Anda di halaman 1dari 4

Farmakologi :  Ekskresi melalui urin

1. Obat Parkinson, slide lefodova  ES : mual, muntah dan mengantuk


(mekanisme dan interaksi)
2. Obat Antikanker (Prinsip 2. Prinsip kemoterapi :
kemoterapi, metroteksat)  Suatu tumor ganas harus dianggap
3. Paracetamol (efek dan jelaskan) sebagai sejumlah sel yang seluruhnya
4. Bedanya analgetik narkotik dan harus dibasmi (total cell killed)
perifer dan contoh nama obatnya  Perpanjangan usia hidup pasien
5. Farmako Kinetik dan Dinamik berbanding langsung dgn jumlah sel yg
(Nasib obat sama cara berhasil dibasmi dgn pengobatan
metabolismenya jelaskan)  Setiap obat mencapai maksimum cell
6. Ansietas sedatif dan hipotik killing pada dosis yang masih dapat
(Jelaskan perbedaanya) ditoleransi efek sampingnya
7. Diazepam, barbiturat, alkohol  Terapi dikatakan berhasil baik, bila dosis
8. Barbiturat dan karbamazepin yg digunakan dpt mematikan sel tumor
yg ganas dan tdk mengganggu sel normal
Jawaban yg berproliferasi.
1. LEVODOVA : - Terapi Kausal  Obat sitostastika
 Mekanisme : Cepat diabsorbsi di usus  Yang bekerja pada fase S
halus, kecepatannya tergantung dr (antimetabolit)  Metotreksat
kecepatan pengosongan lambung (MTX)
 Interaksi : Relatif sedikit mencapai
sirkulasi, karena : 3. PARASETAMOL
Cepat mengalami pemecahan dlm  Sebagai analgetik-antipiretik paling
lambung aman untuk pengobatan sendiri
Dirusak flora usus dlm dinding usus  Indikasi : nyeri ringan – sedang
bagian distal (sakit kepala, gigi, perut,
Lambatnya mekanisme absorbsi di dysmenorroe / nyeri haid), dan
bag distal duodenum demam (influenza & setelah
 Absorbsi juga dihambat oleh vaksinasi)
makanan tinggi protein  efek analgetik : menghambat
 Biotransformasi terjadi di saluran cerna biosintesis prostaglandin (PG)
dan hati
perifer secara lemah yg berperan sbg 4.  Analgetik perifer (non-narkotik)
mediator nyeri - Tidak bekerja sentral (bekerja
 efek antipiretik : menghambat terutama pd perifer) dan tidak bersifat
biosintesis PG (yg dibentuk sbg narkotika
reaksi terhadap zat pirogen dari - berkhasiat lemah (sampai sedang)
infeksi bakteri) di dalam - bersifat antipiretik & kebanyakan
hipotalamus (sbg pusat pengatur bersifat antiinflamasi dan antireumatik
suhu & termoregulasi), - Obat : Parasetamol, Salisilat : asetosal,
menyebabkan vasodilatasi perifer di salisilamid, benorilat, menghambat
kulit dg bertambahnya pengeluaran prostaglandin (NSAID/Non Steroid
kalor & keluar keringat yg banyak Anti Inflamation Drug’s)
 tidak memiliki efek anti-inflamasi. Hal  Analgetika narkotika
ini terjadi karena di hipotalamus rendah - bekerja sentral (hipnoanalgetika)
kadar peroksida (yg memicu - berkhasiat kuat
terbentuknya PGE2 / PGF2 sbg - Mengurangi rasa nyeri hebat (spt pada
mediator peradangan). Sedangkan kanker)
lokasi inflamasi banyak peroksida yg  Disebut juga OPIOID adalah zat yang
dihasilkan leukosit, sehingga efek anti- bekerja dg memperpanjang aktivasi
inflamasi parasetamol tidak ada reseptor opioid khas di SSP hingga
 EFEK SAMPING : persepsi nyeri dan respon emosional
 Reaksi hipersensitifitas & kelainan terhadap nyeri berkurang
darah  Tubuh dapat mensintesa zat-zat
 Gangguan fungsi hati opioidnya sendiri (opioid endogen),
 Gejala over dosis : mual, muntah, yakni zat endorfin (adalah kelompok
anoreksia polipeptida endogen yang terdapat di
 Penanggulangan : bilas lambung, CCS dan dapat menimbulkan efek yang
beri zat penawar (asam amino N- menyerupai efek morfin
asetilsistein, sisteamin, atau  Mekanisme kerja analgetik narkotik :
metionin) analgetik opioid berikatan dg (sisa)
 ♀ hamil & laktasi : aman reseptor opioid pd SSP (yg belum
menggunakan parasetamol ditempati endorfin) shg mengubah
persepsi & respon thd stimulus nyeri
dan menghasilkan depresi SSP secara  Mekanisme: obat-protein ke jaringan,
umum didlm jaringan obat polar diluar sel,
 Ada 4 macam reseptor opioid : non polar dalam sel
reseptor µ, k, δ, ε, dan σ, sbg tempat  Metabolisme : Proses kimia yang
pengikatan analgetik narkotik untuk mengubah bentuk aktif-> tidak aktif
menghasilkan efek analgesia yg atau tidak aktif->aktif
menyerupai endorphin  Eksresi : Proses membuang metabolit
obat dari tubuh  (Ginjal, Empedu,
5. FARMAKOKINETIK
Usus, Paru, Asi, Rambut,kuku, saliva)
 Ilmu yang mempelajari pengaruh
organisme hidup terhadap obat yang
FARMAKODINAMIK
meliputi nasib obat di dalam tubuh :
Ilmu yang mempelajari pengaruh obat
ADME
terhadap organisme hidup terutama cara
 Absorbsi : “proses masuknya obat dari
dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi,
tempat pemberian ke darah”… serta efek terapi yang ditimbulkan.
Tergantung cara dan tempat pemberian Tujuan mempelajari mekanisme
(Per-oral , Dibawah lidah Rektum) kerja obat :
• Lumen usus  Pembuluh darah   Meneliti efek utama obat
Vena porta  Hati  Vena cava  Mengetahui interaksi obat dengan
superior/ sistemik sel
 Distribusi :  Mengetahui urutan peristiwa,
 Obat diikat oleh protein plasma dengan spektrum efek dan respon yang
ikatan lemah (ikatan ion, hidrogen, terjadi
vanderwals, hidrofobik) Mekanisme Obat :
 Plasma (albumin, α-glikoprotein, CBG, Timbul karena interaksi obat dengan
SSBG) reseptor pada sel organisme
 Ikatan obat-protein: lipofilik kuat- Terjadi perubahan biokimiawi dan
hidrofilik lemah fisiologi yg mrp respons khas u obat tsb
 Obat bebas dan obat terikat, obat bebas Reseptor mrp makromolekul
berdifusi ke sal cerna, obat terikat ke fungsional sbg reseptor obat dan
jaringan reseptor fisiologis ligan endogen
Mekanisme agonis(menyurupai
senyawa endogen), antagonis
(menghambat kerja agonis) ,agonis
negatif( berlawanan dgn agonis)

6. Ansietas : suatu kekhawatiran yang


berlebihan dan dihayati disertai
berbagai gejala sumatif, yang
menyebabkan gangguan bermakna
dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau
penderitaan yang jelas bagi pasien dan
membutuhkan pengobatan, terapi dan
ke psikiater.
Hipnotik : Sekelompok obat yg
memiliki efek utama yang dapat
menyebabkan tidur apabila diberikan
dalam dosis terapi
Sedatif : Sekelompok obat yang dapat
memberikan efek penenang pd pasien
dg menekan sistem saraf pusat

7.