Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYAKIT GIGI PADA ANAK

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Tingkat II Ekstensi

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik : Penyakit Gigi Pada Anak
Waktu : 45 menit
Tempat : Ruang Kelas IV. A SD N 1 Rajabasa, Bandar Lampung
: Anak Sekolah Kelas IV. A di SD N 1 Rajabasa, Bandar Lampung

I. Latar Belakang
Penyakit gigi merupakan kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi, hal ini tergantung pada saat
terjadinya gangguan yang dihubungkan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan gigi yang sedang
berlangsung. (Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid I ; 144)
Penyakit gigi dan mulut akan berdampak pada proses tumbuh kembang anak. Anak-anak yang terkena
penyakit gigi dan mulut akan rawan kekurangan gizi. Rasa sakit pada gigi dan mulut jelas menurunkan selera
makan mereka. Dampak lainnya, kemampuan belajar mereka pun turun sehingga jelas akan berpengaruh pada
prestasi belajar. Anak pun akan enggan beraktivitas fisik.
Anak-anak yang datang berkunjung ke dokter gigi biasanya giginya sudah mengalami kerusakan yang
amat parah, sering bengkak, gigi lubang yang sangat besar sekali bahkan anak yang sudah ada yang ompong
giginya.
Proses tersebut terjadi karena beberapa faktor penyebab utama. Pertama, kuman yang ada di dalam gigi.
Kuman ini sebenarnya secara normal ada dan diperlukan di rongga mulut, tetapi apabila terdapat sisa makanan
yang
melekat terus di gigi dapat menjadi penyebab terjadinya lubang gigi. Kedua, sisa makanan terutama karbohidrat
seperti gula, roti atau makanan lemak lainnya yang lengket pada gigi. Sisa makanan yang melekat terus pada
gigi dapat diubah oleh kuman menjadi asam yang melarutkan email gigi sehingga terjadi lubang gigi. Ketiga, gigi
dengan bentuk anatomi yang berlekuk kadang-kadang sulit untuk dibersihkan secara sempurna dapat
mempercepat proses lubang gigi. Keempat, gigi bisa rusak bila dipakai untuk menggigit benda-benda yang keras
(membuka tutup botol, dan sebagainya). (A. Udiyanto BA).
Oleh karena itu, penting sekali membekali pengetahuan bagi anak-anak untuk memahami tentang ruang
lingkup bahkan informasi lainnya mengenai penyakit gigi. Maka dari itu, akan diadakannya promosi kesehatan
ataupun pendidikan kesehatan bagi anak-anak pada umumnya dan penderita pada khususnya untuk
mengembangkan pola pikir mengenai kesehatan khususnya mengenai penyakit gigi agar penyakit gigi bisa
dicegah ataupun diatasi.

II. Tujuan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan audiens/anak sekolah dapat mengerti dan memahami tentang
penyakit gigi.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini audiens/anak sekolah dapat :
1. Menjelaskan pengertian gigi dengan bahasa sederhana.
2. Menjelaskan bagian-bagian dari gigi.
3. Menjelaskan pengertian penyakit gigi dengan bahasa sederhana.
4. Menjelaskan faktor-faktor penyebab dari penyakit gigi.
5. Memahami dan menjelaskan tanda dan gejala dari penyakit gigi.
6. Memahami klasifikasi dari penyakit gigi.
7. Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara pencegahan terhadap penyakit gigi.
8. Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara perawatan dan pengobatan terhadap
penyakit gigi.

III. Kegiatan Penyuluhan


a. Materi
1. Pengertian gigi.
2. Bagian-bagian gigi.
3. Pengertian penyakit gigi.
4. Faktor penyebab dari penyakit gigi.
5. Tanda dan gejala dari penyakit gigi.
6. Klasifikasi dari penyakit gigi.
7. Cara pencegahan terhadap penyakit gigi.
8. Perawatan dan pengobatan terhadap penyakit gigi.
b. Strategi Pelaksanaan
1. Persiapan :
a. Survey karakter dan lokasi sasaran.
b. Koordinasi dengan pihak sekolah.
c. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Pelaksanaan :
No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens Waktu
1 Tahap Pembukaan 2 menit
1.1 Moderator membuka Menjawab salam dan
acara dan memberi salam. mendengarkan.
1.2 Perkenalan. Mendengar dan memperhatikan.
2 Tahap Apersepsi 5 menit
2.1 Menanyakan pengetahuan Memperhatikan dan menjawab
audiens tentang penyakit gigi pertanyaan.
meliputi pengertian,
penyebab, serta tanda dan
gejala.
3 Tahap Informasi 3 menit
3.1 Memberikan informasi Mendengar dan memperhatikan.
tentang topik yang akan
disampaikan.
3.2 Menjelaskan tujuan Mendengar dan memperhatikan.
penyuluhan.
4 Tahap Penyuluhan 30 menit
4.1 Menjelaskan : Mendengar dan memperhatikan.
- Definisi dari gigi.
- Bagian-bagian dari gigi.
- Pengertian dari penyakit
gigi.
- Faktor-faktor penyebab dari
penyakit gigi.
- Tanda dan gejala dari
penyakit gigi.
- Klasifikasi dari penyakit
gigi.
- Cara pencegahan terhadap
penyakit gigi.
- Cara perawatan dan
pengobatan terhadap penyakit Mendengar dan memperhatikan.
gigi.
4.2 Memperagakan cara Mendemonstrasikan
menggosok gigi dengan
benar.
4.3 Memberi kesempatan
kepada audiens untuk Mendengar dan memperhatikan.
memperagakan cara
menggosok gigi dengan Mendemonstrasikan
benar.
4.4 Memperagakan cara
berkumur-kumur dengan
benar. Mendengar dan memperhatikan.
4.5 Memberi kesempatan
kepada audiens untuk Bertanya, mendengar dan
memperagakan cara memperhatikan.
berkumur-kumur dengan
benar.
4.6 Memberikan
reinforsement positif.
4.7 Memberikan kesempatan
bertanya.
5 Tahap Penutup 5 menit
5.1 Penyaji mengajukan Menjawab pertanyaan.
beberapa pertanyaan secara
tertulis untuk mengevaluasi
tingkat pemahaman anak
sekolah tentang materi yang
telah diberikan. Mendengar dan memperhatikan.
5.2 Penyaji menyimpulkan
materi tentang penyakit gigi. Mendengar dan memperhatikan.
5.3 Penyaji mengarahkan
tindak lanjut. Mendengar dan menjawab
5.4 Moderator menutup acara salam.
dan mengucapkan salam.

IV. Sarana Penunjang


a. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah :
a). Ceramah
b). Tanya jawab
c). Demonstrasi.
b. Media
Alat dan bahan peraga :
1. Laporan Pendahuluan.
2. Satuan Acara Penyuluhan.
3. Leaflet.
4. Flipchart.
5. Papan Flipchart.
6. Phantom gigi.
7. Alat menggosok gigi : sikat gigi, pasta gigi, dan gelas berisi air.
8. Beberapa contoh makanan yang mengandung gula : permen, coklat, dll.
9. Beberapa contoh makanan yang mengandung serat : sayur-sayuran, buah-buahan,
dll.
10. Lembar evaluasi/kuesioner

V. Evaluasi
1. Struktur
a. Ruang kondusif untuk kegiatan.
b. Peralatan memadai dan berfungsi.
c. Media dan materi tersedia dan memadai.
d. SDM memadai.
2. Proses
a. Ketepatan waktu pelaksanaan.
b. Peran serta aktif audiens/anak sekolah.
c. Kesesuaian peran dan fungsi dari penyuluhan.
d. Faktor pendukung dan penghambat kegiatan.
3. Hasil
Terkait dengan tujuan yang ingin dicapai :
a). Tes lisan
a. Penyaji mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung kepada audiens
tentang materi penyuluhan yang akan dijelaskan.
b. Bila audiens dapat menjawab 60% dari pertanyaan yang diajukan, maka
dikategorikan pengetahuan baik.
b). Tes tertulis
Penyuluh menyebarkan Quesioner sebanyak 7 pertanyaan, jawaban benar ≥ 4 atau dengan nilai/score 57%
penyuluhan dinyatakan berhasil.

VII. Sumber Pustaka


BA, A. Udiyanto, dkk. 1978. Seri Anatomi Mulut. Jakarta : Mutiara
Besford, John. 1996. Mengenal Gigi Anda, Petunjuk Bagi Orang Tua, Edisi 2. Jakarta:
Arcan
Mansjoer, Arif, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid I. Jakarta :
Media Aesculapius
Moestopo. 1982. Pemeliharaan Gigi Dimulai Sejak Dari Kandungan Sang Ibu.
Jakarta Timur : Ghalia Indonesia
<http://brotherbuzz.blogspot.com/2008/12/merawat-gigi-anak-agar-sehat-
perawatan.html> [diakses 7 Juni 2011]
<http://cookiesforlife.wordpress.com/> [diakses 7 Juni 2011]
<http://dhita23.blogspot.com/2010/04/penyebab-gigi-keropos-anak.html> [diakses 7
Juni 2011]
<http://keluargasehat.wordpress.com/2008/10/20/deteksi-dini-penyakit-dan-kelainan-
gigi-pada-anak-anak/> [diakses 7 Juni 2011]
<http://lawalangy.wordpress.com/2007/11/26/sakit-gigi-pada-balita/> [diakses 7 Juni
2011]
<http://news.okezone.com/read/2011/01/20/373/416233/373/tingkat-siswa-
berpenyakit-gigi-dan-mulut-di-depok-tinggi> [diakses 7 Juni 2011]
<http://wasidhagono.blogspot.com/2011/04/cara-sikat-gigi-yang-benar.html> [diakses
7 Juni 2011]
<http://www.klikdokter.com/gigimulut/read/2010/09/28/297/berbagai-masalah-gigi-
pada-anak---solusi-mengatasinya> [diakses 7 Juni 2011]

LAMPIRAN : MATERI

PENYAKIT GIGI PADA ANAK


I. Pengertian Gigi
Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Mereka memiliki struktur
yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi adalah
untuk merobek dan mengunyah makanan dan pada beberapa hewan, terutama karnivora, sebagai senjata. Akar
dari gigi tertutup oleh gusi. Gigi memiliki struktur pelindung yang disebut email gigi, yang membantu mencegah
lubang di gigi. Pulpdalam gigi menciut dan dentin terdeposit di tempatnya.
Gigi merupakan bagian paling membedakan di jenis mamalia yang berbeda, dan salah satu yang bisa
menjadi fosil dengan baik. Paleontologis menggunakannya untuk mengidentifikasi jenis fosil dan seringkali
hubungan di antaranya. Bentuk gigi berhubungan dengan jenis makanan hewan tersebut.
Misalnya herbivora memiliki banyak gigi geraham untukmengunyah karena rumput sulit untuk
dicerna. Karnivora membutuhkan taring untuk membunuh dan merobek, dan karena daging mudah untuk
dicerna, maka mereka dapat menelan makanan tersebut tanpa membutuhkan geraham untuk mengunyah
makanan tersebut terlebih dahulu.

II. Bagian-bagian Gigi


Mahkota gigi atau corona, merupakan bagian yang tampak di atas gusi. Terdiri atas:
1. Lapisan email, merupakan lapisan yang paling keras.
2. Tulang gigi (dentin), di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah.
3. Rongga gigi (pulpa), merupakan bagian antara corona dan radiks.
4. Leher gigi atau kolum, merupakan bagian yang berada di dalam gusi.
5. Akar gigi atau radiks, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi
melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi.
6. Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada
gusi. Terdiri atas:
a). Lapisan semen, merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.
b). Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi.

III. Penyakit Gigi


Penyakit gigi merupakan kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi, hal ini tergantung pada saat
terjadinya gangguan yang dihubungkan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan gigi yang sedang
berlangsung. (Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid I ; 144)

IV. Penyebab
Penyebabnya bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab utama, yaitu :
1. Kuman yang ada di dalam gigi. Kuman ini sebenarnya secara normal ada dan
diperlukan di rongga mulut, tetapi apabila terdapat sisa makanan yang
melekat terus di gigi dapat menjadi penyebab terjadinya lubang gigi.
2. Sisa makanan terutama karbohidrat seperti gula, roti atau makanan lemak
lainnya yang lengket pada gigi. Sisa makanan yang melekat terus pada gigi
dapat diubah oleh kuman menjadi asam yang melarutkan email gigi sehingga
terjadi lubang gigi.
3. Gigi dengan bentuk anatomi yang berlekuk kadang-kadang sulit untuk dibersihkan
secara sempurna dapat mempercepat proses lubang gigi.
4. Gigi bisa rusak bila dipakai untuk menggigit benda-benda yang keras (membuka
tutup botol, dan sebagainya).

V. Tanda dan Gejala


Penyakit ini biasanya dimanifestasikan dalam bentuk adanya lubang/keropos pada gigi, plak pada gigi, dan
sakit pada gusi.

VI. Klasifikasi
Penyakit gigi dapat diklasifikasikan, meliputi :
1. Gigi Berlubang (Caries)
Lubang gigi, disebut juga karies gigi, disebabkan karena infeksi bakteri. Jika tidak dirawat, lubang gigi akan
semakin besar dan dalam hingga akhirnya infeksi mencapai persyarafan gigi. Lama kelamaan gigi menjadi mati
(non-vital). Jika ada gigi yang berlubang, anak pun akan mengalami kesulitan mengunyah makanan. Apabila
kejadian ini berlanjut, bisa berujung pada penurunan nafsu makan dan dalam jangka panjang anak dapat
mengalami kurang gizi. Selain itu infeksi gigi yang berlanjut ke jaringan lunak dapat menyebabkan terjadinya
abses (seperti bisul berisi nanah).
2. Gigi Tidak Rata
Gigi bisa menjadi tidak rata jika ada gigi susu yang tanggal secara dini sebelum waktunya, dan mengakibatkan
gigi tetap/permanen yang menggantikannya kehilangan panduan untuk tumbuh. Akhirnya gigi tumbuh diluar
posisi yang normal. Selain itu bisa juga terjadi gigi tetap tumbuh di belakang/depan gigi susu yang seharusnya
sudah tanggal. Gigi menjadi berjejal dan makanan yang terjebak sulit dibersihkan. Jika tidak dibersihkan dengan
baik, daerah ini beresiko mengalami karies gigi.
3. Gigi Susu Tinggal Akar
Anak yang terbiasa minum susu botol, terutama sebagai pengantar tidur, umumnya mengalami karies yang
disebut karies rampan. Ciri khasnya adalah hampir seluruh mahkota gigi depan rusak dan tinggal akarnya saja.
Akar gigi rusak tersebut sebaiknya dicabut, sebab berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kuman penyebab
infeksi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan atau tonjolan seperti bisul di gusi (abses). Abses ini berisi
nanah penuh kuman yang sangat mungkin menyebar lewat pembuluh darah menuju organ-organ vital seperti
ginjal, jantung, hingga ke otak (focal infection).
4. Gigi Maju (Tonggos)
Anak dengan kebiasaan buruk tertentu seperti menghisap jari, bibir bawah atau dot lebih beresiko untuk memiliki
gigi tonggos. Pada saat anak melakukan gerakan menghisap, jari akan memberi tekanan pada langit-langit mulut
serta menyebabkan gigi terdorong ke depan. Namun tingkat keparahannya sangat bergantung pada durasi
(berapa lama kebiasaan dilakukan setiap harinya), posisi jari, dan jangka waktunya apakah dilakukan secara
terus menerus. Jika kebiasaan buruk ini cepat dihentikan, masih ada kemungkinan posisi gigi akan baik dengan
sendirinya (self-correction). Makin lama kebiasaan ini dilakukan, makin sulit untuk baik dengan sendirinya dan
mungkin membutuhkan perawatan khusus.
5. Plak Gigi
Sesaat setelah selesai menggosok gigi, akan tampak suatu lapisan tipis. Lapisan ini dinamakan plak dan berisi
berbagai macam bakteri. Makanan manis yang kita konsumsi akan membuat semacam plak di sela-sela gigi,
berubah menjadi asam, sehingga merusak gigi.
6. Sakit Gusi
Penyakit gusi biasanya di sebabkan oleh infeksi bakteri. Pada awalnya sering disebut gingivitis dan pada
keadaan ini masih dapat diperbaiki dengan baik. Tetapi bila terjadi pendarahan yang terus menerus biasanya gigi
akan menonjol dan akhirnya dapat tanggal dengan sendirinya.
Tanda-tanda dari penyakit gusi :
- Rasa yang tidak enak pada gigi disertai bau mulut.
- Gusi yang memerah dan terlihat lunak sehingga mudah terjadi pendarahan.
- Kehilangan gigi bahkan gigi akan menjadi nyeri dan sensitif dan terasa
sakit pada waktu mengunyah.
- Terjadinya penimbunan karang gigi yang berwarna coklat, dan mengeras pada
permukaan gigi.

VII. Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara :
1. Hindari makanan yang manis. Makanan yang manis seperti tebu, gula-gula, kue
kering yang manis, teh atau kopi yang bergula dapat merusak gihgi dengan cepat. Jangan membiasakan anak-
anak dengan makanan dan minuman yang manis secara berlebihan, jika Anda menghendaki mereka memiliki
gigi yang baik.
2. Menyikat gigi dengan baik setiap hari. Segeralah menyikat gigi setelah makan
sesuatu yang manis. Mulailah menyikat gigi anak-anak Anda ketika gigi tersebut mucul. Ajari mereka untuk
menyikat gigi secara mandiri, dan perhatikan apakah mereka menyikatnya dengan benar.
3. Membubuhkan Fluoride di dalam air minum atau langsung pada gigi akan
membantu mencegah lubang pada gigi.
4. Jangan memberikan susu botol kepada bayi yang sudah besar. Mengisap susu dari
botol akan membuat gigi bayi mengalami pembusukan.
5. Hindari merokok.
6. Mengonsumsi minuman beralkohol tidak dianjurkan karena dapat merusak gigi dan
gusi.

VIII. Perawatan dan Pengobatan


Perawatan dan pengobatan, meliputi :
1. Memeriksa gigi secara rutin
Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun Anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar
dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak
semakin besar. Dapat juga dideteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit
dibersihkan.
2. Menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat
Pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Air liur tidak
banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga gigi akan rusak bila Anda membiarkan sisa makanan pada gigi
tanpa menyikatnya. Air liur berguna untuk memlinfungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.
3. Menyikat gigi dengan cara yang benar
a). Sebaiknya pilih sikat dengan bulu sikat yang soft, bulu sikat yang keras akan
melukai gigi dan mengkikis gigi. Tak perlu penekanan yang berlebihan pada saat menyikat gigi.
b). Seluruh permukaan gigi harus tersikat tanpa kecuali. Gerakkan sikat gigi
dengan arah vertikal dengan sedikit memutar pada bagian permukaan gigi bagian depan. Jika anda kesulitan
untuk melakukan gerakan ini berarti mungkin sikat gigi anda terlalu besar, gantilah sikat gigi anda dengan kepala
sikat yang lebih kecil sehingga bisa menjangkau bagian gigi paling belakang.
c). Menurut literatur yang ada dibutuhkan waktu kurang lebih 3 menit untuk
membersihkan gigi dan menyikat semua bakteri yang merugikan.
d). Sikat gigi anda minimal 2 kali sehari, pagi dan malam hari sebelum tidur.
e). Selain gigi, lidahpun perlu disikat. Bisa menggunakan sikat gigi biasa atau
produk sikat gigi yang memiliki bagian khusus untuk menyikat lidah.
f). Anda bisa menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-
sela gigi.

g). Periksalah secara rutin gigi anda ke dokter gigi untuk mendeteksi dini apabila
ditemukan kondisi yang memerlukan perawatan sehingga tidak terlanjur parah.
4. Kumur setelah makan
Menyikat gigi tidak mungkin dilakukan sehabis kita makan, maka cara terbaik adalah berkumur-kumur agar sisa
makanan tidak terus menempel dan mengurangi keadaan asam dalam gigi.
5. Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan
Sisa makanan yang tertinggal, hendaknya tidak dikeluarkan dengan menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk
gigi dapat menyebabkan celah antar gigi semakin besar disamping dapat menyebabkan luka pada gusi.
6. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride
Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Zat ini merupakan salah satu bahan pembentuk email gigi.
Adanya zat ini dapat mencegah pembusukan pada gigi.
7. Makan makanan yang berserat
Mengkonsumsi sayuran atau buah terbukti dapat membuat gigi lebih kuat dan mencegah terjadinya gigi
berlubang.
8. Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung
Makanan jenis ini bila tertinggal di gigi dan adanya bakteri akan menyebabkan asam yang membuat gigi
berlubang.

LAMPIRAN : QUESIONER (POST TEST)

Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
Petunjuk : Jawablah pertanyaan berikut dengan tanda silang ( X )!!!
Soal!!!

1. Bagian keras yang terdapat di dalam mulut?


A. Gusi.
B. Gigi.
C. Lidah.
D. Bibir.

2. Apa yang dimaksud dengan penyakit gigi?


A. Kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi.
B. Penyakit yang disebabkan virus tipe A, B, dan C.
C. Penyakit kelumpuhan yang disebabkan oleh virus.
D. Penyakit kekurangan vitamin E.

3. Dibawah ini yang merupakan faktor penyebab dari penyakit gigi?


A. Kuman yang ada di dalam gigi.
B. Sisa makanan terutama karbohidrat seperti gula, roti atau makanan lemak lainnya
yang lengket pada gigi.
C. Gigi dengan bentuk anatomi yang berlekuk.
D. Semua Benar.

4. Dibawah ini yang merupakan tanda dan gejala dari penyakit gigi?
A. Adanya lubang/keropos pada gigi.
B. Adanya plak pada gigi.
C. Sakit pada gusi.
D. Semua Benar.

5. Dibawah ini yang merupakan klasifikasi dari penyakit gigi?


A. Gigi Berlubang (Caries), Plak Gigi, Sakit Gusi.
B. Gigi Tidak Rata, Gigi Susu Tinggal Akar, Gigi Maju (Tonggos).
C. Semua Benar.
D. Semua Salah.

6. Cara pencegahan terhadap penyakit gigi?


A. Hindari makanan yang manis,
B. Malas menyikat gigi.
C. A Benar
D. A dan B Benar.

7. Cara perawatan dan pengobatan terhadap penyakit gigi?


A. Memeriksa gigi secara rutin (setiap 6 bulan sekali).
B. Menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat.
C. Makan makanan yang berserat.
D. Semua Benar.

LAMPIRAN : KUNCI JAWABAN DAN SCORE

KUNCI JAWABAN
1. B
2. A
3. D
4. D
5. C
6. C
7. D

SCORE
Jawaban Benar :1
Jawaban Salah :0
Tidak Menjawab :0

∑ Jawaban Benar
Score = X 100%
∑ Soal
http://detra18.blogspot.com/2013/07/keperawatan-komunitas-i-satuan-acara-penyuluhan-sap-
penyakit-gigi-pada-anak.html