Anda di halaman 1dari 2

Preparasi

Preparasi batubara adalah mempersiapkan batubara sedemikian rupa dengan ukuran tertentu
untuk proses selanjutnya. Berikut beberapa tahap preparasi :
1. Pengeringan udara/Air Drying
Pengeringan udara jika batubara tersebut terlalu basah untuk diproses. Pengeringan udara
dilakukan pada suhu ambient sampai suhu maksimum yang dapat diterima. Waktu yang
diperlukan untuk pengeringan ini bervariasi tergantung dari typical batubara yang akan
dipreparasi, hanya prinsipnya batubara dijaga agar tidak mengalami oksidasi saat pengeringan.
2. Pengecilan ukuran
Pengecilan ukuran adalah proses pengurangan ukuran tanpa menyebabkan perubahan apapun
pada massa.
Contoh :
Batubara dari tambang (ROM) diangkut ke pabrik pengolahan lalu di masukkan ke dalam
hopper dan diumpankan ke grizzly. Grizzly berfungsi memisahkan fraksi bartubara berukuran
+300 mm dengan -300 mm dan posisinya tepat dibawah hopper. Ukuran batubara yang lebih
kecil dari 300 mm akan jatuh melewati grizzly dan akan menjadi umpan pada proses
selanjutnya (crushing). Sementara ukuran yang lebih besar dari 300 mm tidak akan tembus
grizzlysehingga dilakukan pengecilan secara manual menggunakan hammer breaker sebelum
memasuki proses selanjutnya. Kemudian dilakukan proses peremukan awal ( primary
crushing) yang bertujuan unutk mereduksi fraksi batubara -300 mm menjadi ukuran 150mm
dengan menggunakan alat sepertisingle roll crusher selanjutnya dilakukan pengayaan
(screening ) tahap awal yang bertujuan untuk mengelompokkan batubara berdasarkan
ukurannya dengan menggunakan alat vibrating screen untuk memisahkan fraksi ukuran +150
mm dan -150 mm. Fraksi -150 mm adalah umpan untuk secondary crusher sedangkan +150
mm diresirkulasi sebagai umpan crusher primer untuk diremuk ulang. Proses perumukan
sekunder ini bertujuan untuk mereduksi ukuran fraksi batubara -150 mm menjadi ukuran rata
rata 50 mm dengan menggunakan alat seperti double roll crusher. Tahap selanjutnya yaitu
pengayakan tahap akhir dengan menggunakan alat vibrating screen untuk memisahkan ukuran
-50 mm dan +50 mm. Fraksi -50 mm adalah produk dari proses pengolahan ini yang digunakan
untuk tahap selanjutnya sedangan +50 mm di resirkulasi sebagai umpan crusher sekunder
untuk diremuk ulang.
3. Mixing atau Pencampuran
Mixing / pencampuran adalah proses pengadukan agar diperoleh campuran yang homogen
Pencampuran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
a. Metode manual : menggunakan riffle atau dengan membentuk dan membentuk kembali
timbunan berbentuk kerucut
b. Metode Mekanis : menggunakan Alat Rotary Sample Divider (RSD)
4. Pembagian atau Dividing
Proses untuk mendapatkan sample yang representatif dari gross sample tanpa memperkecil
ukuran butir. Sebagai aturan umum, pengurangan sample ini harus dilakukan dengan
melakukan pembagian sample.
Pembagian dilakukan dengan metode manual (riffling atau metode increment manual) dan
metode mekanis (Rotary Sample Divider)