Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH FOOT ORTHOSIS

BIOMECHANIC OF FOOT

Agus Setyo Nugroho, SST. OP., M.Kes

Disusun oleh :

1. Andrian Ery N (P27227016003)


2. Arbi Ilham Sastrawan (P27227016006)
3. Beti Fitriana Sari (P27227016009)
4. Ewin Lindasari (P27227016017)
5. Khafifah (P27227016024)

Diploma III Ortotik Prostetik


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURAKARTA

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang senantiasa
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sehingga penulis dapat
mewujudkan buah pikirannya dalam makalah ini.

Tema makalah ini adalah Biomechanic of Foot. Selanjutnya penulis


menyampaikan ucapan terima kasih kepada Agus Setyo Nugroho, SST.OP,
M.Kes, sebagai dosen mata kuliah Foot Orthosis dan tentunya juga ucapan terima
kasih kepada orang tua yang telah memberikan dukungan serta doanya. Semoga
teriring doa dan semoga Allah Yang Maha Kaya yang akan membalas segala budi
baik tersebut.

Penulis menyadari bahwa terdapat kelemahan dan kekurangan dalam


makalah ini. Maka dari itu, penulis menerima segala saran, kritik serta masukan
yang membangun. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi
mahasiswa-mahasiswi serta Agus Setyo Nugroho, SST.OP, M.Kes sebagai dosen
mata kuliah Foot Orthosis.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Surakarta, 20 Desember 2017

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................................... i

Kata Pengantar .................................................................................................................. ii

Daftar Isi........................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................................ 1


B. Tujuan Penulisan ............................................................................................. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Biomechanic of the Foot .................................................................................. 2


B. Open Chain Movements ................................................................................... 2
C. Close Chain Movements................................................................................... 3
D. Windlass Mechanism........................................................................................ 3
E. Normal Gait Biomechanics .............................................................................. 4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ....................................................................................................... 6
B. Saran ................................................................................................................. 6

Daftar Pustaka ................................................................................................................... 7

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu ortotik prostetik semakin berkembang dan dikenal oleh
masyarakat. Dalam penulisan makalah ini, kami memilih tema yang
berjudul Biomechanik of Foot karena penting bagi kami sebagai
mahasiswa Ortotik Prostetik untuk mengerti Biomechanik of Foot dari
Foot Orthosis dan resep yang akan diberikan kepada pasien. Hal ini
berhubungan dengan pelayanan yang nantinya akan kami praktikan kepada
pasien. Sehingga penting untuk mengetahui bagaimana Biomechanik of
Foot pada Foot Orthosis yang benar.

B. Tujuan Penulisan
Dibuatnya makalah ini tidak lain adalah menuntun mahasiswa untuk
lebih memahami mengenai Biomechanik of Foot pada materi Foot
Orthosis serta sebagai referensi bahan belajar.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Biomechanic of the foot

Kaki memiliki struktur yang unik. Kaki akan fleksibel saat pertama
menyentuh tanah dan akan menjadi kaku (rigid) ketika push off. Ketika kaki
tidak berfungsi dengan benar, kaki akan meningkatkan ketegangan pada satu
atau lebih dari sendi di kaki dan pergelangan kaki atau tungkai atau pelvis
lebih proksimal.

Ketika berjalan gaya diciptakan berlawanan dengan tanah. Besarnya gaya


dapat berbeda-beda. Seseorang yang berjalan santai, gaya yang dibutuhkan
lebih sedikit dibanding orang yang lari.

B. Open Chain Movements (ketika kaki tidak menyentuh tanah = non


weight bearing)
Gerakan supinasi dan pronasi pada subtalar joint saat foot non weight bearing
(open kinetic chain motion) atau weight bearing (close kinetic chain motion).
Open chain pronation terdiri dari pergerakan simultan calcaneus dan foot ke
arah calcaneus eversion (frontal plane), abduction (transverse plane), dan
dorsiflexion (sagital plane).
Open chain supination adalah gerakan sebaliknya, menghasilkan calcaneal
inversi (frontal plane), adduction (transverse plane), dan plantarflexion
(sagital plane) di calcaneus dan foot.

OPEN CHAIN SAGITAL PLANE TRANSVERSE FRONTAL


PLANE PLANE

Cal : dorsiflexion Cal : abduction Cal : eversion


Pronation
Cal : plantarflexion Cal : adduction Cal : inversion
Supination

5
C. Closed Chain Movements (saat foot menyentuh tanah weight bearing)
Selama gerakan Closed Chain kinetic Motion, foot dan heel bersentuhan
dengan tanah dan tidak ada gerakan di bidang sagital atau bidang transversal.
foot dan mengistirahatkan tungkai merupakan bentuk dari sebuah closed
kinetic chain. Untuk memungkinkan supinasi atau pronasi dari sistem yang
terhubung ini, kepala talus harus bergeser dan tibia harus diputar di sekitar
sumbu membujurnya.

PRONATION SUPINATION

Longitudinal Depresion High Medial


Arch

Calcaneaal Eversion/adduction Inversion

Talus Adduction & plantar flexion Abduction & dorsiflexion

Forefoot Abduction Adduction

Forefoot Inversion Eversion

Tibial Internal rotation External rotation

Knee Flexi Ekstensi

D. Windlass Mechanism
Plantar Aponeurosis bersama dengan sendi metatarsophalangeal membantu
menstabilkan foot melalui mekanisme windlass. Plantar aponeurosis terletak
dari calcaneus melintasi plantar surface dari foot, melewati kebawah
metatarsal heads dan masuk ke dalam bases dari setiap phalanges . Saat jari
kaki (toes) dipindahkan ke ekstensi seperti pada saat fase off, plantar

6
aponeurosis ditarik kencang. aponeurosis muncul dan menstabilkan lengkung
longitudinal, terutama melalui first ray dari medial longitudinal arch.

E. Normal Gait Biomechanics

Sendi pada foot dan ankle bergabung untuk menghasilkan gerakan komplek
yg tidak mudah di jelaskan dengan menggunakan bidang "classical"
(sagital,coronal dan lainnya). Hal ini sebagian di sebabkan oleh artikulasi di
foot,dan juga karena kesatuan joint itu yang berubah orientasi melalui gait
cycle. Setiap gerakan melibatkan sendi lain dan akan dikendalikan oleh sendi
lainnya.

Normal Gait Biomechanics

Heel Strike ke Foot Flat

Sebelum kontak dengan tanah, ankle sedikit dorsifleksi, sendi subtalar berada
dalam posisi netral dengan kaki di depannya. Setelah kontak dengan foot
dengan cepat beradaptasi ke tanah. Hal ini dapat terjadi :

7
 Terkendali plantarflexi pada ankle-dorsiflexi ankle bertindak dengan cara
asentrik.
 Eversi sendi subtalar dan pronasi dari forefoot, dikendalikan oleh
subtalar invertors.
 Eversi sendi subtalar membawa sumbu sendi tarsal pertengahan kedalam
kesejajaran pararel, dimana akan flexibel.
 Rotasi internal tibia oleh talus.

Midstance

Selama Midstance tibia pivot pada talus sebagai tibia proximal bergerak
anterior dan bagian tubuh lainnya. Akibatnya ankle dorsiflexi. Gerakan ini di
kendalikan oleh kontraksi eksentrik plantarflexor. Tibia mulai berputar secara
eksternal.

Heel off-Toe off

Saat meninggalkan tanah, kaki berubah menjadi kaku dan akan terjadi :

 Plantar flexi sendi ankle disebabkan oleh kontraksi konsentrik Trisep


Surae.
 Inversi pada sendi subtalar.
 Sendi midtarsal tidak lagi lurus dan kaki mulai menjadi kaku.
 Supinasi kaki bagian depan untuk memastikan Base of Support.
 Dorsi flexi sendi MTP saat tubuh bergerak maju kearah itu, yang pada
waktu itu terjadi aktivitas "Windlass Mechanism" yang membuat kaki
menjadi lebih kaku.
 First ray plantar flexed untuk menahan momen dorsi fleksi dan
memperpanjang lever arm di kaki.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Biokanmekanik merupakan ilmu yang membahas tentang aspek-aspek
biomekanika dari gerakan-gerakan tubuh manusia. Basic biomekanik
berkaitan dengan Force, Moment and Pressure. Saat kita berjalan, gaya di
transferkan ke tanah. Gaya vertical saat intial contact (heel strike) adalah
sekitar 115% dari berat badan, dan kemudian semakin kebawah 80% dari
berat badan. Jadi basic biomekanik mengajarkan pasien agar berdiri dan
bergerak dengan benar.

B. Saran
Penulis menyadari dalam penyusun makalah ini belum dikatakan
sempurna. Untuk itu kami menerima kritik dan saran yang membangun
mengenai laporan ini dari pembaca. Walaupun demikian kami sebagai
penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis dan
pembaca.

9
DAFTAR PUSTAKA

Modul Foot Orthosis Jurusan Ortotik Prostetik Politeknik Kesehatan Surakarta


2014

10