Anda di halaman 1dari 5

MAKANAN TABU IBU HAMIL DAN MENYUSUI DI BANYUWANGI

SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU ILMIAH POPULAR


(FOOD TABOO WITH PREGNANT AND BREASTFEEDING IN BANYUWANGI
AND THE USE OF POPULAR SCIENTIFIC BOOKS)

Whenni Milasari
Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember
Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Sumbersari, Jember, Jember 68121
E-mail: whenni97@gmail.com

Abstrak
Makanan tabu merupakan aturan-aturan sosial yang tidak tertulis berdasarkan alasan agama dan sejarah
yang mengatur tentang konsumsi makanan. Biasanya yang masih melaksanakan makanan tabu adalah ibu hamil dan
ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makanan tabu dan alasannya pada ibu hamil dan menyusui
pada suku Osing, Jawa dan Madura di Banyuwangi. Desain studi yang adalah deskriptif kualitatif dengan
menggunakan metode diskusi kelompok terarah pada ibu hamil dan wawancara mendalam dengan dukun bayi,
keluarga, serta bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang ditabukan meliputi kelompok buah-
buahan, lauk, makanan yang dianggap panas, dan makanan yang dianggap tidak lazim, seperti makanan dempet atau
kembar. Alasan tabu makanan di Banyuwangi karena adanya pendekatan secara simbolik, fungsional, dan nilai atau
keagamaan. Diperlukan penyuluhan oleh bidan desa terkait gizi kehamilan pada ibu hamil, kader posyandu, tetua
masyarakat, dan keluarga. Ibu hamil perlu didorong untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan tidak
memantang makanan yang dapat mengeksklusikan zat gizi tertentu dari dietnya.
Kata kunci : Ibu hamil dan Menyusui, Makanan Tabu, Suku di Banyuwangi

Abstract
Food taboo is an unwritten social rule based on religious and historical reasons governing the consumption
of food. Usually those who still carry taboos are pregnant women and nursing mothers. This study aims to find taboo
food and the reason for pregnant and lactating mothers in Osing, Java and Madura in Banyuwangi. The study design
is descriptive qualitative by using focus group discussion method on pregnant mother and in-depth interview with
dukun baby, family, and midwife. The results showed that the foods taboo included fruit groups, side dishes, foods
that were considered hot, and foods that were considered unusual, such as food attached or twins. The reason food
taboo in Banyuwangi because of the approach of symbolic, functional, and value or religious. Necessary extension
by village midwife related to pregnancy nutrition in pregnant mother, posyandu cadre, community elder, and family.
Pregnant women need to be encouraged to eat nutritious foods and not to challenge foods that can exclude certain
nutrients from their diet.
Keywords: Pregnant and Breast Feeding, Food Taboo, Tribe in Banyuwangi

makanan tabu sementara merupakan makanan


PENDAHULUAN yang dihindari hanya untuk jangka waktu
Makanan tabu merupakan aturan-aturan tertentu misalnya pada perempuan ketika hamil
sosial yang tidak tertulis berdasarkan alasan dan menyusui.
agama dan sejarah yang mengatur tentang Biasanya makanan tabu dilakukan oleh
konsumsi makanan[1]. Makanan tabu dibagi kaum perempuan yaitu ibu hamil, ibu menyusui
menjadi 2 yaitu makanan tabu permanen dan dan anak-anak. Mereka menganggap bahwa
makanan tabu sementara[2]. Makanan tabu dengan menghindari makanan yang ditabukan
permanen merupakan pantangan makanan yang akan mencegah bahaya bagi bayi mereka.
dilarang oleh suatu kelompok tertentu, misalnya Namun bagi mereka yang melanggarnya akan
agama islam yang melarang umatnya untuk mendapatkan ancaman bahaya [3]. Padahal
mengkonsumsi daging babi. Sedangkan menurut UNICEF, makanan yang dijadikan
sebagai hal yang tabu merupakan salah satu
faktor dari penyebab kekurangan gizi. Hal ini METODE PENELITIAN
juga didukung oleh Sholiha dan sartika bahwa Penelitian ini menggunakan jenis
makanan tabu dapat menjadi resiko kekurangan penelitian survey yang bersifat deskriptif dengan
gizi yang tinggi khususnya bagi ibu hamil. metode penelitian kualitatif. Penelitian ini
Karena makanan tabu tersebut mengandung dilakukan di Banyuwangi dengan 3 kecamatan
protein yang tinggi, vitamin A, kalsium dan zat yaitu Kecamatan Kemiren, Muncar dan Genteng
besi sehingga juga dapat menjadi penyebab pada bulan Juli sampai September 2018. Jenis
kematian dalam kasus pendarahan selama proses data yang digunakan adalah data primer. Data
persalinan [4]. dkumpulkan dari 3 ibu hamil dari masing-
Sekarang ini, makanan tabu sudah tidak masing kecamatan melalui diskusi kelompok
asing lagi bagi kalangan masyarakat khususnya dan 4 orang yang meliputi dukun bayi, bidan,
masyarakat Banyuwangi. Masyarakat kader kesehatan dan keluarga ibu hamil melalui
Banyuwangi yang mayoritasnya adalah suku wawancara yang mendalam. Validitas dari
Osing memiliki ciri khas sendiri dalam hal penelitian ini menggunakan triangulasi sumber
makanan tabu. Meskipun juga memiliki dan triangulasi metode. Kemudian data diolah
kesamaan dengan suku Jawa dan suku Madura secara manual melalui proses transkripsi dan
yang ada di Banyuwangi. Umumnya masyarakat matrikulasi. Tahap akhir dari penelitian ini yaitu
yang masih mempercayai makanan tabu adalah analisis data dengan cara membandingkan
ibu hamil. Makanan yang biasa dijadikan informasi yang diperoleh dari informan,
sebagai pantangan yaitu mangga kweni, tebu, membandingkan dengan teori yang sudah ada,
nanas, durian, cumi-cumi, kepiting, ikan laut, dan mengelompokkan data untuk kemudian
telur, makanan dari olahan lebah, makanan yang ditarik kesimpulan.
banyak mengandung lemak dan makanan yang
pedas. Ciri khas dari masyarakat Osing adalah
ibu hamil tidak boleh makan tebu karena dapat HASIL PENELITIAN
menyebabkan nyeri dan sangat mulas. Selain itu Banyuwangi memiliki luas sekitar 5.782
juga tidak boleh makan makanan dari lebah km2 yang terdiri dari 25 kecamatan, diantaranya
misalnya dalam bahasa jawa adalah botok tawon adalah Kecamatan Kemiren, Muncar dan
karena dianggap ketika bayinya sudah besar Genteng. Masing-masing kecamatan tersebut
suka mencubit. Ciri khas dari masyarakat jawa memiliki suku yang berbeda meskipun
adalah ibu hamil tidak boleh makan mangga indentiknya banyuwangi memiliki suku Osing.
kweni, nanas dan juga durian. Karena dianggap Kemiren ini berada di jalan kearah menuju
dapat menyebabkan keguguran. Sedangkan bagi wisata kawah ijen, yang mana masyarakatnya
masyarakat madura adalah ibu hamil tidak boleh merupakan asli orang Osing, maka dari itu di
makan udang, karena dianggap ketika Kemiren terdapat wisata osing. Muncar terletak
melahirkan bayinya keluar masuk sehingga sebelah selatan yang dekat dengan laut.
menjadi tidak lancar dalam proses persalinan. Mayoritas masyarakat yang tinggal disana
Berdasarkan pernyataan diatas, adalah orang madura yang memiliki mata
diperlukan identifikasi, inventarisasi dan pencaharian sebagai nelayan. Genteng
dokumentasi makanan tabu apa saja yang masih merupakan kecamatan yang dekat dengan pusat
dipercayai beserta alasannya di masyarakat keramaian dimana mayoritas orang-orangnya
Banyuwangi. Agar masyarakat mengetahui dan adalah suku jawa.
memahami pentingnya asupan gizi khususnya Penelitian ini melibatkan 7 informan
bagi ibu hamil. Upaya untuk menyebar luaskan dari masing – masing kecamatan yang meliputi 3
pengetahuan mengenai makanan tabu yaitu ibu hamil, 1 seorang dukun bayi, seorang bidan,
melalui buku ilmiah populer. Sehingga seorang kader kesehatan dan seseorang dari
didapatkan penelitian dengan judul keluarga ibu hamil.
“Inventarisasi Makanan Tabu pada Masyarakat Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil
Banyuwangi dan Pemanfaatannya sebagai Buku wawancara mendalam dengan dukun bayi,
Ilmiah Populer”. keluarga, serta diskusi kelompok ibu hamil,
makanan yang dipantangkan untuk kehamilan Inform Umur Pendi Pekerjaan Suku
antara lain dari segi buah-buahan meliputi an dikan
mangga kweni, nanas, durian, tebu, pisang yang Shinta 27 SMA Wiraswasta Madura
menempel (gandeng), cabai, nangka, tebu dari Dewi 22 SMP Wiraswasta Jawa
segi lauk pauk ikan, telur, kepiting, udang, Siti 31 SMP Petani Osing
bakso, makanan bersantan. Saini 57 SD Dukun bayi Jawa
Terdapat beberapa alasan menabukan Lilis 45 SMP Dukun bayi Madura
makanan di kecamatan Kemiren yang mayoritas Ponijah 51 SD Dukun bayi Osing
suku Osing. Dukun bayi mengatakan bahwa ibu
hamil tidak boleh makan tebu. PEMBAHASAN
“ Buah tebu memiliki ruas – ruas di Makanan yang dipantang ibu hamil di
setiap 5 cm nya, sehingga nanti ketika Banyuwangi dapat dikelompokkan menjadi
melahirkan, bayi tidak bisa keluar secara lancar kelompok buah, kelompok lauk, kelompok
tapi tersendat sendat seperti ada yang makanan yang dianggap panas, dan kelompok
menghalangi. “ makanan yang dianggap tidak lazim seperti
“ Kalau sedang hamil tidak boleh makanan dempet atau kembar.
makan durian karena kondisi didalam perut Ditinjau dari tabu makanan yang ada,
akan panas sehingga dapat menyebabkan terdapat beberapa zat gizi yang mungkin
keguguran. Nanas dan mangga kweni juga sama terhindarkan pada ibu hamil di Banyuwang. Zat
juga dapat menyebabkan keguguran. Kalau lauk gizi tersebut antara lain serat, mineral, vitamin,
pauk, jika dikaji dari segi kesehatan boleh dan protein. Selama kehamilan, kebutuhan zat
dimakan kepiting karena dapat menyebabkan gizi meningkat dan tabu makanan dapat
bayi menjadi cacat yaitu jari-jarinya menempel memperparah kejadian kurang gizi selama
tanpa ada sela dan juga tidak boleh makan kehamilan. Jika tabu makanan bersifat sangat
udang karena jalannya udang mundur sehingga ketat, defisiensi zat gizi tersebut menjadi lebih
ketika dalam proses melahirkan ditakutkan parah dan dapat berdampak tida saja pada ibu
bayinya masuk ke dalam perut lagi (mundur).” hamil, tetapi juga pada bayi yang
Menurut ibu hamil yang merupakan dilahirkan[5,6]. Tabu makanan di India
orang suku madura yang bertempat tinggal di meningkatkan risiko defisiensi zat gizi seperti
Muncar mengatakan bahwa banyak makanan protein hewani, lemak, vitamin A, kalsium, dan
yang menjadi pantangan. zat besi pada ibu hamil [7]. Buah-buahan
“ Ibu yang sedang menyusui tidak boleh merupakan kelompok makanan yang paling
makan ikan karena dapat menyebabkan asi yang banyak dipantangkan. Hal ini berbeda dengan
dikeluarkan menjadi amis selain itu juga tidak pernyataan FAO [8], bahwa makanan hewani
boleh makan cumi karena cumi mengeluarkan merupakan jenis makanan yang paling banyak
tinta hiatam sehingga ketika bayi buang air dipantangkan di dunia. Di Ghana, makanan
besar warnanya menjadi hitam. Ibu yang sedang hewani merupakan makanan yang lebih banyak
hamil juga tidak boleh makan yang banyak dipantangkan daripada makanan nabati [9].
lemaknya karena jika melahirkan kulit bayinya Faktor geografis dan kebiasaan makan penduduk
terdapat putih-puth seperti gajih.” mungkin menjadi salah satu faktor pengaruh.
Menurut ibu hamil yang tinggal di Buah-buahan dan sayuran kaya akan
Genteng yang mayoritas merupakan suku Jawa. serat dan zat gizi. Kekurangan serat dapat
“Orang yang baru melahirkan tidak memperparah kondisi konstipasi yang umum
boleh makan tauge karena luka jahitannya ditemui pada kehamilan [10]. Selain serat, buah
masih belum kering sehingga dapat melodi (pepino), mangga kweni, pisang, nanas,
menyebabkan luka jadi basah. Selain itu juga nangka, durian, dan merupakan buah yang kaya
tidak boleh makan pisang yang gandeng yang karoten (prekursor vitamin A), vitamin C, zat
dapat menyebabkan bayi menjadi kemba siyam”. besi, asam folat, dan mineral seperti kalium,
fosfor, serta kalium [11,12,13]. Defisiensi
Tabel 1. Karakteristik Informan vitamin A pada kehamilan dapat meningkatkan
risiko malformasi organ pada janin seperti paru-
paru, jantung, dan saluran urinaria. Kekurangan sama dapat menyebabkan anemia ibu hamil dan
zat besi, vitamin C, dan asam folat bersama- anak yang dilahirkan [11].
Tabel 2. Alasan yang mendasari makanan tabu

Jenis Makanan Alasan


Nanas Menyebabkan kondisi didalam perut panas sehingga dapat menyebabkan
keguguran.
Durian Menyebabkan kondisi didalam perut panas sehingga dapat menyebabkan
keguguran.
Mangga kweni Menyebabkan kondisi didalam perut panas sehingga dapat menyebabkan
keguguran.
Tauge Menyebabkan luka jahitan menjadi basah kembali
Cabai Menyebabkan ketika bayi lahir ada beleknya dan bayi menjadi mencret.
Tebu Menyebabkan proses persalinan tidak lancar atau tersendat-sendat.
Kepiting Menyebabkan anak menjadi cacat, tangannya seperti cupit.
Udang Menyebabkan ketika bayi akan keluar menjadi masuk lagi kedalam atau
mundur.
Cumi-cumi Menyebabkan feses bayi menjadi hitam.
Ikan laut Menyebabkan air asi menjadi amis.
Lebah Menyebabkan anak mempunyai sifat mencubit seperti lebah.
Makanan bersantan dan berkuah Menyebabkan luka jahitan menjadi basah.
Makanan berlemak Menyebabkan bayi ketika lahir terdapat putih-putih seperti gajih pada
kulitnya.
Telur Menyebabkan bayi menjadi bonongan.
Ayam Menyebabkan terdapat nanah pada bayi.
Pisang gandeng Menyebabkan bayi menjadi kembar siya,m

Lauk yang ditabukan pada ibu hamil di dapat ditimbulkan dari makanan tertentu baik
Banyuwangi adalah kepiting karena bentuk karena alasan yang bersifat magis atau
tangannya seperti cupit. Makanan yang kesehatan. Dari sisi magis, bahaya makanan
ditabukan karena dianggap panas antara lain diasosiasikan dengan bentuk makanan.
merica, cabai, nanas, dan durian. Dikotomi Pantangan makan jenis ini menggunakan alasan
makanan panas dan dingin bukan berasal dari pendekatan secara simbolis. Alasan pendekatan
suhu makanan tersebut. Sistem pengelompokkan pantangan makan lainnya yaitu secara
tersebut datang dari China dan India dan fungsional melihat suatu makanan berdasarkan
merupakan penyimbolan suatu makanan. Sehat nilai manfaatnya terhadap kesehatan [16].
didefinisikan sebagai kondisi seimbang antara Pantangan makan seperti ini misalnya adalah
unsur panas dan unsur dingin. Ibu yang hamil pantangan makan buah melodi yang dapat
diibaratkan sedang mengalami kondisi sangat mengakibatkan darah rendah, makanan „panas‟
panas sehingga diperlukan makanan dingin dan dan makanan yang bersifat menggugurkan, kol
terdapat larangan mengonsumsi makanan panas. dan kubis yang mengandung zat kimia
Makanan panas baru boleh dikonsumsi berbahaya (pestisida), es, dan makan buah yang
menjelang proses kelahiran untuk mempercepat banyak. Masyarakat Banyuwangi juga
persalinan [14,15]. Kelompok makanan tabu memantangkan makanan berdasarkan nilai dan
yang tidak lazim antara lain buah dempet atau agama yang mereka anut seperti pada
telur yang berkuning dua. Makanan tersebut vegetarianisme dan masyarakat beragama Islam.
dipercaya mempunyai dampak yang buruk bagi Jenis pantangan yang didasarkan atas agama
kehamilan di masyarakat Banyuwangi. Semua merupakan perilaku makan yang bersifat absolut
tabu makanan ibu hamil bertujuan untuk atau tidak dapat berubah karena didasarkan atas
melindungi ibu hamil dan janin dari bahaya yang larangan agama [17].
KESIMPULAN [5] Alwi Q, Oemiati R. 2010. Tradisi makanan
Makanan yang menjadi pantangan bagi sehari-hari dan makanan pantang ibu-ibu Papua
ibu hamil dan menyusui di 3 kecamatan di selama hamil dan persalinan. Jurnal
Kedokteran Yarsi. 12: 61-71.
Banyuwangi yang meliputi Kecamatan kemiren,
[6] Simkiss K, Edmond AJ, Waterson R, Bose A,
Muncar dan Genteng dapat dikelompokkan Troy S, Bassat Q. 2014. Practical mother,
menjadi kelompok buah – buahan, kelompok newborn and child care in developing
lauk, kelompok makanan yang dianggap panas countries. New York : Oxford University Press.
dan kelompok makanan yang dianggap tidak [7] Varadarajan A, Prasad S. 2012. Regional
alzim seperti makanan dempet atau kembar. variations in nutritional status among tribals of
Alasan makanan tabu di 3 kecamatan tersebut Andhra Pradesh. Study Tribes Tribals. 7(2):
terjadi karena pendekatan secara simbolis, 137-41
fungsional dan nilai atau keagamaan. [8] Food Agriculture Organization (FAO). 2013.
Human nutrition in developingworld.
http://www.fao.org/docrep/W0073E/W0073E00
SARAN .htm.
Diperlukan penyuluhan terkait gizi [9] Gadegbeku C, Wayo R, Badu GA, Nukpe E,
kehamilan kepada ibu hamil, kader kesehatan, Okai A. 2013. Food taboos among residents at
dukun bayi dan keluarga oleh pihak terkait Ashongman-Accra, Ghana. Food Science and
seperti bidan desa. Ibu hamil perlu didorong Quality Management. 15: 21-29.
untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan [10] Martin HD. 2012. Pregnancy and lactation.
tidak memantang makanan yang dapat Historicalmaterials [monograph on the
mengeksklusikan zat gizi tertentu dari dietnya. internet] . Lincoln : University of Nebraska-
Lincoln Extension.
[11] Ozcan MM, Arslan D. 2011. Bioactive and
UCAPAN TERIMA KASIH some nutritional characteristic of pepino
Ucapan terima kasih disampaikan untuk (SolanummuricatumAiton) fruits. Journal of
Kemenristekdikti yang telah mendanai Agricultural Science and Technology. 1: 133-7.
penelitian ini hingga selesai. [12] Khoo HE, Ismail A, Esa NM, Idris S. 2013.
Carotenoid content of underutilized tropical
DAFTAR PUSTAKA fruits. Plant Food Human Nutrition. 63: 170-5.
[1] Ekwochi, Uchena., Osuorah, Chidiebere., Ndu, [13] Brown JE. 2008. Nutrition through the life
Ikene. 2016. Food Taboos and Myths in South cycle. 3rd ed. United States, Belmont :
Eastern Nigeria: The Belief and Practice of Wadsworth/Thomson.
Mothers in the Region. Journal of Ethnobiology [14] Helman CG. 2009. Culture, health, and ilness.
and Ethnomedicine. 12:7. Great Britain : ButterworthHeinemann..
[2] Humaeni, Ayatullah. 2015. Tabu Perempuan [15] Montesanti S. 2015. Cultural perceptions of
dalam Budaya Masyarakat Banten. Humaniora. maternal illness among khmer woman in Krong
27 : 174-178. Kep. Cambodia. Explorations in Anthropology.
[3] Kartikowati, Sri dan Hidir, Achmad. 2014 11(1): 90-106.
Sistem Kepercayaan di Kalangan Ibu Hamil [16] Fessler DMT, Navarette CD. 2014. Meat is
dalam masyarakat Melayu. Jurnal Paralel. 1(2) good to taboo: dietary proscription as a product
: 89-167. of the interaction of psychological mechanism
[4] Widowati, Indar., Harnany, Alfiyah dan and social process. Journal of Cognitive and
Amirudin, Zaenal. 2016. Peran Keluarga dalam Culture. 3: 1-25.
Pengambilan Keputusan Ibu Nifas untuk [17] Sediaoetama AD. 2008. Ilmu gizi. Jakarta: PT
Melakukan Praktek Pantang Makanan di Kota Dian Rakyat.
Pekalongan. Jurnal Litbang. 10.