Anda di halaman 1dari 5

Public Life

Kota yang baik seringkali dilihat dari suasana dan kenyamanan kota saat dilewati.
Berjalan kaki sebagai transportasi dasar menjadi hal yang perlu diperhatikan pula
kenyamanannya. Karakteristik kota yang baik menurut Gehl (2002) dipaparkan dalam
beberapa ketentuan berikut:

1. Kota yang baik untuk dilalui dan singgah sementara.


a) Ruang untuk berjalan dengan bermartabat, berintegritas dan tidak penuh
sesak.
b) Kondisi iklim yang nyaman. Matahari dan bayangan bergantung pada musim
dan perlindungan dari angin.
c) Fasad yang indah pada sisi jalan untuk berjalan-jalan dan diamati.
d) Kondisi yang baik untuk orang-orang dengan kebutuhan fisik tertentu dan
kereta bayi.
e) Struktur yang jelas pada sistem pejalan kaki. Kemudahan untuk mengenali
jalan sekitar.
f) Sistem pejalan kaki yag menghubungkan dengan tempat-tempat penting.
g) Kemampuan untuk berjalan melalui kota.
h) Gerakan berjalan yang baik dengan sedikit gangguan.
i) Waktu yang sedikit dan sebentar saat menunggu di persimpangan.
j) Kursi taman dengan peletakan yang baik.
k) Tempat duduk sekunder yang tersebar seperti tangga dan sisi kotak tanaman.
l) Kedai dengan situasi baik danrumah makan out door.
m) Penerangan yang indah dan efektif.
2. Kota yang baik untuk bersosialisasi dan pertukaran budaya.
a) Ruang untuk aktivitas kebudayaan dan berkomunikasi.
b) Ruang untuk pertunjukan jalanan kegiatan promosi.
c) Ruang publikyang demokratis untuk semua.
3. Kota yang baik untuk berbincang, melihat dan merasakan.
a) Tingkat kebisingan yang rendah dan gangguan yang sedikit.
b) Ruang publik yang akrab.
c) Pemandangan indah dengan detail yang bagus.
d) Fasad yang menarik, jendela pajangan dan pameran.
4. Kota yang hidup, beragam dan aman untuk ditinggali.
a) Kegunaan yang beragam pada siang hari maupun malam hari.
b) Perumahan untuk menjamin kota 24 jam
c) Institusi pendidikan untuk menjamin hidup dan daya hidup.
d) Buka di malam hari dengan lampu jendele pajangan yang menyala.

Kota sebagai tempat berdiam banyak masyarakat pastilah menampung berbagai


aktivitas di dalamnya. Sebuah kota yang baik akan nyaman digunakan untuk
beraktivitas terutama aktivitas yang dilakukan pejalan kaki sebagai bagian yang
langsung menerima efek dari kualitas penataan kotanya. Berikut jenis-jenis aktifitas
pejalan kaki, Gehl (2002):
1. Necessary activities
Kota yang baik menyediakan kondisi yang baik untuk berbagai kegiatan yang pasti
dilakukan sehari-hari dan seiring waktu akan mempertahankan dan menguatkan
aktivitas tersebut.
2. Optional activities
a) Orang datang ke kota, mencari tempat menarik dan tinggal untuk waktu yang
lama.
b) Kota yang menarik akan mengundang banyak orang menghabiskan waktu di
tempat publik.
3. Social activities
Kota yang baik menawarkan bermacam-macam aktivitas yang menarik dan karena
banyak orang datang ke kota. Banyak orang untuk mengalami, melihat dan bercakap.
Kota menjadi kota yang hidup dan indah.

Terdapat pula macam pengguna ruang publik, Gehl (2002):


1. The every day users : Orang yang tinggal dan bekerja di area tersebut atau
melewati.
2. The visitors/customers: Orang yang mengunjungi fungsi dari area.
3. The recreational visitors : Orang yang mengunjungi area karena ruang punliknya
menyenangkan atau menggunakan ruang publik untuk yang berhubungan dengan
rekreasi, kesenangan, olahraga, bermain, dan lain-lain.
4. The visitors to events : Orang yang mengunjungi area publik untuk acara tertentu.
Public life sangat terpengaruh oleh keadaan ruang publiknya. Dalam mengkaji ruang
publik untuk mengahui kualitasnya dalam menampung public life terdapat lima
pertanyaan mendasar yang perlu ditelusuri, Gehl(2013), yaitu :

1. How many ?
Dalam membuat penilaian kualitatif dengan menghitung berapa banyak orang yng
melakukan sesuatu membuat kemungkinan untuk mengukur apa yang mungkin atau
mungkin terlihat berlangsung sementara: kehidupan kota. Hampir semua kota
memiliki departemen lalu lintas dan data akurat tentang berapa banyak mobil
melewati arteri utama disaat departemen bagi pejalan kaki dan public life hampir
tidak diketahui, seperti penghitungan orang.
Menghitung menghasilkan data kuantitatif yang bisa digunakan untuk menilai proyek
dan sebagai perdebatan satu arah atau yang lain dalam proses pembuatan keputusan.
Tidak bisa dibantah hasil penghitungan bisa sering kali memberikan perdebatan yang
meyakinkan.
DImulai dengan pertanyaa berapa banyak adalah dasar dalam pembelajaran public life.
Dasarnya, semua hal bisa dihitung, tapi apa yang sering tercatat adalah berapa banyak
orang yang berpindah (pergerakan pejalan kaki) dan berapa banyak yang menetap di
satu tempat (kegiatan statis).
Pertanyaan berapa banyak atau berapa sedikit datang dalam beberapa macam dalam
pembelajaran public life, seperti sebelum dan sesudah proyek pengembangan kota.
Kalau kita tahu berapa banyak orang yang menetap di alun-alun, dan selanjutnya kita
mengembangkan alun-alun dan menghitung lagi jumlah orang, kita dapa
mengevaluasi kesuksesan proyek pembaharuaan tersebut. Jika secara objektif lebih
banyak orang yang tinggal di alun-alun, menghitung berapa banyak menggunakan
cara sama dalam beberapa hari perbandingan akan dengan cepat mengungkapkan
keberhasilan atau kegagalan. Selalu, beberapa banyak dalam penghitungan harus
dibuat dalam susunan agar dapat membandingkan perbedaan dalam beberapa hari,
perbedaan hari dan perbedaan musim.
Jumlahnya sendiri jarang menarik. Penting untuk hasil dapat dibandingkan. Oleh
karena itu, penting untuk mendata secara akurat dan sebanding. Kondisi faktual
seperti cuaca dan waktu juga harus dicatat secara berkala dan akurat sehingga
pembelajaran yang sama bisa dilakukan dilain waktu.
2. Who ?
Kita melihat pengumpulan pengetahuan tentang kebiasaan orang di ruang publik
sebagai prinsip dasar mempelajari public life. Saat kita berkata ‘orang’, maksudnya
secara luas kumpulan orang berbeda yang diukur dengan berbagai parameter. Ini
seringkali berkaitan untuk lebih spesifik tentang keakuratan siapa yang menggunakan
berbagai ruang publik. Saat pendataan dapat dilakukan ditingkat indiviual. Sering kali
lebih berarti untuk menelusuri kategori yang lebih umum seperti jenis kelamin atau
umur.
Pengetahuan umum tentang kebiasaan dari berbagai kelompok orang bisa digunakan
untuk merancang cara yang lebih tepat untuk mengakomodasi kebutuhan dari wanita,
anak-anak, orang tua dan penyandang cacat, sebagai contoh. Kita mengutamakan
kelompok ini karena mereka sering diabaikan.
Pertanyaan dasar dari jenis kelamin dan umur dapat dicatat dengan pengamatan,
secara alami mengijinkan tingkat tertentu dari ketidak akuratan dalam membuat
evaluasi subjektif dari kelompok umur. Sulit atau tidak mungkin untuk
menkategorikanorang dengan menghargai situasi pekerjaan atau keuangan, sebagai
contoh dalam dasar pengamatan itu sendiri.
3. Where ?
Perencana dan arsitek bisa mendesain ruang publik dengan dasar di mana orang
mengarah atau tinggal. Biarpun begitu, banyak jalan setapak seberang yang diinjak,
selain itu keaslian lapangan rumput membuktikan fakta kalau orang tidak selalu
bertindak seperti yang dikehendaki. Dengan maksud untuk mengarahkan keramaian
pejalan kaki untuk berjalan dengan mulus dan masih menciptakan kondisi terbaik
untuk mengundang orang untuk menggunakan ruang publik, penting untuk memiliki
dasar dan pengetahuan dasar tentang ke mana orang bergerak dan menetap dalam
ruang individu. Pembelajaran tentang pergerakan dan menetao bisa membantu
mengungkap batasan dan menunjukan secara tepat di mana jalur pejalan kaki dan
tempat untuk menetap bisa diletakkan.
Jika kawasan studi adalah ruang kota yang membatasi, seringkali berkaitan untuk
mempelajari kemana orang menetap: di tepi-tepi, di tengah atau bahkan tersebar
dalam ruang? Di publik, semi publik atau area privat? Pertanyaan dimana
memperbolehkan pengamat untuk lebih mengarah pada menempatkan yang lebih
berkaitan dari fungsi atau elemen seperti perabot, pagar taman, pintu masuk, pintu,
bollards, dan lain-lain.
Jika kawasan studi adalah perkampungan atau perempatan, bisa dikaitkan untuk
menentukan di mana oran dan aktifitas dikumpulkan atau disebarkan ke tingkat yang
lebih tinggi atau rendah. Dalam tigkat kota bisa dimaksudkan mencatat atau
melokalisasikan berbagai fungsi, aktivitas, arah dari alur pejalan kaki dan tempat yang
lebih disukai untuk menetap.
4. What ?
Memetakan apa yang terjadi di ruang kota dapat memberikan pengetahuan yang
spesifiktengtang tipe aktifitas di kawasan, seperti menetap, perdagangan atau aktifitas
fisik, dan kebutuhan yang diperlukan berbagai aktivitas ini di lingkungan fisik. Ini
bisa berkaitan dengan pemiliktoko, untuk perencana kota, dengan anggapan
mendesain ruang kota. Dan lebih umum atau politic, dalam hubungan memberi tema
seperti sehat atau keamanan.
Pembicaraan secara luas, aktivitas primer di ruang publik adalah berjalan, berdiri,
duduk dan bermain, Daftar aktifitas yang bisa dicatat hampir tidak terhingga.
Seringkali mengarah pada pencatatan beberapa tipe aktifitas dalam waktu yang sama.
Oleh karena itu, penting untuk menemukan kategori yang paling baik sebgai peneduh
pencatatan berbagai kegiatan. Disaat aktifitas dapat dicatat dalam kategori yang lebih
sedikit, menjadi skematik akan mempertajam kesadaran umum.
5. How long ?
Kecepatan berjalan dan jumlah waktu yang dihabiskan menetap dapat memberikan
informasi tentang kualitas kerangka fisik. Pada kasus seringkali orang berjalan lebih
lama dalam suatu tempat tergantung dari kualitas dan kesenangan yang disediakan.
Mencatat aktivitas manusia dalam relasi dengan lingkungan fisik menunjukkan
beberapa masalah khusus, pertama dan utama karena pertanyaannya bersangkutan
dengan proses rantai kegiatan yang mengalami perubahan secara berkala. Satu masa ,
ini tidak seperti sebelumnya atau setelahnya. Dalam perbedaan dalam mengukur
bangunan, seperti, waktu adalah faktor yang penting dalam mempelajari aktivitas.
Dimensi waktu adalah hal yang mutlak untuk dimengerti dalam kehidupan di ruang
publik, yang mana membuat berapa lama adala pertanyaan kunci. Dengan tambahan
pada hari yang terlewat, minggu dan bulan, studi individu juga melibatkan berapa
lama yang dibutuhkan orang untuk melewati jarak tertentu, berapa lama dia menetap
dalam suatu tempat dan berapa lama aktivitas berlangsung.
Jawaban dari pertanyaan ini berkaitan dengan menemukan berapa lama kemauan kita
untuk berjalan dengan maksud menggunakan transportasi publik, atau untuk
menentukan aktivitas mana yang berkontribusi untu selurruh tingkat aktivitas,
contohnya.
PEngetahuan dasar tentang bagaimana berbagai aktivitas bertahan dapat memenuhi
syarta pekerjaan dalam mengarahkan ruang publik yang terpilih kearah mengundang
orang untuk tinggall daam waktu yang lebih lama saat memperbolehkan tempat lain
untuk memiliki karakter sementara. Di beberapa tempat, sangat menarik bagi orang
untuk bergerak secepat mungkin dengan maksud membuat ruang untuk yang lain.