Anda di halaman 1dari 31

Makalah

IPA TERPADU
“SISTEM TATA SURYA DAN MAKHLUK HIDUP”

OLEH:

KELOMPOK 10

 YUNI ISRAWATI A1C3 14 041


 MEISAT A1C3 14 0 85
 LISNAMRAM A1C3 14 087

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2015

DAFTAR ISI

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 1


KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................... 4
1.3 Tujuan ........................................................................................... 4
1.4 Manfaat Penulisan ........................................................................ 4

BAB II KERANGKA BERPIKIR DALAM PENULISAN


2.1 Metode Penulisan.......................................................................... 5
2.2Ruang Lingkup Kajian dan Pembahasan........................................ 5
2.3 Sumber Data dan Informasi.......................................................... 5
2.4 Teknik Pengumpulan dan Penyajian Data dan Informasi..... 5
2.5 Peta Konsep....................................................................... 6
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Alam Semesta .............................................................................. 7
3.2 Hubungan Manusia Dan Lingkungannya .................................... 19
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan.................................................................................... 24
4.2 Saran.............................................................................................. 25

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 2


Syukur alhamdulilah penulis hanturkan ke hadirat Allah SWT , karena atas

limpahan Rahmat Hidayah dan Taufik –Nya lah sehingga penulis dapat

menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam selalu tercurah kepada

junjungan kami Rassululah SAW yang telah menyampaikan petunjuk dari Allah

kepada segenap kita umat manusia berupa ilmu yang benar yakni islam dan

menuntut ilmu .

Makalah ini merupakan makalah kelompok dimana uraiannya merupakan

hasil tinjauan pustaka dari jurnal dan buku yang dimaksudkan untuk menjelaskan

atau menguraikan perihal “Sisttem Tata Surya Dan Kehidupan Makhluk Hidup”.

Dan uraian yang tertera dalam makalah ini diharapkan dapat menambah

pengetahuan pembaca terkhusus kami pribadi mengenai pokok bahasan tersebut.

Penulis pun menyadari bahwasanya isi makalah ini belum lah sempurna,

karena kami hanyalah manusia biasa yang tak sempurna dan tak luput dari

kekhilafan, kesempurnaaan itu hanyalah milik Allah SWT ,Oleh karena itu kritik

dan saran yang membangun teramat penulis perlukan demi kesempurnaaan

makalah selanjutnya

Kendari , 20 Maret 2015

Penulis

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 3


Seperti telah diketahui bahwa tata surya kita terdiri atas Matahari,
plenetplanet,asteroid, satelit alamiah, komet, dan meteoroid. Matahari terletak
di pusat,sedangkan plenet, asteroid, komet, satelit dan meteoroid bergerak
mengitarinya.Fakta-fakta hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap
anggota tata suryamemiliki prilaku yang berbeda satu sama lain, hal ini
menunjukkan bahwa setiapanggota tata surya memiliki karakteristik fisis dan
kimia yang berbeda satu sama lain. Pengetahuan tentang sifat atau
karakterisrtik setiap anggota tata surya sangat penting dan berguna dalam
beberapa hal, diantaranya untuk menganalisis dan menjelaskan berbagai
fenomena yang teramati di alam yang berhubungan dengan perilaku setiap
anggota tata surya, meramalkan kejadian di masa mendatang yang terkait
dengan perilaku setiap anggota tata surya saat ini atau yang telah lalu,
memprediksi kemungkinan tentang bisa tidaknya suatu planet ditempati oleh
mahluk hidup, dan melakukan antisipasi dan pencegahan dini akan hal-hal
yang merugikan dan membahayakan kehidupan di Bumi sebagai efek dari
interaksinya dengan anggota-anggota tata surya yang lain. Dengan mengetahui
itu semua, maka diharapkan kita memiliki pola perilaku dan pola pikir yang
ilmiah terutama terkait dalam mensikapi kejadian-kejadian (fenomena) alam
yang terkait perilaku anggota tata surya, serta menjaga bumi bagi
kelangsungan hidup kedepannya. Berdasarkan latar belakang diatas maka
penulis akan membahas sistem tata surya dan kehidupan makluk hidup.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah Bagaimana
hubungan sistem tata surya dan kehidupan makluk hidup?

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 4


1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah Untuk mengetahui hubungan
sistem tata surya dan kehidupan makhluk hidup.

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah mengetahui hubungan
sistem tata surya dan makluk hidup.

BAB II
KERANGKA BERPIKIR DALAM PENULISAN
2.1 Metode Penulisan

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 5


Dalam penulisan makalah ini, metode yang digunakan oleh penulis
adalah metode deskriptif, yaitu dengan cara menjelaskan gambaran keadean-
keadaan yang sesungguhnya sesuai dengan permasalahan dan mengambil
sumber dari buku-buku dan internet.

2.2 Ruang Lingkup Kajian dan Pembahasan

Agar sesuai maksud dan tujuan penulisan, maka penulis perlu


membatasi pembahasan dalam makalah ini ,dan hanya pada sistem tata surya
dan kehidupan makhluk hidup

2.3 Sumber Data dan Informasi


Adapun sumber data dan informasi dari makalah ini penulis dapatkan
berdasarkan sumber dari buku-buku penunjang dan internet

2.4 Teknik Pengumpulan dan Penyajian Data dan Informasi


Adapun teknik pengumpulan dan penyajian data dan informasi dengan
menggunakan dari studi literatur dan internet

SISTEM DAN TATA SURYA DAN MAKHLUK HIDUP

ALAM

2.5 Peta Konsep GALAKSI TATA SURYA

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 6


HUBUNGAN MAKHLUK HIDUP DENGAN ALAM
Gambar 2.1 Bagan Peta Konsep

BAB III
PEMBAHASAN

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 7


3.1 Alam Semesta

Alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.

Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil,

misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos

adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya

bintang, planet, dan galaksi (Heri Purnama, 2008).

Konsep pemikiran manusia tentang pusat universe atau alam semesta sangat

radikal. Awalnya para ilmuan astronom menetapkan bahwa manusialah yang

sebagai pusat, yang diberi nama teori egosentris. Setelah itu mereka menetapkan

bumi yang menjadi pusat yang ditokohi oleh Cladius Ptolemeus. Teori ini dikenal

dengan geosentris. Namun setelah itu Nicolas Copernicus mengungkap teori baru

di mana matahari dijadikan pusat alam semesta, heliosentris. Namun saat ini

mereka baru menyadari bahwa teoti tersebut lebih cocok digelayutkan pada tata

surya. Dan tata surya hanyalah sebagian dari galaksi, dan galaksi adalah satu

kumpulan bintang dari banyak kumpulan bintang di alam semesta.

A. Teori Asal Mula Alam Semesta

 Teori Letusan Hebat

Berbagai teori tentang jagad raya membentuk suatu bidang studi yang

dikenal sebagai kosmologi. Einstein adalah ahli kosmologi modern pertama.

Tahun 1915 ia menyempurnakan teori umumnya tentang relativitas, yang

kemudian diterapkan pada pendistribusian zat di luar angkasa. Pada tahun 1917

secara matematik ditentukan bahwa tampaknya ada massa bahan yang hampir

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 8


seragam yang keseimbangannya tak tentu antara kekuatan tarik gravitasi dan

kekuatan olek atau kekuatan dorong kosmik lain yang tak dikenal.

Pada tahun 1922 seorang ahli fisika Rusia muncul dengan pemecahan soal

itu secara lain, yang mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak berperan bahkan

jagad raya terus meluas dan seluruh partikel terbang saling menjauhi dengan

kecepatan tinggi. Karena kekuatan tarik gravitasi, perluasan itu terus melambat.

Sebelumnya, partikel-partikel itu telah bergerak keluar bahkan lebih cepat lagi.

Dalam model jagat raya ini dahulu perluasan mulai pada saat yang unik yang

disebut “letusan hebat”.

Teori letusan hebat rupanya begitu berlawanan dengan pengetahuan

astronomi zaman sekarang, yang mula-mula sedikit menarik perhatian. Akhirnya

sebanyak bintang dalam galaksi Bimasakti bukannya saling menjauhi satu sama

lain, tetapi malahan berjalan dalam orbit sirkular mengelilingi wilayah pusatnya

yang padat. Akan tetapi, pada tahun 1929 Edwin Hubble, ketika itu ahli astronomi

di Observatorium Mount Wilson, mengemukakan bahwa berbagai galaksi yang

telah diamatinya sebenarnya menjauhi kita, dan menjauhi yang lain, dengan

kecepatan sampai beberapa ribu kilometer per-detik.

Rupanya galaksi-galaksi ini, seperti halnya Bimasakti kita, menjaga

keutuhan bentuk internalnya selama waktu yang panjang. Galaksi-galaksi itu

secara sendiri-sendiri mengarungi angkasa raya, kira-kira sebagain unit atau

partikel yang bergerak mengarungi ruang angkasa. Teori Einstein dapat diterapkan

pada berbagai galaksi, sebagai ganti bintang-bintang (Endarto, 2005).

 Teori Keadaan Tetap

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 9


Kalau kita kembali ke tahun 1948, tidaklah ditemukan informasi yang cukup

untuk menguji teori letusan hebat itu. Ahli Astronomi Inggris Fred Hoyle dan

beberapa ahli astro-fisika Inggris mengajukan teori yang lain, teori keadaan tetap

yang menerangkan bahwa jagat raya tidak hanya sama dalam ruang angkasa

tetapi juga tak berubah dalam waktu yang sempurna. Jadi, diperluas sedemikian

rupa sehingga menjadi “sempurna” atau “lengkap” dan tidak bergantung pada

peristiwa sejarah tertentu. Teori keadaan tetap berlawanan sekali dengan teori

letusan hebat.

Dalam teori kedua, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong sewaktu

berbagai galaksi saling menjauh. Dalam teori keadaaan tetap, kita harus menerima

bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi,

sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh.

Orang sepakat mengatakan bahwa zat baru itu ialah hydrogen, yaitu sumber yang

menjadi asal usul bintang dan galaksi.

 Galaksi

Langit dihiasi bintang-bintang yang jumlahnya tak terhitung, yang bisa

diamati dengan mata telanjang maupun teropong bintang. Bintang-bintang

berkumpul dalam suatu gugusan, meskipun antar-bintang berjauhan di angkasa.

Dari penjelasan Ismail al-Juwasy tersebut dapat kita katakan bahwa galaksi tak

ubahnya bak sekumpulan anak ayam yang tak mungkin untuk dipisahkan dari

induknya. Di mana ada anak ayam di situ pasti ada induknya. Sama halnya

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 10


bintang-bintang di angkasa sana mereka tak mungkin gemerlap sendirian tanpa

disandingi dengan bintang lainnya.

Galaksi yang sering kita dengar adalah Bimasakti atau milky way.. Galaksi

kita berbentuk spiral, dapat kita samakan dengan lingkaran obat nyamuk jika

dilihat dari atas dan seperti gasing bila dilihat dari samping. Galaksi kita tidak

sebundar lingkaran namun berbentuk elips. Hal ini dibuktikan dengan ukannya

yang memiliki panjang sekitar 100 tahun cahaya dan lebar 10 tahun cahaya dan

tata surya kita berada 30 tahun cahaya dari pusat galaksi (Maskoeri Jasin, 2008).

Selain galaksi Bimasakti kita juga dapat melihat beberapa galaksi dengan

mata telanjang ataupun dengan alat. Yang diungkap oleh para ilmuan yakni

galaksi Andromeda, Awan Megallianic Besar dan Awan Megallanic Kecil. Galaksi

Andromeda lebih besar daripada Milky way.

 Tata Surya

Tata surya terdiri dari matahari, Sembilan planet dan berbagai benda langit

seperti satelit, komet, dan asteroid (Bayong Tjasyono, 2009). Tata surya tak lebih

hanyalah gugusan kecil dari benda-benda langit dan satu bintang. Tata surya

adalah bagian kecil dari galaksi.

Kita kenal dengan sembilan planet mungkin ketika sekolah dasar, dari

sebilan planet tersebut terbagi dua bagian yaitu planet dalam dan planet luar.

Planet dalam adalah planet yang dekat dengan matahari yang terdiri dari

Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan Yupiter, Saturnus, Uranus,

Neptunus, dan Pluto –yang sekarang tereliminasi– termasuk planet luar

B. Teori Terbentunya Tata Surya

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 11


Melihat kenyataan bahwa planet-planet bergerak mengelilingi matahari

dengan orbitnya yang berebentuk elips dengan arah peredaran yang sama yaitu

berlawanan arah jarum jam jika melihatnya dari kutub utara, ternyata arah

revolusi planet-planet dan satelitnya yaitu arah negative. Ini berlawanan dengan

yang kita amati di bumi, peredaran harian benda-benda langit seperti matahari,

bulan dan bintang berarah positf seperti arah peredaran harian matahari yang terbit

di timur lalu naik dan kemudian terbenam di barat. Adanya realitas yang demikian

membuat para ahli astronomi berkesimpulan bahwa tata surya terbentuk dari

material yang berputar dengan arah negative, hal ini kemudian memunculkan

beberapa teori tentang terjadinya tata surya sebagai berikut:

1. Teori Nebule atau teori kabut, yang dikemukakan ole Immanuel Kant

(1749-1827) dan Piere Simon de Laplace (1796).

Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam

jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola

yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk

bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian equatornya bahkan

sebagian massa dari kabut gas menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk

gelang-gelang di sekeliling bagian utama kabut itu, gelang-gelang itu kemudian

membentuk gumpalan padat inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya.

Sedangkan bagian tengah yang berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat

sekarang sebagai matahari.

Teori kabut ini telah dipercaya orang selama kira-kira 100 tahun, tetapi

sekarang telah benyak ditinggalkan karena: (1) tidak mampu memberikan

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 12


jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di dalam tata surya kita dan (2)

karena munculnya banyak teori baru yang lebih memuaskan.

2. Teori Planetesimal, Thomas C. Chamberlin (1843-1928) seorang ahli

geologi dan Forest R. Moulton (1872-1952) seorang astronom.

Disebut Planetesimal yang berarti planet kecil karena planet terbentuk dari

benda padat yang memang telah ada. Matahari telah ada sebagai salah satu dari

bintang-bintang yang banyak, pada satu waktu ada sebuah bintang yang

berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh akibatnya terjadi pasang naik antara

matahari dan bintang tadi. Pada waktu bintang itu menjauh sebagian massa dari

matahari itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lain berhamburan

di sekeliling matahari inilah yang disebut dengan planetesimal yang kelak

kemudian menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya dan mengelilingi

matahari.

3. Teori Pasang Surut, Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys

(1891) keduanya dari Inggris, teori ini hampir sama dengan teori

Planetesimal.

Setelah bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada

permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti peristiwa pasang surutnya

air laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Sebagian massa matahari itu membentuk

cerutu yang menjorok kearah bintang itu mengakibatkan cerutu itu terputus-putus

membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda,

gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 13


Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah seperti

Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus merupakan planet raksasa sedangkan di

bagian ujungnya merupakan planet-planet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu

karena pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu maka besarnya planet-

planet iti berbeda-beda yang terdekat dan terjauh besar tetapi yang di tengah lebih

besar lagi.

4. Teori Awan Debu, dikemukakan oleh Carl von Weizsaeker (1940)

kemudian disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950).

Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Gumpalan awan itu

mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu

tertarik ke bagian pusat awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin

dan kemudian membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian

tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu saling menekan dan

menimbulkan panas dan berpijar, bagian inilah yang kemudian menjadi matahari.

Sementara bagian yang luar berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah

menjadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin pula dan

membeku kemudian menjadi planet-planet.

5. Teori Bintang Kembar

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 14


Teori ini hampir sama dengan teori planetesimal.Dahulu matahari mungkin

merupakan bintang kembar,kemudian bintang yang satu meledak menjadi

kepingan-kepingan.Karena ada pengaruh gaya gravitasi bintang,maka kepingan-

kepingan yang lain bergerak mengitari bintang itu dan menjadi planet-

planet.Sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi matahari.

6. Teori Ledakan (Big Bang), George Gamow, Alpher dan Herman.

Alam pada saat itu belum merupakan materi tetapi pada suatu ketika

berubah menjadi materi yang sangat kecil dan padat, massanya sangat berat dan

tekanannya besar, karena adanya reaksi inti kemudian terjadi ledakan hebat.

Massa itu kemudian berserak dan mengembang dengan sangat cepat menjauhi

pusat ledakan dan membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih

kecil dan trus bergerak, menjauhi titik pusatnya.

Dentuman besar itu terjadi ketika seluruh materi kosmos keluar dengan

kerapatan yang sangat besar dan suhu yang sangat tinggi dari volume yang sangat

kecil. Alam semesta lahir dari singularitas fisis dengan keadaan ekstrem. Teori Big

Bang ini semakin menguatkan pendapat bahwa alam semesta ini pada awalnya

tidak ada tetapi kemudian sekitar 12 milyar tahun yang lalu tercipta dari

ketiadaan.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big

Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan

raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam.

Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta.

Bukti yang ’seharusnya ada’ ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 15


peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini

tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut ‘radiasi latar kosmis’, tidak terlihat

memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang

angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan

dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah

Nobel untuk penemuan mereka.

Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit COBE (Cosmic Background

Explorer). COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi

latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan

Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah

terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan

astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori

Big Bang.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di

ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-

helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi

hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak

memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini

seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.

Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh

masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu

pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah

diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat.

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 16


a) Bagian-bagian Tata Surya
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti
planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar
mengelilinginya.Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.
1. Matahari
Matahari merupakan tata surya yang paling besar, dimana 89% massa tata
surya terkumpul pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di
lingkungan tata surya, matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer,
chromosfer dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat
celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer.Kulit fotosfer suhunya + 60000oC
dan memancarkan hampir semua cahaya.Matahari sangat penting bagi kehidupan
di muka bumi karena :
a) Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam
batubara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
b) mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol
terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran
planet lain.
c) Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat,
berarti mempelajari bintang-bintang lain.
2. Planet Merkurius
Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari.Merkurius tidak
mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini mengandung
albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima
dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari
matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan di
Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan mengelilingi
matahari dalam waktu 88 hari.
3. Planet Venus
Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal dengan
Bintang Kejora yang bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari. Mempunyai
albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang diserap. Planet ini diliputi awan

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 17


tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon dioksida tetapi tidak
mengandung uap air dan oksigen.Planet ini tidak mempunyai satelit. Venus
bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus+ 247 hari dan berevolusi (mengelilingi
matahari) selama 225 hari.
4. Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris
tengah 12.640 km. Jarak bumi dan matahari 149 juta km. Bumi mengalami rotasi
24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan mempunyai sebuah satelit yaitu bulan.
Bumi mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Massa jenis bumi rata-rata + 5,52

a) Struktur Bumi

 Hidrosfer

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada dipermukaan bumi. Kata hidrosfer

berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berartilapisan. Hidrosfer

di permukaan bumi meliputi danau,sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah

dan uap air yang terdapat di lapisan udara.

 Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk

bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi,

atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan

sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang

dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara

lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer

mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan

sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang.

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 18


 Biosfer

Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan
air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam
pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistemekologis global yang
menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antar mereka, termasuk
interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara)
Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang
mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar
3,5 milyar tahun dari 4,5 milyar tahun usia Bumi.
b) Gerak Rotasi Bumi
Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap bumi memiliki
bentuk bola.Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola langit. Para sarjana
dari Yunani seperti Pythagoras, Philolaus, Herakleitos dan Kopernikus dari
Polandia mengemukakan bahwa bola langit tetap tinggal diam sedang bumi
berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut rotasi yang arahnya sama
dengan arah revolusi. Inilah sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di Irian
Jaya dari pada di Jawa. 1 kali rotasi bumi menjalani 360 0 yang ditempuh selama
24 jam. Jadi, setiap derajat di tempuh dalam waktu 4 menit, rotasi ini tidak dapat
kita saksikan, gerak dari timur ke barat matahari serta benda-benda langit lainnya
disebut gerak semu harian matahari.
c.) Akibat Rotasi Bumi
Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan matahari, bulan,
bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya terbit dari Timur dan terbenam di
barat.
Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola bumi menerima sinar
matahari (siang), sedang separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam).
Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat diterangkan dengan
hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak begerak lurus dari daerah
maksimum ke daerah minimum, tetapi membias ke kanan bagi belah bulatan utara
dan membias ke kiri bagi belah bulatan selatan.Penggelembungan di katulistiwa
serta pemepatan di kutub bumi.Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 19


pemepatan bumi tersebut serta pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak
tepat menuju ke titik pusat bumi, terkecuali di katulistiwa dan di kutub.Adanya
dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam.Perbedaan waktu
antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
d). Gerak Revolusi dari Bumi
Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei, Tycho Brahe dan
Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus diakui
keunggulannya. Dalam susunan ini bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam
satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat dari revolusi bumi :Pergantian 4 musim
yakni di sebelah utara garis balik utara (23 ½ LU)
Perubahan lamanya siang dan malam.Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang
beredar dari bulan ke bulan. Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari
disebut orbit. Menurut hukum Keppler pertama, maka orbit-orbit setiap planet
memiliki bentuk bangun elips
d) Gaya Gravitasi Terrestrial dari Bumi
Bumi mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini
dinamakan gara gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi memiliki bobot karena
pengaruh gaya gravitasi bumi.
e) Waktu
Waktu 24 jam dalam sehari semalam adalah berdasarkan gerak semu
matahari dalam membuat satu revolusi lengkap. Bagi tujuan sehari-hari maka kita
menggunakan waktu solar.Bagi keperluan tujuan astronomi atau perjalanan antar
planet maka digunakan waktu sideris yang 4 menit lebih awal dari waktu solar.
f) Tahun Penanggalan (Kalender)
Bangsa mesir kuno, Sumeria dan Hindu sejak jaman dahulu memiliki
perhitungan waktu yang berdasarkan revolusi bumi dan tahunnya disebut tahun
matahari.Semenjak Julius Caesar (46 BC) telah ditetapkan bahwa tiap-tiap tahun
terdiri dari 365 hari. Tahun keempat ditambah dengan satu hari yang disebut tahun
kabisat (leap year)
5. Planet Mars

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 20


Planet mars berukuran lebih kecil dari bumi dan venus (0,017 massa
bumi), planet ini berwarna kemerah-merahan diduga tanahnya mengandung
banyak besi oksigen, sehinnga kalau oksigen masih ada jumlahnya sangat sedikit.
Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya 6272 km dan
revolusinya 1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang
dikirimkan oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air,
sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih
merupakan lapisan salju yang sangat tipis.Mars mempunyai 2 satelit/bulan yaitu
phobus dan daimus.
6. Planet Yupiter
Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan rotasinya
10 jam dan mempunyai kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan analisis
spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta
mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir 300 kali
massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.
7. Planet Saturnus
Merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400
km, berotasi 10 jam dan merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk raksasa.
Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm2, sehingga terapung diair. Planet ini berupa gas
yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103 oC.Saturnus
mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan.
8. Planet Uranus
Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84
tahun, rotasinya 10 jam 47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang lainnya
yaitu dari timur ke barat.Uranus bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan
pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986 Uranus memiliki 14 satelit.
9. Planet Neptunus
Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165
tahun sekali putar.Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton yang
bergerak berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus.
10. Planet Pluto

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 21


Merupakan planet terjauh dari matahari dengan jarak + 5811 juta km dan
tidak memiliki satelit.Suhu rata-rata pada planet ini 2200oC. Pluto adalah nama
dewa kegelapan dari bangsa Yunani berdasarkan kenyataan planet itu mendapat
sinar matahari paling sedikit.

3.2 Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya

a) Manusia
Bila kita membicarakan tentang manusia, tentulah setiap orang
mempunyai pandangan yang berbeda mengenai Apakah yang di maksud dengan
manusia. Menurut saya yang dimaksud manusia adalah salah satu makhluk Tuhan
yang diciptakan oleh sang Pencipta untuk memimpin Bumi yang telah disediakan
untuk manusia itu sendiri. Manusia adalah khalifah (pemimpin) di Bumi dan
setiap dan setiap manusia adalah pemimpin. Itu merupakan tanggung jawab yang
berat karena kita harus memelihara bumi sebijak mungkin. Oleh karena manusia
di bebani tugas sebagai pemimpin di bumi, maka manusia diberilah Akal Pikiran
oleh Allah SWT. Akal dan pikiran yang diberikan tidak lain yaitu untuk dapat
memahami bahwa manusia adalah makhluk Tuhan dan Harus mengetahui Siapa
Penciptanya dan mengetahui betapa hebatnya CiptaanNya itu. Manusia diciptakan
oleh Allah Hanya untuk Menyembah atau Beribadah kepada penciptanya. Semua
yang telah di berikan untuk manusia baik berupa Akal Pikiran, kekayaan Alam,
Jabatan dan lain-lain, hanyalah sebagai fasilitas untuk mempermudah
menyembah NYA.Manusia merupakan mahkluk Tuhan yang paling sempurna bila
dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia juga diberikan kemampuan
untuk beradaptasi bahkan bisa berkembang dilingkungan yang ditempatinya.

b) Lingkungan
Lingkungan adalah suatu tempat dimana makhuk hidup tinggal, mencari
penghidupannya, beradaptasi dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 22


terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang
menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks.
c) Teori-Teori Manusia
Teori-teori perkembangan tersebut antara lain:
 Teori Nativisme
Teori ini dikemukakan oleh Schopenhour (Bigot, dkk. 1950). Teori ini
menyatakan bahwa perkembangan manusia itu akan ditentukan oleh factor-faktor
Natives, yaitu faktor-faktor keturunanyang merupakan faktor-faktor yang dibawa
oleh individu pada waktu dilahirkan. Menurut teori ini sewaktu individu
dilahirkan telah membawa sifat-sifat tertentu, dan sifst-sifat inilah yang akan
menentukan keadaan individu yang bersangkutan, sedangkan factor lain yaitu
lingkungan, termasuk di dalamnya pendidikan dapat dikatakan tidak berpengaruh
terhadap perkembangan individu itu.
 Teori Empirisme
` Teori ini di kemukakan oleh John Locke juga sering dikenal dengan teori
tabularasa, yang memandang keturunan atau pembawaan tidak mempunyai peran.
Apabila dicermati, teori ini merupakan teori yang bertentangan dengan teori
Nativisme. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan seorang individu akan di
tentukan oleh pengalaman-pengalamannya (bisa berupa Pendidikan) yang di
peroleh selama perkembangan individu itu. Menurut teori ini, manusia yang
dilahirkan bisa di ibaratkan sebagai kertas atau meja yang putih bersih dan belum
ada tulisan apapun. Akan menjadi apakah individu itu kemudian tergantung
kepada apa yang akan dituliskan di atasnya. Karena itu peranan para pendidik
dalam hal ini sangat berpengaruh besar. Pendidikanlah yang akan menentukan
keadaan individu itu di kemudian hari..

 Teori Konvergensi
Teori ini merupakan teori gabungan (Konvergensi) dari kedua teori diatas
tersebut. Teori ini dikemukakan oleh William Stern, baik pembawaan maupun

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 23


pengalaman atau lingkungan mempunyai peranan yang penting didalam
perkembangan individu. Perkembangan individu akan di tentukan baik oleh
factor yang dibawa sejak lahir (endogen) maupun factor lingkungan (pengalaman
dan pendidikan) yang merupakan factor eksogen.
Dari ketiga teori diatas, teori Konvergensilah yang merupakan teori yang di terima
oleh para ahli pada umumnya, sehingga teori yang di kemukakan oleh W. Stern
merupakan salah satu hukum perkembangan individu disamping adanya hukum-
hukum perkembangan yang lain.
d) Korelasi Antara Manusia Dengan Lingkungan
 Ekologi
Ekologi berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”).
Ekologi berarti ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup
maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Ekologi adalah ilmu
yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang
lainnya.. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834-
1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem
dengan lingkungannya.Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi, misalnya:
Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia
dengan lingkungannya.Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan
penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.Ekologi ialah Biologi Lingkungan.Bertolak
dari definisi ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
manusia dengan lingkungannya maka ekologi dapat juga diartikan sebagai imu
yang membahas hubungan manusia dan lingkungannya dipandang dari
kepentingan dan kebutuhan manusia terhadap lingkungan itu sendiri. Yaitu oleh
manusia untuk manusia,

e) Lingkungan Hidup Manusia.


Manusia hidup,tumbuh,dan berkembang dalam lingkungan alam dan
sosial-budayanya. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 24


ekosisten yakni,suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup
dengan lingkungannya. Dalam ekosisten terdapat komponen abiotik pada
umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk
hidup diantaranya: Merupakan tempat tumbuh tumbuhan dan tempat tinggal
manusia dan hewan (Tanah), Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer.
Sebagai tempat tinggal hewan air dan kebutuhan bagi makhluk di darat. (Air)Seperti matahari
CahayaSuhu atau temperature.Sedangkan komponen biotik di antaranya adalah:
Kelompok yang dapat menghasilkan makanan dari zat- zat anorganik (Produsen).
Kelompok yang menggunakan makanan (pemakan produsen).(Konsumen)
Pengurai makhluk hidup. (organism) yang mengurai sisa-sisa atau mahluk yang
sudah mati.selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor selain itu di
dalam lingkungan terdapat faktor-faktori berikut ini:Siklus makanan dari produsen
sampai pengurai (Rantai makanan) Tempat hidup mkhluk tertentu (Habitat)
Jumlah seluruh spesies yang ada pada suatu tempat (Populasi) Interaksi antara
makhluk hidup (Komunikasi) Hubungan tanpa batas antara ekosistem (Biosfer)
f) Pengaruh Manusia Pada Alam Lingkungan Hidupnya
Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam
lingkungan hidupnya maupun komunitas biologis di tempat mereka hidup.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota, dibanding
dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif.Perubahan alam
lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negatif.
Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari
perubahan tersebut, dan berpengaruh tidak baik karena dapat dapat mengurangi
kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.

 Sumber Alam
Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam
kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan spesies lainnya dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan
lebih besar dibandingkan organisme lainnya, terutama dalam penggunaan sumber-

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 25


sumber alamnya.Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan
sumber-sumber alam berupa tanah, air, fauna, flora, bahan-bahan galian, dan
sebagainya.Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni:Sumber
alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) atau disebut pula sumber-
sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua
makhluk hidup, hutan, hewan-hewan, dan tumbuhan-tumbuhan.sumber daya alam
abiotik yang tidak dapat memperbaharui dirinya. Bila sumber minyak, batu bara
atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan manusia, maka habislah bahan-
bahan tambang tersebut.Sumber alam yang tidak diperbaharui (nonrenewable
resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam biotik. Yang tergolong
ke dalam sumber abiotik adalah tanah, air, bahan-bahan galian, mineral, dan
bahan-bahan tambang lainnya.Sumber alam biotik mempunyai kemampuan diri
atau bertambah, misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau
spora, dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau
melahirkan. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut dikatakan sebagai sumber
daya alam yang masih dapat diperbaharui.
Sumber alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia, bila
manusia menggunakannya secara bijaksana dalam penggunaan berarti
memperhatikan siklus hidup sumber alam tersebut, dan diusahakan jangan sampai
sumber alam itu musnah.Sekarang ini para pakar teknologi mulai memikirkan
sumber daya alam alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan
teknologi yang semakin canggih. Sumber daya alam alternatif ini cukup banyak,
diantaranya energi matahari, energi panas bumi, energi angin, energi pasang surut,
energi biogas, dan energi biomassa.
 Energi Matahari
Energi matahari merupakan energi yang utama bagi kehidupan di bumi ini.
Berbagai jenis energi,baik yang terbarukan maupun tak-terbarukan merupakan
bentuk turunan dari energi ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pemanfaatan energi matahari sebenarnya telah kita lakukan misalnya untuk
mengeringkan bemacam-macam jemuran. kita harus dapat mencari teknik
mengubah energi listrik menjadi energi lain, misalnya menjadi energi listrik

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 26


 Energi Panas Bumi
Energi panas bumi adalah energy yang berasal dari inti bumi. Inti bumi
merupakan bahan yang terdiri atas berbagai jenis logam dan batu yang
berbentuk cair yang memiliki suhu tinggi.
Energi panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi
sejak planet ini diciptakan. Panas ini juga berasal dari panas matahari yang diserap
oleh permukaan bumi. Energi ini telah dipergunakan untuk memanaskan (ruangan
ketika musim dingin atau air).
 Energi Angin
Energi Angin dapat dimanfaatkan untuk diubah menjadi energi listrik
yang prinsipnya sangat sederhana, yaitu angin “ditangkap” oleh baling-baling atau
katakanlah rotor bersayap. Energi putaran (energi mekanis) diteruskan untuk
memutar generator pembangkit listrik. Angin akan tetap bertiup sepanjang zaman,
maka angin juga merupakan salah satu energi alternative pengganti minyak.Udara
yang bergerak disebut angin dan dapat terjadi perbedaan tekanan disuatu tempat
dengan tempat yang lain.
 Energi Pasang Surut
Energi pasang surut adalah energy yang bersumber dari tenaga yang
di timbulkan oleh daya tarik antara bumi dengan bulan. Energy pasang surut
tidak ada batasnya, selama bulan masih berfungsi sebagai satelit yang
mengelilingi bumi. Dalam sehari bisa terjadi hingga duankali siklus pasang surut.
 Energi Biogas
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari sisa-sisa makhluk berupa sampah
pertanian ,yaitu batang pohon jagung,jerami,sisa ampas kelapa,atau tumbuhan
lain.sebagian bahan yang mengadung mikroba pengurai di gunakan kotoran sapi.
 Energi biomassa
Energi, biomassa merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati
yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar. Biomassa dapat digunakan
secara langsung maupun tidak langsung. Dalam penggunaan tidak langsung,
biomassa diolah menjadi bahanbakar.

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 27


Contohnya, kelapa sawit yang diolah terlebih dahulu menjadi biodiesel untuk
kemudian digunakan sebagai bahan bakar.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 28


Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah Terdapat teori asal mula alam
semesta yaitu teori letusan hebat,teori keadaan tetap selain itu terdapat pula teori
terbentunya tata surya yaitu teori nebule atau teori kabut, yang dikemukakan ole
Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon de Laplace (1796),teori
planetesimal, thomas c. chamberlin (1843-1928) seorang ahli geologi dan forest r.
moulton (1872-1952) seorang astronom.,teori pasang surut, sir james jeans (1877-
1946) dan harold jeffreys (1891) keduanya dari inggris, teori ini hampir sama
dengan teori planetesimal., semesta ini yaitu matahari,planet venus,planet
bumi,planet mars,planet yupiter,planet saturnus,planet uranusplanet
neptunus,planet pluto
Terdapat keterkaitan antara makluk hidup dan alam semesta dan tata surya
terutama pada bumi .manusia adalah salah satu makhluk Tuhan yang diciptakan
oleh sang Pencipta untuk memimpin Bumi yang telah disediakan untuk manusia
itu sendiri. Manusia adalah khalifah (pemimpin) di Bumi.
Lingkungan adalah suatu tempat dimana makhuk hidup tinggal, mencari
penghidupannya, beradaptasi dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang
terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang
menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks.
teori-teori manusia yang perkembangan tersebut antara lain:
teori nativisme,teori empirisme,teori konvergensi
teori awan debu, dikemukakan oleh carl von weizsaeker (1940) kemudian
disempurnakan oleh gerard p kuiper (1950),teori bintang kembar,teori ledakan
(big bang), george gamow, alpher dan herman. Terdapat bagian-bagian tata surya
di alam

4.2 Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan dalam penulisan makalah ini

yaitu, apabila terdapat kesalahan dan itu adalah hal yang niscaya. Karena kita

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 29


tempat kesalahan dan lupa. Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

membangun, agar dapat memperbaiki diri selaku mahluk sosial. Semoga makalah

ini bermanfaat bagi penulis sendiri serta pembacanya. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 30


Bayong Tjasyono HK, Ilmu Kebumian dan Antariksa, Bandung: Rosda, 2009.

Danang Endarto, Pengantar Kosmografi, cet. I, Surakarta: LPP UNS dan UNS
Press, 2005, hal. 77-78

Gunawan, Admiranto. 2000. Menjelajahi Bintang Galaxy dan Alam Semesta.


Yogyakarta: Kanisius.

Heri Purnama, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rineka Cipta, 2008, hal. 129

http://ebookbrowsee.net/modul-ilmu-alamiah-dasar2-pdf-d191305877

http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya

http://id.wikipedia.org/wiki/Biosfer

http://ebookbrowsee.net/ma/manusia-dan-lingkungannya#.UsZn5PvquKE

Sistem Tata Surya Dan Makhluk Hidup 31