Anda di halaman 1dari 14

Sri Suryawati, FK-KMK UGM

Professor Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM


Penasehat Ahli WHO untuk Kebijakan dan Manajemen Obat
sejak 1999
Executive Committee International Network for Rational Use
of Drugs (INRUD) sejak 2004
Konsultan Internasional Kebijakan dan Manajemen Obat
sejak 2000
Koordinator Minat Manajemen dan Kebijakan Obat S2-IKM
selama 20 tahun (1996-2016)
Pasien terinfeksi dengan bakteria resisten mempunyai risiko
klinis lebih buruk, dan pengobatannya memerlukan
sumberdaya yang lebih banyak dengan kemanfaatan klinis
tidak sebaik bila tak terjadi resistensi.
Resistensi kuman pada tuberkulosis, malaria, dan HIV
merupakan tantangan berat bagi dan menguras sumberdaya
kesehatan.
Tuberculosis (TB)
MDR-TB dan XDR-TB memerlukan biaya 10-40x lebih mahal, dengan
keberhasilan pengobatan yang kurang memuaskan.
Malaria
Artemisinin-based combination therapy (ACT) adalah harapan baru
Resistensi terhadap ACT segera terdeteksi di 5 negara sepanjang
Mekong dan China
Sudah adakah yang dapat menggantikan ACT?
HIV
Pasien dengan HIV resisten terhadap obat lini-1 harus memulai pengobatan
lagi dengan lini-2/3 dengan biaya 3-18x lebih mahal.
Proses alamiah
Penggunaan antimikroba secara tidak rasional atau tidak
aman oleh:
Tenaga kesehatan (manusia dan hewan)
Pertanian
Pasien/masyarakat
Mutu obat
Karena antimikroba digunakan pada manusia, hewan, dan
pertanian, maka perlu diatur dengan sebaik-baiknya agar
berkembangnya resistensi dapat dihambat.
Deklarasi politik dalam Sidang Umum PBB September
2016, komitmen untuk bersama-sama menanggulangi
akar permasalahan resistensi secara lintas sektoral
utamanya antara manusia, hewan, dan pertanian.

OIE: Office International des Epizooties ~ World Organization for Animal Health
Yang masih sering terjadi:
penggunaan tidak sesuai petunjuk, atau
swa-medikasi dengan antibiotika
Pemahaman keliru atau kurangnya informasi
Kemudahan mendapatkan antimikroba

Diperlukan pemahaman
terhadap faktor
pendorong swamedikasi
sebagai dasar untuk
merancang program
edukasi
Attitude
Behavioral
toward the
beliefs
behavior
Intention
Normative Subjective to doing
beliefs norms something

Perceived
Control
behavioral
beliefs
control
Experience*

*Modifikasi teori Ajzen oleh Wiedyaningsih 2013

Apa yang terjadi ketika salah satu komponen berubah?


Sentuhan pada salah
satu ikon membuat
semua ikon lain bergetar

Memindahkan salah satu


ikon membuat semua
ikon lain bergerak
membentuk konfigurasi
baru
Kita saling belajar, saling meniru, membuat opini bersama,
membuat konsensus yang dinamis.. Dengan demikian
pemahaman dan sikap dapat berubah sesuai perjalanan waktu..

Attitude
Behavioral
toward the
beliefs
behavior
Intention
Normative Subjective to doing
beliefs norms something
Perceived
Control
behavioral
beliefs
control
Experience

Hal ini menjelaskan mengapa sebagian program


edukasi masyarakat kurang berhasil karena tidak menyentuh
akar permasalahan
Perubahan pemahaman pasien dan masyarakat terkait
antimikroba
Keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui CBIA –
Gema Cermat – Germas
Program IAI: pendidikan konsumen dan pembatasan
akses untuk mendapatkan antimikroba
Program IDI dan PERSI: penatalaksanaan infeksi dan
pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan
Kasus artemisinin palsu mengakibatkan dampak
luarbiasa:
Kematian
Berkembangnya resistensi yang berdampak ekonomi luarbiasa
Tidak terkendalinya penyakit
Belum ada obat penggantinya

Pengawasan terhadap perusahaan farmasi:


Pengadaan bahan baku
Produksi
Distribusi dan penyimpanan
Penggunaan
• Masalah resistensi antimikroba memerlukan kerjasama
multisektoral
• Diperlukan kerjasama dan koordinasi dalam
penggunaannya di manusia, hewan, dan pertanian
• Peran masyarakat sangat signifikan
• Pengawasan mutu memerlukan partisipasi aktif perusahaan
farmasi
Terimakasih……

Prof. Dr. Sri Suryawati


Divisi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat
Departemen Farmakologi dan Terapi
FK-KMK UGM

suryawati.farklin@gmail.com
www.suryawati.com