Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN PASCA PANEN UNTUK MENGHABAT PROSES

PEMBUSUKAN PADA MENTIMUN

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 10 :

 I Komang Gede Habi Wijaya 1610531054


 Maria Elfira Semana 1610531055
 Florianus Walbat 1610531057
 Moh Zakarya Pradana 1610531058

PRODI TEKNIK PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
STUDI KASUS
Mentimun merupakan salah satu produk holtikultura yang cukup terkenal dikalangan
masyarakat dan salah satu komoditi yang sering dibudidaya oleh petani Indonesia. Namun dalam
budidaya komoditi ini juga biasa terdapat beberapa permasalahan yang lantas sering terjadi salah
satunya adalah percepatan pembusukan buah mentimun. Pembusukan pada mentimun keseringan
terjadi saat setelah dipanen. Permasalahan yang dapat mempercepat proses pembusukan diantara
lain, dikarenakan :

 Proses pemetikan buah yang menyebabkan luka pada kulit buah, dimana kulit buah itu
sendiri berfungsi untuk melindungi bagian yang lembut di dalamnya. Jadi ketika proses
pemetikan yang dilakukan kurang hati-hati maka kerusakan pada kulitnya dapat
mempercepat proses pembusukan.

 Pemetikan yang terlalu muda atau terlalu masak, Pemetikan buah mentimun yang
dilakukan lebih awal dapat mengganggu proses pematangan dan membuatnya rentan
dengan serangan mikroorganisme selama proses distribusi dan transportasi. Sedangkan
pemetikan yang terlalu lambat dapat mempersingkat waktu pembusukannya.

 Tidak diperhatikan saat proses pengemasan, produk mentimun dalam proses


pengemasannya harus benar-benar memadai. Kita tahu bahwa buah sekalipun telah
dipetik dan dikemas, tetap memiliki klorofil yang aktif untuk berespirasi. Ketika zat hijau
kontak dengan udara luar maka oksigen disana akan diubah menjadi H2O (air). Keadaan
ini justru merugikan pihak distributor karena beresiko menyebabkan buah mentimun
lebih cepat busuk

 Proses penyimpanan yang belum sesuai, tempat penyimpanan buah mentimun yang tidak
aman dan efektif di tangan distributor/ pedagang dapat membusukkan komoditas ini.

 Cara penyimpanan yang kurang baik, sesaat setelah buah mentimun sampai ke tangan
konsumen maka yang menentukan ketahanan komoditas ini adalah tempat
menyimpanannya. Semakin baik tempatnya maka semakin tahan lama akan tetapi
semakin rawan/ rentan/ beresiko tempat penyimpanan itu maka semakin cepat pula
busuknya.

Buah mentimun yang mengalami pembusukan biasanya ada bercak basah yang
mengeluarkan cairan yang jika mengering berwara coklat dan berkerut.Buah mentimun yang
membusuk dan basah jika di tekan buah pecah dan berbau.
PEMBAHASAN