Anda di halaman 1dari 2

Implementasi Teknologi Smartphone untuk Memfasilitasi Komunikasi Telepon di

Rumah Sakit: Tantangan, Keberhasilan dan Pelajaran dari NICU (Neonatal


Intensive Care Unit)

Colleen A. Hughes Driscoll, Samuel Gurmu, Ahad Azeem, Dina El Metwallya.

Antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan membutuhkan


komunikasi yang efisien difasilitasi oleh rumah sakit. Komunikasi pemberi
pelayanan kesehatan bisa dalam berbagai cara, dengan memakai telepon yang
merupakan mekanisme penting untuk berbagi informasi klinis yang penting.
Disamping hal tersebut, komunikasi melalui telepon antara pemberi layanan
kesehatan dan pasien bisa menjadi tidak efisien. Teknologi smartphone memiliki
potensi untuk memfasilitasi komunikasi antara PLK (pemberi layananan
kesehatan) dengan pasien untuk berbagi informasi klinis dan dapat meningkatkan
perawatan pasien.

Manfaat potensial dari komunikasi seluler telah mendorong munculnya


perangkat-perangkat, platform software, dan aplikasi untuk meningkatkan
komunikasi seluler bagi para klinisi. Dengan semakin banyaknya
aplikasi dan perangkat yang tersedia, integrasi yang sukses dari alat-alat ini
diperlukan untuk memastikan komunikasi yang efisien.

Ukuran area perawatan klinis meningkat secara signifikan. Perawat


tersebar di antara workstation daripada di pusat keperawatan terpusat, mengurangi
kesempatan untuk komunikasi tatap muka.

Dalam studi ini, mendeskripsikan penerapan smartphone untuk


memfasilitasi telepon di unit perawatan intensif neonatal yang baru dirancang
(NICU), dan optimalisasi interaksi aplikasi-perangkat untuk komunikasi telepon.

Desain fisik yang unik dan tidak adanya paging overhead di NICU
menyoroti kebutuhan akan telekomunikasi seluler yang andal. Untuk
mengakomodasi kebutuhan ini, individu disediakan smartphone Motorola MC40
(Zebra Technologies Corp, Lincolnshire, Illinois). Perangkat dibagi di antara staf
dan diserahkan pada perubahan shift. Panggilan ke perangkat hanya dapat
diterima dari dalam institusi, karena tidak mengganggu alur kerja klinis dengan
panggilan yang tidak diskrining atau tidak mendesak. Panggilan ke unit disaring
oleh sekretaris unit dan dijawab di telepon meja Cisco (Cisco Systems, Inc., San
Jose, CA). Sekretaris unit mentransfer panggilan telepon dari dalam dan luar
rumah sakit ke perangkat individu, yang sesuai untuk memfasilitasi komunikasi
antar pihak. Jika panggilan telepon tidak dijawab setelah sejumlah dering yang
ditentukan sebelumnya, panggilan secara otomatis diteruskan kembali ke
sekretaris unit.

Teknologi mobile yang dimaksudkan untuk mendukung komunikasi


menghasilkan proses komunikasi yang tidak efektif dan tidak efisien. Seringnya
kegagalan aplikasi telepon kami kemungkinan disebabkan oleh ketidakcocokan
aplikasi-perangkat. Beban yang dibebankan pada staf langsung terasa. Dokter
menemukan diri mereka menggunakan cara kerja (misalnya texting) dan
perangkat alternatif (misalnya telepon meja) untuk memfasilitasi komunikasi.
Seiring waktu, data kami menunjukkan tingkat ketidakefisienan sistem
komunikasi, yang akhirnya mengarah pada penerapan aplikasi alternatif untuk
telepon. Setelah implementasi ini, kami mengamati pengurangan jumlah
panggilan ke sekretaris unit per jam, peningkatan transfer panggilan yang sukses
pada upaya pertama, dan pengurangan waktu untuk menjangkau perawat di
samping tempat tidur melalui telepon. Karena telepon adalah mekanisme utama
kami untuk berkomunikasi dengan
konsultan khusus, staf ruang operasi, dan tim transportasi neonatal regional kami,
komunikasi selular yang efisien, memiliki potensi untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan bagi pasien kami. Studi masa depan sistem komunikasi kami pada
pengiriman kesehatan dan hasil pasien sedang berlangsung.