Anda di halaman 1dari 5

III.

Penyelesaian Akhir
Penyelesaian akhir atas hasil kliring dilakukan dengan melimpahkan hasil kliring masing-
masing peserta ke rekening giro kantor lain dari peserta di Bank Indonesia yang telah
ditetapkan. Prosedur penyelesaian akhir dilakukan sebagai berikut:
1. Penyelenggara mengirimkan informasi hasil kliring berdasarkan BSK ke kantor Bank
Indonesia yang ditetapkan dengan menggunakan sarana teleks setelah dilakukan test
key arrangement.
2. Atas dasar instruksi pelimpahan tersebut, kantor Bank Indonesia membukukan hasil
kliring ke rekening kantor lain dari masing-masing peserta yang ada di kantor Bank
Indonesia tersebut.
3. Tanggal valuta pembukuan hasil kliring adalah sama dengan tanggal hasil kliring
yang bersangkutan (same day settlement).
4. Apabila terdapat kesalahan perhitungan hasil kliring yang diketahui setelah hasil
kliring tersebut dilimpahkan ke Bank Indonesia, maka penyelesaiannya dilakukan
antara penyelenggara dengan peserta.
5. Dalam keadaan darurat dimana tidak dimungkinkan menggunakan sarana teleks dan
telepon maka ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku dan
pelimpahan serta pembukuan hasil kliring dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya
E. JADWAL KLIRING LOKAL DAN PELIMPAHAN HASIL KLIRING
Jadwal penyelenggaraan kliring manual serta jadwal pelimpahan hasil kliring ditetapkan oleh
penyelenggara dengan persetujuan Bank Indonesia yang mewilayahi. Jadwal kliring lokal
yang ditetapkan merupakan rentang waktu bagi wakil peserta diperkenankan untuk hadir dan
mendistribusikan warkat pada proses penyelenggaraaan kliring penyerahan/pengembalian,
sebagai contoh:
a. Jadwal kliring penyerahan ditetapkan pada pukul 10.30 s/d 11.00
b. Jadwal kliring pengembalian ditetapkan pukul 13.00 s/d 13.30. Hal ini berarti bahwa
kehadiran wakil peserta dan proses pendistribusian warkat debet tolakan dapat
dimulai pada pukul 13.00 dengan batas akhir kehadiran wakil peserta pukul 13.30
Contoh transaksi kliring dan pencatatannya:
1. Tanggal 1 Mei 2017 A nasabah giro Bank ABC Semarang membeli barang kepada B
nasabah Bank BAP senilai Rp 10.000.000. Sdr. A membayarnya dengan cek Bank
ABC Semarang.
2. A menyerahkan cek no. 112 kepada Bank ABC Semarang untuk rekening giro B
nasabah Bank BAP Semarang sebesar Rp 20.000.000 sebagai pelunasan hutang.
Pencatatan di Bank ABC Semarang
Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
Kliring 2 1 Mei 2017 Dr. Giro A 30.000.000
Cr. Giro BI 30.000.000
Pada kliring pertama Bank ABC menerima warkat Bank Sendiri yang ditarik oleh A
berupa cek dari peserta kliring (Bank BAP) Semarang. Warkat ini merupakan warkat debet
masuk karena Bank ABC harus mendebet rekening nasabah (Sdr. A). Rekening lawannya
adalah mengkredit rekening Giro BI (Bank Indonesia). Disamping itu Bank ABC Semarang
juga menerima amanat dari A untuk membebani rekening gironya melalui bilyet Giro sebesar
Rp 20.000.000. Warkat ini merupakan warkat kredit keluar karena Bank ABC diperintahkan
oleh A untuk mengkredit rekening Giro BI. Dua warkat ini sudah memberikan kepastian
dana, baik memenuhi atau ditolak. Memenuhi bila saldo rekening yang dimiliki penarik cek
(Sdr. A) mencukupi, sedangkan kalau tidak mencukupi langsung ditolak. Dengan demikian
pencatatannya secara langsung pada rekening rill.
Pencatatan di Bank BAP Semarang:
Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
Kliring 1 1 Mei 2017 Dr. RAR. Kliring 10.000.000

Kliring 2 1 Mei 2017Dr. Giro BI 20.000.000


Cr. Giro B 20.000.000
Bank BAP Semarang telah menerima setoran dari B berupa cek Bank ABC Semarang
sebesar Rp 10.000.000. Cek ini merupakan warkat tagihan dari Bank BAP terhadap Bank
ABC sehingga perlu dikliringkan melalui Bank Indonesia Semarang. Bank BAP yang
melakukan penagihan terhadap Bank ABC Semarang akan mengelompokkan warkat ini
sebagai warkat debet keluar. Untuk kliring pertama, Bank BAP selaku yang menagih akan
menunggu hasilnya pada kliring kedua. Oleh karena itu, pada saat kliring pertama
(penyerahan) Bank BAP harus mencatat penagihan kliring ini dalam rekening administratif
sampai dengan kliring kedua berakhir. Sedangkan untuk warkat kredit masuk berupa cek Giro
dari Bank ABC sebesar Rp 20.000.000 sifatnya sudah pasti. Oleh karena itu dapat langsung
dibukukan dalam rekening rill.
Bagaimana pada kliring kedua (kliring retur)? Bila pada kliring kedua terjadi penolakan
warkat maka seluruh rekening untuk warkat yang ditolak harus dinihilkan dengan cara membalik
jurnal yang telah dilakukan. Pada contoh ini misalnya warkat debet keluar senilai Rp 10.000.000
ditolak, maka Bank BAP dapat langsung mengkredit rekening RAR warkat kliring Rp 10.000.000
sehingga rekening administratif ini menjadi nihil.
Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
Kliring 1 1 Mei 2017 Cr. RAR. 10.000.000
Kliring
Bila kliring kedua tagihan dinyatakan efektif (tidak ditolak) maka pencatatannya di samping
menihilkan rekening administratif kliring juga mencatat hasil tagihan kliring tersebut pada rekening
rill.
Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
Kliring 2 1 Mei 2017 Cr. RAR. Kliring 10.000.000

Dr. Giro BI 10.000.000


Cr. Giro B 10.000.000
Contoh 2:
Transaksi – transaksi dibawah ini adalah transaksi yang diselesaikan melalui kliring. Peserta
kliring misalnya Bank Cahaya Artha Sentosa (Bank CAS), Bank Caraka Investama Sejati
(Bank CIS), dan Bank Ceria Usaha Sejati (Bank CUS) Semarang.
a. Kirana Nastiti nasabah Bank Cahaya Artha Sentosa (CAS) Semarang telah menarik
cek no. 011.000.4 sebesar Rp 25.000.000 dan cek no. 0111.000.5 sebesar Rp
20.000.000 untuk membayar hutang kepada Anggi Waskita nasabah Giro Bank
Caraka Investama Sejati (Bank CIS) Semarang.
b. Pada hari yang sama, Bank CIS menerima bilyet giro dari Rudi Kempot (nasabah
Giro) untuk keuntungan Sdr, Dalimin Nasabah Giro Bank CUS Semarang sebesar RP
15.000.000.
c. Astuti nasabah Bank CUS menarik cek untuk membayar barang dagangan kepada
Abdullah nasabah Bank CIS Semarang sebesar Rp 20.000.000.
d. Bank CAS Semarang menerima warkat debet masuk untuk beban nasabah Giro Sdr,
Dwi Rahayu sebesar Rp 30.000.000. Warkat ini diterima dari Bank CUS Semarang
melalui lembaga kliring (Bank Indonesia) Semarang untuk keuntungan Giro Sdr.
Andika.
Bila seluruh transaksi diselesaikan melalui kliring di Bank Indonesia Semarang, maka
diminta:
a. Pencatatan jurnal pada masing-masing peserta kliring
b. Neraca kliring pada masing-masing bank peserta kliring
c. Neraca kliring yang perlu disajikan oleh Bank Indonesia selaku lembaga kliring.
Jawaban:
Pencatatan jurnal di Bank Caraka Investama Sejati (Bank CIS :
Transaksi Keterangan Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
a Kliring 1 Dr. RAR. Kliring 45.000.000
a Kliring 2 Cr. RAR. Kliring 45.000.000

Dr. Giro BI 45.000.000


Cr. Giro Anggi 45.000.000

b Kliring 1 Dr. Giro Rudi 15.000.000


Cr. Giro BI 15.000.000

c Kliring 1 Dr. RAR. Kliring 20.000.000

c Kliring 2 Cr. RAR. Kliring 20.000.000

Dr. Giro BI 20.000.000


Cr. Giro Abdullah 20.000.000
Pencatatan di Bank Cahaya Artha Sentosa (Bank CAS) Semarang:
Transaksi Keterangan Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
a Kliring 2 Dr. Giro Kirana 45.000.000
Cr. Giro BI 45.000.000

D Kliring 2 Dr. Giro Devi 30.000.000


Cr. Giro BI 30.000.000
Pencatatan jurnal di Bank Ceria Usaha Sejati (Bank CUS):
Transaksi Keterangan Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
B Kliring 2 Dr. Giro BI 15.000.000
Cr. Giro Dalimin 15.000.000

c Kliring 2 Dr. Giro Astuti 20.000.000


Cr. Giro BI 20.000.000

d Kliring 1 Dr. RAR. Kliring 20.000.000

d Kliring 2 Cr. RAR. Kliring 20.000.000

Dr. Giro BI 30.000.000


Cr. Giro Andika 30.000.000
Dengan memperhatikan transaksi dan jurnal dimasing-masing bank peserta, maka dapat
disusun neraca kliring untuk masing-masing bank sebagai berikut :
Bank CIS
Neraca Kliring
Tgl Keterangan Saldo (Rp) Tgl Keterangan Saldo (Rp)
a). WDK 45.000.000 b). WKK 15.000.000
c). WDK 20.000.000
Menang Kliring 50.000.000
Jumlah 65.000.000 Jumlah 65.000.000
BANK CAS
Neraca Kliring
Tgl Keterangan Saldo (Rp) Tgl Keterangan Saldo (Rp)
a). WDM 45.000.000
Kalah Kliring 75.000.000 b). WDM 30.000.000
Jumlah 75.000.000 Jumlah 75.000.000

BANK CUS
Neraca Kliring
Tgl Keterangan Saldo (Rp) Tgl Keterangan Saldo (Rp)
b). WKM 15.000.000 c). WDM 20.000.000
d). WDK 30.000.000 Menang Kliring 25.000.000
Jumlah 45.000.000 Jumlah 45.000.000

BANK INDONESIA
Neraca Kliring
Tgl Keterangan Saldo (Rp) Tgl Keterangan Saldo (Rp)
Bank CAS 75.000.000 Bank CIS 50.000.000
Bank CUS 25.000.000
Jumlah 75.000.000 Jumlah 75.000.000