Anda di halaman 1dari 9

JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441

http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN DISIPLIN DENGAN PRESTASI


BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 PRACIMANTORO SEMESTER 1
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Alex Harie Wibowo 1


Sunardi2
Mulyadi3

1
Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan Pascasarjana FKIP UNS
2
Dosen Pembimbing I Magister Teknologi Pendidikan Pascasarjana FKIP UNS
3
Dosen Pembimbing II Magister Teknologi Pendidikan Pascasarjana FKIP UNS

e-mail : alex_wibowo24@yahoo.com

ABSTRACT

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara


motivasi dengan prestasi belajar siswa (2) hubunganantara disiplin dengan
prestasi belajar siswa (3) hubunganantara motivasi dan disiplin dengan
prestasi belajar siswa SMK Negeri 1 Pracimantoro Semester 1 tahun
Pelajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
SMK Negeri 1 Pracimantoro yang berjumlah 222 siswa. Sampel diambil
dengan sistem pengambilan sampel randomberstrata, dengan
menggunakan rumus Slovin yaitu 69 siswa. Data variabel motivasi belajar,
dan disiplin belajar diambil menggunakan angket dan variabel prestasi
belajar dengan menggunakan dokumentasi raport. Uji instrumen meliputi
validitas dan reliabilitas. Validitas empiris menggunakan rumus korelasi
produk momen dari Pearson. Reliabilitas menggunakan rumus koefisiensi
Alpha Cronbach, dan didapatkan instrumen motivasi belajar sebesar 0,826,
dan instrumen disiplin belajar sebesar 0,851. Adapun teknik analisis data
yang digunakan adalah teknik analisis deskripsi dan teknik analisis korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan prestasi belajar siswa
SMK Negeri 1 Pracimantoro dalam kategori kurang yaitu 42,03%. Penelitian
ini juga menemukan adanya signifikansi yaitu motivasi belajar sebesar
0,728, disiplin belajar sebesar 0,840, dan prestasi belajar sebesar 0,467.
Sumbangan efektif motivasi belajar dan disiplin belajar sebesar 20,1%
terhadap prestasi belajar. Dari hasil analisis diketahui terdapat hubungan
yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu motivasi dan disiplin
belajar dengan variabel terikat yaitu prestasi belajar. Bagi siswa SMK
Negeri 1 Pracimantoro, dapat menggunakan penelitian ini untuk
meningkatkan pemahaman tentang motivasi belajar dan disiplin belajar
dalam upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar.
Upaya yang dilakukan dengan berusaha memperhatikan dan
meningkatkan motivasi dan disiplin belajar sehingga dapat meningkatkan
prestasi belajar. Cara yang dilakukan adalah dengan membaca buku-buku
yang berkaitan serta niat diri sendiri untuk meningkatkan motivasi dan
disiplin belajar.

Kata kunci: motivasi belajar, disiplin belajar, prestasi belajar.

67
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

PENDAHULUAN Diperlukan pembinaan, tempaanyang


Sekarang ini awal pendidikan malah
terus-menerus sejak dini. Melalui tempaan
berawal dari sebelum bayi lahir seperti
manusia akan menjadi kuat.Melalui
yang dilakukan oleh banyak oran dengan
tempaan mental dan moral seseorang
memainkan musik dan membaca kepada
akan teruji, melalui tempaan
bayi dalam kandungan dengan harapan ia
pulamenjadikan seseorang dapat
bisa mengajar bayi mereka sebelum
mengatasi masalah-masalah dengan
kelahiran.
penuh ketabahandan kegigihan. Melalui
Pendidikan adalah usaha sadar dan
tempaan pula mereka memperoleh nilai
terencana untuk mewujudkan
tambah.
suasana belajar dan
Dalam suatu lembaga pendidikan,
proses pembelajaran agar peserta
prestasi belajar merupakan indikator
didik secara aktif mengembangkan potensi
yang penting untuk mengukur
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keberhasilan proses belajar mengajar.
keagamaan, pengendalian diri,
Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
tinggi rendahnya prestasi siswa banyak
serta keterampilan yang diperlukan dirinya
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
dan masyarakat(http://id.wikipedia.org/wik
disamping proses pengajaran itu
i/Pendidikan, “Filosofi dan Fungsi
sendiri. (Arikunto, 1990:21)
Pendidikan”, Rabu, 26/9/2012, 17:06 WIB). Berbagai aspek dan faktor terlibat
Proses pendidikan merupakan suatu
dalam proses pendidikan secara
sistem yang terdiri dari input,
keseluruhan. Tidak ada pendidikan yang
prosesdanoutput. Input merupakan peserta
secara sendirinya berhasil mencapai
didik yang akan melaksanakan
tujuan yang digariskan tanpa interaksi
aktivitasbelajar, proses merupakan
berbagai faktor pendukung yang ada
kegiatan dari belajar mengajar sedangkan
dalam sistem pendidikan tersebut. Betapa
outputmerupakan hasil dari proses yang
jelasnya pun suatu tujuan pendidikan telah
dilaksanakan. Dari pelaksanaan
digariskan, tanpa usaha pengukuran maka
prosespendidikan tersebut diharapkan
akan mustahil hasilnya dapat diketahui.
dapat menghasilkan sumber daya manusia
Tidaklah layak untuk menyatakan adanya
yangberkualitas dan berdaya saing yang
suatu kemajuan atau keberhasilan
tinggi untuk menghadapi persaingan yang
program pendidikan tanpa memberikan
sekarang ini semakin ketat.
bukti peningkatan atau pencapaian yang
Menurut Soegeng Prijodarmito dalam
diperoleh. Bukti peningkatan atau
Tulus Tu’u (2004 : 40 ) sikap,perilaku
seseorang tidak dibentuk dalam sekejap.
68
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

pencapaian inilah yang harus diambil dari 2. Untuk mengetahui ada tidaknya
pengukuran prestasi secara terencana. hunbungan antara disiplin dengan
Berdasarkan uraian di atas maka penulis
prestasi belajar siswa SMK Negeri 1
mengambil judul “Hubungan antara
Pracimantoro Semester 1 tahun
Motivasi dan Disiplin dengan
Pelajaran 2012/2013.
PrestasiBelajar Siswa SMK Negeri 1
3. Untuk mengetahui hubungan antara
Pracimantoro Semester 1 Tahun Pelajaran
motivasi dan disiplin dengan prestasi
2012/2013”
belajar siswa SMK Negeri 1
Rumusan Masalah Pracimantoro Semester 1 tahun
Berdasarkan uraian dari latar belakang
Pelajaran 2012/2013.
masalah tersebut di atas, maka dapat
diidentifikasikan maka dalam penelitian ini
TINJAUAN PUSTAKA
permasalahan yang akan diteliti adalah
Motivasi
sebagaiberikut :
Motif seringkali diartikan dengan
1. Apakah ada hubunganantara motivasi
istilahdorongan. Dorongan atau tenaga
dengan prestasi belajar siswa SMK
tersebut merupakan gerak jiwa dan
Negeri 1 Pracimantoro Semester 1
jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut
tahun Pelajaran 2012/2013?
2. Apakah ada hubunganantara disiplin merupakan suatu dorongan yang
dengan prestasi belajar siswa SMK menggerakkan manusia untuk bertingkah-
Negeri 1 Pracimantoro Semester 1 laku, dan di dalam perbuatannya itu
tahun Pelajaran 2012/2013? mempunyai tujuan tertentu. Setiap
3. Apakah ada hubunganantara motivasi
tindakan yang dilakukan oleh manusia
dan disiplin dengan prestasi belajar
selalu di mulai dengan motivasi
siswa SMK Negeri 1 Pracimantoro
(niat).Menurut Wexley & Yukl (dalam As’ad,
Semester 1 tahun Pelajaran
1987) motivasi adalah pemberian atau
2012/2013?
penimbulan motif, dapat pula diartikan hal
Tujuan Penelitian atau keadaan menjadi motif. Sedangkan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
menurut Mitchell (dalam Winardi, 2002)
maka tujuan penelitian adalah:
motivasi mewakili proses-proses
1. Untuk mengetahui ada tidaknya
psikologikal, yang menyebabkan
hubungan antara motivasi dengan
timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya
prestasi belajar siswa SMK Negeri 1
persistensi kegiatan-kegiatan sukarela
Pracimantoro Semester 1 tahun
(volunter) yang diarahkan ke tujuan
Pelajaran 2012/2013.
tertentu.

69
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

Morgan (dalam Soemanto, 1987) Disiplin mempunyai makna yang luas dan
mengemukakan bahwa motivasi bertalian berbeda – beda, oleh karena
dengan tiga hal yang sekaligus merupakan itu disiplin mempunyai berbagai macam
aspek- aspek dari motivasi. Ketiga hal pengertian. Pengertian tentang disiplin
tersebut adalah: keadaan yang mendorong telah banyak di definisikan dalam berbagai
tingkah laku (motivating states), tingkah versi oleh para ahli.. Menurut Andi
laku yang di dorong oleh keadaan Rasdiyanah (1995: 28) disiplin yaitu
tersebut (motivated behavior), dan tujuan kepatuhanuntuk menghormati dan
dari pada tingkah laku tersebut (goals or melaksanakan suatu sistem yang
ends of such behavior). McDonald (dalam mengharuskan orang untuk tunduk pada
Soemanto, 1987) mendefinisikan motivasi keputusan, perintah atau peraturan yang
sebagai perubahan tenaga di dalam diri berlaku.Sedangkan Depdiknas (1992:3)
seseorang yang ditandai oleh dorongan menyebutkan bahwa disiplin adalah :“
efektif dan reaksi- reaksi mencapai tujuan. Tingkat konsistensi dan konsekuen
Motivasi merupakan masalah kompleks seseorang terhadap suatu komitmen
dalam organisasi, karena kebutuhan dan ataukesepakatan bersama yang
keinginan setiap anggota organisasi berhubungan dengan tujuan yangakan
berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini dicapaiwaktu dan proses pelaksanaan
berbeda karena setiap anggota suatu suatu kegiatan”.
organisasi adalah unik secara biologis Seirama dengan pendapat tersebut
maupun psikologis, dan berkembang atas diatas, menurut Hurlock (1999: 82) dalam
dasar proses belajar yang berbeda pula bukunya mengartikan perilaku disiplin
(Suprihanto dkk, 2003). yakni perilaku seseorang yang belajar dari
Dari uraian diatas dapat disimpulkan atau secara sukarela mengikuti seorang
bahwa motivasi adalah energi aktif yang pemimipinMenurut Arikunto (1990:114), di
menyebabkan terjadinya suatu perubahan dalam pembicaraan disiplin dikenal
pada diri sesorang yang nampak pada duaistilah yang pengertiannya hampir
gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sama tetapi pembentukannya
sehingga mendorong individu untuk secaraberurutan. Kedua istilah itu adalah
bertindak atau melakukan sesuatu disiplin dan ketertiban, ada juga
dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, yangmenggunakan istilah siasat dan
atau keinginan yang harus terpuaskan. ketertiban. Ketertiban menunjuk
Disiplin padakepatuhan seseorang dalam
mengikuti peraturan dan tata tertib

70
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

karenadidorong oleh sesuatu dari luar yang di maksud dengan ”belajar”. Kata
misalnya karena ingin mendapat pujian prestasi berasal dari bahasa belanda yaitu
dariatasan. ”Presesatie” yang kemudian dalam bahasa
Dari berbagai macam pendapat Indonesia menjadi ”Prestasi” yang berarti
tentang definisi disiplin diatas, dapat hasil usaha. Muray dalam Beck (1990 :
diketahui bahwa disiplin merupakan suatu 290) mendefinisikan prestasi sebagai
sikap moral siswa yang terbentuk melalui berikut :“To overcome obstacle, to
proses dari serangkaian perilaku yang exercise power, to strive to do something
menunjukkan nilai–nilai ketaatan, difficult as well and as quickly as
kepatuhan, keteraturan dan ketertiban possible”(kebutuhan untuk prestasi adalah
berdasarkan acuan nilai moral.Berdisiplin mengatasi hambatan, melatih kekuatan,
sangat penting bagi setiap siswa. berusaha melakukan sesuatu yang sulit
Berdisiplin akan membuatseorang siswa dengan baik dan secepat mungkin)”
memiliki kecakapan mengenai cara belajar Menurut S. Nasution (1996:17) prestasi
yang baik, jugamerupakan suatu proses ke belajar adalah: “Kesempurnaan yang
arah pembentukan watak yang baik.Siswa dicapai seseorang dalam berfikir, merasa
yang memiliki disiplin akan menunjukkan dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan
ketaatan, dan keteraturan terhadap sempurna apabila memenuhi tiga aspek
perannya sebagai seorang pelajar yaitu yakni: kognitif, afektif dan psikomotor,
belajar secara erarah dan teratur. Dengan sebaliknya dikatakan prestasi kurang
demikian siswa yang berdisiplin akan lebih memuaskan jika seseorang belum mampu
mampu mengarahkan dan mengendalikan memenuhi target dalam ketiga kriteria
perilakunya. Disiplin memiliki peranan tersebut.”Berdasarkan pengertian di atas,
yang sangat penting dalam kehidupan maka dapat dijelaskan bahwa prestasi
manusia terutama siswa dalamhal belajar. belajar merupakan tingkat kemanusiaan
Disiplin akan memudahkan siswa dalam yang dimiliki siswa dalam menerima,
belajar secara terarah danteratur. menolak dan menilai informasi-informasi
yang diperoleh dalam proses
Prestasi Belajar belajarmengajar.
Kata prestasi belajar terdiri dari dua suku METODOLOGI PENELITIAN
kata, yaitu ”Prestasi” dan ”belajar”. Untuk Populasi Penelitian
memahami pengertian prestasi belajar, Dalam penelitian ini populasinya adalah
maka perlu diketahui terlebih dahulu apa seluruh siswa SMK Negeri 1 Pracimantoro
yang di maksud dengan ”prestasi” dan apa yang terdiri dari 8 kelas yaitu kelas X

71
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

sampai dengan kelas XII yang berjumlah Metode Analisis Data


seluruhnya 222 siswa. 1. Analisis Deskriptif
Sampel Penelitian 2. Uji Persyaratan
a. Uji Non Multikolinier
Karena populasi dalam penelitian ini
b. Uji Normalitas
adalah siswa kelas X, XI dan XII yang c. Uji Linieritas
d. Uji Hipotesis Penelitian
terbagidalam 8 kelas dengan banyak siswa
setiap kelasnya berbeda maka HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hipotesis Pertama, Hasil dari analisis
pengambilansampel dilakukan secara
penelititan ini menunjukkan bahwa ada
proporsional random sampling. Dari hasil
pengaruh yang signifikan dari motivasi
pengolahan data didapat sampel sebanyak
belajar terhadap prestasi belajar siswa
69 siswa.
SMK Negeri 1 Pracimantoro tahun ajaran
Variabel Penelitian
2012/2013. Sifat arah pengaruh dari
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
variabel ini adalah positif, sehingga
motivasi (X1) dan Disiplin (X2), sedangkan
variabel motivasi belajar merupakan faktor
variabel terikat adalah prestasi belajar (Y).
pendorong terhadap hasil prestasi belajar.
Metode Pengumpulan Data
Motivasi mempunyai fungsi yang sangat
Dalam penelitian ini metode pengumpulan
penting dalam belajar siswa, karena
data yang digunakan adalah:
motivasi akan menentukan intensitas
1. Metode angket (kuesioner).
usaha belajar yang dilakukan oleh siswa.
2. Dokumentasi.
Hawley (Yusuf, 2003 : 14). Menurut
Validitas dan Reliabilitas Penelitian
Sardiman (2004:83) fungsi motivasi
Pengumpulan data penelitian akan
adalah:
dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pracimantoro
a. Mendorong manusia untuk berbuat.
pada semester 1 Tahun Pelajaran
Motivasi dalam hal ini merupakan
2012/2013. Untuk mengetahui validitas
motor penggerak dari setiap kegiatan
dan realibilitas instrumen, maka instrumen
yang akan dikerjakan.
diuji cobakan terlebih dahulu sebelum b. Menentukan arah perbuatan, yaitu ke
digunakan untuk mengambil data arah tujuan yang hendak dicapai,
penelitian. Uji coba dilakukan terhadap dengan demikian motivasi dapat
siswa yang bukan menjadi sampel memberi arah dan kegiatan yang
penelitian, sehingga siswa yang akan harus dikerjakan sesuai dengan
digunakan sebagai objek penelitian tidak rumusan tujuannya.
c. Menyeleksi perbuatan, yaitu
akan mengisi angket yang sama sebanyak
menentukan perbuatan-perbuatan apa
2 (dua) kali.
yang harus dikerjakan yang serasi
72
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

guna mencapai tujuan, dengan 2012/2013. Sifat dan arah serta pengaruh
menyisihkan perbuatan- perbuatan kedua variabel ini yakni motivasi belajar
yang tidak bermanfaat bagi tujuan dan disiplin belajar adalah positif.
tersebut. Keduanya adalah faktor pendorong
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
meningkatnya prestasi belajar.
bahwa motivasi belajar dapat mendorong
Berdasarkan koefisien beta, hubungan
siswa untuk berbuat, menentukan arah
disiplin belajar (X2) terhadap prestasi
perbuatan ke hal posotif yang hendak
belajar (Y) lebih kuat pengaruhnya bila
dicapai, dan dapat menyeleksi perbuatan
dibandingkan dengan motivasi belajar (X1).
apa yang harus dikerjakan guna mencapai
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
tujuan yang pada akhirnya akan
Kesimpulan
meningkatkan prestasi belajar. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang
Hipotesis Kedua, Hasil analisis
telah dikemukakan di depan, maka dapat
menunjukkan bahwa ada pengarut yang
diambil beberapa kesimpulan sebagai
signifikan dari disiplin belajar terhadap
berikut:
prestasi belajar siswa SMK Negeri 1 1. Terdapat hubungan positif yang
Pracimantoro tahun ajaran 2012/2013. signifikan antara motivasi belajar
Sifat arah pengaruh dari variabel ini adalah dengan prestasi belajar siswa SMK
positif, sehingga variabel disiplin belajar Negeri 1 Pracimantoro semester 1
merupakan faktor pendorong terhadap tahun ajaran 2012/2013.
2. Terdapat hubungan positif yang
hasil prestasi belajar. Menurut Andi
signifikan antara disiplin belajar
Rasdiyanah (1995: 28) disiplin yaitu
dengan prestasi belajar siswa SMK
kepatuhanuntuk menghormati dan
Negeri 1 Pracimantoro semester 1
melaksanakan suatusistem
tahun ajaran 2012/2013.
yangmengharuskanorang untuk tunduk
3. Terdapat hubungan positif yang
pada keputusan, perintah atau peraturan
signifikan secara bersama-sama antara
yang berlaku.Dengan kata lain, disiplin
motivasi belajar dan disiplin belajar
adalah kepatuhan mentaati peraturan dan
dengan prestasi belajar siswa SMK
ketentuanyang telah ditetapkan.
Negeri 1 Pracimantoro semester 1
Hipotesis Ketiga, Hasil analisis
tahun ajaran 2012/2013.
menunjukkan bahwa ada hubungan yang
signifikan secara bersama-sama antara Implikasi
Berdasarkan hasil analisis dari kesimpulan
motivasi belajar dan disiplin belajar
penelitian yang telah dikemukakan dan di
terhadap prestasi belajar siswa SMK Negeri
bahas dimuka, maka penelitian ini adalah
1 Pracimantoro tahun Pelajaran
merupakan usaha untuk memahami faktor
73
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

pembentuk prestasi belajar. Usaha motivasi dan disiplin belajar sehingga


tersebut adalah dengan mengarahkan dapat meningkatkan prestasi belajar.
penelitian ini untuk melihat prestasi belajar Cara yang dilakukan adalah dengan
dan faktor pendukung prestasi belajar membaca buku-buku yang berkaitan
tersebut bagi siswa SMK Negeri 1 serta niat diri sendiri untuk
Pracimantoro semester 1 tahun ajaran meningkatkan motivasi dan disiplin
2012/2013. belajar.
Dari hasil analisis diketahui terdapat 2. Bagi guru, Agar dapat mengarahkan
hubungan yang positif dan signifikan dari dan membantu siswa dan orang tua
variabel bebas dengan variabel terikat, wali siswa tentang pentingnya
yang kemudian dapat diimplikasikan ke motivasi dan disiplin belajar guna
dalam beberapa bidang, yaitu: mendapatkan prestasi belajar yang
1. Bagi siswa SMK Negeri 1 Pracimantoro,
diinginkan. Cara yang dilakukan adalah
dapat menggunakan penelitian ini
dengan membaca buku yang
untuk meningkatkan pemahaman
berkaitan, serta adanya perhatian guru
tentang motivasi belajar dan disiplin
dan orang tua wali terhadap siswa.
belajar dalam upaya untuk 3. Bagi orang tua, Supaya selalu
mempertahankan dan meningkatkan memberikan perhatian, pengawasan
prestasi belajar. dan dorongan motivasi kepada siswa
2. Bagi guru SMK Negeri 1 Pracimantoro,
agar selalu meningkatkan disiplin
dapat digunakan sebagai bahan acuan
dalam belajar dan pembelajaran di
untuk meningkatkan prestasi belajar
sekolah sehingga dapat memberikan
siswa sesuai dengan tingkat motivasi
kontribusi terhadap prestasi siswa.
belajar dan disiplin belajar. 4. Bagi peneliti selanjutnya
3. Bagi peneliti berikutnya, dapat Penelitian tentang pengaruh motivasi dan
dijadikan acuan untuk melakukan disiplin belajar terhadap prestasi belajar
penelitian selanjutnya yang berkaitan bisa dilanjutkan untuk diteliti sehingga
dengan motivasi belajar dan disiplin dapat ditambah wacana tentang cara
belajar yang memberikan kontribusi meningkatkan prestasi belajar siswa
kepada prestasi belajar. dengan meningkatkan motivasi dan
disiplin belajar.
Saran
Kesimpulan yang bisa diperoleh dari hasil
penelitian ini menghasilkan beberapa
saran antara lain:
1. Bagi siswa, Agar selalu berusaha
memperhatikan dan meningkatkan

74
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ISSN: 2354-6441
http://jurnal.fkip.uns.ac.id
Vol.2, No.3, hal 323 – 332, Mei 2014

DAFTAR PUSTAKA
Andi Rasdiyanah (1995), Pendidikan
Agama Islam. Bandung: Lubuh
Agung.
Elizabeth B. Hurlock (1999).
Perkembangan Anak Jilid 2.
Jakarta: Erlangga.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan,
“Filosofi dan Fungsi
Pendidikan”, Rabu, 26/9/2012,
17:06 WIB.
Moh. As’ad (1998), Psikologi Industri.
Yogyakarta: Liberty.
Muray dalam Beck (dalam
http://sunartombs.Wordpress.c
om/2009/01/05/ pengertian-
prestasi-belajar/)
Pusat Bahasa Depdiknas (2003).
Kamus Bahasa Indonesia.
Jakarta, Balai Pustaka.
S. Nasution, (1996). Berbagai
Pendekatan dalam Proses
Belajar Mengajar. Jakarta: Bina
Aksara
Suharsimi Arikunto (1990), Manajemen
Pengajaran Secara Manusiawi.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Tulus Tu’u (2004). Peran Disiplin Pada
Perilaku dan Prestasi Siswa.
Jakarta: Grasindo
Wasty Soemanto
(1987). Psikologi Pendidikan.
Jakarta: PT Bina Aksara.
Yusuf. (2003). Motivasi Dalam Belajar.
Jakarta: P2LPTK.

75