal serupa
muncul pada rekomendasi Perhimpunan Neurologi dari
Eropa yang merekomendasikan pregabalin dan amitriptilin
berdasarkan uji klinis skala besar. Kajian lain lagi
menyebutkan bahwa berdasarkan pertimbangan efek
manfaat dan risiko efek samping, juga didasarkan pada
jumlah studi dan subjek yang ditelaah, pilihan pertama tata
laksana nyeri neuropatik adalah antidepresan (termasuk
antidepresan trisiklik dan dual reuptake inhibitor), penyekat
kanal kalsium di ligan alfa-2 delta (gabapentin dan
pregabalin), serta lidokain topikal untuk nyeri neuropatik
yang bersifat dermatomal.
152. seorang laki-laki usia 67 tahun datang a. benzerazid
kerumah sakit dan terdiagnosa menderita b. bromokriptin
parkinson dan diresepkan levodopa. c. selegilin
Setelah 6 bulan mengkonsumsi obat, d. entacapone
pasien mengalami efek samping berupa e. triheksifenidil
aritmia. Dokter meminta saran apoteker
mengenai obat untuk mengurangi efek
samping tersebut.obat yang tepat
ditambahkan untuk pasien tersebut?

Efek Kardiovaskular
Pada penderita Parkinson yang juga menderita penyakit
jantung, manfaat dari levodopa yang dikombinasi dengan
carbidopa lebih besar daripada resiko induksi aritma jantung.
Efek ini meliputi takikardi, ekstrasistol ventrikuler serta
terkadang fibrilasi atrial yang berhubungan dengan
peningkatan formasi katekolamin atrial. Namun efek ini
dapat dikurangi dengan mengkonsumsi levodopa yang
dikombinasi dengan inhibitor dekarbosilasi prefer
(Katzung, 2002). Contoh dari dekarboksilasi yaitu
entacapone.

153. Seorang apoteker di rumah sakit swasta akan A. Pemesanan ke PBF terdekat Fentanyl adalah salah satu obat golongan narkotika dan termasuk
melakukan pemesanan obat bulan ini. Saalah B. Pemesanan ke PBF kimia sintetik opiat yang poten dalam menangani nyeri. Narkotika hanya
satunya adalah fentanil Inj. 0,05 mg/mL. obat farma dapat dipesan melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) Kimia
tersebut mengalami kekosongan di gudang C. Pembelian ke apotek terdekat Farma, pemesanan Narkotika harus menggunakan surat pesanan,
farmasi. Apakah tindakan yang tepat D. Pemesanan ke dinas kesehatan pembayaran obat dilakukan pada saat barang datang.
dilakukan oleh apoteker? E. Pembelian ke rumah sakit Jawaban: Pemesanan ke PBF Kimia Farma
terdekat
Farida Elyyani.2016.Gambaran Pengelolaan Obat Narkotika Dan
Psikotropika Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah
Banjarbaru Kalimantan Selatan. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu
Kesehatan : UMY.
154. Seorang apoteker di instalasi farmasi rumah A. Prednison tablet- prednisolon Obat LASA (Look ALike Sound Alike) atau penampilan dan
sakit baru saja menerima pesanan obat- tablet- piroksikam- tablet- penamaan mirip tidak ditempatkan berdekatan dan diberi
obatan dari PBF. Beberapa obat-obatan primolut N penandaan khusus dengan menempatkan salah satu obat yang
tersebut adalah tablet prenison tablet, B. Prednisolon tablet- prednison bukan LASA ditengah, diantaranya obat LASA. Tidak boleh
prednisolon tablet, piroksikam tablet dan tablet- prioksikam tablet-primolut diletakkan berdekatan walaupun terletak pada kelompok abjad
primolut N tablet. Selin diurutkan secara N yang sama, harus diselingi dengan minimal 2 obat non kategori
alfabetis, penyimpanan obat-obatan C. Prednisolon tablet- LASA di antaranya dan pada rak/ tempat obat diberikan stiker
tersebutharus memperhatikan obat-obatan piroksikam tablet- primolut N- LASA. Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam
yang termasuk dalam kategori LASA. prednison tablet pengambilan obat dan menghindari penyalahgunaan obat.
Bagaimanakah penyimpanan yang tepat D. Piroksikam tablet- prednisolon Jawaban: Prednisolon tab - Piroksikam tab-Primolut N - Prednison
terhadap ke-4 obat tersebut? tablet-prednison tablet- primolut tab
N
E. Prednison tablet-piroksikam Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT Vol.6 No.3 Agustus 2017 ISSN
tablet- prednisolon tablet- 2302-2493
primolut N
155. Seorang apoteker di industry farmasi akan A. Sampel bahan baku
melakukan on going stability testing pada B. sampel bahan kemas
produk tablet simvastatin 10mg yang C. Sampel produk antara
memiliki waktu kadaluarsa 4 tahun. Langkah D. Sampel produk jadi
pertama yang dilakukan adalah mengambil E. Sampel pertinggal
sempel yang akan diperiksa. Apakah istilah
untuk sampel yang akan diperiksa tersebut?
156. Seorang apoteker di bagian R&D suatu a. Basis absorbsi
industri farmasi sedang mengembangkan b. Basis hidrokarbon Menurut FI. IV, dasar salep yang digunakan sebagai
sediaan salep dengan bahan aktif natrium c. Basis larut air pembawa dibagi dalam 4 kelompok, yaitu dasar salep
dik;ofenak yang bersifat mudah larut d. Basis larut minyak senyawa hidrokarbon, dasar salep serap, dasar salep
dalam air. Apakah jenis basis yang tepat e. Basis salep tercuci air yang dapat dicuci dengan air, dasar salep larut dalam
digunakan untuk sediaan tersebut? air. Setiap salep obat menggunakan salah satu dasar
salep tersebut.
1). Dasar Salep Hidrokarbon
Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara
lain vaselin putih dan salep putih. Hanya sejumlah kecil
komponen berair yang dapat dicampurkan kedalamnya.
Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan
obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup.
Dasar salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai
emolien, sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak
berubah dalam waktu lama.

2). Dasar Salep Serap


Dasar salep serap ini dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok
pertama terdiri atas dasar salep yang dapat bercampur
dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin
hidrofilik dan lanolin anhidrat), dan kelompok kedua terdiri
atas emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur dengan
sejumlah larutan air tambahan (lanolin). Dasar salep ini juga
berfungsi sebagai emolien.

3). Dasar Salep yang dapat dicuci dengan air.


Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain
salep hidrofilik (krim). Dasar salep ini dinyatakan juga
sebagai dapat dicuci dengan air, karena mudah dicuci dari
kulit atau dilap basah sehingga lebih dapat diterima untuk
dasar kosmetika. Beberapa bahan obat dapat menjadi lebih
efektif menggunakan dasar salep ini dari pada dasar salep
hidrokarbon. Keuntungan lain dari dasar salep ini adalah
dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan
yang terjadi pada kelainan dermatologik.

4). Dasar Salep Larut Dalam Air


Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan
terdiri dari konstituen larut air.
Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungannya
seperti dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan tidak
mengandung bahan tak larut dalam air, seperti paraffin,
lanolin anhidrat atau malam. Dasar salep ini lebih tepat
disebut gel.
157. Seorang apoteker pada bagian R&D suatu a. Emulgator
industri farmasi akan menggunakan b. Buffer
Isopropil palmitat sebagai bahan c. Suspending agent
tambahan pada sediaan krim. Isopropil d. Emolien
palmitat diketahui dapat memodifikasi e. Surfaktan
sifat pembawa atau kondisi kulit sehingga
akan meningkatkan penetrasi zat aktif ke
dalam kulit. Apakah fungsi Isopropil
palmitat dalam sediaan krim tersebut?

HPE Ed V hal 376


158. Seorang pasien laki-laki, usia 55 tahun, a. ACE inhibitor
dibawa ke UGD suatu rumah sakit dan b. Antikoagulan
didiagnosa dokter mengalami STEMI. c. Antiplatelet
Pasien diberikan nitrogliserin sublingual, d. Calcium channel blocker
carvedilol (Beta blocker), dan aspirin. e. Inotropik positif
Dokter mengevaluasi terapi pasien dan
membutuhkan tembahan obat untuk
mengatasi keadaan infark pasien. Apakah
golongan obat yang tepat
direkomendasikan kepada dokter
tersebut? Perki, pedoman tatalaksana sindrom koroner akut, 2015
159. Seorang apoteker sedang melakukan evaluasi a. LED Bone mineral density (BMD) merupaka suatu pemeriksaan yang
keberhasilan terapi seseorang pasien (laki2, b. CD4 mengukur densitas/ kepadatan mineral dalam tulang dengan sinar
usia 65 th, penderita osteoporosis) c. BMD x khusus.
berdasarkan hasil pemeriksaan hasil lab d. Ig- G
pasien saat ini. Paseien telah menggunakan e. TNF a http://labkedung doro.com/info-kesehatan/osteoporosis/
tab alendronat selama 1 th. Apa data lab yang
harus di evaluasi tersebut?
160. Pasien laki2 usia 42 tahun penderita TB paru a. Rifampisin Penggunaan paduan OAT tidak ade kuat yaitu karna jeni obatnya
mengalami kegagalan terapi dengan b. Isoniazid yang kurang, atau karna dilingkungan tersebut telah terdapat
pengobatan OAT kategori 1, setelah c. Rifampisin dan isoniazid resistensi yng tinggi terhadao OAT yang digunakan misal
dilakukan uji biakan pasien selanjutnya d. Rifampisin dan rifampisin/ inh
didiagnosis mengalami TB-MDR. Apakah pirazinamid
obat TB yang telah resisten terhadap bakteri e. Pirazinamid dan etambutol Faktor mikrobiologi :
penyebab TB-MDR tersebut? 1. Resisten yang jarang terjadi misal resistensi trhahadap
rifampisin
2. Resisten yang didapat virulensi kuman
3. Tertular galur kuman MDR
161. Seorang pasien laki-laki usia 68 tahun a. Amlodipin Pembahasan :
didiagnosa dokter di suatu rumah sakit b. Propanolol Pasien hipertensi disertai DM dan asma menurut algoritma
mengalami hipertensi. Saat ini, pasien juga c. Captopril menggunakan pengobatan dengan
sedang menjalani terapi asma dan diabetes d. Bisoprolol
mellitus. Dokter dan apoteker berdiskusi e. Atenolol
untuk menentukan anti hipertensi yang akan
diresepkan untuk pasien. Apakah
antihipertensi yang tepat untuk
direkomendasikan?
(dipiro)
162. Seorangpasien, laki-laki, usia 65 tahun, mauk a. Alteplase dan aspirin Penggunaan obat untuk sroke iskemik akut dengan pasien
IGD rumah sakit dan diagnosa dokter b. Aspirin dan hidroklortiazid masuk IGD penanganan pertama menggunakan :
mengalami stroke iskemik akut. Dokter akan c. Hidroklortiazid dan
memberikan obat alteplase, aspirin, kaptopril Altepase : diberikan selama 60 menit dilanjutkan 3-4,5 jam
hidroklortiazid, kaptopril, dan klopidogrel d. Kaptopril dan klopidogrel setelah onset secara iv.
untuk pasien dan meminta apoteker untuk e. Alteplase dan klopidogrel
Aspirin : diberikan 4-6 jam setelah serangan
menetapkan regiment terapinya. Apoteker
mengatakan bahwa beberapa obat harus Klopidrogel : diberikan sehari 1 kali selama 4 minggu.
ditunda pemberiannya untuk 7 hari kedepan. (MIMS)
Apakah obat yang dimaksudkan oleh
apoteker tersebut? Kaptopril dan hidroklortiazid merupakan obat hipertensi
maka pemberian obat tersebut dapat ditunda.
163. Seorang apoeker disebuah rumah sakit a. Annual purchasing Annual purchasing (pembelian tahunan): merupakan pembelian
swasta akan melakukan pengadaan b. Scheduled purchasing dengan selang waktu satu tahun.
perbekalan farmasi untuk kebutuhan rumah c. Perpetual purchasing Schedjule purchasing (pembelian terjadwal): pembelian dengan
sakit selama 1 tahun. Akan tetapi, terdapat d. Negosiation selang waktu tertentu mis 1 bulan, 3 bulan atau 6 bulan.
beberapa kendala dari fasilitas yang ada di e. Tender Pembelian tiap bulan: pembelian setiap saat, hanya pada saat obat
rumah sakit, seperti ruangan gudang yang kosong.
sempit, jumlah dana yang kurang mencukupi,
dan keterbatasan jumlah sumber daya Document.tips/pedomanpengadaan obat.docs
manusia yang ada. Apakah teknik pembelian
yang tepat dilakukan oleh apoteker tersebut?
164. Seorang apoteker di apotek sedang a. FEFO Obat LASA (Look Alike Sound Alike) merupakan obat-
berusaha untuk melakukan b. FIFO obatan yang terlihat bentuknya mirip atau obat-obatan yang
penyimpanan obat sebagai berikut: c. Bentuk sediaan kedengarannya mirip atau dalam istilah bahasa Indonesia
- Methylergometrin maleat tablet d. Stabilitas sediaan disebutdengan NORUM (Nama Obat Rupa dan Ucapan
- Methylprednisolone tablet 4mg e. LASA Mirip)
- Methylprednisolone tablet 8 mg http://www.academia.edu/29002134/Penyimpanan_Obat_
Apakah metode penyimpanan yang tepat LASA
untuk obat-obat tersebut?
165. Seorang Apoteker yang bekerja di Badan a. Pengencer Organik
POM melakukan inspeksi mendadak di pasar. b. Pengencer Penetral
Dari hasil sidak, diperoleh sampel sediaan c. Pengencer Polar
kosmetik dengan notifikasi yang tidak jelas. d. Pengencer Inert
Sampel kosmetik tersebut diencerkan dengan e. Pengencer Basis
Soy Casien Digest Lechitin Polisorbate 20 Peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan RI No.
Broth (SCDLP 20 broth). Apakah jenis HK.03.1.23.08.11.07331 Tahun 2011 Tentang Metode Analisis
pengencer yang digunakan oleh Apoteker Kosmetik, hal 2.
tersebut?

166. Seorang Apoteker di bagian R&D suatu a. Pengawet Dalam Formulasi Haloperidol dekanoat, minyak wijen digunakan
Industri Farmasi sedang mengembangkan b. Pengatur pH sebagai pembawa.
sediaan injeksi haloperidol. Formula sediaan c. Pengatur Tonisitas
tersebut terdiri dari haloperidol dekanoat, d. Pembawa
benzyl alcohol dan minyak wijen. Apakah e. Pengatur Kekentalan
fungsi minyak wijen dalam formula
tersebut?

167. Seorang apoteker di bagian R&D suatu a. Menambah bahan pengikat Molting adalah cacat dalam perwarnaan saat proses
industri farmasi sedang mengembangkan b. Mengurangi bobot tablet penyalutan dimana warna tablet tidak terdistribusi secara
metode penyalutan pada proses produksi inti homogen pada permukaan tablet. Tindakan yang padat
tablet salut gula multivitamin. Pada saat c. Menambah pelarut dilakukan adalah dengan cara menambahkan pelarut, agar
trial, proses penyalutan tablet d. Menggunakan bahan cairan penyalut dapat lebih encer sehingga proses
menggunakan panci salut konvensional pewarna yang tidak larut penyemprotan dapat terjadi dengan baik.
dan menghasilkan tablet salut dengan air
warnanya yang tidak rata. Apakah e. Meningkatkan suhu
tindakan yang tepat dilakukan untuk pengeringan
mengatasi permasalahan tersebut?
168. Seorang pasien perempuan usia 38 tahun a. Mengocok turbuhaler
datang menemui apoteker untuk konultasi agar tercampur merata
mengatasi masalah sariawan yan dialaminya b. Segera menutup
. pasien telah menggunakan obat turbuhaler turbuhaler setelah dipakai
yang berisi kombinasi budesonid dan untuk mencegah kotoran
formoterol atas resep dokter selama 1 minggu masuk
pasien juga mengatakan bahwa dia tidak c. Membersihkan ujung
mendapatkan informasi yang lengkap terkait turbuhaler dengan tisu
cara penggunaan obat yang diresepkan basah
dokter. Apakah saran yang tepat disampaikan d. Mencuci ujung turbuhaler
untuk mencegah sariawan tsb? dengan air matang
e. Berkumur dengan air
atau gosok gigi setelah
pemakaian
169. Seorang pasien mengalami gagal jantung a. Captopril
yang menjalani terapi furosemid, propanolol, b. Furosemid
captopril dan ISDN setwlah keluar dr Rumah c. ISDN
sakit seminggu yang lalu, pasien mengalami d. Metformin
riwayat diabetes yang terkontrol dengan e. Propanolol
metformin, saat ini pasien merasakan lemas
dan tidak mampu berjalan hingga dirujuk lagi
ke IGD dan didiagnosa dokter mengalami
hipokalemi akibat ESO. Apakah obat yang
berpotensi menyebabkan efek samping pada
pasien tersebut ?
170. Seorang pasien laki laki berusia 40th a. Thiamin
mempunyai keluhan kesemutan pada kaki b. Riboflavin
dan tangannya, pasien adalah penderita c. Piridoksin
tuberkulosis dan menerima terapi kombinasi d. Asam askorbat
anti TB sejak 5 bulan yang lalu. Apoteker e. Niasin
memperkirakan pasien mengalami neuropati
perifer karena efek samping obat yang
dikonsumsi pasien apakah vitamin yang
disarankan untuk mengatasi efek samping
tersebut ?

171. Seorang pasien perempuan usia 20 tahun, a. Furosemide


hamil usia 22 minggu, didiagnosa b. Losartan
mengalami hipertensi gestasional oleh c. Propranolol
dokter di sebuah puskesmas. Tekanan d. Captopril
darah pasien 150/100 mmHg. Proteinuria e. Metildopa
negatif. Pasien tidak memiliki riwayat
hipertensi sebelumnya. Dokter dan
apoteker berdiskusi untuk menetapkan
obat yang akan diberikan pada pasien
tersebut. Apakah antihipertensi yang
tepatdirekomendasikan?
172. Seorang pasien perempuan berusia 50 a. Tamoxifen Tamoksifen, suatu antagonis reseptor estrogen efektif pada
tahun menderitakan kerpayudara. Dokte b. Trastuzumab wanita pasca menopause, perimenopause dan
rmengatakan berdiskusi dengan apoteker c. Metotreksat pramenopause.Terapi tambahan antagonis hormon
mengenai anti kanker golongan Selective d. 5-fluorourasil mengurangi risiko munculnya kanker pada payudara yang
Estrogen Reseptor Modulator (SERM) e. Doxorubisin lain dan terapi sebaiknya diteruskan selama 5 tahun setelah
yang akan diresepkan untuk pasien. Obat operasi pengangkatan payudara. Untuk pasien yang
tersebut merupakan anti estrogensintetik. diberikan terapi tambahan lanjutan, diberikan tamoksifen
Apakah obat yang termasuk kedalam selama 5 tahun diiikuti dengan penghambat aromatase
golongan tersebut? sepertiletrozol selama 3 tahun berikutnya.
KANKER PAYUDARA STADIUM LANJUT. Tamoksifen
digunakan untuk tumor pada wanita pasca menopause
dengan reseptor estrogen positif, pada pasien dengan periode
bebaskan kerpayudara setelah terapi kanker payudara
stadium awal yang berlangsung sejak lama dan penyakit
pada jaringan lunak dan tulang. Penghambat aromatase
seperti anastrozol atau letrozol lebihefektif dan merupakan
pengobatan yang lebih dipilih untuk wanita pasca
menopause.

Trastuzumab diindikasikan untuk penggunaan kanker


payudara stadium awal dengan over express HER2 (human
epidermal growth factor-2) pada wanita yang sebelumnya
telah menjalani pembedahan, kemoterapi dan radioterapi
(yang sesuai).

Metotreksat menghambat enzim dihidrofolatreduktase yang


penting untuk sintesis purin dan pirimidin. Obat ini
diberikan per oral, intravena, intramuskular, atau
intratekaluntuk terapi penunjang leukemia limfositik akut
pada anak, koriokarsinoma, limfoma non-Hodgkin, dan
beberapa tumor solid. Pemberian intratekal digunakan untuk
pencegahan SSP pada leukemia limfoblastik akut pada masa
kanak-kanak, dan untuk kanker atau limfoma meningeal
yang sudah menetap.

5-fluorourasil (5-FU) diindikasikan untuk pengobatan


adjuvant kankerkolon stadium III (Dukes stage C) setelah
pengangkatan tumor awal dan pengobatan kanker
kolorektalmetastatic

Pegylated liposomal doxorubicin adalah pilihan untuk


kanker ovarium lanjut yang tidak memberikan respon
terhadap, atau kambuh dalam 12 bulan setelah
menyelesaikan kemoterapi awal dengan platinum.
Paklitaksel tunggal atau pegylated liposomal doxorubicin
adalah pilihan untuk kanker ovarium lanjut bagi pasien yang
alergi terhadap senyawa platinum.
173. Seorang apoteker bagian pengadaan di a. 1 Narkotik : PhetidinHCl 50 mg/mL,
instalasi farmasi rumah sakit akan b. 2 Morphine 10 mg,
mengadakan injeksi Phetidin HCl 50 c. 3 Codein 15 mg
mg/mL sebanyak 1 box, Morphine 10 mg d. 4
tablet 1 box, ibuprofen 400 mg tablet 5 e. 5 Bukan Narkotik : Ibuprofen 400 mg
box, asam mefenamat 500 mg kaplet 5 Asam mefenamat 500
box, dancodein 15 mg tablet 1 box.
Berapakah jumlah surat pesanan yang PMK NO 3 TAHUN 2015, TENTANG, PEREDARAN,
harus dibuat oleh apoteker? PENYIMPANAN, PEMUSNAHAN, DAN PELAPORAN
NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN PREKURSOR
FARMASI
Pasal 9
(3) Surat pesanan Narkotika hanya dapat digunakan untuk 1
(satu) jenis Narkotika.
Sehingga diperlukan 4 SP untuk memesan 5 jenis obat
tersebut
174. Apoteker di suatu rumah sakit menemukan A. Seleksi No Variabel Standar Pengelolaan Obat
13 item obat mengalami kadaluarsa dengan B. Perencanaan 1 Seleksi a. Menentukan jenis obat yang akan
nilai kerugian sebesar Rp. 10.000.000,-. C. Pengadaan dugunakan/dibeli sesuai dengan
Salah satu obat yang kadaluarsa adalah D. Distribusi formularium nasional.
injeksi furosemide. Setelah ditelusuri E. Penggunaan b. Berdasarkan pola penyakit.
diketahui bahwa obat-obatan tersebut banyak c. Mempertimbangkan mutu dan harga
tersimpan di bangsal-bangsal rawat inap, obat.
sehingga lost monitoring. Apakah tahap d. Mempertimbangkan sediaan
manajemen pengelolaan obat yang harus dipasaran.
diperbaiki oleh instansi farmasi? 2 Perencanaan a. Perencanaan obat disesuaikan
dengan anggaran yang tersedia.
b. Mempertimbangkan sisa persediaan.
c. Berpedoman pada pemakaian
pemakaian periode yang lalu
(metode konsumsi).
3 Pengadaan a. Membeli obat dengan jumlah yang
tepat.
b. Memperoleh harga yang serendah
mungkin.
c. Obat yang dibeli dapat dapat
dipastikan memenuhi standar
kualitas obat.
d. Menentukan waktu pengadaan dan
kedatangan obat.
4 Penyimpanan a. Penyimpanan obat disesuaikan
dengan sifat obat
b. Menyimpan obat sesuai dengan
bentuk sediaan, abjad dan waktu
kadaluarsa (bila ada).
c. Pencatatan harian untuk obat yang
didistribusikan dalam buku register
harian.
d. Pencatatan kartu stok untuk setiap
jenis obat.
5 Pendistribusian a. Penerimaan obat dari gudang
obat disesuaikan dengan
amprahan obat.
b. Mendistribusikan obat kepada
pasien sesuai dengan permintaan
dari resep dokter melalui rawat
inap, rawat jalan dan IGD.
6 Pengawasan a. Membuat laporan penerimaan dan
pemakaian obat setiap bulan.
b. Melakukan evaluasi obat yang
jarang digunakan (slow moving).
c. Melakukan evaluasi stok obat yang
tidak digunakan selama tiga bulan
berturut-turut (death stock).
d. Stock Opname dilakukan secara
periodik dan berkala.

 Pendistribusian obat dari gudang farmasi ke Instalasi


Farmasi melalui Surat Permintaan Barang (SPB) yang
ditandatangani oleh apoteker instalasi farmasi. Dalam
keadaan normal, pendistribusian obat dari instalasi
farmasi untuk pasien rumah sakit diperoleh melalui resep
rawat jalan, rawat inap dan IGD.

SUMBER :
1. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No. 58, Tahun 2014, Tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian.
175. Industri farmasi telah membuat sediaan tablet A. Sticking Macam-macam kerusakan pada pembuatan tablet
simvastatinmenggunakan metode kempa B. Mottling 1. Binding : kerusakan tablet akibat massa yang akan dicetak
langsung. Setelah sediaan tablet jadi, C. Binding melekat pada dinding ruang cetakan.1
apoteker melakukan evaluasi terhadap tablet D. Capping 2. Sticking/Picking : pelekatan yang terjadi pada punch atas
yang dihasilkan. Hasil yang didapat pada E. Crumbling dan bawah karena permukaan punch tidak licin, pencetak
permukaan tablet terdapat warna terang dan masih ada lemaknya, zat pelicinnya kurang atau massanya
gelap, serta distribusi warna tablet tidak basah. 1
merata. Apakah kerusakan yang terjadi pada 3. Whiskering : terjadi karena pencetak tidak pas dengan
sediaan tersebut? ruang cetakan sehingga terjadi pelelehan zat aktif saat
pencetakan pada tekanan tinggi. Akibatnya pada
penyimpanan dalam botol-botol, sisi-sisi tablet yang
berlebihan akan lepas dan menghasilkan bubuk.1
4. Splitting/Capping : Splitting adalah lepasnya lapisan tipis
dari permukaan tablet, tertutama pada bagian tengah;
Capping adalah membelahnya tablet di bagian atas,
Penyebabnya yaitu :
a. Kurangnya daya pengikat dalam massa tablet,
b. Massa tablet terlalu banyak fine atau terlalu banyak
mengandung udara sehingga udara akan keluar
setelah dicetak,
c. Tenaga yang diberikan pada pencetakan tablet terlalu
besar sehingga udara yang berada di atas massa yang
akan dicetak sukar keluar dan ikut tercetak,
d. Formulanya tidak sesuai,
e. Die dan punch tidak rata.1
5. Mottling : terjadi karena zat warna tersebar tidak
merata pada permukaan tablet.1
6. Crumbling : tablet menjadi retak dan rapuh, penyebabnya
adalah kurangnya tekanan pada pencetakan tablet dan
kurangnya zat pengikat.1
7. Laminating : pemisahan tablet menjadi dua atau lebih
lapisan karena udara terjebak dalam massa granul.2
8. Chipping : keadaan dimana bagian bawah tablet
terpotong. Penyebabnya ujung punch bawah tidak rata
dengan permukaan atas die.2

SUMBER :
1. Syamsuni, 2005, Farmasetika Dasar dan Hitungan
Farmasi, EGC, Jakarta, 84-85
2. Rana A. S., dan Kumar S. L. H., 2013, Manufacturing
Defect of Tablets : A Review, Journal of Drug Delivery&
Therapeutics, 3(6), 200-206
176. Seorang apoteker di bagian produksi suatu a. Kelas A Pada pembuatan produk steril dibedakan 4 kelas kebersihan:
industri farmasi sedang melakukan proses b. Kelas B
filing serbuk kering seftriakson 1 g ke dalam c. Kelas C
vial. Berdasarkan aturan CPOB, apakah kelas d. Kelas D
ruangan yang tepat untuk melakukan proses e. Kelas E
tersebut?

Sumber : Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan


Republik Indonesia Nomor Hk.03.1.33.12.12.8195 Tahun 2012
Tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik
177. Seorang apoteker di industri obat tradisional a. KCKT Analisis sampel minyak atsiri biasanya digunakan dengan
baru saja menyelesaikan produksi produk b. KG menggunakan GC-MS. Analisis sampel dapat menunjukkan
aromaterapi dengan komposisi utama minyak c. SM perbedaan kualitatif dan kuantitatif dari komponen minyak atsiri.
atsiri (senyawa terpenoid). Sebelum d.KCKT-SM
dipasarkan, produk tersebut harus didaftarkan e. KG-MS
dan mendapat persetujuan BPOM dengan Sumber : isolasi dan analisis komponen kimia minyak atsiri dari
melampirkan analisis kandungannya. Apakah daun tumbuha binara
metode analisis yang tepat digunakan untuk http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/28115/Cha
analisis kandungan senyawa tersebut? pte?sequence=4

178. Seorang bidan menghubungi apoteker untuk a. 3 jam


bertanya mengenai kapan batas waktu vaksin b. 6 jam
boleh tetap digunakan setelah dibuka. Salah c. 9 jam
satu yang ditanyakan adalah vaksin campak. d. 2 minggu
Berapa lama maksimal vaksin tersebut dapat e. 4 minggu
digunakan setelah dibuka ?

Daftar Pustaka :
Permenkes 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi
Hal. 70
179. Pasien pria usia 30 tahun membawa resep a. Tandailah dua kali sehari dua S b dd gtt II AD =
dari dokter spesialis THT tetes pada mata kiri signa bi de die guttae II Auris Dexter
R/ Ciprofloxacin 500 mg No.X b. Tandailah dua kali sehari dua Artinya
S b dd I pc tetes pada mata kanan Tandai dua kali sehari dua tetes pada telinga kanan
R/ Diclofenac Potassium mg No.X c. Tandailah dua kali sehari dua
S b dd I pc tetes pada telinga kiri
R/ Chloramphenicol TT fl 1 d. Tandailah dua kali sehari dua
S b dd gtt II AD tetes pada telinga kanan
Bagaimanakah pembacaan aturan pakai pada e. Tandailah dua kali sehari dua
resep ketiga? tetes pada telinga kanan dan
kiri
180. Seorang pasien, laki-laki usia 47 tahun, a. Beta blokerselektif Beta bloker dapat mencetuskan asma. Karena itu, harus
penderita hipertensi dan asma rutin b. Beta bloker non selektif dihindarkan pemberiannya pada pasien dengan riwayat asma
mendapatkan terapi dengan captopril dan c. Angiotensin atau bronkospasme. Jika tidak ada alternatif lainnya, beta
salbutamol. Saat ini, pasien mengalami reseptorbloker bloker kardioselektif dapat digunakan dengan sangat hati-
peningkatan tekanan darah hingga 160/93 d. Penghambatkanal ion hati di bawah pengawasan dokter
mmHg dengan peningkatan denyut nadi kalsium spesialis. Atenolol, bisoprolol, metoprolol,dan asebutolol e
hingga 130 kali/menit, dokter e. Diuretik feknya kurang pada reseptor beta2 (bronkial), karena itu
mempertimbangkan penggantian relatif kardioselektif, tetapi tidak kardiospesifik. Beta bloker
antihipertensi dalam pengobatan pasien tersebut lebih sedikit menimbulkan resistensi saluran nafas,
dan meminta saran apoteker mengenai tetapi tidak bebas dari efek samping ini
pemilihan obatnya. Apakah golongan (BADAN POM RI)
antihipertensi yang tepat di sarankan
kepada dokter tersebut?
181. Seorang apoteker di instalasi farmasi a.inkompatibilitas kimia Fenitoin akan menurunkan tingkat atau efek diazepam
rawat jalan suatu rumah sakit menerima b.inkompatibilitas fisik dengan mempengaruhi metabolisme enzim CYP3A4
resep dari seorang pasien (laki-laki, usia c.interaksi farmasetika hati/usus. (Medscape)
30 tahun, penderita epilepsi) yang berisi d.interaksi farmakokinetika
obat fenitoin dan diazepam. Pada saat e.interaksi farmakodinamika Interaksi Farmakokinetik
melakukan skrining, apoteker berhasil Yaitu interaksi yang terjadi apabila satu obat mengubah
mengidentifikasi adanya interaksi pada absorpsi, distribusi, metabolisme, atau ekskresi obat lain.
kedua obat tersebut. Apakah jenis Dengan demikian interaksi ini meningkatkan atau
interaksi yang potensial terjadi antara dua mengurangi jumlah obat yang tersedia (dalam tubuh) untuk
obat tersebut? dapat menimbulkan efek farmakologinya. Tidak mudah
untuk memperkirakan interaksi jenis ini dan banyak
diantaranya hanya mempengaruhi pada sebagian kecil pasien
yang mendapat kombinasi obat-obat tersebut. Interaksi
farmakokinetik yang terjadi pada satu obat belum tentu akan
terjadi pula dengan obat lain yang sejenis, kecuali jika
memiliki sifat-sifat farmakokinetik yang sama .

Interaksi farmakokinetik dapat digolongkan menjadi


beberapa kelompok:
Mempengaruhi absorpsi
Kecepatan absorpsi atau total jumlah yang diabsorpsi dapat
dipengaruhi oleh interaksi obat. Secara klinis, absorpsi yang
tertunda kurang berarti kecuali diperlukan kadar obat dalam
plasma yang tinggi (misal pada pemberian analgesik).
Namun demikian penurunan jumlah yang diabsorbsi dapat
menyebabkan terapi menjadi tidak efektif.
Menyebabkan perubahan pada ikatan protein
Sebagian besar obat berikatan secara lemah dengan protein
plasma karena ikatan protein tidak spesifik, satu obat dapat
menggantikan obat yang lainnya, sehingga jumlah bentuk
bebas meningkat dan dapat berdifusi dari plasma ketempat
kerja obat. Hal ini akan menghasilkan peningkatan efek yang
terdeteksi hanya jika kadar obat yang berikatan sangat tinggi
(lebih dari 90%) dan tidak terdistribusikan secara luas di
seluruh tubuh. Walaupun demikian, penggantian posisi
jarang menyebabkan potensiasi yang lebih dari potensiasi
sementara, karena meningkatnya bentuk bebas juga akan
meningkatkan kecepatan eliminasi obat. Penggantian posisi
pada tempat ikatan protein penting pada potensiasi warfarin
oleh sulfonamid dan tolbutamid. Tetapi hal ini menjadi
penting terutama karena metabolisme warfarin juga
dihambat.

Mempengaruhi metabolisme.
Banyak obat dimetabolisme di hati. Induksi terhadap sistem
enzim mikrosomal hati oleh salah satu obat dapa
tmenyebabkan perubahan kecepatan metabolisme obat
lainnya secara bertahap, sehingga menyebabkan rendahnya
kadar plasma dan mengurangi efek obat. Penghentian obat
penginduksi tersebut dapat menyebabkan meningkatnya
kadar plasma obat yang lainnya sehingga terjadi gejala
toksisitas. Barbiturat, griseofulvin, beberapa anti epilepsi
dan rifampisin adalah penginduksi enzim yang paling
penting. Obat yang dipengaruhi antara lain warfarin
dankontrasepsi oral.

Interaksi Farmakodinamik
Interaksi farmakodinamik adalah interaksi antara obat-obat
yang mempunyai efek farmakologi atau efek samping yang
serupaatau yang berlawanan. Interaksi ini dapat disebabkan
karena kompetisi pada reseptor yang sama, atau terjadi
antara obat-obat yang bekerja pada sistem fisiologik yang
sama. Interaksi ini biasanya dapat diperkirakan berdasarkan
sifat farmakologi obat-obat yang berinteraksi. Pada
umumnya, interaksi yang terjadi dengan suatu obat akan
terjadi juga dengan obat sejenisnya.
Interaksiiniterjadidenganintensitas yang berbeda pada
kebanyakan pasien yang mendapat obat-obat yang
salingberinteraksi
(BADAN POM RI)
Interaksi Farmasetik
Interaksi farmasetik terjadi jika antara dua obat yang
diberikan bersamaan tersebut terjadi inkompatibilitas atau
terjadi reaksi langsung, yang umumnya di luar tubuh, dan
berakibat berubahnya atau hilangnya efek farmakologik obat
yang diberikan. Sebagai contoh, pencampuran penisilin dan
aminoglikosida akan menyebabkan hilangnya efek
farmakologik yang diharapkan

Inkompatibilitas fisik
perubahan – perubahan yang tidak diinginkan yang timbul
pada waktu obat dicampur satu sama lain tanpa terjadi
perubahan-perubahan kimia.
Inkompatibilitas kimia
Perubahan – perubahan yang terjadi pada waktu
pencampuran obat yang di sebabkan oleh berlangsungnya
reaksi kimia.
182. Seseorang pasien perempuan berusia 45 a. Clindamisin Beberapa infeksi oportunisitik (IO) pada ODHA dapat di
tahun didiagnosa HIV dengan stadium b. Siprofloxacin cegah dengan pemberian pengobata profilaksis.
klinik 3 dan nilai CD4 150 sel/mm3 . saat c. Ketokonazol Pengobatan pencegahan kotrimoksazol (PPK), PPK di
ini pasienn dalam kondisi hamil trimester d. Metronidazol anjurkan bagi :
1. Dokter akan pemberian terapi e. kotrimoksazol  ODHA yang bergejala(stadium klinik 2, 3, 4) termasuk
profilaksis untuk mencegah munculnya perempuan hamil dan menyusui, walaupun secara teori
infeksi oportunisitik dan berdiskusi kotrimoksazol dapat menimbulkan kelainan kongenital,
dengan apoteker untuk pemilihan antib tetapi karena resiko yang mengancam jiwa pada ibu
iotiknya . apakah antibiotik yang tepat hamil dengan jumlah CD$ (<200) atau gejala klinis
direkomendasikan? supresi imun (stadium klinis 2, 3, 4), maka perempuan
yang menerlukan kotrimoksazol dan kemudian hamil
harus melanjukan profilaksis kotrimoksazol.
(kementrian kesehatan RI direktorat pengendalian
penyakit dan penyehatan lingkungan 2011 “tatalaksana
klinis infeksi HIV dan terapi ART”).
183. Seseorang apoteker pemilik apotek, a. 9% ROI = (total penjualan-investasi)/ investasi X 100%
melakukan pengembangan usaha dengan b. 18% Laba = total penjualan – investasi
menjual produk susu untuk balita, ibu c. 36% Dik : investasi = Rp. 25.000.000
hamil dan menyusui semenjak januari d. 50% Laba bersih = Rp. 9.000.000
2017. Total dana yang diinvestasikan e. 64% Dit : ROI?
adalah Rp. 25.000.000 laporan keuangan Jawab :
apotek sampai akhir desember 2017 ROI = 9.000.000/ 25.000.000 X 100 % = 36 %
menunjukan bahwa laba bersih dari
penjualan produk susu adalah Rp.
9.000.000 ROI dari pengembang usaha
produk susu tersebut?
184. Seorang apoteker di bagian gudang suatu A. Slow moving Pembahasan:
rumah sakit menemukan antibiotik B. Death stock  Obat slow moving adalah obat yang hanya mengalami
eritromisin sudah tidak pernah diresepkan C. Out of stock penjualan dua atau tiga kali dalam kurun waktu 3 bulan
oleh dokter rumah sakit selama 3 bulan D. Over stock  Stok mati (death stok) adalah obat yang tidak terjual
terakhir sehingga obat tersebut menumpuk E. Stock control selama 6 bulan
digudang dan berpotensi mengalami
kadaluarsa.obat tersebut dicatat dan
dimasukkan ke dalam daftar obat yang perlu
dievaluasi. Apakah nama daftar obat yang
dimaksud oleh apoteker tersebut?
185. Seorang apoteker dibagian PPIC suatu A. 1.500.000 tablet Pembahasan:
industri farmasi sedang membuat B. 2.100.000 tablet Diket: 175.000 tab/jam
perencanaan proses produksi tablet herbal C. 4.200.000 tablet 175.000 x 12 jam/hari
daun sirsak 500 mg. Kapasitas mesin dalam D. 3.600.000 tablet =2.100.000 × 2 buah mesin
produksi sediaan herbal tersebut adalah E. 4.800.000 tablet =4.200.000 tablet
175.000 tablet/jam. Proses produksi akan
dilakukan selama 12 jam/hari menggunakan
2 buah set mesin produksi. Berapakah
perkiraan jumlah tablet herbal daun sirsak
tersebut yang akan dihasilkan dalam 1 hari?
186. Seorang apoteker di industri farmasi f. Presisi Akurasi : ukuran derajat kedekatan hasil analisis dengan kadar
sedang melakukan validasi metode g. Akurasi analit sebenarnya. (% recovery atau % perolehan kembali = x
analisis tablet valsartan dengan metode h. Spesifitas 100 % ). Kedekatan hasil yang diperoleh terhadap nilai
HPLC. Salah satu parameter validasi i. Linearitas sesungguhnya dari suatu pengukuran atau analisis. Bias adalah
metode analisis yang ditetapkan adalah j. Robustness penyimpangan sistematis dari nilai sesungguhnya.
kadar obat yang terukur harus berkisar Presisi : menunjukkan tingkat reliabilitas dari data yang
antara 85%-110% dari kadar teoritis obat, diperoleh. Hal ini dapat dilihat dari standar deviasi yang diperoleh
sesuai yang ditetapkan dalam farmakope dari pengukuran, presisi yang baik akan memberikan standar
indonesia edisi IV. Parameter apakah deviasi yang kecil dan bias yang rendah.
yang sedang ditetapkan oleh apoteker Spesifisitas: Kemampuan untuk menilai dengan jelas analit di
tersebut ? antara adanya komponen lain di dalam suatu sampel. Komponen
ini biasanya merupakan impuritas, hasil urai atau matriks sampel
dll.
Linieritas : kemampuan untuk menunjukkan bahwa nilai hasil uji
langsung atau setelah diolah secara matematika, proporsional
dengan konsentrasi analit dalam sampel dalam batas rentang
konsentrasi tertentu. (y = bx + a). Linearitas yaitu kemampuan
metode memberikan hasil (dalam batas rentang yang ditetapkan)
yang langsung atau tidak langsung sebanding dengan konsentrasi
analit yang terdapat dalam sampel.
(Watson, David G., 2010, Analisi farmasi, Edisi 2, Penerbit Buku
Kedokteran / PK.BPOM No. HK.03.1.33.12.12.8195 Tahun 2012
tentang Penerapan Pedoman CPOB)

Robustness adalah ukuran kemampuan metode analisis untuk


tidak terpengaruh oleh perubahan kecil, seperti variasi yang
sengaja dibuat dalam parameter metode analisis. Serta dapat
memberikan indikasi kehandalannya dalam penggunaan secara
normal (USP,1995)
187. Seorang apoteker yang bertugas di divisi f. Sensitifitas dan Linearitas Akurasi adalah ukuran yang menunjukkan derajat kedekatan hasil
R&D suatu industri farmasi, akan g. Sensitifitas dan Spesifitas analis dengan kadar analit yang sebenarnya.
melaksanakan pengembangan metode h. Spesifitas dan Akurasi
analisis vitamin B1 dan B2 dalam sediaan i. Linearitas dan Akurasi Selektivitas : kemampuan metode untuk mengukur analit secara
tablet multivitamin menggunakan metode akurat dan spesifik bila analit berada dengan komponen lain
j. Linearitas dan Spesifitas
dalam matriks sampel seperti pengotor, produk degradasi dan
spektrofluorometri. Apakah parameter komponen matriks. Selektivitas seringkali dapat dinyatakan
yang merupakan keunggulan dari sebagai derajat penyimpangan metode yang dilakukan terhadap
penggunaan metode tersebut ? sampel yang mengandung bahan yang ditambahkan. Pada metode
analisis yang melibatkan kromatografi, selektivitas ditentukan
melalui perhitungan daya resolusinya (Rs). R =2
Sensitivitas : kemampuan untuk mengukur analit dalam
konsentrasi yang sangat kecil. (LOD / LOQ). Sensitivitas/
Kepekaan yaitusuatu istilah yang menjelaskan batas deteksi dari
reaksi spesifik yang menggunakan bahan pereaksi atau sistem tes.
Dokumen menetapkan tingkat kepekaan yang harus dicapai.
Spesifisitas adalah kemampuan suatu metode analisa untuk
membedakan senyawa yang diuji dengan derivat atau
metabolitnya.
Linieritas : kemampuan untuk menunjukkan bahwa nilai hasil uji
langsung atau setelah diolah secara matematika, proporsional
dengan konsentrasi analit dalam sampel dalam batas rentang
konsentrasi tertentu. (y = bx + a). Linearitas yaitu kemampuan
metode memberikan hasil (dalam batas rentang yang ditetapkan)
yang langsung atau tidak langsung sebanding dengan konsentrasi
analit yang terdapat dalam sampel.
188. Seorang apoteker di rumah sakit sedang A. 40,67% RoE= lababersih / modal awal X 100%
melakukan analisis keuangan yang B. 48,33% = 80 jt-7,5 jt / 150jt x 100%
digunakan untuk pengadaan obat-obat C. 53,33% = 72,5 jt / 150jt x100%
kanker. Laba kotor sebelum pajak dari D. 58,33% = 48.33%
penjualan sediaan tersebut adalah Rp 80 E. 60,33%
jt. Pajak yang harus dibayarkan atas
penjualan obat tersebut adalah Rp 7,5 jt.
Modal awal yang disediakan adalah Rp
150 jt. Berapa nilai return of equity
(RoE) dari hasil penjualan sediaan
antineoplastik tersebut?
189. Seorang pasien berusia 30 tahun baru di A. 50-100 mg/hr
diagnosa menderita epilepsi dan B. 100-200 mg/hr
diberikan terapi dengan fenitoin. Dokter C. 200-300 mg/hr
berdiskusi dengan apoteker terkait D. 400-600 mb/hr
dengan dosis untuk terapi awal pada E. 500-1000 mg/hr
pasien tersebut. Berapakah dosis awal
yang tepat direkomendasikan ?
Sumber : mims.com
190. Seorang pasien, perempuan, usia 32 tahun a. Menghirup ujung Langkah Pemakaian :
keapotek membawa obat yang diresepkan turbuhaler bersamaan saat
dokter dua hari yang lalu (Turbuhaler) untuk menarik nafas setelah 1. Lepaskan tutupTurbuhaler, tarik Inhaler keatas
mengobati sesak nafas karena penyakit asma memutar bagian merah. 2. Putar Turbuhlaer kekanan selanjutnya kekiri dengan cepat,
yang dideritanya. Dari proses assessment b. Menempel ujung turbuhaler kemudian akan terdengar suara “Klik”
oleh apoteker, pasien ternyata tidak kemulut dan memencet 3. Keluarkan / buang nafas
memahami cara penggunaan obat yang tepat. bagian berwarna merah. 4. Letakan alat diantara mulut dan bibir, condongkan kepala
Apakah informasi yang tepat disampaikan c. Memasukkan ujung kebelakang sedikit.
terkait cara penggunaan obat tersebut? turbuhaler kemulut. 5. Hisap obat dengan menarik nafas kuat dan dalam
d. Memasukkan ujung 6. Keluarkan alat dari mulut
turbuhaler kemulut dengan 7. Tahan napas 5-10 detik, kemudian bernafaslah secara perlahan
mengangkat turbuhaler 8. Tutup kembali Turbuhlaer dan berkumur dengan air hangat
keatas.
e. Menempelkan ujung http://rsud.banjarkota.go.id/artikel-kesehatan/cara-penggunaan-
turbuhaler kemulut dan turbuhaler-symbicort/
memutar bagian berwarna
merah
191. Seorang pasien, laki-laki, usia 45 tahun, a. Parasetamol
penderita hipertensi, melakukan konseling b. Asetilsistein
obat dengan apoteker di suatu apotek. Pasien c. Fenilpropanolamin
mengeluhkan bahwa tekanan darahnya d. Dekstrometorfan
meningkat setelah meminum produk obat e. Klorfeniramin maleat
batuk pilek dan salesma. Setelah dilihat oleh
apoteker, kandungan obat dalam produk
tersebut adalah parasetamol, asetilsistein,
fenil propanolamin, dekstrometorfan, dan
klorfeniramin maleat. Apakah obat dalam
produk tersebut yang menyebabkan
peningkatan tekanan darah pasien? http://www2.pom.go.id/public/publikasi/kompendia/berkas_pdf/Saluran
%20napas.pdf
192. Seorang pasien, perempuan usia 42 a. 4 minggu
tahun, penderita TB paru Mendapatkan b. 6 minggu
Terapi Lanjutan OAT dengan Obat INH c. 2 bulan
dan Rifampisin yang diresepkan oleh d. 3 bulan
seorang dokter puskesmas. Berapa e. 4 bulan
lamakah durasi pengobatan pasien pada
terapi lanjutan tersebut ?

http://www.ichrc.org/482-tuberkulosis-tatalaksana

193. Seorang apoteker yang bertugas dibagian a. Epinefrin Injeksi Berdasarkan jawaban tersebut :
gudang suatu rumah sakit menerima b. Atropin Sulfat Injeksi Epinefrin berfungsi untuk mengatasi syok anafilaksis karena
beberapa obat yang dipesan dari sebuah c. Infus RL memiliki efek sebagai bronkodilator. Sehingga di depo UGD
PBF, Yaitu epinefrin injeksi, d. Aminophyllin Injeksi harus tersedia.
Aminophyllin injeksi, Atropin sulfat e. Meropenem Injeksi Atroppin injeksi di UGD harus tersedia karena digunakan
injeksi, Meropenenm Injeksi dan Infus sebagai antidotum senyawa organofosfat (insektisida)
ringer laktat. Beberapa obat tersebut RL penting tersedia di UGD, hal ini dikarenakan untuk
harus di distribusikan ke depo UGD. mengatasi syok hipovolumik di UGD , dapat menggunakan
Manakah obat yang tidak dikirimkan ke Injeksi RL
depo UGD ? Aminophyllin berkhasiat sebagai bronkodilator sehingga
harus tersedia di UGD

Sehinnga jawaban yang paling tepat adalah E


Injeksi meropenem
http://sardjito.co.id/sardjitowp/wp-
content/uploads/2015/12/kepmenkes-856-thn-2009-standar-
IGD.pdf

194. Seorang apoteker dibagian R&D suatu a. Luar biasa toksik Uji toksisitas akut dilakukan berdasarkan pedoman OECD
425 : Acute Oral Toxicity Up and Down (UDP) Procedure. The
industri OT melakukan uji toksisitas akut b. Sangat toksik
OECD Guidelines for the Testing of Chemicals merupakan
ekstrak daun sambiloto menggunakan metode c. Cukup toksik standar yang diterima secara internasional untuk menguji
keamanan produk, meliputi bahan kimiawi, pestisida, perawatan
OECD 425 menggunakan 5 tikus betina. d. Sedikit toksik
dan lain-lain. Metode ini dipilih untuk menguji keamanan produk,
Hasil pengujian menunjukkan ekstrak dosis e. Praktis tidak toksik sebagai produk yang akan diedarkan untuk memperkirakan dosis
toksik. Metode ini dianggap cukup ideal karena menggunakan
2000 mg/kg BB mengakibatkan 1 ekor tikus
sedikit hewan coba, mudah aplikasinya dan dapat sekaligus
mati dan 4 ekor tikus masih hidup. Dosis memperkirakan nilai LD50 (OECD, 2008).
dinaikkan menjadi 5000 mg/kg BB dengan
a. Main Test
hasil yang sama, yaitu 1 ekor tikus mati dan 4 Uji utama (main test) dilakukan dengan
ekor tikus masih hidup. Apakah kategori memperhatikan tingkat dosis dimana terjadi
kematian pada uji pendahuluan. Satu hewan uji
ketoksikan ekstrak tersebut? diberi dosis. Apabila setelah pengamatan 4 jam
hewan tersebut tidak menunjukkan mortalitas, maka
dosis untuk hewan berikutnya meningkat dengan
faktor kenaikan 3,2 kali dosis awal. Jika mati, dosis
untuk hewan berikutnya menurun perkembangan
dosis yang sama.dosis yang sama pada satu hewan
uji lagi. Setiap hewan harus diamati dengan hati-hati
hingga 48 jam sebelum membuat keputusan berapa
banyak dosis hewan yang digunakan selanjutnya.
Apabila hewan uji diberikan dosis dan tidak ada
mortalitas, pemberian dosis dihentikan dan semua
hewan uji diamati selama 14 hari.

b. Limit Test
Limit test 5000 bertujuan untuk melihat apakah LD50
sampel berada pada rentang 2000 – 5000 mg/kgBB
atau berada pada rentang diatas 5000 mg/kgBB.
Prosedur pengujian yang dilakukan sama dengan limit
test 2000. Hanya saja pada limit test 5000 apabila
terdapat tiga hewan uji tidak menunjukkan
mortalitas, maka pemberian dosis dihentikan dan
LD50 berada diatas 5000 mg/kgBB. Apabila terdapat
tiga hewan uji menunjukkan mortalitas, maka
dilakukan main test dengan dosis tertinggi 5000
mg/kgBB.

Tingkat keracunan senyawa kimia berdasarkan


nilai LD50 dapat diklasifikasikan (Essential of
toxicology oleh Loomis, 1978 ):

Dosis Tingkat keracunan


(mg/kgBB)
1 atau kurang Luar biasa toksik
1-50 Sangat toksik
50-500 Cukup toksik
500-5000 Sedikit toksik
5000-15000 Praktis tidak toksik
>15000 Relatif kurang
berbahaya

195. Seorang pasien, usia 53 tahun, BB a. 500 mg Perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan tubuh atau BSA
50 kg, TB 160 cm didiagnosis kanker
b. 550 mg (Body Surface Area), Crawford-Terry-Rourke
kandung kemih stadium IV dan
diberi kemoterapibdengan regimen c. 600 mg Tinggi Badan (cm)×Berat badan (kg)
CAP (Cyclophosphamide 400 BSA = √
d. 650 mg 3600
mg/m2 – Doxorubicin 40 mg/m2 –
Cisplatin 60 mg/m2) dan morfin 10 e. 700 mg
mg. Apoteker di depo kanker
menghitung dosis masing-masing 160 (cm)×50 (kg)
obat untuk pasien berdasarkan luas =√ 3600
permukaan tubuh. Berapakah dosis
Cyclophosphamide yang dibutuhkan 8000
= √3600
pasien tersebut?
= √2,222
= 1,49 m2
Dosis Cyclophosphamide yang dibutuhkan pasien
= 1,49 m2 x 400 mg/m2
= 596 mg  600 mg

196. Seorang pasien, laki-laki usia 20 tahun, a. Menetralisir asam lambung Ranitidin merupakan obat golongan antagonis H-2.
dating ke apotek untuk membeli obat b. Menghambat reseptor Mekanisme kerja ranitidine adalah menghambat reseptor
tanpa resep dokter untuk mengatasi histamin di lambung histamine 2 secara selektif dan reversible sehingga dapat
keluhan nyeri lambung. Sebelumya, c. Menghambat pompa proton menghambat sekresi asam lambung. (MIMS)
pasien biasa menggunakan antasida akan di sel parietal lambung
tetapi , obat tersebut tidak lagi dapat d. Melindungi mukosa
mengatasi nyeri tersebut. Apoteker lambung
memberikan tablet ranitidin dan e. Menghambat enzim
digunakan 30 menit sebelum makan. sikloogsigenase 2 secara
Bagaimanakah mekanisme aksi obat yang selektif
diberikan apoteker tersebut?
197. Seorang apoteker di bagian R&D a. Pengisi Acdisol merupakan hasil modifikasi dari carboxyl methyl
industry farmasi sedang mengembangkan b. Pengikat cellulose sodium. Bahan ini mempunyai mekanisme ganda
tablet ketokonazol. Formula yang disusun c. Penghancur sebagai penghancur yaitu penyerapan air dan pembengkakan
sebagai berikut: d. Lubrikan secara cepat sehingga banyak digunakan pada formulasi
Ketokonazol 200 mg e. Glidan tablet dan kapsul. Acdisol digolongkan pada super bahan
Polisorbat 980 50% penghancur dengn penggunaan 2-4%.
PVP k-30 3%
Acdisol 3%
Avicel 58%
Talk 1%
Mg stearat 2%
Bobot Tablet 300 mg
Apakah fungsi dari Acdisol dalam
formula tersebut?
198. Seorang pasien perempuan usia 36 tahun, a. Zidovudine Terapi antiretroviral pada kehamilan
didiagnosis dokter di suatu rumah sakit b. Lamivudine Tujuan : untuk mencegah terjadinya transmisi vertikal dari
menderita HIV?AIDS, sedang hamil c. Efavirenz ibu kepada anak dan juga untuk mengoptimalkan
trimester pertama. Pasien dianjurkan d. Nefirapine pengobatan yang diterima ibu.
untuk menjalani terapi ARV untuk e. Tenofovir 1. Efavirenz (memiliki efek tertogenik)
menjaga kondisinya. Doketr dan apoteker 2. Kombinasi stavudin/didanosine (asidosis laktat)
berdiskusi untuk menetapkan terapi ARV 3. Nevirapine digunakan selama kehamilan harus
pada pasien untuk mewujudkan dengan pemantauan fungsi hati harus dilakukan
pengobatan yang rasional. Manakah ARV terutama selama 18 minggu pertama.
berikut ini yang harus dihindari diberikan
pada pasien tersebut?
Jawab : C. Efavirenz
Sumber: europenan AIDS Clinical Society (EACS) guidelines for the
clinical

199. Seorang apoteker pada bagian R&D suatu a. Pengawet Injeksi Haloperidol adalah larutan steril Haloperidol dalam
industri farmasi akan mengembangkan b. Pengatur PH air untuk injeksi, yang dibuat dengan bantuan asam laktat.
sediaan injeksi haloperidol. Formula c. Pengatur tonisitas Dapat mengandung bahan pengawet yang
sediaan terdiri haloperidol, dekanoat, d. Pembawa sesuai. Mengandung Haloperidol, C21H23ClFNO2, tidak
benzil alkohol, dan minyak wijen. e. Pengatur kekentalan kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0% dari jumlah
Apakah fungsi minyak wijen dalam yang tertera pada etiket.
formula tersebut? Kelarutan haloperidol : Praktis tidak larut dalam air; larut
dalam
kloroform; agak sukar larut dalam etanol; sukar larut
dalam eter.
Haloperidol deconate, ester deconate, dari
butyrhopenone adalah larut dalam lemak dan
dirumuskan dalam minyak wijen. Karena pelepasan obat
yang lambat dari minyak setelah pemberian I.M waktu utk
konsentrasi puncak adlh 4-11hr dan paruh eliminasi adlh 3
minggu.

Jawab : pembawa
Sumber : Farmakope edisi V
200. apoteker yang bekerja pada bagian R&D a. tablet salut gula Beberapa formulasi telah dikembangkan untuk membuat sediaan
suatu industri farmasi sedang merancang b. tablet konvensional tablet natrium diklofenak salut enterik dengan polimerpolimer
formula tablet bisacodyl untuk pengobatan c. tablet lepas lambat penyalut yang memiliki kemampuan khusus dalam menahan
konstipasi. Formulasi tersebut didesain agar d. teblet salut film pelepasan obat dilambung, yaitu polimer yang tidak larut dalam
tablet hanya dapat melepaskan zat aktif e. tablet salut enterik suasana lambung. Penyalutan tablet dengan bahan penyalut
didalam usus sehingga dapat enterik yang cocok dibutuhkan untuk menghancurkan dan
mengoptimalkan efek terapinya. Apakah melepaskan obat pada usus halus.
bentuk sediaan yang tepat untuk formula obat Sumber : Optimasi Formula Tablet Salut Enterik Natrium
tersebut ? Diklofenak dengan Bahan Penyalut Kollicoat 30 D
https://media.neliti.com/media/publications/104835-ID-optimasi-
formula-tablet-salut-enterik-na.pdf