Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Misi Indonesia sehat 2015-2025 yang telah dicanangkan oleh Kementerian

Kesehatan Republik Indonesia yaitu masyarakat Indonesia penduduknya

hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan

kesehatan yang bermutu, adil, dan merata, serta memiliki derajat kesehatan

yang setinggi-tingginya (Kemenkes RI, 2014).

Angka kesakitan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk

mengukur derajat kesehatan penduduk. Semakin rendah angka kesakitan,

menunjukkan derajat kesehatan penduduk yang semakin baik. Dengan

bertambahnya umur, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses

degeneratif (penuaan) sehingga penyakit tidak menular banyak muncul pada

usia lanjut. Penyakit tidak menular pada lansia di antaranya hipertensi, stroke,

radang sendi atau rematik dan diabetes mellitus (Kemenkes RI, 2014).

Hipertensi merupakan penyakit yang sering diderita lansia. Hipertensi dapat

didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya

diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Pada populasi

lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan

tekanan diastolik 90 mmHg (Brunner & suddarth, 2010).


2

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu diskala

global. Kompikasi pembuluh darah yang disebabkan hipertensi dapat

menyebabkan penyakit jantung koroner, infark (penyumbatan pembuluh

darah) jantung, stroke, dan gagal ginjal. Komplikasi yang terjadi pada organ

tubuh dapat menyebabkan angka kematian semakin meningkat. Gangguan

kerja organ selain menyebabkan penderita, keluarga dan Negara harus

mengeluarkan lebih banyak biaya pengobatan dan perawatan, tentu juga

menurunkan kualitas hidup penderita (Kemenkes, 2014).

Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara

berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000,

diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan

pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini

(Kemenkes, 2014).

Berdasarkan laporan rumah sakit melalui Sistem Informasi Rumah Sakit

(SIRS), 10 peringkat terbesar penyakit penyebab rawat jalan dari seluruh

penyakit rawat jalan pada kelompok usia 45-64 tahun dan 65+ tahun yang

paling tingggi adalah hipertensi esensial (primer) (Kemenkes, 2014).

Jumlah penduduk di Propinsi Lampung dengan penyakit hiperensi disetiap

tahunnya selalu masuk kedalam 10 besar penyakit yang diderita masyarakat

dimana pada Tahun 2010 menduduki peringkat VIII sebanyak 89.204 kasus

atau 6,58%, Tahun 2011 peringkat ke VI sebanyak 110.622 atau 7,33% dan

pada Tahun 2012 peringkat ke III sebanyak 52.147 kasus atau 9,87% , dan

pada Tahun 2013 urutan 7 yang mana mengalami penurunan 4,21% atau
3

65.282, sedangkan pada Tahun 2014 mengalami peningkatan yang spesifik

yaitu 77.521 menjadi peringkat ke 4 dengan demikian hipertensi merupakan

masalah kesehatan yang ada di 10 besar penyakit yang diderita masyarakat

setiap tahunnya (Dinkes Provinsi Lampung, 2014).

Salah satu therapi untuk menurunkan hipertensi dapat dilakukan dengan aroma

therapi

Aroma therapi mawar adalah

Fungsi aroma therapi untuk menurunkan tingkat stres

Stres merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan tekanan

darah. Stres dapat meningkatkan tekanan darah sewaktu. Hormon adrenalin

akan meningkat sewaktu stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa

darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat (Gunawan, 2013).

Berdasarkan hasil presurvey peneliti yang diperoleh dari data UPT xxx

Lampung Selatan memperlihatkan bahwa Hipertensi merupakan penyakit

terbanyak dari 10 besar penyakit tidak menular yang sering diderita lansia di

UPT xxx dengan prevalensi mencapai 52,3%.

Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul “Pengaruh aroma therapi mawar dalam penurunan tekanan

darah di UPT xxx Lampung Selatan Tahun 2016”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas maka masalah yang

dapat dirumuskan adalah” Apakah ada pengaruh jalan kaki terhadap


4

penurunan tekanan darah tinggi di Desa Sukajaya Kec. Panengahan Lampung

Selatan tahun 2015?”

1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum

Diketahui pengaruh jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah tinggi

di Desa Sukajaya Kec. Panengahan Lampung Selatan tahun 2015.

1.3.1 Tujuan Khusus

1. Diketahui distribusi frekuensi melakukan jalan kaki pada penderita

hipertensi di Desa Sukajaya Kec. Panengahan Lampung Selatan

tahun 2015.

2. Diketahui tekanan darah sistolik dan tekanan dara diastolik

responden kelompok kontrol di Desa Sukajaya Kec. Panengahan

Lampung Selatan tahun 2015.

3. Diketahui tekanan dara sistolik dan tekanan darah diastolik

responden sesudah diberikan intervensi jalan kaki di Desa Sukajaya

Kec. Panengahan Lampung Selatan tahun 2015.

1.4 Manfaat Penelitian


a. Manfaat Teoritis

1. Bagi Institusi STIKES Mitra Lampung

Sebagai bahan informasi dan referensi perpustakaan terutama untuk

peneliti terkait selanjutnya

2. Bagi Peneliti
5

Sebagai wahana untuk menerapkan ilmu yang didapat, menambah

wawasan, serta pengetahuan penulis tentang pengaruh jalan kaki

terhadap penurunan tekanan darah tinggi di Desa Sukajaya Kec.

Panengahan Lampung Selatan tahun 2015.

b. Manfaat Aplikatif

Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan atau

referensi Puskesmas setempat dalam penurunkan kejadian hipertensi

dengan cara memberi penyuluhan dan motivasi tentang melakukan

aktivitas jalan kaki.