Anda di halaman 1dari 28

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)


LEMBAR PENGESAHAN

PEDOMAN PENGORGANISASIAN
BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA
(SDM)

Batam, April 2018

Disusun,

R. Mardhiyah Delima
Kepala Bidang Umum dan SDM

Disetujui, Ditetapkan,

drg. Fajar Wicaksono, M. Kes dr. Suyanto, SpOG, MMRS


Wakil Direktur Direktur
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................1

A. LATAR BELAKANG 1

B. TUJUAN 1

BAB II GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT......................................................................1

BAB III VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN RUMAH SAKIT..........................1

A. VISI RUMAH SAKIT 1

B. MISI RUMAH SAKIT 1

C. FALSAFAH RUMAH SAKIT 1

D. NILAI RUMAH SAKIT 1

E. TUJUAN RUMAH SAKIT 1

BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT...........................................................1

BAB V STRUKTUR ORGANISASI UNIT...............................................................................1

BAB VI URAIAN JABATAN....................................................................................................1

A. KEPALA BIDANG SDM 1

B. KEPALA SEKSI SDM DAN LEGAL 1

BAB VII TATA HUBUNGAN KERJA......................................................................................1

A. SKEMA TATA HUBUNGAN KERJA 1

B. URAIAN TATA HUBUNGAN KERJA 1

BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONEL...................................1

A. POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI 1

B. DASAR PERHITUNGAN 1

BAB IX KEGIATAN ORIENTASI............................................................................................1

A. PENGERTIAN ORIENTASI 1

B. MANFAAT ORIENTASI 1

C. TUJUAN ORIENTASI 1

D. JENIS ORIENTASI 1

BAB X PERTEMUAN/RAPAT..................................................................................................1

A. PENGERTIAN RAPAT 1

B. TUJUAN RAPAT 1
C. KEGIATAN RAPAT 1

BAB XI PELAPORAN...............................................................................................................1

A. PENGERTIAN LAPORAN 1

B. JENIS LAPORAN 1

C. EVALUASI 1
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM
NOMOR :
TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN
BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Menimbang : a. bahwa dalam upaya memberikan pelayanan pemenuhan sumber


daya manusia yang sesuai dengan standar profesi dan kompetensi
diperlukan pedoman untuk mendapatkan hasil yang baik dan
bermutup;
b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a, maka
dipandang perlu untuk menetapkan Pedoman Pengorganisasian
Sumber Daya Manusia di lingkungan Rumah Sakit Budi Kemuliaan
Batam
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tercantum dalam
huruf a dan b perlu menetapkan Pedoman Pengorganisasian Sumber
Daya Manusia yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur.

Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;


2. Undang-Undang Nomar 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
4. Undang-Undang Nomar 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1672/Menkes/Per/I/2010
tentang Registrasi Tenaga Kesehatan;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 971 tentang Standar
Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan;
8. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
129/Menkes/SK/II/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit;
9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :
755/Menkes/PER/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik
di Rumah Sakit;
10. Surat Keputusan Dewan Pengurus Perkumpulan Budi Kemuliaan
Batam No……… Tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Budi
Kemuliaan Batam.
MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Kesatu : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN


BATAM TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN BIDANG
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Kedua : Menetapkan Pedoman Pengorganisasian Sumber Daya Manusia di


Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.

Ketiga : Keputusan ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapkannya akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Batam
Tanggal : …..April 2018
Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

dr. Suyanto, SpOG, MMRS


RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
BUDI KEMULIAAN BATAM
NOMOR : ……………………………………...
TENTANG
PEDOMAN PENGORGANISASIAN BIDANG
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

PEDOMAN PENGORGANISASIAN
BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bidang SDM adalah suatu unit kerja di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam
yang menangani Sumber Daya Manusa. Dalam ilmu terapannya, Bidang SDM biasa
disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”. Bidang SDM dalam manajemen
juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources Management”.
Arti lain dari Bagian Sumber Daya Manusia/SDM adalah suatu proses
menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer
dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan
demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya
mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya
manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang berkelanjutan yang
bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang
tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi
memerlukannya.
Adapun Peran Bidang SDM dalam perusahaan antara lain :
1. Bidang SDM bertugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja
a) Persiapan
Persiapan meliputi jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi,
departemen terkait, dan sebagainya.
b) Rekruitmen Tenaga Kerja

|1
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

adalah sebuah proses untuk mencari calon pegawai atau karyawan yang dapat
memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini
Bidang SDM perlu melakukan analisis jabatan yang ada untuk membuat
deskripsi pekerjaan (job description) dan juga spesifikasi pekerjaan (job
specification).
c) Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )
adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan tenaga kerja yang
tepat dari sekian banyak kandidat sesuai dengan proses dan aturan yang ada.
2. Pengembangan dan Evaluasi Karyawan ( Development and Evaluation )
Proses pengembangan dan evaluasi karyawan dilakukan sebagai sebuah
pembekalan agar tenaga kerja dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya, serta
meningkatkan kinerja yang ada.
3. Pemberian Kompensasi dan Proteksi pada Pegawai
Kompensasi adalah imbalan atau upah atas kontribusi kerja pegawai secara teratur
dari organisasi atau perusahaan. Pemberian kompensasi harus tepat dan sesuai
dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal agar tidak
menimbulkan masalah ketenagakerjaan atau kerugian pada organisasi atau
perusahaan.
Jadi dalam hal ini karyawan adalah aset utama dalam perusahaan yang menjadi
perencana dan pelaku aktif dari setiap aktifitas organisasi. Untuk itu salah satunya
dibagian SDMakan melakukan berbagai kegiatan untuk lebih mudah dalam melakukan
perekruitan karyawan / tenaga baru namun tetap memiliki kualitas yang baik dan
sesuai dengan standar rumah sakit atau yang dibutuhkan rumah sakit dalam
meningkatkan produktifitas produk melalui karyawan / tenaga tersebut. .

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan profesionalisme seluruh SDM di Rumah Sakit Budi
Kemuliaan Batam sesuai dengan standar dan kompetensinya.
2. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan kepatuhan SPO
2. Meningkatkan kinerja karyawan.
3. Semua SDM yang bekerja di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam khususnya
tenaga kesehatan mempunyai SIP dan SIK.
4. Terselenggaranya file SDM sesuai kredensial
5. Mempunyai SDM yang berkompeten di bidangnya.

|2
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

Semua warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal, agar dapat
bekerja dan hidup layak sesuai dengan martabat manusia (butir pertama Dasar-dasar
Pembangunan Kesehatan Nasional untuk Menunjang Keberhasilan Tujuan Pembangunan
Kesehatan).
Kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya masih
dirasakan kurang dibanding jumlah masyarakat yang harus dilayani terutama pada penyakit
khusus seperti gagal ginjal yang memerlukan pelayanan dengan sarana khusus.

Dilatar belakangi oleh keperdulian ibu Sri Soedarsono yang sangat tinggi sekaligus
kiprahnya yang sangat besar khususnya dibidang social, pendidikan dan kesehatan. Ny. Sri
Soedarsono yang sebelumnya sudah membentuk dan memimpin yayasan sosial dan
pendidikan dan masih mempunyai angan – angan untuk mendirikan sebuah pelayanan
kesehatan dalam bentuk klinik atau rumah sakit.

Pada tahun 1983 beliau menyampaikan niat dan keinginannya untuk mendirikan Balai
Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) di Batam kepada (alm) dr. Soemarno Sosroatmodjo (saat itu
menjabat sebagai Ketua Dewan Perkumpulan Budi Kemuliaan Jakarta) dan hal tersebut
mendapat tanggapan positif, maka beliau melakukan kunjungan ke Batam pada tahun 1983.
Pada tanggal 8 Oktober 1983 ditetapkan berdirinya Perkumpulan Budi Kemuliaan Cabang
Batam yang bersifat otonom sebagai cabang dari Perkumpulan Budi Kemuliaan Jakarta serta
mengangkat Ny. Sri Soedarsono sebagai ketua dan (alm) Soedarsono Darmosoewito sebagai
pelindung. Setahun kemudian, tepatnya 8 Oktober 1984 berdirilah Rumah Bersalin Budi
Kemuliaan Batam yang beroperasi di ruko Kampung Pelita Seraya denagn tiga tempat tidur.
Penanggung jawab klinik adalah dr. Ismanto Sumantoro, Sp.B yang saat itu menjabat sebagai
direktur RS. Otorita Batam dan (alm) dr. Eddy Soemargo, Sp.OG sebagai konsultan
kebidanan yang datang ke Batam setiap 2 minggu sekali.

Perkembangan BKIA selama dua tahun operasional cukup baik dan mendapat respon
yang positif dari masyarakat Batam, maka atas dasar itu Ny. Sri Soedarsono kemudian
membuka lagi klinik yang berlokasi di ruko jalan Imam Bonjol dengan nama Balai
Pengobatan Budi Kemuliaan Batam yang diresmikan pada tanggal 8 Oktober 1986 untuk
melayani pasien umum dan gigi.

|3
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

Balai pengobatan Budi Kemuliaan Batam kemudian membuka beberapa Pos Pelayanan
Pembantu yang tersebar di beberapa wilayah batam untuk memperluas jangkauan
pelayanan terhadap masyarakat. Adapun Pos Pelayanan tersebut diantaranya adalah:

1. Pos Pelayanan Pembantu Tanjung Sengkuang


2. Pos Pelayanan Pembantu Tanjung Riau
3. Pos Pelayanan Pembantu Bengkong Laut
4. Pos Pelayanan Pembantu Pulau Bertam
5. Pos Pelayanan Pembantu Bukit Girang

Dengan semakin kompleknya masalah kesehatan, ditambah semakin tingginya


kebutuhan sarana pelayanan kesehatan di Pulau Batam maka terlintas dibenak Ny. Sri
Soedarsono untuk menggabungkan Rumah Bersalin dan balai Pengobatan menjadi
Rumah Sakit. Pembanguna rumah sakit akhirnya dimulai pada tanggal 8 Oktober 1990
dan didukung oleh beberapa donatur diantaranya Yayasan Nederland – Batam dengan
ketuanya saat itu dr. Jan Van Den Berg.

Pada tanggal 8 Oktober 1992 ditetapkan sebagai hari berdirinya RS. Budi Kemuliaan
dan mulai resmi beroperasi dengan kapasitas 20 tempat tidur dan jenis pelayanan adalah
pasien ibu dan anak, poliklinik umum, ruang operasi, pelayanan radiologi, laboratorium
dan farmasi. Dalam pengelolaanya selama kurun waktu 24 tahun ini, baik sarana,
prasarana maupun jenis pelayanan di RS. Budi Kemuliaan Batam berkembang cukup
pesat. Peralatan baik medis maupun umum yang tadinya semuanya berasal dari hibah
perlahan – lahan ditambah dan atau diganti dengan yang baru, kapasitas tempat tidur yang
awalnya 20 tempat tidur berkembang menjadi 200 tempat tidur.

Pada tahun 2004 RSBK mendapatkan kepercayaan dari pemerintah menjadi 25 rumah
sakit pertama di Indonesia yang menjadi pusat pelayanan pasien ODHA dan diberi
sumbangan berupa gedung (Paviliun Anyelir) khusus untuk pelayanan pasien HIV/AIDS
pada tahun 2006 oleh beberapa yayasan dari negeri Belanda.

Pada tahun 2011 RS. Budi Kemuliaan Batam telah mendapat sertifikat akreditasi dari
Komisi Akreditasi Rumah Sakit dan pengakuan pemerintah melalui Kementerian
Kesehatan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas B. Dengan berkembangnya Pualu Batam
dan semakin banyaknya rumah sakit yang berdiri di Batam maka sejak lima tahun
terakhir, Dewan Pengurus Perkumpulan Budi Kemuliaan Batam telah memutuskan bahwa
RS. Budi Kemuliaan Batam memfokuskan menjadi rumah sakit umum dengan unggulan
dibidang pelayanan ibu dan anak, pelayanan penderita HIV/AIDS dan pelayanan
Hemodialisis.

|4
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB III
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH, NILAI
DAN TUJUAN RUMAH SAKIT

A. VISI
Rumah Sakit Umum dengan layanan prima pilihan masyarakat dan pusat rujukan
kesehatan ibu dan anak di Kepulauan Riau dan sekitarnya.

B. MISI
1. Memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh yang bermutu dengan unggulan
dibidang pelayanan kesehatan ibu dan anak.
2. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus, berjenjang dan
berkelanjutan dengan penekanan dibidang kesehatan ibu dan anak sehingga dapat
terjaminnya sumber daya yang professional.
3. Mengupayakan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu dapat
dipertanggung jawabkan dan ditanggung gugatkan dengan disokong serta
memanfaatkan teknologi kesehatan yang tepat guna demi memenuhi kepuasan pasien
namun tetap terjangkau khususnya oleh lapisan masyarakat menengah kebawah.

C. MOTTO

Kami ada untuk anda

D. FALSAFAH
1. Manusia adalah individu yang memiliki kebutuhan bio, psiko, social, spiritual yang
unik. Kebutuhan ini harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pemberian asuhan
keperawatan.
2. Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan secara optimal kepada manusia yang membutuhkan dengan tidak
membedakan bangsa, suku, agama/kepercayaan dan status, disetiap unit pelayanan
kesehatan.
3. Tujuan asuhan keperawatan dapat dicapai melalui usaha bersama dari semua anggota
tim kesehatan dan pasien/keluarga.
4. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat menggunakan proses kepeerawatan
dengan lima tahapan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien/keluarga.
5. Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, memiliki wewenang melakukan
asuhan keperawatan secara utuh berdasarkan standar asuhan keperawatan.
6. Pendidikan keperawatan berkelanjutan harus dilakukan secara terus menerus untuk
pertumbuhan dan perkembangan staf dalam pelayanan keperawatan.

|5
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

E. NILAI DAN TUJUAN RUMAH SAKIT


1. Tujuan Umum

Berperan serta dan menjadi mitra sinergis rumah sakit dalam upaya meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan pelayanan kesehatan dan pengobatan
menyeluruh (paripurna), pendidikan dan pelatihan sumber daya manusianya, serta
mengupayakan penelitian dan pengembangan dibidang kesehatan.
2. Tujuan Khusus
Menjadi rumah sakit umum yang mempunyai unggulan dalam bidang pelayanan
kesehatan ibu dan anak sehingga menjadi rumah sakit rujukan pilihan masyarakat di
Kepulauan Riau

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

DEWAN PENGURUS PERKUMPULAN BUDI KEMULIAAN BATAM

DIREKTUR RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

SPI
KOMITE
TIM

KA BID YAN MED KA BID KEPERAWATAN KA BID KEUANGAN KA BID UMUM & SDM

KA SIE YAN MED KA SIE ASKEP RANAP KA SIE AKUTANSI & KA SIE SDM & LEGAL
KONTROLER
KA SIE ADM MED KA SIE ASKEP RAJAL KA SIE FASUM
&TEKHNIK
KA SIE JANG MED KA SIE JANG KEP KA SIE TREASURI

KA SIE LOGISTIK
KA SIE PIUTANG
KA SIE MARKETING &
PELAYANAN
KA SIE SIMRS/IT PELANGGAN

|6

INSTALASI GIZI
INSTALASI REKAM MEDIS
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI UNIT

STRUKTUR ORGANISASI
BIDANG UMUM DAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

DIREKTUR RS BUDI KEMULIAAN BATAM

KA BID UMUM & SDM

KA SIE MARKETING &


KA SIE SDM & LEGAL KA SIE FASUM &TEKHNIK KA SIE LOGISTIK PELAYANAN
PELANGGAN

|7
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB VI
URAIAN JABATAN

A. KEPALA BIDANG SDM


1. Pengertian
Seorang pejabat strukural yang bertugas untuk mengelola sumberdaya manusia
agar terselenggaranya pelayanan prima dengan sumber daya manusia yang
kompeten di bidangnya.
2. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan :
S1 Umum/S1 Kes/Psikologi/Hukum
b. Pengalaman kerja :
Minimal 10 tahun dalam jabatan struktural ;
c. Keahlian & Ketrapilan :
 Manajemen SDM
 Terampil mengoparasikan Komputer
 Mampu berkomunikasi dengan baik
3. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab kepada Direktur
Uraian Tugas
a. Mengatur sistem ketenagaan di rumah sakit.
b. Melaksanakan proses seleksi penerimaan karyawan baru.
c. Melaksanakan administrasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai.
d. Perencanaan & SDM dalam kelengkapan administrasi pegawai mencakup cuti
karyawan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan , dan kontrak kerja
karyawan.
e. Pembuatan SPJ untuk karyawan yang melakukan perjalanan dinas
f. Pemeriksaan absensi karyawan.
g. Penghitungan gaji karyawan.
h. Pembuatan perincian gaji karyawan setiap bulan.
i. Membuat laporan kegiatan dan anggaran bulanan dan tahunan.
j. Menghitung kebutuhan tenaga sesuai dengan strandar dan ketentuan yang
berlaku.

|8
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

k. Merencanakan dan mempersiapkan SDM baik dalam rekruitment dan


pengembangan di semua bagian untuk diajukan kepada Kepala Bagian
Pelaporan ; Perencanaan & SDM.
l. Mempersiapkan formulir dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan
rekruitmen pegawai baru.
m. Menyelenggarakan arsip dan administrasi kepegawaian yang lengkap, akurat
dan terarah.
n. Bertanggung jawab atas setiap rekrutmen pegawai baru dengan persetujuan
Wadir Umum dan Keuangan
o. Bertanggung jawab dalam penghitungan lembur dan gaji karyawan setiap
bulannya.
p. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur
4. Wewenang
a. Menilai, menegur dan memotivasi bawahan.
b. Mengatur rencana kegiatan penyelenggaraan .
c. Meminta arahan dari atasan.
d. Meminta masukan dari bawahan dan unit kerja lain yang terkait.
e. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan.

|9
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

B. KEPALA SEKSI SDM DAN LEGAL


1. Pengertian
Seorang pejabat struktural yang bertugas mengelola dan merencanakan kebutuhan
dan pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan ketatausahaan, pendidikan
pelatihan dan hukum
2. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan :
S1 Psikologi / Hukum / Kesehatan
b. Pengalaman kerja :
Minimal 2 tahun dalam bidangnya
c. Keahlian & Ketrapilan :
 Terampil mengoparasikan Komputer
 Mampu berkomunikasi dengan baik
3. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab kepada kepala Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia
4. Uraian Tugas
a. Melaksanakan proses seleksi penerimaan karyawan baru, yaitu meliputi
interview dan psikotes.
b. Melaksanakan administrasi, ketatausahaan, pendidikan dan pelatihan serta
kelengkapan kepegawaian.
c. Mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan pegawai.
d. Pemeriksaan absensi karyawan.
e. Pemeriksaan kelengkapan surat-surat : Cuti, sakit, dan ijin.
f. Membuat rekapan Cuti, Sakit, dan Ijin Karyawan.
g. Pembuatan Perjanjian Ikatan Dinas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas untuk
karyawan yang melakukan perjalanan dinas.
h. Pembuatan Surat Kesepakatan Kerja Bersama untuk karyawan Kontrak.
i. Pembuatan SK Pengangkatan Karyawan Tetap.
j. Pembuatan SK Kenaikan Masa Kerja Berkala setiap bulan.
k. Menyimpan arsip seluruh data karyawan dan penilaian evaluasi setiap
karyawan.
l. Pembuatan Surat Perjanjian Kerja Sama dengan pihak luar.
5. Wewenang
a. Mewakili Kepala Bidang apabila berhalangan hadir

|10
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

b. Membantu Kepala Bidang dalam merencanakan, koordinasi, pembinaan dan


pengawasan serta pendidikan dan pelatihan SDM
c. Mengajukan Kenaikan Masa Kerja Berkala Karyawan.
d. Mengajukan Habis Masa Kerja Karyawan.
e. Mengusulkan perlengkapan kebutuhan Bidang SDM
C. KEPALA SEKSI FASUM DAN TEKHNIK
1. Pengertian
Seseorang yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam mengatur pelayanan
di dalam Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit yang membawahi Bagian Teknisi Alat
Medis, bagian Pemeliharaan dan Perawatan Gedung, Bagian Kesehatan
Lingkungan dan Bagian Teknisi Alat serta kegiatan kerumahtanggan
2. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan :
Minimal D3/S1 Umum/Psikologi/Ekonomi/Kesehatan
b. Pengalaman kerja :
Minimal 2 tahun dalam bidangnya
c. Keahlian & Keterampilan :
 Terampil mengoparasikan Komputer
 Mampu berkomunikasi dengan baik
 Teliti, Jujur danMampu Bekerja dalam Tim
3. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia
(SDM).
4. Uraian Tugas
a. Membuat uraian tugas bagian teknik, Perawatan dan Pemeliharaan gedung dan
kesling dan rumah tangga
b. Melakukan sosialisasi peraturan dan kebijakan rumah sakit kepada staf dengan
baik dan benar.
c. Melaksanakan pedoman pelaksanakan (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk
teknis) pengelolaan dan pemeliharaan sarana rumah sakit.
d. Melakukan koordinasi baik dengan staff dibawahnya maupun dengan pejabat
struktural terkait.
e. Membuat perencanaan program dan anggaran rutin di instalasi pemeliharaan
sarana rumah sakit.
f. Menciptakan dan menjaga kondisi dan suasana pelayanan agar tetap nyaman,
bersih, aman dan ramah lingkungan.

|11
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

g. Melakukan pengawasan dan pengendalian tugas staff serta penggunaan


fasilitas dan pemeliharaan sarana rumah sakit.
h. Melakukan pengamanan dan pemeliharaan fasilitas dan sarana pelayanan agar
selalu siap untuk digunakan.
i. Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja bawahan.
j. Membuat pencatatan, pembukuan dan pelaporan kepada pimpinan secara rutin
dan berkala mengenai pengelolaan instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit.
k. Bersama-sama dengan bidang lain melakukan tugas-tugas pengendalian dan
promosi rumah sakit.
l. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
5. Wewenang
a. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan di instalasi
pemeliharaan sarana rumah sakit.
b. Membina, membimbing dan mengarahkan secara teknis pemberian pelayanan
yang bermutu tinggi, professional, cepat dan tepat.
c. Membuat penilaian pelaksanaan pekerjaan staff dibawahnya.
d. Melakukan koordinasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan staff di instalasi
pemeliharaan sarana rumah sakit.
e. Mengawasi dan mengendalikan langsung kegiatan pelayanan di instalasi
pemeliharaan sarana rumah sakit.
f. Mengingatkan dan memberi saran kepada petugas dan unit terkait lainnya yang
kurang memperhatikan prosedur pelayanan yang sudah ditetapkan.
g. Mengusulkan dan melaporkan kebutuhan serta masalah yang ada atau timbul
dalam pelayanan di instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit.
h. Memberikan teguran sanksi ringan kepada staff dan pegawai yang melakukn
pelanggaran dan tindakan disiplin.
i. Mengevaluasi kinerja staf bagian teknik, Pemeliharaan dan Perawatan
Bangunan dan kesling.
j. Mengikuti rapat mingguan yang dijadwalkan oleh pimpinan dan mengikuti
pertemuan lain apabila dibutuhkan.
a. Mengusulkan rencana peremajaan atau penambahan mesin HD dan peralatan
teknik baru (bila memungkinkan.

D. KEPALA SEKSI LOGISTIK


E. KEPALA SEKSI MARKETING DAN PELAYANAN PELANGGAN

|12
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

A. SKEMA TATA HUBUNGAN KERJA

INSTALASI BIDANG MANAJEMEN

KEBUTUHAN TENAGA

RAPAT 2 BIDANG SDM PERSETUJUAN DIREKSI

TRAINING PEGAWAI

DIKLAT

INSTALASI BIDANG MANAJEMEN

B. URAIAN TATA HUBUNGAN KERJA


1. Kebutuhan Tenaga
Kebutuhan tenaga, diperoleh atas dasar pengajuan dari setiap unitkerja
/Bidang/Instalasi bahkan manajemen berdasarkan kebutuhan dan telah disetujui
oleh Direksi atas rekomendasi hasil rapat
2. Pengembangan Pegawai
Pengembangan pegawai baik eksternal maupun internal dilaksanakan dengan
keberjasam dengan ddiklat atas pengajuan dari setiap unit kerja /Bidang/Instalasi.

|13
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONEL

A. POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI


Kualifikasi Jumlah
Tersedi
No Nama Jabatan Masa Kebutuha
Formal Sertifikasi a
Kerja n
1 Kepala Bidang S1 Minamal Pelatihan
1 1
SDM (Umum/Kes/Hukum/Ps 10 tahun Manajemen
ikologi) SDM
2 Kepala Seksi S1 Minimal Pelatihan
1 1
SDM dan (Umum/Kes/Hukum/Ps 2 tahun Manajemen
Hukum ikologi) SDM
3 Kepala Seksi D3/S1 Minimal Pelatihan
1 1
Fasum & (Hukum/Psikologi/Um 2 tahun Manajemen
Tekhnik um) SDM
4 Kepala Seksi SMA/D3/S1 Minimal Pelatihan
1 1
Logistik (Hukum/Psikologi/Um 2 tahun Manajemen
um) SDM
5 Kepala Seksi SMA/D3/S1 Minimal Pelatihan
Marketing & (Kes/Hukum/Psikologi/ 2 tahun Manajemen 1 -
Pelayanan Umum) SDM
Pelanggan
4 Staff SDM SMA/D3/S1 0 tahhun Pelatihan
10 8
(Umum/Kes/Hukum/Ps Ketenagakerjaa
ikologi) n

B. DASAR PERHITUNGAN
Kebutuhan Tenaga Bidang Sumber Daya Manuris mengunakan Metode WISn
(Workload Indicator Staff Need) berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Rpublik
Indonesia Nmomr : 81/Menkes/SK/I/2004 dengan perhitungan sebagai berikut :

I. Waktu Kerja Tersedia

A. Hari Kerja Pertahun = 312 hari/tahun


B. Cuti Tahunan = 12 hari/tahun
C. Hari Libur Nsional = 15 hari/tahun
D. Pendidikan, Pelatihan dll = 2 hari/tahun
E. Ketidakhdiran = 2 hari/tahun
F. Waktu Kerja Tersedi = 7 hari
G. Hari Kerja Tersedia/tahun = 281 hari
A-(B-C-D-E)
H. Waktu Kerja Tersedia = 1.967 jam/tahun
I. Waktu Kerja Tersedia = 118.020/menit/tahun

|14
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

II. Kuantita Kegiatan Pokok\


Frekuansi kegiatan Bidang SDM berdasarkan jumlah Pegawai tahun 2016
sebanyak 200 orang, dengan kuantitas penerimaan pegaai baru sebanyak 23 orang.

Kuantita Kegiatan Pokok = Waktu Per kebutuhan X Frekuansi Kegiatan

No Kegiatan Pokok Kebutuhan Frekuaensi Kuantitas


Waktu Kegiatan
1 Kesekretariatan SDM 23 200 4600
2 Ketenagaan 38 200 7600
3 Jenjang Karir 34 200 6800
4 Seleksi Penrimaan Karyawan 23 10 230
5 Meeting dan konsultasi karyawan 15 52 780

III. Standar Beban Kerja Perkegiatan

Standar Beban Kerja (SBK = Waktu Kerja Tersedia

Rata-rata Waktu Per kegiatan Pokok

No Kegiatan Pokok Waktu Waktu SBK


Kerja Per
Tersedia Kegiatan
1 Kesekretariatan SDM 118.020 23 5.131
2 Ketengaan 118.020 38 3.106
3 Jenjang Karir 118.020 34 3.471
4 Seleksi Penrimaan Karyawan 118.020 23 5.131
5 Meeting dan konsultasi karyawan 118.020 15 7.868

IV. Standar Kelonggaran (SKLG)

Standar Kelonggaran = Rata-rata Waktu Per Faktor Kelonggaran (Jam)

Waktu Kerja Tersedia (Jam)

No Kegiatan Pokok Waktu Waktu SBK


Kerja Per
Tersedia Kegiatan
1 Pembinaan Staff 52 1.967 0,026
2 Pembekalan Masa Magang 72 1.967 0,037
Jumlah 0,063

|15
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

V. Kebutuhan SDM Perkegiatan

Kebutuhan SDM Perkegiatan = Kuantitas Kegiatan Pokok

Standar Beban Kerja

No Kegiatan Pokok Kuantitas SBK Kebutuhan


Kegiatan SDM
Pokok
1 Kesekretariatan SDM 4600 5.131 0,90
2 Ketenagaan 7600 3.106 2,45
3 Jenjang Karir 6800 3.471 1,96
4 Seleksi Penrimaan Karyawan 230 5.131 0,04
5 Meeting dan konsultasi karyawan 780 7.868 0,10
Jumlah 5,45

VI. Total Kebutuhan SDM di Bidang Sumber Daya Manusia

Total Kebutuhan SDM =

Kebutuhan SDM Perkegiatan + Standar Kelonggaran

5.45 + 0.063 = 5.509

Totak Kebutuhan Tenaga Bagian SDM = 5.509 orang


Ketersediaan tenaga saat ini = 3 orang
Kekurangan Tenaga = 2,5 orang

|16
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

A. PENGERTIAN ORIENTASI
Kegiatan orientasi karyawan pada prinsipnya adalah sebuah program yang
dirancang/dibuat untuk membantu karyawan yang baru lulus seleksi ataupun karyawan
pindahan dari rumah sakit lain untuk mengenal terlebih dahulu tempat kerja yang baru
yaitu lingkungan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam serta Bidang/Instalasi/Unit
tempat mereka bekerja.
Kegiatan orientasi ini dibagi menjadi kegiatan orientasi umum dan khusus.
Orientasi umum merupakan pemberian materi dan pengetahuan kepada karyawan baru
mengenai informasi sekitar rumahsakit serta keterampilan umum dasar yang harus
dimiliki oleh karyawan dikoordinir oleh Diklat dan SDM Rumah Sakit. Sedangkan
orientasi khusus merupakan pengenalan yang khusus terkait dengan
Bidang/Instalasi/Unit dimana mereka akan bekerja yang materinya khusus disiapakan
masing-masing Bidang/Instalasi/Unit terkait.
Harapan yang utama dalam proses oreintasi ini adalah bahwa pegawai baru
tidak memerlukan waktu yang lama untuk adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru
dan keberadaaanya cepat dapat membantu perbaikan proses pelayanan di Rumah Sakit
Budi Kemuliaan Batam
B. MANFAAT ORIENTASI
Manfaat adanya sistem orientasi bagi karyawan baru di Rumah Sakit Budi
Kemuliaan Batam adalah:
1. Mengenalkan lingkungan kerja Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam kepada
karyawan baru;
2. Mengurangi perasaan diasingkan, kecemasaan pada jenis dan tempat kerja yang
baru dan mengurangi kebimbangan dalam adaptasi tempat yang baru;
3. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, karyawan baru sudah timbul rasa menjadi
bagian dari organisasi yang baru;
4. Program ini diharapkan juga dapat mempercepat proses sosialisasi karyawan
dengan lingkungan yang baru.

C. TUJUAN ORIENTASI
Program orientasi karyawan baru di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam
bertujuan untuk mempercepat masa adaptasi sehingga karyawan baru dapat bekerja

|17
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

lebih cepat dan lebih baik. Program orientasi ini dirancang untuk memberikan
informasi yang dibutuhkannya kepada karyawan baru agar dapat bekerja dengan baik
dan efektif. Tujuan program orientasi karyawanbaru di Rumah Sakit Budi Kemuliaan
Batam adalah sebagai berikut:
1. Membekali pegawai baru dengan materi-materi yang berhubungan dengan
pekerjaan dan lingkungan kerja;
2. Memberikan kemudahan bagi karyawan baru untuk beradaptasi dengan
lingkungan kerja baru;
3. Memberikan informasi kepegawaian dan tahap pekerjaan yang akan dijalani.

D. JENIS ORIENTASI
1. Orientasi Umum

No Materi Waktu Pelaksana


(Menit/Jam/Hari)
1 Visi Misi Rumah Sakit 2-3 Hari SDM
2 Struktur Organisasi RS SDM
3 Pengenalan lingkungan rumah sakit SDM
4 Sistem penerimaan karyawan rumah sakit SDM
5 Sasaran Keselamatan Pasien Tim KPRS
6 Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tim PPI
7 BHD Tim Code Blue
8 APAR K3RS
9 Mutu Rumah Sakit Komite Mutu

2. Orientasi Khusus

No Materi Waktu Pelaksana


(Menit/Jam/Hari)
1.. Pengertian Bidang Umum dan SDM Bagian SDM
2. Pengertian UU Ketenagakerjaan Bagian SDM
3. Sistem Penggajian Bagian SDM
4. Struktur Organisasi dan Jobdesk di Umum dan SDM Bagian SDM

|18
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB X
PERTEMUAN/RAPAT

A. PENGERTIAN RAPAT
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan
suatu masalah tertentu.

B. TUJUAN RAPAT
1. Umum;
untuk membantu terselenggaranya pelayanan di Bidang SDM yang profesional
dan bermutu;
2. Khusus;
untuk menggali permasalahan-permasalahan terkait mutu pelayanan di bidang
SDM dan sekaligus mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan-
permasalahan yang terjadi.

C. KEGIATAN RAPAT
1. Rapat Rutin
Rapat Rutin diselenggarakan pada :
Waktu : Setiap Jumat
Jam : 14.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Umum dan SDM
Peserta : Kepala Bidang Umum dan SDM serta seluruh staff Umum &
SDM
Materi :
1. Evaluasi kinerja di Bidang SDM
2. Evaluasi SDM Unit SDM
3. Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan pelayanan Bagian SDM
4. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM di Bidang SDM.
5. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja pelayanan di
Bidang SDM.
Kelengkapan Rapat :
Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan/rekomendasi/usulan kepada
pimpinan
1. Rapat Insidentil

|19
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

Rapat Insidentil diselenggarakan pada :


Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu dibahas
dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai undangan
Tempat : Sesuai undangan
Peserta : Direktur, Kepala Bagian SDM serta Staf fungsional SDM
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas.
Kelengkapan Rapat :
Undangan, daftar hadir, notulen rapat, laporan/rekomendasi/usulan kepada
pimpinan

|20
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

BAB XI
PELAPORAN

A. PENGERTIAN LAPORAN
Pelaporan adalah keseluruhan proses pendataan dan pelaporan pelaksanaan
kegiatan di bidang Umum dan SDM Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, dimana
petugas pencatatan, pelaporan serta jalur dan terapan telah ditetapkan secara jelas.

B. JENIS LAPORAN
1. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat dalam bentuk tertulis setiap bulannya selambat-lambatnya
tanggal 10 bulan berikutnya. Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan Kegiatan Pengembangan Pegawai
b. Laporan Jumlah dan Status Pegawai
c. Daftar Gaji Karyawan
2. Laporan Tahunan
Merupakan laporan yang dibuat dalam bentuk tertulis setiap tahun yang pelaporan
awal dikumpulkan pada bulan Oktober-September sebagai bahan pembuatan
Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pada tahun berikutnya. Lalu ada masa
perbaikan hingga pelaporan final pada bulan Januari. Adapun hal-hal yang
dilaporkan adalah:
a. Laporan& Evaluasi Keterlambatan Karyawan
b. Laporan / Rekapitulasi Cuti Karyawan
c. Laporan & Evaluasi Kinerja Karyawan (Individu)

C. EVALUASI
Evaluasi dilakukan setiap bulan untuk memantau kepatuhan dalam
implementasi terhadap peraturan kepegawaian dan ketentuan penggajian di Rumah
Sakit Budi Kemuliaan Batam untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan
keterampilan Sumber Daya Manusia dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
(Bidang/ Instalasi/ Unit terkait).

Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam

dr. Suyanto, SpOG, MMRS


Direktur

|21
RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM

Pedoman Pengorganisasian Bidang Sumber Daya Manusia


(SDM)

|22