Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Alergi adalah suatu reaksi hipersensitivitas yang diawali oleh mekanisme

imunologis, yaitu akibat induksi oleh IgE yang spesifik terhadap alergen

tertentu, yang berkaitan dengan sel mast (Notoatmojo, 2011). Asupan

nutrisi adalah salah satu faktor yang dapatberpengaruh terhadap

kejadian alergi pada bayi. Prevalensi alergi meningkat dalam beberapa

tahun terakhir di seluruh negara di dunia (Susanti, 2015). Prevalensi

alergi dilaporakan meningkat, di perkirakan lebih dari 20% populasi di

seluruh dunia menderita penyakit yang di perantarai oleh IgE, seperti

asma, rinokonjungtivties, dermatitis atopik atau eksema, dan alafilaksis. Di

Indonesia prevalensi penyakit alergi yang telah di teliti pada beberapa

golongan masyarakat atau rumah sakit menunjukan variasi, misalnya anak

yang menderita alergi, sekitar 2,4% menderita alergi berupa alergi susu

sapi (Notoatmojo, 2011).

Penyakit alergi secara umum dibagi menjadi berdasarkan tiga target organ

yaitu kulit, saluran pencernaan dan saluran pernafasan (Sodarto, 2012).

Pada alergi kulit salah satunya adalah alergi dermatitis atopik, dermatitis

atopik merupakan penyakit kulit yang paling sering di jumpai pada anak

anak dengan di tandai reaksi inflamasi (peradanagan) pada kulit yang

didasari oleh faktor lingkungan dan genetik. Angka kejadian dermatitis

atopik antara 10 – 20%. Ibu yang melahirkan dengan riwayat asma


memiliki angka kejadian dermatitis atopik mencapai 44%, sebagian

kejadian dermatitis atopik di temukan sebanyak 60% terjadi setelah satu

tahun kehidupan (Maryunani, 2016). Alergi pada pencernaan di antaranya

alergi yang disebabkan oleh alergi makanan, alergi pada pencernaan

diantaranya mual, muntah dan diare. Kejadian diare sebagian besar terjadi

pada anak usia kurang dari 5 tahun yaitu sebanyak 70 – 80% (Wololi dkk

2016). Pada aleregi di saluran pernafasan diantaranya adalah kejadian

asma dan rinithis alergi. Jumlah kejadian rinitis alergi di pada anak usia

kurang dari 5 tahun sebayak 52% dan pada anak usia 6 tahun sebanyak

48% kejadian ( harsono dkk, 2007).

Penyebab kejadian alergi terdapat berbagai macam zat pemicunya dan

tidak selalu sama pada setiap orang, yaitu makanan , kacang, ikan, udang,

telur, dan susu sapi (Maryunani, 2016). Faktor resiko dan pemicu alergi

dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan seperti hewan

peliharaan, ASI Eksklusif, usia terpapar alergen, asap rokok, parasit

helmintes, nutrisi saat hamil paparan mikroba dan paparan antibiotik

(Prescott & saffery, 2011: Timothy & Zeldin, 2009: lee dkk, 2009: akib

dkk, 2008: Kay, 2008). Sedangkan faktor pemicu alergi disebabkan oleh

alergen seperti debu rumah, telur, susu, binatang, dan serbuk sari bunga

(widjaja, 2008).

Dari beberapa faktor pemicu dan angka kejadian alergi di atas salah

satunya adalah susu sapi, salah satu penelitian tentang alergi yang

berhubungan dengan diet ibu adalah penelitian yang dilakukan oleh

Sausenthale, dkk (2017) bahwa asupan makanan alergi dan Makanan kaya
n6 asam lemak tak jenuh ganda selama kehamilan mungkin Kenaikan dan

makanan kaya n3 asam lemak tak jenuh ganda mungkin terjadi

menurunkan resiko penyakit alergi pada keturunan, berdasarkan

pemaparan diatas peneliti bermaksud melakukan penelitian tentang

mengetahui hubungan konsumsi susu sapi pada saat ibu hamil dengan

kejadian alergi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan suatu permasalahan

yaitu apakah ada hubungan konsumsi susu sapi pada saat ibu hamil dengan

kejadian alergi ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi

susu sapi pada saat ibu hamil dengan kejadian alergi pada balita.

2. Tujuan Khusus

a. Menganalisis riwayat penggunaan konsumsi susu sapi pada

saat ibu hamil

b. Menganalisis konsumsi susu sapi pada balita

c. Menganalisis riwayat distribusi usia dengan kejadian alergi

pada balita

d. Menganalisis hubungan konsumsi susu sapi pada saat ibu

hamil dengan kejadian alergi pada balita

e. Menganalisis hubungan konsumsi susu sapi dengan

kejadian alergi pada saat ibu menyusui


D. Manfaat Penelitian

1. Teoritis

Memberikan kontribusi pengetahuan mengenai manifestasi alergi

dengan riwayat konsumsi susu sapi pada saat ibu hamil

2. Praktis

a. Bagi Responden

Penelitian ini di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan

mengenai penggunaan konsumsi susu sapi pada saat ibu hamil

dengan manifestasi alergi pada balita dan meningkatkan

kesadaran bahwa pentingnya kesehatan pada anak sejak kecil.

b. Bagi massyarakat

Hasil penelitian ini di harapkan memberikan informasi dan

meningkatkan pengetahuan untuk pencegahan sejak dini dan

deteksi dini kejadian alergi pada balita.

c. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam

pencegahan terjadinya alergi pada balita dan meningkatkan

mutu pelayanan kesehatan pada balita serta dapat digunakan

untuk memberikan penyuluhan kesehatan pada masyarakat

tentang manifestasi alergi sehingga dapat di lakukan

pencegahan dan pengurangan resiko alergi.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini berada pada area ilmu keperawatan anak khususnya di

bidang alergi dan imunologi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan

konsumsi susu sapi pada saat ibu hamil dengan kejadian alergi pada balita,
penelitian dilakukan di Puskesmas Indralaya. Populasi dan sampel pada

penelitian ini adalah orang tua dari pasien usia dibawah lima tahun yang

berobat di Puskesmas Indralaya, kabupaten Ogan Ilir. Metode penelitian

ini mengunakan analitik observasional dengan desain cross sectional.

Teknik menggunakan sample menggunakan total sampling dengan kriteria

inklusi dan eksklusi.