Anda di halaman 1dari 8

1

What shape is it?

Circle
Sphere
Square
2

What shape is it?

Cube
Cone
Round
3

What shape is it?

Regtangular Prism
Log
Cube
4
What shape is it?

Triangle
Semi circle
Cylinder
5

What shape is it?

Diamond
Square
Star
6

What shape is it?

Log
Pyramid
Cone
7
What shape is it?

Circle
Oval
Pentagon
8

What shape is it?

Pentagon
Diamond
Hexagon
9

What shape is it?

Rectangualr prism
Rectangle
Triangle
10
What shape is it?

Circle
Sphere
Wheel
11

What shape is it?

Rectangle
Triangle
Square
12

What shape is it?

Recatangle
Trapezoid
Cone
13

What shape is it?

Log
Cube
Star
14

What shape is it?

Triangle
Cube
Cone
15

What shape is it?

Square
Circle
Semicircle
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahirobbil ‘alamin, Washolatuwassalamu ’ala asrofil anbiyai
walmursalin, wa ‘ala ‘alihi wshobihi ajmain, ammaba’du.
Yth : Bapak Kepala Sekolah.
Bapak wakil Kepala Sekolah.
Serta Bapak dan Ibu guru
Bersama rekan-rekan saya sekalian yang saya hormati dan saya cintai.

Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan segala rahmat, taufiq dan hidayahNYa kepada kita sekalian. Sehingga kita
masih dapat menikmati anugerah terindahNYa berupa kesehatan serta oksigen yang kita hirup tanpa
harus membayar sepersenpun.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar kita
Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang
benderang dengan yang kita harapkan syafaatNya besok di yaumil qiyamah. Amiin.
Marhaban Ya Rajab. Bulan Rajab adalah bulan yang mulia dan agung, penuh barokah dan
hikmah. Ibadah pada bulan ini dilipatgandakan oleh Allah, do’a- do’a diijabah, dan pintu taubat dibuka
lebar-lebar, siap menerima siapapun juga yang hendak bertaubat kepada Allah SWT. Seperti yang
diriwayatkan oleh Ali Imam Ibnu ‘Askir dari Abu Ummah RA bahwasannya Nabi Muhammad SAW
bersabda: “Ada lima malam yang tidak akan ditolak do’a do’a didalamnya, malam pertama bulan
Rajab, malam nisfu sya’ban, malam jum’at, malam Idul fitri dan malam Idul Adha.”
Dan cukup kiranya sebagai kemuliaan bulan ini dimana Allah ta’ala menjadikannya salah satu
dari empat bulan yang dinamakan Asyhurul hurum (bulan yang terhormat). Sebagaimana dalam Al-
Qur’an Allah berfirman yang artinya : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah SWT ialah dua
belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bmi, diantaranya empat bulan
haram (mulya). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu
dalam bulan yang empat itu. (QS. At-Taubah 36).
Mengenai Asyhurul hurum ini Nabi Muhammad Saw telah menjelaskan kepada kita bahwa
empat bulan tersebut adalah DzulQo’dah,Dzulhijjah,Muharram, dan Rajab. Allah telah
mengkhususkan empat bulan, dimana Allah menjadikannya penuh kemulyaan, dosa dosa dibulan ini
lebih besar daripada bulan lainnya, begitu pula amal sholeh dan pahala.
Diantara kemuliaan yang ada didalam bulan Rajab adalah terkabulkannya do’a do’a hamba
didalamnya, terutama pada malam pertamanya. Di bulan Rajab dianjurkan untuk istighfar dan
bertaubat kepada Allah, meminta maaf sepenuh hati kepada hadirat illahi, agar benar benar diampuni
dan didekatkan kepada-Nya.
Selain istighfar, ibadah yang dianjurkan dilakukan dibulan Rajab adalah berpuasa, Paling
sedikit puasa dibulan Rajab satu hari, yakni dihari pertama, puasa dalam bulan rajab hukumnya
sunnah, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya. Ibadah lain yang dianjurkan adalah
membaca sholawat . Rasulullah Saw bersabda : “pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sugai yang
airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air susu, dan lebih harum dari minya wangi,, lalu saya
bertanya pada jibril a.s. : “Wahai Jibril untuk siapa sungai ini?” Maka Jibril berkata “Ya Muhammad,
Sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau dibulan Rajab ini.””
Ada lagi satu Amalan yang hendaknya kita ikuti dari Rasulullah Saw, yaitu berdo’a dibulan
Rajab. Sebagaimana yang telah beliau ajarkan. Dari sahabat Anas bin Malik berkata, Rasulullah jika
telah memasuki bulan rajab beliau banyak berdo’a:” Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa
ballighnaa ramadhana.” Yang artinya: “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab,
Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan.”
Demikian dari saya, semoga uraian ini bermanfaat, mohon maaf jika ada kata-kata yang
kurang berkenan.
‫ضا َو ْال ِعنَايَة‬
َ ‫الر‬ ْ ‫َوبِاهللاِ تَ ْوفِ ْق‬
ِ ‫وال ِه َديَة َو‬
Ibnu Katsir menerangkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim bahwa Rajab berasal dari
tarjib yang artinya menghormat. Dari namanya saja, Rajab adalah bulan yang layak
dihormati dan dimuliakan.

Bulan Haram
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum).
Karenanya bulan Rajab menjadi istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya.

ٌ‫ض ِم ْن َها أ َ ْربَعَة‬


َ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬ َّ ‫َّللا يَ ْو َم َخلَقَ ال‬
ِ ‫س َم َاوا‬ ِ َّ ‫ب‬ِ ‫ش ْه ًرا فِي ِكت َا‬ َ ‫عش ََر‬ َ ‫َّللا اثْنَا‬
ِ َّ ‫ور ِع ْن َد‬ ُّ ‫ِإ َّن ِع َّدة َ ال‬
ِ ‫ش ُه‬
َ ُ‫ِين ْالقَ ِي ُم فَ ََل ت َْظ ِل ُموا ِفي ِه َّن أ َ ْنف‬
‫س ُك ْم‬ ُ ‫ُح ُر ٌم ذَلِكَ الد‬

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Seluruhnya dalam
ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) itu
terdapat empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah
kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah : 36)

Ketika menjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan bahwa sanksi berbuat dosa di
bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan
suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya lebih besar
dibandingkan di bulan lainnya, kecuali Ramadhan.

“Sesungguhnya mengerjakan perbuatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan


sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim di bulan-bulan
lainnya,” kata Ibnu Abbas yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya
juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan
tetap besar dosanya.”

Meskipun diterangkan amal shalih di bulan Rajab lebih besar pahalanya, tidak ada
amal khusus di bulan Rajab ini. Baik berupa mandi awal Rajab, shalat malam maupun
puasa yang dikhususkan pada tanggal-tanggal tertentu.

Bulan yang Dekat dengan Ramadhan


Rajab adalah bulan yang dekat dengan bulan Ramadhan. Antara Rajab dan Ramadhan
hanya dipisahkan dengan Sya’ban. Di antara kebiasaan para ulama, mereka
menyiapkan diri menyambut bulan Ramadhan sejak bulan Rajab. Hal ini bisa dilihat
dari doa yang sangat populer:

َ ‫ش ْعبَانَ َو بَ ِل ْغنَا َر َم‬


َ‫ضان‬ َ ‫ب َو‬ ِ َ‫اَللَّ ُه َّم ب‬
َ ‫ار ْك لَنَا فِى َر َج‬
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami
dengan bulan Ramadhan”

Doa itu juga tercantum dalam riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani, tapi derajatnya dhaif
menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam
riwayat Ahmad.

َ ‫ار ْك لَنَا فِى َر َم‬


َ‫ضان‬ ِ َ‫ش ْعبَانَ َوب‬
َ ‫ب َو‬ ِ َ‫اللَّ ُه َّم ب‬
ٍ ‫ار ْك لَنَا فِى َر َج‬
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam
bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Jika sebuah hadits diketahui dhaif, tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah.
Namun, boleh saja berdoa dengan doa dalam berbagai bahasa. Dan banyak ulama
yang membaca doa tersebut. Sebagai permohonan kepada Allah agar diberkahi di
bulan Rajab, Sya’ban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Isra’ Mi’raj


Kendati masih diperselisihkan oleh sejumlah ulama, termasuk Syaikh Shafiyurrahman
Al Mubarakfury dalam Ar Rahiqul Makhtum, 27 Rajab diyakini sebagai tanggal
terjadinya Isra’ Mi’raj, terutama oleh para ulama di Indonesia. Isra’ Mi’raj adalah
perjalanan luar biasa yang melalui peristiwa itu Rasulullah mendapatkan perintah
shalat lima waktu. Jika perintah yang lain diturunkan kepada Rasulullah melalui
malaikat Jibril, khusus untuk shalat lima waktu ini, Rasulullah ‘dipanggil’ langsung
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka sepatutnya, di bulan Rajab ini kita memperbaiki kualitas shalat kita dan setelah
itu kita memperbaiki kualitas jiwa dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Wallahu
a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/bersamadakwah]